Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Gustiani (06101010018) Eva Musifa (06101010019) LESSON PLAN VI

No. 1.

Pertanyaan Gambarkan bagan kotak peralatan AAS!

Jawaban
RANGKAIAN ALAT AAS (ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY)

Keterangan Gambar Rangkaian : Lampu Katoda Lampu katoda merupakan sumber cahaya pada AAS. Lampu katoda memiliki masa pakai atau umur pemakaian selama 1000 jam. Lampu katoda pada setiap unsur yang akan diuji berbedabeda tergantung unsur yang akan diuji, seperti lampu katoda Cu, hanya bisa digunakan untuk pengukuran unsur Cu. Lampu katoda berfungsi sebagai sumber cahaya untuk memberikan energi sehingga unsur logam yang akan diuji, akan mudah tereksitasi. Selotip ditambahkan, agar tidak ada ruang kosong untuk keluar masuknya gas dari luar dan keluarnya gas dari dalam, karena bila ada gas yang keluar dari dalam dapat menyebabkan keracunan pada lingkungan sekitar. Tabung Gas Tabung gas pada AAS yang digunakan merupakan tabung gas yang berisi gas asetilen. Gas asetilen pada AAS memiliki kisaran suhu 20000K, dan ada juga tabung gas yang berisi gas N2O yang lebih panas dari gas asetilen, dengan kisaran suhu 30000K. Ducating Ducting merupakan bagian cerobong asap untuk menyedot asap atau sisa pembakaran pada AAS, yang langsung dihubungkan pada cerobong asap bagian luar pada atap bangunan, agar asap yang dihasilkan oleh AAS, tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Asap yang dihasilkan dari pembakaran pada AAS, diolah sedemikian rupa di dalam ducting, agar polusi yang dihasilkan tidak berbahaya. Kompresor Kompresor merupakan alat yang terpisah dengan main unit, karena alat iniberfungsi untuk mensuplai kebutuhan udara yang akan digunakan oleh AAS, pada waktu pembakaran atom.

Burner Burner merupakan bagian paling terpenting di dalam main unit, karena burner berfungsi sebagai tempat pancampuran gas asetilen, dan aquabides, agar tercampur merata, dan dapat terbakar pada pemantik api secara baik dan merata. Lobang yang berada pada burner, merupakan lobang pemantik api, dimana pada lobang inilah awal dari proses pengatomisasian nyala api. Buangan pada AAS Buangan pada AAS disimpan di dalam drigen dan diletakkan terpisah pada AAS. Buangan dihubungkan dengan selang buangan yang dibuat melingkar sedemikian rupa, agar sisa buangan sebelumnya tidak naik lagi ke atas, karena bila hal ini terjadi dapat mematikan proses pengatomisasian nyala api pada saat pengukuran sampel, sehingga kurva yang dihasilkan akan terlihat buruk. Monokromator Berfungsi mengisolasi salah satu garis resonansi atau radiasi dari sekian banyak spectrum yang dahasilkan oleh lampu piar hollow cathode atau untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran. Macammacam monokromator yaitu prisma, kaca untuk daerah sinar tampak, kuarsa untuk daerah UV, rock salt (kristal garam) untuk daerah IR dan kisi difraksi. Dioda Laser Spektrokopis penyerapan atom juga dapat dilakukan oleh laser, diode laser terytama karena sifat baik mereka untuk spektrometri penyerapan sinar laser. Teknik ini kemudian juga disebut sebagao diode laser spektrometri penyerapan atom (DLAAS atau DLAS), atau, karena panjang gelombang modulasi yang sering digunakan, spertro metri penyerapan panjang gelombang modulasi. 2. Perbedaan dan persamaan Spektrofotometer UV/ Tampak dengan AAS Persamaan : Sama-sama menyerap sinar/cahaya (absorpsi energi) pada penjang gelombang tertentu Perbedaan : - Berdasarkan partikel contoh. Pada AAS Partikel contoh berupa atom bebas sedangkan spektrofotometri berupa molekul - Pada letak monokromator. Kalau spektrofotometer UV/Tampak monokromator terletak di bagian depan atau sebelum media absorpsi sedangkan pada alat AAS monokromatornya terletak di belakang media absorpsi - Perbedaan pada umber cahaya yang dipakai. Kalau dalam spektrofotometer UV-Vis sumber lampu cukup satu untuk semua sampel, yaitu lampu wolfram untuk wilayah Visible dan Deuterium untuk wilayah UV, sementara dalam SSA lampu yang dipakai namanya Lampu

katoda Berongga (Hollow Cathode Lamp, HCL) dimana untuk tiap LOGAM punya lampu sendiri yang memancarkan spektrum garis yang tajam. Pada AAS hanya terjadi transisi elektronik dan spektrum yang dihasilkan berupa spektrum garis sedangkan pada spektro UV/T selain terjadi transisi elektronik karena absorbsi energi cahaya oleh molekul terjadi juga vibrasi dan rotasi serta spektrum yang dihasilakan spektrofotometer ini berupa spektrum pita

3.

ABSORBAN (A)

mhs diminta buat hubungan pasangan data konsentrasi (c, ppm) absorban, A (gunakan grafik) c=0; 2; 4; 6; 8; A=0,00; 0,190; 0,380; 0,560; 0,745.

Grafik perbandingan konsentrasi dan absorban C(pp 0 2 4 6 8 A 0,00


0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 2 4 6 8 10 KONSENTRASI (C)

0,190 0,380 0,560 0,745

4.

Berapakah konsentrasi sampel jika diukur memiliki absorbansi 0,450

= O,56(Cx) = 0,45(6) Cx =4,82

5.

Apa guna alat AAS?

KEGUNAAN AAS Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) digunakan pada metode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan metaloid yang berdasarkan pada penyerapan absorbsi radiasi oleh atom bebas.

6.

Apa yang dapat menyebebkan Hukum Lambert Beer dapat tidak sesuai/menyimpang pada AAS?

Apabila cahaya dengan panjang gelombang tertentu dilewatkan pada suatu sel yang mengandung atom-atom bebas yang bersangkutan maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom bebas logam yang berada pada sel. Hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi diturunkan dari:

Hukum Lambert: bila suatu sumber sinar monkromatik melewati medium transparan, maka intensitas sinar yang diteruskan berkurang dengan bertambahnya ketebalan medium yang mengabsorbsi. Hukum Beer: Intensitas sinar yang diteruskan berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap sinar tersebut. Ada bebrapa penyebab hukum lambert beer dapat tidak sesuai pada AAS diantaranya : sinar tak manokromatik, konsentrasi terlalu tinggi, kemungkinan juga faktor ketebalan medium (kuvet). Ganguan kimia. Gangguan kimia terjadi apabila unsur yang dianailsis mengalami reaksi kimia dengan anion atau kation tertentu dengan senyawa yang refraktori, sehingga tidak semua analiti dapat teratomisasi. Gangguang Matrik Gangguan ini terjadi apabila sampel mengandung banyak garam atau asam, atau bila pelarut yang digunakan tidak menggunakan pelarut zat standar, atau bila suhu nyala untuk larutan sampel dan standar berbeda. Gangguan Ionisasi Gangguan ionisasi terjadi bila suhu nyala api cukup tinggi sehingga mampu melepaskan electron dari atom netral dan membentuk ion positif. Absorpsi Latar Belakang (Back Ground) Absorbsi Latar Belakang (Back Ground) merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya berbagai pengaruh, yaitu dari absorpsi oleh nyala api, absorpsi molecular, dan penghamburan cahaya

7.

Mengapa sinar luar polikromatis tidak mempengaruhi pengukuran dalam AAS?

Karena sinar luar polikromatis telah diubah menjadi sinar monokromatis oleh monokromator melalui proses pengisolasian salah satu garis resonansi atau radiasi dari sekian banyak spectrum yang dahasilkan oleh lampu piar hollow cathode untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran.