Anda di halaman 1dari 8

STEP 7 1.yang dimaksud dengan tindakan preventive orthodontic dan contoh nya?

Ilmu ortodonti pencegahan adalah ilmu yang mempelajari segala macam usaha untuk mencegah terjadinya kelainan oklusi (maloklusi) Ilmu ortodonti pencegahan merupakan bagian dari ilmu kedokteran gigi pencegahan (Preventive Dentistry) Berbeda dengan cabang ilmu kedokteran gigi yang lain yang memerlukan perawatan singkat, ortodonti pencegahan memerlukan perawatan yang lama, terus menerus mengikuti waktu pertumbuhan dan perkembangan dentofasial. Ortodonti pencegahan berarti tindakan yang dinamis, terus menerus dan disiplin bagi dokter gigi dan pasiennya. Tujuan : Tujuan mempelajari ortodonti pencegahan adalah untuk mempertahankan oklusi normal.

1. Perawatan caries gigi sulung 2. Menghilangkan kebiasaan mulut yang jelek 3. Penyesuaian oklusi (occlusal adjusment) 4. Pengamatan diastema insisivi atas (central diatema)

2.apa saja penyebab diastema sentral? apa saja etiologi dari kasus di scenario? JELASKAN! a. diastema fisiologis Merupkan diatema sebagian dari prtumbuhan normal yang sering disebut diatema perkembangan. Sebagai contoh pda diatema insisi sentralis yang mna diastemany akan brkrang krena gigi insisif lateralis tumbuh, dan akan mnutup saat ggi kninus erupsi b. diastema patologis
Causes of midline diastema: 1. Transient malocclusion: A midline spacing can occur during the mixed dentition period associated with the eruption of the permanent canines. This stage called the ugly duckling stage corrects itself as the developing permanent canines erupt further. 2. Tooth material-arch lngth discrepancy: Conditions such as missing teeth, microdontia, peg shaped laterals, macrognathia and extractions with resultant drifting of adjacent teeth. 3. Unerupted mesiodens: Presence of an unerupted mesiodens between the two central incisors also predispose to midline diastema. 4. Abnormal frenal attachment: Pesence of a thick fleshy labial frenum can give rise to a midline diastema. 5. Proclination: Proclination of teeth as a result of habits such as thumb sucking or tongue thrusting a cause midline diastema along with generalized spacing.

6. Midline pathology: Soft tissue and hard tissue pathologies such as cysts, tumors and odontomes may cause midline diastema. 7. Iatrogenic: Midline diastemas can occur when certain therapeutic procedures such as rapid maxillary expansion is undertaken. 8. Racial predisposition: The Negroid race shows the greatest incidence of midline diastema.

1. Ukuran gigi insisif lateral kecil. Abnormalitas dari bentuk dan ukuran gigi merupakan akibat dari adanya gangguan saat morfodifferensiasi pada periode pertumbuhan. Hampir 5% dari populasi mengalami variasi dalam hal ukuran gigi. Gigi yang paling sering mengalami variasi bentuk dan ukuran ialah gigi insisif lateral. 2. Rotasi gigi insisif Pada beberapa kasus satu atau lebih gigi insisif mengalami rotasi denganberbagai derajat, rotasi yang mengakibatkan diastema sentral ialah rotasi yang mencapai perputaran sampai 90 derajat dari posisi normalnya terhadap lengkung gigi. 3. Perlekatan frenulum yang abnormal Frenulum yang normal perlekatannya berada pada gusi cekat di atas gigi insisif sentral. Diagnosa ditegakkan berdasarkan observasi dan atau dengan cara pemeriksaan secara langsung yang disebut blanch test, caranya dengan mengangkat bibir atas kearah depan atas dengan ibu jari dan telunjuk kedua tangan. Bila normal jaringan ikat frenulum tidak mengalami peregangan sehingga tidak ada jaringan yang pucat, tetapi apabila perlekatan frenulum rendah dan atau tempat insersi lebih lebar dari kondisi normal, maka jaringan ikat frenulum yang tertarik akan meregang dan pucat. Hal ini terjadi karena perlekatannya berada pada jaringan lunak diantara gigi insisif sentral dan bahkan sampai ke palatum. 4. Gigi supernumerer di median line Diagnosa pasti dari gigi supernumerer di median line yang disebut juga mesiodens ditentukan berdasarkan dari gambaran radiografis, foto panoramic atau oklusal, terkecuali apabila gigi supernumerer tersebut telah erupsi kedalam rongga mulut. Lebih sering terjadi pada gigi rahang atas dibandingkan dengan gigi rahang bawah, dan lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. 5. Kehilangan gigi insisif lateral secara kongenital Kehilangan gigi secara kongenital ialah suatu keadaan dimana benih gigi yang tidak berkembang untuk mengalami dan keluar ke dalam rongga mulut. Berdasarkan penelitian bahwa 4% dari seluruh populasi mengalami kehilangan gigi secara kongenital. Gigi insisif lateral rahang atas berada pada urutan kedua. 6. Diastema pada saat pertumbuhan normal Pada saat insisif sentral permanen rahang atas erupsi biasanya selalu terdapat ruangan diantaranya. Ruangan ini biasanya berkisar antara 2 mm (berkisar antara usia 610 tahun) dan akan berkurang pada saat erupsi gigi insisif lateral pemanen dan menutup dengan sendirinya pada saat erupsi gigi kaninus permanen. Hal ini terjadi karena posisi dari gigi kaninus permanen yang belum erupsi sering terletak di superior dan distal dari akar gigi insisif lateral, yang kemudian menekan akar-akar gigi insisif sentral dan lateral bergerak ke

arah midline, sementara mahkotanya menyebar ke arah distal. Periode ini merupakan periode yang tidak estetik dan disebut dengan istilah ugly duckling stage of eruption. 7. Penutupan median line yang tidak sempurna Terjadinya kegagalan dalam penutupan median line karena adanya kegagalan pada saat pertumbuhan dan perkembangan, dimana terdapat sisa dari jaringan efitelial yang membatasi kedua tulang palatum. Berdasarkan pemeriksaan histologis terdapat jaringan ikat dan jaringan efitelial diantara tulang palatum. Diagnosa ditentukan berdasarkan gambaran radiografi, dimana septum tulang diantara gigi insisif sentral rahang atas berbentuk W. 8. Bentuk tulang interproksimal Tulang interproksimal yang berbentuk U/V dapat menyebabkan diastema di daerah linea mediana

1. NORMAL

DEVELOPING DENTITION

a) Physiologic median diastema/ ugly duckling stage

It is a transient or self correcting malocclusion which is seen in the maxillary incisor region between 8-9 years. It is particularly seen during the eruption of the permanent canines. As the permanent canines erupt they displace the roots of the lateral incisors mesially. This causes a divergence of the crowns of the two central incisors causing a midline spacing. This was described by Broadbent as the ugly duckling stage as children tend to look ugly during this phase of development. So it also known as Broadbent phenomenon. It is a self correcting anomaly.

b) Ethnic and familial

Certain group of peoples, especially negroid groups exhibit median diastema as an ethnic norm. Median diastema is seen in some families also.

c) Imperfect fusion at the midline

Median diastema occurs due to imperfect fusion at the midline of the premaxilla.

A V-shaped or W shaped osseous septum may be associated with this condition.

2. TOOTH MATERIAL DEFICIENCY


a) Microdontia

o o

Microdontia refers to teeth that appear smaller in size compared to normal. In this case the jaw size is normal but the size of the teeth is small which produces diastema between the teeth. Microdontia is most frequently seen in Downs syndrome and ectodermal dysplasia.

b) macrognathia It is a developmental anomaly characterized by an abnormal large jaw.In this case the size of the tooth is normal but because of the increase in size of jaw, it results in diastema.

c) Missing lateral. Due to the missing lateral there will be tooth material-arch discrepancy as a result there will be drifting of adjacent teeth.

d) Extracted tooth This also results in tooth material-arch discrepancy which causes drifting of adjacent teeth.

3. PHYSICAL IMPEDIMENT
a) Retained deciduous teeth. This causes ectopic eruption of tooth and formation of median diastema. b) Mesiodens Presence of an unerupted mesiodens between the two central incisors also predispose to midline diastema. c) Abnormal labial frenum The presence of a thick and fleshy labial frenum can cause a midline diastema.This type of fibrous attachment can prevent the two maxillary central incisors from approximating each other. d) Midline pathology Soft tissues and hard tissue pathologies such as cysts, tumors and odontomes may cause midline diastema.

4. HABITS
a) Thumb sucking

Thumb sucking is defined as placement of the thumb or one or more fingers in various depths into the mouth. It can cause severe proclination of the maxillary anterior teeth along with formation of diastema

b) Tongue thrusting

This is a condition in which the tongue makes contact with any teeth anterior to the molars during swallowing. It also causes proclination of anterior teeth along with diastema and open bite.

c) Frenum thrusting

o o

This habit is a self injurious habit. If the maxillary incisors are slightly spaced apart, the child may lock his labial frenum between these teeth and permit it to remain in this position for several hours.

5. ARTIFICIAL CAUSES/ IATROGENIC CAUSES


a) Rapid maxillary expansion

Originally rapid maxillary expansion at the mid palatal suture was recommended to help meet this goal. With rapid expansion at a rate of 0.5 to 1 mm/day 1 cm or more of expansion is obtained in 2 to 3 weeks. A space is created at the mid-palatal suture which is filled initially by tissue fluids and hemorrhage, and the expansion is highly unstable. The opening of the mid-palatal suture is fan-shaped or triangular with maximum opening at the incisor region and gradually diminishing toward the posterior part of the palate. As a result there is incisor separation and a midline diastema is formed. This diastema closes as a result of the trans-septal fibre traction.

o o

b) Milwaukee braces

A, Bilateral constricted maxilla with upper midline shift; B, type 1 RME appliance in mouth; C, end of expansion; D, correction of upper midline shift at end of retention period.

6. RACIAL PREDISPOSITION
o o

The presence of midline spacing also has a racial and familial background. The negroid race shows the greatest incidence of midline diastema.

DIAGNOSIS a. A proper history and clinical examination should be done. b. Measure the mesiodistal width of the teeth which will help in determining the tooth material-arch length discrepancies. c. BLANCH TEST:- Lift the upper lip and pull in outward and look for blanching of the soft tissues lingual to and between two central incisors. Presence of blanch indicates high frenal attachment as cause of midline diastema. d. check for any pernicious oral habits e. periapical radiograph:- presence of notching in the interdental bone is a diagnostic of a thick and fleshy frenum. f. midline radiographs will help in diagnosing midline pathology.

2. REMOVAL OF CAUSE DIASTEMA DUE TO UGLY DUCKLING STAGE No treatment required DIASTEMA DUE TO IMPERFECT FUSION AT THE MIDLINE Excision of included interdental tissue between the incisors. A flap is raised interdentally and fissure bur inserted gently into the cleft. With the bur, the included tissues are removed and flap sutured.An orthodontic appliance for closure of median diastema is given during healing process.

DIASTEMA DUE TO MICRODONTIA AND MACROGNATHIA Such conditions can be treated by orthodontic means or by mean of jacket crowns or composite build-up. Closure by jacket crown or composite build-up is the best method. DIASTEMA DUE TO MISSING TEETH/EXTRACTED TOOTH Space can be consolidated and replaced with implant or bridge

DIASTEMA DUE TO RETAINED DECIDUOS TEETH/MESIODENS The retained deciduous tooth or mesiodens should be extracted at the earliest. DIASTEMA DUE TO ABNORMAL FRENUM Frenectomy should be done to excise a thick fleshy frenum.

DIASTEMA DUE TO MIDLINE PATHOLOGY Midline pathology like cysts has to be treated. DIASTEMA DUE TO ABNORMAL HABITS Habits should be eliminated using fixed or removable habit breakers.

Dari beberapa faktor penyebab terjadinya diastema seperti yang tercantum di atas faktor yang paling sering adalah perlekatan frenulum yang abnormal. Sedangkan yang paling jarang terjadi yaitu penutupan median line yang tidak sempurna. Etiologi berdasar kasus scenario:

Karena mesiodent yang belum erupsi. Karena frenulum yang tidak normal. Karena pada kassus tidak disebutkan karena adanya supernumerary.

4.macam macam diastema?

a. Lokal, jika terdapat diantara 2 atau 3 gigi, dapat disebabkan karena dens supernumerary, frenulum labii yang abnormal, gigi yang tidak ada, kebiasaan jelek, dan persistensi. b. Umum, jika terdapat pada sebagian besar gigi, dapat disebabkan oleh faktor keturunan, lidah yang besar dan oklusi gigi yang traumatis.

5.apakah akibat yang ditimbulkan dari diastema sentral?


Estetik terganggu Fonetik terganggu Terjadinya maloklusi

6. mengapa terdapat gambaran radioopaque pada diastema sentral?


Kemungkinan karena mesiodent yang belum erupsi. Frenulum yang rendah begabung pada ginggiva kemudian terjadi pengerasan sehingga terlihat radioopaque.

7.bagaimana penatalaksanaan diastema sentral secara orthodontic?

>2mm menggunakan ortho cekat bodily

8. apakah ada hubungan antara perawatan dan etiologi? Ada,perawatan dilakukan tergantung dari etiologi 9. apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan perawatan?

Umur Kesehatan rongga mulut Status ekonomi pasien Besarnya diastema Oklusi Penyakit sistemik hindari pembedahan

Anda mungkin juga menyukai