Anda di halaman 1dari 3

CITRA TUBUH 1.

PENGERTIAN Citra tubuh / body image / gambaran diri adalah sikap, persepsi, keyakinan dan pengetahuan individu secara sadar atau tidak sadar terhadap tubuhnya yaitu ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek yang kontak secara terus menerus (anting, make up, kontak lensa, pakaian, kursi roda, dll) baik masa lalu maupun sekarang. 2. PERKEMBANGAN CITRA TUBUH Perkembangan citra tubuh sesuai dengan proses tumbuh dan kembang. Individu mempunyai kemampuan menerima reaksi dari luar dan eksplorasi tentang dirinya. Contoh : cantik, gendut, kuat, lemah, baik, buruk. Apabila individu dapat menerima dan menyukai diri maka akan lebih aman, bebas ansietas dan harga diri positif. 3. GANGGUAN CITRA TUBUH Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. Perubahan konsep diri dapat diakibatkan oleh perubahan dari tubuh sendiri atau pandangan terhadap tubuh. Sehingga pertumbuhan dan proses menua, standar sosial budaya dan trauma dapat berkontribusi terhadap terjadinya gangguan citra tubuh. 4. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN CITRA TUBUH Beberapa stressor yang dapat mengganggu integritas citra tubuh : a. Perubahan ukuran tubuh Cth : berat bdan yang turun akibat penyakit b. Perubahan bentuk tubuh Cth : Tindakan invasif seperti operasi, suntikan, daerah pemasangan infus c. Perubahan struktur tubuh Sama dengan perubahan bentuk tubuh disertai dengan pemasangan alat di dalam tubuh, seperti protesa d. Perubahan fungsi tubuh Berbagai penyakit yang dapat merubah sistem tubuh seperti hemiplegi, buta, tuli e. Keterbatasan Dalam pemenuhan kebutuhan individu yang tak tercapai seperti gerak/mobilitas, makan, aktifitas f. Makna dan objek yang sering kontak Penampilan dan dandan berubah, pemasangan alat pada tubuh klien (infus, traksi, respirator, suntik, pemeriksaan tanda vital).

5. TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala gangguan citra tubuh dapat dilihat dari proses kehilangan dan penyesuaian terhadap perubahan tubuh. Perubahan Citra Tubuh Syok Psikologis

Menarik Diri Penerimaan/Pengakuan Integrasi Psikososial Aspek Respon Adaptif Aktualisasi Diri Konsep diri positif Harga diri rendah Kerancuan identitas Respon Maladaptif Depersonalisasi

Penyesuaian terhadap perubahan gambaran diri melalui proses seperti berikut : a. Syok Psikologis Merupakan reaksi emosional terhadap dampak perubahan dan dapat terjadi pada saat pertama pembuatan stoma ditetapkan sebagai tindakan atau pada saat stoma telah ada (paska operasi). Syok psikologis digunakan sebagai reaksi terhadap ansietas. Informasi yang terlalu banyak dan kenyataan perubahan tubuh membuat pasien menggunakan mekanisme pertahanan seperti mengingkari, menolak dan proyeksi, untuk mempertahankan keseimbangan diri. b. Menarik Diri Pasien menjadi sadar akan kenyataan, ingin lari dari kenyataan. Tetapi karena tidak mungkin, maka pasien lari/menghindar secara emosional. Pasien menjadi pasif, tergantung, tidak ada motivasi dan keinginan untuk berperan dalam perawatannya. c. Penerimaan/Pengakuan Setelah pasien sadar akan kenyataan maka respon kehilangan/berduka muncul. Setelah fase ini pasien mulai melakukan reintegrasi dengan gambaran diri yang baru. d. Integrasi Merupakan proses yang panjang, dapat mencapai beberapa bulan. Oleh karena itu perencanaan pulang (discharge planning) dan home care perlu dilaksanakan. Pasien tidak sesegera mungkin untuk dilatih untuk merawat stoma. Mula-mula diberi kesempatan untuk meraba perut dari luar pakaian, kemudian diulang menjelaskan bahwa stoma merupakan tindakan terbaik dan dapat berfungsi sama seperti anus. Selanjutnya dilatih untuk merawat stoma secara bertahap dan akhirnya pasien menerima stoma sebagai bagian dari gambaran tubuhnya yang baru. Masalah citra tubuh yang paling sering ditemukan adalah ansietas atau takut, koping individu/keluarga yang tidak efektif, fungsi seksual terganggu.

Proses di atas adalah proses yang adaptif, jika tampak gejala dan tanda berikut secara menetap maka respon klien dianggap mal adaptif sehingga terjadi gangguan citra tubuh : a. Menolak untuk melihat dan menyentuh bagian yang berubah b. Tidak dapat menerima perubahan tubuh yang telah terjaadi/akan terjadi mengenai struktur dan fungsi tubuh c. Menolak penjelasan perubahan tubuh d. Persepsi negatif pada tubuh e. Prekupasi dengan bagian tubuh yang hilang f. Mengungkapkan keputusasaan g. Mengungkapkan ketakutan h. Mengurangi kontak sosial (menarik diri) i. Depersonalisasi 6. MASALAH KEPERAWATAN a. Gangguan citra tubuh b. Gangguan harga diri c. Keputusasaan d. Ketidakberdayaan e. Kerusakan penyesuaian