Anda di halaman 1dari 6

Stress Corrosion Cracking

denaft Dear all, Saya pengen nanya nih.. Faktor-faktor apa saja yang mendukung terjadinya Stress Corrosion Cracking? Sepengetahuan saya yang mendukung terjadinya hal tersebut adalah: 1. Material yang tidak tahan : SS 304, SS 316.... 2. Tekanan operasi. 3. Temperatur operasi. Apakah betul hal tersebut? Apakah bila salah satu parameter diatas tidak terjadi maka SSC tidak akan terjadi pula? Hal2 lain yang berpengaruh selain ke3 di atas apa? Tolong dijelasin sejelas- jelasnya.... YudaTomo Pak Denaft, Pada dasarnya SCC terjadi karena adanya kombinasi tegangan, metallurgical structure, dan kondisi lingkungan yg agresive. Sehingga pencegahannya bisa dilakukan dengan menghilangkan salah satu atau lebih faktor2 tsb, seperti di bawah ini: 1. Pemilihan material yg tahan/ imun thd SCC. Type austenitic dan high chromium content ferritic alloys rentan thd SCC. 2. Modifikasi lingkungan. Lingkungan yg aggressive, misal mengandung NaOH atau NaCl dg konsentrasi tinggi, ditambah adanya oxygen, akan mendorong terjadinya SCC ini. Penambahan corrosion inhibitor bias mengurangi potensi ini. 3. Mengurangi tensile stress Mohon maaf kalau jawabannya terlalu singkat, saya harus segera beres2. See you in two weeks time. Dedy Suryana - IAOD Korosi adalah suatu fenomena kesetimbangan alam yang tidak bisa dihindari. Yang mungkin bisa dilakukan adalah memperlambat laju korosi. Jadi tidaklah benar kalau ada material yang tahan terhadap korosi. Stress diakibatkan oleh adanya beban terhadap material yang mengakibatkan terjadinya kerenggangan antara susunan atom - atom.

Cracking adalah perpaduan akibat kedua fenomena diatas. Dengan demikian Stress Corrosion Cracking dapat terjadi terhadap segala jenis material tanpa terkecuali. Yang membedakan laju SCC adalah factor kekuatan logam / material, Jenis logam / material, Tipe pembebanan, dll. Kondisi tersebut dapat dijawab bilamana kasus yg disajikan lebih detail. Isa Anshori SCC terjadi bila 3 hal bertemu yaitu stress, logam dan fluida service. Logam dan fluida service punya pasangan sendiri-sendiri untuk terjaddinya SCC, misal: 1. Stainless stell dgn chloride. 2. Carbon steel dengan carbonat, caustic dan Amine Firman Hanif Pak Isa & others... ada kondisi yg lebih spesifik nggak, misalnya berapa konsentrasi chloride yg bisa menyebabkan terjadinya SCC? Contoh: chloride content 250 ppm apakah akan terjadi SCC? 500 ppm? Untuk amine vs carbon steel, apa benar menyebabkan SCC, sebab water corrosion inhibitor sendiri justru merupakan senyawa amine? Bagaimana mekanismenya? Karbonat yg dimaksud apa, sebab setahu saya karbonat akan terdeposisi dgn Ca, Mg, Sr ... menjadi scale. Dlm keadaan terlarut biasanya yg ada adalah bikarbonat (HCO3)? denaft Reaktor kita memiliki fluid service : 1. Gas CO yang mengandung 1~2 ppm HCl. 2. Methanol 71~73% 3. Methyl format 10~11% 4. Potassium methylate 0,4% 5. Total solid. Kondisi operasi : P = 20~22 bar dan T = 85~90 C Apakah kondisi ini sudah dapat menyebabkan SCC yang cukup parah jika untuk area reaktor dan sekitar reaktor (asesoris seperti pompa, cooler, perpipaan dll), SS 304 dan SS 316 digunakan?

Ilham B Santoso Salm, Secara umum memang material berbasis besi adalh tidak tahan terhadap Chloride Stress Corrosion Cracking. Untuk menurunkan laju Chloride SCC ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: - menurunkan kandungan chlor dan temp operasi -- namun rasanya sulit dilakukan karna merupakan tuntutan proses - menggunakan material yang lebih tahan, secara umum material feritic stainless steel( SS 406, 446, dll) lebih tahan thadap SCC bila dibandingkan austenitic SS. Material seperti tembaga akan kebal thdap chloride SCC namun tidak tahan terhadap amonia SCC. - menurunkan tegangan beban dan tegangan sisa dengan cara menghindari pengerjaan pengelasan pada material, pengerjaan dingin seperti pengerolan dingin, gerinda, dan lain-lain. deminkian semoga bermanfaat, astra media Dear Kisanak, Saya cuba ikutan nih ....... Stress Corrosion Cracking (SCC) itu adalah kegagalan getas yg terjadi relatif pada tensile stress konstan pada paduan yg terpapar dalam lingkungan korosif,merupakan interaksi antara kimia ada kekuatan mekanik yg menghasilkan suatu kerapuhan. Hampir semua logam campuran mengalami SCC dan hanya logam murni lebih tahan (tetapi tidak imun) terhadap SCC dibandingkan dgn paduan yg logam dasarnya sama. Pengetasan logam bisa juga disebabkan oleh tekanan internal yg tinggi yg dihasilkan oleh pembentukan hidrogen molekuler didalam liangcelah,akibat adanya hidrogen sisa yg masuk akibat proces katodik ato dari dekomposisi fasa gas. Semakin tinggi suhu akan membuat kecendrungan perekahan semakin besar dan masa perapuhan semakin pendek. Suhu pada sejumlah daerah terkadang lebih tinggi yg pada sistem,maka daerah tsb akan besar kemungkinan terjadinya perapuhan.

Penyebab dari jenis korosi ini adalah aksi sinergetik suatu korosi yg terjadi pada tensile stress dimana kombinasi kedua efek tsb akan lebih besar dibandingkan kekuatan asalnya.Ketiadaan stress akan membuat campuran logam tidak akan terkorosi,sebaliknya ketiadaan bahan peng-korosi akan membuat logam campuran mampu menahan stress.Stress pada SCC merupakan tensile stress,baik itu yg terdapat didalamnya ato bawaan. terkadang stress bawaan lebih berbahaya,karena hal ini tidak terlihat pada saat pemeriksaan secara keseluruhan. Semoga uraian diatas bisa sikit memberiken kejelasan buat kisanak :-) Mohon ditambah ato dikoreksi klo ada yang kurang....... Sosro Tadi Saya ingin menambahkan sedikit ttg SCC. Benar spt yg telah diinfokan oleh kawan2 yg lain yaitu 3 faktor yg mempengaruhi terjadinya SCC: 1. Tensile Stress 2. Susceptible material 3. Lingkungan Perdefinisi SCC adalah brittle failure yg terjadi pada alloy dgn tensile stress yg relative konstant, yg terekspose pada kondisi lingkungan yg korosif. Ketiga faktor tsb saling overlap, jika salah satu saja dihilangkan maka SCC tdk akan terjadi. Yg jelas suhu yg makin tinggi akan mempercepat laju korosi. Kadang2 kita keliru utk membedakan antara SCC dan CFC (Corrosion Fatigue Crack) krn hampir sama jika dilihat dgn mata telanjang. Umumnya CFC, corrosion product dapat ditemukan disekitar tempat crack. Material SS 304 atau 316 (Austenitic) musuh paling umum adalah ion chlorida spt air laut, apalagi jika suhu melebihi 70 C, derajat ketahanannya saja yg berbeda.Karena itu kebanyakan mereka yg menggunakan sea water sbg cooling water lebih memilih Titanium,apalagi jika seawater tsb harus ditreat dgn hypochlorite. Musuh lain Austenite adalah, tdk cocok buat desalinasi yg menggunakan evaporasi, larutan yg ada kandungan unsur gol VII spt Bromide, Yod dan Fluor, larutan kaustik dan banyak lagi Jika ingin yg sedikit lebih rendah kwalitasnya bisa memilih Ferritic (seri 4 spt 405, 409 dst). Tetapi Ferritic juga punya kelemahan, mudah terkena Intergrannular corrosion, weldingnya juga harus hati2, tdk boleh terkontaminasi dgn C atau N, tdk tahan H2S dan hypochlorite. Karena itu yg paling tepat, dari awal kita harus sudah mendefinisikan kira2 lingkungan yang bagaimana yg akan dihadapi, baru kita memilih material yg suai.

Mungkin ada tambahan atau koreksi dr rekan2 dgn background Metalurgy ? Semoga bermanfaat Sosro Tadi Menambah sedikit penjelasan ttg Amine yg juga salah satu peyebab SCC pd Carbon Steel (CS), sebetulnya langka terjadi. Ada beberapa SCC pd CS terjadi di fasilitas Ammonia service atau pd CO2 absorber yg menggunakan DEA (Di Ethanol Amine) / MEA (Mono Ethano Amine) ttp hal itu cenderung pd tdk dilakukan stress relieve setelah fabrikasi peralatan (keteledoran) krn stress relive merupakan standard baku. Jika menggunakan pure amine spt utk corrosion inhibitor dan neutralizer tdk akan terjadi SCC. Kawan2 yg berkecimpung di -Ammonia- Urea plant mempunyai pengalaman yg canggih dlm hal Ammonia handling pd P&T tinggi maupun rendah, biasanya (kalau tdk salah) cukup menggunakan Killed CS. Amine disamping banyak digunakan sbg corrosion inhibitor di lapangan minyak, juga digunakan di kilang sbg neutralizer di Atmospheric Distillation Crude Overhead, utk mengatur pH di overhead sekitar 9, mengurangi efek akibat terbentuknya HCl krn disosiasi garam2 Ca & Mg. Jika terjadi crack di overhead, hampir pasti karena excess injection Caustik yg mana Caustic digunakan utk menetralisir garam2 Ca & Mg Pengalaman juga tdk pernah menemukan karbonat dan bikarbonat sbg penyebab SCC pd CS, kecuali dibawah karbonat scale tsb tumbuh koloni bakteri SRB, nah ini yg dapat menyebabkan crack baik sbg Sulfide SCC maupun Hydrogen Induced cracking. Sebenarnya jika Karbonat scale terbentuk, berarti pH air sdh diatas 7 yg menurut teori langka utk terjadinya korosi, kecuali jika ada H2S dan sulfide yg lain krn sulfide tsb memang bisa membentuk korosi baik pd pH < 7 (acidic corrosion) maupun pH >7 (bacidic corrosion), tentu saja tdk ada komponen2 lain. Satu hal yg juga perlu dicermati bagi kawan2 di KPS, jika menggunakan water clariifier yg berbasis Ferric Chloride (larutan berwarna coklat tua, sangat murah, baik utk oily water yg sand contentnya tinggi), senyawa tsb sangat corrosive terhadap CS. Kemudian jika menggunakan Glutaraldehyde utk bactericide, jika dlm campuran tersebut ada Formalin (bau sangat tajam) maka CS juga tidak tahan thd formalin. Mudah2an tambahan keterangan ini bermanfaat bagi mas Firman Pertanyaan :

Untuk amine vs carbon steel, apa benar menyebabkan SCC, sebab water corrosion inhibitor sendiri justru merupakan senyawa amine? Bagaimana mekanismenya? Karbonat yg dimaksud apa, sebab setahu saya karbonat akan terdeposisi dgn Ca, Mg, Sr ... menjadi scale. Dlm keadaan terlarut biasanya yg ada adalah bikarbonat (HCO3)?