Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN

KELOMPOK 1.2 : 1. ANDI KURNIAWAN P.W 2. M.RUSMAN HADI (115090101111007) (115090100111024)

LABORATORIUM EKOLOGI DAN BIODIVERSITAS JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN Disusun oleh: Kelompok 1 Andi Kurniawan P.W (115090101111007) Mohammad Rusman Hadi.(115090100111024) Laboratorium Ekologi dan Biodeversitas, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vegetasi atau komunitas tumbuhan merupakan salah satu komponen biotik yang menempati habitat tertentu seperti hutan, padang ilalang, semak belukar dan lain-lain. Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi. Secara umum peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, dan pengaturan tata air tanah. Meskipun secara umum kehadiran vegetasi pada suatu area memberikan dampak positif, tetapi pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada daerah itu (Syafei, 1990). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang menjadi pokok bahasan yaitu Bagaimana cara menganalisa vegetasi tumbuhan secara kuantitatif ? 1.3 Tujuan Tujuan dilakukannya praktikum lapang ini yaitu untuk melakukan analisis vegetasi secara kuantitatif dan menentukan komposisi, penguasaan, dan diversitas tumbuhan di dua komunitas. 1.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh setelah melakukan praktikum lapang ini adalah mampu menganalisis vegetasi tumbuhan secara kuantitatif serta menentukan komposisi diversitas tumbuhan di suatu vegetasi. BAB II. METODOLOGI 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum lapang tentang analisis vegetasi kuantitatif ini dilaksanakan pada 7 Oktober 2012 pukul 12.00 WIB selesai, bertempat di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Batu, Propinsi Jawa Timur. 3.2 Cara Kerja Ditentukan lokasi vegetasi Dilakukan analisa vegetasi secara kuantitatif Gambar 3. Nilai INP Pada Lahan Basah. INDEKS DIVERSITAS LAHAN BASAH Dihitung nilai kerapatan, dominansi, frekuensi, dan kerimbunan
Cyperus brevifolius Axonopus compressus Panicum sp. Alternanthera sessilis Eulalia amaura Ludwigia ascendens Cynodon dactylon Euphorbia hirta Drymaria cordata Basidiomycetes Desmodium triflorum Panicum repens Ecliptia alba

INP LAHAN KERING


Cynodon dactylon Axonopus compressus Alternanthera sessilis Cyperus brevifolius Panicum sp. Panicum repens Ecliptia alba

3% 3% 11% 31% 13% 14% 25%

Gambar 1. Nilai INP Pada Lahan Kering. INDEKS DIVERSITAS LAHAN KERING
Cynodon dactylon Axonopus compressus Alternanthera sessilis Cyperus brevifolius Panicum sp. Panicum repens Ecliptia alba Drymaria cordata Basidiomycetes Ludwigia ascendens Desmodium triflorum Euphorbia hirta Eulalia amaura

0% 1% 1% 3% 4%1% 6% 31% 14% 16% 23%

Gambar 2. Indeks Diversitas Lahan Kering. INP LAHAN BASAH


Axonopus compressus

19% 7% 7% 10% 57%

Alternanthera sessilis Cyperus brevifolius Panicum sp. Lain-Lain

Dilakukan tabulasi dan kompilasi data BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan grafik nilai INP untuk setiap spesies pada lahan kering, di dominasi oleh spesies Cynodon dactylon dan Axonopus compressus dengan nilai berturut-turut 94,09 (31%) dan 74,92 (25%), sementara pada lahan basah, di dominansi oleh spesies Axonopus compressus dengan nilai 1,72 (57%). Dominasi suatu spesies dapat mempengaruhi suatu komunitas. Nilai INP dihitung dari penjumlahan frekuensi relatif, kerapatan relatif, dan kerimbunan relatif. INP menggambarkan besarnya pengaruh yang diberikan suatu spesies tumbuhan terhadap komunitasnya. Berdasarkan grafik nilai indeks diversitas (HI) pada lahan kering, diketahui bahwa HI tertinggi adalah Cynodon dactylon dengan 0,53 (31%), sementara pada lahan basah, HI tertinggi adalah Cyperus brevifolius dengan 0.33 (31%). HI pada lahan kering dan basah tergolong rendah dikarenakan < 3. Hal ini sesuai dengan pernyataan Greig-smith (1983), tingkat keragaman spesies atau indeks diversitas dikatakan tinggi jika indeks diversitasnya lebih dari > 3.

0% 1% 1% 3% 4%1% 6% 31% 14%


16% 23%

Gambar 4. Indeks Diversitas Lahan Basah. BAB IV. KESIMPULAN Analisa vegetasi tumbuhan secara kualitatif dapat dilakukan dengan menghitung beberapa parameter yaitu frekuensi, kerapatan, dominansi, indeks nilai penting (INP) dan indeks diversitas (HI). Tingkat keragaman pada lahan kering dan basah sama-sama tergolong rendah. DAFTAR PUSTAKA Greig-smith, P. 1983. Quantitative Plant Ecology Volume 9. Blackwell Scientific Publications : Oxford Syafei, E. S. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. ITB: Bandung

STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN Disusun oleh: Kelompok 1 Andi Kurniawan P.W (115090101111007) Mohammad Rusman Hadi.(115090100111024) Laboratorium Ekologi dan Biodeversitas, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang

HALAMAN PERNYATAAN DAN DESKRIPSI TUGAS Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan yang berjudul Struktur Komunitas Tumbuhan ini adalah asli hasil kerja salah satu sub kelompok 1 dan tidak mengandung sedikitpun unsur plagiarism (menyalin dari kelompok lain). Dengan pembagian tugas sebagai berikut : Andi Kurniawan Mohammad Rusman Hadi : Halaman pernyataan, pendahuluan, metode praktikum dan reviewer. : Penanggung jawab, Abstrak, analisis data, dan kesimpulan.

Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, tidak terpaksa namun dengan kesadaran anggota kelompok : Andi Kurniawan P. W dan Mohammad Rusman Hadi

Malang, 17 Oktober 2012

STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN Kelompok 1.2 : Andi Kurniawan dan Mohammad Rusman Hadi ABSTRAK Praktikum yang dilakukan ini bertujuan untuk untuk mengetahui cara menganalisa vegetasi tumbuhan secara kuantitatif. Praktikum ini dilakukan pada hari rabu, 7 oktober 2012 pukul 12.00 WIB di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Batu, Propinsi Jawa Timur. Struktur komunitas tumbuhan dianalisa secara kuantitatif dengan mengukur beberapa parameter yaitu frekuensi Relatif (FR), Kerapatan Relatif (KR), Dominansi Relatif (DR), Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Diversitas (HI) dari lahan kering dan lahan basah pada tempat pegembalaan sapi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada lahan kering spesies yang mendominasi adalah Cynodon dactylon dan Axonopus compressus, sementara pada lahan basah adalah Axonopus compressus. Indeks diversitas pada setiap spesies di lahan basah dan kering tergolong rendah karena bernilai < 3. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keragaman di lahan kering dan basah sama-sama rendah yang ditandai dengan nilai HI < 3.

Kata Kunci : analisa vegetasi, ngijo, dominansi, tingkat keragaman