Anda di halaman 1dari 108

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.

DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

TESIS
Oleh

SANDRA SRI ANGGRAINI 057013024 / AKK

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

TESIS

Untuk memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Konsentrasi Administrasi Rumah Sakit pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

SANDRA SRI ANGGRAINI 057013024 / AKK

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Judul Tesis

: Hubungan Motivasi Dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar : Sandra Sri Anggraini : 057013024 : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan : Administrasi Rumah Sakit

Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi Konsentrasi

Menyetujui Komisi Pembimbing :

Dr. Dra. Ida Yustina, MSi Ketua

Drs. Amru Nasution, M.Kes Anggota

Ketua Program Studi

Direktur SPs USU

Dr. Drs. Surya Utama, MS

Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, MSc

Tanggal Lulus : 7 Agustus 2007

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Telah diuji Pada tanggal: 7 Agustus 2007

Panitia Penguji Tesis Ketua Anggota : Dr. Dra. Ida Yustina, MSi : Drs. Amru Nasution, M.Kes Prof. Dr. Sutomo Kasiman, SpPD, SpJP dr. Yulianti, SpP, MARS

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

PERNYATAAN

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan,

Agustus 2007

Sandra Sri Anggraini

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

ABSTRAK Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi serta membaiknya keadaan sosial ekonomi dan pendidikan, mengakibatkan perubahan sistem penilaian masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medik yang baik dan lengkap. Salah satu aspek yang sangat berperan secara signifikan dalam menentukan kualitas rekam medis rumah sakit adalah petugas rekam medis. Berdasarkan survei awal di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar diketahui persentase pengisian status pada formulir rekam medis yang tidak diisi dengan lengkap sebesar 34,1%, pengembalian rekam medis yang tidak tepat pada tempatnya sebesar 59,03%, serta pengisian status pada rekam medis yang tidak tepat sebesar 56,13%. Jenis penelitian ini adalah survei explanatory untuk mengetahui hubungan motivasi petugas rekam medis (intrinsik dan ekstrinsik) dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar. Populasi penelitian adalah seluruh petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar sebanyak 15 orang, seluruh populasi diambil sebagai sampel (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan sebesar 53,3% petugas rekam medis memiliki motivasi intrinsik tinggi dilihat dari aspek: prestasi, pengakuan orang lain, tanggung jawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja. Sebesar 93,3% petugas rekam medis memiliki motivasi ekstrinsiknya tinggi dilihat dari aspek: kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal. Sebesar 53,3% kinerja petugas rekam medis pada kategori cukup. Kesimpulan penelitian menunjukkan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara variabel peluang untuk maju dan kepuasan kerja dengan kinerja (p<0,05), sedangkan variabel prestasi, pengakuan orang lain, dan tanggung jawab tidak berhubungan signifikan dengan kinerja (p>0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja dan prosedur kerja dengan kinerja (p<0,05), sedangkan variabel kompensasi, mutu supervisi teknis dan hubungan interpersonal tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05). Disarankan pengembangan sumber daya manusia di Sub Bidang Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis. Perlu kebijakan rumah sakit dalam upaya peningkatan kepuasan kerja serta menjamin keamanan dan keselamatan kerja. Perlu dikembangkan kondisi kerja yang kondusif dan prosedur kerja yang baik, serta perlu pelaksanaan dan pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang menunjang pengelolaan rekam medis. Kata Kunci: Rekam Medis, Motivasi, Kinerja

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

vi

ABSTRACT The rapid development of medical science and technology and the improving socioeconomic condition and education result in the change of evaluation system of the community demanding for a qualified health service. One of the parameters to decide the quality of health service provided by a hospital is the data or information obtained from the good and complete medical record. One of the aspects which play a significant role in deciding the quality of medical record of the hospital is the person in charge of doing the medical record. Based on the initial survey done at the Dr. Djasamen Saragih General Hospital Pematangsiantar, it is reavaled that the percentage of filling out the medical record are as follows: not returning the not complete filling out 34,1%, not returning the medical record at its proper place 59,3% and filling out status in inappropriate medical record is 56,13%. This explanatory survey was conducted to examine the relationship between the motivation (intrinsic and extrinsic) and the performances of the person in charge of doing the medical record at Dr. Djasamen Saragih General Hospital Pematangsiantar. The population is all 15 persons in charge of doing the medical record working at the hospital and all of them were selected as samples (total sampling) for this study. The data for this study were obtained through questionnaire distribution and interviews. The data obtained were analyzed through the Spearman correlation tests. The results of this study shows that 53,3% of the persons in charge of doing the medical record have high intrinsic motivation seen from aspects of achievement, approval from others, responsibility, progress oppurtunity and work satisfication; 93,3% of them have high extrinsic motivation seen from the aspects of compensation, security and occupational health, work condition, work procedure, quality of technical supervision and interpersonal relationship. 53,3% of the performance of the persons in charge of doing the medical record is on adequate category. It can be concluded that statistically there is significant relationship between the variable of progress oppurtinity and work satisfication with performance (p<0,05) while the variable achievement, responsibility and progress oppurtunity do not have significant relationship with performance (p>0,05). There is significant between the variable security and occupational health, work condition and work procedure with performance (p<0,05), while variable of compensation, quality of technical supervision and interpersonal relationship do not show any significant relationship with performance (p>0,05). It is suggested that human resources in the sub-division of medical record reporting and management need to be improved their performance. To improve work satisfication and to guarantee work security and occupational health, a hosptial policy is needed. A condusive work condition and sound work procedure need to be developed, and also need developing of Hospital Information System to do medical record. Key words: Medical Record, Motivation, Performance.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

vii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan berkat dan karuniaNya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan tesis ini, yang mana merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Kesehatan (MKes). Selama penelitian dan penyusunan tesis ini yang berjudul : Hubungan Motivasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, penulis telah banyak mendapatkan bantuan moril maupun materil dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Dra. Ida Yustina, MSi dan Bapak Drs. Amru Nasution, MKes yang telah membimbing dari awal sampai selesainya penulisan tesis ini. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada : 1. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, MSc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Dr. Drs. Surya Utama, MS, selaku Ketua Program Magister Adminstrasi dan Kebijakan Kesehatan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Sutomo Kasiman, SpPD, SpJP dan Ibu dr. Yulianti, SpP, MARS, selaku Dosen Pembanding tesis. 4. Seluruh Dosen dan Staf di Program Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 5. Ibu Dr. Ria Novida Telaumbanua, MKes, selaku Direktur RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar beserta seluruh staf. 6. Ibu Dr. Flora Maya Damanik, Selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Rekam Medik RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar beserta staf atas bantuan yang telah diberikan. 7. Bapak Dr.H.Umar Zein, SpPD, KPTI, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dan juga Dr.Hj. Ellen H, Nasution, Mkes, selaku Kasubdin Bina Program Dinas Kesehatan Kota Medan. 8. Teristimewa buat orangtuaku tercinta, Ayahanda (Kolonel dr. Anggono Purwohusodo, SpB) dan Ibunda yang telah memberikan limpahan kasih sayang,

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

viii

perhatian dan doa restu kepada ananda agar dapat menyelesaikan pendidikan Pascasarjana. 9. Adik-adikku tersayang, dr. Susan Sri, SpM dan Ir. Jeanne yang telah memberikan semangat dalam menyelesaikan tesis ini. 10. Anakku tercinta Febrina Y. Purba yang selama ini telah mendampingi dan terus berdoa untuk mamanya dalam penyelesaian tesis ini. 11. Seluruh teman-teman di Dinas Kesehatan Kota Medan, khususnya kepada drg. Firy Triyanti dan Ir. Umi Doloksaribu. Terimakasih atas dorongan dan perhatian yang tak pernah putus serta pengertian yang dalam. 12. Teman-teman di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, khususnya di Magister Administrasi Rumah Sakit yang selama ini telah berjuang bersamasama, dan teristimewa buat Maya sahabatku terbaik yang telah melewati hari-hari bersama yang penuh perjuangan dan memberi dorongan agar tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. 13. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna baik dari segi isi maupun penulisan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan tesis ini dan pengembangan penulisan di masa yang akan datang. Akhirnya penulis mengharapkan tesis ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan,

Agustus 2007

Penulis

Sandra Sri Anggraini

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

ix

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat/Tgl Lahir Agama Riwayat Pendidikan : 1970 - 1976 1976 - 1979 1979 - 1982 1982 - 1990 2005 - 2007

: Sandra Sri Anggraini : Medan, 28 Juli 1963 : Kristen Protestan

: : : :

SD Budi Murni Medan SMP Budi Murni Medan SMA Katolik Medan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan : Program Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan

Riwayat Pekerjaan : 1992 - 1995 1995 - 2003 2003 - sekarang : Dokter Gigi di Puskesmas Merek Dinas Kesehatan Kabupaten Karo : Staf Dinas Kesehatan Kota Medan : Kasie Data Informasi dan Laporan Bina Program Dinas Kesehatan Kota Medan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

DAFTAR ISI Halaman PERSETUJUAN PERNYATAAN ABSTRAK ................................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................ DAFTAR RIWAYAT HIDUP..................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................ DAFTAR TABEL........................................................................................ DAFTAR GAMBAR ................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN................................................................................ BAB 1.PENDAHULUAN ......................................................................... 1.1. Latar Belakang ........................................................................... 1.2. Permasalahan ............................................................................. 1.3. Tujuan Penelitian........................................................................ 1.4. Hipotesis Penelitian ................................................................. 1.5. Manfaat Penelitian ................................................................... BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA............................................................... 2.1. Rekam Medis ............................................................................ 2.1.1. Pengertian Rekam Medis ................................................. 2.1.2. Fungsi dan Tujuan Rekam Medis .................................... 2.1.3. Standar Rekam Medis ...................................................... 2.1.4. Keakuratan Rekam Medis ................................................ 2.1.5. Kepemilikan dan Akses Rekam Medis ............................ 2.1.6. Pengendalian Rekam Medis............................................. 2.1.7. Penyimpanan Rekam Medis............................................. 2.2. Kinerja ..................................................................................... 2.2.1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja .................... 2.3. Motivasi .................................................................................... 2.3.1. Teori Motivasi ................................................................. 2.3.2. Jenis-Jenis Motivasi ........................................................ 2.4. Landasan Teori ........................................................................ 2.5. Kerangka Konsep Penelitian ..................................................... BAB 3. METODE PENELITIAN............................................................ 3.1. Jenis Penelitian .......................................................................... 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ................................................... 3.3. Populasi dan Sampel ................................................................. 3.4. Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................... 3.5. Metode Pengumpulan Data ......................................................

vi viii x xi xiv xvii xviii 1 1 5 6 6 6 8 8 8 9 11 12 14 14 15 17 17 19 21 23 24 25 27 27 27 27 28 31

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xi

3.6. Variabel dan Definisi Operasional ............................................ 3.7. Metode Pengukuran .................................................................. 3.7.1. Pengukuran Variabel Motivasi......................................... 3.7.2. Pengukuran Variabel Kinerja........................................... 3.8. Metode Analisis Data ................................................................ BAB 4. HASIL PENELITIAN ................................................................ 4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian ....................................................... 4.2. Deskripsi Karakteristik Responden .......................................... 4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur................... 4.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..... 4.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan .......... 4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja.......... 4.3. Motivasi Intrinsik ..................................................................... 4.3.1. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Prestasi........ 4.3.2. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Pengakuan Orang Lain ....................................................................... 4.3.3. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Tanggung Jawab................................................................................ 4.3.4. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Peluang Untuk Maju ...................................................................... 4.3.5. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja ................................................................................ 4.4. Motivasi Ekstrinsik ................................................................... 4.4.1. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Kompensasi...................................................................... 4.4.2. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Keamanan dan Keselamatan Kerja .................................................... 4.4.3. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Kondisi Kerja ................................................................................ 4.4.4. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Prosedur Kerja................................................................................. 4.4.5. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Mutu Supervisi Teknis .............................................................. 4.4.6. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Hubungan Interpersonal .................................................................... 4.5. Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................. 4.5.1. Kinerja Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis .............................................................................. 4.5.2. Kinerja Urusan Pengelolaan Verifikasi............................ 4.5.3. Kinerja Urusan Pengelolaan Rawat Jalan ........................ 4.5.4. Kinerja Urusan Pengelolaan Rawat Inap .........................

31 34 34 35 36 37 37 40 40 40 41 41 42 42 43 43 44 45 46 46 47 48 48 49 50 51 51 52 53 54

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xii

4.5.5. Kinerja Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit ... 4.5.6. Kinerja Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis ................................................................................ 4.6. Hasil Wawancara Mendalam dengan Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis ................................................... 4.7. Hasil Uji Statistik Korelasi Spearman ..................................... 4.7.1. Motivasi Intrinsik dengan Kinerja ................................... 4.7.2. Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja................................. BAB 5. PEMBAHASAN ........................................................................... 5.1. Hubungan Motivasi Intrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis.......................................................................................... 5.1.1. Hubungan Prestasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ............................................................................. 5.1.2. Hubungan Pengakuan Orang Lain dengan Kinerja Petugas Rekam Medis .................................................... 5.1.3. Hubungan Tanggung Jawab dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................................. 5.1.4. Hubungan Peluang Untuk Maju dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................................. 5.1.5. Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................................. 5.2. Hubungan Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis .......................................................................................... 5.2.1. Hubungan Kompensasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis .............................................................................. 5.2.2. Hubungan Keamanan dan Keselamatan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ....................................... 5.2.3. Hubungan Kondisi Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................................. 5.2.4. Hubungan Prosedur Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ................................................................. 5.2.5. Hubungan Mutu Supervisi Teknis dengan Kinerja Petugas Rekam Medis .................................................... 5.2.6. Hubungan antara Hubungan Interpersonal dengan Kinerja Petugas Rekam Medis ....................................... BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN .................................................... 6.1. Kesimpulan................................................................................. 6.2. Saran .......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

55 56 57 60 60 61 64 64 64 65 66 67 67 69 69 70 71 72 73 74 76 76 77 79

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman 29 30

3.1. Hasil Uji Validitas Kuesioner Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik......... 3.2. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik..... 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Umur di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.5. Distribusi Responden Berdasarkan Prestasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ...................................................................... 4.6. Distribusi Responden Berdasarkan Pengakuan Orang Lain di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.7. Distribusi Responden Berdasarkan Tanggung Jawab di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Peluang Untuk Maju di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.10.Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Motivasi Intrinsik di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ............................... 4.11.Distribusi Responden Berdasarkan Kompensasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar...............................................

40

40

41

41

42

43

44

44

45

46

47

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xiv

4.12.Distribusi Responden Berdasarkan Keamanan dan Keselamatan Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ..................... 4.13.Distribusi Responden Berdasarkan Kondisi Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar............................................... 4.14.Distribusi Responden Berdasarkan Berdasarkan Prosedur Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ............................... 4.15.Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Supervisi Teknis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar.............................................. 4.16.Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan Interpersonal di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar .............................. 4.17.Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Motivasi Ekstrinsik di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ............................... 4.18.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ................................................................................... 4.19.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Verifikasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar .............................. 4.20.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Rawat Jalan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ............................... 4.21.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Rawat Inap di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ............................... 4.22.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ......... 4.23.Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Kasubbid Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ................................................................................... 4.24.Distribusi Responden Menurut Kinerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ...................................................................... 4.25.Uji Korelasi Motivasi Intrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ....................

47

48 49 49 50 51

51 52 53 54 55

56 57 61

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xv

4.26.Uji Korelasi Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar .................... 4.27.Uji Korelasi Kategori Motivasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar ....................

62

63

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman 25 39

2.1. Kerangka Konsep Penelitian ............................................................. 4.1. Struktur Organisasi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Output Uji Korelasi Motivasi Intrinsik dengan Kinerja 2. Output Uji Korelasi Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja 3. Output Uji Korelasi Kategori Motivasi dengan Kinerja 4. Output Tabel Distribusi ................ ............. ...............

Halaman 82 83 84 85 90 98 99 100 101

.................................................................

5. Kuesioner Penelitian ...................................................................... 6. Master Data .................................................................................... 7. Alur Dokumen Rekam Medik Pasien Rawat Inap 8. Alur Dokumen Rekam Medik Pasien Rawat Jalan 9. Surat Selesai Penelitian ........................ .......................

.................................................................

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

xviii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Salah satu fungsi yang paling utama dari sebuah rumah sakit adalah menyediakan perawatan berkualitas tinggi terhadap pasien. Pimpinan rumah sakit bertanggungjawab secara hukum maupun moral atas kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien ataupun mereka yang datang ke fasilitas pelayanan tersebut. Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi serta membaiknya keadaan sosial ekonomi dan pendidikan, mengakibatkan perubahan sistem penilaian masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medik yang baik dan lengkap. Indikator mutu rekam medik yang baik adalah kelengkapan isi, akurat, tepat waktu dan pemenuhan aspek persyaratan hukum. Dalam Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia yang dikeluarkan Dirjen Yanmed Depkes RI (1997) diatur tentang pertanggung jawaban terhadap rekam medis dan aspek hukum rekam medis yang bertujuan untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan di rumah sakit yang efektif dan efisien. Tujuan pengelolaan rekam medis di rumah sakit adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya mencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, oleh sebab itu dalam

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

mengelola rekam medis, setiap rumah sakit harus selalu mengacu kepada pedoman atau petunjuk teknis pengelolaan Rekam Medis yang dibuat oleh rumah sakit yang bersangkutan. Pedoman atau petunjuk teknis pengelolaan rekam medis pada suatu rumah sakit pada dasarnya mengatur proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di tempat penerimaan pasien, pencatatan data medis pasien selama pasien tersebut mendapatkan pelayanan medis, sampai pada penanganan berkas rekam medis pasien yang meliputi kegiatan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani perrnintaan/peminjaman bila pasien berobat ulang atau keperluan lain. Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis berbasis komputer. Dalam pelaksanaannya masih sedikit bukti yang menunjukkan keberhasilan penerapan rekam medis berbasis komputer secara utuh, komprehensif dan dapat dijadikan data model bagi rumah sakit lainnya. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien (Wikipedia, 2006). Hasil studi Waruna (2003), tentang analisis beberapa faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pencatatan rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan menyimpulkan bahwa persentase kelengkapan pengisian rekam medis yang dilakukan dokter rata-rata 78,6% dan yang dilakukan oleh perawat hanya 68,2%.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Demikian juga dengan hasil studi Hutagalung (2005) yang menyimpulkan bahwa data rekam medis belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta perencanaan di Rumah Sakit Elisabeth Medan. Pelaksanaan rekam medis di rumah sakit dipengaruhi oleh motivasi setiap petugas rekam medis itu sendiri. Dengan motivasi yang baik, petugas rekam medis diharapkan kinerjanya dalam pelaksanaan rekam medis juga semakin baik. Menurut Gibson (1992), ada tiga perangkat variabel yang mempengaruhi kinerja, yaitu: (1) variabel individual, terdiri dari: kemampuan dan ketrampilan: mental dan fisik, latar belakang: keluarga, tingkat sosial, penggajian, demografis: umur, asal-usul, jenis kelamin, (2) variabel organisasional, terdiri dari: sumberdaya, kepemimpinan, imbalan, struktur, desain pekerjaan, dan (3) variabel psikologis, terdiri dari: persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi. Menurut Mathis & Jackson (2002), kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi. Perbaikan kinerja baik untuk individu maupun kelompok menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi. RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar sebagai rumah sakit pemerintah dengan klasifikasi kelas B merupakan pusat pelayanan kesehatan dan rujukan bagi masyarakat di wilayah Kota Pematang Siantar. Oleh karena itu rumah

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

sakit ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mutu pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah kelengkapan rekam medisnya, di mana tercermin segala informasi menyangkut seorang pasien yang akan dijadikan dasar dalam melakukan tindak lanjut. Salah satu aspek yang sangat berperan secara signifikan dalam menentukan kualitas rekam medis rumah sakit adalah petugas rekam medis. Menurut keterangan dari penanggungjawab rekam medis RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, proses pendaftaran saat seorang pasien diterima di rumah sakit sampai pasien tersebut mendapatkan tindakan medis masih berjalan lambat yang diakibatkan kurang lengkap dan kurang teraturnya sistem kearsipan data rekam medis. Hasil penelitian Zulhunain (1998) di RS Haji Medan menunjukkan bahwa mutu pencatatan rekam medis di rumah sakit tersebut masih rendah, karena ada sebagian data mengenai asuhan keperawatan terhadap pasien yang tidak diisi. Dampak dari rendahnya mutu pengisian rekam tersebut antara lain pengiriman status tidak dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Hasil survei awal yang dilakukan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dengan pengambilan rekam medis secara acak 100 file rekam medis, diketahui bahwa petugas rekam medis kurang memberi perhatian terhadap pekerjaan rekam medis, hal ini terbukti dari persentase pengisian status pada formulir rekam

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

medis yang tidak diisi dengan lengkap sebesar 34,1%, pengembalian rekam medis yang tidak tepat pada tempatnya sebesar 59,03%, serta pengisian status pada rekam medis yang tidak tepat sebesar 56,13%. Ketidaklengkapan dan ketidaktepatan dalam pengisian rekam medis memberikan dampak yang tidak baik bagi proses pelayanan kesehatan kepada pasien, karena waktu untuk proses pendaftaran sampai dilakukan tindakan medik menjadi lama. Di samping itu analisa terhadap riwayat penyakit terdahulu serta tindakan medik yang telah dilakukan sebelumnya tidak dapat dilakukan secara baik akibat tidak lengkapnya data pada rekam medis pasien. Tingginya persentase rekam medis yang tidak lengkap merupakan indikator rendahnya kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, yang diduga sebagai akibat rendahnya motivasi petugas dalam

melaksanakan pekerjaannya, baik motivasi dari dalam dirinya sendiri (intrinsik) maupun motivasi dari luar diri petugas (ekstrinsik). Mengacu kepada hasil survei awal tersebut, penulis tertarik melakukan analisis tentang hubungan motivasi dengan kinerja petugas rekam medis dalam pelaksanaan rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan penelitian : bagaimana hubungan motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

(kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal) dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

1.3. Tujuan Penelitian Untuk menganalisis hubungan motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal) dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

1.4. Hipotesis Penelitian Terdapat hubungan motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal) dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

1.5. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk : 1. Bagi Rumah Sakit Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam manajemen perencanaan dan peningkatan kinerja petugas rekam medis di masa yang akan datang.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

2. Bagi Petugas Kesehatan Sebagai bahan evaluasi kinerja serta bahan masukan untuk menambah pemahaman serta wawasan tentang kinerja petugas rekam medis di rumah sakit. 3. Bagi Akedemisi Sebagai bahan perbandingan atau referensi pada studi atau penelitian di masa yang akan datang.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Rekam Medis Rekam medis adalah keterangan tertulis dan terekam tentang identitas umum dan sosial pasien, anamnesa, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya, laboratorium, diagnosis, segala perawatan dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien serta dokumen hasil pelayanan (resume) baik pasien rawat inap, rawat jalan, dan pelayanan di unit gawat darurat (Brotowasisto, 2003).

2.1.1. Pengertian Rekam Medis Menurut Permenkes No.749a/Menkes/Per/XII/1989, rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Menurut Hatta (2003) rekam medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Rekam medis adalah kumpulan keterangan tentang identitas, hasil anamnesa, pemeriksaan dan catatan segala kegiatan para pelayan kesehatan atas pasien dari waktu ke waktu. Dalam perkembangannya mencakup rekaman elektronik seperti komputer, mikrofilm dan rekaman suara (Hanafiah dan Amir, 1999).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

2.1.2. Fungsi dan Tujuan Rekam Medis Menurut Ariyanto (2004) fungsi rekam medis secara umum adalah sebagai: (a) alat komunikasi antara dokter dan tenaga kesehatan lain, (b) dasar perencanaan pengobatan yang mesti diberikan kepada pasien, (c) landasan analisis, studi, evaluasi terhadap mutu pelayanan, (d), dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan, dan (f) alat perlindungan kepentingan hukum pasien, rumah sakit, maupun dokter yang bersangkutan. Dalam Permenkes No.749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang rekam medis disebutkan, rekam medis merupakan berkas yang wajib dijaga kerahasiaannya. Dokter boleh memaparkan isi rekam medis jika sudah mendapat izin tertulis dari pasien. Secara lebih rinci, permenkes tentang rekam medis itu menyebutkan, berkas rekam medis adalah milik sarana pelayanan kesehatan atau rumah sakit, namun isi rekam medis merupakan milik pasien. Pada praktiknya, pelaksanaan hak akses

pasien terhadap rekam medis miliknya bisa terwujud dengan pemberian salinan atau fotokopi, tapi berkas asli mesti tetap berada di rumah sakit dan sang dokter tak boleh membawanya pulang (Dirjen Yanmed, 1997). Rekam medis rumah sakit adalah rekam medis yang lengkap, terkini yang memuat riwayat pasien, kondisi terapi dan hasil perawatan. Rekam medis digunakan untuk mendokumentasikan secara kronologis terapi yang diberikan kepada pasien. Rekam medis juga digunakan untuk merencanakan evaluasi terapi pasien dan sebagai alat komunikasi antar dokter dan penyedia pelayanan kesehatan lainnya di rumah sakit. Pengawas medis dan perawatan melakukan audit kualitas pelayanan kesehatan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

10

dengan mengevaluasi terapi yang dituliskan dalam rekam medis, yang kemudian dibandingkan dengan standar prosedur yang berlaku (Basbeth, 2005). Menurut Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organization (JCAHO) yang dikutip Basbeth (2005) menetapkan tujuan rekam medis adalah : a. Sebagai dasar pemberian pelayanan dan evaluasi terapi yang

berkesinambungan b. Sebagai pelengkap evaluasi medis pasien, terapi dan perubahan kondisi pasien saat pasien berada dalam perawatan di rumah sakit, gawat darurat c. Untuk mendokumentasikan komunikasi yang terjadi antara dokter-dokter yang bertanggung jawab memberikan pelayanan medis kepada pasien d. Sebagai alat bantu hukum bagi pasien, rumah sakit dan dokter. e. Sebagai data yang dapat digunakan untuk pendidikan dan penelitian. Menurut Dirjen Yanmed (1997), rekam medis memiliki 6 manfaat, yang untuk mudahnya disingkat sebagai ALFRED, yaitu: a) Adminstrative value: Rekam medis merupakan rekaman data adminitratif pelayanan kesehatan. b) Legal value: Rekam medis dapat dijadikan bahan pembuktian di pengadilan c) Financial value: Rekam medis dapat dijadikan dasar untuk perincian biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar oleh pasien d) Research value: Data Rekam Medis dapat dijadikan bahan untuk penelitian dalam lapangan kedokteran, keperawatan dan kesehatan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

11

e) Education value: Datanya dalam Rekam Medis dapat menjadi bahan pengajaran dan pendidikan mahasiswa kedokteran, keperawatan serta tenaga kesehatan lainnya. f) Documentation value: Rekam medis merupakan sarana untuk penyimpanan berbagai dokumen yang berkaitan dengan kesehatan pasien.

2.1.3. Standar Rekam Medis Ada beberapa standar penyimpanan rekam medis yang diterima oleh organisasi profesional yaitu: (a) dokter harus memeriksa bahwa dalam setiap lembaran tercantum nama dan materi identifikasi pasien yang terisi dengan baik, (b) pengisian harus jelas, tidak membingungkan, (c) rekam medis harus akurat, adekuat, tepat, aktual dan relevan, (d) untuk dapat memberikan pelayanan sesuai standar seorang dokter harus melakukan pencatatan sesering mungkin, (e) baik dokter maupun perawat harus memiliki rencana perawatan yang terpisah namun saling melengkapi, (f) setiap tindakan yang dilakukan harus tercatat sejak kedatangan awal pasien, (g) semakin darurat keadaan pasien maka rekam medis harus ditulis sesegera mungkin (Dirjen Yanmed, 1997). Secara umum rekam medis pasien harus memuat : (a) keluhan utama, (b) informasi riwayat pengobatan, (c) riwayat sosial pasien dan keluarga, (d) riwayat penyakit terdahulu, (e) pemeriksaan fisik, (f) semua prosedur diagnostik, (g) semua hasil pemeriksaan laboratorium dan rontgen, (h) catatan perkembangan penyakit pasien, (i) diagnosis provisional yang merefleksikan keadaan awal pasien saat

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

12

diperiksa oleh dokter sebelumnya, (j) laporan hasil konsultasi, (k) obat yang diresepkan, (l) respon terhadap terapi yang diberikan, (m) catatan tentang proses pengobatan, (n) informed consern, (o) tanggal dan identitas dokter tempat berkonsultasi termasuk hasil konsultasi, (p) catatan tentang keluhan pasien, (q) diagnosis akhir berdasarkan terminologi yang berlaku, (r) resume pasien keluar dari rumah sakit, (s) hasil autopsi yang jelas dan lengkap (Dirjen Yanmed, 1997). 2.1.4. Keakuratan Rekam Medis Rekam medis yang akurat sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan, kalau rekam medis tidak akurat dapat merugikan pasien. Pada dasarnya tindakan koreksi sangat dihindari namun manusia tidak terlepas dari kesalahan. Koreksi yang dilakukan jangan sampai meninggalkan keraguan untuk penggunaan berikutnya (Basbeth, 2005). Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan rekam medis yang akurat adalah: a. Bila terjadi kesalahan dalam penulisan maka bagian yang salah digarisbawahi dengan satu garis diberi tanggal dan waktu serta alasan penggantian. Kemudian catatan baru dituliskan pada tempat kosong di sebelahnya. Bagian yang salah ataupun halaman yang salah tidak boleh dibuang. b. Apabila pasien minta penggantian rekam medis maka dokter yang bersangkutan harus mendiskusikannya dengan pasien di mana harus dicantumkan bahwa penggantian tersebut atas permintaan pasien.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

13

c. Bila mungkin seorang dokter atau perawat supervisor harus mengoreksi bagian yang salah yang tidak diketahui sebelumnya kemudian mencantumkan tandatangan, waktu dan tanggal serta alasan koreksi dekat bagian yang dikoreksi. Bagian yang salah tidak boleh dihapus. d. Seorang dokter tidak boleh menuliskan perasaan pribadinya tentang si pasien. Apabila sudah dituliskan maka tidak boleh diganti atau dihapus kecuali dengan mencantumkan alasannya selanjutnya dilakukan seperti penjelasan sebelumnya. e. Rekam medis harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan kata-kata yang dapat dimengerti oleh semua staf yang berkaitan dengan pasien. Catatan bisa tertulis ataupun diketik dengan jelas. Penulis harus mencantumkan nama, jabatan dan tandatangannya setelah menulis. f. Rekam medis harus mencantumkan jumlah yang adekuat tentang terapi yang diberikan pada pasien untuk menilai apakah terapi yang diberikan sudah memenuhi standar prosedur. Kalau tidak rumah sakit bisa dianggap melalaikan pasiennya. g. Rekam medis harus segera diselesaikan beberapa hari setelah pasien pulang. Tidak ada standar yang baku, beberapa rumah sakit memakai batasan 15 hari setelah pasien pulang. h. Data yang ditambahkan pada rekam medis setelah pasien pulang biasanya dianggap tidak kredibel lagi. Bahkan beberapa perusahaan asuransi tidak mempertimbangkan data-data yang diisi setelah pasien pulang.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

14

2.1.5. Kepemilikan dan Akses Rekam Medis Dewasa ini status hukum dari rekam medis telah berubah namun tidak mengubah hak kepemilikan dari seorang pasien terhadap rekam medis tersebut. Ketika seorang pasien menginginkan duplikat dari rekam medisnya, ia berhak mendapatkan semuanya. Pasien dapat memfotokopi rekam medisnya, namun rekam medis Asli harus tetap berada di tangan rumah sakit. Walaupun hak pasien untuk melihat dan membuat duplikat dari rekam medisnya adalah mutlak, namun hal tersebut harus dengan alasan yang jelas. Bila sebuah permohonan yang rasional diajukan, maka seorang pasien dapat melihat atau bahkan membuat duplikat dari rekam medisnya pada waktu yang ditentukan (Basbeth, 2005).

2.1.6. Pengendalian Rekam Medis Menurut Anonymous (2006), dalam pengendalian rekam medis terdapat beberapa kegiatan yaitu : (a) transfer, dalam hal ini seorang dokter berkewajiban secara etik untuk bekerjasama dan menyerahkan rekam medis pasiennya kepada dokter lain yang melanjutkan pengobatan pasiennya, (b) kehilangan beberapa bagian atau seluruh bagian dari suatu rekam medis, kecuali dapat dijelaskan dengan baik untuk membuktikan tidak ada kesengajaan, dianggap bahwa kehilangan tersebut adalah suatu kesengajaan dan untuk tujuan tertentu, (c) perlindungan dan penyimpanan, seorang dokter berhak untuk menjaga dan memyimpan rekam medis dalam waktu tertentu dimana suatu tuntutan hukum dapat diajukan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

15

2.1.7. Penyimpanan Rekam Medis Rumah-rumah sakit biasanya menyimpan rekam medik untuk periode yang telah ditentukan oleh hukum atau peraturan negara atau disesuaikan dengan institusi masing-masing. Sebuah rumah sakit bagaimanapun harus menyimpan film radiografi sebagai bagian dari rekam medik yang teratur untuk periode 5 tahun; film radiografi yang pernah diperkarakan di pengadilan yang terjadi sebelum periode 5 tahun tersebut berakhir, harus disimpan hingga perkara selesai atau untuk periode 12 tahun sejak tanggal film tersebut dibuat (Anonymous, 2006). Meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan menyebabkan pentingnya dilakukan penyimpanan terhadap rekam medik yang ada. Di kebanyakan negara, tidak terdapat pengaturan penyimpanan yang spesifik terhadap rekam medik. Setiap wilayah tertentu dapat menetapkan peraturan penyimpanan tertentu, sebagai contoh, di Maryland disebutkan bahwa kecuali pasien telah diberitahukan, penyedia jasa pelayanan kesehatan tidak boleh memusnahkan rekam medik atau hasil laboratorium atau foto sinar-X seseorang setidaknya hingga 5 tahun setelah rekam medik tersebut dibuat. Sedangkan pada kasus pasien anak, rekam medik tidak boleh dimusnahkan hingga pasien tersebut mencapai usia dewasa ditambah 3 tahun setelahnya, atau hingga 5 tahun sejak rekam medik dibuat, kecuali apabila orangtua atau wali dari anak telah diberitahukan (Anonymous, 2006). Menurut Basbeth (2005) kurun waktu dimana rekam medik harus dipertahankan bergantung pada kebutuhan untuk kelanjutan pelayanan kesehatan pada pasien dan untuk tujuan penelitian, atau pendidikan, dan atau untuk hukum dan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

16

peraturan. Dianjurkan rumah-rumah sakit untuk mempertahankan rekam medik sebagai standar akreditasi. Dalam ketiadaan peraturan periode penyimpanan tertentu di suatu negara, penahanan rekam medik lebih ditentukan oleh kesepakatan. Penyedia jasa pelayanan kesehatan dapat mempertimbangkan rekomendasi dari asosiasi profesional mengenai usia penyimpanan rekam medik. Sebagai contoh, dua asosiasi, AHA dan AMRA, merekomendasikan rekam medik pasien, baik asli maupun hasil reproduksi, harus dipertahankan hingga 10 tahun. Periode dihitung mulai dari kunjungan terakhir pasien. Kedua asosiasi ini juga lebih lanjut menganjurkan bahwa setelah 10 tahun, rekam medik tersebut dapat dimusnahkan kecuali dilarang oleh hukum atau peraturan tertentu di negara bersangkutan, atau dalam hal beberapa informasi harus tetap disimpan oleh institusi tersebut untuk keperluan tertentu. Peraturan pemerintah melindungi kerahasiaan dari data perawatan pasien pengguna alkohol atau penyalahgunaan obat. Bagaimanapun, peraturan menghendaki agar rekam medik tersebut disimpan dalam ruangan yang aman, terkunci dalam lemari, atau lemari besi, atau perangkat lain serupa. Sebagai tambahan, bila suatu program menghentikan kegiatan operasinya atau rekam medik tersebut dibutuhkan oleh program yang lain, maka identitas pasien harus ditinggalkan atau data tersebut dimusnahkan, kecuali pasien memberikan pernyataan persetujuan tertulis untuk memindahkan datanya atau terdapat permintaan yang sah menurut hukum agar data tersebut disimpan unuk periode waktu yang tertentu. Data tersebut harus dilabeli dengan nama dari program dan surat permintaan dari pengadilan untuk penyimpanan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

17

dan harus dimusnahkan sesegera mungkin setelah periode penyimpanan tersebut berakhir (Anonymous, 2006).

2.2. Kinerja Kinerja adalah penampilan hasil karya personel, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personel yang memangku jabatan fungsional maupun struktural, tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personel di dalam organisasi (Ilyas, 2001). Kinerja menurut Mulyadi yang dikutip Srimindarti (2006) adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan beberapa pengertian kinerja tersebut dapat dijelaskan bahwa kinerja merupakan suatu istilah secara umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang diproyeksikan, dengan dasar efisiensi, pertanggungjawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya.

2.2.1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Dalam organisasi pelayanan kesehatan, sangat penting untuk memiliki instrumen penilaian kinerja yang efektif bagi tenaga profesional. Proses evaluasi kinerja bagi profesional menjadi bagian terpenting dalam upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi (Ilyas, 2001).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

18

Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi (determinan) kinerja personil, dilakukan pengkajian terhadap beberapa teori kinerja. Secara teoritis ada tiga

kelompok variabel yang mempengaruhi perilaku kerja atau kinerja, yaitu: variabel individu, variabel organisasional dan variabel psikologis. Ketiga variabel tersebut mempengaruhi perilaku kerja yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja personel. Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah yang berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai sasaran suatu jabatan atau tugas (Ilyas, 2001). Menurut Gibson yang dikutip Ilyas (2001) menyampaikan model teori kinerja dan melakukan analisis terhadap sejumlah variabel yang mempengaruhi perilaku dan kinerja individu. Variabel individu dikelompokkan pada sub-variabel kemampuan dan ketrampilan, latar belakang dan demografis. Sub-variabel kemampuan dan

ketrampilan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilaku dan kinerja individu, sedangkan variabel demografis memberikan efek yang tidak langsung kepada kinerja individu. Variabel organisasional terdiri dari sumberdaya, kepemimpinan, imbalan, struktur, dan desain pekerjaan yang mengatur pekerjaan secara individu maupun kelompok yang dapat mengoptimalkan kemampuan individu mencapai tujuan organisasi. Variabel psikologis, terdiri dari sub-variabel persepsi, sikap, kepribadian, belajar, dan motivasi. Variabel ini menurut Gibson (1987) banyak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat sosial, pengalaman kerja sebelumnya dan variabel demografis. Variabel psikologis ini merupakan hal yang kompleks dan sulit diukur, juga sukar

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

19

menyatakan atau mencapai kesepakatan tentang pengertian dari variabel tersebut, karena seorang individu masuk dan bergabung dalam suatu organisasi kerja pada usia, etnis, latar belakang budaya, dan ketrampilan berbeda satu dengan lainnya. 2.3. Motivasi Menurut Rusyam (1989) pengertian motivasi sebagai berikut: motivasi merupakan penggerak tingkah laku ke arah suatu tujuan dengan didasari oleh adanya suatu keinginan/kebutuhan. Wahjosumidjo (1987) memberikan suatu definisi:

motivasi adalah suatu proses psikologi yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang untuk bertingkah laku dalam rangka memenuhi kebutuhan yang dirasakan. Sedangkan Gerungan

(2000) menambahkan bahwa motivasi adalah penggerak, alasan-alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan dirinya melakukan suatu tindakan/bertingkah laku. Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang ditentukan (Siagian, 2004). Berdasarkan pada beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu penggerak atau dorongan-dorongan yang terdapat dalam diri manusia yang dapat menimbulkan, mengarahkan, dan mengorganisasikan tingkah

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

20

lakunya. Hal ini terkait dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan rohani. Istilah motivasi mengandung tiga hal yang amat penting, yaitu: a) Pemberian motivasi berkaitan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasional. Tersirat pada pandangan ini bahwa dalam tujuan dan sasaran organisasi telah tercakup tujuan dan sasaran pribadi anggota organisasi. Pemberian motivasi hanya akan efektif apabila dalam diri bawahan yang digerakkan terdapat keyakinan bahwa dengan tercapainya tujuan maka tujuan pribadi akan ikut pula tercapai. b) Motivasi merupakan proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu. Usaha merupakan ukuran intensitas kemauan seseorang. Apabila seseorang termotivasi, maka akan berusaha keras untuk melakukan sesuatu. c) Kebutuhan adalah keadaan internal seseorang yang menyebabkan hasil usaha tertentu menjadi menarik. Artinya suatu kebutuhan yang belum terpuaskan menciptakan ketegangan yang pada gilirannya menimbulkan dorongan tertentu pada diri seseorang. Menurut Gitosudarmo (1986) motivasi atau dorongan kepada karyawan untuk bersedia bekerja sama demi tercapainya tujuan bersama atau tujuan perusahaan ini terdapat dua macam yaitu: (a) motivasi finansial yaitu dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan. Imbalan tersebut sering disebut Insentif; dan (b). motivasi non finansial yaitu dorongan yang diwujudkan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

21

tidak dalam bentuk finansial, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusiawi dan lain sebagainya.

2.3.1. Teori Motivasi a. Hierarki Kebutuhan Menurut Maslow. Menurut Robbin (2001) teori ini mula-mula dipelopori oleh Maslow pada tahun 1954. Ia menyatakan bahwa manusia mempunyai pelbagai keperluan dan mencoba mendorong untuk bergerak memenuhi keperluan tersebut. Keperluan itu wujud dalam beberapa tahap kepentingan. Setiap manusia mempunyai keperluan untuk memenuhi kepuasan diri dan bergerak memenuhi keperluan tersebut. Lima hierarki keperluan mengikut Maslow adalah kebutuhan: (1) Faali (fisiologis): antara lain rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), sex dan kebutuhan ragawi lain, (2) Keamanan : antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional, (3) Sosial: mencakup kasih sayang, rasa dimiliki, diterima baik, dan persahabatan, (4) Penghargaan : mencakup faktor rasa hormat internal seperti harga-diri, otonomi, dan prestasi; dan faktor hormat ekstemal seperti status, pengakuan, dan perhatian. (5) Aktualisasi-diri: dorongan untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi; mencakup pertumbuhan, mencapai potensialnya, dan pemenuhan diri. Maslow memisahkan kelima kebutuhan sebagai kategori tinggi dan kategori rendah, Kebutuhan faali dan kebutuhan keamanan digambarkan sebagai kebutuhan kategori rendah dan kebutuhan sosial dan kebutuhan akan penghargaan, dan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

22

aktualisasi diri sebagai kebutuhan kategori tinggi. Pembedaan antara kedua kategori ini berdasarkan alasan bahwa kebutuhan kategori tinggi dipenuhi secara internal (di dalam diri orang itu). Sedangkan kebutuhan kategori rendah terutama dipenuhi secara eksternal (dengan upah, kontrak serikat buruh, dan masa kerja).

b. Teori Dua Faktor (Motivator-Hygiene Theory) Teori dua faktor dari Herzberg berusaha mencari sebab-sebab adanya rasa puas dan rasa tidak puas dari seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Dengan diketahuinya sebab-sebab tersebut, maka akan diusahakan untuk dapat diciptakan kepuasan sehingga para pekerja dapat terdorong atau termotivasi untuk bekerja dengan lebih baik. Teori ini memberikan gambaran bahwa kepuasan akan hasil pekerjaan seseorang dipengaruhi oleh suatu faktor yang disebut faktor pemuas (satisfier factor). Faktor pemuas tersebut timbul di dalam diri pekerja terhadap hasil pekerjaannya dan kemudian menciptakan perasaan berprestasi, dihargai, memperoleh kemajuan. Di pihak lain pada diri pekerja juga terdapat rasa ketidak-puasan yang disebut faktor kesehatan (higyene factor). Hygiene factor berupa pengaruh lingkungan kerja, yaitu antara lain berupa hubungan dengan supervisor, hubungan dengan teman kerja, rasa tidak aman dalam bekerja, kondisi kerja, serta gaji yang cukup. Tersedianya faktor kesehatan berarti terciptanya lingkungan kerja yang sehat baik sehat fisik maupun sehat mental (Gitosudarmo, 1986). Kedua faktor yaitu satisfier factor dan hygiene factor harus tersedia atau disediakan oleh manajer sehingga terjadi dorongan untuk

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

23

bekerja bersama secara efektif dan efisien. Implikasi teori ini bahwa seorang pekerja mempunyai dorongan untuk berkarya tidak sekedar mencari nafkah akan tetapi sebagai wahana untuk memuaskan berbagai kepentingan dan kebutuhannya (Siagian, 1995).

2.3.2. Jenis-Jenis Motivasi Jenis-jenis motivasi yang terjadi atas dasar pembentukannya menurut Sardiman (1986) terbagi atas 2 (dua) jenis, yaitu: (a) motivasi bawaan, yaitu motivasi yang telah di bawa sejak lahir dan terjadinya tanpa dipelajari. Motivasi bawaan atau disebut juga dengan motivasi primer terjadi dengan sendirinya tanpa melalui proses belajar, dan (b) motivasi yang dipelajari, yaitu motivasi yang terjadi karena adanya komunikasi dan isyarat sosial serta secara sengaja dipelajari oleh manusia. Motivasi yang dipelajari atau motivasi sekunder muncul melalui proses pembelajaran sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman seseorang. Menurut Handoko (1995), motivasi terdiri atas: (a) motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang berfungsinya tanpa rangsangan dari luar, karena dalam diri individu tersebut sudah ada dorongan untuk melakukan tindakan, dan (b) motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang berfungsinya karena disebabkan oleh adanya faktor pendorong dari luar diri individu. Dalam penelitian ini variabel motivasi diukur berdasarkan teori dua faktor dari Hezberg, yaitu motivasi intrinsik : (a) prestasi yang diraih, (b) pengakuan orang lain, (c) tanggungjawab, (d) peluang untuk maju, (e) kepuasan kerja itu sendiri,

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

24

dan motivasi ekstrinsik, meliputi: (a) kompensasi, (b) keamanan dan keselamatan kerja, (c) kondisi kerja, (d) prosedur kerja, (e) mutu supevisi teknis, serta (f) hubungan interpersonal.

2.4. Landasan Teori Kompleksitas pengelolaan serta fungsi dari rekam medis rumah sakit, mengharuskan petugas pelaksana rekam medis untuk bekerja secara baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga menunjukkan hasil kerja atau kinerja sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu indikator mutu pelayanan

kesehatan di rumah sakit adalah kelengkapan rekam medisnya yang ditunjukkan oleh kinerja petugas pengelolanya. Untuk mendapatkan rekam medis yang lengkap dan diisi secara tepat, setiap petugas rekam di rumah sakit harus bekerja sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya (tupoksi) yang telah ditetapkan, yaitu mulai dari pencatatan data pasien pada lembar masuk (admission sheet) sampai penyimpanan dan mengevaluasi data rekam medis. Faktor motivasi dalam bekerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk dapat menghasilkan hasil kerja optimal. Teori motivasi dapat

diimplementasikan di semua organisasi dengan menyediakan fasilitas-fasilitas rekreatif yang sederhana tapi mengena, mampu menyenangkan dan menyamankan pekerja dan memacu motivasi pekerja yang pada akhirnya mendongkrak kinerja

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

25

perusahaan. Program motivasi untuk pekerja hendaknya mampu membuat pekerja merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya dan kebutuhannya. Dengan demikian, apabila dalam diri setiap petugas rekam medis terdapat motivasi yang memberi kekuatan untuk bekerja dengan baik dan benar, tentunya akan dapat dilakukan peningkatan kualitas petugas rekam medis sebagai cerminan atau indikator kinerja petugas kesehatan di bagian rekam medis.

2.5. Kerangka Konsep Penelitian Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan terarah akan alur penelitian ini digambarkan dalam kerangka konsep seperti berikut ini : Variabel Independen MOTIVASI INTRINSIK - Prestasi, - Pengakuan orang lain - Tanggungjawab - Peluang untuk maju - Kepuasan kerja KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS MOTIVASI EKSTRINSIK - Kompensasi - Keamanan dan keselamatan kerja - Kondisi kerja - Prosedur kerja - Mutu supervisi teknis - Hubungan interpersonal Variabel Dependen

Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

26

Berdasarkan kerangka konsep di atas dapat dijelaskan definisi konsep sebagai berikut: Motivasi petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar meliputi motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal) secara teoritis berhubungan dengan kinerja individu. Dalam penelitian ini hubungan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dengan motivasi adalah hubungan yang searah, artinya kinerja petugas akan baik atau optimal apabila dalam melaksanakan pekerjaan di bagian rekam medis dalam suasana motivasi yang tinggi, sebaliknya kinerja petugas akan tidak optimal apabila dalam melaksanakan pekerjaannya tanpa didukung oleh motivasi intrinsik maupun ekstrinsik.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei explanatory untuk mengetahui hubungan motivasi petugas rekam medis (intrinsik dan ekstrinsik) dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar yang merupakan rumah sakit yang telah melaksanakan pencatatan dan pelaporan data dalam rekam medik. Lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan bahwa

RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar adalah suatu rumah sakit berskala besar yang memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap seperti fasilitas untuk pelaksanaan rekam medis. Pelaksanaan penelitian pada bulan Mei Juli Tahun 2007.

3.3. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis yang mengelola dan melaksanakan kegiatan rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 15 orang. Dengan demikian sampel dalam penelitian ini adalah total sampling.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

27

28

3.4. Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk mengetahui sejauhmana kesamaan antara yang diukur peneliti dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan, maka dilakukan uji validitas terhadap kuesioner yang telah dipersiapkan dengan formula alat bantu komputer yaitu dengan melihat output pada kolom corrected item- total correlation yang merupakan nilai r-hitung untuk masing-masing pertanyaan, kemudian membandingkan dengan nilai r-tabel, dengan formula sebagai berikut : N ( xy ) - (xy ) r = { [ Nx2 - (x)2 ] . [ Ny2 . (y)2 ] }1/2

dimana : x = skor tiap-tiap variabel y = skor total tiap responden N = jumlah responden Untuk mengetahui sejauhmana konsistensi hasil penelitian jika kegiatan tersebut dilakukan berulang-ulang, maka dilakukan uji reliabilitas terhadap kuesioner yang telah dipersiapkan dengan formula Alpha Cronbach sebagai berikut : M ( Vt . Vx ) Rtt = M . 1 (Vt) dimana : Vt = variasi total Vx = variasi butir-butir M = jumlah butir pertanyaan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

29

Tabel 3.1. Hasil Uji Validitas Kuesioner Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Nomor Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Corrected Item-Total Correlation 0,3253 0,3556 0,3006 0,4225 0,2860 0,3003 0,4074 0,2750 0,3328 0,3944 0,4671 0,2401 0,3231 0,3231 0,4825 0,3451 0,4944 0,3671 0,2825 0,3245 0,3521 0,2732

r-tabel 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215 0,215

Status Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Berdasarkan Tabel 3.2 di atas diketahui bahwa butir-butir pertanyaan untuk variabel motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, seluruhnya memenuhi persyaratan yakni nilai r-hitung semua butir pertanyaan lebih besar dari r-tabel 0.215 (Gozhali, 2001). Dengan demikian dapat digunakan dalam penelitian.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

30

Tabel 3.2. Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Nomor Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Cronbach Alpha 0,9623 0,9623 0,9374 0,9374 0,9375 0,9375 0,9672 0,9672 0,9838 0,9838 0,9217 0,9217 0,9281 0,9281 0,9165 0,9165 0,9727 0,9727 0,9139 0,9139 0,9547 0,9547 Kriteria 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

Berdasarkan Tabel 3.2 di atas diketahui bahwa seluruh butir-butir pertanyaan untuk variabel motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik memenuhi persyaratan yakni nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Gozhali, 2001). Dengan demikian dapat digunakan dalam penelitian. Pertanyaan untuk variabel kinerja yang mengacu kepada tupoksi petugas rekam medis tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas, karena jumlah tupoksi setiap petugas tidak sama.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

31

3.5. Metode Pengumpulan Data 3.5.1. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara secara langsung menggunakan pedoman wawancara (kuesioner) tentang motivasi petugas rekam medis dan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar. 3.5.2. Data sekunder dikumpulkan dengan mengutip data laporan atau registrasi rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, serta data lain yang mendukung.

3.6. Variabel dan Definisi Operasional 1. Motivasi petugas adalah kebutuhan atau keinginan yang terdapat dalam diri petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar yang mendorong dan menguraikan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri petugas rekam medis dan mengarahkan perilaku serta berhubungan dengan kinerja petugas rekam medis. Motivasi ini dilihat dari aspek intrinsik dan ekstrinsik. a. Motivasi Intrinsik adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri petugas rekam medis RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar terdiri dari : prestasi, pengakuan orang lain, tanggung jawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja. Dengan definisi sebagai berikut: Prestasi adalah hasil yang dicapai petugas rekam medis setelah melaksanakan tugas dalam pengelolaan data rekam medis.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

32

Pengakuan orang lain adalah pengakuan rekan kerja terhadap keberadaan petugas rekam medis sebagai personil yang secara bersama-sama merupakan bagian dari sistem dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Tanggung jawab adalah rasa keterpanggilan dan tuntutan dalam diri petugas rekam medis sebagai petugas yang telah ditempatkan dalam unit rekam medis untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Peluang untuk maju adalah kesempatan yang diperoleh petugas rekam medis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dari aspek pengelolaan data rekam medis.

Kepuasan kerja adalah kesesuaian harapan petugas rekam medis dengan kenyataan dalam melaksanakan pekerjaan yang

menimbulkan rasa puas dalam dirinya serta memiliki kemauan untuk bekerja secara optimal. b. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang bersumber dari luar diri petugas rekam medis RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar terdiri dari : kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, status pekerjaan, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal. Dengan definisi sebagai berikut: Kompensasi adalah nilai nominal atau jumlah uang yang diperoleh petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

33

Siantar setelah petugas melaksanakan pengelolaan data rekam medis. Keamanan dan keselamatan kerja adalah kondisi fisik dan lingkungan dalam unit kerja rekam medis yang memungkinkan setiap petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dapat bekerja dengan tenang dan nyaman. Kondisi kerja adalah suasana tempat kerja dan dukungan semua pihak di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar yang memungkinkan setiap petugas rekam medis dapat bekerja sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan. Prosedur kerja adalah pedoman atau acuan kerja di unit rekam medis yang memungkinkan setiap petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dapat bekerja sesuai dengan alur kerja atau sistem yang telah ditetapkan. Mutu Supervisi teknis adalah perhatian, bimbingan atau evaluasi yang diberikan atau dilakukan atasan pada unit rekam medis terhadap petugas yang telah melaksanakan pekerjaan pada waktu tertentu. Hubungan Interpersonal adalah interaksi antar sesama petugas rekam medis dalam unit kerjanya, atau hubungan antara bawahan dengan atasan di unit kerja rekam medis maupun dalam rumah sakit secara keseluruhan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

34

2. Kinerja petugas rekam medis adalah hasil kerja petugas rekam medis sesuai dengan yang ditetapkan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar. Jumlah total petugas rekam medis sebanyak 15 orang, terdiri dari : a. Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis. b. Kaur dan Staf Pengelolaan Verifikasi. c. Kaur dan Staf Pengelolaan Rawat Jalan. d. Kaur dan Staf Pengelolaan Rawat Inap. e. Kaur dan Staf Pengelolaan Pelaporan. f. Kaur dan Staf Pengelolaan Indeks atau Analisa.
3.7. Metode Pengukuran Variabel penelitian diukur terhadap sub variabel dari variabel bebas dan variabel terikat yang menguraikan pelaksanaan rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, dengan menggunakan skala ordinal.

3.7.1. Pengukuran Variabel Motivasi


Skala pengukuran yang digunakan untuk variabel motivasi petugas rekam medis menggunakan skala ordinal dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu:

Tinggi apabila motivasi petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dalam melaksanakan pelayanan rekam medis
di rumah sakit mencakup seluruh aspek motivasi intrinsik (prestasi,

pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

35

keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal), atau (>70% dari nilai tertinggi). Sedang apabila motivasi petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dalam melaksanakan pelayanan rekam medis
di rumah sakit mencakup sebagian besar aspek motivasi intrinsik

(prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal), atau (40 -70% dari nilai tertinggi). Rendah apabila motivasi petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar dalam melaksanakan pelayanan rekam medis
di rumah sakit mencakup sebagian kecil aspek motivasi intrinsik

(prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dan ekstrinsik (kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal), atau (<40% dari nilai tertinggi).

3.7.2. Pengukuran Variabel Kinerja


Skala pengukuran yang digunakan untuk variabel kinerja petugas rekam medis menggunakan skala ordinal dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu:

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

36

- Baik apabila petugas rekam medis melaksanakan seluruh kegiatan yang telah ditetapkan dalam uraian tugas (tupoksi) pada unit kerja rekam medis di RSUD

Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, atau (>70% dari nilai tertinggi).
- Cukup apabila petugas rekam medis melaksanakan sebagian besar kegiatan yang telah ditetapkan dalam uraian tugas (tupoksi) pada unit kerja rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar), atau (40 -70%

dari nilai tertinggi)


- Kurang apabila petugas rekam medis melaksanakan sebagian kecil kegiatan yang telah ditetapkan dalam uraian tugas (tupoksi) pada unit kerja rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar, atau (<40% dari

nilai tertinggi).
3.8. Metode Analisis Data Metode analisis data menggunakan uji korelasi Spearman pada =0,05, bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi petugas terhadap kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.

Rumus uji korelasi Spearman yang digunakan adalah: 6 D2 rho = 1 rho D N N(N2 1)

= Koefisien Korelasi = Difference (perbedaan antar jenjang (rank) = Jumlah responden = Tingkat Kesalahan 5% (0,05)

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pematangsiantar berdiri tahun 1911 pada areal seluas 12,28 Ha dengan luas bangunan 16.800 m2 serta jumlah bangunan 59 unit. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.515/MENKES/SK/IV/2007 berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 April 2007. RSUD Dr. Djasamen Saragih adalah rumah sakit dengan tipe-B non pendidikan berdasarkan persetujuan MENPAN No.B-1267/1/1992 Tanggal

2 November 1992 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1070/MENKES/ SK/XI/1992 dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No.445/3155/K Tahun 1992 tanggal 31 Desember 1992. Sejak tanggal 27 Desember 2001 kepemilikan RSUD Dr. Djasamen Saragih diserahkan dari Pemerintah Propinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar. Sarana dan prasarana yang tersedia di RSUD Dr. Djasamen Saragih terdiri dari : 16 unit instalasi rawat jalan, 17 ruang inap dengan 243 tempat tidur instalasi rawat inap, 14 jenis instalasi penunjang. Operasional rumah sakit didukung oleh 63 orang tenaga medis dengan kualifikasi 31 dokter ahli serta 32 dokter umum dan dokter gigi, 154 tenaga paramedis perawatan, dan 54 tenaga non medis.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

37

38

Visi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar adalah Terwujudnya rumah sakit idaman, terbaik dan terpercaya menuju Indonesia sehat 2010. Untuk mencapai visi tersebut dibuat misi rumah sakit sebagai berikut : 1. Mengupayakan pelayanan yang prima bagi semua golongan masyarakat, melalui prosedur yang berlaku dengan cepat, tepat, ramah dan terjangkau. 2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, melalui pelayanan yang bersifat spesialistik dan sub spesialistik secara profesional dan etis. 3. Mengupayakan rumah sakit yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berorientasi kepada keindahan alam dan lingkungan yang mampu memeberikan jaminan keamanan dan kenyamanan melalui

keramahtamahan. 4. Meningkatkan peran rumah sakit sebagai tempat pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. 5. Mengupayakan rumah sakit yang mampu mandiri untuk membiayai sendiri operasionalnya Moto RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar adalah SENYUM : S E N Y : Sosio ekonomi, melayani pasien dengan tidak memandang status ekonomi : Empati, peduli terhadap kesembuhan dan perasaan pasien. : Nyaman, dapat membuat lingkungan pelayanan yang menyenangkan : Yakin, bahwa kesembuhan pasien dapat diperoleh dengan pelayanan yang baik.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

39

: Unggul, bahwa pelayanan yang diberikan adalah secara profesional dan diusahakan untuk selalu lebih baik daripada di rumah sakit lain.

M : Memuaskan, bahwa hasil pelayanan yang diberikan dapat memberikan rasa puas bagi penderita masyarakat lainnya. maupun keluarganya sehingga merupakan promosi

Bagan 4.1 Struktur Organisasi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar Kepala RSUD Dr. Djasamen Saragih Komite Medis Komite Keperawatan Kasubbag Keuangan Kepala Bagian Tata Usaha Kasubbag Perlengkapan dan Kepegawaian
Kabid Perencanaan dan Rekam Medis

Kabid Pelayanan dan Penunjang Medis

Kabid Keperawatan

Kasubbid Pelayanan Medis

Kasubbid Penunjang Medis

Kasubbid Keperawatan

Kasubbid Ketenagaan Keperawatan

Kasubbid Perencanaan dan Penyusunan Program

Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis

Instalasi

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

40

4.2. Deskripsi Karakteristik Responden Karakteristik petugas rekam medis sebagai responden meliputi : jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan masa kerja dengan hasil sebagai berikut.

4.2.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Pengelompokan umur responden berdasarkan umur paling tinggi dan paling rendah dari seluruh data umur responden menunjukkan bahwa persentase terbesar umur responden berada pada kelompok umur 42 - 50 tahun sebanyak 9 orang (60,0%), sedangkan persentase terkecil berumur 24-32 tahun hanya 1 orang (6,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Kelompok Umur 24 - 32 tahun 33 41 tahun 42 - 50 tahun Jumlah Kelompok Umur di RSUD Jumlah 1 5 9 15 Persen 6,7 33,3 60,0 100,0

4.2.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden penelitian umumnya berjenis kelamin perempuan, sebanyak 12 orang (80,0%), selebihnya adalah laki-laki. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar No 1 2 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Kelamin Jumlah 3 12 15 di RSUD

Persen 20,0 80,0 100,0

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

41

4.2.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tingkat menengah (SMA/sederajat) sebanyak 11 orang (73,4%), sedangkan tingkat Akademi dan Sarjana masing-masing 2 orang (13,3%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Tingkat Pendidikan SMA Akademi Sarjana Jumlah Jumlah 11 2 2 15 Persen 73,4 13,2 13,,3 100,0

4.2.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa kerja sebagian besar responden antara 1-9 tahun sebanyak 7 responden (46,7%), sedangkan persentase terkecil dengan masa kerja 10-17 tahun yaitu 2 orang (13,3%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Masa Kerja 1 9 tahun 10 17 tahun 18 24 tahun Jumlah Jumlah 7 2 6 15 Persen 46,7 13,3 40,0 100,0

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

42

4.3. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik petugas rekam medis meliputi: prestasi, pengakuan orang lain, tanggung jawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja dengan hasil sebagai berikut.

4.3.1. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Prestasi Keinginan responden melakukan tupoksi secara efisien dan efektif adalah penting dinyatakan oleh seluruh responden (15 orang; 100,0%), sedangkan keinginan menerapkan metode baru dalam pekerjaan adalah biasa saja dinyatakan oleh 9 orang (50,0%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.5. Tabel 4.5. Distribusi Responden Berdasarkan Prestasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Prestasi Jumlah Persen

A. Melakukan Tupoksi Secara Efisien dan Efektif 1 Penting 2 3 Biasa saja Tidak penting Jumlah B. Menerapkan Metode Baru dalam Pekerjaan 1 2 3 Penting Biasa saja Tidak penting Jumlah

15 0 0 15

100,0 0,0 0,0 100,0

6 9 0 15

40,0 60,0 0,0 100,0

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

43

4.3.2. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Pengakuan Orang Lain Sebanyak 11 orang (73,3%) menyatakan adanya pengaruh sikap rekan kerja dalam pelaksanaan rekam medis adalah biasa saja, serta 12 orang (80,0%) menyatakan pentingnya penghargaan dari rumah sakit dalam meningkatkan motivasi dalam bekerja. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Distribusi Responden Berdasarkan Pengakuan Orang Lain di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Pengakuan Orang Lain Jumlah Persen

A. Sikap Rekan Kerja dalam Pekerjaan 1 Penting 2 3 Biasa saja Tidak penting Jumlah B. Penghargaan dari Rumah Sakit 1 2 3 Penting Biasa saja Tidak penting Jumlah

4 11 0 15

26,7 73,3 0,0 100,0

12 3 0 15

80,0 20,0 100,0

4.3.3. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Tanggung Jawab Sebanyak 11 orang (73,3%) menyatakan penting adanya tanggung jawab dalam pekerjaan, juga sebanyak 9 orang (60,0%) menyatakan penting penyelesaian pekerjaan secara baik dan tepat waktu. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.7.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

44

Tabel 4.7. Distribusi Responden Berdasarkan Tanggung Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Tanggung Jawab A. Tanggung Jawab terhadap Pekerjaan 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Penyelesaian Pekerjaan secara Baik dan Tepat Waktu 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah

jawab

di

RSUD

Jumlah 11 4 0 15 9 5 1 15

Persen 73,3 26,7 0,0 100,0 60,0 33,3 6,7 100,0

4.3.4. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Peluang Untuk Maju Sebanyak 8 orang (53,3%) menyatakan biasa saja tentang pengembangan karier melalui pekerjaan yang dilakukan, namun sebanyak 8 orang (53,3%) menyatakan penting adanya pelatihan, pendidikan dan promosi untuk meningkatkan pangkat dan golongan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.8. Tabel 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Peluang untuk Maju di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Peluang Untuk maju A. Pekerjaan untuk Pengembangan Karier 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Pelatihan, Pendidikan dan Promosi untuk Kenaikan 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah Jumlah 6 8 1 15 8 7 0 15 Persen 40,0 53,3 6,7 100,0 53,3 46,7 0,0 100,0

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

45

4.3.5. Motivasi Intrinsik Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja Responden yang menyatakan biasa saja tentang kepuasan terhadap pekerjaan sebagai faktor motivasi dalam bekerja sebanyak 12 orang (80%). Namun sebanyak 9 orang (60,0%) responden mempunyai keinginan untuk tetap berada pada unit kerja rekam medis. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.9.

Tabel 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kepuasan Kerja

Kerja

di

RSUD

Jumlah 3 12 0 15 9 5 1 15

Persen 20,0 80,0 0,0 100,0 60,0 33,3 6,7 100,0

A. Kepuasan terhadap Pelaksanaan Pekerjaan 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Keinginan Tetap Berada di Unit Kerja Rekam Medis 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah

Secara akumulasi motivasi intrinsik petugas rekam medis, sebanyak 53,3% responden mempunyai motivasi intrinsik pada kategori tinggi, sedangkan responden yang mempunyai kinerja pada kategori sedang 46,7%. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.10

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

46

Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Motivasi Intrinsik di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Motivasi Intrinsik Tinggi Sedang Rendah Jumlah Jumlah 8 7 0 15 Persen 53,3 46,7 0,0 100,0

4.4. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik petugas rekam medis meliputi: kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal, dengan hasil sebagai berikut.

4.4.1. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Kompensasi Adanya pemberian imbalan atau insentif dari rumah sakit kepada petugas rekam medis merupakan hal yang penting dalam upaya meningkatkan motivasi petugas, hal ini dinyatakan sebanyak 14 orang (93,3%). Pemberian imbalan atau insentif tersebut hendaknya didasarkan pada prestasi kerja masing-masing petugas, sehingga petugas yang belum menunjukkan prestasi termotivasi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik untuk mendapatkan insentif dari hasil pekerjaannya, hal ini dinyatakan sebanyak 13 orang (86,6%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.11.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

47

Tabel 4.11. Distribusi Responden Berdasarkan Kompensasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kompensasi A. Pemberikan Imbalan/Insentif 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Pemberian Imbalan/Insentif Didasarkan pada Prestasi 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah 4.4.2. Motivasi Ekstrinsik Keselamatan Kerja Responden Jumlah 14 1 0 15 13 1 1 15 Keamanan Persen 93,3 6,7 0,0 100,0 86,6 6,7 6,7 100,0 dan

Berdasarkan

Kenyamanan lingkungan kerja penting untuk memotivasi petugas rekam medis melaksanakan pekerjaannya, dinyatakan sebanyak 14 orang (93,3%). Demikian juga dengan kesesuaian fasilitas yang tersedia di tempat kerja dengan pekerjaan yang dilakukan, sebanyak 8 orang (53,3%) menyatakan penting diperhatikan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.12. Tabel 4.12. Distribusi Responden Berdasarkan Keamanan dan Keselamatan Kerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Keamanan dan Keselamatan Kerja A. Kenyamanan Lingkungan Kerja 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Kesesuaian Fasilitas dengan Pekerjaan 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah Jumlah 14 1 0 15 8 6 1 15 Persen 93,3 6,7 0,0 100,0 53,3 40,0 6,7 100,0

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

48

4.4.3. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Kondisi Kerja Sebanyak 8 orang (53,3%) menyatakan penting ketersediaan fasilitas yang mendukung pelaksanaan pekerjaan. Adanya dukungan dari unsur pimpinan dan staf rumah sakit dapat memotivasi petugas rekam medis dalam pelaksanaan pekerjaan, dinyatakan sebanyak 7 orang (46,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Distribusi Responden Berdasarkan Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kondisi Kerja A. Fasilitas yang Mendukung Pelaksanaan Kerja 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Dukungan dari Seluruh Unsur Pimpinan dan Staf 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah

Kondisi

Kerja

di

RSUD

Jumlah 8 6 1 15 7 8 0 15

Persen 53,3 40,0 6,7 100,0 46,7 53,3 100,0

4.4.4. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Prosedur Kerja Sebanyak 14 orang (93,3%) menyatakan penting dilakukan pembagian tugas secara proporsional sehingga setiap petugas mempunyai beban kerja sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Sebanyak 12 orang (80,0%) responden menyatakan pentingnya pelaksanaan alur kerja kegiatan rekam medis sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.14.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

49

Tabel 4.14. Distribusi Responden Berdasarkan Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Prosedur Kerja A. Pembagian Tugas secara Proporsional 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Alur Kerja sesuai Pedoman 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah

Prosedur

Kerja

di

RSUD

Jumlah 14 1 0 15 12 2 1 15

Persen 93,3 6,7 0,0 100,0 80,0 13,3 6,7 100,0

4.4.5. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Mutu Supervisi Teknis Pengawasan yang dilakukan atasan sebagai kegiatan supervisi merupakan hal yang penting bagi sebanyak 7 orang (46,7%) responden, dan sebanyak 12 orang (80,0%) responden menyatakan penting dibuat umpan balik terhadap hasil pekerjaan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15. Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Supervisi Teknis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No A. Pengawasan 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting B. Umpan Balik 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah Mutu Supervisi Jumlah 7 7 1 15 12 3 0 15 Persen 46,7 46,7 6,6 100,0 80,0 20,0 0,0 100,0

Jumlah

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

50

4.4.6. Motivasi Ekstrinsik Responden Berdasarkan Hubungan Interpersonal Adanya hubungan kerja yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan merupakan hal yang biasa saja menurut sebanyak 9 orang (60,0%) responden, dan sebanyak 10 orang (66,7%) responden menyatakan penting adanya dukungan rekan kerja untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.16.

Tabel 4.16. Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan Interpersonal di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Hubungan Interpersonal A. Hubungan Kerja 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah B. Dukungan Rekan Kerja 1 Penting 2 Biasa saja 3 Tidak penting Jumlah Jumlah 6 9 0 15 10 4 1 15 Persen 40,0 60,0 0,00 100,0 66,7 26,6 6,7 100,0

Secara keseluruhan motivasi ekstrinsik petugas rekam medis, sebesar 93,3% responden mempunyai motivasi ekstrinsik pada kategori cukup, sedangkan responden yang mempunyai kinerja pada kategori kurang hanya 1 orang (6,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.17.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

51

Tabel 4.17 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Motivasi Ekstrinsik di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Motivasi Ekstrinsik Tinggi Sedang Rendah Jumlah Jumlah 14 0 1 15 Persen 93,3 6,7 0,0 100,0

4.5. Kinerja Petugas Rekam Medis Pengukuran tingkat kinerja petugas rekam medis dilakukan sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masingmasing petugas di unit kerjanya.

4.5.1. Kinerja Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis melaksanakan sebagian besar tupoksi yang ditetapkan, hanya tupoksi mengadakan riset dan penelitian yang tidak dilaksanakan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.18. Tabel 4.18. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kegiatan /Tupoksi Jawaban 1 Menyelenggarakan Penerimaan rawat inap dan rawat jalan. Ya 2 Mengambil/menerima berkas rekam medis dari ruangan dan Ya menyelenggarakan buku register. 3 Menerima kelengkapan berkas rekam medis serta merapikan dan Ya mapping berkas rekam medis. 4 Menyediakan/mendistribusikan berkas rekam medis sesuai Ya permintaan ruangan. 5 Mengambil dan menerima sensus harian pasien rawat inap dan rawat Ya jalan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

52

Tabel 4.18. 6 7 8 9 10 11 12 13

Lanjutan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak

Menghimpun, memelihara dan mensistematiskan catatan rekam medis Memberikan kode diagnosa/penyakit dan tindakan menurut buku ICD sesuai dengan dokter yang merawat. Menyelenggarakan kartu indeks. Menyelenggarakan statistik pelayanan rumah sakit Merekapitulasi sensus harian pasien rawat inap dan rawat jalan. Menyajikan data kegiatan rumah sakit. Menyelenggarakan pelaporan rutin dan mengirimkan kepada instansi terkait Mengadakan riset dan penelitian

4.5.2. Kinerja Urusan Pengelolaan Verifikasi Kaur dan Staf Pengelolaan Verifikasi Rekam Medis belum melaksanakan seluruh tupoksi yang ditetapkan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.19. Tabel 4.19. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Verifikasi

No Kegiatan /Tupoksi Jawaban 1 Membuat/mengisi/menulis/mengerjakan ke buku register Ya pendaftaran pasien rawat inap dari map status pasien: nomor medical record, nama orang sakit, nama lain, dsb. 2 Menyimpan/ menyusun map status pasien ke rak status sesuai Ya dengan nomor yang dibutuhkan agar mudah untuk hal yang perlu pengambilannya kembali juga pengembaliannya. 3 Peminjaman/permintaan map status pasien rawat inap yang lama Ya harus seijin/sepengetahuan dokter yang bersangkutan yang diketahui staf rekam medik melalui izin Kasubdin Rekam Medik. Kaur Pengelolaan Verifikasi 4 Mengarahkan/membantu para staf rekam medik untuk kelancaran pelaksanaan tugas Staf Pengelolaan Verifikasi 4 Mengembalikan map status pasien ke ruangan jika catatan dalam status tek lengkap didalamnya Ya

Tidak

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

53

4.5.3. Kinerja Urusan Pengelolaan Rawat Jalan Kaur dan Staf Pengelolaan Rawat Jalan belum melaksanakan seluruh tupoksi yang ditetapkan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.20.

Tabel 4.20. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Rawat Jalan di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kegiatan /Tupoksi Jawaban Kaur Pengelolaan Rawat Jalan 1 Mengerjakan/merekap sensus harian poliklinik rawat jalan, Tidak umum,askes,gakin untuk pendaftaran sesuai ICD.10 2 Mengumpulkan/merekap/membuat laporan dari poliklinik Ya surveilans terpadu penyakit untuk dilaporkan ke Dinkes setiap bulannya 3 Membuat laporan pasien rawat jalan Formulir RL.2B per Ya triwulan ke Dinkes Kota, Propinsi dan Depkes RI Jakarta. 4 Membuat/merekap jumlah pasien rawat jalan (10 penyakit Ya terbanyak) 5 Membuat laporan DHF ke Dinkes Kota P.Siantar jika penyakit Ya tersebut ditemui di RS. 6 Mengarahkan/membantu para staf rawat jalan untuk kelancaran Ya pelaksanaan tugas Staf Pengelolaan Rawat Jalan 1 Menyusun/menyimpan kartu status rawat jalan ke rak status yang tersedia sesuai nomor yang telah disediakan di loket - Staf 1 - Staf 2 - Staf 3 Mengambil kartu status pasien rawat jalan ke masing-masing poliklinik, jika terlambat pengembaliannya setiap hari kerja - Staf 1 - Staf 2 - Staf 3 Memberikan kartu status pasien rawat jalan ke poliklinik untuk pasien baru dan pasien lama agar disatukan jika sudah pernah terisi - Staf 1 - Staf 2 - Staf 3

Ya Tidak Tidak

Ya Tidak Ya

Ya Tidak Tidak

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

54

4.5.4. Kinerja Urusan Pengelolaan Rawat Inap Kaur dan Staf Pengelolaan Rawat Inap belum melaksanakan seluruh tupoksi yang ditetapkan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.21.

Tabel 4.21. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Rawat Inap di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kegiatan /Tupoksi Kaur Pengelolaan Rawat Inap 1 Pencatatan jumlah pasien rawat inap masuk perhari dan jumlah pasien darurat 2 Pencatatan jumlah pasien pindahan dari ruangan sesuai sensus harian rawat inap 3 Pencatatan jumlah hari rawatan, hari opname pasien 4 Pencatatan jumlah pasien pulang hidup/mati dari RS 5 Pencatatan jumlah pasien pulang perjenis pelayanan RS 6 Pencatatan indikator RS 7 Mengarahkan/membantu para staf rawat inap untuk kelancaran pelaksanaan tugas Staf Pengelolaan Rawat Inap 1 Mengetik/mencek laporan rawat inap RL.2Auntuk triwulan dan tahunan 2 Mengirim segala laporan rawat inap ke Dinkes P.Siantar, Dinkes Propinsi dan Dekpes RI Jakarta 3 Membuat/mengerjakan laporan STP (Surveilans Terpadu Penyakit) rawat inap bulanan ke Dinkes P. Siantar 4 Mermbuat laporan 10 penyakit terbanyak di ruang rawat inap. 5 Membuat/mengerjakan/membantu penyusunan program, mengelola data serta mengumpulkan bahan-bahan kerja unit rumah sakit 6 Membantu mengerjakan laporan pengelolaan ruang rawat inap untuk memperlancar pelaksaanaan tugas Jawaban Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya

Ya Ya Ya Tidak Ya

Ya

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

55

4.5.5. Kinerja Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit Kaur Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit melaksanakan seluruh tupoksi yang ditetapkan. Namun dari 3 orang staf di Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit, belum melaksanakan seluruhnya melaksanakan tupoksi, yaitu pengisian kode penyakit. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.22.

Tabel 4.22. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kegiatan /Tupoksi Jawaban Kaur Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit 1 Menyusun data kegiatan RS (RL.1) Dinkes Kota, Dinkes Ya Propinsi, Depkes RI Jakarta (per triwulan) 2 Merekap jumlah pasien kunjungan baru dan kunjungan ulang RS Ya 3 Merekap sensus harian tindakan khusus Ya 4 Merangkum/merekap laporan dari laboratorium Ya 5 Merekap jumlah pasien rawat jalan, umum, askes dan gakin Ya 6 Merangkum/merekap laporan dan patologi anatomi Ya 7 Mengerjakan surat rujukan orang sakit, SKM, RSUD P.Siantar Ya 8 Mengarahkan/membantu para staf pengelolaan pelaporan untuk Ya memperlancar pelaksaanaan tugas Staf Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit (Marice Sihombing) 1 Membagi formulir RL.2.1, RL.2.2. dan RL.2.3. pasien rawat inap Ya ke ruangan untuk diisi perawat dan ditandatangani dokter yg merawat. 2 Merekap RL.2.1, RL.2.2. dan RL.2.3.untuk dikirim ke Dinkes Ya Kota, Dinkes Propinsi, Depkes RI Jakarta 3 Mengisi kode penyakit sesuai ICD.10 Tidak 4 Membantu mengerjakan laporan pengelolaan rumah sakit untuk Ya memperlancar pelaksaanaan tugas Staf Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit (Lasmaida Smbolon) 1 Menyusun lembaran status rawat inap: Umum, Askes, Gakin hal Tidak RM 01 s/d RM 13 ke map status rawat inap dengan benar dan rapi 2 Mengecek isi data dalam map status rawat inap keseluruhannya Tidak yang belum lengkap dan jelas

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

56

(Tabel 4.22 Lanjutan) 3 Membuat laporan rawat inap pasien pertriwulan data keadaan morbiditas pasien rawat inap, formulir RL 2a, RL 2c kedalam dan keluar RS 4 Membantu/mengerjakan/menyelesaikan surat rujukan pasien orang sakit, surat keterangan meninggal juga visum Staf Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit (Tiomerlina Sidauruk) 1 Menulis/mendaftarkan nama pasien rawat inap sesuai aturan yang tepat RM ke buku pendaftaran pasien masuk rawat inap 2 Mengambil/mengantarkan buku nama pasien rawat inap sekaligus map status pasien rawat inap: Umum, Askes, Gakin ke kantor poliklinik IGD 3 Mengambil/mengantarkan map status rawat inap yang belum lengkap ke ruangan 4 Menyusun lembaran status rawat inap: Umum, Askes, Gakin hal RM 01 s/d RM 13 ke map status rawat inap dengan benar dan rapi Ya

Ya

Ya Ya

Tidak Tidak

4.5.6. Kinerja Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis Kaur dan Staf Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis melaksanakan seluruh tupoksi yang ditetapkan. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.23.

Tabel 4.23. Distribusi Pelaksanaan Tupoksi Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No Kegiatan /Tupoksi Kaur dan Staf Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis 1 Memberikan/membuat indeks terhadap ;indeks pasien rawat jalan, indeks pasien rawat inap, indeks dokter, indeks penyakit, indeks obat, indeks operasi, indeks kelahiran, indeks kematian 2 Menempatkan indeksing ke bagian filing/penjajaran untuk proses penyimpanan sehingga berkas RM aman dan terkendali 3 Mengarahkan/membantu para staf indeks dan analisa untuk memperlancar pelaksaanaan tugas Jawaban Ya

Ya Ya

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

57

Secara keseluruhan penilaian kinerja berbasis tupoksi menunjukkan sebesar 53,3% responden mencapai kinerja pada kategori cukup, sedangkan responden yang mempunyai kinerja pada kategori kurang hanya 1 orang (6,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.24.

Tabel 4.24. Distribusi Responden Menurut Kinerja di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar No 1 2 3 Kinerja Baik Cukup Kurang Jumlah Jumlah 6 8 1 15 Persen 40,0 53,3 6,7 100,0

Berdasarkan jawaban responden, kinerja yang cukup ada sebanyak 53,3%. Untuk melengkapi keterangan tentang kinerja, dilakukan wawancara mendalam kepada Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis.

4.6. Hasil Wawancara Mendalam dengan Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis Dalam struktur organisasi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, Sub Bidang Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis mempunyai beberapa unit kerja yaitu: Urusan Pengelolaan Verifikasi, Urusan Pengelolaan Rawat Jalan, Urusan Pengelolaan Rawat Inap, Urusan Pengelolaan Pelaporan Rumah Sakit, dan Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

58

Berdasarkan penjelasan Kepala Sub Bidang Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis, dapat diuraikan tingkat pelaksanaan tupoksi oleh masing-masing petugas rekam medis sebagai berikut: a. Urusan Pengelolaan Verifikasi Status pasien harus sudah berada di tempat penyimpanan dalam 2 x 24 jam, namun keterlambatan dalam melakukan coding menyebabkan proses pengembalian berkas rekam medis ke tempat/rak penyimpanan menjadi terlambat. Akibatnya pada saat pasien kembali berobat berkas rekam medis tidak dapat ditemukan. Pentingnya melakukan coding terkait dengan aspek hukum rekam medis untuk menghindari terjadinya malpraktek, dengan adanya sistem coding maka dokter dapat mengetahui diagnosa pasien secara pasti, meskipun tidak semua dokter mengetahui tentang sistem coding tersebut. Kegiatan Assembling (sortir) yang merupakan kegiatan untuk mengeluarkan formulir rekam medis yang kosong belum berjalan dengan baik akibat kekurangan staf di Urusan Pengelolaan Verifikasi (hanya 2 orang), sehingga dilimpahkan ke Urusan Pengelolaan Pelaporan. Namun setelah dilimpahkan juga belum dapat berjalan dengan baik, padahal kegiatan di Urusan Pengelolaan Pelaporan hanya sebatas membuat laporan triwulan dan surveilans.

b. Urusan Pengelolaan Rawat Inap Berkas rekam medis harus sudah kembali berada di rak penyimpanan dalam 2 x 24 jam, namun akibat keterlambatan pengembalian dari ruang perawatan atau

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

59

penempatan yang tidak sesuai dengan raknya menjadi kendala pada saat pasien berobat kembali, karena susah mencari berkas rekam mediknya

(lihat Lampiran-7). Penggunaan form sensus harian rekam medis yang belum memuat seluruh jenis pasien berdasarkan sistem pengobatan mengakibatkan Kaur Pengelolaan Rawat Inap belum bisa merinci jumlah pasien berdasarkan Askes Sosial, Askeskin maupun Toba Mas. Di samping itu adanya rangkap jabatan pada salah satu staf pengolaan rawat inap sebagai Kaur di Program Perencanaan mengakibatkan tugas-tugasnya dilimpahkan kepada staf yang lain.

c. Urusan Pengelolaan Rawat Jalan Pelaksanaan tupoksi di Pengelolaan Rawat Jalan yang utama adalah mengambil kartu status pasien rawat jalan ke masing-masing poliklinik. Keterlambatan dalam pengembaliannya disebabkan kurangnya tenaga yang mengelola rekam medis di poliklinik rawat jalan. Di samping itu rendahnya kemampuan dan tingkat pendidikan staf menyebabkan masih banyak status pasien rawat jalan salah kirim ke poliklinik yang lain (lihat Lampiran-8). Di poliklinik rawat jalan belum dibuat rekap pasien yang berobat jalan, jumlah pasien umum, Askes, Askessosial, Askeskin sehingga proses pengambilan oleh staf pengelolaan rawat jalan menjadi terkendala.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

60

d. Urusan Pengelolaan Pelaporan Setiap sensus harian harus sudah sampai di rekam medis jam 10 pagi, namun karena kekurangan tenaga yang mengelola rekam medik di setiap poliklinik menyebabkan terjadi penumpukan di setiap poliklinik sehingga terjadi keterlambatan pengiriman laporan. Beberapa tupoksi telah dialihkan ke staf lain khususnya untuk tupoksi mengisi kode penyakit.

e. Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis Permasalahan utama yang terjadi di Urusan Pengelolaan Indeks dan Analisa Rekam Medis adalah tidak terlaksananya tupoksi, sehingga tupoksinya dilimpahkan ke Kaur Pengelolaan Pelaporan, namun tidak seluruhnya tupoksi dapat dilaksanakan oleh Kaur Pengelolaan Pelaporan seperti membuat indeks dokter, indeks pasien meninggal dan indeks penyakit. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis dapat disimpulkan bahwa kinerja pada kategori cukup berdasarkan jawaban responden berbeda dengan hasil wawancara mendalam.

4.7. Uji Statistik Korelasi Spearman 4.7.1. Motivasi Intrinsik dengan Kinerja Dari uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan motivasi intrinsik (prestasi, pengakuan orang lain, tanggungjawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja) dengan kinerja diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.25.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

61

Tabel 4.25. Uji Korelasi Motivasi Intrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Motivasi Intrinsik a. Prestasi b. Pengakuan Orang Lain c. Tanggung Jawab d. Peluang Untuk Maju e. Kepuasan Kerja Keterangan: * = ** = *** = **** = Kinerja Koefisien Spearman 0,302** 0,460** 0,333** 0,778**** 0,548*** Korelasi sangat lemah Korelasi lemah Korelasi cukup kuat Korelasi kuat

Signifikan 0,274 0,084 0,225 0,001 0,035

Dari Tabel 4.25 terlihat variabel peluang untuk maju dan kepuasan kerja berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p<0,05), artinya semakin tinggi peluang untuk maju dan kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja. Sedangkan variabel prestasi, pengakuan orang lain, dan tanggung jawab dalam penelitian ini tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05).

4.7.2. Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja


Dari hasil uji korelasi spearman untuk melihat hubungan motivasi ekstrinsik

(kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal) dengan kinerja diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.26.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

62

Tabel 4.26. Uji Korelasi Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Kinerja Koefisien Spearman Signifikan a. Kompensasi 0,486** 0,066 b. Keamanan dan Keselamatan Kerja 0,810**** 0,000 c. Kondisi Kerja 0,677*** 0,006 d. Prosedur Kerja 0,545*** 0,036 e. Mutu Supervisi Teknis 0,333** 0,225 f. Hubungan Interpersonal 0,211* 0,449 Keterangan: * = Korelasi sangat lemah ** = Korelasi lemah *** = Korelasi cukup kuat **** = Korelasi kuat Motivasi Ekstrinsik

Dari Tabel 4.26 terlihat variabel yang berhubungan signifikan dengan kinerja adalah keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja dan prosedur kerja (p<0,05), artinya semakin tinggi tingkat keamanan dan keselamatan kerja, semakin baik kondisi kerja, dan semakin baik prosedur kerja akan meningkatkan kinerja. Adapun variabel kompensasi, mutu supervisi teknis dan hubungan interpersonal tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05). Selanjutnya di uji kembali untuk mengetahui variabel motivasi yang berhubungan secara signifikan atau yang berhubungan lebih erat dengan kinerja berdasarkan kategori masing-masing motivasi intrinsik dan ektrinsik diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.27.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

63

Tabel 4.27. Uji Korelasi Kategori Motivasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Motivasi a. Motivasi Intrinsik b. Motivasi Ekstrinsik Keterangan: * = ** = *** = **** = Kinerja Koefisien Spearman Signifikan 0,496** 0,191 0,912**** 0,031 Korelasi sangat lemah Korelasi lemah Korelasi cukup kuat Korelasi kuat

Dari Tabel 4.27 terlihat variabel yang berhubungan signifikan dengan kinerja adalah motivasi ekstrinsik (p<0,05), artinya semakin tinggi motivasi yang berasal dari luar luar diri petugas rekam medis akan meningkatkan kinerja. Sedangkan variabel motivasi intrinsik apabila dilihat secara kategori tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

BAB 5 PEMBAHASAN

5.1. Hubungan Motivasi Intrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Hasil uji korelasi Spearman yang menunjukkan hubungan motivasi intrinsik petugas rekam medis meliputi: prestasi, pengakuan orang lain, tanggung jawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja dapat dijelaskan sebagai berikut.

5.1.1. Hubungan Prestasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan prestasi dengan kinerja petugas rekam medis, pada tingkat korelasi lemah. Tingkat korelasi yang lemah antara motivasi intrinsik dilihat dari aspek prestasi dengan kinerja, karena persentase responden yang menyatakan prestasi pada kategori sedang (60,0%) lebih besar dikaitkan dengan kinerja responden pada kategori sedang (53,3%). Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa keinginan berprestasi petugas di bagian rekam medis masih rendah sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Faqih (2003) bahwa seseorang yang disebut dengan climber adalah seseorang yang terus ingin meraih kesuksesan. Mereka yang berjiwa climber akan terus pantang mundur menghadapi hambatan yang ada di hadapannya. Ia anggap itu sebagai sebuah tantangan dan peluang untuk meraih hal yang lebih tinggi yang belum diraih orang lain.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

64

65

Petugas rekam medis yang memiliki motivasi untuk mencapai prestasi yang baik memungkinkan bagian rekam medis RSUD Dr. Djasamen Saragih meningkatkan kinerja pelayanan kepada pasien dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan rekam medis

5.1.2. Hubungan Pengakuan Orang Lain dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Hasil uji statistik berdasarkan uji Spearman menunjukkan hubungan antara pengakuan orang lain dengan kinerja petugas rekam medis, pada tingkat korelasi lemah, artinya kinerja petugas rekam medis tidak terkait erat dengan pengakuan orang lain. Petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih umumnya

termotivasi dalam melaksanakan pekerjaan apabila mendapatkan pengakuan dari orang lain, namun kontribusi aspek pengakuan orang lain terhadap penunjang kinerja petugas rekam medis tidak begitu kuat dibandingkan aspek lain dalam motivasi intrinsik. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa pengakuan rekan kerja sebagai dukungan dalam bekerja masih rendah sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan pendapat Siagian (2004) tentang teori keadilan sebagai salah satu jenis motivasi, dijelaskan bahwa pentingnya menumbuhkan persepsi di kalangan bawahan bahwa mereka diperlakukan secara adil dalam kehidupan organisasionalnya dibandingkan dengan perlakuan terhadap orang lain, perlakuan berdasarkan sistem yang berlaku dan dibandingkan dengan persepsi bawahan yang bersangkutan sendiri

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

66

tentang keadilan perlakuan berdasarkan sistem yang berlaku dan dibandingkan dengan persepsi bawahan yang bersangkutan sendiri tentang keadilan

5.1.3. Hubungan Tanggung Jawab dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Nilai koefisien (0,333) pada uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi antara variabel tanggung jawab dengan kinerja petugas rekam medis lemah. Berdasarkan kategori aspek tanggung jawab petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih menunjukkan adanya tanggung jawab merupakan faktor yang memotivasi petugas rekam medis dalam melaksanakan pekerjaan. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan masih rendah sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan pendapat Tomatala (2006) bahwa salah satu upaya yang dapat memotivasi seseorang adalah melalui sentuhan psikologi, pemimpin dapat membuat gerakan motivasi dengan sentuhan psikologis kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sentuhan psikologis dapat berupa pujian (praising} atau teguran (reprimend), sesuai dengan kondisi langsung yang ditemukan pemimpin pada setiap pegawainya. Motivasi psikologis yang diberikan dengan tulus akan memberi dorongan yang kuat bagi para karyawan untuk bergerak maju, memperbaiki diri dan bekerja dengan lebih baik (bekerja semakin efektif, efisien, dalam hubungan manusia/organisasi yang sehat).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

67

5.1.4. Hubungan Peluang Untuk Maju dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Secara statistik berdasarkan uji Spearman aspek peluang untuk maju dalam motivasi intrinsik berhubungan dengan kinerja petugas rekam medis pada tingkat korelasi kuat (koefisien = 0,778). Peluang untuk maju yang dimiliki petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih menunjukkan adanya kemauan

mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa masih terbatas kesempatan bagi petugas rekam medis dalam mengembangkan diri sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Maxwel (2004) bahwa motivasi diri (self motivation) adalah upaya membangunkan semangat diri dengan sugesti diri secara positif. Sugesti diri secara positif dapat dikembangkan dengan cara terus-menerus mengembangkan sikap positif, pilihan-pilihan positif, dan keputusan positif yang membangun diri dan orang lain. Motivasi diri bertujuan menjaga kestabilan sikap serta tekad untuk terus maju dan berprestasi. Motivasi diri seperti ini akan meredam gejolak-gejolak negatif dalam diri serta memberi kekuatan ganda menghadapi krisis hidup. Motivasi diri memberi tanda kematangan dan membangun tekad untuk bertahan serta maju dan sukses.

5.1.5. Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Kepuasan kerja sebagai sebagai salah satu aspek dalam motivasi intrinsik petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih berhubungan kuat dengan

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

68

dengan kinerja (koefisien=0,548).

Berdasarkan kategori kepuasan kerja yang

dimiliki petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih memungkinkan setiap petugas bekerja untuk mencapai hasil yang optimal. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa kepuasan kerja petugas di bagian rekam medis belum optimal sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Ubaydillah (2006) bahwa kepuasan diekspresikan dengan antusias kerja yang tinggi, disiplin, motivasi yang bagus, kesediaan belajar dan menerima pelajaran dari orang lain, dan lain-lain. Tetapi, seiring dengan proses waktu, kepuasan itu mulai menurun atau memudar. Ini biasanya terekspresikan dari rasa jenuh atau bosan terhadap pekerjaan yang dirasakan monoton, merasa tidak bangga lagi terhadap profesi atau pekerjaannya, merasa kehilangan gairah untuk mensyukuri pekerjaan, dan lain-lain. Hasil Survey Intelligence Sirota, New York 2000-2004 yang dikutip Ubaydillah (2006) mengungkap sebagian besar karyawan punya antusias tinggi ketika menemukan pekerjaan baru. Tapi, antusias itu akan menurun setelah enam bulan bekerja. Ini dirasakan oleh 85 % dari 1000 perusahaan yang dijadikan objek studi dan melibatkan kurang lebih satu setengah juta karyawan dari sejak tahun 2000-2004. Demikian juga studi The Gallup Organization yang dikutip Ubaydillah (2006) mengungkap bahwa kegairahan karyawan hanya akan berlangsung paling maksimal satu tahun dari sejak setelah mendapatkan pekerjaan. Selama masa satu

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

69

tahun pertama, mereka sangat antusias, komitmennya bagus, bersedia untuk menerima nasehat dari atasannya, dan datangnya tepat waktu.

5.2. Hubungan Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Seluruh aspek motivasi ekstrinsik petugas rekam medis meliputi: kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal berhubungan dengan kinerja petugas rekam medis RSUD Dr. Djasamen Saragih, dengan tingkat hubungan yang bervariasi. 5.2.1. Hubungan Kompensasi dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Hasil uji korelasi Spearman (koefisien=0,486) menunjukkan hubungan antara variabel kompensasi dengan kinerja petugas rekam medis lemah. Petugas rekam medis yang memiliki motivasi untuk mendapatkan kompensasi dari hasil pekerjaan yang dilakukannya pada kategori sedang menunjukkan petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih cenderung melakukan pekerjaan dengan baik dengan harapan mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan beban kerja yang dilaksanakannya. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa sistem dan pola pemberian kompensasi dirasakan petugas di bagian rekam medis belum sesuai sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Menurut Dessler (1998) untuk menentukan skala gaji atau upah ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah: (a) faktor hukum, dalam faktor ini

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

70

besaran gaji atau upah yang harus dibayar diatur dalam undang-undang yang meliputi segi upah minimum, tarif lembur dan tunjangan, (b) faktor serikat buruh, serikat dan undang-undang hubungan tenaga kerja mempengaruhi hubungan bagaimana perencanaan pembayaran yaitu adanya tawar menawar antara serikat buruh dengan yang mempekerjakan, (c) faktor kebijakan (pemberi kerja), pemberian kompensasi mempengaruhi upah yang dibayar, kebijakan ini mempengaruhi tingkat upah dan tunjangan misalnya perbedaan upah/gaji bagi pegawai yang masih dalam masa percobaan, dan (d) faktor keadilan, faktor keadilan menjadi faktor penting dalam menentukan tinggi rendahnya pembayaran upah atau gaji dalam arti bahwa keadilan eksternal tarif upah/gaji harus sebanding dengan organisasi lain, sedangkan keadilan internal hendaknya setiap pegawai memperoleh pembayaran gaji atau upah yang sama dalam organisasi.

5.2.2. Hubungan Keamanan dan Keselamatan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih umumnya menyatakan keamanan dan keselamatan kerja pada kategori tinggi, hal ini memberikan hubungan yang bermakna dengan kinerja (koefisien=0,810) yaitu korelasi yang kuat antara variabel keamanan dan keselamatan kerja dengan kinerja petugas rekam medis kuat. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa keamanan dan keselamatan lingkungan kerja belum sepenuhnya mendukung dalam melaksanakan pekerjaan sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

71

Sesuai dengan teori hierarki kebutuhan yang dikembangkan Maslow, kebutuhan terhadap Keamanan antara lain: keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional biasanya dapat dipenuhi secara eksternal. Demikian juga dengan variabel keamanan dan keselamatan kerja yang merupakan variabel dengan korelasi yang kuat dengan kinerja petugas rekam medis hanya akan dapat dipenuhi dengan kemauan pihak manajemen rumah sakit memberikan perhatian serta mengelola rumah sakit secara baik sehingga petugas rekam medis merasakan keamanan dan keselamatan dapat terjamin. Sesuai dengan pendapat Robbin (2001) bahwa perlu dipahami bahwa setiap individu sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi memiliki nilai-nilai kerja (work value), yaitu suatu keyakinan pribadi seorang pekerja tentang hasil apa yang diperkirakan dari pekerjaaannya dan bagaimana seharusnya dia berprilaku dalam bekerja. Salah satu nilai kerja yang bersifat ekstrinsik adalah keamanan kerja. Sesuai dengan penelitian Pusat Kesehatan Kerja (2007) bahwa sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di rumah sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga dari 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit terdapat 566 perawat wanita yang mempunyai hubungan kausal pemajanan gas anestesi dengan gejala neuropsikologi, antara lain berupa mual, kelelahan,

kesemutan, keram pada lengan dan tangan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

72

5.2.3. Hubungan Kondisi Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Kondisi kerja yang menyangkut fasilitas pendukung untuk pelaksanaan kerja dan dukungan dari seluruh unsur pimpinan dan staf pada unit kerja rekam medis berhubungan cukup kuat dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih (koefisien=0,677). Kondisi kerja merupakan hal yang perlu

diperhatikan dalam kegiatan pelayanan rumah sakit, karena dengan suasana lingkungan kerja yang baik memungkinkan petugas rekam medis dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa suasana kerja di bagian rekam medis belum kondusif sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Djokosoetono (2000) bahwa kondisi pekerjaan berinteraksi dengan dorongan untuk berkembang, perasaan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan menghasilkan secara positif perasaan bahwa pekerjaan berarti.

5.2.4. Hubungan Prosedur Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Pembagian tugas yang proporsional bagi setiap petugas rekam medis dan adanya pedoman yang ditetapkan untuk alur kerja merupakan aspek prosedur kerja pada petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih. Hasil penelitian

menunjukkan prosedur kerja yang diterapkan pada kategori tinggi serta berhubungan cukup kuat dengan kinerja petugas rekam medis (kofisien=0,545).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

73

Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa pedoman kerja rekam medis belum seluruhnya tercakup dalam prosedur kerja yang dijalankan sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Daryatmi (2005) bahwa motivasi dapat pula diciptakan dengan mengadakan pengaturan kondisi kerja yang sehat. Hal-hal tersebut akan menimbulkan motivasi kerja sehingga karyawan mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian, ketrampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

5.2.5. Hubungan Mutu Supervisi Teknis dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Pengawasan atasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dan umpan balik terhadap evaluasi pekerjaan merupakan hal yang diamati dalam aspek mutu supervisi teknis pada petugas rekam medis di RSUD Dr. Djasamen Saragih. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan pada kategori sedang. Setelah dilakukan uji Spearman diperoleh nilai koefisien (0,333), artinya ada hubungan yang lemah antara variabel mutu supervisi teknis dengan kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa kegiatan pengawasan dan evaluasi melalui supervisi belum terlaksana secara optimal sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

74

Sesuai dengan penelitian Rahmat (2004) bahwa kegiatan supervisi yang dilakukan memiliki peran ganda secara simultan, yaitu memelihara kualitas layanan dalam standar yang tinggi sambil tetap memperhatikan keunikan dari pengguna jasa. Supervisor sebagai bagian dari manajemen di lini pertama memiliki tugas untuk mengontrol performance. Kegiatannya lebih banyak berhubungan langsung dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu, petugas dituntut untuk memiliki keterampilan fungsional dan keterampilan kemanusiaan (human skill). Keberhasilan dalam melakukan supervisi secara tepat akan memberikan implikasi kepada produktivitas kerja perawat. Perawat yang merasa nyaman dan puas dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya akan mampu menghasilkan produktivitas dan kualitas kerja yang baik.

5.2.6. Hubungan antara Hubungan Interpersonal dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Hubungan interpersonal dalam pelaksanaan pelayanan rekam medis meliputi: hubungan kerja yang baik antar rekan kerja maupun atasan, dan dukungan rekan kerja untuk mencapai hasil kerja tim yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan aspek hubungan interpersonal berhubungan sangat lemah dengan kinerja petugas rekam medis (koefisien=0,211). Aspek hubungan interpersonal yang berhubungan sangat lemah dengan kinerja petugas rekam medis menggambarkan kemampuan dalam mengendalikan diri atau memisahkan antara kondisi hubungan dengan rekan kerja maupun atasan dengan pelaksanaan pekerjaan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

75

Sesuai dengan observasi peneliti dan wawancara mendalam diketahui bahwa masih sering terjadi hubungan yang kurang harmonis antara petugas rekam medis sehingga berdampak pada kinerja petugas rekam medis. Sesuai dengan penelitian Sujarwati (2004) bahwa kunci keberhasilan suatu organisasi tergantung dari dukungan manajemen dan bawahannya terutama dalam hubungan interpersonal yang melibatkan, mengarahkan, menghubungkan dan menjadi tokoh atau figur bagi organisasinya.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut : 6.1. Kesimpulan 1. Berdasarkan karakteristik petugas rekam medis, sebesar 60,0% pada kelompok umur 42-50 tahun, sebesar 80,0%, berjenis kelamin perempuan,
73,4% tingkat pendidikan SMA/Sederajat, dan 46,7% masa kerja antara 1-9 tahun.

2. Sebesar 53,3% petugas rekam medis memiliki motivasi intrinsik yang tinggi
dilihat dari aspek: prestasi, pengakuan orang lain, tanggung jawab, peluang untuk maju, serta kepuasan kerja.

3. Sebesar 93,3% petugas rekam medis memiliki motivasi ekstrinsiknya tinggi


dilihat dari aspek: kompensasi, keamanan dan keselamatan kerja, kondisi kerja, prosedur kerja, mutu supervisi teknis, serta hubungan interpersonal.

4. Sebesar 53,3% kinerja petugas rekam medis pada kategori cukup (jawaban
responden), namun hasil wawancara mendalam dengan Kasubbid Pengelolaan dan Pelaporan Rekam Medis menunjukkan adanya beberapa permasalahan jumlah tenaga dan kerjasama antar unit kerja sehingga pelaksanaan rekam medis rumah sakit belum berjalan dengan baik, dan ada petugas rekam medis yang tidak melaksanakan tupoksinya dengan baik.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

76

77

5. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara variabel peluang


untuk maju dan kepuasan kerja dengan kinerja (p<0,05), sedangkan variabel prestasi, pengakuan orang lain, dan tanggung jawab tidak berhubungan signifikan dengan kinerja (p>0,05).

6. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara variabel keamanan


dan keselamatan kerja, kondisi kerja dan prosedur kerja dengan kinerja (p<0,05), sedangkan variabel kompensasi, mutu supervisi teknis dan hubungan interpersonal tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05).

7. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motivasi


ekstrinsik dengan kinerja (p<0,05), sedangkan variabel motivasi intrinsik tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p>0,05).

6.2. Saran 1. Melihat hasil uji korelasi Spearman, aspek peluang untuk maju sebagai faktor yang paling kuat hubungannya dengan kinerja petugas rekam medis, maka perlu diupayakan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) maupun kursus yang terkait dengan pengelolaan rekam medis. 2. Perlu kebijakan rumah sakit dalam upaya peningkatan kepuasan kerja serta
menjamin keamanan dan keselamatan kerja, dengan menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang nyaman seperti menyediakan fasilitas pendingin ruangan, sehingga petugas rekam medis termotivasi dalam melaksanakan pekerjaan.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

78

3. Perlu dikembangkan kondisi kerja yang kondusif dan prosedur kerja yang baik,
dengan membuat kebijakan yang mengatur tata kerja petugas rekam medis, sehingga petugas rekam medis mampu mengaktualisasikan kemampuan dan ketrampilannya dalam pelayanan rekam medis

4. Perlu pelaksanaan dan pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang menunjang pengelolaan rekam medis, sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Dr.Djasamen Saragih Pematangsiantar, serta dapat mengatasi masalah kurangnya tenaga rekam medis selama ini.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

DAFTAR PUSTAKA

Anis, 2006., Tulisan Lepas Tentang Informatika Kesehatan Masyarakat (Public Health Informatics), Informatika Kedokteran (Medical Informatics), Blognya Anis. Anonymous., 2006. Rekam Medis, www.freewebs.com. Ariyanto, Y., 2004. Catatan Bertajuk Rekam Medis, http://www.humanmedicine.net. Basbeth, F., 2005. Rekam Medis, Jakarta : Bagian Forensik dan Medikolegal FK-UI. Brotowasisto., 2003. Peranan Rekam Medis dalam Mendukung Kebijaksanaan Pemerintah dalam Kaitan Rumah Sakit Sebagai Unit Swadana, Makalah pada Seminar Nasional Kongres dan Rakernas I-III PORMIKI, Jakarta : Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia. Daryatmi., 2005. Pengaruh Motivasi, Pengawasan Dan Budaya Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Desa Kabupaten Karanganyar, www.damandiri.com. Desseler, G., 1997. Manajemen Sumber daya Manusia. Edisi Indonesia. PT. Prenhallindo. Jakarta. Dirjen Yanmed Depkes RI., 1997. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Djokosoetono, A., 2000. Pengaruh Karakteristik Pekerja terhadap Motivasi Internal, Kepuasan Kerja, dan Kepuasan dalam Berkembang, Bandung: Teknik Industri ITB. Faqih, AHN., 2003. Sekilas tentang Motivasi Berprestasi. Majelis Perttimbangan Organisasi (MPO) Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi se-Indonesia (IMAMUPSI), Jakarta Gerungan, WA., 2000. Psikologi Sosial. Bandung : Refika Aditama. Gibson, J.L, Ivancevich., Donnelly., 1987. Organisasi dan Management: Perilaku, Struktur, Proses. Terjemahan Djarkasih Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga. Gitosudarmo, I., 1986. Prinsip Dasar Manajemen, Yogyakarta : BPFE.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Ghozali, I., 2001. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Hanafiah, M.J dan Amir, A., 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Handoko, T.T., 1992. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Andi Ofsset.

Hatta, G., 2003. Pendidikan Rekam Medis, Makalah pada Seminar Nasional Kongres dan Rakernas I-III PORMIKI, Jakarta : Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia. Hutagalung, H., 2005. Kajian Pemanfaatan Rekam Medis Sebagai Bahan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran serta Perencanaan di RS Santa Elisabeth Medan Tahun 2005, (Tesis), Medan: Program Magister Administrasi Rumah Sakit Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Ilyas, Y. 2001. Kinerja (Teori, Penilaian dan Penelitian), Jakarta:Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universiats Indonesia.

Maxwell, JC., 2004. Relationship (Bagaimanakah Saya Bisa Mendorong Sesama?, Batam: Penerbit Interaksara. Permenkes No.749a/Menkes!Per/XII/1989. Penyelenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit, Jakarta : Depkes RI. Pusat Kesehatan Kerja., 2007. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran. www.depkes.go.id. Rahmat, DH., 2004. Teknik Supervisi Yang Meningkatkan Produktivitas (Makalah pada Seminar Nasional VI PERSI, Jakarta. Robbin, S.P., 2001. Perilaku Organisasi, Konsep-Kontroversi-Aplikasi, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta: PT.Prenhalindo. RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar., 2006. Surat Keputusan Direktur RSUD Pematang Siantar No.126/A/II/TU/VIII/SK/2006 tanggal 7 Agustus 2006 tentang Struktur Organisasi Bidang Perencanaan dan Rekam Medik beserta Uraian Tugas.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Rusyam, T. A., 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali Press. Sardiman, A.M., 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: CV. Rajawali Press. Siagian, S.P. 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta. Srimindarti, C, 2006., Balanced Scorecard Sebagai Alternatif untuk Mengukur Kinerja, STIE Stikubank Semarang; www.duniaesai.com. Sudra, I.R., 2006. Pengelolaan Rekam Medis Multimedia (Panduan bagi Manajer Informasi Kesehatan), Jakarta: Buletin Rekam Medis & Manajemen Informasi Kesehatan, edisi 3. Sujarwati, EJ., 2004. Pengaruh Faktor-Faktor Dukungan Manajemen, Lingkungan Kerja, Motivasi dan Internalisasi terhadap Pelaksanaan Tugas Pokok Keperawatan bagi Perawat yang telah Mengikuti Pelatihan di Paviliun Rsud Dr.Soetomo Surabaya, Surabaya; (Tesis) Pascasarjana Universitas Airlangga. Tomatala, Y., 2006. Kepemimpinan yang Dinamis (Aspek-Aspek Kepemimpinan), Penerbit Gandum Mas, Malang. Ubaydillah, A., 2006. Mengantisipasi Kelumpuhan Karier. www.e-psikologi.com.
Wahjosumidjo., 1987. Kepemimpinan dan Motivasi, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Waruna, S.M., 2003. Analisis Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Pencatatan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, (Tesis), Medan: Program Magister Administrasi Rumah Sakit Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Wikipedia, 2006. Informatika Kedokteran. id.wikipedia.org/ensiklopedis bebas. Zulhunain, M.R., 1998. Tinjauan Pelaksanaan Pengolahan dan pelaporan Sistem Rekam Medis Pasien Ruang ICU Rawat Inap di RS Haji Medan Medan, (Skripsi). Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Lampiran-4

Frequency Table MOTIVASI INTRINSIK


PRESTASI
Melakukan Tupoksi Secara Efisien dan Efektif Frequency 15 Percent 100.0 Valid Percent 100.0 Cumulative Percent 100.0

Valid

Penting

Menerapkan Metode Baru dalam Pekerjaan Frequency 9 6 15 Percent 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 60.0 40.0 100.0 Cumulative Percent 60.0 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

PENGAKUAN ORANG LAIN


Sikap Rekan Kerja dalam Pekerjaan Frequency 11 4 15 Percent 73.3 26.7 100.0 Valid Percent 73.3 26.7 100.0 Cumulative Percent 73.3 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Penghargaan dari Rumah Sakit Frequency 3 12 15 Percent 20.0 80.0 100.0 Valid Percent 20.0 80.0 100.0 Cumulative Percent 20.0 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

TANGGUNG JAWAB
Tanggung Jawab terhadap Pekerjaan Frequency 4 11 15 Percent 26.7 73.3 100.0 Valid Percent 26.7 73.3 100.0 Cumulative Percent 26.7 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Penyelesaian Pekerjaan secara Baik dan Tepat Waktu Frequency 1 5 9 15 Percent 6.7 33.3 60.0 100.0 Valid Percent 6.7 33.3 60.0 100.0 Cumulative Percent 6.7 40.0 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

PELUANG UNTUK MAJU


Pekerjaan untuk Pengembangan Karier Frequency 1 8 6 15 Percent 6.7 53.3 40.0 100.0 Valid Percent 6.7 53.3 40.0 100.0 Cumulative Percent 6.7 60.0 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

Pelatihan, Pendidikan dan Promosi untuk Kenaikan Pangkat dan Golongan Frequency 7 8 15 Percent 46.7 53.3 100.0 Valid Percent 46.7 53.3 100.0 Cumulative Percent 46.7 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

KEPUASAN KERJA
Kepuasan terhadap Pelaksanaan Pekerjaan Frequency 12 3 15 Percent 80.0 20.0 100.0 Valid Percent 80.0 20.0 100.0 Cumulative Percent 80.0 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Keinginan Tetap Berada di Unit Kerja Rekam Medis Frequency 1 5 9 15 Percent 6.7 33.3 60.0 100.0 Valid Percent 6.7 33.3 60.0 100.0 Cumulative Percent 6.7 40.0 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

MOTIVASI EKSTRINSIK
KOMPENSASI
Rumah sakit memberikan imbalan/insentif kepada Frequency 1 14 15 Percent 6.7 93.3 100.0 Valid Percent 6.7 93.3 100.0 Cumulative Percent 6.7 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Pemberian imbalan/insentif didasarkan pada prestasi Frequency 1 1 13 15 Percent 6.7 6.7 86.7 100.0 Valid Percent 6.7 6.7 86.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 13.3 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA


Kenyamanan lingkungan kerja Frequency 1 14 15 Percent 6.7 93.3 100.0 Valid Percent 6.7 93.3 100.0 Cumulative Percent 6.7 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Kesesuaian fasilitas dengan pekerjaan Frequency 1 6 8 15 Percent 6.7 40.0 53.3 100.0 Valid Percent 6.7 40.0 53.3 100.0 Cumulative Percent 6.7 46.7 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

KONDISI KERJA
Fasilitas yang mendukung pelaksanaan kerja Frequency 1 6 8 15 Percent 6.7 40.0 53.3 100.0 Valid Percent 6.7 40.0 53.3 100.0 Cumulative Percent 6.7 46.7 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Dukungan dari seluruh unsur pimpinan dan staf Frequency 8 7 15 Percent 53.3 46.7 100.0 Valid Percent 53.3 46.7 100.0 Cumulative Percent 53.3 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

PROSEDUR KERJA
Pembagian tugas secara proporsional Frequency 1 14 15 Percent 6.7 93.3 100.0 Valid Percent 6.7 93.3 100.0 Cumulative Percent 6.7 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Alur kerja sesuai pedoman Frequency 1 2 12 15 Percent 6.7 13.3 80.0 100.0 Valid Percent 6.7 13.3 80.0 100.0 Cumulative Percent 6.7 20.0 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

MUTU SUPERVISI TEKNIS


Pengawasan Frequency 1 7 7 15 Percent 6.7 46.7 46.7 100.0 Valid Percent 6.7 46.7 46.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 53.3 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

Umpan Balik Frequency 3 12 15 Percent 20.0 80.0 100.0 Valid Percent 20.0 80.0 100.0 Cumulative Percent 20.0 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan Kerja Frequency 9 6 15 Percent 60.0 40.0 100.0 Valid Percent 60.0 40.0 100.0 Cumulative Percent 60.0 100.0

Valid

Biasa saja Penting Total

Dukungan Rekan Kerja Frequency 1 4 10 15 Percent 6.7 26.7 66.7 100.0 Valid Percent 6.7 26.7 66.7 100.0 Cumulative Percent 6.7 33.3 100.0

Valid

Tidak penting Biasa saja Penting Total

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Lampiran-1

Nonparametric Correlations Motivasi Intrinsik dengan Kinerja


Correlations Spearman's rho PRESTASI Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N PRESTASI PNGAKUAN 1.000 .080 . .777 15 15 .080 1.000 .777 . 15 15 .053 .102 .851 .717 15 15 .550* .460 .034 .084 15 15 .000 .000 1.000 1.000 15 15 .302 .460 .274 .084 15 15 TJAWAB PELUANG .053 .550* .851 .034 15 15 .102 .460 .717 .084 15 15 1.000 .556* . .032 15 15 .556* 1.000 .032 . 15 15 .548* .548* .035 .035 15 15 .333 .778** .225 .001 15 15 PUAS .000 1.000 15 .000 1.000 15 .548* .035 15 .548* .035 15 1.000 . 15 .548* .035 15 KINERJA .302 .274 15 .460 .084 15 .333 .225 15 .778** .001 15 .548* .035 15 1.000 . 15

PNGAKUAN

TJAWAB

PELUANG

PUAS

KINERJA

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Lampiran-2

Nonparametric Correlations Motivasi Ekstrinsik dengan Kinerja


Correlations Spearman's rho KPENSASI Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N KPENSASI 1.000 . 15 .537* .039 15 .507 .053 15 .358 .191 15 .128 .650 15 .472 .076 15 .486 .066 15 KESKER KONKER PROSEDUR SUPERVIS INPERSON .537* .507 .358 .128 .472 .039 .053 .191 .650 .076 15 15 15 15 15 1.000 .898** .625* .587* .504 . .000 .013 .021 .055 15 15 15 15 15 .898** 1.000 .580* .677** .581* .000 . .023 .006 .023 15 15 15 15 15 .625* .580* 1.000 .545* .517* .013 .023 . .036 .049 15 15 15 15 15 .587* .677** .545* 1.000 .439 .021 .006 .036 . .101 15 15 15 15 15 .504 .581* .517* .439 1.000 .055 .023 .049 .101 . 15 15 15 15 15 .810** .677** .545* .333 .211 .000 .006 .036 .225 .449 15 15 15 15 15 KINERJA .486 .066 15 .810** .000 15 .677** .006 15 .545* .036 15 .333 .225 15 .211 .449 15 1.000 . 15

KESKER

KONKER

PROSEDUR

SUPERVIS

INPERSON

KINERJA

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Lampiran-3

Nonparametric Correlations Motivasi dengan Kinerja


Correlations Motivasi Intrinsik 1.000 . 15 .535* .040 15 .191 .496 15 Motivasi Ekstrinsik .535* .040 15 1.000 . 15 .031 .912 15 Kinerja Petugas Rekam Medis .191 .496 15 .031 .912 15 1.000 . 15

Spearman's rho

Motivasi Intrinsik

Motivasi Ekstrinsik

Kinerja Petugas Rekam Medis

Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007

Lampiran-6

MASTER DATA
No Jk Umur Didik MK Prts
1 2

Motivasi Intrinsik POR


1 2 1

Motivasi Ekstrinsik Kpker


1 2

Kinerja MST
1 2 1

TJ
2

PUM
1 2

Kpsasi Kesker Konker


1 2 1 2 1 2

Proker
1 2

HI
2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 1

38 50 45 43 43 37 41 43 43 43 46 34 37 24 50

5 3 3 3 3 5 4 3 3 3 3 3 3 4 3

11 23 24 23 2 2 8 2 23 23 23 9 17 1 1

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2

1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2

1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1

2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2

1 2 1 2 0 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2

2 2 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 2 2 2

2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2

1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1

1 1 1 2 0 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2

2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 0 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2

2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 1 0 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2

2 2 2 1 0 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2

2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2

2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2 2 2 2 0 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2

2 2 2 1 0 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2

2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2

1 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 2

1 2 2 0 0 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2

2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 0 2 2 2

2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2

2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 2 0 2 2

2 2 0 2

2 2

2 0 2 2 2 0

2 2 0

0 2 2

SANDRA SRI ANGGRAINI : HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. DJASAMEN SARAGIH PEMATANG SIANTAR TAHUN 2007