Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

SISTEM PEMANTAUAN EKOSISTEM DAN TEKNIK PENGAMATAN

A. Hubungan antara pengambilan Sample dan Program Pemantauan

Pengambilan Keputusan

Pemantauan

Tindakan Aksi

AGRO-EKOSISTEM Dalam pengamatan dan pengambilan sampel ada dua syarat yang harus diperhatikan yaitu praktis (artinya mudah dikerjakan, tidak memerlukan alt dan bahan yang mahal, dan tidak memakan waktu lama), dan dapat depercaya (artinya dapat mewakili gambaran populasi yang sebenarnya). B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesalahan Pengambilan Sampel Terdapat 3 kesalahan untama dalam pengambilan sampel: 1. Sifat dan keterampilanpetugas pengaman Dalam pengamatan biasa setiap pengamat memiliki sifat, pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, hal ini yang menyebabkan munculnya kealahan yang tidak dapat dihindari. 2. Keadaan lingkungan setempat Kesalahan lainya biasa keadaan lingkungan setempat yang mempengaruhi aktivitas dan perilaku serangga yang kita amati, misal perbedaan waktu dalam pengamatan. 3. Sifat sebaran spasial serangga Ada 3 sifat sebaran yang yaitu : 1) rata, 2) acak atau random,dan 3) mengelompok. Untuk menggunakan sebaran mana yang cocok, terlebih dahulu harus kita menentukan besar ukuran dan bentuk unit sampel,frekuensi pengamatan, ukuran sampel dll. C. Metode Pengambilan Sampel Dalam studi ekologi dan pelaksanaan program PHT di kenal ada 3 metode poko pengambilan sampel yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks populasi. D. Penyusunan Peogram Pengambilan sampel Dalam menyusun program pengambilan sampel harus ditetapkan kriteria dan ketentuan meliput penetapan tentang: 1. Unit sampel 2. Interval (jarak waktu) pengambilan sampel 3. Banyak atau ukuran sampel 4. Desain pengambilan sampel

5. Mekanik pengambilan sampel E. Pengembangan program Pengambilan Sampel Pengambilan sampel beruntun memiliki perbedaan dengan teknik yang kovensional yaitu tidak memerlukan jumlah unit yang konstan tetapi jumlahnya bervariasi tergantung pada keadaan populasi di lapang

BAB XII. PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN PROGRAN PENGELOLAAN HAMA TERPADU A. Pengelolaan Hama Sebagai Pengembangan Pengendalian Hama pengelolaan hama terpadu merupakan pengembangan lebih lanjut dari konsep pengendalian hama terpadu. Konsep pengelolaan hama lebih menekankan pada penjagaan dan pemantapan keseimbangan ekosistem yang dapat mempertahankan populasi hama selama satu musim tanam tetep berada di bawah AE sehingga tidak memerlukan intervensi pestisida. B. Strategi Penerapan PHT 1. Teknologi PHT Berbagai teknik yang diterapkan untuk mengelola agro-ekosistem agar sasaran PHT tercapai dengan memperhatikan berbagai kendala yang ada di ekosistem dan sistem sosial setempat. 2. Jalinan informasi Jaringan informasi antar pelaku dalam sistem PHT perlu direncanakan dan disusun dengan cermat agar pelaksanaan PHT dapat berjalan dengan lancar, cepat, tepat dan efesien. 3. Proses pengambilan keputusan. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan petani pengendalian hama : 1. Tujuan petani 2. Ketersedian modal, tenaga, dan tanah 3. Pengetahuan petani tentang serangan hama dan kerusakan yang diakibatkan 4. Metode pengendalian yang tersedia dan langsung dapat digunakan C. Perpaduan optimal teknik pengelolaan hama Mengguunakan pendekatan multilateral yakni menggunakan perpaduan optimal berbagi tehnik pengendalian hama seperti yang diusahakan oleh program PHT. Reaksi ekologik terjadi karena adanya : 1. tekanan yang sangat keras terhadap spesies hama 2. adanya gangguan terhadap proses ekologi 3. terjadi perubahan aras sumber dalam komunikasi biotik

Bentuk-bentuk reaksi ekologi: 1. resistensi hama 2. resurjensi hama utama 3. letusan hama sekunder 4. timbulnya biotip hama baru Taktik pengendalian hama: 1. pemanfaatan pengendalian alami 2. peningkatan pengendalian hayati dengan predator 3. pengelolaan ekosistem dengan bercocok tanam 4. peningkatan pengendalian non kimiawi 5. penggunaan pestisida secara selektif D. Peran penelitian dalam penerapan PHT Lembaga penelitian di amerika serikat pada tahun 1979 membagi kegiatan penelitian PHT dalam 4 tahap: 1. penelitian dasar 2. penelitian komponen pengendalian 3. penelitian sistem aras 1 4. penelitian sistem aras 2 Ciri dan sifat penelitian PHT: 1. lintas disiplin 2. penelitian dasar dan terapan 3. berencana dan terkoordinasi 4. berjangka panjang 5. memerlukan biaya yang tinggi