Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRATIKUM BIOLOGI KELAS XI OSMOSIS

Disusun oleh : Nadia Muthmainnah XI IPA 3

SMAN 2 PALANGKARAYA

I. DASAR TEORI Osmosis merupkan perpindahan molekul-molekul terlarut (air) dari konsentrasi pelarut rendah ke konsentrasi pelarut yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. Peristiwa osmosis dapat mempengauhi kehidupan sel hewan dan tumbuhan. Pada sel hewan jika konsentrasi di dalam sel hewan lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi lingkungan sekitarnya, maka air akan bergerak ke luar meninggalkan sel secara osmosis, akibatnya sel tersebut mengalami penyusutan (krenasi) sehingga menyebabkan kematian sel dan ketika sel tumbuhan dimasukan ke dalam larutan hipotonik, air akan masuk ke dalam sel secara osmosis, sel tumbuhan menjadi gembung dan tegang. Tekanan air di dalam sel ini disebut tekanan turgor. Pada saat sel tumbuhan dimasukan ke dalam larutan hipertonik, protoplasma sel tumbuhan akan menyusut dari dinding sel, peristiwa ini disebut plasmolisis. II. TUJUAN Mendeskripsikan peristiwa osmosis pada sel tumbuhan. III. ALAT DAN BAHAN Alat : gelas ukur, Model sederhana proses osmosis, statif, stopwatch, dan mistar Bahan : larutan gula 20 % , aquades, alteco/plastisin/tanah liat, potongan kentang, potongan dagin 20 gram, garam dapur, gula pasir, dan 1 buah kentang utuh. IV. CARA KERJA Praktikum pertama a. Membuat larutan gula 20% b. Memasukkan larutan gula ke kantung ubi kentang ( dengan diukur terlebih dahulu) c. Menutup kantong ubikentang dengan sumbat karet ( yang telah ditempeli selang plastic ) d. Mengoles alteko pada permukaan sumbat karet agar tidak terjadi kebocoran. e. Mengisi gelas aqua bekas dengan aquades 40 ml f. Memesukkan kantong umbi kentang ( osmometer sederhana kedalam gelas yang berisi air dan rangkailah)

g. melakukan pengamatan kenaikan air dalam selang dan diskusikan denagn temantemanmu. h. Mengukur kenaikan air didalam selang 9 pengukuran dilakukan dari permukaan dasar sumbat karet ) i. Menulis hasil pengamatan pada table yang tersdeia. j. Ukurlah air yang diluar kantung kentang dan larutan gula sesudah perlakuan.

Praktikum kedua Untuk melihat pengaruh konsentrasi larutan terhadap plasmolysis dan krenasi sel, lakukanlah percobaan berikut. a. Membuat larutan garam pekat dengan air 150 ml dan garam dapur 5 sendok makan b. Merendam potongan daging sapi pada larutan garam pekat dan air aquades selama 15 menit dengan terlebih dahulu menimbang berat potongan daging, mengamati dan menimbang kembali potongan danging setelah percobaan Potongan daging potongan daging

Air garam pekat

air biasa

c. Merendam potonagn umbi kentang dengan ukuran P = 3 cm, L = 2 cm, tebal = 1 cm pada larutan garam pekat dan air aquades selama 15 menit. Mengamati yang terjadi dan mengukur kembali potongan kentang setelah percobaan berakhir. Dan membuat kesimpulan dari percobaan tersebut. Potongan kentang potongan kentang

Air garam pekat

air biasa

V.

HASIL DAN PEMBAHASAN Praktikum pertama TABEL HASIL PENGAMATAN Volume larutan gula No dalam kantung kentang Sebelum Sesudah 1 40 ml 30 ml 2 40 ml 30 ml 3 40 ml 30 ml Volume aquades di luar kentung kentang Sebelum Sesudah 130 ml 125 ml 130 ml 120 ml 130 ml 110 ml Waktu 5 menit I 5 menit II 5 menit III Kenaikan air dalam selang (cm) 2,5 cm 2,9 cm 3,0 cm

PERTANYAAN 1. Kenaikan air dalam selang menunjukkan proses apa? Jawab: Osmosis 2. Apa yang menyebabkan kenaikan air dalam selang ? jelaskan jawaban anda Jawab: Karena peristiwa osmosis. Dimana terjadinya perpindahan air melalui membran semipermeabel yaitu kantung kentang dari bagian yang lebih encer (konsentrasi rendah) yaitu air di dalam gelas aqua tempat kentang dicelupkan ke bagian yag lebih pekat (konsentrasi tinggi) yaitu larutan gula di dalam kantung kentang, sehingga memenuhi kantung kentang dan akhirnya terdorong ke selang atau menyebabkan kenaikan air didalam selang. 3. Apa fungsi kantung kentang pada percobaan diatas? Jawab : Sebagai model membran semipermeabel. 4. Bandingkan volume air yang ada didalam kantung kentang sebelum dan sesudah perlakuan serta bandingkan pula volume air yang diluar kantung kentang sebelum dan sesudah perlakuan. Buatlah kesimpulan dari perbandingan yang didapat! Jawab: Proses osmosis adalah perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut rendah ke konsentrasi pelrut yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. 5. Bandingkan dengan proses difusi pada percobaan I , mana yang lebih cepat perpndahan zat melalui difusi atau osmosis. Diskusikanlah dengan temantemanmu ! Jawab : Jika harus dibandingkan, menurut saya lebih cepat difusi karena tidak melewati membrane semi permebel.

6. Kemudian lakukanlah percobaan dengan larutan gula yang berada di luar kantung kentang. Amatilah yang terjadi! Jawab: Volume aquades di Volume lautan gula Kenaikan No dalam kantung di luar kantung Waktu air di kentang kentang dalam selang Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah (cm) 1 40 ml 30 ml 130 ml 125 ml 5 menit I 2 40 ml 30 ml 130 ml 120 ml 5 menit II 3 40 ml 30 ml 130 ml 110 ml 5 menit III

Praktikum kedua TABEL HASIL PENGAMATAN DAGING No 1 Larutan Larutan garam pekat Berat Sebelum Berat Sesudah Perlakuan Perlakuan 10 gr 9,5 gr Keterangan Berat sedikit berkurang ( sekitar 0,5), tekstur mengkerut, warna merah segar. Berat sedikit bertambah ( sekitar 1,03 gr), warna daging memucat.

Air aquades

10 gr

11,03 gr

TABEL PENGAMATAN UMBI KENTANG No Larutan 1 Larutan garam pekat Air aquades Kondisi umbi kentang sebelum percobaan Tekstur selnya keras P = 3 cm, L = 2 cm, tebal = 1 cm Tekstur selnya keras P = 3 cm, L = 2 cm, tebal = 1 cm Kondisi umbi kentang sesudah percobaan Tekstur selnya lembek dan menyusut P = 2,3 , L = 1,1, tebal = 0,9 Tekstur selnya lebih keras dan gembung P = 3,5, L = 2,6, tebal = 2,5

Pembahasan: Osmosis adalah proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. Pada praktikum I terjadinya perpindahan air melalui membran semipermeabel yaitu kantung kentang, dari bagian yang lebih encer (konsentrasi rendah) yaitu air di dalam gelas aqua tempat kentang dicelupkan ke bagian yag lebih pekat (konsentrasi tinggi) yaitu larutan gula di dalam kantung kentang, sehingga memenuhi kantung kentang dan akhirnya terdorong ke selang atau menyebabkan kenaikan air didalam selang. Jadi volume air aquades di gelas aqua tempat kentang dicelupkan dan ditunggu setelah beberapa menit akan berkurang, sedangkan larutan gula yang terdapat pada kantung kentang akan bertambah. Pada praktikum II kita mengamati keadaan sel hewan yaitu daging sapi dan sel tumbuhan yaitu irisan kentang. Jika sel hewan (daging sapi) dan sel tumbuhan (kentang) di masukan ke dalam larutan garam (larutan konsentrasi tinggi) maka akan terjadi penyusutan (krenasi/plasmolisis) karena air bergerak ke luar meninggalkan sel secara osmosis, akibatnya berat daging sapi yang berkurang dan tekstur kentang yang keras. Jika sel tumbuhan (kentang) dan sel hewan (daging sapi) di masukan ke dalam air aquades (larutan konsentrasi rendah) maka akan terjadi pengembungan karena air akan masuk ke dalam sel secara osmosis, akibatnya berat daging sapi yang bertambah dan tekstur kentang yang lembek. VI. KESIMPULAN DAN SARAN kesimpulan a. Osmosis adalah proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. b. Sel hewan atau sel tumbuhan yang dimasukan ke dalam larutan garam (konsentrasi tinggi) akan mengalami penyusutan/ krenasi/ plasmolisis. c. Sel hewan atau sel tumbuhan yang dimasukan kedalam air aquades (konsentras rendah) akan mengalami gembung dan tegang. Saran Sebaiknya menyiapkan bahan dengan lengkap dan membuat kantung kentang beserta penyumbatnya dengan teliti dan seksama agar proses osmosis dapat menghasilkan hasil yang menuaskan. Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, jika ingin lebih yakin dan percaya tentang penelitian ini, kita dapat melakukannya kembali dengan lebih teliti dan dengan penyempurnaan-penyempurnaan dan kita dapat mendapat informasi yang lebih dar internet atau dari orang yang sudah ahli.