Anda di halaman 1dari 21

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Alam, termasuk didalamnya kerak bumi, udara ,benda-benda diangkasa dan sebagainya tersusun atas berbagai unsur dan senyawanya. Pemanfaatan unsur dan senyawa tersebut dapat menimbulkan dampak negative terhadap kelangsungan hidup manusia dan alam sekitarnya. Unsur-unsur dialam banyak dimanfaatkan untuk memproduksi bahan yang berguna bagi kehidupan manusia. Nitrogen dan oksigen diambil dengan cara mencairkankan dengan udara kering. Nitrogen digunakan untuk membuat amonia yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk dan bahan peledak. Gas oksigen digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya dalam proses pengelasan dan pengoksidasi. Dan air laut dapat diambil garam natrium klorida yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan kimia lain, misalnya soda kaustik (NaOH), natrium bikarbonat (NaHCO3), logam natrium, dan berbagai bahan kimia yang berguna lainnya. Baja merupakan salah satu jenis logam paduan dengan unsur utama logam besi. Paduan logam besi,, kromium, dan nikel dikenal sebagai baja steinless steel. Baja mangan merupakan paduan logam besi dengan mangan, dimanfaatkan untuk rel kereta api. Proses industri untuk mendapatkan unsur-unsur dan pembuatan senyawa-senyawa dari unsur tersebut memerlukan pemahaman terhadap sifat-sifat dari setiap unsur tersebut. Oleh karena banyaknya unsur yang ada di dalam, maka untuk memahami sifat-sifatnya diperlukan cara yang sistematis, oleh karena itu disusunlah sistem periodik unsur memberikan andil yang besar dalam memprediksikan keberadaan dan bagaimana cara memisahkan unsur tersebut serta pemanfaatannya. Logam alkali dan alkali tanah adalah zat pereduksi yamg sangat kuat, karena begitu mudah kehilangan electron. Mereka mudah bergabung dengan kebanyakan unsur non-logam, membentuk senyawa ion seperti halida, oksida, dan sulfida. Karena litium dan logam alkali tanah bereaksi langsung dengan nitrogen pada suhu tinggi dan terus terbakar diudara meskipun semua oksigen yang tersedia

sudah habis. Logam alkali adalah unsur-unsur yang termasuk golongan IA (kecuali hidrogen) yaitu litium, natrium, kalium, rubidium, cesium, dan fransium. Pada percobaan kali ini akan dipelajari sifat-sifat dari beberapa unsur dan golongan IA dan golongan IIA dalam kereaktifan unsur, kelaruan garam sulfat dan kelarutan garam hidroksida. Selain itu, dala percobaan ini didapatkan banyak manfaat dengan mengetahui sifat-sifat unsur kimia serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 1.2 Tujuan Percobaan Mengetahui kereaktifan unsur golongan I A dan II A. Mengetahui hasil pencampuran IA dan IIA dengan garam hidroksida Mengetahui hasil pencampuran IA dan IIA dengan garam sulfat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Dalam sistem periodik, unsur-unsur alkali dan alkali tanah merupakan unsur yang sangat reaktif. Unsur alkali terletak pada golongan IA yaitu litium,natrium, kalium, rubidium, sensium, dan fransium. Unsur alkali ini mempunyai satu elektron valensi. Didalam unsur alkali tidak ditemukan dalam keadaan bebas, melainkan dalam keadaan terkait dalam bentuk senyawa. Unsur yang banyak ditemui adalah natrium dan kalium. Kedua unsur ini banyak ditemukan dalam air tanah dalam bentuk garam tanah yang terdapat pada silvite (KCl), karnalite (KCl-MgCl-6H2O). unsur logam alkali sangat reaktif, bereaksi hebat dengan air, oksigen, hidrogen dan halogen. Diudarapun unsur-unsur itu bereaksi dengan oksigen dan uap air. Karena sangat reaktifnya unsur-unsur alkali tanah dengan air, maka gas hidrogen yang dibebaskan akan segera terbakar disertai nyala api dan ledakan-ledakan kecil. Itulah sebabnya unsur alkali dalam minyak tanah atau hidrokarbon yang inert. Karena mempunyai 1 elektron valensi dan jari-jari atom yang relatif besar, energi ionisasi logam ini kecil. Akibatnya, logam ini mudah melepas elektron dan bersifat sangat reaktif , sekali gas bersifat reduktor kuat. Diatas kebawah (dari Li ke Cs) jari-jari atom bertambah, energi ionisasi ini kecil. Akibatnya, logam ini mudah melepas elektron dan bersifat sangat reaktif, sekaligus bersifat reduktor kuat. Logam alkali bersifat lunak seperti karet penghapus sehingga dapat di iris dengan pisau. Hal itu terjadi karena unsur alkali hanya mempunyai satu elektron valensi yang terlibat dalam pembentukkan ikatan logam sehingga logam ini mempunyai ikatan logam yang lemah. Dalam satu golongan, dari Li ke Cs jari-jari atom semakin besar, ikatan logam makin kecil sehingga makin lunak. Itulah sebabnya, jari atom alkali makin besar (dari atas ke bawah) sehingga titik leleh dan titk didihnya semakin kecil. Jika logam alkali dibakar akan menghasilkan warna nyala yang khas Litium akan menghasilkan warna nyala merah, natrium menghasilkan warna nyala kuning. Kalium menghasilkan warna nyala ungu/violet, rubidium menghasilkan warna nyala merah dan sesium dengan warna nyala biru. Logam alkali mempunyai beberapa sifat yang dapat digolongkan menjadi

sifat fisis dan sifat kimia. Sifat fisis dari logam alkali adalah dari bawah ke atas, jari-jari atom, dan massa jenis (kecepatan) berkurang, sedangkan titik didi dan titik cair bertambah. Sementara itu dari atas ke energi pengionan dan keelektronegatifan berkurang. Potensial electrode (beraliran yang menggambarkan daya reduksi dalam larutan) dari atas ke bawah cenderung bertambah kecuali litium. Sedangkan sifat kimia dari logam alkali adalah logam alkali merupakan golongan logam yang paling reaktif. Kereaktifan meningkat dari atas ke bawah. Kereaktifan logam alkali berkaitan dengan energi ionisasi yang rendah, sehingga mudah melepas elektron. Selain sifat-sifat itu, unsur logam alkali merupakan unsur logam putih, mengkilat seperti perak, padat tetapi lunak pada suhu normal kecuali Cs dan Fr berwujud cair. Unsur-unsur logam alkali sangat reaktif. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tidak terdapat dalam keadaan bebas dialam, melainkan selalu terdapat dalam bentuk senyawa (I2SiO3, Al2, (SiO3)3 (spodumene)). Natrium di alam banyak terdapat dalam bentuk NaCl pada air laut juga pada logam batu sebagai klunt Na3AlF6 dan sebagai soda Na2CO3. Kalium terdapat sebagai KCl pada bijih sulvit (KCl-MgCl2-6H2O) dam sebagai velts path (K2OAl2O3-3SiO3). Logam-logam alkali yang lain hanya sedikit terdapat dialam. Unsur-unsur logam alkali dibuat dengan jalan elektrolisis cairan garamnya misalnya logam Na dibuat dengan jalan elektrolisis cairan NaCl dengan katode besi dan anode karbon. Natrium yang terbentuk pada katode adalah cairan kemudian dialirkan dan ditampung dalam minyak tanah. Dalam proses ini, bejana elektrolisis dipanaskan dari luar dan dijaga agar Na yang terbentuk tidak bersinggungan dengan udara karena akan terbakar. Hanya potensial electrode (Eo) logam alkali sangat kecil (sangat negatif). Hal itu berarti logam alkali merupakan eduktor kuat. Kekuatan reduktor bertambah dari atas kebawah. Hanya saja ada pengecualian, Li mempunyai potensial electrode paling negatif. Hal itu kaena kecilnya jari-jari atom Li sehinga menunjukkan penyimpangan. Jadi, dalam alkali reduktor terkuat adalah Li dan reduktor paling lemah adalah Na.

1. Senyawa-senyawa alkali a. Natrium hidroksida (NaOH) Dalam dunia perdagangan natrium hidroksida dikenal dengan nama caustik soda api. NaOH merupakan basa kuat yang paling banyak digunakan untuk menetralkan asam, sabagai bahan baku untuk pembuatan sabun, detergen, kertasm serat rayon, juga digunakan untuk memisahkan belerang dari minyak bumi. b. Natrium karbonat (Na2CO3) Natrium karbonat yang dikenal dengan nama soda dalam dunia perdagangan dikenal dua macam soda yaitu : soda berupa hablur (Kristal) diberi nama soda kristal (Na2CO3-10H2O) dan soda kering yang tidak mengandung air Kristal (Na2CO3) yang disebut sodex (sel desande). Soda dapat ditemui dialam sebagai trona (Na2CO3-NaHCO3-H2O) atau soda alam. Trona banyak dijumpai dimesir, Amerika Utara, Meksiko, Hungaria, dan Afrika Tengah (danau Magadi merupakan danau soda). c. Natrium bikarbonat / Natrium Hidrogen Karbonat (NaHCO3) Natrium bikarbonat dikenal sebagai soda kue, karena campuran NaHCO3, asas tetrat dan tepung gandum dipakai ntuk membuat roti. Dalam sistem periodik, panjang unsur-unsur alkali tanah terletak pada golongan IIA yaitu satu jalur disebelah kanan golongan logam alkali. Unsur-unsur ini disebut alkali tanah karena unsur ini bersifat alkalis (basa) seperti golongan IA. Unsur golongan IIA adalah Berilium< magnesium, kalsium, stronsium, barium, dan Rubidium. Unsur-unsur ini mempunyai susunan elektron valensi ns2 sama halnya dengan golongan IA bersifat reduktor karena mudah melepaskan electron kulit terluarnya. Disamping itu unsur alkali tanah pada suhu biasa dapat bereaksi dengan air akan membentuk basa dan hydrogen, kecuali Mg yang jika bereaksi dengan air panas akan membentuk oksigen dan gas hydrogen, kecuali Mg yang jika bereaksi dengan air panas akan membentuk oksida dan gas hydrogen dan

berilium tidak dapat bereaksi dengan air biasa maupun air panas. Logam alkali dan alkali tanah termasuk blok s dan keduanya cenderung melepas elektron untuk mencapai konfigurasi electron gas mulia (octet). Alkali melepas 1 elektron dan alkali tanah melepas 2 elektron valensinya sehingga terbentuk non +1 dan +2. Logam alkali tanah mempunyai beberapa sifat fisis dan sifat kimia. Sifat fisisnya yaitu dari berilium ke barium jari-jari atom mengikat secara beraturan, pertambahan jari-jari menyebabkan penurunan energi pengionan dan keelektronegatifan. Potensial electrode juga meningkat dari kalsium ke barium. Akan tetapi, barilium menunjukkan penyeimbangan karena potensial elektrodenya relative kecil. Hal ini disebabkan energi ionisasi berilium yang relative besar. Titik didih dan titik cair, rapatan, dan kekerasan, logam alkali tanah lebih besar jika dibandingkan dengan logam alkali seperiode. Hal itu disebabkan karena logam alkali mempunyai 2 elektron valensi sehingga ikatan lohamnya lebih kuat. Sifat kimianya yaitu kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari berilium ke barium. Oleh karena itu, dari berilium ke barium jari-jari atom bertambah besar. Semua senyawa dari kalsium, stronsium, dan barium yaitu logam alkali tanah yang bagian bawah terbentuk senyawa ion, tetapi magnesium membentuk senyawa kovalen sedangkan senyawa-senyawa berilium bersifat kovalen. Sifat kimia logam alkali tanah bermiripan dengan logam alkali, tetapi logam alkali tanah kurang reaktif dibandingkan terhadap natrium dan seterusnya. Seperti halnya unsur-unsur alkali, unsur alkali tanah juga sangat reaktif sehingga tidak dapat dijumpai dalam keadaan bebas dialam, melainkan selalu dalam bentuk senyawa misalnya: 1. Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6) 2. Magnesium sebagai dolomite (MgCO3.CaCO3), karnalit

(KCl.MgCl2.6H2O)

3. Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan batu pualam, sebagai gisum (CaSO4.2H2O) 4. Stronsium sebagai strontianit (SrCO3) dan galestin 5. Barium sebagai bijih bant (BaSO4) 6. Radium terdapat bersama-sama dengan bijih barium. Dalam sistem periodik panjang unsur-unsur alkali tanah terletak pada golongan IIA yaitu satu jalur disebelah kanan golongan logam alkali. Unsur-unsur golongan ini bersifat alkalis (basa) seperti unsur golongan IA. 1. Sifat-sifat unsur alkali tanah a. Unsur-unsur alkali tanah merupakan unsur-unsur logam yang paling reaktif. Oleh karena itu, dialam tidak terdapat dalam keadaan bebas. b. Mempunyai dua electron pada kulit terluarnya. Oleh Karena itu, bilangan oksidasi unsur alkali dalam senyawa adalah +2. c. Pada suhu biasa berupa zat padat, berwarna putih mengkilap seperti perak. d. Dapat bereaksi dengan air pada suhu biasa, membentuk basa dan gas hydrogen.

( ) M + 2 H 2O M OH 2 + H 2
Kecuali Mg hanya bereaksi dengan air mendidih, membentuk oksida, dan gas H2. Be tidak bereaksi dengan air. e. Basa yang berasal dari unsur alkali tanah adalah basa kuat kecuali Mg(OH)2 basa lemah dan

Be(OH)2 basa atmosfer. Sifat logam alkali tanah makin kebawah makin kuat. f. Unsur radium sedikit sekali terdapat dialam dan bersifat radioaktif . Pada umumnya, unsur logam alkali tanah diperoleh dengan jalan

elektrolisis cairan garam kloridanya, seperti pembuatan unsur alkali. Contohnya adalahMg dibuat dengan elektrolisis cairan MgCl2 menggunakan electrode Fe sebagai katode dan eektrode sebagai anode. 2. Senyawa-senyawa alkali tanah a. Magnesium oksida (MgO) MgO adalah zat padat putih yang tidak mudah mencair karena panas (titikcair 2800oC) keras dan tahan api. Oleh karena itu, MgO digunakan sebagai pelapis tanur. b. Magnesium Sulfat (MgSO4) Hablur MgSO4-7H2O dikenal dengan sebutan garam Inggris atau biltersalt. Garam Inggris digunakan sebagai obat pencuci perut. c. Kalsium oksida (CaO) dan kalsium hidroksida (Ca(OH2)) Kalsium hidroksida (CaO) dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama kapur tohor atau gamping. CaO dibuat dengan memanaskan batu kapur atau kulit kerang. d. Kalsium karbida (CaC2) Kalsium karbida dikenal dengan nama karbid. Dibuat dengan reduksi CaO dengan C dalam tanur listrik. Reaksinya : CaO + 3C(g) e. Kalsium sulfat (CaSO4) Kalsium sulfat dilam berupa kristal tak berwarna yang disebut gips (CaSO4.2H2O). jika dipanaskan sampai suhu 150oC akan melepaskan 1,5mol air kristalnya berubah menjadi putih. Reaskinya : CaSO4.2H2O f. Kalsium karbonat Kalsium karbonat (CaCO3) dalam alam terdapat beberapa bentuk seperti kapur, batu pualam, batu karang, kulit kerang, stalaktit, dan stalaknit. CaSO4.H2O + H2O CaC2 + CO(g)

Jari-jari atom

Seperti golongan logam alkali , dan berilium (Be) sampai Barium (Ba). Jari-jari atom bertambah besar. Sehingga kedua electron valensi semakin mudah melepas.

Energi ionisasi

Unsur-unsur logam alkali mempunyai 2elektron valensi ionisasi dapat terjadi dengan melepaskan satu electron valensi (energi ionisasi pertama) atau keduanya (energi ionisasi kedua). M M+ + eM M2+ + 2e Dengan M adalah logam alkali tanah. Besarnya energi ionisasi pertama maupun kedua dan Be sampai Ba semakin kecil. Hal ini disebabkan jarijari atom bertambah besar sehingga jarak antara kedua electron terluar dengan inti atom semakin besar electron terluar semakin lemah terikat pada inti atom.

BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat - alat Tabung reaksi Rak tabung reaski Pipet tetes Pinset Gelas kimia Korek api Pemanas Spatula Penjepit tabung Cawan penguap 3.1.2 Bahan - bahan Larutan NaOH 1M Larutan H2SO4 1M Larutan CaCl2 0,1M Larutan BaCl2 Larutan Sr(NO3)2 Logam kalium Indicator pp

Pita Mg Tissue Aquades 3.2 Prosedur Percobaan 3.2.1 kelarutan garam sulfat Disiapkan 3 tabung reaksi yang bersih Diisi masing-masing tabung dengan BaCl2, Sr(NO3)2, CaCl2 yang masing-masing 0,1M Kedalam masing-masing tabung diisikan 1pipet H2SO4 1M Diamati endapan yang terbentuk 3.2.2 Kelarutan Garam hidroksida Disiapkan 3 tabung reaksi yang bersih Diisi masing-masing tabung dengan BaCl2, Sr(NO3)2, CaCl2 yang masing-masing 0,1M Kedalam masing-masing tabung diisikan 1pipet NaOH 1M Diamati endapan yang terbentuk 3.2.3 Kelarutan Garam Hidroksida Diambil aquades dan dipanaskan Dimasukkan pita Mg Diamati apakah muncul gelembung Ditambahkan indikator pp apabila airnya telah dingin Diamati perubahannya Diambil sedikit logam natrium Dimasukkan dalam gelas kimia berisi aquades Diamati apa yang terjadi Ditambahkan 2 tetes indicator pp diamati

11

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan 4.1.1 Reaktifitas Unsur

Perlakuan Dimasukkan

Pengamatan

aquades dalam Terjadi gelembung ketika pita Mg dimasukkan gelas kimia Setelah diberi pp, warna air menjadi merah lembayung Dipanaskan lalu dimasukkan pita Mg Didinginkan Dimasukkan Ketika logam kalium dimasukkan kedalam air logam kalium indicator pp ke dalam gelas mengeluarkan percikan api kimia Perlakuan dalam gelas kimia Dimasukkan logam kalium Diamati Larutan teteap jernih dan tidak ada endapan Terdapat sedikit endapan dan larutan keruh Dimasukkan indikator pp Diamati Larutan menjadi sangat keruh dan terdapat endapan Pengamatan Terdapat endapan yang sangat banyak dan larutan menjadi keruh Sedikit endapan dan keruh Sr(NO3)2 + H2SO4 Tidak terdapat endapan dan larutan jernih Pengamatan Setelah ditambah indicator pp air berubah warna menjadi merah lembayung Pengamatan

Dimasukkan aquades ke

4.1.2 Kelarutan Garam Sulfat Perlakuan CaCl2 + H2SO4

BaCl2 + H2SO4

4.1.3 Kelarutan Garam Hidroksida Perlakuan CaCl2 + H2SO4 13

4.1 Reaksi 4.2.1 kelarutan garam sulfat CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2HCl Sr(NO3)2 + H2SO4 SrSO4 +2HNO3 BaCl2 + H2SO4 BaSO4 + 2HCl 4.2.2 kelarutan garam hidroksida CaCl2 + 2NaOH Ca(OH)2 + 2NaCl Sr(NO3)2 + 2NaOH Sr(OH)2 + 2NaNO3 BaCl2 + 2NaOH Ba(OH)2 + 2NaCl 4.2.3 Kereaktifan Unsur 2K + 2H2O 2KOH + H2 2Mg + 2H2O 2MgOH + H2

a. Indikator pp + Mg(OH)2 OH OH OMgO

C + Mg(OH)2 O C O Indikator pp + KOH


OH b. OH

C +2H2O C OMgO

OK

C O C

+ 2 KOH

+ 2H2O

OK

O (larutan merah lembayung)

4.3 Pembahasan Jari-jari atom adalah jarak dari inti sampai ke elektron yang terdapat pada kulit paling luar. Jari-jari netral sukar ditemukan. Kesulitan dalam menentukan jarijari atom disebabkan pada umumnya atom-atom tidak ada yang berdiri sendiri, tetapi saling berikatan satu sama lain.

15

Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan jika dalam suatu aom dalam wujud gas menerima (menarik) elektron membentuk ion negatif. Besarnya afinitas elektron suatu atom ditentukan secara tidak langsung, sebab ada beberapa atom yang mempunyai kecendrungan membentuk ion positif sehingga tidak mungkin dipaksa untuk menjadi ion negatif tanpa melalui pembentukkan ikatan dengan atom yang lebih elektropositif. Keelektronegatifan suatu atom menunjukkan kecendrungan suatu atom untuk menarik suatu pasangan elektron yang digunakan bersama dalam pembentukkan ikatan dengan atom lain. Atom yang mempunyai kemampuan menarik pasangan elektron yang lebih kuat daripada atom yang berikatan dengannya diberi harga skala keelektronegatifan lenih besar. Terdapat beberapa kriteria skala yang digunakan untuk menyatakan harga keelektronegatifan suatu unsur. Misalnya, skala pauling atau skala Huggins, skala Maulikan, dan skala Sanderson. Logam alkali merupakan logam yang sangat reaktif. Dalam system periodik, unsur-unsur alkali terdapat pada golongan IA, yang terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium(Rb), Sensium(Cs), dan fransium (Fr). Alkali berarti pembentukan basa logam Li, Na, dan K berwarna putih mengkilat, sedangkan Cs berwarna keemasan. Semua logam alkali merupakan logam lunak (mudah diiris dengan pisau) dan mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik. Senyawa alkali tanah tersebar dalam jumlah banyak diair laut dan mineral (batuan) dalam keadaan sebagai senyawa dengan bilangan oksidasi +2. Batuan dan mineral yang mengandung unsur alkali tanah umunya sebagai senyawa karbonat, silikat atau sulfat, sebab kelarutan senyawa tersebut sangat kecil. Berilium terdapat sebagai mineral beril (Be3A2(SiO3)6. Magnesium sebagai mineral magnesit (MgCO3), dolomite (CaCO3.MgCO3) dan asbestus (CaMg3(SiO3)4). Kelarutan (solubility) suatu zat dalam suatu pelarut menyatakan jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan umumnya dinyatakan garm L-1 atau mol -1. Sifat fisik alkali tanah dapat dilihat pada volume, jari-jari atom, titik didih, titik lebur, dan energi ionisasinya.

Volume bergantung pada tiga faktor, yaitu jumlah kulit, gaya tarik inti terhadap kulit elektron, dan gaya tolak antara elektron pada kulit terluar. Semakin banyak elektron dan semakin jauh eektron kulit terluar berada, berarti semakin berat volume atomnya. Jari-jari atom dapat diprediksikan dari jarak ikatan antara atom-atom yan berikatan kovalen tersebut. Jari-jari atom merupakan sifat periodik yang berubah secara teratur dan berulang secara periodik. Keperiodikkan titik didih dan titik leleh mempunyai pola yang teratur. Dalam satu periode dari golongan IA sampai golongan IVA titik leleh dan titik didih cenderung naik dan turun secara tajam pada golongan VA, kemudian turun secara teratur sampai golongan gas mulia (golongan VIIIA). Keperiodikkan titik didih mempunyai pola yang sama dengan pola perubahan titik lebur. Energi ionisasi dipengaruhi oleh ukuran atom (jari-jari atom), muatan inti, dan efek pelindung kulit elektron dan kedudukan elektron dalam orbital elektron. Semakin besar jari-jari atom, semakin lemah gaya tarik inti terhadap elektron, akibatnya elektron semakin mudah dilepas. Sifat kimia alkali tanah dipengaruhi pola kereakifan unsur didalam sistem periodik. Sepanjang periode, unsur-unsur yang terletak pada golonan IA dan IIA sangat reaktif. Hal itu disebabkan unsur-unsur trsebut mempunyai energi ionisasi rendah, sehingga mempunyai kecendrungan mudah membentukion positif (kation). Unsur-unsur golongan VIIA juga sangat reaktif karena afinitas elektron yang tinggi, sehingga mempunyai kecendrungan untuk menarik elektron dan menjadi ion negatif (anion). Kelarutan suatu zat di dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran partikelnya molekul atau ion), energi kisi kristalnya dan energi hidrasinya. Zat dengan ukuran pertikel yang lebih kecil. Kekuatan asam dan basa dapat diprediksi dari kekuatan ikatan antara proton (H+) dengan gugus atom pusat yang mengikatnya. Semakin kuat ikatan terhadap proton, semakin lemah sifat suatu asam. Berdasarkan hal tersebut, untuk asam biner (HX) akan semakin kuat asamnya bila jari-jari atom x semakin besar, sebab semakin besar jari-jari atomnya semakin lemah gaya tarik atom x terhadap atom H

17

akan mudah terlepas dengan proton H+. Kereaktifan suatu golongan bergantung pada kecendrungan unsur untuk menarik atau melepas elektron. Dalam satu periode mula-mula kereaktifannya menurun tetapi akan semakin bertambah hinga golongan alkali tanah. Pada campuran dengan NaOh CaCl2 memiliki kelarutan yang kecil dan Ksp yang kecil sehingga memiliki endapan yang lebih banyak. Selain itu ksp kecil akan membuat larutan susah larut. Pada campuran dengan menggunakan H2SO4, larutan BaCl2 menjadi keruh karena campuran ini memiliki harga ksp yang kecil dan susah untuk larut, lalu pada CaCl2 juga terjadi endapan karena kspnya juga kecil tetapi tidak sebanyak BaCl2. Dalam percobaan didapatkan, pencampuran NaOH dengan CaCl2 terdapat endapan yang banyak karena kspnya yang kecil, dengan larutan Sr(NO3)2 memiliki ksp yang sedang sehingga tidak memiliki endapan sebanyak CaCl2, lalu pada BaCl2 memiliki harga ksp yang tinggi sehingga larutan ini mudah larut. Pencampuran H2SO4 pada BaCl2 harga ksp menjadi kecil sehingga terdapat benyak endapan, lalu Sr(NO3)2 campuran menjadi agak keruh karena memiliki ksp yang sedang daripada CaCl2 larutan tetap bening karena kspnya tinggi. Percobaan ke-tiga didapat pada magnesium dan kalium yang dicampur dengan air menjadi basa, hal ini dibuktikan dengan penambahan indikator yang menjadi berwarna merah. Faktor kesalahan dalam percobaan ini adalah : Tidak hati-hati pada pencampuran logam kalium dalam air Perbandingan volume camuran tidak seimbang, ada yang volumenya berlebihan dan sangat kurang, sehingga mempengaruhi pengendapan Salah urutan proses pencampuran larutan. Terdapat beberapa perbedaan perubahan sifat unsur-unsur alkali, antara lain sebagai berikut : No Alkali Alkali tanah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Konfigurasi elektron valensi adalah ns1 Mudah melepaskan elektron valensi Potensial elektrodanya rendah Titik leleh dan titik didihnya rendah Energi ionisasinya rendah Stabil dalam keadaan sebagai senyawa dengan biloks 1
+

Jari-jari atom semakin panjang, energi rendah, ionisasinya semakin keelektronegatifan

semakin kecil, dan daya reduksi yang semakin kuat Konfigurasi elektron valensi ns2 Mudah melepas kedua elektron valensinya Membentuk Kristal dengan susunan yang rapat Potensial electrode (reduksi) standar logam alkali harga tanah yang menunjukkan rendah (negatif)

Reduktor kuat Logam yang ringan

BAB 5

19

PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dalam percobaan, kelarutan garam sulfat pada logam alkali tanah semakin berkurang dari magnesium yang sangat larut hingga barium sulfat yang sukar larut Dalam percobaan, kelarutan garam hidroksida pada logam alkali tanah yang memiliki kelarutan paling rendah. Larutan garam hidroksida pada golongan alkali tanah dari atas ke bawah semakin larut Dari percobaan yang telah dilakukan, golongan IA lebih reaktif dari pada golongan IIA, terbukti pada saat dilarutkan dalam aquades, golongan IA (logam kalium) bereaksi hebat dengan menimbulkan nyala api. 5.2 Saran Sebaiknya materi untuk percobaan ditambah misalnya keelektronegatifan. Dan larutan yang digunakan ditambah seperti BeCl2.

DAFTAR PUSTAKA

Herdayan, Sumar.dkk.1995. Kimia Analitik . Semarang : IKIP Semarang Press Petruci,Ralph H. 1992. Kimia Dasar; Prinsip dan Terapan Modern Jilid ke dua. Jakarta : Erlangga Underwood,A.L.dkk.2001. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi keenam. Jakarta : Erlangga

21