Anda di halaman 1dari 7

Maka 1

n h
x x < . Dengan ketaksamaan segitiga diperoleh
1
n h
x x s + , n H >
dengan mengambil
{ }
1 2 1
sup , ,..., , ,1 ,
H H H n
M x x x x x x M n N

= + s e , maka
terbukti
( )
n
x terbatas.
Teorema 3.3.1 (Kriteria Kekonvergenan Cauchy)
( )
n
X x = barisan konvergen jika hanya jika ( )
n
X x = barisan Cauchy
Bukti:
( ) Lemma 3.3.1
( ) : Misalkan
n
X x = barisan Cauchy. Akan ditunjukkan bahwa X konvergen ke suatu
bilangan Real. Dari Lemma 3.3.2, maka X terbatas. Dari Teorema Bolzano-
Weierstrass, maka terdapat barisan bagian '
k
n
X x = dari X yang konvergen ke suatu
bilangan real ' x . Jadi tinggal menunjukkan X konvergen ke ' x . Karena
n
X x =
barisan Cauchy, maka
( )( ) 0 ( / 2) H N c > - e sehingga jika , ( / 2) n m H c > berakibat.
/ 2
n m
x x c < (1)
Karena barisan bagian '
k
n
X x = konvergen ke ' x . ( / 2) K H c - > yang memuat
himpunan
{ }
1 2
, ,.... n n sehingga ' / 2
k
x x c < .
Karena ( / 2) K H c > , dari (1) dengan m K = berakibat / 2
n k
x x c < , ( / 2) n H c > .
Oleh karena itu, jika ( / 2) n H c > diperoleh
( ) ' '
n n k K
x x x x x x = +
< / 2 / 2 c c c + =
Karena 0 c > sebarang, maka ( ) lim '
n
x x = . Jadi ( )
n
x konvergen
Barisan Kontraktif (Contractive Sequence)
Definisi 3.3.2
Barisan bilangan real
n
X x = dikatakn kontraktif jika terdapat konstanta c , 0 1 c < < sehingga
2 1 1 n n n n
x x c x x
+ + +
s untuk semua n N e . Bilangan c disebut konstanta dari barisan
kontraktif.
Teorema 3.3.2
Setiap barisan kontraktif adalah barisan Cauchy, Oleh karena itu konvergen
Bukti:
Dengan menggunakan Definisi 3.3.2, kita peroleh
2 3
2 1 1 1 1 2 2 1
...
n
n n n n n n n n
x x c x x c x x c x x c x x
+ + +
s s s s . Untuk m n > , kita
selidiki
m n
x x dan gunakan ketaksamaan segitiga serta contoh 1.2.2, maka diperoleh:
1 1 2 1
...
m n m m m m n n
x x x x x x x x
+
s + + +

2 3 1
2 1
( ... )
m m n
c c c x x

s + + +

( )
1 1 2
2 1
... 1
n m n m n
c c c x x

= + + +

1 1
2 1 2 1
1 1
1 1
m n
n n
c
c x x c x x
c c


| | | |
= s
| |

\ .
\ .

Karena 0 1 c < < , maka
( )
lim 0
n
a = (lihat contoh 3.1.4 (b)). Oleh karena itu ( )
n
X x =
barisan Cauchy. Menurut Kriteria Konvergensi Cauchy, maka barisan ( )
n
X x = konvergen.
Akibat 3.3.1
Jika ( )
n
X x = barisan kontraktif dengan konstanta c, 0 1 c < < dan jika ' : lim , x X = maka:
(i)
1
2 1
' .
1
n
n
c
x x x x
c


(ii)
1
' .
1
n n n
c
x x x x
c

s


Barisan Diverger, Limit Superior dan Limit Inferior
Definisi 3.3.3
( )
n
X x = barisan bilangan real
(i) Barisan
( )
n
x menuju + dan ditulis
( ) lim
n
x = +, jika
( ) , R K N o o e - e
sehingga
( ) n K o > berakibat
n
x o >
(ii) Barisan
( )
n
x menuju dan ditulis
( ) lim
n
x = , jika
( ) , R K N | | e - e
sehingga
( ) n K | > berakibat
n
x | <
Teorema 3.3.3
Barisan bilangan bilangan real (x
n
) monoton divergen jika dan hanya jika barisan itu
tidak terbatas
(a) Jika (x
n
) barisan naik tak terbatas, maka
( ) lim
n
x = +
(b) Jika (x
n
) barisan turun tak terbatas, maka
( ) lim
n
x = +
Teorema 3.3.4
Misal (x
n
) dan (y
n
) dua barisan bilangan real dan andaikan bahwa
n n
x y s , n N e .
(a) Jika
( ) lim
n
x = +, maka
( ) lim
n
y = +
(b) Jika
( ) lim
n
y = , maka
( ) lim
n
x =
Teorema 3.3.5
Misal (x
n
) dan (y
n
) dua baris bilangan real positif dan L R e , L R > , serta
lim
n
n
x
L
y
| |
=
|
\ .

( ) lim
n
x = + jika dan hanya jika
( ) lim
n
y = +
Definisi 3.3.4
Misalkan
n
X x = barisan bilangan real
Bilangan a dalam system ini diperluas R, dinamakan limit superior (x
n
) yang dinyatakan
dengan lim limsup
n n
x x = adalah
1
inf sup
n
k
n k
a x
>
>
=
Bilangan b dalam system ini diperluas R, dinamakan limit inferior (x
n
) yang dinyatakan
dengan lim liminf
n n
x x = adalah
1
supinf
n
n k
k
b x
>
>
=

LIMIT FUNGSI
Teorema 4.1.1
Diberikan A himpunan bagian dari R. Bilangan c R e titik cluster dari A jika hanya jika
terdapat barisan (a
n
) di dalam A dengan
n
a c = untuk semua n N e sehingga
( ) lim
n
a c = .
Bukti:
( ) Diketahui titik c titik limit dari A maka untuk setiap
{ }
0, : 0 r x c A o o > < < = C.
Misal 1 o = , c titk timbun, maka
{ }
: 0 x R x c A o e < < = C. Berarti ada
{ }
1
: 0 1 a x R x c A e e < < = C

2
1 1
ambil maka : 0
2 2
.
.
.
1 1
maka : 0
n
a x R x c A
a x R x c A
n n
o
o

= - e e < <
`
)

= - e e < <
`
)

Jadi ada barisan
( )
n
a A c , dengan
n
a c = . Tinggal menunjukkan bahwa lim
n
a c =
Ambil 0 o > , maka menurut akibat sifat archimedian, terdapat n N e sehingga
1
0
n
o < < .
Jadi terdapat K
o
sehingga untuk n K
o
> berlaku
1
n
a c
n
o < < . Dengan kata lain
n
a c =
( ) : Diketahui
( ) lim , , ,
n n n
a c a c n N a A = = e c . Akan ditunjukkan c titik timbun dari A.
Ambil 0 c > , maka K N - e , sehingga n K > berlaku
n
a c c < , artinya untuk
, n K >
{ }
: 0
n
a x x c c e < < (1)
( )
n n
a A a A c e (2)
Dari (1) dan (2) diperoleh
{ }
: 0
n
x x c A a c < < = C= . Terbukti c titik timbun dari
A.
Definisi Limit Fungsi
Definis 4.1.1
Misal A himpunan bagian dari R, : f A R dan c titik timbun dari A.
L adalah limit dari f di c, jika diberikan ( ) V L
c
terdapat ( ) V c
o
sehingga jika x c = adalah
sebarang titik dari ( ) V c A
o
maka f(x) termuat ( ) V L
c
.
Teorema 4.1.2
Jika : f A R dan c titik timbun dari A, maka fungsi f dapat mempunyai hanya satu limit di
c (jika f mempunyai limit, maka limitnya tunggal).
Bukti:
Akan dibuktikan kontradiksi
Andaikan terdapat bilangan real ' " L L = yang memenuhi definisi 4.1.1 dipilih 0 c > sehingga
( ') V L
c
dan ( ") V L
c
saling asing sebagai contoh, diambil sebarang c yang kurang
1
' "
2
L L .
Maka dengan definisi 4.1.1, terdapat ' 0 o > sehingga jika x sebarang titik dalam
( ) A V c
o

dan x c = , maka ( ) ( ') f x V L
c
e . Dengan cara yang sama, terdapat ' 0 o > sehingga jika x
sebarang titik dalam
'
( ) A V c
o
dan x c = maka ( ) ( ") f x V L
c
e . Sekarang diambil o yang
lebih kecil dari ' o maupun " o , dan dimisalkan ( ) V c
o
persekitaran o yang bersesuaian
dengan c. Karena c titik limit A, terdapat paling sedikit satu titik
0
x c = sehingga
0
( ) x A V c
o
e . Akibatnya,
( )
0
f x haruslah di dalam ( ') V L
c
dan ( ") V L
c
. Dengan kata lain,
0
( ) ( ') ( ") f x V L V L
c c
e . Kontrakdiksi dengan bahwa ( ') V L
c
dan ( ") V L
c
saling asing. Jadi
pengandaian bahwa ' " L L = limit dari f di c adalah salah. Yang benar adalah ' " L L = .
Terbukti.
Kriteria c o untuk Limit
Teorema 4.1.3
Misalkan : f A R dan c titik timbun dari A. Pernyataan di bawah ini ekivalen
i) lim ( )
x c
f x L

=
ii) ( )
( )
( )
0 0
c
c o > - > sehingga jika x A e dan 0 x c
c
o < < berakibat
( ) f x L c <
Bukti:
( ) ( ) i ii
Andaikan f mempunyai limit L di c, artinya jika diberikan 0 c > , terdapat 0
c
o > sehingga
x A e yaitu di dalam ( ), V c x c
o
= nilai f (x) termuat dalam ( ) V L
o
, ( ), x V c x c
o
e = artinya
0 x c
c
o < < juga ( ) ( ) f x V L
c
e artinya ( ) f x L c < . Jadi terbukti bahwa
( )
( )
( )
0 0
c
c o > - > sehingga jika x A e dan 0 x c
c
o < < berakibat ( ) f x L c <
( ) ( ) ii i
Jika kondisi (ii) terpenuhi, ambil ( ) : ( , ) V c c c
c
o o = + dan ( ) : ( , ) V L L L
c
c c = + . Dari (ii)
berakibat jika ( ) x V c
o
e , dimana x A e dan x c = berakibat
( ) ( ) f x V L
c
e . Menurut definisi
4.1.3, f mempunyai limit L di c atau lim ( )
x c
f x L

= .
Teorema 4.1.4 (Sequential Criteria)
Misalkan : f A R dan c titik cluster dari A. Pernyataan di bawah ini ekivalen
i) lim ( )
x c
f x L

= .
ii) ( )
n
x dalam A yang konvergen ke c sehingga
n
x c = untuk semua n N e barisan
( ( ))
n
f x konevergen ke L.
Bukti:
( ) ( ) i ii
Asumsikan f mempunyai limit L di c, dan andaikan ( )
n
x barisan di dalam A dengan
lim
n
x c = dan ,
n
x c n N = e . Akan ditunjukkan barisan ( ( ))
n
f x konevergen ke L. Misal
0 c > diberikan, maka dengan criteria c o , terdapat 0 o > sehingga jika x A e memenuhi
0 x c o < < , maka ( ) f x L c < . Karena (x
n
) konvergen ke c berarti jika diberikan
0 ( ) K N o o > - e sehingga jika ( ) n K o > berlaku
n
x c o < . Karena
n
x A e diperoleh
( )
n
f x L c < . Jadi jika ( ) n K o > maka ( )
n
f x L c < , dengan kata lain
( ( )) ,
n
f x L n


( ) ( ) ii i
Dengan menggunakan kontrapositive
Jika (i) tidak benar, maka
0
0 c - > sehingga 0 o > ada x A
o
e dengan x c
o
= , x c
o
o <
tetapi
0
( ) f x L
o
c > . Diambil
1
n
o = , ada
n
x A e dengan
n
x c = ,
1
n
x c
n
< sehingga
berlaku
0
( )
n
f x L c > atau ( ( ))
n
f x tidak konvergen ke L.