Anda di halaman 1dari 2

PRAKTIKUM IV HARVARD STEP TEST

KESIMPULAN :
Setiap individu memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda-beda.

Seseorang yang rajin berolahraga memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik daripada yang tak terbiasa berolahraga. Sebab Orang yang sering berolahraga, tubuhnya akan terbiasa atau beradaptasi sehingga ketika melakukan aktivitas yang berat cadangan kekuatannya lebih banyak dibandingkan dengan yang jarang berolah raga. Selain itu, orang yang rajin berolah raga juga memiliki kerja jantung yang baik dibanding yang jarang berolah raga

Harvard Step test merupakan salah satu jenis pengukuran tingkat kebugaran jantung dan paru seseorang dengan menggunakan media yang berupa bangku dengan tinggi kurang lebih 17 inchi, arloji dan stop watch sebagai alat bantu perhitungan waktu, serta alat bantu untuk pengukuran denyut nadi yang berupa sfigmomanometer dan stetoskop.

Frekuensi denyut nadi merupakan parameter sederhana dan mudah diukur serta cukup informatif untuk mengetahui faal kardiovaskuler seseorang.

Untuk menganalisis tingkat kebugaran jantung dan paru bisa dilakukan dengan perhitungan rumus sebagai berikut :

Cara cepat

Lama naik turun (detik) x 100 2 x (N1 + N2 + N3) Cara Lambat : Lama naik turun (detik) x 100 5,5 x N1 Dengan indikator hasil perhitungan : < 50 : kurang 50-80 : sedang > 80 : baik