Anda di halaman 1dari 30

TUGAS ZOOLOGI VERTEBRATA SUPERKLAS PISCES

DISUSUN OLEH : KELOMPOK II ARMAN ABU BAKAR

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR 2012

Kelas Agnatha Termasuk dalam klas ini adalah Ostracoderma yang merupakan Agnatha purba yang telah punah, sedang yang masih hidup adalah sub klas Cylostomata (Gr. : Cyclus = bulat, stoma = mulut). Contoh yang terkenal adalah : Polistotrema stouti dan Petromyzon matinus, terdapat di air bergaram maupun dalam air tawar. Ciri khusus dari Cyclostomata adalah sebagai berikut : 1. Tubuh bulat panjang atau silendris, bagian ekornya pipih. Pina dorsalis disokong oleh tulang rawan yang berupa jari-jari; kulit lunak dan licin mengandung kelenjar mukosa yang bersel tunggal, tidak bersisik, tidak memiliki sirip yang berpasangan. 2. Mulut terletak ventro-anterior dan merupakan mulut penghisap; pada pinggiran mulut terdapat papil daging atau tentakel pada sebelah median terdapat sebuah saku rongga hidung. 3. Tulang tempurung kelapa dan tempat ingsang (archus viceralis) berupa tulang rawan; terdapat notochord yang dilengkapi oleh archus neuralis yang tidak sempurna sebagai wakil vertebrae. 4. Cor terbagi atas dua ruangan auriculum dan ventriculum, terdapat banyak archus aorticus pada bagian ingsang; darah mengandung leucocyt dan erythrocyt yang bulat bernukleus. 5. Pada daerah kanan kiri pharynx terdapat 6 14 pasang ingsang yang berada dalam saku. 6. Memiliki dua ren yang mempunyai saluran papilae urogenitalis. 7. Otak telah berkembang baik dengan 8 atau 10 pasang saraf cranialis, terdapat alat pendengar yang mempunyai setengah saluran melingkar. 8. Suhu tubuh tergantung lingkungan (poikilothermis). 9. Memiliki sebuah gonad yang besar tanpa saluran, pembuahan terjadi di luar, telur akan menetas menjadi larva dahulu, tapi ada juga yang langsung menjadi hewan.

Struktur Dan Fungsi Tubuh yang terdiri atas bagian kepala dan badan merupakan gabungan yang berbentuk silendris dengan ekor yang pipih. Pada bagian dorsal sebelah posterior dan

ekor terdapat sirip. Sebelah ventral pada kepala terdapat bentuk cangkir yang disebut corong mulut, yang bertepi dengan papil yang lunak dan didalamnya terdapat gigi dari zat tanduk yang meruncing berwarna kuning. Sebuah nostrum terdapat pada media-dorsalis kepala. Di belakangnya sebelah dalam terdapat suatu selaput tebal membungkus organon pinealis. Sepasang mata besar terdapat sebelah lateral yang diliputi lapisankulit yang transparan. Di belakangnya terdapat celah-celah ingsang yang bulat. Selanjutnya sepasang latero-median terdapat saluran yang berisi indra peraba, di mana saluran ini memanjang sampai dengan ekor dan badan di dekatnya

sebelah belakang terdapat lubang papil urogenitalis. Seluruh tubuh hewan ini dibungkus oleh epithel dengan glandulae mocosa dan sisik. a. Skeleton Notochord terdapat sebagai sumbu tubuh, yang berupa batang silindris dari bahan gelatin yang dibungkus oleh jaringan ikat. Bagian skeleton lainnya yang berupa tulang rawan yaitu: (1) Tulang tempurung kepala yang meliputi tulang cranium dan capsula sensoris. (2) Tulang rawan lingualis yang kuat dan tulang cincin rawan sekitar saluran buccalis. (3) Sekelompok tulang rawan archus yang terdapat di atas notochord seolah-olah seperti archus neuralis pada vertebrae. b. Systema musculus Badan dan ekor tersusun sebagian besar atas bagian segmen daging otot pendek yang lapisan-lapisannya berbentuk seperti halnya ikan biasa.Otot daging radialis terdapat pada bagian saluran buccalis dan pada lidah sebagai otot daging retractor dan protractor.

c. Systema digestoria Terdiri atas mulut (rima oris), di ujung anteror ventralis, rongga mulut tertutup atau terbuka oleh bentuk platuk yang bergerak yakni lidah. Pada bagian akhi rongga mulut terdapat gigi zat tanduk. Sebagai lanjutan mulut adalah pharynx, kemudian saluran oesophagus terletak sebelah dorsal, sedang sebelah ventral tedapat saluran respirasi. Saluranan respirasi disokong oleh lembaran-lembaran yang fleksibelyang disebut velum. Tidak mempunyai lambung. Sebagai lanjutan oesophagus adalah intestinum yang lurus yang mempunyai klep sebelah anterior. Pada itestinum terdapat lekukan spiral yang disebut typglosole atau klep spiral, intestinum berakhir dengan anus. Terapat kelenjar hati tanpa saluran dan kadangkadang terdapat kelenjar pancreas.

d. Systema circulatoria Cor yang berbentuk piala terletak pada akhir posterior saku branchialis di dalam rongga atau saku pericardium yang berhubungan dengan rongga coelom. Cor terdori atas sebuah auriculum dan ventriculum yang berdinding tebal. Darah dari cor dipompa ke muka melalui aorta ventralis yang selanjutnya disalurkan melalui 8 pasang saluran afferent branchialis ke dalam ingsang, kemudian akan berkumpul kembali melalui afferent branchialis ke dalam aorta dorsalis yang terletak di atas ingsang, kemudian tersalur balik ke anterior maupon posterior. Sistem vena mengembalikan darah dari daerah kepala dan badan; termasuk juga systema hepatica, tapi tidak ada systema vena porta renalis. Sistem saluran lymphe terdapat juga. e. Systema respiratoria Di antara saluran respirasi dan dinding tubuh terdapat 7 pasang ingsang dalam kantung-kantung insang yang terletak seblah menyeblah. Masing-masing berisi lembaran-lembaran insang yang mengandung pembuluh-pembuluh kapiler, di mana darah akan mendapat oksigen yang terdapat dalam gelembung-gelembung kecil udara yang ada dalam air keluar masuk melalui lubang-lubang insang itu sendiri. Jadi tidak melalui mulut seperti ikan biasa. Hal ini disebabkan Cyclostomata menempelkan diri pada ikan lain yang besar dengan mulutnya. Dengan demikian bila sistem masuknya air melalui mulut ikan ini pasti tidak akan dapat bernafas. f. Systema excretoria Dua buah ginjal (mesonephros) terletak di sebelah dorsal dalam rongga tubuh; sebuah pembuluh ureter memanjang dari masing-masing mesonephros sampai sinus urogenitalis, yang selanjutnya akan dikosongkan isinya melalui papilae urogenitalis. g. Systema nervorum Otak bagian muka meliputi sepasng obus olfactorious kemudian diikuti oleh hemisphericus cereblasis yang disebut diencephalon. Di bawah dienchephalon terdapat bagian infundibulum dan pada bagian dorsal terdapat struktur pineal. Pada otak bagian tengah sebelah dorsal terdapat dorsal lobus opticus. Sedang pada otak bagian belakang berupa cerebellum yang berupa tonjolan kecil di sebelah dorsal, dan

di sebelah ventral berupa medula oblongata yang bentuknya lebih besar. Antara lobus opticus dan bagian atas medula oblongata terdapat apertura yang mengandung plexus choroid yang berisi pembuluh-pembuluh darah. Di dalam otak terdapat ventrculus (rongga) seperti halnya pada vertebrata lainnya.. di dalam otak akan keluar 10 pasang saraf cranialis. Nervechord berbentuk seperti sabuk dan padanya terdapat akar dorsal dan ventral sebagai saraf spinalis. Kedua akar ini tidak tergabung kemudian pada Vertebrata lainnya. Sistem saraf simpatis belum berkembang baik. h. Organ sensoris (alat indera) Sebuah cavum nasalis terbuka menuju ke saccus olfactorius yang terdapat pernafasan dari kedua lobus olfactorius pada otak. Di sebelah menyeblah terdapat sepasang mata dan sebuah mata pinealis yang berlensa terang dan berpigmen retine. Masing-masing alat pendengar memiliki saluran setengah lingkaran. Bintil-bintil perasa terdapat di dalam pharynx, dan linea lateralis terdapat pada sebelah menyeblah tubuh mengandung indera peraba. i. Systema reproductiva Pada fase permulaan tidak terdapat dibedakan jantan-betinanya, tapi fase berikutnya akan tumbuh menjadi jantan dan betina. Dengan demikian cyslostomata adalah diocious pada hewan dewasa. Pada hewan yang dewasa terdapat gonad yang memanjang terletak dalam rongga abdonalis. Tidak memiliki saluran genetialis, sel telur atau sperma ditumpahkan melalui sepasang porus genetalis ke dalam sinus urogenitalis kemudian keluar. Sistematik Klas Agnatha terbagi atas dua sub klas yaitu: 1. Sub Klas Ostracoderma: Tubuh kecil dan pipih, kulit umumnya diliputi oleh sisik tulang dan sering sebagai cangkang, tulang kepala bertulang keras atau bertulang rawan, rongga hidung bermuara satu atau dua. Sub klas ini telah punah, tinggal fosilnya.

2. Sub Klas Cyclostomata: Tubuh silendris dan panjang. Kulit halus tanpa sisik mengandung banyak kelenjar mukosa. Mulut merupakan alat penempel dengan gigi zat tanduk. a. Ordo 1 : Petromyzontia. Sebagai contoh adalah Petromyzon marinus. b. Ordo 2 : Myxinoida Sebagai contoh adalah Polistotrema stouti.

Klas Chondrichthyes (Klas Ikan Bertukang Rawan) Chondrichthyes (Gr. Chondros = tulang rawan; ichthyes = ikan) yang merupakan invertebrata rendah yang memiliki columna vertebralis sempurna yang terpisah satu sama lain sehingga mudah membengkokkan tubuhnya. Kecuali itu telah

memiliki tulah rahang dan beberapa pasang appendage berupa pina (sirip). Hampir semuanya predacious, hidup di laut. Nenek moyangnya dikenal dari fosil-fosil yang berupa sisa-sisa tulang gigi, tulang jari sirip, dan sisik. Salah satu contoh terkenal adalah ikan Hiu (Squalus acanthias) yang secara bilogis sangat menarik, karena bentuk anatominya akan kita jumpai pada embryo hewan vertebrata lainnya. Ciri khusus adalah sebgai berikut:

1. Kulit tegar dan diluputi oleh sisik placoid dengan banyak kelenjar mocusa. Pada kedua bagian median sisinya terdapat sirip yang disokong oleh jari-jari pelvicus, membentuk beberapa bagiannya menjadi claspers pada hewan jantan. 2. Mulut terletak sebelah ventral dari kepala, dengan gigi beremail; memiliki lubang nostril satu atau dua yang tidak mempunyai hubungan dengan cavum oris; memiliki rahang bawah dan atas; pada intestinumnya terdapat klep spiral. 3. Skeletonnya berupa tulang rawan tanpa tulang keras, tulang cranium bergabung dengan capsula sensoris; terdapat notochord dengan banyak bervertebrae yang sempurna dan terpisah satu sama lain. 4. Cor terdiri atas satu ruang ventrculum dan satu auriculum dengan sinus venosus, conus arteriosus, hanya berisi darah vena; terdapat beberapa pasang archus aorticus, erythrocyt berbentuk oval dan berinti. 5. Respirasi dilakukan dengan 5, 6, 7 pasang insang yang masing-masing terdapatdalam celah yang terpisah. 6. Memiliki 10 pasang nervi cranialis. 7. Suhu tubuh tergantung pada lingkungan (poikilothermis). 8. Seks terpisah; Fertilisasi (pembuahan) terjadi di dalam tubuh; ovovar dan ovivipar. Chondrichtyes menunjukkan suatu perkembangan kemajuan bila

dibandingkan dengan Cyclostomata dalam hal: 1) Adanya sisik yang meliputi tubuh. 2) Adanya sepasang pina lateralis. 3) Geraham yang dapat digerakkan bersendi pada tulang cranium. 4) Gigi yang dilapisi email pada rahang. 5) Tiga bagian saluran setengah lingkaran pada alat pendengaran. 6) Sepasang alat reproduksi dan saluran-salurannya. Struktur dan Fungsi

Bentuk tubuh ikan bermacam-macam, ada yang berbentuk torpedo, ada juga yang berbentuk pipihbulat dorso-ventralis. Yang berbentuk torpedo mempunyai dua pina dorsalis, yang masing-masing sebelah posteriornya mempunyai duri, pada ventral terdapat sepasang pina pectorialis. Pada pina pepelvicus terdapat suatu tambahan yang berbentuk silendris yang disebut claspers yang berguna waktu perkawinan (pada hewan jantan). Pada beberapa ikan hiu yang lain terdapat sepasang pipa analis pada media-posterior ventralis. Pina caudalis adalah heterocercal. Mulut melintang terletak sebelah anterio ventralis pada kepala. Di sebelah menyeblah di atas mulut terdapat mata, sedang di sebelah muka mata terdapat nostril (lubang hidung). Antara mulut dan pina pectoralis terdapat 6 buah celah ingsang, satu xelah insang paling muka mengalami modifikasi baik letak dan fungsi-fungsinya yang disebut spiracle. Antara sepasang pina pelvicus dan pina caudalis terdapat anus, yang umumnya merupakan lubang umum sebagai cloaca dan khusus pada hewan jantan diperlengkapi dengan clasper. Seluruh permukaan tubuh dibungkus oleh kulit yang bersisik placoid. Sisik itu merupakan struktur exoskeleton yang primitif yang mempunyai titik perkembangan menuju ke lembaran sisik yang biasa terdapat pada osteichthyes. Sisik placoid terdiri atas lempeng dasar, tangkai sentral dan duri.

a. Systema digestoria Alat pencernaan (tractus digestivus) terdiri atas cavum oris, pharunx, oesophagus, ventriculus, intestinum, cloaca, dan anus. Di dalam cavum oris terdapat gigi pada rahang dan menghadap ke arah belakang guna menahan mangsa yang akan ditelan, lidah (lingua) yang pipih pada dasar cavum oris. Di sebelah menyebelah pharynx terdapat celah-celah insang yang masing-masing terpisah celah-celah insang yang masing-masing terpisah dan lubang pertama disebut spiracle. Lambung (ventriculus) berbentuk U dan pada bagian posterior terpadat otot daging sphincter yang terkenal sebagai sphincter pylorus. Di dalam intestinum terdapat klep spiral yang berfungsi membantu dalam efisiensi penyerapan zat-zat makanan. Dalam hal ini menghambat jalannya bahan makanan yang lewat menuju anus. Hepar yang terdiri

atas dua bagian menempati rongga sebelah anterior dan padanya terdapat vesica felea (kantong empedu) ke dalam intestinum. Kecuali itu terdapat juga glandulae pancreaticus (kelenjar pancreas) dan kelenjar rectal (G. rectalis) yang belum diketahui dengan pasti fungsinya. b. Systema circulatoria Cor sebagai sentral terletak dalam rongga pericardium di bawah insang. Terdiri atas sinus venosus yang berdinding agak tebal, dilanjutkan oleh auriculum dan ventriculum yang berdinding tebal. Kemudian bersambung dengan conos arteriosus branchialis mengambil oksigen yang terdapat dalam gelembung udara yang ada di dalam air. Kemudian melalui empat pasang efferent branchialis darah masuk aorta dorsalis yang menjulur memanjang sepanjang mid dorsalis dari rongga coelom cabang-cabang arteri yang penting antara lain sebagai berikut: (1) Sepasang arteri carotis interna dan externa yang akan memberi darah pada kepala . (2) Sepasang arteri subclavia yang menuju pina pectororalis. (3) Arteri coeliaca menuju ke lambung, hepar, dan intestinum. (4) Arteri mesentericus anterior menuju ke lien (limpa) dan bagian belakang dari intestinum. (5) Arteri mesentericus posterior menuju glandulae rectalis. (6) Beberapa arteri renalis dan arteri gonadicus menuju Ren (ginjal) dan organon reproductivum. (7) Arteri illiaca communis menuju pina pelvicus, selanjutnya aorta caudalis menuju ke pina caudalis.. Dalam sistem vena, darah dari vena caudalis yang berasal dari cauda akan melalui (1) epasang vena porta renalis menuju ke Ren. Darah lain yang berasal dari posterior melului (2) sepasang vena postcardinalis sejajar dengan vena renalis dan dalam (3) sepasang vena lateral abdonalis yang membawa darah dari kedua bagian jugularis dan (4) vena anterior cardinalis membawa kembali darah dari daerah kepala. Semua vena tersebut di atas masuk ke vena yang besar dan bersambung dengan sinut

venosus. Darah yang berasal dari tractus digestivus akan ditarik kembali melalui (5) vena porta hepatica yang menjegah diri dalam hepar, kemudian mengumpul dalam (6) vena Hepatica, tetapi terus ke sinus venosus dan menjalani sirkulasi seperti semula. Darah dalam pembuluh vena tidak mengandung oksigen. c. Systema respiratoria Dengan membuka dan menutup mulut ikan Hiu menghalau air ke dalam mulut dan menekan ke luar dengan kekuatan (mulut menutup) melalui celah insang dan spiracle. Insang tersusun atas filamen (lembaran-lembaran) yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler. Darah dari ventral aorta akan melalui kapiler. Darah dari ventral aorta akan melalui kapiler tersebut, melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen yang larut dalam air, seterusnya melanjutkan ke dorsal aorta mengikuti peredaran yang telah dijelaskan. d. Systema excretoria Dua buah Ren berbentuk silendris terletak dekat di atas coelom di sebelah menyeblah aorta dorsalis. Urine dari ren akan ditampung dalam pembuluh yang bersegmen yang selanjutnya bersambung dengan pembuluh urine yang panjang terus melaui sebuah papilae urogenitalis, yang adad di cloaca.

e. Systema nervorum Otak ikan bertulang rawan lebih maju bila dibandingkan dengan Cyclostomata. Dari dua sacci olfactorious, yang terjulur tractus olfactorious menuju ke lobus olfactorious, yang menempel dekat sekali pada sepasang hemisferium cerbri di atas diencephalon. Kemudian di sebelah dorsal terdapat badan pinea dan sebelah ventral terdapat infundibulum di mana tertempel sebuah hypophysa. Semua bagian yang telah disebut itu adalah otak depan. Dua lobus opticus yang bulat tersebut terletak sebelah dorsal dari otak tengah. Otak belakang terdori atas cerebellum yang merupakan bagian terbesar terletak pada puncak dari medula oblongata, selanjutnya tersambung dengan medula spinalis. Nervicranialis seperti pada vertebrata lainnya. f. Organon sensoris (alat indra)

Indra terdiri atas (1) sepasang sacci olfactorii yang dapat menerima rangsangan bahan kimiawi yang larut dalam air, yang terletak di moncong. (2) sepasang mata sebagai indra pelihat; (3) indra pendengar berfungsi sebagai alat penerima rangsangan gelombang suara dan sebagai alat orientasi. (4) Linea lateralis berisi indra yang peka terhadap gelombang air, secara embryologis alat ini seperti alat pengatur keseimbangan tubuh yang terletak pada vertebrata pada umumnya terdapat sebagai saluran setengah lingkaran yang bergabung dengan alat pendengar. (5) Indra pengecap yakni yang berupa papilae terdapat pada lingua. g. Systema reproductiva Seks terpisah, alat kelamin jantan terdiri atas sepasang testis terdapat beberapa vasa efferensia yang menuju vasa defferensia. Saluran ini terbentang sebelah bawah ginjal dan berakhir pada papil urogenitalis. Pada perkawinan sperma tertuang pada cloaca hewan betina dengan bantuan claspers. Alat kelamin betina terdiri atas sebuah ovarium yang menggantung sebelah dorsal dengan satu membran. Dua buah oviduct akan menjulur sepanjang tubuh, yang masing-masing pada anterior mempunyai saluran besar di mana sel-sel telur masuk ke dalamnya. Pada bagian anterior masing-masing saluran melebar sebagai grandulae shell. Pada jenis ovovivipar pada bagian posterior itu megalami perluasan menjadi uterus yang akan berisi hewan yang masih muda sekali. Saluran oviduct akan terbuka secara terpisah ke dalam cloaca. Sistematik Chondriechthyes terbagi atas dua super ordo: 1. Super Ordo I Selachii (bertubuh torpedo) a. Ordo 1 Heterodontida (ikan hiu berkepala bison) b. Ordo 2 Hexanchida, contoh Ikan Hiu Sapi c. Ordo 3 Lamnida : contoh Sphirna tudes (Ikan Hiu berkepala palu) d. Ordo 4 Squalida: contih Squalus acanthias (Ikan Hiu berkepala anjing, Prestis pectinatus (Hiu berkepala). 2. Super Ordo II Hypotrematica.

a. Ordo 1 Rajida (tubuh pipih dorso ventral). Contoh: Dasyatus sabina (Ikan Hiu pipih). b. Ordo 2 Holocephalii (Tubuh dan kepala sama besarnya, ekor kecil); Contoh: Chimaera monstrosa.

Klas Osteichthyes (Klas Ikan Bertulang Keras) Pisces adalah sebutan umum yang dipakai untuk ikan atau sebagai nama SUPER KLAS, dan nama ini dimbil dari kata latin. Ichthyres juga berarti ikan berasal dari kata Latin. Ichtyes juga berarti Ikan berasal dari kata Yunani dan kata ini dipakai dalam Ichthyology yang berarti ilmu yang mempelajari tentang ikan. Pada umumnya yang dimaksud ikan adalah ikan-ikan yang masuk klas

Ostheichthtys. Tubuhnya berskeletob tulang keras, terbungkus o;eh kulit yang berisik, berbentuk seperti torpedo, berenang dengan sirip, bernapas dengan insang. Bermacam-macam species hidup dalam air tawar atau bergaram (air laut). Ikan sebagai salah satu sumber protein bagi manusia, dan juga sebagai salah satu sumber protein manusia, dan juga sebagai salah satu obyek olah raga atau rekreasi yaitu Memancing. Ciri-ciri Khusus 1. Kulit banyak mengandung kelenjar mucosa, biasanya diliputi oleh sisik (sisik ganoid, cycloid atau ctenoid) beberapa species tidak bersisik, bersirip pada mediana, baik dorsal maupun ventral dan pada sebelah menyebelah tubuh dengan beberapa perkecualian. Sirip biasanya disokong oleh jari duri tulang rawan atau keras, tidak berkaki. 2. Mulut terletak di ujung dan bergigi rahang tumbuh dengan baik dan besendi pada tulang tempurung kelapa, mempunyai dua sacci olfactorius yang umumnya berhubungan dengan rongga mulut, bermata besar, tidak berkelopak mata. 3. Skeleton terutama berupa tulang keras, kecuali beberapa jenis yang sebagaian bertulang rawan, bentuk vertebrae bermacam-macam, pina caundalis biasanya homocercal, sisa-sisa notochord masing-masing tampak. 4. Cor terdiri atas ruangan (auriculum dan ventriculum) denan sinus venosus dan conus arteriosus yang berisi darah vena, terdapat empat pasang archus aorticus, sel darah merah berbentuk oval dan berinti.

5. Pernafasan dilakukan dengan beberapa pasang insang yang tertelak pada archus branchiua yang berada dalam ruangan celah insang pada kedua tepi samping dari pharynx, tertutup oleh operculum, biasanya memiliki vesica pneumaticus. Beberapa jenis mempunyai bentuk seperti Misalnya pada Dipnoi. 6. Terdapat 10 pasang nervis cranialis 7. Suhu tubuh tergantung kepada lingkungan sekitarnya. 8. Memiliki sepasang gonad, umumnya ovipar (beberapa ada yang ovovivipar atau vivipar). Fertilisasi (pembuahan) terjadi di luar tubuh (kecuali beberapa species), telur kecil berukuran sampai 12mm, kandungan kuning telut (yolk) bermacam-macam. Segmentasi biasanya secara meroblastis, tidak mempunyai membrane embryo, hewan mudanya (post larva) kadang-kadang tidak mirip dengan yang dewasa. Struktur dan Fungsi Bentuk tubuh bermacam-macam, tapi sebagian besar berbentuk gelendong pipih, ukuran tinggi tubuh lebih dari pasa lebarnya, maka penampang potongannya berbentuk oval. Bentuk gelendong atau torpedo itu memudahkan gerak dalam air. Kepala terbentang mulai daro ujung moncong sampai dengan akhri operculum (tutup insang). Badan terbentang dari akhir operculum sampai anus dan sisanya adalah ekor. Mulut terdapat di ujung muka moncong mempunyai rahang yang bergigi baik. Sebelah dorsal moncong terdapat sepasang fovea nasalis (lubang hidung sebeah luar) yag sebelah dalamnya terdapat sacci olfactorius, mata terletak sebelah lateral tanpa kelopak mata. Di sebelah belakang mata tersisir insang. Anus dan aperture urongenitalis, terdapat di muka pina analis. Ichthyologist (ahli ikan) mengukur panjang ikan dengan standard ukuran mulai dari ujung moncong sampai dengan tulang vertebrae trakhir. Hal ini untuk menghindarkan penggunaan ekor masuk dalam ukuran. Tapi sebaliknya nelayan ikan memasukkan ekor dalam ukuran panjang ikan. Berdasarkan anatomi sirip ekor dibedakan atas 4 type : paru-paru.

1. Type Protocercal, yaitu akhir columna vertebralis sampai ujung ekor dan ekor berujung tumpul. 2. Type Diphicercal, yaitu akhir columna vertebralis sampai ujung ekor dengan bentuk ujung runcing. 3. Type Homocercal, yaitu bila columna vertebralis berakhir tidak persis di ujung ekor, tapi agak membelok sedikit, tapi ujung membagi diri menjadi dua bagian yang sama. 4. Type Heterocercal, yaitu bila columna vertwbralis berakhir menjorok ke

salah satu ujung ekor yang membagi diri menjadi dua tidak sama panjangnya.

a. Penutup tubuh Seluruh tubuh dibungkus oleh kulit yang terdiri atas epidermis halus, yang menghasilkan mucosa (lendir), guna memudahkan gerak di dalam air dan melindungi dirii terhadap micro organism, yang menyebabkan penyakit. Pada Osteithyes terdapat tiga macam sisik, yaitu : 1. Sisik cycloid yang berbentuk bulat. Pada sisik ini bila diteliti lebih dalam (pada ikan yang hidup di daerah yang berempat musim) akan tampak lingkaran yang berbeda-beda. 2. Sisik Ctenoid, berbentuk bulat agak lonjong, berduri kecil-kecil pada bagian anterior, sedang pada posterior memecah diri menjadi beberapa bagian.

3.

Sisik ganoid, berbentuk belah ketupat dengan bagian kecil yang tertanam dalam saku dermis. Permukaan sebelah luar dilapisi oleh zat ganoine, dan mengandung duri-duri halus.

-Scales of different fishes. a Cycloid scale (Pike); b Ctenoid scale (Perch) ; c Placoid scale (Thornback); d Placoid scale of Rhina; e Ganoid scales (Palaeoniscus).

b. Skeleton Sisik dan sirip merupakan exoskeleton, sedang endoskeleton terdiri atas tulang tempurung kepala, columna vertebralis, cingium pectoralis, tulang-tulang kecil tambahan yang menokong sirip. Tulang tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, capsula untuk tempat beberapa pasang organon sensoris (olfactory, optic, auditory) dan skeleton voceralis, yang merupakan bagian pembentukan tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme. Tengkorak (tempurung) kepala melekat dekat sekali dengan culomna vertebralis, oleh karena itu ikan tidak bisa memutar

kepalanya. Gigi biasanya terdapat pada tulang prenaxillary dentary, vomer dan tulang palatine.

Pada embryo dan ikan yang masih muda, cranium berupa tulang rawan, akhirnya sebagai besar akan diganti oleh tulang-tulang rawan yang mendapatkan tambahan tulan membrane sebagai hasil penulangan jaringan ikat pada masa embryo. Tulang pasang archus yang masuk skeleton viceralis, yang pertama adalah tulang dan yang terakhir tulang keras. Bagian atas (platoquadrate) dari archus mandibularis menempel pada tulang cranium, dan masing-masing setengah dari rahang atas dibentuk oleh dua tulang membrane (premaxillae dan maxillae). Rahang bawah yang primitive (tulang rawan Meckel) pada masing-masing sisi disusun oleh tiga tulang yaitu dentary, angular, dan articular. Tulang articular menggantung pada tulang quadrat yang menempel pada cranium. Archus hyoid sebagian menyokong lidah. Empat archus Branchialis masing-masing menanggung seberkas insang pada lengkung sebelar luar dan sisir dari pada sebelah dalam pada batas bagian dalam pharynx. Sisir-sisir itu untuk mencegah kerusakan pembuluh darah dari benda-benda keras. Pada archus yang terakhir terdapar gigi pharynx, tapi tidak berinsang. Columna vertebralis merupakan ruas-ruas yang sama, masing-masing terdiri atas beberapa bagian :

1. Centrum di mana masih terdapat sisa-sisa chorda, masing-masing terdiri atas bagian-bagian. 2. Archus neuralis merupakan suatu lengkung di atas centrum bersama-sama dengan sesamanya akan membentuk suatu saluran tempat sumsum (mendula spinalis. 3. Di atas archus neuralis mencuat tonolan runcing yang di sebut Prosessus spinosus dorsalis atau spina neuralis. 4. Pada ruas dada dan perut terdapat dua tonolan cabang ke bawah dan menjadi rusuk yaitu processus spinosus ventralis. Pada ekor sebelah bawah yaitu Processus spinosus haemalis. Ikan tidak mempunyai tulang dada : cingulum pectoralis terdiri atas tulang scapula, coracoids dan clavicula. Pada cingulum pectoralis ini melekat sirip pectoralis (pina pectorallis). Cingulum pelvicus tidak ada sehingga ada pelvicus melekat pada tulang pubis. Pada cingulum terdapat ligament, tapi tak ada hubungannya dengan columna vertebralis. c. Systema Musculus Tubuh dan ekor sebagian besar tersusun oleh otot daging yang bersegmen (Myomers) otot daging itu melekat pada vertebrata jari-jari penyokong. Bagianbagian otot daging itu lebar dan berbentuk lapisan yang zigzag memanjang ke belakang. Antara segmen-segmen terdapat lapisan jaringan ikat seolah-olah sebagian septa (mycomata). Otot daging pada sirip, bagian dan kepala adalah kecil. d. System digestoria Rahang banyak mengandung gigi yang berguna untuk menguyah makanan. Terdapat sejumlah kelenjar mucosa, tapi tidak terdapat kelenjar ludah. Lidah kecil melekat pada dasar rongga mulut dan merupakan alat yang membantu gerakan pernafasan. Pharynx pada celah insang banyak mengandug lembaran-lembaran insang yang terletak sebelah menyeblah dan selanjutnya saluran pencernaan makanan menuju ke oesophagus terus ke ventriculus. Antara ventriculum dan intestinum terdapat klep phlorus. Di daerah sekitar pylorus terdapat tiga saluran kecil yang

disebut ceaca phylorus atau appendices pylorus yang berfungsi sebagai alat sekresi atau absorbs. Kecuali itu terdapat kelenjar pencernaan yang berupa Hepar yang terletak dalam rongga badan sebelah anterior dean mengandung vesica felea yang bersaluran menuju ke intestinum, sedang kelenjar pancreas tidak terpisah dari hati. e. Systema circulation Cor terletak di bawah pharynx dalam rongga pericardium dari rongga coelom sebelah anterior, terdiri atas dua bagian yaitu ventriculum , dan auriculum/atrium. Darah kembali masuk ke auriculum. Darah dari auriculum melalui ventriculum yang berdinding tebal dipompa menuju insang melalui conus arteriosus, aorta ventralis, empat pasang arteri afferent branchialis. Saluran terakhir ini akan menyalurkan darah melaui kapiler dalam insang untuk mengambil oksigen. Kemudian darah dikumpulkan melalui arteri efferent branchialis menuju aorta dorsalis, kemudian beredar melalui cabang arteri seperti pada chondrichthyes. Kembalinya darah melaui vena dan diantara vena yang penting adalah sepasang vena cardinalis anterior dan posterior, serta sebuah vena porta hepatica. Darah tampak pucat dan butir-butir darah relatif sedikit bila dibandingkan dengan vertebrata darat, plasma darah mengandung erytrhocyt yang bernukleus dan leucocyt. Lien (limpa) sebagian sistem sisrkulasi terdapat di dekat lambung dengan pembuluh-pembuluh lymphe. f. Systema respiration Pernafasan dilakukan oleh ingsang yang terdapat dalam empat pasang kantung insang yang terletakk seblah menyeblah pharynx di bawah operculum. Tiap bilah insang terdiri atas lembaran ganda filament. Tiap filament tersusun atas banyak plat transversal dibungkus oleh lapisan epithelium yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler yang berada di antara afferent branchialis dan efferent branchialis (lengkung insang) dan pada perbatasannya terdapat sisir duri yang berfungsi menahan makanan dan benda-benda keras lain lewat celah insang pada saat pernafasan berlangsung.

Waktu bernafas operculum menutup melekat pada dinding tubuh, archus branchialis mengembang ke arah lateral. Air masuk melalui mulut. Kemudian klep menutup, sedang archus branchialis berkontraksi, dengan demikian operculum terangkat terbuka. Selanjutnya air mengalir keluar melalui filament. Pada saat itulah darah mengambil oksigen dan melepaskan CO2 (Karbon Dioksida). Gelembung udara atau gelembung renang (Vesica pneumatica) berdinding tebal terdapat dalam rongga tubuh sebelah dorsal. Gelembung ini mempunyai hubungan dengan pharynx melaui ductus pneumaticus. Saluran itu hanya terdapat pada beberapa ikan tertentu saja. Vesica pneumatica berisi gas-gas O2, N2, CO2, dan berfungsi sebagai alat hydrostatis dengan menyesuaikan diri ke dalam air. Penyesuaian itu dilakukan dengan jalan mengeluarkan dan memasukkan (menyerap) gas-gas dari pembuluh darah. Pada ikan tertentu gelembung udara berfungsi membantu alat respirasi atau sebagai alat respirasi. Ada juga yang berfungsi sebagai alat perasa atau penghasil suara.

g. Systema excretoria Ren yang gilik yang terletak antara vesica pneumatica dengan tulang vertebrae. Cairan yang mengandung sisa-sisa persenyawaan nitrogen dan hidrogen diambil dari darah dalam ren akan ditampung ke dalam vesica urinaria melaui ureter dan selanjutnya pengosongan dilakukan melaluo sinus urogenetalis ke luar. h. Systema nervorum Sebagai sentral adalah otak dan sumsum belakang. Otak terdiri atas lobus olfactorius, hemisphericus, lobus opticus dan cerebellum. Dari otak akan keluar 10 pasang nervi cranialis sebagai saraf perifer. Dari nervecord pada tiap vertebrae akan keluar saraf-safar yang akan memberi persarafan pada tiap-tiap yang akan memberi pernafasan pada tiap-tiap segmen tubuh sekitarnya. i. Organon sensoris Dalam rongga olfactorius yang terletak di sebelah dorsal meoncong mengandung sel-sel indra yang peka terhadap zat kimia yang larut dalam air. Indra perasa terdapa di dalam dan sekitar mulut. Mata hanya dapat melihat benda-benda dekat dan berlaku sebagai alat pengenal terhadap benda yang bergerak dalam air. Dalam telinga terdapat saluran setengah lingkaran dan sebuah otolith sebagai keseimbangan. Telinga ikan osteichthyes tidak mempunyai selaput gendang dan tak mempunyai rongga telinga bagian tengah, sehingga getaran suaranya menjalar melalui tubuh atau tulang kepala. Linea lateralis berisi sel-sel indra yang peka terhadap getaran-getaran tekanan air yang berupa gelombang, atau terhadap bendabenda keras yang memantulkan getaran.

j. Systema reproductiva Seks terpisah. Pada ikan jantan terdapat sepasang testis yang membesar pada masa pperkawinan. Melalui vasa defferensia sperma dikeluarkan lewat papilae urogenitalis. Pada hewan betina sel telur akan keluar dari ovari melalui oviduct yang

selanjutnya keluar melaui papilae urogenitalis. Pembuahan umumnya terjadi di luar tubuh.

Sistematik 1) Superordo Polypteri 2) Superordo Chondrostei a. Ordo Acipenceriformes Ciri-ciri: Tubuh tertutup oleh lima baris kepingan tulang, moncong memanjang dan sirip ekor heteroserkal 3) Superordo Holostei a. Ordo Amiliformes Ciri-ciri: Sirip ekor Heteroserkal pendek, tulang radius berlekatan dengan 5 capulo-capulo berupa tulang rawan dan terbagi atas 2 Family yaitu: Lepisoteidae dan Amiidae b. Ordo Lepisosteiformes (ikan gars) Gars adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup sampai saat ini, jika ditelusuri kembali ke masa Cretaceous, jenis ikan predator ini memiliki sisik yang tebal, ditemukan di Amerika selatan, utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara (meskipun kadang-kadang mengembara ke laut). Dapat berkembang biak hingga 4 meter panjangnya dan memiliki berat sampai 200 kg. Alligator Gar yang disebut demikian

karena penampilan mereka mirip reptil buaya dan rahang yang panjang, memiliki 2 sisi gigi yang tajam. Alligator Gar adalah predator yang rakus dan telah dikenal berbahaya untuk manusia, meskipun belum dikonfirmasi kematian karena Alligator Gar sampai saat ini. Gar adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup sampai sekarang (Anonim 3,2001)

Lepisostus osseus 4) Superordo Teleostei a. Ordo Clufeiformes Terbagi atas Family : Clupeidae Ciri-ciri: Memiliki satu sirip punggung dan anus yang bertulang lembut, sirip punggung terletak di pertengnahna tubuh, perut memiliki lunas yang yang bergerigi tajam dari leher anus, rahang bawah pendek, rahang atas memiliki lempengan yang terbuka jika mulut terbuka, sisik mudah mengelupas, kantong renang ke 8 memiliki Bullae

Clupea harengus

b. Ordo Scopeliformes c. Ordo Saccopharyngiformes d. Ordo Galaxiiformes (ikan galaxii) e. Ordo Esociformes f. Ordo Mormyriformes Ciri-ciri: Moncong memanjang dan turun ke bawah mirip belalai gajah dengan mulut kecil pada ujungnya, tetapi ada yang hanya bibir bawah yang memanjang dan moncongnya embulat dan tidak memanjang, tubuh berwarna kelabu kecoklatan, hidup di air keruh, penglihatan nya tampak kurang baik, habitat di sungai Nil Terbagi atas 2 family: Gymnarcidae dan Mormyridae

Gnathonemus petersi g. Ordo Cypriniformes h. Ordo Anguilliformes (ikan belut) Ciri-ciri: Habitat pada ait tawar dan payau, tubuh panjang dan ramping, sirip dada, pinggul tidak ada, sirip pinggul berubah menjadi hubungan berdaging, insang sering mengecil, lubang insang di bawah tenggorokan.

i. Ordo Cyprinodontiformes j. Ordo Beloniformes k. Ordo Gadiformes Ciri-ciri: Mempunyai sirip yang berkerangka halus dengan satu atau dua sirip anus, sisik-sisiknya kecil, sisik pinggul jauh ke depan, sisik dada di bawah leher, hati besar dan berminyak. Terdiri atas 4 Family yaitu: Gadidae, Merlucciidae, Moridae, dan Bregmacrolidae

Gavus morhua l. Ordo Macruriformes (ikan deep sea) m. Ordo Percopsiformes (ikan pirateperch) n. Ordo Beryciformes (ikan squirrel) o. Ordo Perciformes (ikan perchlike, ikan kerapu) Ciri-ciri: Bentuk badan agak lebar dan pipih (Torpedo/memanjang), mempunyai sisik yang besar, sirip punggung 2 ada juga yang satu, sirip ventral di dada, jari-jari sirip tidak lebih dari 6, merupakan ordo terbesar

Osphronemus goramy p. Ordo Echeneiformes (ikan remora) q. Ordo Zeiformes (Ikan Jhon Dorys) r. Ordo Pleironectiformes (ikan pipih, ikan sebelah) Ciri-ciri: Mata dikepala pada sisi sama, pada family sisip punggung sangat panjang, sirip anus juga sangat panjang, merupakan ikan terbesar dengan panjang 2,7 Meter.

Hiplogossus hiplogosssus s. Ordo Gesterosteiformes (ikan tubenose) t. Ordo Syngnathiformes (ikan mulut pipa) u. Ordo Ophiocephaliformes (ikan kepala ular) v. Ordo Muligiformes (ikan barakuda, mullet)

w. Ordo Phallostethiformes (ikan phallosteti) x. Ordo Lophiiformes (ikan nona) Lophiiformes (bahasa Inggris: Monkfish, Goosefish, Anglerfish) atau Ikan Sungut Ganda adalah ordoikan bertulang sejati yang umumnya hidup di laut dalam. Habitatnya di Samudra Arktik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Ikan dari ordo Lophiiformes terlihat mencolok dengan bagian kepala yang besar dan lebar. Lophiiformes adalah ikan karnivora, mulutnya besar dan bergigi. Ikan dari ordo Lophiiformes ini menyelam hingga ke dasar laut dan agar bisa menyerang ikan lain, mulutnya sedikit menghadap ke atas. Di bagian atas mulut terdapat antena yang bisa digerak-gerakkan sebagai umpan untuk menarik perhatian mangsa.Lophiiformes sering juga naik ke permukaan laut untuk menyerang burung laut (Wikipedia,2011)

Melanocetus johnsonii y. Ordo Tetraodontiformes (ikan trigger, dan puffer) z. Subkelas Sarcopterygii Ciri-ciri: Memiliki sirip berpasangan,mempunyai bonggol di bagian pangkal berdaging

Mempunyai lubang hidung yang bermuara ke mulut Memiliki sisik yang disokong oleh elemen-elemen Tulang yang kuat. (Uly,2003)

Dibedakan menjadi: 1. Ordo Crossopterygii (lobe finned fishes) 2. Ordo Dipnoi (ikan paru-paru) Dipnoi = Diperiformes=Bangsa Ikan paru Contoh :Lepidosiren paradosa Ciri-ciri: Tulang-tulang terdapat di kepala, sisik bertipe Sikloid, sirip mempunyai pangkal mirip benjolan, sirip punggung dan anus membentuk sirip yang melingkari bagian belakang tubuh. Jika kadarair cukup Ia bernafas dengan menggunakan insang. Paru paru yang terletak di atas Esopagus juga digunakan sebagai organ pernapasan (musim

kering).(Uly,2003)