Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

PERCOBAAN 1
PENYEARAH SATU-FASA : SETENGAH GELOMBANG, GELOMBANG PENUH.

1.1 Penyearah 1 Setengah Gelombang 1.1.1 Tujuan Percobaan Setelah melaksanakan praktikum, diharapkan mahasiswa dapat : Menjelaskan rangkaian penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali. Membuat rangkaian penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali. Mengukur besaran besaran output dan input dari suatu rangkaian penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali. Menghitung parameter parameter unjuk kerja suatu rangkaian penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali.

1.1.2 Teori Dasar Gambar 1.1.1 (a) memperlihatkan diagram rangkaian panyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali berbeban resistif. Nama lain penyearah tersebut adalah penyearah satu fasa tak terkendali (uncontrolled one pulse rectifier). Dalam gambar tersebut, tegangan bolak balik (ac) yang akan diserahkan diwakili oleh tegangan sekunder transformator. Beban beban yang dapat disuplai oleh penyearah ini adalah yang bersifat resistif, induktif, atau kapasitif. Gambar 1.1.1 (b) memperlihatkan bentuk bentuk gelombang untuk beban resistif.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

VD
+ is

io

vp

vs

Vo

(a)

vs

vm

-vm

vo

'
vm

i o = is = iD

Vm /R
0

io = Vo/R
t
2

VD
0

-vm (b)

Gambar 1.1.1 Penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali dengan beban resistif. (a) Diagram rankaian. (b) Bentuk bentuk gelombang.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

Tegangan input penyearah dalam hal ini dimisalkan mempunyai persamaan : vs = Vm sin t..(1-1) dimana : Vm = harga maksimum tegangan input t = 2ft = sudut fasa gelombang tegangan input f = frekuensi gelombang Untuk setengah siklus positif dari gelombang input (0 t ), dioda mendapat prategangan maju sehingga konduksi. Jika dioda dianggap ideal (tidak mempunyai jatuh tegangan) maka tegangan output atau tegangan beban (vo) akan sama dengan tegangan input (vs). Untuk setengah siklus negatif berikutnya dari gelombang input ( t 2), dioda mendapat prategangan mundur/balik sehingga mem blok, sehingga tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian. Tegangan output atau tegangan output adalah : vo = Vm sin t vo = 0m sin t untuk 0 t untuk t 2 (1-2)

Dari Gambar 1.1 (a) terlihat bahwa arus input (is) sama dengan arus beban (io), dan sama juga dengan arus dioda (id). Jadi bentuk gelombang ketiga arus itu adalah sama. Tegangan output dalam Gambar 1.1 (b) adalah tidak betul betul searah atau konstan atau kontinu. Secara umum, gelombang output dari suatu penyearah mengandung : o o Kompenen searah (dc) yang konstan atau kontinu. Komponen riak atau kerut atau ripel (ac). Jika instrumen mengukur komponen dc nya, maka yang ditampilkan adalah harga rata ratanya (average), dan jika instrumen mengukur

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

komponen ac dan dc, maka yang ditampilkan adalah harga efektif / rms (root mean square). Hubungan yang berlaku adalah : Vrms2 = Vdc2 + Vac2 .(1-3) Beberapa parameter dari suatu penyearah adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tegangan output (sesaat) disimbolkan dengan vo. Tegangan input (sesaat) penyearah disimbolkan dengan vs. Arus beban (sesaat) disimbolkan dengan io. Arus beban (sesaat) disimbolkan dengan is. Arus beban (sesaat) disimbolkan dengan id. Harga rata rata : Vdc = harga rata rata dari vo Idc = harga rata rata dari io Is(av) = harga rata rata dari io Id = harga rata rata dari id 7. Harga efektif / rms : Vs = harga efektif dari vs Vrms = harga efektif dari vo Irms = harga efektif dari io Is = harga efektif dari is Id(rms) = harga efektif dari id Vac = harga efektif dari vac yang ada dalam vo 8. Faktor bentuk (from factor, FF), didefenisikan sebagai : ...(1-4) 9. Faktor kerut (ripple factor, RF), didefenisikan sebagai berikut :

..(1-5)

10. Efisiensi penyearahan, didefenisikan sebagai : .(1-6) 11. Faktor utilisasi transformator / suplai (transformer utilisation factor, TUF), didefenisikan sebagai :

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

.(1-7) dimana : Si = daya input penyearah dalam [VA]


12. Faktor kecuraman (crest factor, CF), didefenisikan sebagai :
( )

...(1-8)

dimana : Is = harga maksimum dari is


13. Tegangan balik puncak (peak inverse voltage, PIV), didefenisikan sebagai harga maksimum tegangan komponen (dioda) dalam keadaan memblok. Dengan menggunakan rumus harga rata rata dan harga efektif, maka untuk penyearah satu fasa setengah gelombang didapatkan :

.(1-9) ..(1-10)
Untuk beban resistif dengan resistansi R, berlaku :

.....(1-11) ...(1-12)
dimana : Im = harga maksimum arus beban = Vm / R ..(1-13)

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

1.1.3 Diagram Rangkaian

S is

iD

A1

A2

io

Sumber AC 1- fasa

Regulator AC 1 fasa (variabel)

vs V1 V2

Vo

Gambar 1.1.2 Diagram rangkaian penyearah satu fasa setengah gelombang tak terkendali.

1.1.4 Alat dan Bahan

Osiloskop Regulator ac satu fasa Dioda Amperemeter Voltmeter Multimeter Tahanan geser Papan rangkaian Kabel secukupnya

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

1.1.5 Prosedur Percobaan

1.

Membuat rangkaian seperti pada Gambar 1.1.2 dimana beban yang digunakan adalah tahanan geser (R) 75 /3A. [Rm adalah adapter tahanan rendah untuk melihat bentuk gelombang arus. Jika tidak ada, gunakan tahanan geser untuk mendapatkan nilai resistansi 1 ]. Dalam keadaan output reuglator ac satu fasa minimum, masukkan saklar S.

2.

3. 4.

Menaikkan tegangan output regulator (Vs) hingga mencapai 20 V. Mencatat harga rata rata dari tegangan output, arus beban, arus input, dan arus dioda. [Lihat penunjukan V2, A2, dan A1]. Masukkan data anda ke dalam tabel yang telah disediakan.

5.

Dengan menggunakan osiloskop 1-saluran, amati dan gambarkan bentuk gelombang dari tegangan beban, arus beban, arus input, dan arus dioda. Catatan : Harus dijaga dalam penggunaan probe agar terminal (+) tidak terhubung singkat dengan terminal (-).

6.

Mencatat harga afektif (rms) dari tegangan output, arus beban, arus input, dan arus dioda. [Lihat penunjukan V2, A2, dan A1]. Masukkan data anda ke dalam tabel yang telah disediakan.

7.

Mengulangi langkah no. 4 sampai no. 6 diatas untuk tegangan output regulator (Vs) sebesar 30 V - 50 V.

8. 9.

Meminimumkan kembali tegangan output regulator dan buka saklar S. Meng-offkan sumber. Percobaan selesai.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

1.2 Penyearah 1 Gelombang Penuh 1.2.1 Tujuan Percobaan Setelah melaksanakan praktikum, diharapkan mahasiswa dapat : Menjelaskan prinsip kerja penyearah tak terkendali 1 gelombang penuh jembatan. Membuat rangkaian penyearah tak terkendali 1 gelombang penuh jembatan. Mengukur besaran besaran output dan input dari suatu rangkaian penyearah tak terkendali 1 gelombang penuh jembatan. Menghitung parameter parameter unjuk kerja suatu rangkaian penyearah tak terkendali 1 gelombang penuh jembatan.

1.2.2Teori Dasar Gambar 1.2.1 (a) memperlihatkan diagram rangkaian penyearah satu fasa gelombang penuh tak terkendali berbeban resistif. Nama lain penyearah tersebut adalah penyearah jembatan pulsa ganda (double pulse bridge rectifier). Dalam hal ini tegangan bolak balik (ac) yang akan

disearahkan diwakili oleh tegangan sekunder transformator yang terdiri dari vs. Gambar 1.2.1 (b) memperlihatkan bentuk bentuk gelombang untuk beban resistif.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

iD1
D1

iD2
D2 io

Vs

Vo

D3

D4

iD3
(a)
vs

iD4

vm

t
0

-vm vo vm

'

t
0

io Vm/R

t
0

iD1=iD4 Vm/R

t
0

iD2=iD3 Vm/R

t
0

is Vm/R

t
0

-Vm/R (b)

Gambar 1.2.1 Penyearah 1 jembatan dengan beban resistif. (a) Diagram rangkaian. (b) Bentuk Bentuk gelombang.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

Tegangan sekunder transformator dalam hal ini misalkan mempunyai persamaan seperti yang dinyatakan oleh persamaan (1-1). Untuk setengah siklus positif dari vs ( 0 t ), dioda D1 dan D4 mendapat prategangan maju dari vs. Sehingga keduanya konduksi, sementara dioda D2 dan D3 mendapat prategangan balik dari vs sehingga kedua dioda tersebut mem blok. Jika keempat dioda dianggap ideal (tidak mempunyai jatuh tegangan) maka tegangan output atau tegangan beban (vo) akan sama dengan tegangan input vs. Arus akan mengalir dari terminal bagian atas dari sekunder transformator, lewat dalam dioda D1 dan D4, beban dan kembali ke terminal bagian bawah dari sekunder transformator. Untuk setengah siklus negatif dari vs ( t 2 ), dioda D2 dan D3 mendapat prategangan maju dari vs sehingga konduksi, sementara dioda D1 dan D4 mendapat prategangan balik dari vs sehingga mem-blok. Tegangan yang muncul pada beban adalah tegangan vs, dan arus akan mengalir melalui dioda D2, D3, beban, dan kembali ke terminal sekunder transformator bagian atas. Dalam keadaan konduksi, tegangan dioda telah diasumsikan nol. Tetapi dalam keadaan mem blok maka tegangan yang dialaminya adalah vs. Persamaan untuk tegangan output telah dinyatakan dalam persamaan (1-3). Periode dari gelombang tegangan output adalah T = T , sehingga frekuensi gelombang output adalah f = 1/T = 2/T = 2f . Rumus harga rata rata dan harga efektif untuk tegangan output pada penyearah satu fasa jembatan sama dengan rumus harga rata rata dan harga efektif untuk tegangan output pada penyearah satu fasa gelombang penuh centre tap seperti yang telah dinyatakan dalam persamaan (1-4) sampai (1-7).

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

1.2.3 Diagram Rangkaian


A3
D1 P
Sumber AC 1-fasa

A2
D2

io

Regulator AC 1 fasa (variabel)

A1 V1

is

vs N

V2

Vo

D3

D4 _

Gambar 1.2.2 Diagram rangkaian penyearah satu fasa jembatan.

1.2.4 Alat dan Bahan Osiloskop Regulator ac satu fasa Dioda Amperemeter Voltmeter Tahanan geser Multimeter Papan rangkaian Kabel secukupnya

1.2.5 Prosedur Percobaan 1. Membuat rangkaian seperti pada Gambar 1.2.2 dimana beban yang digunakan adalah tahanan geser (R) 75 /3A. [Rm adalah adapter tahanan rendah untuk melihat bentuk gelombang arus. Jika tidak ada, gunakan tahanan geser untuk mendapatkan nilai resistansi 1 ]. 2. Dalam keadaan tegangan output regulator minimum, tutup saklar S.
Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh

Laporan Praktikum Elektronika Daya

342 11 028

3. Menaikkan tegangan output regulator hingga pembacaan voltmeter V1 menunjukkan 20 V. 4. Mencatat harga rata rata dari tegangan output, arus beban, arus input, dan arus dalam salah satu dioda. [Lihat penunjukkan V2, A2, A1, dan A3]. Masukkan data anda kedalam tabel yang telah disediakan. 5. Dengan menggunakan osiloskop 2 saluran, amati dan gambarkan bentuk gelombang dari tegangan beban, arus beban, arus input, dan arus dalam salah satu dioda. Catatan : Harus dijaga dalam penggunaan probe agar terminal (+) tidak terhubung singkat dengan terminal ( - ). 6. Mencatat harga efektif (rms) dari tegangan output, arus beban, arus input, dan arus dalam salah satu dioda. [Lihat penunjukkan V2, A2, A1, dan A3]. Masukkan data anda ke dalam tabel yang telah disediakan. 7. Mengulangi langkah no. 4 sampai no. 6 di atas untuk tegangan output regulator ac sebesar 30 - 40 V. 8. Meminimumkan kembali tegangan output regulator, dan buka saklar S. 9. Meng-offkan sumber. Percobaan selesai.

Penyearah 1 : setengah gelombang, gelombang penuh