Anda di halaman 1dari 17

PENGORGANISASIAN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Manajemen Dosen Pengampu: Endah Prapti Lestari

Disusun Oleh: Nama NIM : : Rika Yuliawati 7211411107

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011


Pengorganisasian Page 1

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses

pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.

Pengertian Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Pengorganisasian

Page 2

Tujuan Pengorganisasian
Ada beberapa tujuan pengorganisasian, yaitu: 1. Membantu koordinasi, yaitu memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif. Koordinasai dibutuhkan tatkala harus membagi unitkerja yang terpisah dan tidak sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi. 2. Memperlancar pengawasan, yaitu dapat membantu pengawasan dengan menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam organisasi secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identik dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu. 3. Maksimalisasi manfaat spesialisasi, yaitu dengan konsentrasi kegiatan, maka dapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan memperoleh kepercayaan masyarakat pengguna. 4. Penghematan biaya, artinya dengan pengorganisasian, maka akan tumbuh pertimbangan yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian pelaku organisasi akan selalu berhatihati dalam setiap akan menambah unit kerja baru yang notabene menyangkut penambahan tenaga kerja yang relatif banyak membutuhkan biaya tambahan berupa gaji/upah. Penambahan unit kerja sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan pekerja baru dengan tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan. 5. Meningkatkan kerukunan hubungan antar manusia, dengan pengorganisasian, maka masing-masing pekerja antar unit kerja dapat bekerja saling melengkapi, mengurangi kejenuhan, menumbuhkan rasa saling membutuhkan, mengurangi pendekatan

materialistis. Untuk ini pihak manajer harus mampu mengadakan pendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan berusaha menampung serta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat individual.

Pengorganisasian

Page 3

Ciri - Ciri dan Unsur - Unsur Pengorganisasian.


Ciri Ciri Pengorganisasian meliputi: Organisasi sebagai suatu sistem, yaitu adanya seperangkat unsur yang saling bergantung dan berhubungan antara yang satu dan yang lainnya. Organisasi merupakan struktur, yang mana mempunyai kadar formalitas, pembagian tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh anggota kelompok. Adanya perencanaan yang dilakukan secara sadar berdasarkan rasionalitas dan pedomanpedoman yang jelas. Adanya koordinasi dan koorprasi yang baik diantara orang-orang yang bekerja sama, menunjukkan bahwa tindakan-tindakan orang-orang tersebut berjalan ke arah suatu tanggung jawab tertentu.

Adapun unsur-unsur pengorganisasian meliputi : Manusia, yakni orang-orang yang bekerja sama, ada pimpinan dan ada yang dipimpin, dan seterusnya. Sasaran, yakni tujuan yang ingin dicapai. Tempat kedudukan dimana manusia memainkan peran, wewenag dan tugasnya. Pekerjaan dan wewenang sesuai dengan peran dan kedudukannya yang disusun dalam pembagian tugas. Teknologi, yakni berupa hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sehingga tercipta organisasi. Lingkungan, yakni adanya lingkungan yang saling mempengaruhi, misalnya ada sistem kerja sama sosial.

Syarat-syarat Pengorganisasian
Dalam pengaturan pembagian kerja yang baik, tentu memerlukan seorang manajer yang cukup berkemampuan dan berpengalaman di bidangnya. Fungsinya adalah agar jika

Pengorganisasian

Page 4

pada suatu waktu ditemui hambatan, maka seorang manajer yang bertanggungjawab dalam pengaturan pembagian tugas tidak mengalami kesulitan dalam mencari jalan keluar. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kepuasan para anggota organisasi. Semakin banyak pengetahuan dan pemahaman terhadap implikasi pribadi dan sosial tentang pengorganisasian, maka akan semakin besar pula terciptanya team work yang baik, sehingga upaya pencapaian tujuan organisasi benarbenar dapat memberikan kepuasan anggota organisasi secaramenyeluruh dan merata. Ada beberapa syarat utama pengorganisasian, yaitu: 1. Adanya sekelompok orang yang bekerja bersama; 2. Adanya tujuan-tujuan berganda yang hendak dicapai; 3. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan; 4. Adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan; 5. Adanya wewenang dan tanggungjawab 6. Adanya pendelegasian wewenang; 7. Adanya hubungan (relationship) antara satu sama lain anggota; 8. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan; 9. Adanya tata tertib yang harus ditaat.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah cara yang dipakai untuk membagi, mengorganisasikan dan mengkoordinasikan aktivitas organisasi. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Struktur organisasi terdiri dari : 1. Spesialisasi kegiatan 2. Koordinasi kegiatan 3. Standarisasi kegiatan 4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 5. Ukuran satuan kerja
Pengorganisasian Page 5

Tipe struktur organisasi: 1. Departementalisasi fungsional 2. Departementalisasi menurut produk 3. Departementalisasi berdasarkan pelanggan 4. Departementalisasi berdasarkan geografis

Prinsip Prinsip Pengorganisasian


Pengorganisasian dimaksudkan agar masing-masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang, dan tanggungjawab, mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk bekerja sama demi mencapai tujua yang telah ditetepkan. Agar pengorganisasian berjalan dengan baik, dan mencapai tujuan bersama dalam tata kerja yang baik, maka perlu diingatkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Masing-masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup memerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama itu. 2. Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus diatur sedimikian pas sehingga tidak ada unit atau lebih yang mempunyai tugas yang sama. 3. Pembuatan struktur organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah, adanya keseimbangan tugas antara unit dan sebagai dampak, adanya kesederhanaan wewenang dan tanggung jawab agar mengurangi span of control 4. Struktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan dapat nampak jelas dan tidak terlalu banyak orang yag terlibat dalam tanggung jawab. Keterlibatan orang yang terlalu aka menghambat kerja dan merupakan suatu pemborosan.

Asas-asas Pengorganisasian
Hadari Nawawi mengemukakan beberapa asas dalam organisasi, diantaranya :

Organisasi harus profesional, yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengorganisasian

Page 6

Pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja. Organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. Organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol. Organisasi harus mengandung kesatuan perintah. Oraganisasi harus fleksibel dan seimbang.

Bentuk-bentuk Organisasi.
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan

departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu : 1. Pembagian kerja 2. Rantai perintah 3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Tingkatan manajemen

Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Bentuk Piramidal 2. Bentuk Vertikal 3. Bentuk Horisontal 4. Bentuk Melingkar

Pengorganisasian

Page 7

Macam-macam organisasi :
a. Berdasarkan proses pembentukannya : 1. Organisasi formal : Organisasi yang dibentuk secara sadar dengan tujuan-tujuan tertentu, yang diatur dengan ketentuan-ketentuan formal (misalnya : AD, ART dan peraturan tertulis). 2. Organisasi informal : Organisasi yang terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, dengan tujuan yang juga tidak sepenuhnya disadari karena terjalin lewat hubungan-hubungan pribadi yang tidak tertulis. b. Berdasarkan kaitannya dengan pemerintah : 1. Organisasi resmi, organisasi yang dibentuk oleh (atau ada hubungannya dengan) pemerintah, misalnya jawatan, lembaga pemerintah, perusahaan negara, dll. 2. Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah, misalnya organisasi swasta. c. Berdasarkan skala (ukuran) : 1. Organisasi besar 2. Organisasi sedang (menengah)

3. Organisasi kecil d. Berdasarkan tujuan : 1. Public organization (organisasi pelayanan), organisasi sosial yang tujuan utamanya untuk melayani kepentingan umum, tanpa perhitungan untung-rugi; tujuannya adalah layanan dan bukan laba. Misalnya pemerintah, yayasan, dll. 2. komersil (mendapatkan laba)dan semua tindakannya selalu bermotifkan laba (profit motive). e. Berdasarkan organization chart (bagan organisasi) : 1. Berbentuk segitiga vertikal, pada bagan organisasi ini, manajemen puncak terdapat pada puncak segitiga, semakin dekat ke puncak segitiga, jabatan semakin tinggi dan sebaliknya. Bagan organisasi ini semakin ke bawah semakin melebar.

Pengorganisasian

Page 8

2. Berbentuk segitiga horisontal dari kiri ke kanan, manajemen puncak terdapat pada sebelah kiri dan cara membacanya dari kiri ke kanan. Bagan ini melebar ke kanan, berarti posisi yang paling kanan adalah kedudukan yang paling rendah. 3. Berbentuk lingkaran (circulair), menurut bagan ini puncak manajemen terdapat pada pusat lingkaran; semakin dekat posisi jabatan ke pusat lingkaran, semakin penting fungsinya.

Struktur departemen organisasi secara formal dapat dilakukan dengan tiga cara pokok : 1. Departementasi Fungsional, organisasi menurut fungsi menyatukan semua orang yangterlibat dalam satu aktivitas atau beberapa aktivitas berkaitan yang disebut fungsi dalam satu departemen. Seperti pemasaran atau keuangan dikelompokkan ke dalam 1 unit. 2. Departementasi divisional, departemen perusahaan besar yang berupa bisnis terpisah; mungkin ditujukan untuk membuat dan menjual produk spesifik atau melayani pasar spesifik. 3. Organisasi proyek dan matriks, struktur sebuah organisasi yang di dalamnya setiap karyawan melapor kepada manajer fungsional atau manajer divisi.

Pengorganisasian

Page 9

BAB II PENTINGNYA PENGORGANISASIAN

Seluruh ahli manajemen beranggapan bahwa Pengorganisasian merupakan suatu fungsi yang sangat penting di dalam fungsi manajerial. Pengorganisasian menyebabkan timbulnya sebuah struktur organisasi, yang dianggap sebagai sebuah kerangka yang masih dapat menggabungkan usaha-usaha mereka dengan baik. Dengan kata lain, salah satu bagian penting tugas pengorganisasian adalah mengharrmonisasikan kelompok orang yang berbada, mempertemukan macam-macam kepentingan dan memanfaatkan kemampuan-kepampuan kesemuanya kesuatu arah tertentu. (George .K Terry)

Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang diharapkan tersebut akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang terbatas baik pengetahuan, tehnologi, skill maupun waktu yang dimiliki itu, dapat dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya, wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain sehingga secara sinergis dan mutual simbiosis membentuk kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan dan pencapaian tujuan lebih baik, tanpa ada kerjasama yang baik maka tidak ada "manajemen".

Uraian diatas memberikan dorongan untuk menjawab suatu pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi ? 1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya. 2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna. 3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki.
Pengorganisasian Page 10

4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan. 5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju. 6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi. 7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan. 8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.

Pengorganisasian

Page 11

BAB III LANDASAN TEORI

Untuk mengetahui lebih jauh tentang tentang pengertian organisasi, maka dapat dilakukan melalui pendekatan teori organisasi. muncul berbagai pendapat dimana setiap pendapat itu mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam melihat organisasi. shafritz dan steve ott dalam thoha (2002:7-42) merinci teori organisasi atas enam mazhab yaitu: Teori organisasi klasik Teori organisasi klasik masa dominasinya, dimulai sekitar tahun 1930-an, dan sampai sekarang diakui mempunyai pengaruh yang besar, para ahli yang tercatat dalam kelompok teori organisasi klasik antara lain henry fayol (1841-1925), dan max weber (1864-1920). Ajaran pokok teori klasik adalah sebagai berikut : 1. Organisasi itu timbul untuk mencapai produksi dan tujuan-tujuan ekonomi. 2. Hanya ada satu cara terbaik untuk mengorganisasikan produksi dan cara itu dapat dijumpai melalui penelitian yang sistematik dan ilmiah 3. Produksi dapat dimaksimalkan melalui spesialisasi dan pembagian kerja. 4. Orang dan organisasi bekerja haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip rasionalitas dan efisiensi. Teori organisasi neoklasik Teori organisasi neoklasik diperkirakan hadir setelah perang dunia kedua sampai dengan 1950-an. Teori organisasi neoklasik tidak mengembangkan body of theory, yang dapat mengganti teori organisasi klasik. Aliran ini dianggap sebagai aliran transisi dan reaksioner dari aliran teori organisasi klasik. Ahli yang terkenal dari aliran neoklasik ini ialah herbert a. symon, yang dikenal dengan prinsip administrasi. Salah satu tema utama aliran neoklasik ini adalah bahwa organisasi itu tidak bisa hidup terisolasi dari

Pengorganisasian

Page 12

lingkungannya, sehingga aliran ini yang mengawali konsepsi buka pintu organisasi terhadap pengaruh lingkungannya.

Salah seorang sosiolog terkenal yang banyak mempengaruhi aliran teori organisasi neoklasik adalah talcott parson yang merumuskan organisasi itu sebagai suatu sistem sosial yang berusaha untuk mencapai tujuan tertentu, dalam usahanya mencapai tujuan pokok dari sistem yang lebih besar, misalnya organisasi yang lebih besar atau masyarakat itu sendiri. Teori organisasi struktural modern Teori organisasi struktural modern membahas mengenai diferensiasi vertikal (misalnya tata jenjang organisasi, otorita dan koordinasi), dan diferensiasi horizontal antara unit-unit dalam suatu organisasi. Bagan organisasi merupakan satu-satunya alat yang memperjelas keterangan dari ahli-ahli teori organisasi struktural ini. Aliran teori organisasi struktural modern ini kira-kira sekitar tahun 1960-an sampai 1970-an. Beberapa asumsi dasar atau pokok ajaran aliran ini antara lain :

Organisasi itu merupakan suatu instistusi yang rasional dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. perilaku organisasi yang rasional dapat dicapai dengan baik melalui suatu sistem aturan yang jelas dan otoritas yang formal. koordinasi dan pengendalian merupakan kunci tercapainya rasionalitas dalam organisasi.

Struktur organisasi dikatakan baik bagi organisasi, atau paling sedikit sesuai dengan organisasi, jika struktur tersebut dirancang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, kondisi lingkungan yang mengelilingi organisasi, sifat produksi atau pelayanan yang dihasilkan/diberikan, dan teknologi yang dipergunakan dalam proses

produksi/pelayanan tersebut.

Spesialisasi dan pembagian kerja akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi/pelayanan. apalagi kalau diimbangi dengan kecakapan pelaksanaan dan profesionalitas yang tinggi.

Hampir semua persoalan dalam organisasi diakibatkan oleh struktur organisasi. oleh karenanya cara mengatasinya menyempurnakan atau mengganti struktur tersebut.

Pengorganisasian

Page 13

Para pemikir dan pendukung teori ini antara lain tom burns dan g.m stalker, amitai etzoni, peter m. blau, richard m. scott, arthur h. walker, jay w. larsch, paul r. lawrence dan juga henry mintzberg. Aliran organisasi sistem dan kontijensi Aliran sistem memandang suatu organisasi sebagai tatanan yang kompleks dan dinamis dari unsur-unsur yang saling terikat, yakni unsur-unsur input, proses, output, saluran feedback, dan lingkungan tempat unsur-unsur tersebut beroperasi. Suatu perubahan dalam satu unsurmengakibatkan perubahan pada unsur lain. Keterjalinan dan keterikatan itu cenderung menjadi kompleks, dinamis dan seringkali tidak diketahui. Oleh karenanya ketika pimpinan membuat keputusan yang hanya melibatkan satu unsur saja, tidak disadari akan memberikan pengaruh pada seluruh unsur dalam organisasi tersebut. aliran sistem dalam teori organisasi ini menganalisa keterjalinan dengan mempergunakan proses pengambilan keputusan dalam organisasi, informasi, dan sistem pengendalian sebagai titik pusat analisanya. para pendukung teori ini antara lain fremont e. kast dan james e. rosenweigh dengan judul buku organization and management : a system approach.

Aliran power dan politik dalam organisasi Aliran power dan politik dalam organisasi menekankan bahwa authority hanya merupakan salah satu sumber power dalam organisasi, dan power dibutuhkan untuk semua pengarahan (tidak hanya untuk mengalirkaj ke bawah melalui hieraki organisasi). Aliran ini berpendapat bahwa organisasi bukanlah nave, tidak realistik, dan bukan pula kehabisan nilai praktisnya. Organisasi merupakan sistem koalisi antar individu yang kompleks, setiap kegiatannnya mempunyai interest, kepercayaan, nilai, preferensi, perspektif dan persepsi sendiri. koalisi antara individu ini kejar mengejar dengan kelangkaan sumber organisasi secara terus menerus. Akibatnya, tidak bisa dihindari timbulnya konflik dalam organisasi. Pengaruh, kekuasaan, dan kegiatanPengorganisasian Page 14

kegiatan politik merupakan ubahan-ubahan yang paling penting dalam kehidupan organisasi. Pendukung aliran ini antara lain gerald salancik dan jeffrey pfefer.

Aliran teori budaya organisasi Aliran teori budaya organisasi merupakan suatu aliran teori organisasi yang menekankan pada satu kebudayaan yang hidup dalam organisasi. Kebudayaan yang hidup ini mestinya tidak bisa melepaskan dari kebudayaan yang hidup dalam masyarakat tempat organisasi itu berkiprah. kebudayaan itu terdiri dari segala sesuatu yang tidak bisa diraba, antar lain : nilai, kepercayaan, asumsi, persepsi, norma prilaku dan pola sikap. Kesemuanya itu tidak bisa dilihat dan diamati secara kasat mata, akan tetapi semuanya merupakan kekuatan yang selalu berada di belakang kegiatan dan aktivitas organisasi yang dapat dilihat dan diamati oleh mata kepala kita. Menurut aliran teori ini, setiap organisasi berbeda budaya satu sama lain, yang disebabkan karena : 1. Sesuatu yang telah hidup dan selalu berulang aktivitasnya bagi satu organisasi, belum tentu bisa timbul dan terjadi bersamaan dalam organisasi lain. jadi, asumsi dasarnya memang berlainan. 2. Suatu budaya dalam organisasi dibentuk oleh banyak faktor, antara lain budaya masyarakat, teknologi, suasana pasar, persaingan, kepribadian pendirinya, dan kepribadian/gaya kepemimpinan dari para pemimpin organisasi. diantara para ahli yang meramaikan dan menyambut kehadiran aliran ini antara lainnthomas peters dan robert waterman.

Pengorganisasian

Page 15

BAB IV KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah :

1. Pengorganisasian (organizing) merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan di antara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien (Stoner, 1996). Sedangkan T Hani Handoko (1999) memberikan pengertian pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya. 2. Prinsip pengorganisasian adalah tujuan yang tegas dan jelas, departementasi, pembagian tugas pekerjaan, adanya koordinasi, kesatuan komando, delegasi wewenang, luas jenjang pengawasan yang jelas, seimbang dan fleksibel. Unsur pengorganisasian adalah struktur organisasi, tugas, orang, keputusan dan imbalan, situasi informal dan budaya 3. Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari lima langkah sedangkan menurut Hani Handoko pengorganisasian terdiri atas tiga langkah. 4. Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dimana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.

Pengorganisasian

Page 16

DAFTAR PUSTAKA

http://learnmanajemen.blogspot.com/2009/01/fungsi-pengorganisasian.html http://www.scribd.com/doc/21783340/Manajemen-Pengorganisasian http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen http://wahyu410.wordpress.com/2010/11/07/pengorganisasian/ http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/12/prinsip-prinsip-pengorganisasian.html http://ners.unair.ac.id/materikuliah/6-PENGORGANISASIAN-NURS-08-CD.pdf http://abcde.web.id/view.php?judul=Tujuan%20Pengorganisasian%20dan%20Syaratsyarat%20Pengorganisasian http://initugasku.wordpress.com/2010/03/03/pentingnya-pengorganisasian-yang-baik/ Suharsimi Arikunto. Organisasi dan Administrasi . PT Raja Grafindo Persada

Pengorganisasian

Page 17