Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : SMK : Mulok : I ( satu ) / II (dua) : Dioda : 2 x 8 jam : 1. Menjelaskan pengertian dioda. 2. Menuliskan fungsi dioda. 3. Menuliskan macam macam dioda dan simbolnya 4. Menuliskan cara mengukur/menguji dioda. 1. Tujuan Pembelajaran. 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dioda 2. Siswa dapat menuliskan fungsi dioda 3. Siswa dapat menuliskan macam macam dioda dan simbolnya 4. Siswa dapat menuliskan cara mengukur/menguji dioda 2. Materi Pokok. 1. Pengertian dioda Dioda adalah suatu komponen aktif yang mempunyai fungsi mengalirkan arus dalam satu arah yaitu dari anoda ke katoda. Penggunaan dioda yang paling umum adalah sebagai penyearah . Penyearah adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan bolak-balik menjadi tegangan searah. Penyearah dengan dioda mengikuti sifat dioda yang akan menghantar pada satu arah dengan drop tegangan yang kecil. Dioda berasal dari kata DI = dua dan ODA = elektroda atau dua elektroda, dimana elektroda-elektrodanya tersebut adalah ANODA yang berpolaritas positip dan KATHODA yang berpolaritas negatip. Dioda dibuat dari chip semikonduktor type N yang disebut katoda dan type P yang disebut anoda yang disatukan kemudian melalui sebuah proses sehingga membentuk lapisan depletion Layer(lapisan isolator) diantara semikonduktor typr N dan semikonduktor type P tersebut, antara 2 buah semikondutor tersebut tidak dapat

dilalui arus listrik sampai diperoleh suatu kondisi dimana terdapat arus elektron yang dapat melewati lapisan depletion layer dan kondisi itu adalah dimana pada anoda diberikan tegangan positif dan di katoda diberikan potensial negatif, beda potensial minimal agar arus elektron dapat melewati depletion layer adalah sebesar 0.7 Volt atau disebut juga dengan knee voltage. jika keadaan dibalik yaitu pada anoda diberikan potensial negatif dan pada katoda diberikan potensial positif maka yang terjadi adalah lapisan depletion layer akan bertambah tebal sehingga semakin besar beda potensial diberikan maka lapisan depletion layer tersebut akan semakin tebal, ini sering disebut sebagai tegangan balik atau reverse voltages dan arus tidak akan pernah bisa mengalir Ada berbagai jenis dioda yang dibuat sesuai dengan fungsinya tanpa meninggalkan karakteristik serta spesifikasinya, seperti dioda penyearah (rectifier), dioda Emisi Cahaya (LED), dioda Zenner, dioda photo (Photo-Dioda) dan Dioda Varactor. 2. Fungsi dioda Dioda dapat dianggap sebagai tahanan satu arah, karena dioda hanya dapat menghantarkan atau melakukan arus listrik dari arah anoda ke katodanya. Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N. Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N. Pada umumnya dioda digunakan sebagai penyearah gelombang atau pengubah tegangan AC ke tegangan DC. Dioda banyak diaplikasikan pada rangkaian penyearah arus (rectifier) power suplai atau konverter AC ke DC. Di pasar banyak ditemukan dioda seperti 1N4001, 1N4007 dan lain-lain. Masing-masing tipe berbeda tergantung dari arus maksimum dan juga tegangan breakdown-nya. Zener banyak digunakan untuk aplikasi regulator tegangan (voltage regulator). Zener yang ada dipasaran tentu saja banyak jenisnya tergantung dari tegangan breakdown-nya. Di dalam datasheet biasanya spesifikasi ini disebut Vz (zener voltage) lengkap dengan toleransinya, dan juga kemampuan dissipasi daya. Dalam dunia elektronika dioda sangat penting sebagai komponen aktif yang dipakai hampir semua rangkaian elektronika. dioda pada aplikasinya yang paling sering dijumpai adalah dioda dalam bentuk kuprox, dioda dalam bentuk kuprox adalah dioda

yang sudah tersambung secara bridge yang digunakan dalam rangkaian penyearah gelembang AC ke DC gelombang penuh. 3. Macam macam dioda dan simbolnya A.DIODA PENYEARAH (RECTIFIER) Dioda penyearah adalah jenis dioda yang terbuat dari bahan Silikon yang berfungsi sebagai penyearah tegangan / arus dari arus bolak-balik (ac) ke arus searah (dc) atau mengubah arus ac menjadi dc. Secara umum dioda ini disimbolkan seperti terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar bermacam macam dioda rectifier B. DIODA EMISI CAHAYA ( LIGHT EMITTING DIODE ) Dioda emisi cahaya atau dikenal dengan singkatan LED merupakan Solid State Lamp yang merupakan piranti elektronik gabungan antara elektronik dengan optik, sehingga dikategorikan pada keluarga Optoelectronic. Sedangkan elektroda-elektrodanya sama seperti dioda lainnya, yaitu anoda (+) dan Katoda (-). Ada tiga kategori umum penggunaan LED, yaitu : - Sebagai lampu indikator, - Untuk transmisi sinyal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu, - Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang terisolir secara total. Simbol, bangun fisiknya dan konstruksinya diperlihatkan pada gambar di bawah ini

Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan LED adalah bahan Galium Arsenida (GaAs) atau Galium Arsenida Phospida (GaAsP) atau juga Galium Phospida (GaP), bahan-bahan ini memancarkan cahaya dengan warna yang berbeda-beda. Bahan GaAs memancarkan cahaya infra-merah, Bahan GaAsP memancarkan cahaya merah atau kuning, sedangkan bahan GaP memancarkan cahaya merah atau hijau. Seperti halnya piranti elektronik lainnya , LED mempunyai nilai besaran terbatas dimana tegangan majunya dibedakan atas jenis warna seperti pada tabel di bawah ini

Sedangkan besar arus maju suatu LED standard adalah sekitar 20 mA. Karena dapat mengeluarkan cahaya, maka pengujian LED ini mudah, cukup dengan menggabungkan dengan sumber tegangan dc kecil saja atau dengan ohmmeter dengan polaritas yang sesuai dengan elektrodanya. LED sering dipakai sebagai indikator yang masing-masing warna bisa memiliki arti yang berbeda. Menyala, padam dan berkedip juga bisa berarti lain. LED dalam bentuk susunan (array) bisa menjadi display yang besar. Dikenal juga LED dalam

bentuk 7 segment atau ada juga yang 14 segment. Biasanya digunakan untuk menampilkan angka numerik dan alphabet. C. DIODA CAHAYA ( PHOTO-DIODE) Secara umum dioda-cahaya ini mirip dengan PN-Junction, perbedaannya terletak pada persambungan yang diberi celah agar cahaya dapat masuk padanya. Konstruksi simbol dan bentuk fisiknya dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar konstruksi,bentuk fisik dan simbol dioda cahaya Dioda cahaya ini bekerja pada daerah reverse, jadi hanya arus bocor saja yang melewatinya. Dalam keadaan gelap, arus yang mengalir sekitar 10 ?A untuk dioda cahaya dengan bahan dasar germanium dan 1?A untuk bahan silikon.Kuat cahaya dan temperature keliling dapat menaikkan arus bocor tersebut karena dapat mengubah nilai resistansinya dimana semakin kuat cahaya yang menyinari semakin kecil nilai resistansi dioda cahaya tersebut. Penggunaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita data berlubang (Punch Tape), dimana pita berlubang tersebut terletak diantara sumber cahaya dan dioda cahaya. Jika setiap lubang pita itu melewati antara tadi, maka cahaya yang memasuki lubang tersebut akan diterima oleh dioda cahaya dan diubah dalam bentuk signal listrik. Sedangkan penggunaan lainnya adalah dalam alat pengukur kuat cahaya (LuxMeter), dimana dalam keadaan gelap resistansi dioda cahaya ini tinggi sedangkan jika disinari cahaya akan berubah rendah. Selain itu banyak juga dioda cahaya ini digunakan sebagai sensor sistem pengaman (security) misal dalam penggunaan alarm.

D. DIODA VARACTOR

Dioda Varactor disebut juga sebagai dioda kapasitas yang sifatnya mempunyai kapasitas yang berubah-ubah jika diberikan tegangan. Dioda ini bekerja didaerah reverse mirip dioda Zener. Bahan dasar pembuatan dioda varactor ini adalah silikon dimana dioda ini sifat kapasitansinya tergantung pada tegangan yang diberikan padanya. Jika tegangan tegangannya semakin naik, kapasitasnya akan turun. Dioda varikap banyak digunakan pada pesawat penerima radio dan televisi di bagian pengaturan suara (Audio). Bagan dan simbol dioda varactor diperlihatkan pada gambar dibawah

Gambar bagan dan simbol dioda varactor

E. DIODA ZENER Sebagian dioda semikonduktor bila dihubungkan dengan suatu tegangan balik yang cukup akan melakukan suatu arus balik. Hal ini tidak ditunjukkan sebelumnya karena biasanya akan merusak dioda. Akan tetapi dioda Zener justru adalah suatu dioda yang dirancang untuk bisa melakukan arus balik dengan aman dan dengan drop tegangan hanya beberapa volt saja. Simbol dioda zener adalah seperti pada gambar dibawah

dimana bentuk simboltersebut menyerupai dioda biasa kecuali garis melintang pada kepala panah yang digunakan untuk menyatakan sudut karakteristik balik. Pada arah maju dioda zener berperilaku seperti dioda biasa

4. Cara mengukur/menguji dioda

Cara menguji sebuah dioda dengan menggunakan Avometer prinsipnya adalah sebagai berikut : 1. Anda posisikan Avometer pada posisi ohm dengan skala rendah 2. Tentukan terlebih dahulu elektroda anoda dan katoda dari dioda tersebut 3. Hubungkan terminal + (positip) meter dengan Anoda dari dioda yang akan ditest sedangkan terminal (negatip) meter dengan Katoda dioda. (hubungan ini adalah reverse) 4. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter tidak akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum bergerak, maka dapat dikatakan dioda terhubung singkat (rusak). 5. Ulangi langkah 2 diatas dengan polaritas sebaliknya, dimana Anoda dihubungkan dengan negatip meter dan Katoda dengan positip meter. (hubungan ini adalah forward), 6. Dalam posisi semacam ini, jika dioda masih baik, maka jarum meter akan bergerak. Namun jika dalam posisi ini jarum meter tidak bergerak, maka dapat dikatakan dioda putus (rusak).

3. Metode pembelajaran. 1. Ceramah 2. Tanya Jawab 3. Demonstrasi 4. Evaluasi

4. Kegiatan Pembelajaran a. Kegiatan awal 1. Salam Pembuka. 2. Menggali pemahaman awal siswa tentang dioda. 3. Mengarahkan siswa kemateri pokok dioda. 4. Memotivasi siswa untuk mempelajari tentang dioda. b. kegiatan inti 1. Prosedur Pembelajaran Tanya jawab mengenai dioda dan mengaitkan dengan materi yang telah dimilki peserta didik sebelumnya. Guru memperlihatkan macam macam dioda. Memberi penjelasan pada materi pokok sampai tuntas. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang telah diajarkan jika belum paham. Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan. 2. Pembentukan Kompetensi Mengenal dan memahami tentang dioda dengan memperhatikan Membentuk rangkuman materi. Untuk Membentuk dan memantapkan penguasaan materi yang Penilaian dengan tes lisan maupun tertulis. bentuk bentuk dari dioda. 3. Kegiatan Akhir diberikan kepada peserta didik dapat dilakukan dengan pemberian tugas. 5. Sumber Belajar Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah : Buku modul yang relevan. Guru yang berkompeten sebagai nara sumber. 6. Evaluasi a. Prosedur evaluasi Pada bagian ini guru melakukan penilaian formatif untuk mengetahui pengetahuan siswa dalam bentuk soal essay

b. Pertanyaan 1. Jelaskan pengertian dioda ? 2. Tuliskan fungsi dari dioda ? 3. Tuliskan macam macam dioda dan simbol simbolnya ? 4. Jelaskan cara mengukur dioda baik atau tidak ? c. Kunci jawaban 1. Dioda berasal dari kata DI = dua dan ODA = elektroda atau dua elektroda, dimana elektroda-elektrodanya tersebut adalah ANODA yang berpolaritas positip dan KATHODA yang berpolaritas negatip. 2. Fungsi dioda yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N 3. Macam macam dan simbol dioda adalah : A.DIODA PENYEARAH (RECTIFIER)

B. DIODA EMISI CAHAYA ( LIGHT EMITTING DIODE )

C. DIODA CAHAYA ( PHOTO-DIODE)

D. DIODA VARACTOR

E. DIODA ZENER

4. Cara mengetahui baik tidaknya dioda adalah tempelkan ujung jack merah avometer pada katoda dioda dan ujung jack hitam pada anoda dioda, kemudian amati jarum penunjuk skala meter. Apabila jarum penunjuk meter bergerak maka dioda tersebut masih baik. Andai kata jarum penunjuk tadi tidak bergerak, maka dioda tersebut sudah rusak atau bocor sehingga tidak dapat digunakan pada rangkaian elektronika nantinya.

d. Penilaian Nomor 1 2 3 4 5 Tingkat Kesulitan Mudah Sedang Sedang Sulit Sulit Jumlah Bobot 10 15 15 30 30 100

Anda mungkin juga menyukai