Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PEMISAHAN & PEMURNIAN I EKSTRAKSI CAIR - CAIR

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Laporan Praktikum Proses Pemisahan & Pemurnian I Dosen Pembimbing : Ir. Rintis Manfaati, MT 2 A TKPB Kelompok 5 Disusun Oleh : Gan Gan Ahmad F Melinda Mirza Nita Apriliyani Nora Zahara (101424013 ) ( 101424021 ) ( 101424023 ) ( 101424024 )

Tanggal Praktikum : Tanggal Penyerahan Laporan : 13 April 2012

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

EKSTRAKSI CAIR CAIR

I.

TUJUAN PERCOBAAN A. Mengenal dan memahami prinsip operasi ekstraksi cair cair pada kolom berpacking B. Menghitung koefisien distribusi C. Menghitung neraca massa proses ekstraksi pada beberapa laju alir D. Mengetahui kondisi operasi yang sesuai untuk ekstraksi cair cair tertentu LANDASAN TEORI Ekstraksi adalah salah satu cara memisahkan larutan dua komponen dengan menambahkan komponen ketiga (solvent) yang larut dengan solute tetapi tidak larut dengan pelarut (diluent). Dengn penambahan solvent ini sebagian solute akan berpindah dari fasa diluent ke fasa solvent (disebut ekstrak) dan sebagian lagi tetap tinggal di fasa diluent (disebut rafinat). Perbedaan konsentrasi solute di dalam suatu fasa dengan konsentrasi pada keadaan setimbang merupakan pendorong terjadinya pelarutan (pelepasan) solute dari larutan yang ada. Gaya dorong (driving force) yang menyebabkan terjadinya proses ekstraksi dapat ditentukan dengan mengukur jarak sistrem dari kondisi setimbang. Pertimbangan pemakaian proses ekstraksi sebagai proses pemisahn antara lain : 1. Komponen larutan sensitif terhadap pemanasan jika digunakan distilasi meskipun pada kondisi vakum. 2. Titik didih komponen-komponen zat cair dalam campuran berdekatan. 3. Kemudahan menguap (volatilitas) komponen-komponen hampir sama. Pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan pelarut yang digunakan adalah : 1. Selektifitas (faktor pemisahan ) = fraksi massa solute dalam ekstrak / fraksi massa diluent dalam ekstrak fraksi masssa solute dalam rafinat / fraksi massa diluent dlm rafinat pada keadaaan setimbang. Agar proses ekstraksi bisa berlangsung, harga harus lebih dari 1. Jika = 1 mka kedu komponen tidak bis dipisahkan. 2. Koefisien distribusi Sebaiknya dipilih harga koefisien distribusi yang besar, sehingga jumlah solvent yang dibutuhkan lebih sedikit. 3. Recoverability (kemampuan untuk dimurnikan)

II.

Pemisahan solute dari slvent biasanya dilakukan dengan cara distilasi, sehingga diharapkan harga volatilitas relatif dari campuran tersebut cukup tinggi. 4. Densitas Perbedaan densitas fasa solvent dan fasa diluent harus cukup besar. Perbedaan densitas ini akan berubah selama proses ekstraksi dan mempengaruhi laju perpindahan massa. 5. Tegangan antar muka (interfacial tention) Tegangan antar muka yang besar menyebabkan penggabungan (coalescence) lebih mudah namun mempersulit proses pendispersian. Kemudahan penggabungan lebih dipentingkan sehingga dipilih pelrut yang memiliki tegangan antar muka yang besar. 6. Chemical reactivity Pelrut merupakan senyawa yang stabil dan inert terhadap komponen-komponen dalam sistem material / bahan konstruksi. 7. Viskositas, tekanan uap dan titik beku dianjurkan rendah untuk memudahkan penanganan dan penyimpanan. 8. Pelarut tidak beracun dan tidak mudah terbakar Penentuan ini bertujuan menentukankoefisien istribusi untuk sisten TCE-asam propionate-air dan menunjukan ketergantungannya terhadap konsentrasi. Koefisien distribusi Pelarut (air) dan larutan (TCE dan asam asetat) dicampur bersama dan kemudian dibiarkan membentuk dua lapisan terpish, fasa ekstrak dan fasa rafinat. Fasa ekstrak merupakan air dan asam asetat, sedangkan rafinat merupakan campuran TCE dengan asam asetat. Koefisien distribusi , k, didefinisikan sebagai perbandingan

Dalam hal ini diasumsikan bahwa kesetimbangan berada antara dua fasa. Pada konsentrasi rendah, koefisien distribusi tergantung pada konsentrasi, sehingga y = kx. Neraca masssa Prinsip-prinsip proses ekstraksi 1. Kontak antara pelarut dengan campuran zat terlarut (solute) dan dilute sehingga terjadi pemindahan massa zat terlarut (solute) ke pelarut. 2. Pemisahan kedua fasa tersebut (fasa cair-fasa organik)

Kesetimbangan massa dan transfer massa keseluruhan dengan fasa organik sebagai media kontinu.

untuk sistem trikloroetilen-asam asetat-air Vo = laju alir air (l/detik) Vw = laju alir TCE (l/detik) X Y = konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (Kg/l) = konsentrasi asam propionat dalam fasa air (Kg/l)

1. Neraca massa massa Asam propionate yang terekstraksi dari fasa organik (rafinat) = Vo (X1-X2) Asam propionate yang terekstraksi dari fasa air (ekstrak) = Vw (Y1-0) Maka, Vo (X1-X2) = Vw (Y1-0) 2. Koefisien perpindahan massa

Dengan ; X1 = gaya dorong pada puncak kolom = (X2 - 0) X2 = gaya dorong pada dasar kolom = (X1 - X1*) X1* = konsentrasi dalam fasa organik yang setimbang dengan konsentrasi Y1 pada fasa cair. Angka kesetimbangan dapat diperoleh menggunakan koefisien distribusi yang didapat dari percobaan pertama.

III.

ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan Seperangkat alat ekstraksi cair cair Corong pemisah 250 ml Gelas ukur 250 ml, 2 buah Erlenmeyer Batang pengaduk Bahan yang digunakan NaOH 0,1 M Asam propionate Tri cloro etilen (TCE) Air (solvent) Tissue CARA KERJA

IV.

Menentukan koefisien distribusi

50 mL TCE dan 50 mL air demineral di campur dalam corong pisah Ditambahkan 5 mL asam propionat ke dalam larutan tersebut Tutup corog pisaha dan kocok 5 menit Biarkan larutan terpisah menjadi 2 fasa Fasa air adalah ekstrak dan fasa organik adalah rafinat Ambil 10 mL ekstrak dan dititrasi dengan NaOH 0.5 M Ulangi percobaan dengan konsentrasi asam propionat yang berbeda

Lakukan kalibrasi pompa TCE berdasarkan % bukaan

Ekstraksi Cair - Cair

isi tangki umpan dengan 3 L TCE dan 25 mL Asam propionat isi tangki umpan fasa air dengan 15 L air jalankan pompa air dan isi kolom dengan laju alir tinggi setelah tinggi air mencapai puncak unggun packing kurangi laju alir sampai yang di inginkan jalankan pompa TCE dan set bukaan pompa TCE pada lajuu alir yang diinginkan Biarkan proses berlangsung sampai TCE habis ambil 10 mL sampel umpan TCE d aliran Ekstrak dan rafinat titrasi dengan NaOH ulangi percobaan dengan Laju alir yang berbeda

V.

DATA PENGAMATAN A. Kalibrasi Laju Alir Bukaan (ml/menit) 20 118 30 176 40 210 50 264 60 290 B. Percobaan II (Penentuan neraca massa dan koefisien perpindahan massa dengan fasa cair sebagai media kontinu) RUN 1 (Laju Alir 200 ml/menit) No Waktu (menit) Titer NaOH (ml) Ekstrak Rafinat feed 4.6 3 1.1 3.5 6 8.8 0.45 9 15.15 0.45 12 9.6 0.3 No RUN 2 (Laju Alir 300 ml/menit) Waktu (menit) Titer NaOH (ml) Ekstrak Rafinat feed 4.7 3 16 0.35 6 17.3 0.36 9 13.45 0.2 12 8.15 0.2

VI.

PENGOLAHAN DATA 1. Kurva Kalibrasi

Kurva Kalibrasi
700 Laju Alir (mL/Menit) 600 500 400 300 200 100 0 0 50 100 150 Bukaan Pompa (%) Kurva Kalibrasi Linear (Kurva Kalibrasi) y = 4.3197x + 38.834 R = 1

Laju Alir (mL/menit) 200 300 400 450 500 600

Bukaan Pompa (%) 37.31 60.46 83.61 95.185 106.76 129.91

2. Menentukan Koefisien Distribusi (diperoleh dari kelompok sebelumnya) Tabel Pengamatan :


Volum titer NaOH Asam Propionat No. yang ditambahkan (ml)

Rafinat (Fasa Organik)

Ekstraksi (Fasa Air) 16,8 16,9 108 19,75

1. 2. 3. 4.

2 4 5 7

4,6 13,4 18,2 27,5

Perhitungan

Asam propionat dalam fasa air (ekstrak), Y Konsentrasi asam propionat dalam fasa air (komposisi 2 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 16,8 mL x 0,0236 M = M analit = 0,3965 M = 1 mL = 16,8 mL = NNaOH = 0,0236 M

Jawab : (V x M)analit 1 mL x Manali

Konsentrasi asam propionat dalam fasa air (komposisi 4 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 16,9 mL x 0,0241 M = M analit = 0,8146 M = 0,5 mL = 16,9 mL = NNaOH = 0,0241 M

Jawab : (V x M)analit 0,5 mL x Manalit

Konsentrasi asam propionat dalam fasa air (komposisi 5 mL)

Dik

: Vanalit VNaOH MNaOH

= 10 mL = 108 mL = NNaOH = 0,0236 M

Dit

: M analit? = (V x M) NaOH = 108 mL x 0,0236 M = M analit = 0,254 M

Jawab : (V x M)analit 10 mL x Manalit

Konsentrasi asam propionat dalam fasa air (komposisi 7 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 19,75 mL x 0,0241 M = M analit = 0,952 M = 0,5 mL = 19,75 mL = NNaOH = 0,0241 M

Jawab : (V x M)analit 0,5 mL x Manalit

Asam propionat dalam fasa organik (Rafinat), X Konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (komposisi 2 mL) Dik : Vanalit = 1 ml VNaOH = 4,6 mL MNaOH = NNaOH = 0,0236 M Dit : M analit?

Jawab : (V x M)analit mL x Manalit

= (V x M) NaOH = 4,6 mL x 0,0236 M =

M analit

= 0,1086 M

Konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (komposisi 4 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 13,4 mL x 0,0236 M = M analit = 0,3162 M = 1 mL = 13,4 mL = NNaOH = 0,0236 M

Jawab : (V x M)analit mL x Manalit

Konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (komposisi 5 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 18,2 mL x 0,0236 M = M analit = 0,430 M = 1 mL = 18,2 mL = NNaOH = 0,0236 M

Jawab : (V x M)analit mL x Manalit

Konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (komposisi 7 mL) Dik : Vanalit VNaOH MNaOH Dit : M analit? = (V x M) NaOH = 27,5 mL x 0,0236 M = M analit = 0,649 M = 1 mL = 27,5 mL = NNaOH = 0,0236 M

Jawab : (V x M)analit mL x Manalit

Tabel konsentrasi asam propionat dalam fasa air (ekstrak), Y dan asam propionat dalam Fasa organik (rafinat), X
No. Asam Propionat yang ditambahkan (ml) Volum titer NaOH Rafinat Ekstrak
Konsentrasi As.Propionat di Fasa air (Y) (Kg/L) Konsentrasi As.Propionat di Fasa organik (X) (Kg/L)

1. 2. 3. 4.

2 4 5 7

4,6 13,4 18,2 27,5

16,8 16,9 108 19,75

0,3965 0,8146 0,254 0,952

0,1086 0,3162 0,430 0,649

Kurva Asam Propionat dalam Fasa Air, X vs Asam Propionat Dalam Fasa Organik,Y

kons. prop. (ekstrak)

Kurva Koefisien Distribusi


0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 0.5 1 1.5 2 2.5

y = 0.2702x - 0.1825 R = 0.9824

3.5

kons. prop. (rafinat)

Berdasarkan Kurva di atas, diperoleh slope K (Koefisien Distrbusi) adalah 0,2702 3. Percobaan II (Penentuan neraca massa dan koefisien perpindahan massa dengan fasa cair sebagai media kontinu) RUN : 1 Umpan : Laju Alir 200 mL/menit V1 x N1 4.6 x N2 0,1 = = 0.046 N Asam propionate dalam fasa organik (rafinat), X 3 menit V1 x N1 = V2 x N 2 3.5 x N2 0,1 = 10 x N2 = = 0.035 N 6 menit V1 x N1 = V2 x N 2 = V2 x N 2 = 10 x N2

0.45 x 0,1 = 10 x N2

N2

= = 0.0045 N

9 menit V1 x N1 = V2 x N 2

0.45 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.0045 N 12 menit V1 x N1 0.3 x N2 = V2 x N 2

0,1 = 10 x N2 = = 0.003 N

Asam propionate dalam fasa air (Ekstrak), Y 3 menit V1 x N1 = V2 x N 2 1.1 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.011 N 6 menit V1 x N1 8.8 x N2 = V2 x N 2

0,1 = 10 x N2 = = 0.088 N

9 menit V1 x N1 15.15 x 0,1

= V2 x N 2 = 10 x N2

N2

= = 0.1515 N

12 menit V1 x N1 9.6 x N2

= V2 x N 2

0,1 = 10 x N2 = = 0,096

Tabel hasil perhitungan Waktu (menit) Laju Alir 200 mL/menit Umpan 3 6 9 12 Titer NaOH (ml) Ekstrak 1.1 8.8. 15.15 9.6 Rafinat 4.6 3.5 0.45 0.45 0.3 Konsentrasi as. Konsentrasi as. Propionate di Propionate di rafinat (N) ekstrak (N) 0.0046 0.035 0.011 0.0045 0.088 0.0045 0.1515 0.003 0,096

Konsentrasi Rafinat & Ekstrak Vs Waktu


0.2 0.15 Konsentrasi 0.1 0.05 0 0 -0.05 5 Waktu 10 15

Ekstrak y = 0.001x + 0.055 R = 0.0031 Rafinat y = -0.0032x + 0.0358 R = 0.638 rafinat ekstrak Linear (rafinat) Linear (ekstrak)

RUN 2 : Umpan : Laju Alir 300 mL/menit V1 x N1 4.7 x 0,1 = V2 x N 2 = 10 x N2

N2

= = 0.047

Asam propionate dalam fasa organik (rafinat), X 3 menit V1 x N1 = V2 x N 2 0.35 x N2 0,1 = 10 x N2 = = 0.0035 6 menit V1 x N1 = V2 x N 2

0.36 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.0036 9 menit V1 x N1 = V2 x N 2

0.2 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.002 12 menit V1 x N1 = V2 x N 2 0.2 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.002 Asam propionate dalam fasa air (Ekstrak), Y 3 menit V1 x N1 = V2 x N 2 16 x 0,1 = 10 x N2

N2

= = 0.16

6 menit V1 x N1 17.3 x N2

= V2 x N 2

0,1 = 10 x N2 = = 0.173

9 menit V1 x N1 13.45 x N2

= V2 x N 2 0,1= 10 x N2 = = 0.1345

12 menit V1 x N1 8.15 x N2

= V2 x N 2 0,1 = 10 x N2 = = 0,12

Tabel hasil perhitungan Waktu (menit) Laju Alir 300 mL/menit Umpan 3 6 9 12 Titer NaOH (ml) Ekstrak 16 17.3 13.45 8.15 Rafinat 4.7 0.35 0.3 0.2 0.2 Konsentrasi as. Konsentrasi as. Propionate di Propionate di rafinat (N) ekstrak (N) 0.0047 0.0035 0.16 0.0036 0.173 0.002 0.1345 0.002 0,12

Konsentrasi Rafinat dan Ekstrak VS Waktu


0.21 0.2 0.19 0.18 0.17 0.16 0.15 0.14 0.13 0.12 0.11 0.1 0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 0 2 4 6 Waktu 8 10 12 14 Ekstrak y = -0.0173x + 0.2465 R = 0.7082

Konsentrasi

Rafinat Ekstrak Linear (Rafinat) Linear (Ekstrak) Rafinat y = -0.0002x + 0.0043 R = 0.7728

RUN 3 : Umpan : Laju Alir 400 mL/menit V1 x N1 4.75 x N2 = = 0.0475 Asam propionate dalam fasa organik (rafinat), X 2 menit V1 x N1 = V2 x N 2 0.5 x 0.1 N2 = 10 x N2 = = 0.005 4 menit V1 x N1 = V2 x N 2 = V2 x N 2

0,1 = 10 x N2

0.95 x 0,1 = 10 x N2

N2

= = 0.0095

6 menit V1 x N1 = V2 x N 2

0.35 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.0035 Asam propionate dalam fasa air (Ekstrak), Y 2 menit V1 x N1 = V2 x N 2 2.35 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.0235 4 menit V1 x N1 2.65 x N2 = V2 x N 2

0,1 = 10 x N2 = = 0.0265

6 menit V1 x N1 2.25 x N2

= V2 x N 2 0,1= 10 x N2 = = 0.0225

Tabel hasil perhitungan Waktu (menit) Laju Alir 400 Umpan 2 Titer NaOH (ml) Ekstrak 2.35 Rafinat Konsentrasi as. Konsentrasi as. Propionate di Propionate di rafinat (N) ekstrak (N) 0.0475 0.005 0.0235

4.75 0.5

mL/menit

4 6

2.65 2.25

0.95 0.35

0.0095 0.0035

0.0265 0.0225

Konsentrasi Rafinat & Ekstrak VS Watu


0.03 0.025 Konsentrasi 0.02 0.015 0.01 0.005 0 0 2 4 Waktu 6 Rafiat y = -0.0002x + 0.0252 R = 0.0577 Rafinat Ekstrak Linear (Rafinat) Linear (Ekstrak) Ekstrak y =8-0.0002x + 0.0075 R = 0.0577

RUN 4 : Umpan : Laju Alir 400 mL/menit V1 x N1 6 x N2 0,1 = = 0.06 Asam propionate dalam fasa organik (rafinat), X 2 menit V1 x N1 = V2 x N 2 0.5 x 0.1 N2 = 10 x N2 = = 0.005 4 menit V1 x N1 = V2 x N 2 = V2 x N 2 = 10 x N2

0.4 x 0,1 = 10 x N2

N2

= = 0.004

Asam propionate dalam fasa air (Ekstrak), Y 2 menit V1 x N1 = V2 x N 2 2.7 x 0,1 = 10 x N2 N2 = = 0.027 4 menit V1 x N1 2 x 0,1 N2 = V2 x N 2 = 10 x N2 = = 0.02 Waktu (menit) Laju Alir 450 mL/menit Umpan 2 4 Titer NaOH (ml) Ekstrak 6 2,7 2 0,5 0,4 Rafinat Konsentrasi as. Konsentrasi as. Propionate di Propionate di rafinat (N) ekstrak (N) 0.06 0.005 0.027 0.004 0.02

Konsentrasi Rafinat & Ekstrak VS Ekstrak Waktu


0.03 0.025 Konsentrasi 0.02 0.015 0.01 0.005 0 0 1 2 Waktu 3 4 5

y = -0.0035x + 0.034 R = 1

Rafinat Ekstrak Linear (Rafinat) Linear (Ekstrak) Rafinat y = -0.0005x + 0.006 R = 1

Run 1 :Laju alir 200 mL/menit

Menghitung Kecepatan Perpindahan Masssa

Laju alir TCE (V0) Laju alir air (VW)

= 200 ml/menit 0.2 L/menit = 200 ml/menit 0.2 L/menit

MR As.Propionat = 74.08 gr/mol konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (X2)= 0.003 N 0.22224 gr/L konsentrasi asam asetat dalam fasa air (Y1) = 0.096 N
Kecepatan perpindahan massa :

7.11168 gr/L

V0 X 1 X 2 VW Y1 0

Kecepatan perpindahan massa = Vw (Y1-0) = 0,2 (7.1168 0) = 1.422336 gr/menit

Menghitung volume packing dan mean driving force = 113 cm = 6 cm = d2 t = (3,14) (6)2 cm2 (113)cm = 3193 cm3 = 3,193 L

o tinggi packing (t) o Diameter packing (d) o Volume packing

o Mean driving force :

X1
*

Y1 7.11168 26.32 gr / L = 0.02632 Kg/L K 0.2702

Vo (X1 X2) = Vw (Y1 0), dimana Vo = Vw X1 X2 = Y1

X1 = 7.11168 - 0.22224

X1 = 6.88944 gr/L = X2 0 = 0.22224 gr/L 0 gr/L = 0.22224 gr/L 0.00022224 Kg/L = X1* X1 = 26.32 gr/L - 6.88944 gr/L = 19.43056 gr/L 0.01943 Kg/L = 0.002836 Kg/L

Kecepatan perpindahan massa = 1.422336 gr/menit 0.001422336 Kg/menit

= 4.425 x 10-4 menit-1

Run 2 : Laju alir 300 mL/menit


Menghitung Kecepatan Perpindahan Masssa

Laju alir TCE (V0) Laju alir air (VW)

= 300 ml/menit 0.3 L/menit = 300 ml/menit 0.3 L/menit

MR As.Propionat = 74.08 gr/mol konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (X2)= 0.002 N 0.14816 gr/L konsentrasi asam asetat dalam fasa air (Y1) = 0,12 N 8.8896 gr/L

Kecepatan perpindahan massa :

V0 X 1 X 2 VW Y1 0

Kecepatan perpindahan massa = Vw (Y1-0) = 0.3 (8.8896 0) = 2.66688 gr/menit

Menghitung volume packing dan mean driving force = 113 cm = 6 cm = d2 t = (3,14) (6)2 cm2 (113)cm = 3193 cm3 = 3,193 L

o tinggi packing (t) o Diameter packing (d) o Volume packing

o Mean driving force :

X1
*

Y1 8.8896 32.9 gr / L = 0.0329 Kg/L K 0.2702

Vo (X1 X2) = Vw (Y1 0), dimana Vo = Vw X1 X2 = Y1

X1 = 8.8896 - 0.14816 X1 = 8.74144 gr/L = X2 0 = 0.14816 gr/L 0 gr/L = 0.14816 gr/L 0.00014816 Kg/L = X1* X1 = 32.9 gr/L - 8.74144 gr/L = 24.15856 gr/L 0.02416 Kg/L = 0.0047136 Kg/L

Kecepatan perpindahan massa = 2.66688 gr/menit 0.00266688Kg/menit

= 8.2614 x 10-4 menit-1

RUN 3 :Laju alir 400 mL/menit


Menghitung Kecepatan Perpindahan Masssa

Laju alir TCE (V0) Laju alir air (VW)

= 400 ml/menit 0.4 L/menit = 400 ml/menit 0.4 L/menit

MR As.Propionat = 74.08 gr/mol konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (X2)= 0.0035 N 0.2593 gr/L konsentrasi asam asetat dalam fasa air (Y1) = 0.0225 N
Kecepatan perpindahan massa :

1.6668 gr/L

V0 X 1 X 2 VW Y1 0

Kecepatan perpindahan massa = Vw (Y1-0) = 0.4 (1.6668 0) = 0.66672 gr/menit

Menghitung volume packing dan mean driving force = 113 cm = 6 cm =d t = (3,14) (6)2 cm2 (113)cm = 3193 cm3 = 3,193 L
2

o tinggi packing (t) o Diameter packing (d) o Volume packing

o Mean driving force :

X1
*

Y1 1.6668 6.1687gr / L = 6.1687 x 10-3 Kg/L K 0.2702

Vo (X1 X2) = Vw (Y1 0), dimana Vo = Vw X1 X2 = Y1

X1 = 1.6668 - 0.2593 X1 = 1.4075 gr/L = X2 0 = 0.2593 gr/L 0 gr/L = 0.2593 gr/L 2.593x10-3 Kg/L = X1* X1 = 6.1687 gr/L - 1.4075 gr/L = 4.7612 gr/L 4.7612x10-3 Kg/L = 3.568x10-3 Kg/L

Kecepatan perpindahan massa = 0.66672gr/menit 6.6672x10-4 Kg/menit

= 2.0711 x 10-4 menit-1

RUN 4 :Laju alir 450 mL/menit


Menghitung Kecepatan Perpindahan Masssa

Laju alir TCE (V0) Laju alir air (VW)

= 450 ml/menit 0.45 L/menit = 450 ml/menit 0.45 L/menit

MR As.Propionat = 74.08 gr/mol konsentrasi asam propionat dalam fasa organik (X2)= 0.004 N 0.2963 gr/L konsentrasi asam asetat dalam fasa air (Y1) = 0.02 N
Kecepatan perpindahan massa :

1.4816 gr/L

V0 X 1 X 2 VW Y1 0

Kecepatan perpindahan massa = Vw (Y1-0) = 0.45 (1.4816 0) = 0.66672 gr/menit

Menghitung volume packing dan mean driving force = 113 cm = 6 cm = d2 t = (3,14) (6)2 cm2 (113)cm = 3193 cm3 = 3,193 L

o tinggi packing (t) o Diameter packing (d) o Volume packing

o Mean driving force :

X1
*

Y1 1.4816 5.4833gr / L = 5.4833x 10-3 Kg/L K 0.2702

Vo (X1 X2) = Vw (Y1 0), dimana Vo = Vw X1 X2 = Y1

X1 = 1.4816 - 0.2963 X1 = 1.1853 gr/L = X2 0 = 0.2963gr/L 0 gr/L = 0.2963 gr/L 2.963x10-4 Kg/L = X1* X1 = 5.4833 gr/L - 1.1853 gr/L = 4.298 gr/L 4.298x10-3 Kg/L = 1.496x10-3 Kg/L

Kecepatan perpindahan massa = 0.66672gr/menit 6.6672x10-4 Kg/menit

= 2.081 x 10-4 menit-1

VII.

PEMBAHASAN