Anda di halaman 1dari 28

STATISTIK

INFERENSIAL

Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH


http://pbm-alhiko.blogspot.com

Out line
Pengantar: Teknik Analisa Statistik, Pedoman Penggunaan Uji Statistik. Pengujian Statistik T-test Terikat & Wilcoxon. Langkah2 pengujian statistik T-test Terikat & Wilcoxon. Tugas / Latihan
10/7/2012 Uji Beda 2

TEKNIK ANALISA DATA


ANALISA STATISTIK

INFERENSIAL

DESKRIPTIF
KUALITATIF

PARAMETRIK UJI BEDA UJI HUBUNGAN

NON PARAMETRIK UJI BEDA UJI HUBUNGAN

KUANTITATIF

10/7/2012

MULAI

PEDOMAN PENGUNAAN UJI STATISTIK


NOMINAL/ORDINAL

TIPE DATA

INTERVAL/RASIO

DISTRIBUSI DATA

TIDAK NORMAL

STATISTIK NON PARAMETRIK

NORMAL
JUMLAH DATA

KECIL (<30)
Singgih Santoso (2001),

BESAR (>30) STATISTIK PARAMETRIK

Bisa pakai uji t jika distribusi populasi pasti normal


4

UJI BEDA (Parametrik)

T-TEST TERIKAT (PAIRED SAMPLES T-TEST) : T UJI BEDA RERATA DARI 2 KELP. n ANTARA 2 KELP. HARUS SAMA PRE - POST ANTARA 2 VARIABEL ADA HUBUNGAN

10/7/2012

Uji Beda: T-Test Terikat

LANGKAH PENGUJIAN :
TENTUKAN : Ho DAN H TENTUKAN : LEVEL OF SIGNIFICANCE ( ) = 0,05 dan Degree of Freedom (df) / dk atau db = N - 1. LAKUKAN PERHITUNGAN STATISTIK:

10/7/2012

Uji Beda: T-Test Terikat

Rumus perhitungan T-TEST TERIKAT


SD d =

n 1

( d )
d

n (n 1)

Stdr Deviasi dari beda antara Pre - Post

t Score =

SD d n

10/7/2012

BANDINGKAN HASIL T-HITUNG DGN T-TABEL :


2-TAILED (2 SISI) : /2 = 0,025 1-TAILED (1 SISI) : = 0,05

HIPOTESA LIHAT TABEL PENARIKAN KESIMPULAN:


T-HITUNG > T-TABEL = Ho DITOLAK / H DITERIMA, T-HITUNG < T-TABEL = Ho DITERIMA / H DITOLAK.
10/7/2012 Uji Beda: T-Test Terikat 9

CONTOH KASUS:
No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
49 58 55 59 62 60 56 51 53 60

KEJERNIHAN AIR
SEBELUM DISARING SETELAH DISARING 51 61 60 62 63 62 58 52 53 65
10

SOAL:
BUKTIKAN APAKAH ADA PERBEDAAN KEJERNIHAN AIR SUNGAI SEBELUM DAN SESUDAH PENYARINGAN DGN = 0,05 ?

LANGKAH2 PENGUJIAN :
1. TENTUKAN Ho DAN H :
Ho = ... H = ... UJI 1 SISI/ UJI 2 SISI ? (2 TAILED) !

2. TENTUKAN / TINGKAT SIGNIFIKANSI :


= 0,05 ( 5 % ) df = 10 1 = 9.

3. LAKUKAN PERHITUNGAN T-TEST:


10/7/2012 11

TABEL PERHITUNGAN T-TEST:


No.
SEBELUM DISARING SETELAH DISARING

d
49-51= -2 58-61= -3 55-60 = -5 59-62 = -3 62-63 = -1 60-62 = -2 56-58 = -2 51-52 = -1 53-53 = 0 60-65 = -5 d = - 24

d2
4 9 25 9 1 4 4 1 0 25 d2 = 82

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

49 58 55 59 62 60 56 51 53 60

51 61 60 62 63 62 58 52 53 65

d = Mean d = -24/10 = -2,4

SD d =

n 1

( d )

n (n 1)

SDd =

( 24)2 82 10 1 10(10 1)

SDd = 9,111 6,4 = 1,646

t Score =

d SD d n

2,4 t Score = = 4,61085 1,646 10

t Score = 4,61085
10/7/2012 13

4. BANDINGKAN NILAI T-HITUNG DGN TT-TABEL :


t . Score = 4,61085 (Nilai minus hanya menunjukkan angka di dalam Table t, bukan menunjukkan angka aljabar). T-tabel : = 0,05/2 = 0,025 2 SISI /TAILED df = N 1 10 1 = 9 T-tabel (0,025 ;9) = 2,262 T-hitung (-4,61085) > T-tabel (-2, 262)

10/7/2012

14

5. PENARIKAN KESIMPULAN:
T-hitung (-4,61085) > T-tabel (-2, 262) Ho DITOLAK / H DITERIMA = .... ADA PERBEDAAN KEJERNIHAN AIR SUNGAI SEBELUM DAN SESUDAH PENYARINGAN. KEJERNIHAN AIR SUNGAI MENJADI LEBIH BAIK / TINGGI SETELAH ADANYA PENYARINGAN.
10/7/2012 15

Soal Latihan/PR :
Skor Pengetahuan Ibu Dasa Wisma
No.

Sebelum Penyuluhan Setelah Penyuluhan

1 2 3 4 5 6 7
10/7/2012

48 49 46 51 50 47 52

61 63 59 58 60 62 57
Uji Beda: T-Test Terikat

Dengan = 0,05, Buktikan Apakah Ada Perbedaan Skor Nilai Pengetahuan Ibu-ibu Dasa Wisma Kel. Banyuraden antara Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Imunisasi Balita?
16

UJI BEDA (Non Parametrik)

Perbedaan Dua Sampel Berpasangan UJI PERINGKAT BERTANDA WILCOXON

UJI PERINGKAT BERTANDA WILCOXON


Digunakan untuk membandingkan 2 pengamatan dari sampel yang berhubungan. Rancangan yang sering digunakan memakai subyek yang sama sebelum dan sesudah perlakuan. One group only before and after design.
10/7/2012 19

Syarat untuk menggunakan uji Wilcoxon :


Data tidak harus normal, tetapi mempunyai distribusi kontinyu. Skala data : ordinal, interval atau ratio Yang dibedakan adalah : median dari tiap kelompok pengamatan (sebelum-sesudah).
10/7/2012 20

LANGKAH PENGUJIAN :
Nyatakan Hipotesis yang sesuai : Uji Satu Sisi : Ho : W(+) = W(-) dan atau Ho : W(+) = W(-) dan Ha : W(+) > W(-) Ha : W(+) < W(-)

Uji Dua Sisi : Ho : W(+) = W(-) dan Ha : W(+) = W(-)

W(+) = jumlah semua peringkat, selisih pasangan pengamatan yang bertanda ( + ) W(-) = jumlah semua peringkat, selisih pasangan pengamatan yang bertanda ( - ) Hitung beda nilai tiap pasangan ( X ; Y ) Beri peringkat pada nilai beda tiap pasangan Beri tanda (+) dan (-) pada peringkat Hitung jumlah peringkat W(+) dan W(-) Pilih W yang jumlahnya kecil, bandingkan dengan tabel

CONTOH :
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TEKANAN DARAH (mm Hg) Sebelum Minum Obat Sesudah Minum Obat 175 179 165 170 162 180 177 178 140 176 140 143 135 133 162 150 182 139 173 141

Tentukan Hipotesis Kerja, misal : Uji Dua Sisi : Ho : W(+) = W(-) dan Ha : W(+) = W(-) Perhitungan dengan menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon : Selisih yang sama diberi peringkat sama Selisih = 0, peringkatnya = 0

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

SBL 175 179 165 170 162 180 177 178 140 176

SSD 140 143 135 133 162 150 182 139 173 141

Selisih (SSD-SBL) -35 -36 -30 -37 0 -30 +5 -39 +33 -35

Peringkat Bertanda (W) 5,5 7 2.5 8 0 2.5 1 9 4 5.5 -5.5 -9 +4 -2.5 +1 -5.5 -7 -2.5 -8 0

Jumlah Peringkat : W(+) = l 1 + 4 l = 5 W( - ) = l 5.5 +7+ 2.5+ 8+2.5+ 9+ 5.5 l = 40 W (+) < W(-), maka W(+) yang digunakan W Tabel : Dua sisi (/2) = 0,05/2 = 0,025 ; n = 10, didapat : W tabel = 5.5 ( p = 0,025 )

W tabel = 5.5 ( p = 0,025 ) W hitung = 5 ( p = 0,020 )


W hitung < W tabel atau ( p hitung < p
tabel )

Kesimpulan : Ho ditolak dan H diterima

SEKIAN TERIMA KASIH SELAMAT BELAJAR