Anda di halaman 1dari 25

Pertimbangan Pemberian ObatObatan Gigi dan Mulut pada Penderita Renal Diseases Click to edit Master subtitle style

10/16/12

Kelompok A

Lia Agustina A. Maya Gusman Dinar A. Devia Annisa H. Aditya Priagung P. Inda Yulia W. Vetria M. Jatmiko Yudo N.

G1G008011 G1G009001 G1G009007 G1G009013 G1G009019 G1G009029 G1G009035 G1G009042

10/16/12

Renal Disease
Renal diseases adalah suatu penyakit dimana fungsi ginjal mengalami penurunan, sehingga tidak lagi mampu bekerja dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh serta menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia dalam tubuh. Ginjal merupakan salah satu organ yang berfungsi untuk 10/16/12 mengekskresikan sisa

Patofisiolo gi
Bila ginjal mengalami gangguan pada fungsinya, nefron yang masih utuh akan mempertahankan kerja filtrasi glomerolus agar tetap normal. Hal ini menyebabkan nefron harus bekerja melebihi kapasitasnya, akibatnya timbul kerusakan yang memperberat penurunan fungsi ginjal.
10/16/12

1. Absorpsi dan Bioavailabilitas

Farmakokin etik

Tidak ada perubahan dalam absorpsi dan bioavailabilitas obat pada payah ginjal. 2. Ikatan Protein Obat Ikatan obat-obat asam dengan protein plasma umumnya menurun pada penderita dengan payah ginjal. 3. Distribusi Pada Obat Dapat mempengaruhi ionisasi obat yang berupa asam atau basa lemah. Karena yang dapat berdifusi ke jaringan adalah non-ionik, maka perubahan pada ionisasi obat akan menimbulkan perubahan dalam distribusinya ke jaringan. 4. Biotransformasi Obat Biotransformasi obat mungkin normal, dipercepat atau diperlambat pada penderita dengan payah ginjal, tergantung pada cara biotransformasinya. 5. Metabolit yang Aktif Akan terakumulasi pada payah ginjal bila ekskresi ginjal merupakan cara eliminasi utama atau bila biotransformasi selanjutnya terhambat. 6. Ekskresi Obat

10/16/12

Farmakodin amik
Terjadi perubahan-perubahan seperti:
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Hiperkalemia Hipokalemia Hipervolemia Uremia Retensi Magnesium

Penderita payah ginjal kurang responsif terhadap obat-obat yang 10/16/12

ANALGETIK
1. Paracetamol
Indikasi : Meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi dan menurunkan demam.
Click to edit Master subtitle style

Metabolisme paracetamol terjadi di hati Paracetamol dapat diberikan pada penderita payah ginjal, namun dalam waktu yang singkat, untuk menghindari pengendapan sisa metabolisme pada ginjal yang akan memperburuk keadaan ginjal.

10/16/12

Indikasi: Untuk meringankan rasa sakit, terutama sakit kepala dan pusing, sakit gigi, dan nyeri otot serta menurunkan demam. Mekanisme :

2. Aspirin

Aspirin produksi prostaglandin vasokonstriktor arteriol ginjal tidak dikompensasi aliran darah ke 10/16/12

ANTIBIOTIK
1. AMOXICILLIN A. Indikasi

Infeksi saluran kemih, ISPA, Bronkitis, Pneumonia, abses gigi dan infeksi rongga mulut lainnya, gonorrhea dan antrax. Pada saluran cerna dapat menyebabkan mual, muntah dan diare. Dapat berakibat gangguan fungsi

B. Efek samping

10/16/12

Tetrasiklin
A. Indikasi

Untuk infeksi yang disebabkan oleh klamidia (trakoma, psitakosis, salpingitis,riketsia) Digunakan untuk infeksi saluran nafas Penyakit jaringan penyangga gigi yang distruktif (periodontal)

B. Kontra Indikasi Pasien dengan riwayat penyakit ginjal dengan 10/16/12 penggunaan obat tetrasiklin dapat memicu

Sulfonamide (Silver sulfadiazine)


A. .

Indikasi Sulfonamid untuk menghilangkan abses pada gigi yang terdapat pus. Pencegahan dan pengobatan infeksi pada luka bakar Pada pasien gangguan hati dan ginjal Alergi terhadap sulfa, kehamilan, dan usia di bawah 2 bulan.
10/16/12

B. Kontra Indikasi
. .

Antiinflamasi (NSAID)

1. Ibuprofen
A. Kegunaan obat
10/16/12

2. Mefenamic acid / Asam mefenamat


A. INDIKASI Nyeri pada kondisi rematik, luka jaringan lunak, kondisi muskuloskeletal lainnya yang terasa sakit, dismenore (nyeri pada saat haid), sakit kepala, sakit gigi, nyeri sesudah operasi, sakit gigi yang disertai gusi bengkak B. EFEK SAMPING Efek pada ginjal : abnormalitas fungsi ginjal, disuria, hematouria, hiperkalemia, cystitis, nephrotic sindrom, oligouria/poliuria, proteinuria sampai gagal ginjal.

C. MEKANISME Kerja Asam mefenamat adalah seperti obat golongan AINS lain yaitu menghambat sintesa prostaglandin dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase/PGHS (COX-1 & COX-2). Efek anti inflamasi, analgetik & antipiretik merupakan dipercaya dari kerja menghambat COX-2. Efek anti inflamasi mungkin juga dihasilkan dari kerja menghambat biosintesis dari mukopolisakarida. Efek antipiretik diduga akibat hambatan sintesa prostaglandin di CNS.

10/16/12

3. Diflunisal
A.Indikasi Bekerja dengan menghilangkan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Dapat digunakan untuk nyeri setelah pencabutan gigi. B. Mekanisme Prostaglandin E2 (PGE2) dan I2 (PGI2) yang dibentuk dalam glomerulus mempunyai pengaruh 10/16/12

Valasiklovir

Antivirus (diperbolehkan untuk penderita ginjal)

Indikasi : Herpes Zooster, Herpes simplex Tipe 1 dan 2, Varicella Kontraindikasi: Hipersensitif Indikasi : Retinitis CMV, AIDS Kontraindikasi : hipersensitif terhadap valfanciklofir dan gansiklofir

Valganciklovir
-

10/16/12

Hemostasis
-

Tranexsamic (tidak boleh digunakan) Indikasi : perdarahan abnormal pasca operasi gigi pada penderita hemofili A Kontraindikasi : pada penderita hematuria yang disebabkan parenkim renal, akan memperburuk penyakit.
10/16/12

Karbazokrom natrium sulfat Indikasi : perdarahan kulit membran mukosa mulut , perdarahan sekitar mata, perdarahan nefrotik dan metroragia Kontraindikasi : -

10/16/12

Anestesi
Indikasi dari obat obatan ini digunakan untuk pembedahan dan ekstraksi gigi. Ada beberapa obat obat anestesi yang sering digunakan dalam praktek kedokteran gigi, antara lain :

10/16/12

Halotan

Halotan biasa digunakan sebagai anestesi sistemik pada pasien yag kurang kooperatif. Biasa diberikan bersama N2O sebagai anestesi dalam pembedahan pada pasien yg tidak kooperatif. Kontraindikasi : pada pasien penyakit ginjal, menyebabkan filtrasi yg buruk pada glomerolus. Maka bahaya pada pasien sakit

10/16/12

Midazolam

Digunakan untuk anestesi lokal pada pembedahan atau ekstraksi gigi. Kontaindikasi : pasien payah ginjal, dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal. Bahaya digunakan pada pasien payah ginjal. Hal yang perlu diperhatikan :

10/16/12

Dapat digunakan, namun penggunaan dosis seminimal mungkin

ANTI FUNGI ( AMFOTERISIN B )

Indikasi

Amfoterisin Bmempunyai aktifitas spektrum yangluas, salah satunya untuk mengobati candidiasis oral.

Mekanisme

Amfoterisin B sangat lambat dan sulit untuk diekskresikan karena amfoterisin B sukar larut dalam air sehingga terikat dalam plasma darah,lipoprotein dan dalam jaringan yang mengandung kolesterol setelah beberapa lama pemakaian maka terjadi endapan yang menimbulkan tingkat kretinin tinggi dalam ginjal kemudian menyebabkan efek nefrotoksik 10/16/12 yang menyebabkan kerusakan pada tubulus ginjal.

Kontra Indikasi

Pada orang yang memiliki gangguan ginjal tetapi perlu diperhatikan dosis dan waktu pemberian amfoterisin B,dosis sehari maksimal 0,5 mg/kg/BB/hari

Pertimbangan Obat

Jika kadar kretinin tinggi bisa dilakukan dengan penurunan dosis. Pemakaian amfoterisin B bisa diganti dengan flusitosin. 10/16/12

Jenis Obat Analgesik Antibiotik

Aman Paracetamol, Aspirin, Antalgin, Amoxicillin

Tidak Aman Tetrasiklin, Sulfonamid, Klindamisin Asiklovir Tranexsamic Setrizin -

Anti Virus Anti Jamur Hemostatik Anti Alergika Anti Inflamasi

Valasiklovir, Valganciklovir Flusitosin, Amfoterisin B Karbazokrom Na Sulfat Loratadin Ibuprofen, Asam Mefenamat, Diflunisal Isofluran, Lidokain, Mepivakain

SSP

Halotan, Midazolam

10/16/12

Pertimbangan Pemberian Obat


Indikator Ekskresi Dosis Efek Normal Penderita Renal Diseases Kelenjar, hati dan ginjal Kelenjar dan Hati Dosis Lazim Dibawah dosis Lazim

Seperti yang diharapkan Efek toksik pada tubuh Jangka Pendek Cepat

Lama Pemberian Obat Sesuai Indikasi Waktu Paruh Sesuai yang diperlukan

10/16/12

Daftar pustaka

http://eprints.undip.ac.id/22597/1/det ty.pdf http://milissehat.web.id/?p=299 http://08E00891.pdf http://www.binfar.depkes.go.id/data/fi les/1203426275_PEDOMAN%20OBAT %20BEBAS%20DAN%20BEBAS %20TERBATAS.pdf


10/16/12

http://www.scribd.com/doc/43304335