Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Diklat Kelas/Semester Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : SMK ... : Teknik Audio Vidio : I ( satu ) / II (dua) : Pengetahuan Dasar Elektronik : Komponen Elektronika (Resistor) : 30 menit : 1. Menjelaskan pengertian resistor dan Fungsi Resistor 2. Menuliskan macam macam resistor dan simbolnya 3. Menjelaskan cara membaca kode warna resistor 4. Menuliskan cara mengukur resistor.

1. Tujuan Pembelajaran.
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian resistor dan fungsi resistor 2. Siswa dapat menuliskan macam macam resistor dan simbolnya 3. Siswa dapat menjelaskan cara membaca kode warna resistor 4. Siswa dapat menuliskan cara mengukur resistor

2. Materi Pokok. A. Pengertian Dan Fungsi Resistor


Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon . Dari hukum Ohm diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol (Omega).

Fungsi Resistor:
Mengatur atau membatasi besarnya kuat arus yang lewat pada suatu rangkaian. Membagi tegangan pada suatu rangkaian sehingga diperoleh suatu tegangan yang besarnya sesuai dengan kebutuhan.

Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.

Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat, merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam. Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya.

B. Jenis Jenis Resistor Dan Simbolnya


1). Berdasarkan bahan pembuatnya: resistor karbon, resistor jenis film, dan resistor jenis lilit kawat (wirewound resistor) a. Resistor karbon: Resistor karbon terbuat daricampuran karbon dan bahanisolator. Nilai hambatannya tergantung pada perbandingancampuran antara kedua bahan itu. Pada saat ini resistor karbon jarang digunakan karena memiliki sifatsifat yang kurang baik.

b. Resistor film: Resistor jenis film terdiri atas 2 jenis: resistor film karbon dan resistor film logam. Resistor film karbon paling banyak digunakan. Terbuat dari karbon yang dilapiskan pada batang isolator, dan nilai hambatannya ditentukan oleh tebal serta panjang lapisan karbon pada batang keramik. Untuk nilai hambatan yang tinggi,lapisan karbon dibuat berbentuk spiral. Resistor film logam terbuat dari logam tertentu seperti nikel yang dilapiskan pada sebatang keramik. Resistor ini banyak digunakan pada alat-alat elektronika yang memerlukan ketelitian tinggi seperti pada rangkaian alat-alat ukur.

Gambar bentuk resistor film logam c. Resistor wirewound: Resistor ini terbuat dari kawat nikelin atau manganin yang dililitkan pada bahan keramik atau porselin. Kemampuan menerima daya dari resistor ini lebih tinggi dari resistor film karbon maupun resistor film logam dan dapat mencapai beberapa ratus watt.

Gambar bentuk resistor wirewound

2). Berdasarkan nilai hambatannya: resistor tetap, resistor variabel a. Resistor Tetap Merupakan resistor yang nilainya tetap.

Gambar bentuk resistor tetap b. Resistor Variabel

Gambar simbol resistor tetap

Resistor variabel Merupakan resistor yang memiliki nilai tidak tetap. Resistor ini dapat berupa wirewound atau karbon.

Gambar resistor variabel jenis wire wound

Gambar bentuk resistor variabel jenis karbon

Gambar simbol resistor variabel 3). Berdasarkan pengontrolnya resistor variabel dibagi menjadi : jenis kontrol geser dan kontrol putar. a. Jenis kontrol geser

Gambar bentuk resistor variabel jenis kontrol putar

gambar diatas adalah potensio meter kecil (trimmerpotensiometer = trimpot). Nilai resistansi variabel diperoleh diantara kaki tengah dengan salah satu kaki pada ujung kiri/kanan,sedangkan di antara ujung-ujung kaki kanan dan kiri nilai resistansinya konstan b. Jenis kontrol putar

Gambar bentuk resistor variabel jenis kontrol putar Gambar diatas adalah potensiometer yang dilengkapi dengan saklar ON-OFF, resistor ini yang berfungsi untuk membagi tegangan, ujung-ujungnya dipasang paralel dengan sumber tegangan. 4). Resistor dekade Pada resistor dekade ini, terdapat 5 buah pemutar yakni: Pemutar satuan: R=1 ohm s.d. 9 ohm Pemutar puluhan: R=10 s.d. 90 ohm Pemutar ratusan: R=100 s.d. 900 ohm Pemutar ribuan: R=1000 s.d. 9000 ohm Pemutar puluhan ribu: R=10000 s.d. 90000 ohm Kelima pemutar tersebut dihubungkan secara seri. Dengan 5 pemutar tersebut resistor mampu menyediakan nilai resistansi 1 s.d. 99999 ohm. Contoh: jika ke lima tombol menunjuk angka 2, maka nilai resistansinya adalah 22222 ohm.

Gambar jenis resistor dekade

5). Rheostat. Resistor ini berfungsi untuk membatasi arus, dipasang seri dengan sumber tegangan dan beban. 6). LDR (light dependent resistor): LDR adalah resistor yang nilai hambatannya tergantung pada intensitas cahaya.

Simbol LDR 7). Resistor Tergantung Suhu: Terdapat dua jenis resistor ini yakni NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient).

Simbol resistor tergantung suhu

C. Cara Membaca Kode Warna Pada Resistor


Nilai resistansi resistor tetap dibaca dengan menggunakan kode warna.

Pita/cincin A: angka I, pita/cincin B: angka II, pita/cincin C: pengali, dan pita/cincin toleransi (emas: 5%, perak: 10%).

D:

Nilai dari warna yang terdapat pada pita A, B, C, dan D tersebut disajikan pada tabel kode warna berikut ini. Contoh: Berapa nilai hambatan dari resistor berikut ini! Kode tersebut dibaca dengan cara :

- Pita A : cokelat, berarti angka I = 1 - Pita B : hitam, berarti angka II = 0 - Pita C : merah, berarti pengali = x100 - Pita D : emas, berarti toleransi = 5%

Jadi, nilai resistansi resistor tersebut adalah: - R = (10 x100)5% - R = 1000(5% x1000) - R = 1000(50)

D. Cara Mengukur Resistor


Cara mengukur resistor yaitu : Tempatkan posisi saklar pemilih kearah yang bertanda ,pilih jangkauan 10K. Hubungkan kedua pencolok, atur agar jarum menunjuk pada angka 0 sebelah kanan.Hubungkan kedua pencolok dengan ujung-ujung resistor. Baca penunjukan jarum ohmmeter pada skala, dan kalikan nilainya dengan jangkauan yang dipilih. Jika jarum menunjuk terlalu ke kanan, arahkan saklar pemilih ke jangkauan yang lebih rendah. Ingat, setiap memindah pemilih ke jangkauan baru lakukan langkah menolkan seperti gambar 1 dan 2 dibawah ini.

Gambar 1

Gambar 2

3. Metode pembelajaran.
1. Ceramah 2. Tanya Jawab 3. Demonstrasi 4. Evaluasi

4. Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal 1. Salam Pembuka. 2. Menggali pemahaman awal siswa tentang resistor. 3. Mengarahkan siswa kemateri pokok resistor. 4. Memotivasi siswa untuk mempelajari tentang resistor. b. kegiatan inti 1. Prosedur Pembelajaran Tanya jawab mengenai resistor dan mengaitkan dengan materi yang telah dimilki peserta didik sebelumnya. Guru memperlihatkan macam macam resistor. Memberi penjelasan pada materi pokok sampai tuntas. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang telah diajarkan jika belum paham. Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan. 2. Pembentukan Kompetensi Mengenal dan memahami tentang resistor dengan memperhatikan bentuk Membentuk rangkuman materi. Untuk Membentuk dan memantapkan penguasaan materi yang diberikan Penilaian dengan tes lisan maupun tertulis. bentuk dari resistor. 3. Kegiatan Akhir kepada peserta didik dapat dilakukan dengan pemberian tugas.

5. Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah : Buku modul yang relevan.

Guru yang berkompeten sebagai nara sumber.

6. Evaluasi
a. Prosedur evaluasi Pada bagian ini guru melakukan penilaian formatif untuk mengetahui pengetahuan siswa dalam bentuk soal essay b. Pertanyaan 1. Jelaskan pengertian resistor ? 2. Tuliskan fungsi dari resistor ? 3. Tuliskan macam macam resistor beserta simbolnya ? 4. Tuliskan nilai resistor dibawah ini resistor ? a. merah, merah, kuning, emas b. hijau, coklat, hitam, emas c. ungu, biru, orange, emas 5. Jelaskan cara mengukur resistor baik atau tidak ? c. Kunci jawaban 1. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian 2. Fungsi resistor adalah Mengatur atau membatasi besarnya kuat arus yang lewat pada suatu rangkaian. Membagi tegangan pada suatu rangkaian sehingga diperoleh suatu tegangan yang besarnya sesuai dengan kebutuhan. 3. Macam macam resistor adalah : 1). Berdasarkan bahan pembuatnya 2). Berdasarkan nilai hambatannya 3). Berdasarkan pengontrolnya 4). Resistor dekade 5). Rheostat. 6). LDR (light dependent resistor): 7). Resistor Tergantung Suhu 4. Nilai resistornya adalah : a. 220.000 ohm 5 % b. 51 ohm 5 % c. 76.000 ohm 5 % 5. Cara mengetahui baik tidaknya resistor yaitu :

Cara mengukur resistor yaitu : Tempatkan posisi saklar pemilih kearah yang bertanda ,pilih jangkauan 10K. Hubungkan kedua pencolok, atur agar jarum menunjukpada angka 0 sebelah kanan.Hubungkan kedua pencolok dengan ujungujung resistor. Baca penunjukan jarum ohmmeter pada skala, dan kalikan nilainya dengan jangkauan yang dipilih. Jika jarum menunjuk terlalu ke kanan, arahkan saklar pemilih ke jangkauan yang lebih rendah. Ingat, setiap memindah pemilih ke jangkauan baru lakukan langkah menolkan seperti gambar 1 dan 2 dibawah ini.

Gambar 1 d. Penilaian Nomor 1 2 3 4 5 Tingkat Kesulitan Mudah Sedang Sedang Sulit Sulit Jumlah Bobot 10 15 15 30 30 100

Gambar 2

Anda mungkin juga menyukai