Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Pustaka Polymerase chain reaction (PCR) adalah suatu proses pembentukan cetakan DNA secara berulang kali

dengan menggunakan prosedur dan waktu yang tertentu (Wolfe1993: 137). PCR menggunakan teknik amplifikasi (perbanyakan) secara spesifik pada suatu segmen DNA secara in vitro dengan menggunakan DNA polimerase, cetakan (template),DNA genom, dan primer oligonukleotida yang akan menempel pada segmen yang akan diamplifikasi. Prinsip dasar dari teknik PCR tersebut merupakan adanya enzim DNA polimerase yang digunakan untuk membuat cetakan dari segmen DNA yang diinginkan. . Metode ini ditemukan oleh Kary B. Mullis pada tahun 1985, seorang saintis dari perusahaan CETUS Corporation. Peralatan laboratorium untuk analisa dengan metoda PCR sekarang berkembang dengan sangat cepat. Salah satu alat yang sering digunakan untuk analisa PCR adalah Realtime PCR, namun setiap reaksi realtime PCR memakan biaya yang tidak sedikit. Realtime PCR memiliki berbagai keunggulan. Selain amplifikasi atau perbanyakan DNA fragmen yang dapat diamati seketika (secara realtime), dengan teknik ini kita pun dapat menentukan konsentrasi DNA yang terdapat pada sample (http://sciencebiotech.net/tag/realtime-pcr/). Komponen PCR Selain DNA template yang akan digandakan dan enzim DNA polymerase, komponen lain yang dibutuhkan adalah (biology-community.blogspot): 1. Primer

Primer adalah sepasang DNA utas tunggal atau oligonukleotida pendek yang menginisiasi sekaligus membatasi reaksi pemanjangan rantai atau polimerisasi DNA.PCR hanya mampu menggandakan DNA pada daerah tertentu sepanjang maksimum 10000 bp saja, dan dengan teknik tertentu bisa sampai 40000 bp. Primer dirancang untuk memiliki sekuen yang komplemen dengan DNA template, jadi dirancang agar menempel mengapit daerah tertentu yang kita inginkan. 2. dNTP (deoxynucleoside triphosphate) dNTP alias building blocks sebagai batu bata penyusun DNA yang baru. dNTP terdiri atas 4 macam sesuai dengan basa penyusun DNA, yaitu dATP, dCTP, dGTP dan dTTP. 3. Buffer Buffer yang biasanya terdiri atas bahan-bahan kimia untuk mengkondisikan reaksi agar berjalan optimum dan menstabilkan enzim DNA polymerase.

Prinsip kerja PCR adalah menggandakan potongan DNA tertentu dari seluruh untaianDNA, baik yang berasal dari DNA sel inti (nukleus) maupun organel sel seperti DNAmitokondria (mtDNA) atau Ribosom (rDNA). Untuk mendapat potongan DNA, diperlukanPrimer yang berfungsi untuk menandai dimana ujung DNA yang akan digandakan. Primer biasanya berpasangan, yaitu Primer forward untuk menandai ujung depan untai DNA dan Primer Reverse untuk menandai dari ujung belakang. Karena DNA terdiri dari 2 untai pilinan ganda (double strand), maka DNA Primer forward bekerja pada strand yang satu sementara Primer Reverse bekerja pada untai pilinan yang satunya. Sejak ditemukannya metode PCR, perkembangan dunia biologi molekular dan bioteknologi semakin pesat. Beberapa contoh penerapan PCR antara lain, analisis tindakan kriminal dengan sedikit sampel darah, sperma, sidik jari atau jaringan, deteksi DNA atau RNA virus yang sulit terdeteksi, seperti HIV, analisis filogenetik dalam taksonomi ,identifikasi polimorfisme DNA ,penentuan urutan nukleotida.

Ini sumbernya kia, buat Dapus. Jika ada yang salah betulkan saja ya.

Makasih kiaaaaaaaaaaaaaa http://biology-community.blogspot.com/2010/06/polymerase-chain-reaction.html

Wolfe, S.L. 1993. Molecular and cellular biology. Wadsworth Publishing Company, Belmont: xviii + 1145 hlm.

(http://sciencebiotech.net/tag/realtime-pcr/).