Anda di halaman 1dari 6

27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Analisa Biodiesel Tabel 4.1 Variabel Proses dan Hasil Analisa Data Katalis No (%) Waktu Reaksi (Jam) 1 1 1 2 3 1 2 2 2 3 1 3 3 2 3 1 4 4 2 3 Yield (%) 35,904 40,002 53,479 41,62 51,77 62,121 39,070 55,635 72,236 45,012 65,374 67,095 Densitas (gr/ml) 0,8743 0,8824 0,8796 0,8671 0,9072 0,8824 0,8721 0,8916 0,8795 0,8884 0,9013 0,8986 Viskositas (cst) 4,26 5,43 4,51 3,67 9,09 5,73 4,87 7,31 4,48 6,13 7,61 7,92 Angka Asam (mg NaOH/gr) 0,081 0,102 0,092 0,087 0,256 0,113 0,139 0,157 0,097 0,126 0,176 0,183

28

4.2. Pengaruh Waktu Reaksi dan Katalis Terhadap Kualitas Biodiesel 4.2.1. Pengaruh waktu reaksi dan katalis terhadap yield biodiesel
100 90 80 % Yield 70 60 50 40 30 20 0 1 2 % Katalis 3 4 5 1 jam 2 jam 3 jam

Grafik 4.1. Grafik pengaruh waktu reaksi terhadap % yield biodiesel yang dihasilkan dengan variasi % katalis. Pada grafik 4.1. merupakan grafik hubungan antara waktu reaksi dan % katalis terhadap % yield dari biodiesel. Yield ini sebagian besar sangat dipengaruhi oleh pengadukan dan pemerasan serbuk saat seusai di transesterifikasi. Jika pengadukan dan pemerasan dapat dioptimalkan maka loss pun akan berkurang sehingga yield sebenarnya dapat dihitung. Yield juga dipengaruhi oleh sisa asam lemak bebas yang tidak ikut bereaksi pada proses esterifikasi akan bereaksi dengan NaOH membentuk sabun sehingga yield yang diperoleh juga menurun. Untuk mempelajari pengaruh waktu reaksi terhadap persen yield dilakukan dengan mengubahubah waktu reaksi untuk setiap percobaan, sedangkan suhu dibuat tetap yaitu 65C. Dari grafik dapat dilihat bahwa % yield terbaik didapatkan pada waktu reaksi 3 jam baik pada katalis 1%, 2%, 3% dan 4%. Sedangkan % yield terendah didapat pada waktu reaksi 1 jam. Hal ini disebabkan karena pada waktu 1

29

jam belum semua minyak dedak terekstrak oleh methanol sehingga minyak dedak yang dapat terkonversi menjadi metil ester juga sedikit. 4.2.2. Pengaruh waktu reaksi dan katalis terhadap densitas
0.94 0.93 0.92 0.91 0.9

Densitas

0.89 0.88 0.87 0.86 0.85 0.84 0 1 2 3 4 5

1 jam 2 jam 3 jam

% Katalis Grafik 4.2. Grafik pengaruh waktu reaksi terhadap densitas biodiesel yang dihasilkan dengan variasi % katalis. Pada grafik 4.2. merupakan grafik hubungan antara waktu reaksi dan % katalis terhadap densitas dari biodiesel. Semua densitas sebagaimana yang terlihat pada gambar diatas sudah mendekati kualitas biodiesl menurut SNI-04-7182-2006, densitas 40oc yaitu 0,85 0,89 gr/ml, kecuali untuk waktu reaksi 2 jam dengan katalis 2%, 3%, 4% dan 3 jam dengan katalis 4%. Pada grafik dapat terlihat bahwa nilai densitas secara umum semakin lama semakin naik. Semakin besar kadar densitas menunjukkan bahwa proses pencucian dan pemurnian kurang sempurna dilakukan. Densitas itu sendiri menunjukkan faktor gliserol yang terdapat dalam biodiesel. Nilai densitasakan meningkat dengan meningkatnya jumlah ikatan rangkap dan berkurangnya panjang rantai (Mittelbach and Remschmidt, 2004). Densitas biodiesel dipengaruhi oleh jumlah tri-, di- dan monogliserida dalam biodiesel.

30

Semakin rendah jumlah senyawa tersebut dalam biodiesel maka akan semakin kecil nilai densitas, artinya semakin banyak trigliserida yang terkonversi menjadi metil ester maka akan semakin rendah nilai densitas biodiesel (Ehimenet al., 2010). 4.2.3. Pengaruh waktu reaksi dan katalis terhadap viskositas
10 9 8 Viskositas 7 6 5 4 3 2 0 1 2 % Katalis 3 4 5 1 jam 2 jam 3 jam

Grafik 4.3. Grafik pengaruh waktu reaksi terhadap viskositas biodiesel yang dihasilkan dengan variasi % katalis Pada grafik 4.3. merupakan grafik hubungan antara waktu reaksi dan % katalis terhadap viskositas dari biodiesel. Semua viskositas sebagaimana yang terlihat pada gambar diatas sudah memenuhi kualitas biodiesel menurut SNI-04-7182-2006, viskositas kinematik pada 40oC yaitu 2,3 6,0 mm2/s (cst), kecuali untuk waktu reaksi 2 jam dengan katalis 2% dan 3% dan seluruh viskositas pada katalis 4%. Viskositas berkaitan dengan komposisi asam lemak dan tingkat kemurnian biodiesel, sehingga kemungkinan besar penyebab besarnya nilai viskositas untuk waktu reaksi 2 jam dan katalis 4% adalah rendahnya atau belum murninya biodiesel yang didapat. Viskositas biodiesel yang tinggi akan menyebabkan atomisasi yang jelek dan menaikkan deposit pada mesin. Viskositas bahan bakar juga berpengaruh secara

31

langsung terhadap kemampuan bahan bakar tersebut bercampur dengan udara, sehingga menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Viskositas kinematik menjadi salah satu parameter utama dalam penentuan mutu metil ester, karena memiliki pengaruh besar terhadap efektivitas metil ester sebagai bahan bakar. Minyak nabati memiliki viskositas jauh lebih besar disbanding viskositas bahan bakar diesel yang menjadi kendala penggunaan langsung minyak nabati sebagai bahan bakar. Salah satu tujuan utama transesterifikasi adalah menurunkan viskositas minyak nabati sehingga memenuhi standar bahan bakar diesel.

4.2.4. Pengaruh waktu reaksi dan katalis terhadap angka asam


0.3 0.25 Angka Asam 0.2 0.15 0.1 0.05 0 0 1 2 3 % Katalis 4 5 1 jam 2 jam 3 jam

Grafik 4..4 Grafik pengaruh waktu reaksi terhadap angka asam biodiesel yang dihasilkan dengan variasi % katalis. Pada grafik 4.4. merupakan grafik hubungan antara waktu reaksi dan persen katalis terhadap angka asam dari biodiesel. Semua angka asam sebagaimana yang terlihat pada gambar diatas sudah memenuhi kualitas biodiesel menurut SNI-047182-2006, angka asam yaitu maksimal 0,8 mg-KOH/g. Angka asam digunakan

32

untuk mengukur asam lemak bebas yang terdapat pada minyak serta dihitung berdasarkan berat molekul dari asam lemak atau campuran asam lemak (Ketaren, 2008). Angka asam yang tinggi menandakan bahwa masih terdapatnya asam lemak bebas pada biodiesel, dimana biodiesel akan bersifat korosif pada mesin bila digunakan. Oleh karena itu semakin rendah angka asam maka kualitas biodiesel yang dihasilkan semakin bagus.