Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI

FILTER TESTING UNIT



Pembimbing :
Ir. Umar Khayam











Disusun oleh :

Yusuf Zaelana

NIM : 101411032
Kelompok : II
Kelas : 2A D3 TEKNIK KIMIA


D3 TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2012

I. TUJUAN

1. Melakukan proses filtrasi pada tekanan tetap dengan variasi tekanan berbeda-
beda
2. Menghitung koefisien tahanan cake dan tahanan medium filter pada tekanan tetap
dengan variasi tekanan yang berbeda
3. Menganalisa pengaruh terhadap kualitas hasil filtrasi

II. DASAR TEORI

Proses filtrasi bertujuan memisahkan padatan dari campuran fasa cair dengan driving
force perbedaan tekanan sehingga mendorong fasa cair melewati lapisan suport pada medium
filter. Pada proses filtrasi, pemisahan padatan akan tertahan pada medium penyaring.
Sedangkan fasa cair yang melewati medium filter berupa limbah/ hasil sampingnya.
Prosedur filtrasi sederhana dapat diterapkan langsung pada benda padat yang bentuknya
tetap. Sebaliknya, diperlukan perlakuan-perlakuan khusus sebelum dan sesudah proses filtrasi
jika padatan yang akan dipisahkan berupa cairan yang mudah terdeformasi atau berukuran
kecil dan relatif sulit diambil dari suspensi cair.
Pada umumnya, penerapan teknologi filtrasi pada industri kimia telah banyak
mengalami modifikasi. Modifikasi ini terutama dilakukan untuk memperbaiki sifat dan
karakteristik fisika dan kimiawi cake yang terakumulasi pada medium filter. Padatan cake
umumnya dipisahkan dari medium filter dengan penambahan aditif tertentu. Padatan cake
akan membentuk ageregat yang semakin lama semakin besar sehingga mudah dilepas
dari medium filternya. Padatan lain yang biasa ditambahkan adalah filter aid. Tanpa filter aid
akumulasi cake pada medium filter akan sangat sedikit karena terbawa aliran cross flow
yang besar.
Pemisahan dapat dilakukan karena adanya media filtrasi seperti kain, kanvas, pasir.
Pemilihan media filtrasi didasarkan atas :
a. Jumlah padatan yang dipisahkan
b. Tipe padatan
c. Viskositas dari fluida


Berdasarkan prinsip kerjanya, filtrasi dapat dibedakan menjadi:
1. Pressure filtration
Merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip penekanan. Bentuk alat
tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.3.






Gambar 1.3 Pressure Filtration Press
2. Gravity filtration
Merupakan filtrasi yang menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan cairan.
3. Vacuum filtration
Filtrasi tekanan vakum merupakan filtrasi yang dilakukan dengan prinsip hampa
udara untuk mengalirkan cairan. Cairan tertarik melewati medium filter karena
tekanan vakum, sedangkan padatan akan tertinggal di permukaan atas medium
filter membentuk cake pada proses.

Septum atau medium penyaring pada setiap filter harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat yang
cukup jernih
tidak mudah tersumbat
harus tahan secara kimiawi dan kuat secara fisik dalam kondisi proses
harus memungkinkan penumpukan cake dan pengeluaran cake secara total dan
bersih.
tidak mahal.

Filtrasi adalah contoh khusus mengenai aliran melalui media berpori, khususnya
kasus di mana tahanan terhadap aliran konstan. Dalam filtrasi, tahanan aliran meningkat
sesuai dengan waktu, sesuai dengan pembentukan cake di atas medium filter atau filter aid.
Besaran-besaran utama yang penting adalah laju aliran melalui filter dan penurunan tekanan
melintasi unit tersebut. Dengan berjalannya waktu selama filtrasi, laju aliran akan berkurang
atau penurunan tekanan akan meningkat. Pada proses filtrasi tekanan tetap, penurunan
tekanan dibuat konstan dan laju aliran dibiarkan menurun sesuai waktu.

Hukum Darcy
Hukum Darcy menghubungkan laju partikel padatan melalui lapisan berpori dengan
pressure drop yang menyebabkan aliran tersebut.
v =
k.P
.L

dimana:
v = laju alir padatan dalam campuran cairannya
k = konstanta proporsionalitas yang umum disebut konstanta permeabilitas Darcy
P = pressure drop pada melalui kedua tebal pelat
L = ketebalan pelat
= viskositas cairan

Analogi dengan Hukum Ohm, laju alir akan berbanding lurus dengan diriving force
berupa potensial P pressure drop, dan berbanding terbalik dengan penghambat alirannnya
(L/k). Namun, Hukum Darcy untuk filtrasi hanya berlaku pada kondisi:
d. .p
( 1-s)
< 5
dimana,
d = ukuran partikel yang diasumsikan sama dengan diameter pori yang menahan filter
cake
= densitas cairan



III. DATA PENGAMATAN
Luas total medium filter ( A ) = 0,03462 m
2
Viskositas filtrat air ( ) = 10
-3
kg/ms
Konsentrasi slurry ( Cs ) = 0,15 kg/m
3
Volume
Filtrat, V
(m
3
)
Waktu, t
(s)
P = 0,1
Bar
Waktu, t
(s)
P = 0,2
Bar
Waktu, t
(s)
P = 0,3
Bar
Waktu, t
(s)
P = 0,4
Bar
Waktu, t
(s)
P = 0,5
Bar
0,0005 127 112 104 62 60
0,0010 222 189 171 126 115
0,0015 307 265 245 196 158
0,0020 408 341 317 287 204
0,0025 518 427 402 336 260
0,0030 627 519 470 454 314
0,0035 730 602 545 512 364
0,0040 818 706 610 586 405
0,0045 927 808 767 623 457
0,0050 1023 884 849 675 507
0,0055 1283 1100 1112 723 559
0,0060 1515 1321 1124 783 607










IV. PENGOLAHAN DATA

A. Mencari Kp dan B
t
I
=
Kp
2
I + B
Y = Ax + B
Slope =
Kp
2
; Intersep = B
Volume
Filtrat, V
(m
3
)
t/V
P = 0,1
Bar
t/V
P = 0,2
Bar
t/V
P = 0,3
Bar
t/V
P = 0,4
Bar
t/V
P = 0,5
Bar
0,0005 254000,000 224000,000 208000,000 124000,000 120000,000
0,0010 222000,000 189000,000 171000,000 126000,000 115000,000
0,0015 204666,667 176666,667 163333,333 130666,667 105333,333
0,0020 204000,000 170500,000 158500,000 143500,000 102000,000
0,0025 207200,000 170800,000 160800,000 134400,000 104000,000
0,0030 209000,000 173000,000 156666,667 151333,333 104666,667
0,0035 208571,429 172000,000 155714,286 146285,714 104000,000
0,0040 204500,000 176500,000 152500,000 146500,000 101250,000
0,0045 206000,000 179555,556 170444,444 138444,444 112666,667
0,0050 204600,000 176800,000 169800,000 135000,000 111800,000
0,0055 233272,727 200000,000 202181,818 131454,545 110363,636
0,0060 252500,000 220166,667 187333,333 130500,000 126000,000






P = 0,1 Bar

Slope = 601114

Kp
2
= 601114
Kp = 1202228
Intersep = 215572
B = 215572


P = 0,2 Bar

Slope = 833178

Kp
2
= 833178
Kp = 1666356
Intersep = 183041
B = 183041


y = 601114x + 215572
R = 0,0033
0,000
50000,000
100000,000
150000,000
200000,000
250000,000
300000,000
0 0,002 0,004 0,006 0,008
t
/
V

(
s
/
m
3
)
V (m3)
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
y = 833178x + 183041
R = 0,0063
0,000
50000,000
100000,000
150000,000
200000,000
250000,000
0 0,002 0,004 0,006 0,008
t
/
V

(
s
/
m
3
)
V (m3)
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
P = 0,3 Bar

Slope = 926151

Kp
2
= 926151
Kp = 1852302
Intersep = 168346
B = 168346


P = 0,4 Bar

Slope = 1000000

Kp
2
= 1000000
Kp = 2000000
Intersep = 132941
B = 132941

y = 926151x + 168346
R = 0,0083
0,000
50000,000
100000,000
150000,000
200000,000
250000,000
0 0,002 0,004 0,006 0,008
t
/
V

(
s
/
m
3
)
V (m3)
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
y = 1E+06x + 132941
R = 0,0514
0,000
20000,000
40000,000
60000,000
80000,000
100000,000
120000,000
140000,000
160000,000
0 0,002 0,004 0,006 0,008
t
/
V

(
s
/
m
3
)
V (m3)
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
P = 0,5 Bar

Slope = 796896

Kp
2
= 796896
Kp = 1593792
Intersep = 107167
B = 107167


B. Mencari nilai Rm dan
Rm =
B A P


=
Kp A
2
P
Cx
y = 796896x + 107167
R = 0,0347
0,000
20000,000
40000,000
60000,000
80000,000
100000,000
120000,000
140000,000
0 0,002 0,004 0,006 0,008
t
/
V

(
s
/
m
3
)
V (m3)
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
P (Bar) P (Kg/ms
2
) Rm
0,1 1 x 10
4
74627792820 96053251749
0,2 2 x 10
4
126732097170 266270478430
0,3 3 x 10
4
174836580030 443974762658
0,4 4 x 10
4
184088720340 639168289200
0,5 5 x 10
4
185498039475 636688316238

P log P Kp Rm Log Rm Log
10000 4 1202228 74627792820 96053251749 10,87290 10,98251
20000 4,30103 1666356 1,26732E+11 2,6627E+11 11,10289 11,42532
30000 4,477121 1852302 1,74837E+11 4,43975E+11 11,24263 11,64736
40000 4,60206 2000000 1,84089E+11 6,39168E+11 11,26503 11,80562
50000 4,69897 1593792 1,85498E+11 6,36688E+11 11,26834 11,80393


y = 0,5948x + 8,5237
y = Ax + B
n = A = slopc = 0,5948
logRm
0
= B = intcrccpt = 8,5237 Rm
0
= 10
B
= 10
8,5237
= 333964266
m
kg


y = 0,5948x + 8,5237
R = 0,9389 10,80000
10,90000
11,00000
11,10000
11,20000
11,30000
11,40000
3,8 4 4,2 4,4 4,6 4,8
L
o
g

R
m
Log P
Log Rm vs Log P
Ser i es1
Li near (Ser i es1)

y = 1,2332x + 6,0873
y = Ax + B
s = A = slopc = 1,2332
logo
0
= B = intcrccpt = 6,0873 o
0
= 10
B
= 10
6,0873

= 1222643,941
m
kg













y = 1,2332x + 6,0873
R = 0,9747 10,80000
11,00000
11,20000
11,40000
11,60000
11,80000
12,00000
3,8 4 4,2 4,4 4,6 4,8
L
o
g

Log P
Log vs Log P
Ser i es1
Li near (Ser i es1)
V. PEMBAHASAN
Praktikum filter testing unit ini dilakukan agar praktikan dapat melakukan
penyaringan suatu padatan yaitu tepung kanji dari larutan suspensinya dengan prinsip
pemvakuman ruang filtrat (hampa udara). Tujuan dibuatnya tekanan vakum pada ruang filtrat
yaitu agar beda tekanan dapat terjadi antara ruang slurry/suspensi dan ruang filtrat sehingga
larutan dapat mengalir menuju ruang filtrat dengan cepat menjadi filtrat jernih sedangkan
padatan kanji akan tersaring pada kertas filter.
Percobaan pertama yang dilakukan yaitu membuat larutan suspensi tepung kanji 10%
(konsentrasi = 0,15 kg/m
3
) sebagai sampel slurry yang akan disaring. Kemudian suspensi
kanji tersebut dialirkan menuju ruang slurry dengan bantuan pompa peristaltik. Pada ruang
filtrasi, padatan kanji yang tersaring pada kertas saring akan membentuk lapisan yang disebut
cake yang semakin menebal seiring bertambahnya waktu.
Berdasarkan pengamatan, semakin bertambahnya waktu maka semakin jernih filtrat
yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan cake dari padatan kanji yang menebal memiliki peran
juga sebagai medium filter, dimana pori-pori cake tersebut lebih kecil dari pori-pori kertas
saring sehingga padatan kanji akan semakin sulit lolos dan filtrat yang dihasilkan jernih.
Namun cake tersebut juga harus dibersihkan, karena cake akan memberikan tahanan terhadap
aliran cairan yang menembusnya. Bersamaan dengan menebalnya cake selama proses filtrasi,
tahanan juga akan semakin besar dan akibatnya daya filtrasi akan menurun.
Proses filtrasi dilakukan pada tekanan tetap dengan variasi tekanan berbeda-beda.
Berdasarkan percobaan diketahui bahwa pada setiap tekanan tetap maka waktu yang
dibutuhkan untuk menghasilkan filtrat setiap 0,5 liter akan semakin lambat. Kemudian
dengan adanya variasi tekanan yang berbeda dapat diketahui bahwa semakin besar tekanan
vakum pada ruang filtrat, maka semakin besar pula beda tekanan yang terjadi antara ruang
slurry/suspensi dan ruang filtrat sehingga akan semakin cepat pula proses filtrasi yang terjadi
(waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan filtrat setiap 0,5 liter akan semakin cepat).
Berdasarkan perhitungan dan pengamatan pada grafik dapat diketahui nilai koefisien
tahanan cake (), dimana semakin besar beda tekanan (P) maka harga koefisien tahanan
cake akan semakin besar. Hal ini dikarenakan dengan semakin besarnya beda tekan yang
terjadi, maka cake yang terbentuk semakin tebal sehingga memiliki tahanan yang semakin
besar dan nilai koefisien tahanan cake juga akan semakin besar.
Demikian pula dengan penentuan harga koefisien medium filter. Berdasarkan
pengamatan dan perhitungan dapat diketahui bahwa semakin besar beda tekanan yang terjadi,
maka cake yang terbentuk semakin banyak dan akan berperan sebagai medium filter selain
kertas saring. Kemudian dengan menebalnya cake tersebut maka tinggi kapiler atau pori-pori
medium filter semakin besar sehingga tahanan medium filter terhadap aliran yang
menembusnya semakin besar dan berpengaruh terhadap harga koefisien medium filter yang
akan semakin besar pula.
Dari pengamatan pada percobaan terlihat bahwa semakin besar beda tekanan maka
semakin cepat proses filtrasi yang terjadi tetapi cairan filtrat yang dihasilkan semakin keruh.
Hal ini dikarenakan suspensi awal yang masuk akan tersaring dengan cepat menuju ruang
filtrat, dan medium filter yang berperan hanya kertas saring. Namun jika dibandingkan
dengan harga beda tekanan yang kecil maka suspensi akan tersaring secara lambat tetapi
secepatnya cake yang terbentuk akan membantu proses penyaringan membuat filtrat yang
dihasilkan semakin jernih.


VI. KESIMPULAN
1. Semakin besar tekanan vakum pada ruang filtrat, maka semakin besar pula beda
tekanan yang terjadi antara ruang slurry/suspensi dan ruang filtrat sehingga akan
semakin cepat pula proses filtrasi yang terjadi.
2. Semakin besar beda tekanan (P) maka semakin besar nilai koefisien tahanan
cake ().
3. Semakin besar beda tekanan (P) maka semakin besar nilai koefisien medium
filter (Rm)
4. Semakin besar beda tekanan maka semakin cepat proses filtrasi yang terjadi
sehingga cairan filtrat yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak baik (semakin
keruh).



DAFTAR PUSTAKA

Departemen Teknik Kimia ITB. http://dc310.4shared.com/doc/4lOlr0Vd/preview.html
Geankoplis, C. J. Transport Process and Unit Operation, 2nd Edition. 1983.
Mc. Cabe, W. L. J. C. Smith, P. Harriot. Unit Operation of Chemical Engineer, 5rd
Edition. 1985.
Palaka. 2010. Filtrasi Cepat. http://bhupalaka.files.wordpress.com/2010/12/filter
cepat.pdf. Diakses tanggal 16 November 2011.
Tim penyusun. Penuntun Praktikum Laboratorium Teknik Kimia I. Fakultas Teknik.
Universitas Riau. 2011
http://www.scribd.com/doc/74880674/BAB-I-Filtrasi