Anda di halaman 1dari 6

Bangunan Hemat Energi & Utilitas Bangunan

Iing Prayasa (D13111046)

Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjung Pura 2012/2013

Bangunan Hemat Energi


Di era modern ini hemat energy sangat dibutuhkan. Dalam dunia arsitektur, tentunya tidak terlepas dalam bangunan. Kebanyakan bangunan sekarang hanya mementingkan estetika tanpa menimbang dan memikirkan bahan banguna yang digunakan. Padahal dengan memilih bahan bangunan yang tepat seperti ramah lingkungan sudah sangat membantu terhadap penghematan energy bangunan. Perlu diketahui, bahwa masalah pemborosan energi secara umum sekitar 80% oleh faktor manusia dan 20% disebabkan oleh faktor teknis. Efisiensi energi penekanannya lebih ke demand side management (DSM), di masyarakat kadangkala efisiensi energi diartikan juga sebagai penghematan energi. Dalam menggunakan energy secara effisien terhadap bangunan bukan berarti mengurangi kenyamanan, malahan jika diolah dengan baik akan menambah nilai lebih terhadap bangunan yang dirancang tersebut. Jadi disain hemat energi diartikan sebagai perancangan bangunan untuk meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi fungsi bangunan maupun kenyamanan atau produktivitas penghuninya. Berikut terdapat beberapa cara yg dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan energi terhadap bangunan :

1. Double skin Salah satu cara untuk menghemat pemakaian energi di suatu gedung adalah melalui penerapan konsep "double skin. Konsep double skin merupakan teknologi yang memungkinkan suatu gedung dapat menghemat energi hingga 30 persen karena lebih memaksimalkan penggunaan cahaya matahari, cahaya alami. Konsep double skin adalah membuat kulit luar gedung menjadi dua lapis, di mana lapisan pertama terbuat dari lembaran alumunium yang diberi lubang-lubang sebanyak 50 persen, sehingga mampu mengontrol intensitas cahaya matahari yang masuk. Desain pembangunan gedung dengan konsep double skin. Desain pembangunan gedung dengan konsep double skin diawali dengan menentukan orientasi massa bangunan yang memperhatikan arah sinar matahari sehingga mengurangi terik cahaya dan panas matahari. konsep double skin adalah membuat kulit luar gedung menjadi dua lapis, dimana lapisan pertama terbuat dari lembaran alumunium yang diberi lubang-lubang sebanyak 50 persen, sehingga mampu mengontrol intensitas cahaya matahari yang masuk. Sementara untuk lapisan kedua menggunakan jendela kaca clear yang dapat dibuka-tutup sesuai kebutuhan, atau biasa disebut cross ventilation. bangunan pertama

di Indonesia yang menggunakan konsep tersebut adalah gedung perkuliahan `New Media Tower` yang terletak di kampus UMN di Serpong, Tangerang, Banten. Sumber : http://www.antaranews.com/berita/331592/konsep-double-skinhemat-energi-gedung-30-persen Waktu : 07.00 wib, tanggal : 16-9-12
2. Penghematan penggunaan bahan bakar, listrik dll

Salah satu sector penting yang berpengaruh terhadap penggunanaan bahan bakar minyak adalah bangunan, umumnya mengonsumsi BBM dalam bentuk energy listrik sekitar 30-60 persen dari total konsumsi BBM di suatu Negara. Untuk kawasan tropis, penggunaan energy bahan bakar minyak (BBM) dan listrik umumnya lebih rendah dibandingkan dengan Negara di kawasan sub-tropis yang dapat mencapai 60 persen dari total konsumsi energi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan pemanas ruang di sebagian besar bangunan saat musim dingin. Sementara di kawasan tropis, pendingin (AC) hanya digunakan sejumlah kecil bangunan. Meskipun demikian, penghematan energy di sektor bangunan. Meskipun demikian, penghemat energy di sektor bangunan di wilayah tropis semacam Indonesia tetap akan memberikan kontribusi besar terhadap penurunan konsumsi energy secara nasional. Suhu menjadi satu hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari dan untuk mencapai sebuah kenyaman, kesehatan, keamanan, dan kemudahan dibutuhkan energi (dapat diperbarui dan tidak dapat deperbarui). Energi yang dipakai berbeda-beda kuantitasnya. Dengan isu yang ada sekarang ini soal krisis energi, maka sangat diharapkan pemakaian energi yang efektif dan efisien. Salah satu aplikasinya dapat diterapkan pada bangunan. Ada dua bagian penting sebagai penerapannya, yaitu perlakuan terhadap bangunan dan tindakan dari pengguna bangunan itu sendiri : Perlakuan terhadap bangunan : Untuk mencapai hasil kenyamanan, kesehatan, dan keamanan dengan penghematan energi, diperlukan treatment pada bangunan itu sendiri. Berikut adalah beberapa bagian rumah yang diberikan perlakuan (pasif dan aktif) untuk meminimalkan penggunaan energi. Perancangan bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia dapat dilakukan dengan perancangan secara pasif, dan perancangan secara aktif. Perancangan secara pasif adalah perancangan bangunan yang memberikan kondisi aman, nyaman dan produktif bagi pengguna bangunan secara alami. Aplikasinya lebih ditekankan pada rancangan massa dan fasad bangunan (seperti orientasi, material bangunan, ventilasi, zoning, dll)

agar optimal dalam penggunaan cahaya alami, memperoleh suhu nyaman dan mendapatkan pergerakan udara yang baik. Perancangan aktif adalah perancangan bangunan yang memberikan kondisi aman, nyaman dan produktif bagi pengguna bangunan secara mekanik, seperti penggunaan AC (air conditioner), pemanas ruangan, ventilasi mekanis, dll. Untuk mencapai kenyamanan dan produktifitas pengguna bangunan harus menggunakan energi yang tidak dapat diperbaharui, seperti energi listrik, energi fosil, minyak bumi, dan batu bara. Perancangan secara aktif ini perlu diantisipasi dengan solusi yang hemat energi. Secara aktif

Menggunakan tenaga surya Cahaya matahari menjadi salah satu sumber energi alternatif yang paling sering digunakan untuk mengurangi bahkan bisa mengganti pemakaian energi listrik. Seperti yang kita ketahui, energi listrik sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk penerangan, pendingin ruangan, pemanas ruangan, pemanas air, dan lain-lain. Dalam hal ini, dibutuhkan perangkat tambahan pada bangunan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Perangkat ini biasanya di pasang di atap atau dinding tergantung orientasi dari bangunan itu sendiri, apakah langsung ke arah sinar matahari, atau tertutup dengan pohon, dll. Hasil dari penyerapan energi surya tadi, dapat digunakan sebagai pemanas air, penerangan,, dan kebutuhan rumah tangga. Banyaknya energi yang bisa dipakai tergantung dari perangkatnya seberapa besar daya yang bisa diberikan. Menggunakan kincir angin Angin juga bisa dijadikan sebagai energi alternatif, hanya saja di Indonesia jarang diaplikasikan pada rumah tinggal, tetapi untuk bangunan tinggi sekitar 5 lantai atau lebih biasanya dipakai, karena semakin tinggi dari permukaan tanah, kecepatan angin juga lebih besar. Untuk rumah tinggal juga seharusnya mulai memakai perangkat ini. Hal tersebut di atas adalah beberapa solusi untuk menghemat pemakaian energi pada perancangan bangunan secara aktif yang menggunakan AC, pemanas ruangan, ventilasi mekanis, dll. Secara pasif

Metoda ini lebih ditekankan pada desain bangunannya, seperti penyesuaian fasad bangunan dengan orientasinya dan rancangan lansekapnya. Berikut ini adalah beberapa solusi untuk mendapatkan kondisi termal yang baik. 1. Pendingin tanpa AC

Dilakukan dengan cara membuat ventilasi alami, awning (tenda rumah), kaca pemantul cahaya, kisi-kisi, dll. 2. Penerangan indoor dan outdoor Sedapat mungkin pada siang hari tidak memakai penerangan dari lampu. Untuk bagian ruangan yang tidak mendapat cahaya matahari, dapat menggunakan skylight (bukaan pada bagian atap). 3. Material bingkai jendela

Jendela yang efisien bukan hanya terletak pada jenis kacanya, tetapi juga bingkainya. Ada beberapa material bingkai jendela yang menambah efisiensi energi, seperti aluminum, fiberglass, vinyl (PVC), kayu, atau kombinasinya. 4. Insulasi termal

Insulasi termal adalah material yang berguna untuk mengurangi laju perpindahan panas, atau proses untuk mengurangi laju perpindahan panas. Panas bisa dipindahkan dengan cara konduksi, konveksi, dan radiasi atau ketika terjadi perubahan wujud. Aliran panas dapat dikendalikan dengan proses ini, tergantung pada sifat material yang dipergunakan. Insulasi dapat digunakan pada dinding, lantai, langit-langit atap, pusat pemanasan pada bangunan. Pada dinding, bagian yang berongga pada dinding diberi insulasi, begitu juga halnya untuk lantai. Tujuan dilakukan insulasi ini adalah mengurangi kehilangan panas dari luar bangunan serta menjaga aliran udara hangat agar tetap di dalam bangunan. Salah satu teknik insulasi yang lainnya adalah doubleglazing. Kaca pada jendela terdiri dari 2 lapisan kaca yang terpisah beberapa millimeter. Setelah dikunci tertutup, jarak antarkaca tadi berfungsi untuk menangkap udara dan udara tersebut menjadi insulasi pada kaca. Kesimpulan Kondisi termal dan panas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan hidup kita sehari-hari untuk mencapai kenyamanan, kesehatan, dan keamanan. Seperti yang kita ketahui, kondisi termal dan panas di beberapa tempat berbeda-beda, sehingga tercipta iklim dan cuaca yang berbeda. Untuk memenuhi kebutuhan itu, dipakailah beberapa perangkat di dalam bangunan untuk mengatur kondisi di sekitar kita menjadi cocok dengan kita. Perangkat yang digunakan itu sebagian besar memakai sumber daya energi yang tidak dapat diperbarui. Oleh sebab itu, saat sekarang ini sangat dibutuhkan penerapan hemat energi. Hal itu dapat dimulai dari bangunan dimana kita tinggal dan beraktifitas. Mulai dari solusi secara aktif yaitu pemasangan solar-cell untuk mengubah energi cahaya menjadi listrik, kincir angin untuk mengubah

angin menjadi energi listrik, sampai pada solusi pasif yang lebih menitikberatkan desain bangunan itu sendiri untuk memperoleh kondisi termal dan panas yang diinginkan. Sumber : http://www.energysavingtrust.org.uk/Generate-your-own-energy/Energy-SavingTrust-field-trial-of-domestic-wind-turbines heating http://www.energysavingtrust.org.uk/Generate-your-own-energy/Solar-water-

http://www.energysavingtrust.org.uk/Generate-your-own-energy/Solar-electricity http://www.energysavingtrust.org.uk/Generate-your-own-energy/Wind-turbines http://www.house-energy.com/ http://mhathwar.tripod.com/thesis/solar/solar_architecture.htm http://www.house-energy.com/Windows/Vinyl-Aluminum.htm http://www.cus.net/insulation/insulation.html http://www.cus.net/insulation/subcats/ventilation-and-insulation.html http://www.cus.net/insulation/subcats/cavitywallinsulation.html http://www.cus.net/doubleglazing/doubleglazing.html http://id.wikipedia.org/wiki/Insulasi_termal

Endangsih,ST, Tri, 2007, Penerapan Hemat Energi Pada Kenyamanan Bangunan. Pukul : 08.30 wib , tanggal : 16-9-12