Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS SAMBUNGAN PORTAL BAJA ANTARA BALOK DAN

KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN SAMBUNGAN


BAUT MUTU TINGGI (HTB)
(Studi Literatur)

TUGAS AKHIR
DIAJUKAN UNTUK MELENGKAPI TUGAS-TUGAS DAN MEMENUHI
SYARAT UNTUK MENEMPUH UJIAN SARJANA TEKNIK SIPIL

Disusun Oleh :
BINNER JULIANTO SIMANUNGKALIT
080424004

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSION


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur yang sebesar-besarnya penulis panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang diberikan-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik, dimana Tugas Akhir ini
merupakan persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk diajukan dalam ujian
sarjana pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
Adapun judul dari Tugas Akhir ini adalah: ANALISIS SAMBUNGAN
PORTAL

BAJA

ANTARA

BALOK

DAN

KOLOM

DENGAN

MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT MUTU TINGGI (HTB)


(Studi Literatur)
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis banyak mendapat bantuan dan
bimbingan dari bebagai pihak berupa dukungan moril, material, spiritual maupun
dari segi Administrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan
banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan sebagai Ketua Jurusan Teknik sipil
Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
2. Bapak Ir. Terunajaya, MSc, selaku Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Ir. Zulkarnaian A.Muis, M.Eng Sc, selaku Koordinator Jurusan Teknik
Sipil Extension Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Ir. Sanci Barus, MT, selaku Dosen pembimbing.
5. Seluruh staf Pengajar dan Pegawai Fakultas Teknik Universitas Sumatera
Utara.
6. Kepada kedua Orang tua B.Simanungkalit dan S.br. Ompusunggu yang telah
segenap hati membantu dalam doa, Semangat, Kasih, Dukungan dan Materi.
i

7. Kepada rekan-rekan semua anak ekstension 2008 yang turut membantu baik
dari pikiran masukan dan tenaga dalam penyusunan tugas akhir ini.
8. Serta pihak lain yang turut berperan serta yang telah membantu dalam
Penulisan Tugas Akhir ini yang tidak bisa Penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa Penulisan Tugas Akhir ini, masih banyak terdapat
kekurangan terutama dalam segi penguraian maupun dalam pengkajiannya.
Dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari Bapak dan
Ibu staf pengajar demi kemajuan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak
yang telah banyak membantu penulis dan berharap semoga Tugas Akhir ini
bermanfaat bagi penulis dan bagi semua pembaca umumnya.

Medan, Februari 2011


Hormat Saya
Penulis

Binner J Simanungkalit
NIM:080424004

ii

ABSTRAK
Suatu balok baja yang pada kedua ujungnya disambungkan terhadap kolomkolom dengan menggunakan sambungan baut, apabila kedua ujungnya bersifat
sendi maka balok tersebut merupakan konstruksi statis tertentu. Bila sambungan
balok dan kolom pada kedua ujungnya menggunakan beberapa buah baut atau di
las, maka konstruksi menjadi statis tak tentu.Karena sambungan tidak lagi dapat
berputar bebas dan dalam keadaan exstrim sambungan dapat bersifat kaku
sempurna ( rigid ), dimana perputaran sudutnya adalah nol.
Akan tetapi pada sambungan-sambungan yang menggunakan baut / paku
keling selalu akan terjadi deformasi elastis, sehingga sifat kaku sempurna tidak
tercapai dan sambungan menjadi semi kaku ( semi rigid ).Tingkat kekakuan
sambungan akan mempengaruhi besarnya perubahan bentuk (lenturan atau
putaran sudut ) dan gaya-gaya dalam ( Momen, gaya lintang dan sebagainya )
pada analisa strukturnya.
Alat sambung Baut Mutu Tinggi (High Tensile Bolt) bila diberikan tarikan
(Pretension) akan memberikan kontribusi tahanan gesek antara elemen-elemen
yang disambung. Kapasitas daya dukung sambungan akan bertambah akibat
tarikan awal (Pretension) pada alat sambung mutu tinggi tersebut.
Pada Tugas akhir ini, gaya dalam yang dibahas hanya momen lentur M yang
bekerja pada sambungan dan Gaya lintang D. Gaya Normal N dan Torsi ( momen
puntir ) T yang seharusnya turut bekerja tidak diikutkan. Dari hasil perhitungan
dengan menggunakan metode cross, momen lentur yang dihasilkan adalah 10,484
T.m,dan Gaya lintang D = 5,6155 T
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap
tegangan yang diijinkan ijin = 3100 kg/cm.maka profil yang dipakai adalah
profil Wf 300 x 150 x 6,5 x 9, dan menggunakan baut mutu tinggi A325,
620mm, karena momen yang dapat dipikul profil dan sambungan jauh lebih
besar dari pada momen yang terjadi dan profil dinyatakan cukup aman dalam
memikul beban yang terjadi.
Kata kunci : baut mutu tinggi, tegangan tarik awal, tegangan geser

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


ABSTRAK ......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
DAFTAR NOTASI ............................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. ix

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Umum ................................................................................................. 1


I.2. Latar Belakang .................................................................................... 2
I.3. Permasalahan ....................................................................................... 3
I.4. Maksud dan Tujuan ............................................................................. 6
I.5. Pembatasan Masalah ........................................................................... 6
I.6. Meteodologi ........................................................................................ 8
I.7. Sistematika Penulisan ......................................................................... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


II.I Umum .................................................................................................. 10
II.II Sifat Bahan Baja .................................................................................. 11
II.III Sambungan ......................................................................................... 17
II.III.1 Tipe tipe Sambungan ............................................................... 21
II.III.2 Jenis jenis alat penyambung .................................................... 28
II.III.2.1 Sambungan Baut (Bolt) ................................................... 28

iv

II.III.3 Jenis jenis alat penyambung Penahan Beban .......................... 36


II.III.3.1 Sambungan Penahan Momen ......................................... 36
II.III.3.2 Sambungan Penahan Momen yang Direncanakan ......... 37
II.III.4 Kekuatan Sambungan Baut ......................................................... 38
II.III.4.1 Kekuatan Geser Baut ..................................................... 39
II.III.4.2 Kekuatan Desak (Tumpu) Baut ..................................... 40
BAB III

ANALISA SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM

III. 1. Sambungan Baut Mutu Tinggi (HTB) ............................................ 45


III. 2. Perilaku Kekuatan Baut Mutu Tinggi (HTB) ................................. 48
III. 3. Jenis Sambungan Baut Mutu Tinggi (HTB) .................................. 51
III. 4. Analisis Sambungan Baut Mutu Tinggi (HTB) .............................. 52
III. 5. Analisis Prilaku Pelat Penyambung ................................................ 56

BAB IV APLIKASI DAN PERHITUNGAN


IV. 1. Pemodelan Struktur Portal dua Lantai ........................................... 62
IV. 2. Analisa struktur dengan Metode Cross .......................................... 67
IV. 3. Hasil Momen Ekstrim dari Kombinasi Pembebanan Pada Portal .. 69
IV. 4. Dimensi Profil Balok dan Kolom ................................................... 70
IV. 5. Perencanaan Sambungan ............................................................... 78

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


V. 1. Kesimpulan ..................................................................................... 81
V. 2. Saran ................................................................................................ 82
DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR NOTASI
A

= Luas penampang batang

= Titik batas elastis

An

= Luas netto

= Titik batas plastis

= Diameter

= Modulus elastisitas material

Imin

= Momen inersia terkecil dari penampang melintang

lk

= Panjang tekuk batang

Ln

= Panjang bersih las = lbr 3 a

Lbr

= Panjang kotor las

= Titik runtuh

= Gaya tekan pada batang

= Gaya aksial yang dialami

Pt

= Kapasitas gaya tarik aksial ( gaya tarik aksial izin maksimum )

Pkr

= Beban konsentris yang dapat menyebabkan terjadinya tekuk lateral

= Tebal pelat

tr

= Tegangan tarik

= Tegangan baja / dasar

tr

= Tegangan tarik

tr

= Tegangan tarik aksial izin

= Regangan baja

= Konstanta matematis ( 22/7 )

= Faktor tekuk

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bidang momen dan garis lentur balok ........................................... 4


Gambar 2.1 Hubungan tegangan - regangan untuk uji tarik pada baja lunak .... 14
Gambar 2.2 Penentuan tegangan leleh ............................................................... 16
Gambar 2.3 Deformasi rotasi sambungan .......................................................... 19
Gambar 2.4 Kurva M - r sambungan ............................................................... 19
Gambar 2.5 Tipe sambungan ( a ) single web angle dan (b) single plate ....... 21
Gambar 2.6 Tipe sambungan double web angle ............................................. 21
Gambar 2.7 Tipe sambungan top and seat-angle with duoble web angle ........ 22
Gambar 2.8 Tipe sambungan top and seat-angle ............................................. 22
Gambar 2.9 Tipe sambungan header plate ......................................................... 22
Gambar 2.10 Tipe sambungan extended end-plate ( a ) extended
on tension .......................................................................................................... 23
side only ( b ) extended on tension and compression sides ................................ 23
Gambar 2.11 Tipe sambungan flush end-plate .................................................. 23
Gambar 2.12 Klassifikasi sambungan berdasarkan EUROCODE 3 ( 1992 ) .... 24
Gambar 2.13 Sambungam top-and seat-angle dengan double web angle .......... 26
Gambar 2.14 Pengaruh deformasi elastis terhadap sambungan top-and
seat-angle dengan double web angle .................................................................. 27
Gambar 2.15 Luas netto Penampang batang ...................................................... 27
Gambar 2.16 Baut yang terletak menyerong ...................................................... 33
Gambar 2.17 Sambungan T- Connection ........................................................... 36
Gambar 2.18 Sambungan Bracket Connection ............................................... 37

vii

Gambar 2.19 Sambungan Penahan Momen ....................................................... 38


Gambar 2.20 Baut yang mengalami geser tunggal ............................................ 39
Gambar 2.21 Baut yang mengalami geser rangkap ........................................... 39
Gambar 2.22 Bentuk-bentuk kegagalan yang mungkin terjadi pada
sambungan baut .................................................................................................. 41
Gambar 2.23 Tekanan Tumpu pada Sambungan ............................................... 42
Gambar 2.24 Jarak Baut ..................................................................................... 43
Gambar 3.1 Mekanisme pengalihan gaya pada sambungan .............................. 46
Gambar 3.2 Hubungan Tegangan vs Perpanjangan A490 bolt & A325 bolt ..... 48
Gambar 3.3 Hubungan Gaya pikul (kip) vs Perpanjangan (mm) akibat
panjang ulir dalam elemen pelat yang disambung ............................................. 49
Gambar 3.4 Grafik HubunganTegangan vs Perpanjangan pengaruh
putaran kunci ...................................................................................................... 50
Gambar 3.5 Deformasi pada sambungan noslip, partial slip, dan full slip ........ 50
Gambar 3.6 Pemodelan sambungan baut tidak diberi pratarik & dgn pratarik .. 53
Gambar 3.7 Pengaruh tebal pelat dan washer khusus terhadap
mekanisme friksi ................................................................................................ 58
Gambar 3.8 Deformasi Pelat Penyambung akibat gaya tarik P ......................... 59

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Harga tegangan leleh........................................................................... 16


Tabel 3.1 Harga menurut PBBI Gedung ......................................................... 52
Tabel 4.1 Harga momen ekstrim pada balok ..................................................... 69
Tabel 4.2 Harga momen ekstrim pada kolom .................................................... 69
Tabel 4.3 Langkah-langkah Perhitungan Sambungan ........................................ 78

ix