Anda di halaman 1dari 7

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

Architecture Department Indonesia University of Education

Moses W. Y. M. Teguh F. Tresna I. Fikri F.

FAKTA
1/6 dari seluruh populasi dunia tidak memiliki akses terhadap air bersih. 2,5 miliar orang (sebagian besar di negara berkembang) tidak memiliki toilet yang layak, sehingga kotoran dengan mudah mencemari air tanah yang diminum seharihari. Pencemaran air di Indonesia menimbulkan kerugian Rp 45 triliun per tahun. Sejumput kecil kotoran manusia mengandung 1.000.000.000.000 virus dan 10.000.000 bakteri. Dan orang yang meminumnya dapat terjangkit penyakit seperti kolera, yang dapat menyebabkan diare yang parah. Setiap menit, 4 orang di dunia meninggal akibat penyakit yang timbul akibat penggunaan air yang tidak bersih. Di seluruh dunia, diare membunuh 4.100 anak setiap hari. Setiap tahunnya, 443 juta hari sekolah hilang akibat diare. Curah hujan di beberapa daerah di Jawa dan Bali mencapai 360 mm/bulan, namun banyak daerah yang kesulitan air bersih. Indonesia memiliki potensi air tawar sebesar 1.957 miliar m3/tahun. Hampir 87% terkonsentrasi di pulau kalimantan, papua, dan sumatera. Pulau Jawa memiliki luas 7% dari total luas daratan Indonesia dan memiliki 4,5% dari total cadangan air tawar nasional. Namun pulau ini dihuni oleh 65% dari total pendudukan Indonesia. Pemerintah memiliki 7,1 sambungan air bersih yang hanya mampu melayani 35,5 juta jiwa. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat yang belum memiliki akses air bersih terpaksa menggantungkan kebutuhnannya pada sumber air permukaan sepereti empang dan air hujan. Indonesia memiliki 6% persediaan air dunia atau sekitar 21% persediaan air Asia Pasifik. Namun dari tahun ke tahun Indonesia mengalimi krisis air bersih. Indonesia memiliki lebih dari 500 danau dan diperkirakan memiliki volume sebesar 308 juta meter kubik. Menurut laporan USAID 2007, hampir 100% sumber air minum Indonesia tercemar bakteri E. Coli dan Coliform. 60 juta penduduk Indonesia saat ini tidak memiliki akses ke air bersih. Sungai Ciliwung terbesar tercemar bakteri E.Coli, kadar pencemaran mencapai 1,6-3 juta individu per 100 cc, padahal standar amannya adalah 2000 individu per 100 cc.

MASALAH
Di kawasan perkotaan Indonesia persediaan daerah resapan air sangat sedikit. Masyarakat perkotaan Indonesia tidak peduli terhadap persediaan air. Hanya sedikit masyarakat yang menanam pohon di rumahnya. Pohon dapat mencegah erosi dan banjir. Tidak memadainya pengolahan sampah di Indonesia. Masyarakat cenderung membuang sampah sembarangan. Masyarakat tidak peduli terhadap kebersihan sanitasi. Kebijakan pemerintah tentang isu lingkungan tidak difollow up dengan baik. Banyak terjadi pengeboran air tanah yang ilegal. Sebagian rumah di Indonesia tidak memliki sumur resapan.

SOLUSI
SUMUR RESAPAN Merupakan upaya penyelamatan air dan erosi pada skala rumah tangga.

LUBANG BIOPORI Merupakan upaya penyelamatan air tanah yang lebih kecil dari sumur resapan, prinsipnya sederhana, yaitu dengan membuat lubang di garasi, taman, ataupun ruang terbuka lainnya, lalu lubang tersebut diisi sampah organik yang dapat memicu datangnya cacing, lubang yang dibuat secara alami oleh cacing kemudian menjadi lubang resapan untuk air masuk ke dalam tanah.

FITOREMEDIASI Merupakan konsep mengolah air limbah dengan menggunakan media tanaman, di antaranya akar wangi, bambu air, anturium, alamanda, dahlia, padi-padian, pisang mas, spider lili, dan sebagainya. Pada skala rumah tangga, teknologi sederhana dapat diterapkan dengan membuat kolam/rawa kecil yang ditanami tanaman air, kolam tersebut dialiri air limbah buangan dari kamar mandi, cuci, ataupun air hujan. Kemudian air yang telah melewati tanaman tersebut ditampung kembali untuk digunakan kembali. Dengan teknologi sederhana ini, setiap rumah dapat lebih menghemat air dengan tidak langsung membuang air ke riul kota.

PENANAMAN POHON DI SETIAP RUMAH DAN MENAATI PERATURAN BANGUNAN Semua peraturan mengenai kewajiban penanaman pohon untuk rumah dengan luas tertentu, sumur resapan, biopori, KDH, KDB, GSB, KLB, desain tata letak, massa bangunan, kontur, dll sesungguhnya telah tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 58 Tahun 2011. Dapat diunduh di: www.kbujabar.info/index.php?option=com_joomdoc&task=document.download&path=Per gub+58+Thn+2011%2FLampiran+VI+Pergub+58-2011.pdf&Itemid=28