Anda di halaman 1dari 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah komoditas Tanaman Tomat Tanaman tomat memiliki naman ilmiah Lycopersicum esculentum Mill. Tomat berasal dari Famili Solanaceae. Mengenai sejarah dan penyebaran tanaman tomat, banyak pihak yang masih berkontrofesi tentang asal usul dan bagaimana

penyebaranya.Berdasarkan tulisan dari Peralta ada dua hipotesis mengenai asal domestifikasi tanaman tomat dan penyebaranya. Perbedaan pendapat tentang daerah asal tanaman tomat adalah, satu pendapat menjelaskan bahwa tanaman berasal dari Peru dan pendapat lainnya berasal dari Meksiko. Banyak pendapat mengatakan bahwa tanaman ini berasal dari Peru Amerika Selatan.Penyebaranya di mulai tahun 1535 dari Peru.Hal ini disimpulkan dari nama lain tomat yaitu Mala Pruviana dan Pomi Del Peru. Sejarah lebih banyak mengatakan bahwa asal daerah tomat adalah Peru Amerika Selatan.Bukti genetik nenek moyang tanaman tomat adalah tanaman hijau perdu dengan buah hijau kecil yang kemudian baru di sebarkan ke Meksiko. Orang-orang Meksiko kemudian membudidayakan tanaman ini. Kemungkinan tanaman ini berasalah dari Peru, akan tetapi tempat asal budidaya adalah meksiko. Kata tomat berasal dari bahasa Nahuatl Tomatl yang berarti buah bengkak.Kemudian tomat ini sampai daerah Eropa di bawa oleh penjelajah Spanyol. Setelah penyebaran dari Spanyol sampailah tanaman ini ke daerah Filipina dan kemudian menyebar hingga Asia Tenggara. Di daerah Inggris tanaman tomat tidak tumbuh baik sehingga tidak ada yang mau membudidayakan tanaman ini. Akan tetapi ada salah satu petani yang membudidayakannya meskipun dia meyakini bahwa tanaman ini beracun.Hal inilah yang menyebabkan banyak orang Inggris yang tidak bersedia membudidayakanya. Hingga akhirnya pada abad sekitar abad ke-18 tanaman ini mulai dibudidayakan.

2.2 Karakteristik Tanaman Tomat a. Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga\ Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil Sub Kelas: Asteridae Ordo: Solanale Famili: Solanaceae (suku terung-terunga) Genus: Solanu Spesies: Solanum lycopersicum L. b. Morfologi Tanaman Tomat Menurut Cahyono(1998) terdapat bagian-bagian pada tanaman tomat yaitu : Akar Tomat mempunyai akar tunggang yang tumbuh menembus kedua tanah dan akar serabut yang tumbuh menyebar kearah samping. Tetapi dangkal. Batang Batang tanaman tomat berbentuk persegi empat hingga bulat,berbatang lunak tetapi cukup kuat, berbulu atau berambut halus dan diantara bulu-bulu tersebut terdapat rambut kelenjar. Batang tanaman berwama hijau. Pada ruas batang mengalami penebalan dan pada ruas bagian bawah tumbuh akar-akar pendek. Selain itu batang tamanan tomat dapat bercabang dan diameter cabang lebih besar jika dibanding dengan jenis tanaman sayur lainya. Daun Daun tanaman tomat berbentuk oval bagian tepi daun bergerigi dan membentuk celah-celah yang menyirip serta agak melengkung kedalam. Daun berwama hijau dan merupakan daun majemuk ganjil yang berjumlah sekitar 3-6 cm. Diantara daun yang berukuran besar biasanya tumbuh 1-2 daun yang berukuran kecil. Daun majemuk pada tanaman tomat tumbuh berselang-seling atau tersusun spiral mengelilingi batang tanaman.

Bunga Bunga tomat berukuran kecil, diameternya sekitar 2 cm dan berwama kuning cerah, kelopak bunga berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian terindah dari bunga tomat warnanya kuning cerah berjumlah 6 buah. Bunga tomat merupakan bunga sempurna karena benang sari atau tepung sari dan kepala putik atau kepala benang sari terbentuk pada bunga yang sama. Buah Bentuk buah tomat bervariasi, tergantung varietasnya ada yang berbentuk bulat, agak bulat, agak lonjong dan bulat telur (oval). Ukuran buahnya juga bervariasi, yang paling kecil memiliki berat 8 gram dan yang besar memiliki berat 180 gram. Buah yang masih muda berwama hijau muda, bila telah matang menjadi merah 2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Tomat a. Iklim Tanaman tomat pada fase vegetatif memerlukan curah hujan yang cukup. Sebaliknya, pada fase generatif memerlukan curah hujan yang sedikit. Curah hujan yang tinggi pada fase pemasakan buah dapat menyebabkan daya tumbuh benih rendah. Curah hujan yang idealselama pertumbuhan tanaman tomat berkisar antara 750-1.250 mm per tahun. Curah hujan tidak menjadi factor penghambat dalam penangkaran benih tomat di musim kemarau jika kebutuhan air dapat dicukupi dari air irigasi, namun dalam musim yang basah tidak akan terjamin baik hasilnya. iklim yang basah akan membentuk tanaman yang rimbun, tetapi bunganya berkurang, dan didaerah pegunungan akan timbul penyakit daun yang dapat membuat fatal pertumbuhannya. Musim kemarau yang terik dengan angin yang kencang akan menghambat pertumbuhan bunga (mengering dan berguguran). Walaupun tomat tahan terhadap kekeringan, namun tidak berarti tomat dapat tumbuh subur dalam keadaan yang kering tanpa pengairan. Oleh karena itu baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dalam musim kemarau, tomat memerlukan penyiraman atau pengairan demi kelangsungan hidup dan produksinya (Rismunandar, 2001). Suhu yang paling ideal untuk perkecambahan benih tomat adalah 25-30 derajat Celcius. Sementara itu, suhu ideal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 24 -28 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah pertumbuhan tanaman akan terhambat. Demikian juga pertumbuhan dan perkembangan bunga dan buahnya yang kurang sempurna. Kelembaban relatif yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tomat

adalah 80%. Sewaktu musim hujan, kelembaban akan meningkat sehingga resiko terserang bakteri dan cendawan cenderung tinggi. Karena itu, jarak tanamnya perlu diperlebar dan areal pertanamannya perlu dibebaskan dari segala jenis gulma (Wiryanta, 2004). Tanaman tomat membutuhkan penyinaran penuh sepanjang hari untuk produksi yanng menguntungkan, tetapi sinar matahari yang terik tidak disukai. Daerah yang beriklim sejuklah yang disukainya. Tanaman ini tidak tahan terhadap awan. Daerah yang dengan kondisi demikian tanaman mudah terserang cendawan busuk daun dan sebangsanya. Angin kering dan udara panas juga kurang baik bagi pertumbuhannya dan sering menyebabkan kerontokan bunga (Wiryanta, 2004). b. Tanah Tomat bisa ditanam pada semua jenis tanah, seperti andosol, regosol, latosol, ultisol, dan grumusol. Namun demikian, tanah yang paling ideal dari jenis lempung berpasir yang subur, gembur, memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, serta mudah mengikat air (porous). Jenis tanah berkaitan dengan peredaran dan ketersediaan oksigen di dalam tanah. Ketersediaan oksigen penting bagi pernapasan akar yang memang rentan tehadap kekurangan oksigen. Kadar oksigenyang mencukupi di sekitar akar bisa meningkatkan produksi buah. Oksigen di sekitar akar bisa juga meningkatkan penyerapan unsur hara fosfat, kalium, dan besi (Redaksi Agromedia, 2007). Untuk pertumbuhannya yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman (pH) antara 5-6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam sampai waktu tanaman mulai dapat dipanen (Redaksi Agromedia, 2007).