Anda di halaman 1dari 3

Verifikasi Besaran Radiasi Foton

Fatwa Aji K. ( H1E007015 ); Rani Chaerani ( H1E007017 ) Mahasiswa Fisika Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Pendahuluan Unsur radioaktif Adalah suatu unsur yang akan selalu meruluh untuk mencapai kondisi stabil. Peluruhan unsure radioaktif ini akan menimbulkan efek radiasi bagi benda-benda sekitarnya. Radiasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu radiasi non pengion dan radiasi pengion. Radiasi non pengion tidak akan menimbulkan efek bagi bahan yang dilewati karena tidak akan terjadi ionisasi, Sedangkan radiasi penginon akan mengionisasi bahan yang dilewati sehingga berbahaya bagi tubuh, segabai contoh adalah radiasi foton.Karena sifat radiasi tersebut, maka perlu perlindungan keselamatan terhadap segala kegiatan yang terkait dengan radiasi yaitu proses, peralatan serta pekerja radiasinya. Untuk keperluan tersebut maka salah satunya adalah dengan menyatakan besaranbesaran radiasi sesuai pada masing-masing medannya. Metode Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu detector Rad Alert, blok radiasi, mistar plastik dan busur derajat. Bahan yang digunakan adalah sumber radiasi Co-60 dan air. Metode yang dilakukan yaitu menentukan pajanan radiasi foton dengan udara dan menentukan absorpsi radiasi foton dalam jaringan air. Metode pertama yang dilakukan yaitu mencacah menggunakan detector yang posisinya tegak lurus terhadap sumber radiasi dengan jarak 10 hingga 100 cm. Pencacahan dilanjutkan dengan mengubah posisi detector terhadap sumber radiasi membentuk sudut 300, 450 dan 600 terhadap keadaan tegak lurusnya. Masing masing pencacahan dilakukan sebanyak tiga kali dan diawali dengan pencacahan radiasi latar. Metode kedua dilakukan dengan memposisikan sumber radiasi, jaringan air dan detector dalam satu pusat sumbu. Pencacahan dilakukan setiap penambahan volume air 0,6 cm hingga 5,4 cm sebanyak tiga kali. Hasil dan pembahasan Bahan radioaktif yang digunakan sebagai sumber radiasi foton dalam percobaan verifikasi besaran radiasi foton ini adalah Co-60 yang dibuat pada tahun 1996 dengan waktu paruh t 1 2 = 5,27 tahun dan mempunyai aktivitas awal 1,0 Ci. Sehingga pada saat percobaan dilakukan (Mei 2010) aktivitasnya telah berkurang. (A = 1,0 Ci; t = 14 tahun = 14 x 365 x 24 x 3600 = 4,4 x 108). Dengan menggunakan persamaan (1) : (1) Dengan =

ln 2 0,693 = t1 2 (5,27 x365 x 24 x3600 )

= 4,16 x 10-9
Sehinga aktivitas yang tersisa adalah:

Dosis serap dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan (2), yaitu:

m (2) dengan D adalah dosis Serap, ED adalah selisih cacah tanpa air dengan ketinggian air dikalikan dengan energi rata-rata Co-60 ( 1,25 MeV) dan m merupakan massa air . Dari perhitungan dengan menggunakan persamaan (2) didapat nilai dosis serap unsure Co-60 tersebut.

D = ED

Grafik 1. Pengaruh perubahan jarak terhadap rapat fluks

Grafik 2. Hubungan Fluks dengan sudut

Grafik 1 dan grafik 2 menunjukan pengaruh jarak dan sudut terhadap fluks radiasi. Semakin besar jarak dari sumber radiasi, rapat fluks semakin menurun. Hal ini sesuai dengan teori fluks radiasi akan berubah berbanding tebalik dengan kuadrat jarak. Sementara itu, semakin besar sudut yang dibentuk detektor dengan sumber radiasi menyebabkan fluks semakin menurun, sampai pada sudut 45 o fluks mengalami kenaikan.

Grafik 3. Pengaruh kedalaman air terhadap dosis serap

Dosis serap Co-60 semakin menurun secara eksponensial dengan bertambahnya kedalaman air seperti yang diperlihatkan pada grafik 3. Hal ini menunjukan bahwa semakin tebal medium yang dilewati radiasi foton maka kadar radiasi yang diserap semakin kecil. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1. Fluks radiasi akan berkurang dengan semakin bertambahnya jarak detektor dengan sumber radiasi. Besar fluks radiasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara detektor dengan sumber radiasi. 2. Fluks radiasi akan berkurang dengan bertambahnya sudut antara detektor dengan sumber radiasi sampai pada sudut 45o, kemudian fluks akan bertambah kembali. 3. Dosis serap berkurang dengan bertambahnya kedalaman medium penghalang. Daftar Pustaka Beiser, Arthur. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Halliday-Resnick. 1990. Fisika Modern Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.