Anda di halaman 1dari 29

PROSES KEPERAWATAN PEMASANGAN GIPS

Oleh Arif Muttaqin, S.Kep, Ns


RSUD Ulin BANJARMASIN

Pendahuluan
Gips sebagai alat penolong bedah tulang dan penyembuhannya, dikenal di banyak tempat di dunia sebagai bahan pembalut gips Paris (Plaester of Paris), mempunyai sifat-sifat yang cepat meresap, lembut, tidak berbahaya untuk kulit, cepat mengeras, dapat tembus dengan sinar X. Gips dikenal juga sebagai kalsium sulfat. Gips Paris dipergunakan secara luas sebagai alat penjamin keakuratan dan kecocokan dalam membalut seluruh bagian luar tubuh manusia.

Pengertian
Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (CaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras. Gips adalah alat imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh di mana gips ini dipasang.

Tujuan
mengimobilisasi bagian tubuh dalam posisi tertentu memberikan tekanan yang merata pada jaringan lunak yang terletak di dalamnya. Dapat digunakan untuk mengimobilisasi fraktur yang telah direduksi, mengoreksi deformitas, atau memberikan dukungan dan stabilitas bagi sendi yang mengalami kelemahan.

Bentuk gips
1. Gips spalk.
Merupakan bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak. gips yang hampir melingkar. Gips sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak. (Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah)

2. Gips semi sirkuler


3. Gips sirkuler

Indikasi pemasangan gips adalah:


1. pertolongan pertama pada fraktur (bidai). 2. Imobilisasi sementara untuk mengurangi nyeri 3. Pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa. 4. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis. 5. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi.

Kelebihan pemakaian gips adalah:


1. Mudah dan murah sebagai alternatif terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi. 2. Dapat diganti setiap saat, dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak 3. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobilisasi 4. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dengan membuat sudut tertentu 5. Gips bersifat radiolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang

kekurangan pemakaian gips


1. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah. saraf atau tulang itu sendiri. 2. Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan atrofi otot 3. Alergi dan gatal-gatal akibat gips. 4. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh klien .

Persiapan Lingkungan
Ruang tindakan yang ideal hendaknyamemiliki: 1. Bak cuci (wastafel) yang dilengkapi dengan saringan untuk mencegah tersumbatnya pipa pembuangan oleh fragmen-fragmen gips. 2. Meja pengering yang panjang dan licin berlapis logam, kaca 3. Lantai yang mudah dicuci; selokan yang mengalir lancar terutama untuk mencegah pemyumbatan gips dibawah bak cuci (wastafel). 4. Meja kursi, penahan kaki dan mungkin meja bedah tulang dan aparat penggantung.

Alat-alat
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Softband berbagai ukuran Elastis verband berbagai ukuran Bahan gips berbagai ukuran Perlak ukuran 50 cm x 100 cm Dua ember air, gunting gips Pemotong (Gurinda) gips

Tenaga pemasangan Gips


Yang ideal ialah, seorang asisten harus selalu ada untuk memberikan pembalut yang masih basah kepada operator dan seorang asisten lagi yang selalu slap menjaga tetapnya posisi yang diinginkan pada bagian yang harus diimobilisasikan.

Pemasangan gips sirkuler


softband dipasang secara sirkuler.

Pembalut dicelupkan seluruhnya ke dalam air dalam keadaan miring (45C)

meremas-remas dan memutarnya

membalutnya secara melingkar

asisten menahan telapak kaki agar posisi tetap pada posisi yang diharapkan.

tekhnik pengurutan

Celupkan pembalut itu lagi

Komplikasi Pemasangan Gips


Berubahnya posisi (patch/ retak tulang) Pembengkakan adalah suatu ciri utama Rasa sakit yang ditimbulkan oleh gips benjolan pada gips yang dipasang Kesalahan pengertian klien ketat atau longgamya gips Benda-benda Asing Hilangnya kekuatan Terganggunya peredaran darah

Pengkajian keperawatan
Pengkajian kesehatan umum klien, tanda dan gejala yang ada, status emosional, pemahaman mengenai perlunya gips, dan kondisi bagian tubuh yang harus diimobilisasi dengan gips. Pengkajian fisik bagian tubuh yang harus diimobilisasi harus melibatkan pengkajian status neurovaskuler, derajat dan lokasi pembengkakan, memar, dan adanya abrasi kulit.

Diagnosa keperawatan
1. 2. 3. 4. 5. Kurang pengetahuan mengenai penatalaksanaan pemasangan gips Nyeri yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan pemasangan gips Kurang perawatan diri: makan, mandi/higiene, berpakaian/berdandan, atau toileting karena keter-batasan mobilitas Kerusakan integritas kulit yang berhubungan de-ngan laserasi, abrasi dan penekanan setempat. Resiko perubahan perfusi jaringan perifer yang berhubungan dengan respons fisiologik terhadap cedera atau gips yang restriktif

Rencana keperawatan dan Implementasi


Pemenuhan informasi tentang penatalaksanaan pemasangan gips. Menurunkan rasa nyeri Peningkatan kemampuan mobilitas Peningkatan kemampuan perawatan diri Penyembuhan kerusakan integritas kulit. Mempertahankan Perfusi Jaringan

Evaluasi
Pasien secara aktif berpartisipasi dalam program terapi Melaporkan berkurangnya nyeri Memperlihatkan peningkatan kemampuan mobilitas Berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri

Anda mungkin juga menyukai