Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS PRIMAL - DUAL

Setiap persoalan program linier selalu mempunyai dua macam analisis, yaitu : analisis primal dan analisis dual yang biasanya disebut analisis primal-dual Konsep yang pertama kita sebut Primal dan yang kedua Dual.Bentuk Dual adalah kebalikan dari bentuk Primal. Hubungan Primal dan Dual sebagai berikut:

Masalah Primal (Atau Dual) Koefisien Fungsi Tujuan Maksimumkan Z (atau Y) Batasan i Bentuk <= Bentuk = Variabel Xj

Masalah Dual (Atau Primal) Nilai Kanan Fungsi Batasan Minimumkan Y (atau Z) Variabel yi (atau xi) yi >= 0 yi >= dihilangkan Batasan j

Xj >= 0
Xj >= 0 dihilangkan

Bentuk >=
Bentuk =

CONTOH SOAL

Primal Minimumkan Z = 5X1 + 2X2 + X3 Fungsi batasan: 1) 2X1 + 3X2 + X3 20 2) 6X1 + 8X2 + 5X3 30 3) 7X1 + X2 + 3X3 40 X1 , X2 , X3 0

X1 FB1 FB2 FB3 2 6 7

X2 3 8 1

X3 1 5 3 20 30 40 Y1 Y2 Y3

Z 5

HASIL DALAM DUAL

F. Tujuan Maksimum Z = 20 y1 + 30 y2 + 40 y3 F.batasan 1) 2y1 + 6y2 + 7y3 5 2) 3y1 + 8y2 + y3 2 3) y1 + 5y2 + 3y3 1 y1, y2, y3 0

CONTOH SOAL 2

Primal Minimumkan Z = 2X1 + X2 Fungsi batasan: 1) X1 + 5X2 10 2) X1 + 3X2 6 3) 2X1 + 2X2 8 X1, X2 0 Dual Maksimumkan Y = 10 y1 + 6y2 + 8y3 Fungsi batasan : 1) y1 + y2 + 2y3 2 2) 5y1 + 3y2 + 2y3 1 y1, y2 0