Anda di halaman 1dari 10

Penurunan Titik Beku Larutan

Laporan Penelitian Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Kimia

Oleh 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Aprillia Sari Angraeni (00/XII IPA) Cafu Olieviera (00/XII IPA) Diana Oky Wulandari (00/XII IPA) M. Aji Dwi Putra (00/XII IPA) Nadia Prasanty (00/XII IPA) Wahyu Agung Kuncoro (20/XII IPA)

SMA CENDEKIA TAHUN 2012-2013

Lembar Pengesahan
Laporan Penelitihan Judul Penyusun : Penurunan Titik Beku Larutan : 1. Aprillia Sari Angraeni 2. Cafu Olieviera 3. Diana Oky Wulandari 4. M. Aji Dwi Putra 5. Nadia Prasanty 6. Wahyu Agung Kuncoro Kelas : XII IPA Disahkan pada : Hari,Tanggal : Tempat : SMA CENDEKIA SIDOARJO

Kepala SMA CEENDEKIA

Guru Pembimbing

Havid Tri Cahyono

Iit Rodloutus

Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian ini. Penelitian yang dilakukan selama pada hari rabu, 28 Agustus 2012 tentang Penurunan Titik Beku Larutan akhirnya telah dapat diambil kesimpulannya dan ditulis dalam sebuah laporan. Semoga hal yang kami lakukan dan sampaikan dapat bermanfaat nantinya. Selain itu kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pembina dalam melakukan penelitian ini yaitu Mrs. Iit , karena turut berperan aktif dalam pembuatan laporan ini. Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan kami sebagai penyusun mohon maaf sebelumnya apabila ada yang kurang sesuai di laporan ini. Terima kasih.

Sidoarjo, 1 September 2012

Penulis

ii

Daftar Isi
Lembar Pengesahan..i Kata Pengantar.........ii Daftar Isi..iii Bab I Pendahuluan A. B. C. D. E. Latar Belakang.01 Rumusan Masalah...01 Tujuan......02 Manfaat Penelitian...02 Kerangka Berfikir....02

Bab II Landasan Teori A. Landasan Teori a. Pengertian Perkecambahan.03 b. Pengertian Pertumbuhan.03 c. Faktor factor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman.........03 Bab III Metodologi Penelitian Metode Penelitian.....05 Populasi dan Sempel....05 Variable Penelitian....05 Alat, Bahan dan Cara Kerja a. Alat dan Bahan.....05 b. Cara Kerja.....06 E. Metode Pengumpulan Data....06 F. Teknik Analisis Data..06 A. B. C. D. Bab IV Pembahasan A. Tabel Penelitian.07 B. Pembahasan ..09 Bab V Penutup A. Simpulan ..10 Daftar Pustaka........11

iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Kelompok kami membuat makalah ini didasari karena ingin mengetahui bagaimana Langkah langkah mengukur perubahan titik beku yang benar. Makalah ini dibuat untuk memberi suatu penjelasan tentang alat dan bahan apa yang sesuai untuk mengukur penurunan titik beku larutan yang dapat dipakai dan di pergunakan.

Selain itu makalah ini juga dibuat untuk memenuhi nilai tugas Kimia untuk kelompok kami. B. Tujuan a. Menentukan titik beku larutan serta faktor yang mempengaruhinya b. Membandingkan larutan non elektrolit dan elektrolit C. Rumusan Masalah Berapa titik beku larutan Akuades, Glukosa, cuka, dan NaCl? Apa faktor-faktor yang mempengaruhi nilai titik didih tersebut?

D. Batasan Masalah Praktikum hanya ini menentukan nilai titik didih suatu larutan dan meengetahui faktor apa yang mempengaruhinya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan teori


Titik beku suatu cairan adalah suhu ketika tekanan uap cairan itu sama dengan tekanan uap dalam keadaan padat. Dada pembekuan suatu larutan, yang mengalami pembekuan adalah hanya pelarutnya saja, sedangkan zat terlarut tidak ikut membeku. Adanya zat terlarut mengakibatkan suatu pelarut semakin sulit membeku, akibatnya titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarut murninya. Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murninya disebut penurunan titik beku larutan. Percobaan-percobaan juga menunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada konsentrasi larutan. Untuk larutan encer, penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan. Tetapan penurunan titik beku molal adalah nilai penurunan titik beku jika konsentrasi larutan sebesar satu molal. Elektrolit = Tf = Kf x m x i

BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metodelogi Penelitian Metode yang digunakan adalah praktikum langsung di Laboratorium Kimia SMA CENDEKIA pada hari Rabu, 29 Agusrus 2012.

B. Alat dan bahan dan cara kerja Alat : 1. Thermometer 2. Gelas kimia 3. Sendok 4. Tabung reaksi 5. Pengaduk kaca

Bahan : 1. Garam dapur kasar 2. Potongan potongan kecil es 3. Larutan cuka 0,5M 4. Larutan glukosa 0,5M 5. NaCl 0,5M 6. Akuades 50ml

Cara kerja: 1. Masukan potongan potongan kecil es kedalam gelas kimia hingga ketinggiannya mencapai gelas 2. Tambahakan 10 sendok garam dapur kasar kedalam gelas kimia berisi potongan es dan aduk hingga merata. 3. Isi tabung reaksi dengan akuades setinggi 4 cm 4. Masukan tabung reaksi yang berisi akuades kedalam gelas kimia berisi campuran es dan garam dapur kasar. 5. Aduklah akuades dalam tabung reaksi dengan gerakan naik turun hingga air membeku. 6. Ukur suhu menggunakan thermometer catat suhu es dalam tabung reaksi setiap 1 menit sampai semua es mencair. 7. Ulangi langkah 3,4,5,dan 6 untuk larutan cuka,glukosa dan NaCl

C. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi. Teknik obseravasi dilakukan dengan mengamati perubahan titik beku pada larutan NaCl, glukosa, cuka dan akuades.

BAB IV PEMBAHASAN A. TABEL PENGAMATAN Larutan 15 Akuades Glukosa 0,5M NaCl 0,5 M Cuka 140C 250C 230C 21 0C 30 90C 130C 210C 130C Suhu pada Detik Ke45 70C 110C 200C 100C 60 50C 100C 110C 90C 75 40C 70C 80C 60C 90 30C 40C 70C 40C

Larutan Akuades Glukosa 0,5 M NaCl 0,5 M Cuka

Titik beku larutan 00C -10C -30C -10C

Titik beku air 00C 00C 00C 00C

Selisih titik beku 00C 10C 30C 10C

B. PEMBAHASAN
1. NaCl 0,5M Tf = Kf x m x i NaCl (elektrolit kuat dan derajat ionisasi 1 ) NaCl (aq) Jumlah ion(n) = 2 i = 1 + (n-1) = 1 + (2-1) 1 =2 Na + + Cl

Tf = Kf x m x i = 1,86 x 0,5 x 2 = 1,86 Titik beku adalah suhu pada P tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0 C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ( Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan. Oleh karena itu, penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. Secara teori seharusnya penurunan suhunya untuk larutan NaCl 0,5M adalah 1,86 0C tetapi dari hasil pratikum yang kami lakukan penurunan suhu untuk larutan NaCl 0,5 M adalah 30C . Perbedaan suhu antara hasil teori dan pratikum kami karena kesalahan kami dalam mengukur volume NaCl dengan perkiraan saja tanpa ada pengukuran kuantitatif dengan menggunakan penggaris ukur. Selain itu perbedaan ini bisa saja disebabkan oleh es batu yang ada pada gelas kimia yang digunakan untuk membekukan larutan ini sedikit demi sedikit mulai mencair. Oleh karena itu agar larutan ini tetap membeku, es batu yang ada di dalam tabung perlu diberi garam dapur kasar lebih banyak lagi sehingga es batu yang ada tetap membeku atau dengan kata lain tidak cepat mencair, sebab garam dapur ini dapat mengikat oksigen yang ada pada air dalam bentuk es batu. Dan perbedaan ini juga bisa saja disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang baik, baik itu dari wadah tempat zat ini dimasukkan dan alat yang digunakan untuk mengaduknya.

BAB V KESIMPULAN 1. Titik beku adalah suhu pada P tertentu di mana terjadi peristiwa perubahan wujud zat cair ke padat. 2. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ( Tf = Tfp Tfl). 3. Penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentarsi partikel dalam larutan. 4. Penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. 5. Larutan elektrolit memiliki titik beku lebih rendah dibanding larutan nonelektrolit. 6. Larutan yang paling cepat membeku adalah akuades, sedangkan yang paling lama membeku adalah glukosa. 7. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah adalah NaCl, sedangkan yang paling tinggi adalah akuades.