Anda di halaman 1dari 3

DAWAH AL-FARDIYAH Dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah di setiap masa.

Apalagi pada zaman sekarang, umat Islam tengah menghadapi serangan ganas yang bertubi-tubi dari musuh-musuh Allah, maka tingkat kewajiban berdakwah pada zaman sekarang menjadi lebih berat. Dakwah merupakan suatu kemuliaan yang agung bagi pengembannya. (Fushilat:33). Dakwah sangat mulia dan besar pahalanya Sungguh, sekiranya Allah memberikan hidayah kepada seorang lelaki lantaran (dakwah)-mu, itu lebih baik daripada terbitnya matahari. (Hadits) Dakwah adalah menyeru kejalan yang benar, di tengah-tengah penyelewengan nilainilai Islam. Maka, ini adalah perkara yang sangat mendesak untuk segera dilakukan. TAHAPAN PERTAMA : Membina hubungan dan mengenal setiap orang yang hendak didakwahi Madu harus merasakan bahwa kita betul-betul memperhatikannya dan selalu menanyakannya di saat ia tidak ada, agar hatinya lebih terbuka dan siap menerima perkataan yang dapat diambil manfaatnya. Seberapa banyak perhatian dan simpati yang diperoleh madu pada tahap ini, sebanyak itulah tanggapan dan penerimaannya terhadap apa yang didakwahkan kepadanya. Tahap ini mungkin diperlukan waktu berminggu-minggu. TAHAPAN KEDUA : Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa Sebaiknya berjalan secara tabii, - seolah-olah tidak sengaja dengan memanfaatkan moment-moment tertentu seperti tafakur alam. Dengan kebangkitan iman kepada Allah, iman dengan keesaan dan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, hati mulai hidup dengan marifatullah dan bersedia menyempurnakan keimanannya. Sebagaimana ia mulai mengenal tujuan penciptaannya di dunia ini. TAHAPAN KETIGA Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan mengenalkan perkara-perkara yang bernuansa ketaatan kepada Allah dan bentuk-bentuk ibadah yang diwajibkan. Juga membantunya melatih dan membiasakan diri dalam ketaatan dan disiplin melaksanakan ibadah dan menghiasi dirinya dengan akhlak Islamiyah Penting juga membekalinya dengan bahan-bahan bacaan berupa buku-buku sederhana dalam bidang aqidah, ibadah dan akhlak.

Perlu pula dibiasakan untuk menghadiri kuliah dan ceramah-ceramah, serta diperkenalkan dengan orang-orang shalih sambil dinasihatkan agar menjauhi orang-orang jahat. Demikianlah, sebuah lingkungan yang baik dan kondusif dipersiapkan untuknya agar dapat membantu menyempurnakan kepribadian muslimnya. Jangan sekali-kali membiarkannya terlalu lama tanpa bimbingan dan bantuan supaya ia terus melanjutkan perjalanannya di atas jalan dakwah dan terhindar dari faktor-faktor futur, kasal, dan tafrid (kejenuhan, kemalasan dan meremehkan urusan) TAHAPAN KEEMPAT Menjelaskan tentang pengertian ibadah secara syamil (menyeluruh/komprehensif) Ibadah itu mencakup segala aspek kehidupan, asalkan memenuhi dua syarat utamanya: niat yang benar (karena Allah) dan menepati syara (mengikuti teladan Rasulullah) TAHAPAN KELIMA : Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman diri kita sendiri Agama kita adalah agama jamai (kolektif integral). Ia adalah system kehidupan, hukum, perundang-undangan, sistem kenegaraan, jihad dan kesatuan umat. Pemahaman yang benar tentang Islam yang demikian mendorong kita agar berse-dia memikul segala kewajiban dan tanggung jawab social, semata-mata karena Allah, supaya masyarakat kita berdiri di atas prinsip-prinsip Islam dalam segala aspeknya Tidaklah mungkin seorang muslim yang hidup dengan keislaman yang benar dan sempurna, namun ia terasing dari komunitas kaum muslimin, apalagi tidak tersentuh hatinya dengan bermacam peristiwa dan penderitaan yang ditimpakan musuh-musuh Allah swt. ke atas saudara-saudaranya di seantero dunia. Setelah itu barulah dijelaskan kewajiban beramal untuk menegakkan negara Islam dan mengembalikan sistem kekhalifahan Islam yang telah diserang dan dihancurkan oleh konspirator dari musuh-musuh Allah swt. Wajib dijelaskan juga bahwa tanggung jawab menegakkan negara Islam bukan sematamata berada di pundak para penguasa atau ulama, namun juga merupakan tanggung jawab setiap pribadi muslim dan muslimah yang hidup di sepanjang masa Dakwah Islamiyah. Semua umat Islam akan menanggung dosa jika tidak berusaha untuk mendirikan negara Islam. TAHAPAN KEENAM : Kewajiban di atas tidak mungkin dapat ditunaikan secara individu

Masing-masing orang secara terpisah tidak mungkin mampu menegakkan negara Islam dan mengembalikan system kekhalifahan. Maka, perlu sebuah jamaah yang memadukan potensi semua individu untuk memperkuat tugas memikul kewajiban yang berat tersebut. Ini merupakan langkah asasi, sebab banyak di kalangan umat Islam tidak melihat pentingnya mendirikan sebuah jamaah, atau tidak mau punya keterikatan dengan jamaah karena takut terhadap tugas-tugas berjamaah. TAHAPAN KETUJUH : Dengan jamaah mana ia akan bergabung ?

Suatu jamaah yang benar hendaknya memiliki kriteria sebagai berikut : Mengutamakan aspek tarbiyah dan mempersiapkan penyatuan umat daripada penggunaan kekuatan. Segala usaha untuk mencapai kekuasaan dengan kekerasan atau dengan partai-partai politik tanpa melalui tarbiyah dan usaha penyatuan umat adalah riskan bahkan dapat memprematurkan amal Islami karena tidak berkembang secara alami diatas sebuah landasan yang kokoh. Mestilah mengambil Islam secara sempurna dan utuh. Mempunyai imtidad ufuqi (ekspansi horizontal) ke seluruh penjuru dunia untuk mempersiapkan sarana dan mengokohkan pondasi yang luas bagi tegaknya negara Islam global, bukan hanya pemerintahan local di negara tertentu. Semakin kaya sebuah jamaah dengan ujian dan pengalaman semakin dapat diyakini akan mampu merealisasikan tujuan-tujuannya, cepat membuahkan hasil dan proporsional dalam mempergunakan waktu dan tenaga. Jamaah yang demikian, pemahaman dan pergerakannya jauh dari sikap tafrih dan ifrath (meremehkan urusan atau sebaliknya berlebih dalam pandangan dan tindakan). Memiliki tanzhim (terorganisir) dengan baik. Program-programnya teratur dan terencana sehingga mudah dijalankan. Perlu juga dijelaskan tentang kesalahan dan bahaya perpecahan serta terlalu mudah mengobral tenaganya untuk perkumpulan-perkumpulan kecil.