Anda di halaman 1dari 1

ASMA PADA USIA LANJUT Oleh Fitriah Sherly Marleen, Faisal Yunus Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran

Respirasi FKUI-SMF-Paru, RS Persahabatan, Jakarta Asma merupakan penyakit kronik yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia dan termasuk 10 besar penyakit penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Serangan asma dapat terjadi ringan sampai berat, menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan kualitas hidup. Karakteristik asma berupa hambatan aliran udara yang reversibel dengan atau tanpa pengobatan, inflamasi jalan napas serta peningkatan respons jalan napas dengan berbagai stimuli. Asma pada pasien usia lanjut terjadi peningkatan respons inkomplit terutama pada serangan asma berat atau berlansung lama, kurangnya reversibiliti disebabkan hipertrofi ototpolos dan fibrosis. Hambatan jalan napas yang ireversibel dan berkembang menjadi serangan asma berat dan menetap. Faktor pencetus serangan akut sama untuk semua usia tetapi sensitiviti terhadap inhalasi alergen sedikit menurun pada usia lanjut terutama pada asma yang timbul saat usia lanjut. Asma mempunyai distribusi bifasik yaitu prevalens tertinggi penyakit ini terjadi saat usia anak kemudian pada usia pertengahan dan dewasa tua. Prevalens asma usia lanjut sekitar 57% pada populasi umum dan beberapa dari kelompok ini mengalami gejala asma pada usia 60 atau 70 tahun. Dua puluh persen populasi usia lanjut menderita asma dan 30% dari kelompok ini timbul gejala asma dengan onset lambat.perbedaan antara asma dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) pada pasien lanjut adalah usia terjadinya hambatan jalan napas yang ireversibel sehingga membuat keraguan dalam mendiagnosis terutama pasien dengan riwayat merokok. Usia lanjut merupakan kelompok umur yang cepat berkembang, prevelensi asma pada kelompok ini menjadi perhatian klinisi dalam memilih strategi tatalaksana yang terbaik