Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN R-LAB

Karakteristik V I Semikonduktor
Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Tanggal Praktikum : Ryan Adilardi Prakoso : 1006758905 : Teknik : Teknik Elektro : LR 03 : 16 Oktober 2011

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD)

Universitas Indonesia
Depok

Pengukuran Lebar Celah


I. Tujuan - Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu
semikonduktor

II.

Alat
1. Bahan semikonduktor 2. Amperemeter 3. Voltmeter 4. Variable power supply 5. Camcorder 6. Unit PC 7. DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Dasar Teori IV. Cara Kerja


Eksperimen pengukuran Karakteristik V I Semikonduktor pada rLab ini dilakukan di web sitrampil.ui.ac.id. Penyetingan peralatan rLab berlangsung secara otomatis ketika praktikan meng-klik tombol perintah. 1. Memperhatikan halaman web percobaan karakteristik VI semi konduktor 2. Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1. 3. Mengaktifkan power supply/baterai dengan mengklik radio button di sebelahnya. 4. Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan! 5. Mengulang langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8 Catatan : data yang diperoleh adalah 5 buah data terakhir jika rangkaian diberi beda potensial tertentu ( misalkan V1) dengan interval 1 detik antara data ke satu dengan data berikutnya.

V.

Pengolahan Data dan Evaluasi

1. Perhatikan data yang saudara peroleh, apakah terjadi perubahan tegangan dan arus untuk V1 , V2 , V3 , V4 dan V5? Bila terjadi perubahan Jelaskan secara singkat mengapa hal tersebut terjadi (analisa, dan bila tidak terjadi jelaskan pula mengapa demikian !

2. Dapatkan nilai rata-rata beda potensial yang terukur dan arus yang terukur untuk V1 , V2 , V3 hingga V8. 3. Buatlah grafik yang memperlihatkan hubungan V vs I untuk rata rata V dan I yang terukur (lihat tugas 2)! 4. Bagaimanakah bentuk kurva hubungan V vs I , jelaskan mengapa bentuknya seperti itu ! 5. Berdasarkan berbagai kurva grafik V vs I bolehkah kita menggunakan hukum Ohm dalam peristiwa ini ? 6. Berikan kesimpulan terhadap percobaan ini VI. Analisis - Analisis Percobaan

Ppercobaan OR02 tentang Pengukuran lebar celah dilakukan melalui internet sehingga praktikan tidak dapat melihat langsung percobaan yang telah dilakukan karena terdapat error pada video RLAB. Percobaan OR02 memiliki prinsip kerja sesuai dengan percobaan Kisi Difraksi. Prosedur Percobaan OR02 adalah penembakan berkas sinar laser dengan panjang gelombang ( 650 10 ) nm melewati sebuah celah sempit dengan lebar a yang kemudian akan mengalami difraksi. Pola difraksi ini akan diukur dengan sensor cahaya. Sensor cahaya akan menampilkan data percobaan tersebut dalam bentuk intensitas-intensitas cahaya tertentu untuk lebar celah yang diberikan. Dari data intensitas cahaya dan lebar celah maka dapat kita ketahui nilai intensitas maksimum dan intensitas minimum dari Percobaan. Analisis Data dan Hasil Pada percobaan ini, diperoleh data pengukuran yang dilakukan sepanjang kisi. Data yang didapatkan pada percobaan OR02 ini berupa intensitas cahaya dan posisi celah dalam satuan milimeter. Setelah dilakukan pemasangan kisi, Catu daya dinyalakan untuk menghidupkan laser. Jumlah data yang diperoleh pada percobaan OR02 adalah 817 data. Data tersebut membentuk grafik dengan bentuk spectrum gelombang yang nilainya cukup stabil dengan sebuah puncak pada titik tertentu. Nilai yang berada pada titik puncak grafik ini adalah nilai dari Intensitas Maksimum. Dari data yang telah diperoleh, diketahui bahwa Intensitas maksimum [Imaks] yang dicapai oleh spectrum gelombang adalah 1.43 pada posisi [x] sama dengan 179.96. Nilai inilah yang kita pakai dalam menentukan intensitas minimum untuk orde tertentu serta menentukan letak terang pusat. Kemudian, dari data tersebut, ditentukan nilai orde dari masing-masing data sehingga data tersebut dapat dianalisis untuk mendapatkan lebar celah. Dalam percobaan OR02 ini, kita gunakan sampel 30 data untuk perhitungan orde dan akhirnya kita dapatkan jarak minimum antar-orde yaitu sebesar 0.44 mm. Dari data jarak minimum antar-orde, kita dapatkan sudut minimum orde sebesar 0.07o. Setelah perhitungan jarak minimum dan sudut minimum, dilakukan perhitungan lebar celah dengan memanfaatkan orde dan sudut minimum dengan menggunakan panjang gelombang sinar laser sebesar ( 650 10 ) nm. Pada data yang diperoleh dari percobaan OR02, data yang didapatkan memiliki nilai rata-rata 0,50. Grafik, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yang terbentuk pada percobaan ini memiliki suatu puncak yang merepresentasikan nilai Intensitas maksimum yang diperoleh dari percobaan. Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa terdapat hubungan antara titik terang pusat dengan intensitas cahaya yang maksimum .Persamaan inilah yang sebelumnya kita turunkan dalam bahasan dalam landasan teori. Percobaan OR02, dengan penghitungan data seperti yang telah dihitung pada bagian pengolahan data , lebar celah a yang didapatkan sebesar 21.84 mm. Hal ini dihitung dengan sinus sudut minimum pada saat Imaks , yaitu pada saat orde ke-410, dengan panjang gelombang ( 650 10 ) nm. Hal ini dihitung manual karena grafik yang dibentuk antara sin vs n berbentuk garis lurus sejajar dengan sumbu x. Analisis Grafik Grafik yang kita dapatkan dalam percobaan OR02 ini, seperti yang telah dijelaskan pada bagian Analisis Data, merupakan representasi dari spectrum gelombang cahaya dengan intensitas tertentu. Grafik yang diperoleh pada percobaan ini dapat terlihat bahwa terdapat hubungan antara Intensitas cahaya dengan posisi celah. Dalam hal ini, grafik terlihat cukup konstan dengan terdapat suatu puncak yang

merepresentasikan terjadinya intensitas maksimum [I] yang dicapai oleh spectrum gelombang yaitu sebesar 1.43 dengan Posisi celah [x] yaitu 179,96 mm. Data yang diperoleh bervariasi dengan data minimum yang diperoleh, yaitu berkisar antara 0.14 0.21 pada posisi celah [x] yaitu 174.24. Kemudian, Intensitas naik secara signifikan pada posisi 174.68 hingga 179.96 yaitu berkisar antara 0.26-1.43 dan mencapai puncak pada posisi [x] 179.96 dengan Intensitas Maksimum 1.43. Setelah mencapai titik intensitas maksimum, grafik yang diperoleh kemudian menurun secara significant dan kembali konstan pada kisaran 0,11-0.21 Analisis Error Pada percobaan ini, Kesalahan relative tidak dapat dicari karena data percobaan tidak dapat dibandingkan dengan data perhitungan. Dengan Asumsi simulasi r-Lab memperhitungkan tingkat kesalah praktikan maka paling tidak tingkat kesalahan akan dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut: a. Kesalahan instrument b. Kesalahan perhitungan c. Kesalahan Komputerisasi

VII. Kesimpulan Berdasarkan praktikum Pengukuran Lebar Celah yang telah dilakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: 1. Difraksi merupakan suatu fenomena gelombang yang terjadi sebagai respon gelombang terhadap halangan yang berada pada arah rambatnya. 2. Pada gelombang cahaya, difraksi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan respon cahaya dengan sinar yang melengkung mengitari halangan kecil pada arah rambatnya, dan radiasi gelombang yang menyebar keluar dari sebuah celah kecil. 3. Untuk interferensi destruktif pada difraksi Franhoufer celah tunggal diberikan oleh persamaan : n. sin , dengan n 1, 2, 3,...dst. d Keterangan : - n = orde ke-n - = panjang gelombang sinar - d = lebar celah - = sudut penyimpangan rambatan cahaya

VIII. Referensi Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. IX. Lampiran