Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN SKENARIO MODUL 1 PENELITIAN KEDOKTERAN

SKENARIO 1 : PENELITIAN KEDOKTERAN


Untuk memenuhi syarat sebagai sarjana kedokteran, siska harus mengajukan proposal penelitian. Siska ingin melakukan penelitian pada pelajar SMU yang ada di kotanya. Berdasarkan laporan dan isu yang sedang berkembang adanya kecenderungan pelajar SMU terlibat pergaulan bebas, untuk itu Siska ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan, sikap dan tindakan (perilaku) pelajar terhadap kejadian Infeksi Menular Seksual pada pelajar SMU. Oleh karena itu, setelah berdiskusi dengan pembimbingnya Siska mencoba mengajukan proposal penelitian mengenai perilaku seksual pelajar SMU yang ada di kota Padang dan hubungannya dengan Infeksi Menular Seksual (IMS). Siska mencari referensi dan memikiran jenis penelitian apa yang akan dipakai, bagaimana desain penelitian dan apakah seluruh pelajar SMU akan dijadikan sampel penelitian ini atau hanya beberapa pelajar SMU yang mewakili untuk seluruh pelajar SMA yang ada. Jelaskan jenis penelitian yang sesuai dan penerapannya serta bagaimana prosedur pelaksanaanya?

I. TERMINOLOGI

Sampel: bagian dari populasi ( sekelompok subjek) yang akan Penelitian: metode untuk mencari pemecahan masalah yang timbul,

diteliti, dan dipilih secara acak atau random. dengan menggunakan berbagai aspek ilmu dan melalui tahap-tahap tertentu. Infeksi Menular Seksual: Infeksi yang disebabkan atau ditularkan memalui hubungan seksual dengan pasangan yang telah tertular penyakit seperti HIV/AIDS, gonorhoe dll. Refensi: bahan/dasar pertimbangan yang dijadikan acuan untuk Proposal: tulisan yang menggambarkan langkah-langkah kegiatan Desain penelitian: rancangan penelitian yang disusun sedemikian sebuah penelitian. secara sistematis berupa hal yang akan dilakukan. rupa sehingga dapat menuntun peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian. II. IDENTIFIKASI MASALAH 1. 2. 3. 4. penelitian? 5. Sampling? 6. 7. 8. Apa saja bahan yang dapat digunakan sebagai referensi Bagaimana langkah-langkah membuat suatu usulan dalam penelitian? penelitian atau proposal research? Bagaimana etika seorang peneliti? Bagaimana cara menentukan sampel atau Technical Apa saja jenis-jenis penelitian? Bagaimana langkah-langkah dalam sebuah penelitian? Apakah tujuan dari suatu penelitian? Apa saja manfaat atau kegunaan dalam melakukan

III. ANALISIS MASALAH 1. penelitian. Penelitian noneksperimental: penelitian yang tidak melakukan intervensi atau menipulasi terhadap subjek penelitian, contohnya survey. Berdasarkan bidang yang diteliti penelitian Berdasarkan data Penelitian eksperimental: dalam penelitiannya terdapat hipotesis serta teori-teori yang dapat mendukung pembuktian hipotesis tersebut. masyarakat. Berdasarkan sifatnya Penelitian deskripsi: penelitian yang bertujuan untuk melakukan deskripsi mengenai fenomenayang ditemukan, baik berupa faktor risiko maupun efek atau hasil, peneliti tidak menganalisis mengapa fenomena tersebut terjadi dan penelitian ini tidak memiliki hipotesis, contohnya: survei morbiditas dan mortalitas, gambaran klinis dan laboratorium suatu sindrom atau penyakit dan hasil pengobatan yang dilakukan tanpa kontrol pandang. Penelitian noneksperimental: penelitiannya berdasarkan pada evaluasi dari pertanyaan yang diajukan pada Penelitian bidang kedokteran: penelitian yang Penelitian di bidang kesehatan masyarakat: yang berguna untuk memajukan kesehatan berguna untuk memajukan teknologi di bidang kedokteran. Jenis-jenis penelitian, yaitu: Berdasarkan intervensi atau manipulasi terhadap penelitian Penelitian eksperimental: penelitian yang hasilnya tertuju dari manipulasi atau pengujian terhadap subjek

masyarakat (epidemiologi).

Penelitian analitik: penelitian yang berupaya

mencari hubungan antar variabel-variabel, menganalisis data yang terkumpul, ada hipotesis beserta pengujiannya. Berdasarkan tujuan penelitian 2. Identifikasi, Penelitian verifikasi: mengecek ulang hasil Penelitian pengembangan: penelitian yang Langkah-langkah dalam sebuah penelitian pemilihan dan perumusan masalah: Masalah adalah penelitian sebelumnya. bertujuan untuk mengembangankan hal-hal yang inovatif.

kesenjangan ( gap ) atr das sollen ( apa yg seharusnya ) dan das sein ( kenyataan yg ada ). Perumusan masalah. Judul penelitian - Harus informatif, sinkron dgn rumusan masalah. - Tidak boleh terlalu panjang ( 12 kata ) - Kalau panjang, tambahkan pada sub-judul - Hindari penggunaan kata pendahuluan, studi dan analisis. - Jangan menulis singkatan - Istilah asing diketik miring Penelaahan kepustakaan: Bertujuan untuk mencari landasan teoritik dan empirik untuk penelitian yg akan dikerjakan Penyusunan kerangka konseptual: Kerangka konseptual adalah kerangka teori yang diperoleh dari penelaahan studi kepustakaan yang manfaatnya dapat dipergunakan untuk memudahkan dalam memahami hipotesis yang diajukan. Kerangka konseptual berisi pengaruh, hubungan atau perbedaan antar variabel. diuji kebenarannya. Penyusunan hipotesis: Hipotesis penelitian adalah pernyataan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah, perlu

pengukurannya bervariasi.

Identifikasi, klasifikasi dan defenisi operasional

variable : Variabel adalah suatu konsep yg bisa diukur dan hasil Perlu ditentukan dan kemudian diklasifikasikan : - var sebab ( pengaruh ) - var akibat ( tergantung ) - var penghubung ( intervening ) - var pengganggu ( confounding ) - dll Pemilihan instrumen pengumpul data. Jenis dan Rancangan Penelitian Penentuan Sampel Untuk generalisasi hasil penelitian perlu tetapkan besar sampel. Besar sampel tergantung kepada : * jenis populasinya * presisi terhadap nilai populasi * rancangan penelitian * proporsi fenomena yang terjadi * konfidens interval * biaya, tenaga, waktu dll. Pengumpulan Data Macam-macam metode pengumpulan data : a. Wawancara ( interview ) b. Observasi ( pengamatan ) c. Angket d. Dokumenter e. Pengukuran f. Focus group discussion ( FGD ) Pengolahan dan analisis data: Data yang telah terkumpul diolah kemudian dianalisis dengan tujuan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak. Untuk ini dipergunakan uji statistik yang sesuai dengan : - skala data

- hipotesis - rancangan penelitian. Interpretasi hasil penelitian: Dibuat berdasarkan hasil uji statistik dan hipotesis penelitian. Membuat penelitian. Membuat laporan penelitian: Dibuat berdasarkan sistematika yang ditetapkan oleh institusi yang bersangkutan. 3. 4. Tujuan dari suatu penelitian Mengetahui deskripsi fenomena alam. Penyelesaian suatu masalah. Menjelasakan hubungan berbagai kejadian. Manfaat atau kegunaan dalam melakukan penelitian Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan individu, kelompok maupun masyarakat. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan pelayan kesehatan yang kemampuan sumber daya dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan direncanakan. Hasil penelitian dapat dijadikan sarana dignosis dalam Peneelitian dapat berguna dalam pengembangan atau Diharapkan dapat menambah materi untuk bidang profesi. Cara menentukan sampel atau Technical Sampling Secara random Random sederhana. Random sistematis. mencari sebab masalah kesehatan. penerapan ilmu. 5. telah kesimpulan: Dibuat berdasarkan hasil yg telah diuji kebenarannya, sinkron dengan rumusan masalah, tujuan dan hipotesis

Secara nonrandom Proporsif Kuota nonranrom 6. penelitian Buku Jurnal Penelitian sebelumnya dll 7. Langkah-langkah membuat suatu usulan penelitian atau Judul penelitian. Latar belakang. Perumusan masalah. Tujuan penelitian. Umum. Khusus. Manfaat penelitian. Tinjauan kepustakaan Kerangka konsep, hipotesis dan definisi operasional. Metode penelitian. Jenis penelitian. Populasi dan sampel. Cara pengumpulan data. Instrumen. Rencana dan pengolahan analisis data research proposal? Bahan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam

Rencana kegiatan. Organisasi peneliti. Rencana biaya. Daftar pustaka.

8.

Etika seorang peneliti: jika yang diteliti adalah orang, maka

peneliti harus mempunyai persetujuan dari orang yang akan ditelitinya tersebut. Hal ini diatur dalam Deklarasi Helsinki.

IV. SISTEMATIKA MASALAH

FAKTOR PEMBEKUAN DARAH

HEMOSTASIS

HISTOLOGI

HEMATOPOESIS

HEMATOLIMFOPOETIK

PENGATURAN PEMBENTUKAN DARAH

GANGGUAN DARAH

KOMPOSISI DARAH

FUNGSINYA

V. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Jenis-jenis penelitian. 2. Desain penelitian. 3. Teknik pemilihan subjek penelitian dan Technical Sampling. 4. Teknik mengumpulkan data. 5. Etika penelitian. 6. Kerangka konsep, variabel dan hipotesis.

VI. MENGUMPULKAN INFORMASI 1. 2. Desain penelitian. Desain penelitian adalah rancangan penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menuntun peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Beberapa hal penting sebelum menentukan desain penelitian adalah: Peneliti harus menentukan apakah penelitiannya akan melakukan intervensi terhadap penlitiannya (eksperimantal) atau tidak melakukan intervensi (observasional). Apabila penelitian observasional, harus ditentukan apakah akan melakukan pengamatan waktu (studi cross-sectional) atau melakukan follow-up dalam kurun waktu tertentu (studi longitudinal). Apakah akan dilakukan studi retrospektif (mengevaluasi peristiwa yang sudah berlangsung) atau prospektif (mengikuti subjek untuk meneliti peristiwa yang belum terjadi) Secara umu desain penelitian dapat dapat dibagi atas: a. Penelitian observasional i. Laporan kasus atau seri kasus

Desain penelitian yang tidak dapat menilai terdapatnya hubungan sebab-akibat, oleh karena penelitian ini dilakukan tanpa kontrol. Contohnya, gejala efek samping dari suatu obat. ii. Penelitian cross-sectional. Dalam desain ini peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada suatu saat tertentu. Tiap subjek hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabelsubjek dilakukan pada saat pemerikasaan tersebut. Jadi pada penelitian cross-sectional ini peneliti tidak melakukan tindakan lanjut terhadap pengukuran yang dilakukan. Desain ini sering digunakan baik dalam studi klinis maupun lapangan dan bisa deskriptif maupun analitik . Contoh: deskriptif prensentase bayi yang mendapatkan ASI di suatu komunitas, analitik beda kolesterol anak SMP desa dan kota. Dalam studi analitik cross-sectional mempelajari hubungan antar faktor risiko dengan penyakit (efek), sedangkan observasi atau pengukuran terhadap variabel bebas dan variabel terikat dilakukan satu kali dan dalam waktu yang bersamaan. iii. Studi case control. Dalam desain ini pengukuran variabel bebas dan variabel terikat tidak dilakukan dalam waktu yang sama. Pada desain ini peneliti melakukan pengukuran variabel tergantung sedangkan variabel bebasnya dicari secara retrospektif. Oleh karena itu, studi case-control disebut juga studi longitudinal, artinya subjek tidak hanya diobservasi pada satu saat tetapi diikuti selama periode yang ditentukan. Kasus dalam penelitian ini artinya subjek yang sudah terkena penyakit atau efek tertentu, sedangkan kontrol adalah subjek yang berasal dari populasi dengan karakter yang sama dengan kasus, tetapi tidak menderita penyakit atau kelainan yang akan diteliti. iv. Studi kohort

Pada desain penelitian ini yang diteliti terlebih dahulu adalah kausanya, kemudian subjek diikuti secara prospektif selama periode tertentu untuk mencari ada tidaknya efek. Dalam penelitian ini yang menjadi subjeknya adalah subjek yang belum mengalami pajanan faktor risiko dan belum mempunyai efek. Penelitian atau studi kohort retrospektif, peneliti mengidentifikasi faktor risiko dan efek pada kohort yang telah terjadi dimasa lalu. Pada studi ini kesahihan data sangat tergantung pada kualitas data pada rekam medik atau catatan yang dipergunakan sebagai sumber data. b. Penelitian eksperimantal Penelitian sama dengan studi intervensional dimana merupakan suatu rancangan penelitian yang mencari hubu ngan sebab-akibat. Penelitian ini dapat dibagi menjadi 3, yaitu: praeksperimantal, studi kuasi-eksperimantal dan eksperimental benar. Studi eksperimental sering didominasi dengan uji klinis untuk menilai efek terapeutik obat atau orosedur pengobatan dll. 3. Teknik pemilihan subjek dan technical sampling. Populasi. sejumlah besar subjek yang mempunyai karakteristik tertentu, dapat berupa manusia, hewan, data laboratorium dll, sedangkan karakteristik subjek ditentukan sesuai ranah atau tujuan penelitian. Populasi dibagi menjadi 2: a. Populasi terjangkau: populasi yang merupkan sasaran akhir penerapan hasil penelitian. Populasi target ini bersifat umum, yang pada penelitian klinis biasanya dibatasi oleh karaketristik demografis (contohnya usia, jenis kelamin) dan karakteristik klinis. b. Populasi terjangkau: bagisn dari populasi target yang dapat dijangkau oleh peneliti atau populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktu. Sampel.

Sampel adalah bagian (subset) dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga dianggap mewakili populasi. Cara pemilihan sampel adalah: a. Probability sampling Hal prinsip pada teknik ini adalah setiap subjek dalam populasi (terjangkau) mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih atau untuk tidak terpilih sebagi sampel penelitian. Jenis-jenis probability samplinganatara lain: i. Simple random sampling: dalam teknik ini terlebih dahulu peneliti menghitung jumlah subjek dalam populasi (terjangkau) yang akan dipilihsampelnya, kemudian diberi nomor dan dipilih dengan bantuan tabel random. ii. Systematic sampling: pada teknik ini ditentukan bahwa dari seluruh subjek yang dapat dipilih, setiap subjek nomor kesekian dipilih sebagai sampel. Bila peneliti ingin mengambil 1/n dari populasi, maka tiap nomor ke n dipilih sebagai sampel. iii. Stratified random sampling: pada cara ini sampel dipilih secara acak untuk setiap strata, kemudian hasilnya dapat digabungkan menjadi satu sampai yang terbebas dari variasi untuk setiap strata. Variabel yang sering digunakan untuk stratifikasi adalah jenis kalamin, umur, ras, kondisi sosial ekonomi, status gizi dll. iv. Cluster sampling: proses penarikan sampel secara acak pada kelompok individu dalam populasi yang terjadi secara alamiah, contohnya berdasarkan wilayah (kodya, kecamatan, kelurahan dst). Efektif untuk populasi yang tersebar luas yang tidak mungkin untuk membuatdaftar seluruh populasi tersebut. b. Nonprobability sampling Cara pemilihan sampel yang lebih praktis dan lebih mudah dilakukan dari pada probability sampling, karena dalam penelitian

klinis lebig sering digunakan. Kesahihan sampel nonprobaility terletak pada berapa benar sampel yang dipilih menyerupai probability sampling. Jenis-jenis nonprobability sampling anatar lain: i. Consecutive sampling: semua subjek yang datang dan memenuhi kriteia pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi. Agar consecutive sapling dapat menyerupai probability sampling, maka jangka waktu pemilihan pasien harus tidak terlalu pendek, terutama untuk penyakit yang dipengaruhi musim. ii. Convenient sampling: sampel diambil tanpa sistematika tertentu, hingga jarang dapat dianggap dapat mewakili populasi terjangkau, apalagi populasi target. iii. Judgmental samplingatau purposive sampling: peneliti memilih responden berdasarkan pada pertimbangan subjektifnya, bahwa responden tersebut dapat memberikan informasi yang memadai untuk menjawab pertanyaan peneliti. 4. Teknik mengumpulkan data i. sasaran pengamatan ii. iii. Pengamatan Pengamatan sistematis: eksperimental: mempunyai observer kerangka atau struktur yang jelas jadi pengamatan lebih rendah. dicoba atau dimasukkan ke dalam suatu kondisi tertentu sehingga yang akan dicari akan timbul. i. Wawancara Wawancara tidak terpimpin: tidak ada pokok persoalan yang menjadi fokus dalam wawancara tersebut. Pengamatan (observasi) Pengamatan terlibat: observer benarbenar mengambil bagisn dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan

ii.

Wawancara terpimpin: berdasarkan kuesioner yang telah

disiapkan masak-masak sebelumnya sehingga interview tinggal menanyakan soalan yang ada pada kuesioner. iii. Wawancara bebas terpimpin: kombinasi dari wawancara tidak terpimpin dan terpimpin dimana pembicaraan yang btegas tetapi mempunyai fleksibelitas dan arah yang jelas. iv. Free talk dan diskusi: kedua belah pihak antara yang menginterview dan yang diinterview saling bertukar pikiran dan perasaan.

i. ii.

Angket Angket umum: cara yang berusaha sejauh mungkin untuk Angket khusus: hanya berusaha untuk mendapatkan datamemperoleh selengkap-lengkapnya tentang kehidupan seseorang. data mengenai sifat-sifat khusus dari pribadi seseorang.

5. Etika penelitian