Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PATOLOGI

NEFROLITHIASIS (ASAM URAT)

Disusun Oleh:

Ida Ayu Sekar Reni


P07131011013

Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Jurusan Gizi Kesehatan Tahun Akademik 2012/2013

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Patologi Manusia Dasar tentang kasus Nefrolithiasis (asam Urat). Shalawat dan salam tak lupa penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, keluarga beserta sahabat-sahabat beliau hingga akhir zaman. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen Mata Kuliah Patologi Manusia Dasar dengan harapan mudah-mudahan nantinya akan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca sekalian sehingga dapat memperluas pengetahuan kita semua. Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam menyusunnya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangatlah berguna untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin

Mataram, 17 Mei 2012

Penulis

LANDASAN TEORI

Nefrolitiasis adalah adanya batu atau kalkulus dalam velvis renal, sedangkan urolitiasis adalah adanya batu atau kalkulus dalam sistem urinarius. Urolithiasis mengacu pada adanya batu (kalkuli) ditraktus urinarius. Batu terbentuk dari traktus urinarius ketika konsentrasi subtansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Asam urat adalah produk akhir atau produk buangan yang dihasilkan dari metabolisme/pemecahan purin. Asam urat sebenarnya merupakan antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi bila dalam jumlah berlebihan dalam darah akan mengalami pengkristalan dan dapat menimbulkan gout. Asam urat mempunyai peran sebagai antioksidan bila kadarnya tidak berlebihan dalam darah, namun bila kadarnya berlebih asam urat akan berperan sebagai prooksidan (McCrudden Francis H. 2000). Kadar asam urat dapat diketahui melalui hasil pemeriksaan darah dan urin. Nilai rujukan kadar darah asam urat normal pada laki-laki yaitu 3.6 - 8.2 mg/dl sedangkan pada perempuan yaitu 2.3 - 6.1 mg/dl (E. Spicher, Jack Smith W. 1994). Pembentukan asam urat dalam darah juga dapat meningkat yang disebabkan oleh factor dari luar tertama makanan dan minuman yang merangsang pembentukan asam urat. Adanya gangguan dalam proses ekskresi dalam tubuh akan menyebabkan penumpukan asam urat di dalam ginjal dan persendian. Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai dari ribose 5phosphate, suatu pentose yang berasal dari glycidic metabolism, dirubah menjadi PRPP (phosphoribosyl pyrophosphate) dan kemudian phosphoribosilamine, lalu ditransformasi menjadi inosine monophosphate (IMP). Dari senyawa perantara yang berasal dari adenosine monophosphate (AMP) dan guanosine monophosphate (GMP), purinic nucleotides digunakan

untuk sintesis DNA dan RNA, serta inosine yang kemudian akan mengalami degradasi menjadi hypoxanthine, xanthine dan akhirnya menjadi uric acid (McCrudden Francis H.2000). Jadi, tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) ternyata bisa meningkatkan risiko perkembangan penyakit ginjal. Bahkan lebih dari itu, hiperurisemia memiliki hubungan dengan hipertensi dan kelainan kardiovaskular. Demikian publikasi dari hasil studi yang dikeluarkan Journal of The American Society Nephrology (JASN) pada akhir tahun 2008. A. Pengertian Penyakit Batu Ginjal (nefroliathiasis). Batu Ginjal di dalam saluran kemih. (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Dalam istilah kedokteran, batu ginjal disebut Nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine. Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang. Batu ginjal dapat disebabkan oleh peningkatan pH urine (misalnya batu kalsium bikarbonat) atau penurunan pH urine (mis., batu asam urat). Konsentrasi bahan-bahan pembentuk batu yang tinggi di dalam darah dan urine serta kebiasaan makan atau obat

tertentu, juga dapat merangsang pembentukan batu. Segala sesuatu yang menghambat aliran urine dan menyebabkan stasis (tidak ada pergerakan) urine di bagian mana saja di saluran kemih, meningkatkan kemungkinan pembentukan batu. Asam urat adalah salah satu penyebabnya. asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Ketika terjadi tumpukan kristal asam urat, tubuh akan memerangi mereka dengan sel darah putih. Ini menyebabkan penyakit tersebut memburuk. Sel darah putih itu akan menyelubungi kristal asam urat itu sehingga menimbulkan pembengkakan, nyeri, dan kemerahan di daerah tersebut. Penyebab pasti terjadinya gout belum bisa dipastikan. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.

B. Patogenesis batu Ginjal :

Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu. Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium. Asam urat merupakan hasil metabolisme purin . purin terdapat dalam makanan. Makanan yang mengandung purin dapat dikategorikan menjadi 3 bagian. Makanan yang mengadung purin tinggi antara lain jeroan, melinjo, kerang, cumi, udang, kaldu, sarden. Kemudian kategori purin

sedang seperti kacang-kacangan, tauge, oncom, tempe, tahu, tape, bir, durian, bayam, kangkung, daging-dagingan. Berikutnya makanan rendah purin seperti telur, keju, susu, buah-buahan dan padi-padian. Pada batas-batas tertentu asam urat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk inti sel. Karena tubuh membutuhkan zat-zat tersebut, maka tubuh memproduksi secara alami. Asam urat yang diproduksi oleh tubuh berasal dari pemecahan asam amino non esensial. Namun yang dibutuhkan hanya sedikit, sisanya dikeluarkan melalui air seni. Pada orang-orang yang mengalami gangguan metabolisme asam urat, terjadi pembentukan asam urat yang berlebihan dan gangguan pengeluarannya, sehingga terjadi penumpukan di dalam darah. Penumpukan asam urat akan semakin besar bila makanan yang dikonsumsi mengandung purin. Gangguan metabolisme dapat disebabkan beberapa faktor, seperti penyakit kanker, gangguan ginjal, dan obat-obatan tertentu. Dapat juga disebabkan oleh faktor keturunan. Sekalipun organ tubuh normal, tetapi bila memiliki faktor keturunan, kadar asam urat dalam darah menjadi tinggi meskipun tidak mengkonsumsi makanan tinggi purin. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui air seni bukan saja meningkatkan pembentukan batu asam urat di ginjal tetapi juga batu kalsium oksalat. Menurut seorang ahli yang bernama Emmerson, Terbentuknya kedua jenis batu tersebut secara bersamaan dapat disebabkan karena asam urat merupakan inti untuk terbentuknya batu kalsium oksalat. Pembentukan batu asam urat ini juga dipengaruhi oleh bertambahnya keasaman air seni dan tingginya kadar asam urat di dalam air seni. Sementara di sisi lain, keberadaan zat sitrat dan glikosaminoglikan bisa menghambat pembentukan batu tersebut. Selain tingginya kadar asam urat dalam urin, faktor lain yang mempengaruhi pembentukan batu asam urat berupa volume air seni yang lebih sedikit. Keberadaan batu asam urat menyebabkan tekanan di dalam ginjal dan pembuluh darah menjadi tinggi. Hal itu menyebabkan bertambahnya ketebalan dinding pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal sehingga mengakibatkan kerusakan pada ginjal.

Umumnya yang terserang asam urat adalah para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung

meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause.

Asam urat cenderung dialami pria, ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Sementara pada pria, asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan karena tidak memiliki hormon estrogen tersebut. Jadi selama seorang perempuan mempunyai hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah perempuan terkena asam urat.

Kalau peningkatan asam urat ini melewati ambang batas yang bisa ditolerir, persoalan akan timbul pertama pada ginjal, sendi, dan saluran kemih. Pada umumnya pada pria kadar asam urat yang normal 2-8 mg/dl dan pada wanita 2-6 mg/dl. Kadar Normal Pemeriksaan asam urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia. Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia. Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi. Jika demikian, kemungkinannya untuk menjadi penyakit gout itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi akan menjadi penyakit gout. Bila kadar asam urat tinggi tapi tidak ada gejala serangan sendi ini disebut stadium awal. Pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun sama sekali tidak muncul gejalanya, tetapi ada yang muncul gejalanya di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun.

C. Etiologi penyakit :

Penyakit batu ginjal (nefrolithiasis) dapat terjadi pada wanita ataupun pada pria, namun jika dilihat dari perbandingannnya, kaum pria lebih banyak yang mengidap batu ginjal. Dari penyelidikan didapatkan bahwa penyakit batu ginjal terutama terkait dengan obstruksi saluran kencing pada pria.

Penyeba penyakit Batu Ginjal : Penyakit batu ginjal terjadi dapat disebabkan oleh beberapa hal : 1. Diet kaya kalsium :diet kaya kalsium menyebabkan kekurangan kalsium sehingga jumlah kalsium bersenyawa dengan oksalat, fodfat atau karbonat. Buah-buahan juga sering dikatkan dengan kalsium oksalat. 2. Diet miskin Fosfat : kekurangan unsur ini dapat menyebabkan keasaman urine dengan kandungan amonia tinggi menyebkan mudahnya proses pembentukan batu amonium urat. 3. Diet kaya oksalat : dengan kaya oksalat menyebabkan tubuh kekuranan oksalat yang banyak terdapat di bayam, stoberi, kacang, cokelat, teh dan kopi. Jika tubuh kekuranagan oksalat, maka mudah terbentuk batu kalsium-oksalat. 4. Diare yang berulang-ulang : diare yang terjadi secara berulang-ulang dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kekentalan atau kepekatan air urin sehingga dapat menyebabkan batu di saluran urine. Beberapa factor yang berperan dalam terjadinya batu asam urat adalah : a. factor genetic b. diet tinggi protein hewani c. penyakit Gout d. obat-obatan: khemoterapi, diuretic, salisilat e. keracunan logam timbal

f. penyakit darah (leukemia, mieloma multiple, limfoma) g. diare kronik.

Tipe-Tipe Batu Ginjal : Berdasarkan unsur pembentuk batu ginjal terdapat tipe-tipe Batu Ginjal yaitu :

a) Batu kalsium Batu kalsium lebih banyak terjadi pada kaum pria daripada wanita. Jika seseorang memiliki batu kalsium dapat dipastikan ia memilki jenis batu yang lainnya. Tetapi hal tersebut dapat dihindari dengan melakukan terapi secara rutin. Hal- hal yang ditengarai dapat menyebabkan batu kalsium antara lain : Terlalu banya mengkonsumsi vitamin D, sehingga menyebabkan tubuh banyak menyerap kalsium. Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif Konsumsi obat berlebih misalnya hormon thyroid. Adanya penyakit kanker di saluran kemih. Pengaruh dari obat pelancar kencing.

b) Batu asam Urat Batu asam urat terbentuk oleh adanya asam urat, yaitu sebuah produk sampingandari hasil metabolisme protein. Hal ini dapat terjadi jika anda menerapkan diet kaya daging sehingga terjadi peningkatan asam urat dalam urine. Pada kondisi lainnya, orang-orang dengan pengobatan khusus, misalnya kemotherapy dapat menyebabkan kadar asam urat dalam darah dan urinnya.

c) Batu struvit. Penyakit batu ginjal jenis ini lebih banya terjadi pada kaum wanita. Penyakit ini akibat oleh adanya bakteri dalam kencing dan menghasilkan enzim spesifik yang dapat meningkatkan jumlah amonia dalam urine. Jumlah amonia yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya

kristal dalam bentuk batu dan ini dinamakan batu stuvit. Ukuran batu ini dapat membesar dan dapat menyebabkan batu ginjal.

d) Batu sistin Penyakit batu ginjal ini disebabkan oleh peningkatan asam amino yang terjadi akibat kelanianan sistinuria heredster atau keturunan dalam mengekspreikan jumlah asam amino. Kemungkian terjangkit penyakit batu ginjal ini bisa pada pria maupun wanita.

D. Gambaran Klinis

Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih, terutama ketika batu melewati ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada

di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.

Pembentukan batu tidak selalu berhubungan dengan keasaman urin, walaupun pada sebagian besar batu asam urat terjadi pada keasaman urin persisten (80-90%), tetapi dapat pula terjadi pada urin normal atau basa.

E. Penanganan Batu Asam Urat Secara Umum :

Penanganan Gizi : Selain jeroan, makanan kaya protein dan lemak merupakan sumber purin. Padahal walau tinggi kolesterol dan purin, makanan tersebut sangat berguna bagi tubuh, terutama bagi anakanak pada usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D, bahan pembentuk otak, jaringan saraf, hormon steroid, garam-garaman empendu dan membran sel.Orang yang kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Sedangkan bagi yang telah menderita gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin. Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:

Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacangkacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.

Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan. Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut. Penanganan Klinis : Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 - 6 (untuk wanita) dan 3.0 - 7 (untuk pria). Pemberian obat peredam nyeri (analgesik). Pemberian obat euritika untuk pelanacar BAK.

PEMBAHASAN KASUS

Gambaran Umum Pasien Nama : Tn. Kq Umur : 45 tahun Jenis Kelamin : laki-laki Keluarga : beristri dengan anak 3 orang Diagnosis Medis : nefrolithiasis (asam urat) Ruangan : kelas VIP RSU Mataram

DATA SUBJEKTIF 1.1 Pengkajian Gizi a. Riwayat Personal Riwayat Penyakit Sekarang : pasien dengan keluhan utama sesak, demam sejak 3 minggu lalu , menggigil, batuk, pilek, mual dan muntah, nyeri waktu BAK, dan urin tidak keluar, pinggang sebelah kanan dan kiri seperti ditusuk-tusuk. Riwayat penyakit dahulu : pasien menderita penyakit jantung sejak 2 tahun yang lalu, dan penyakit batu ginjal mulai diketahui sekitar 2 tahun yang lau. Riwayat Penyakit Keluarga : keluarga pasien tidak memiliki riwayat penyakit yang sama dengan pasien.

Penilaian : Pasien didiagnosis mengidap nefrolithiasis (asam urat) dengan tanda nyeri waktu BAK dan urin tidak keluar, pinggang sebelah kanan dan kiri seperti dirtusuktusuk.

1.2 Riwayat Gizi 1. Sebelum Sakit Dari hasil wawancara terhadap pasien , diketahui pola makan pasien sebelum sakit sebagai berikut : makan utama 3 kali sehari. Pasien tidak memiliki alergi dan pantangan makan adalah udang. Dari hasil wawancara terhadap pasien , diketahui pola makan pasien sebelum sakit sebagai berikut : Konsumsi nasi, 3 kali @ gelas, lauk hewani (telur 2 btr/hari, ikan/ayan 1 kali/hari, @ 1ptg sedang 1 kali / hari @ 1 ptg sdg, daging/ayam 1 kali / hari @ 1 ptg sdg, lauk nabati (tempe/tahu 1-2 kali sehari, @ 1 ptg sedang), sayur (kacang panjang,bayam, daun singkong, buncis, wortel), 2 kali sehari @ gelas buah ( apel, anggur 1-2 kali/ minggu @ 1 buah).

Berdasarkan Kebiasaan Makan Pasien sering mengkonsumsi lauk kaya protein dengan kadar purin yang tinggi seperti ayam, daging, tahu, tempe, daun singkong, buncis.

2. Saat Berada di Rumah Sakit Nafsu makan baik, makanan dirumah sakit dihabiskan semua, bahkan sering mengkonsumsi makanan dari luar RS seperti plecing dan sayur lodeh.

DATA OBJEKTIF Antropometri BBA : 45 kg TB : 160 cm LILA : - cm Usia : 45 tahun

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) : = (TB 100) -10% = (160 100) -10% = 60 6 = 54 kg Jadi berat badan Ideal Tn. Kq adalah = 54 kg. Namun saat ini berat badannya adalah 45 kg sehingga dapat dikatakan Tn. Kq kekurangan berat badan sebesar 9 kg dan belum mencapai BB ideal.

Pemeriksaan Biokimia : Jenis pemeriksaan Ureum Kreatinin Asam Urat Natrium Kalium Hb Hasil Pemeriksaan 29 mg/dl 1,8 mg/dl 8 ml/d 130 meq/L 2,6 meq/L 9 g/ dl Kadar normal 10-30 mg/dl 0,6-1,3 mg/dl 2-7 mg/dl 135-145 meq/L 3,5-5,0 meq/L Keterangan Normal tinggi Normal Kurang Kurang rendah

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : lemah, Kesadaran : CM (Compos Mentis) Keluhan : nyeri pada waktu BAK, urine tidak keluar dan nyeri pada pinggang kanan dan kiri seperti ditusuk Pemeriksaan Klinis Tekanan darah : 120/ 90 mmHg Suhu : 38 C Nadi : 90 kali/ menit RR : 18 kali/ mnt

PLANNING 1. Prinsip Diet 1. Cukup protein ( kurangi protein hewani) 2. Rendah lemak 3. Tinggi cairan 4. Cukup energi 5. Tinggi karbohidrat kompleks Tujuan Prinsip Diet 1. Energi digunakan untuk dapat memenuhi aktivitas fisik dan metabolisme serta memelihara kesehatan tubuh. 2. Protein digunakan untuk memelihara dan mengganti sel-sel dan jaringan yang rusak
serta mengatur fungsi fisiologis organ tubuh. Dalam pemberian protein, perlu diperhatikan pemilihannya terutama makanan yang mengandung purin tinggi (lebih dari 150-1000 mg/ 100 gr bahan makanan) seperti ikan teri, otak, jeroan, daun singkong dan buncis. 3. Pembatasan pemberian lemak dilakukan karena lemak berlebih dapat menghambat pengeluaran asam urat ataupun purin melalui urin sehingga konsentrasi asam urat dalam plasma darah akan bertambah sehingga tingkat keparahan asam urat akan dapat menjadi semakin parah, selain itu pasien memiliki riwayat penyakit jantung sehingga tidak baik jika mengkonsumsi lemak berlebih.

4. Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu pengeluaran asam urat melalui urin. Disarankan untuk mengkonsumsi air atau cairan sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas per hari. 5. Sumber karbohidrat kompleks seperti roti, nasi, singkong, dan ubi baik dikonsumsi karena akan dapat meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gr per hari. 2. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat-zat Gizi Lain
o Kebutuhan Energi (menggunakan rumus Krause dan Mahan) Untuk laki-Laki = 1 /Kg BB/Jam = 1 X 54 Kg X 24 Jam BMR = 1296 Kkal

Penurunan BMR -5 % Untuk Usia 40 tahun ke atas = 1296 Kkal 10% = 1296 Kkal 129,6 Koreksi Tidur (BMR 10-25 %) = BMR X 10 % = 1166,4 Kkal X 10% = 116,64 Kkal Koreksi Tidur = BMR Koreksi Tidur = 1166,4 Kkal 116,64 Kkal = 1049,76 Kkal = 1166,4 Kkal

Aktivitas Sedang = 50 % X 1049,76 Kkal = 524,88 Kkal BMR Koreksi Tidur + Aktivitas = 1049,76 + 524,88 = 1574,64 Kkal

SDA

= 10% X 1574,64 Kkal = 157,464 Kkal.

Total kebutuhan energi = 1574,64 Kkal + 157,464 Kkal = 1732,104 Kkal.

o Kebutuhan Protein = 0,8 gr/kg BB X BBI = 0,8 Gr/Kg X 54 Kg = 43,2 Gram

o Kebutuhan Lemak = 20% X Kebutuhan Energi = 20 % X 1732,104 Kkal =

346 ,42 kkal 9kkal / gr

= 38,49 Gram

Kebutuhan Karbohidrat

= = =

totalenergi (kkal) (kkalprotei kkallemak) n 4kkal / gr

1732 ,104 kkal (172 ,8kkal 346 ,42 kkal) 4kkal / gr


1212,88kkal 4kkal

= 303,22 Gram

Kebutuhan Vitamin Dan Mineral Berdasarkan Tabel Angka Kecukupan Gizi 2004 Bagi Orang Indonesia untuk laki-laki usia 30-49 tahun : Vitamin A Vitamin D Vitamin E Vitamin K Tiamin Riboflavin Niasin Asam folat Piridoksin Vitamin b12 = 600 RE = 5 ug = 15 mg = 65 ug = 1,2 mg = 1,3 mg = 16 mg = 400 ug = 1,3 mg = 2,4 ug Vitamin C Kalsium Fosfor Magnesium Besi Yodium Selenium Seng Fluor Mangan = 90 mg = 800 mg = 600 mg = 300 mg = 13 mg = 150 ug = 30 ug = 13,4 mg = 3 mg = 2,3 mg

3. Pengobatan Batu kecil biasanya akan keluar dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan medis, peningkatan asupan cairan dapat memperlancar pengeluaran purin. Pemberian obat probenecit dapat mengekskresikan asam urat.

Kesimpulan
a. Aspek Patologi Batu ginjal pada kasus ini terjadi karena kadar asam urat yang berlebih dalam darah, sehingga terjadi penumpukan asam urat dan menyebabkan batu ginjal atau nefrolithiasis akibat dari konsumsi makanan pasien yang banyak mengandung purin, terutama dari sumber protein hewani. b. Aspek gizi Diberikan makanan cukup protein dengan tinggi cairan untuk mengurangi kadar asam urat yang ada dalam darah pasien agar dapat tertangani penyakit batu ginjal tersebut

Beri Nilai