Anda di halaman 1dari 45

KONSEP LAPORAN AKHIR

Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008


Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

BAB
5 HASIL SURVEY
Bab ini memaparkan hasil survey yang dilakukan pada kawasan
Agolomerasi LUBUKSANGKARPAYA yang terdiri dari: Survey
inventarisasi prasarana jalan; Survey inventarisasi sarana dan
prasarana angkutan umum; Survey volume lalu lintas; Survey home
interview; Survey road side interview; Survey tata guna lahan; Survey
persepsi pengguna jalan dan pengguna angkutan umum. Yang di
rangkum dan digabungkan dalam beberapa bagian.

5.1 JARINGAN DAN KONDISI PRASARANA


JALAN

Kawasan Aglomerasi LubukSangkarPaya sebagai daerah


kajian merupakan kawasan yang sedang berkembang
cepat. Kawasan yang berada dalam wilayah tiga kabupaten
(Agam, Tanah Datar dan Limapuluh Kota), yang bagi orang
Sumatera Barat (Minangkabau) sebagai daerah Luhak Nan
Tigo. Terdapat empat kota yang sedang tumbuh yaitu kota
Bukittinggi, Padang Panjang, Batusangkar dan Payakumbuh.

Kawasan ini berada di sentra Sumatera Barat (Gambar


5.1.). Secara letak, keempat kota yang jaraknya relatif
dekat antara 19 – 52 km (Tabel 5.1) dan dapat ditempuh
dalam waktu antara 30 menit hingga 60 menit. Kesemua
kota dihubungkan oleh jaringan prasarana jalan yang baik,
membuat percepatan aglomerasi ekonomi kota ini semakin
perlu perencanaan yang baik.

Dipahami bahwa proses aglomerasi perlu dukungan


infrastruktur publik, terutama sector transportasi.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 1
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Perencanaan sarana dan prasarana transportasi antara kota


menjadi signifikan terutama untuk angkutan umumnya.
Menurut Krugman (1991) bahwa pabrik industri cenderung
untuk berlokasi pada area dengan demand pasar yang
besar mengikuti skala ekonomi dan untuk meminimalisir
biaya transportasi.

Jika biaya transportasi tinggi maka aktifitas akan cenderung


berkurang. Jika biaya transportasi rendah maka, industri
akan cenderung akan terdistribusi secara random pada
daerah atau kawasan yang dekat dengan suplly dan
demand. Aglomerasi terjadi pada kondisi biaya transportasi
relatif murah, terutama jika biaya transportasi pekerja
murah (Fujita dan Thisse, 1996). Biaya transport yang
rendah mengakibatkan peningkatan skala produksi, yang
juga mengarahkan penciptaan aktifitas investasi industri
lainnya.

Jaringan jalan berdasarkan kewenangan/pengelolaan (UU


no.38/2005) dibedakan atas jalan negara, jalan provinsi,
jalan kota/kabupaten dan jalan lingkungan. Berdasarkan
survey sekunder dan primer terhadap jaringan jalan yang
ada dikawasan Aglomerasi LUBUKSANGKARPAYA, diperoleh
rekapitulasi kondisi prasarana Jalan (berdasarkan statusnya)
secara detail (Tabel 5.2).

Tabel 5.1
Jarak (km) antar kota pada kawasan Aglomerasi
LUBUKSANGKARPAYA
Payakumbuh
Batusangkar
Bukittinggi

P.Panjang

KOTA

Bukittinggi - 19 42 33
P. Panjang 19 - 30 52
Batusangkar 42 30 - 42
Payakumbuh 33 52 42 -

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 2
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Sumber: BPS, Sumatera Barat dalam Angka 2007/2008

Gambar 5.1
Peta Jaringan Jalan Nasional dan Provinsi dalam
Kawasan Aglomerasi

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 3
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 4
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 5
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya
Tabel 5.2.
Kondisi Prasarana Jalan (berdasarkan status) pada kawasan Aglomerasi
LUBUKSANGKARPAYA

KONDISI JALAN NASIONAL


Kondisi 2007 Kondisi 2008
No Ruas Nama Ruas Status Pjg Lbr Baik Sedang R.Ringan R. Berat Baik Sedang R.R ingan R. Berat
KM KM KM KM KM KM KM KM

004 Bts. Kota. Pd. Panjang - Kubu Kerambil N 4,60 6 0,60 4,00 - - 1,33 2,20 1,00 -
004.11.K Jln. Sudirman (Pd. Panjang) N 0,60 10 0,60 - - - 0,60 - - -
004.12.K Jln. A. Yani (Pd. Panjang) N 4,60 6 1,60 3,00 - - 0,77 2,80 - -
- -
026 Bts. Kota Padang Panjang - Padang Luar N 10,90 7 - 10,90 2,00 - 6,15 5,70 1,00 -
026.11.K Jln. M. Daud Rasidi (Padang Panjang) N 1,50 7 - 1,50 - - 1,50 - - -
026.12.K Jln. Prof. Hamka (Padang Panjang) N 1,00 7 1,00 - - - 1,00 - - -
041 Bts. Kota Bukit Tinggi - Baso N 4,50 6,5 - 4,50 3,00 - 6,64 1,00 - -
041.11.K Jln. Soekarno Hatta (Bukittinggi) N 3,10 10 1,10 2,00 - - 2,04 1,00 - -
042 Baso - Bts. Kota Payakumbuh N 15,30 7 5,00 10,30 - - 7,00 7,47 1,00 -
042.11.K Jln. SoeKarno Hatta (Payakumbuh) N 6,90 7 3,90 3,00 - - 6,97 - -
043 Payakumbuh - Sarilamak N 7 - - -
-
-
KONDISI JALAN PROVINSI
Kondisi 2007 Kondisi 2008
No Ruas Nama Ruas Status Pjg Lbr Baik Sedang R.Ringan R. Berat Baik Sedang R.R ingan R. Berat
KM KM KM KM KM KM KM KM

P.035 Kubu Kerambil - Batusangkar P 27,26 4,5 6,76 20,50 - - 6,76 20,50 - -
P.36 Batusangkar - Baso P 32,04 4,5 19,24 12,80 - - 32,04 - - -
P.70 Batusangkar - Ombilin P 18,59 4,5 18,59 - - - 18,59 - - -

CATATAN : N = Jalan Nasional


P = Jalan Provinsi

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting) Hal. 5 - 6


KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

5.2 TERMINAL
Terminal adalah simpul transportasi yang berfungsi sebagai
tempat digunakan untuk keperluan menaikturunkan
penumpang, atau tempat bongkar muat barang, mengatur
jadwal perjalanan serta sebagai tempat terjadinya
perpindahan intra atau antar moda. Simpul transportasi ini
meliputi terminal transportasi jalan, terminal sungai dan
danau, stasiun kereta api, pelabuhan penyeberangan,
pelabuhan laut dan bandar udara. Pembagian terminal
angkutan penumpang menurut KM no. 31 tahun 1995
tentang terminal transportasi jalan pasal 2 dibagi atas tiga
tipe terminal yaitu :

 Tipe A berfungsi sebagai palayanan untuk kendaraan


umum antar kota antar Provinsi (AKAP) dan atau
angkutan lintas batas negara, angkutan antar kota
dalam Provinsi (AKDP), angkutan kota dan desa.
 Tipe B berfungsi sebagai pelayanan untuk kendaraan
umum antar kota dalam Provinsi AKDP), angkutan kota
dan desa.
 Tipe C berfungsi melayani kendaraan umum untuk
angkutan perkotaan / pedesaan.

Pada kawasan Aglomerasi saat ini memiliki beberapa


terminal yang dikelompokkan atas 1 terminal type A, dan 2
terminal Type B, dan 4 terminal Type C (peruntukan untuk
angkot), dan terminal lainnya yang diperuntukan bagi
angdes. Dalam skala regional, Type terminal yang
merupakan sistem Jaringan Transportasi Jalan (JTJ) primer
adalah Terminal Type A dan type B. Tabel 4.3 berikut ini
menyajikan nama terminal pada tiap-tiap kota serta tipe
masing-masing terminal tersebut. Selain terminal tipe A, B
dan C, kenyataan dilapangan ada beberapa lokasi di dalam
kota-kota yang ada di kawasan aglomerasi
LUBUKSANGKARPAYA, yang dalam prakteknya berfungsi
sebagai terminal, contohnya, di kota Bukittinggi di kawasan
Surau Gonjong, depan Hotel Jogya, dan lain-lain.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 7
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Tabel 5.3
Lokasi, Nama dan Tipe Terminal di Kawasan
LUBUKSANGKARPAYA
TIPE /
No LOKASI / KOTA TERMINAL
PERUNTUKAN

1. BUKITTINGGI Aur Kuning A


Pasar Bawah C
Pasar Banto ANGDES
Surau Gonjong ANGDES
Depan Hotel ANGDES
Jogya
2. PADANG Bukit Surungan B
PANJANG
Pasar Pusat C
Bahdar Johan ANGDES
3. PAYAKUMBUH Koto Nan IV B
Pasar Pusat C
4. BATUSANGKAR Piliang B
Jati, Pasar C
Jl Sukarno Hatta ANGDES
Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi, Sumatera Barat , dan hasil survey.

Fenomena yang ada saat ini pada umumnya kurang


optimalnya fungsi dari terminal-terminal tersebut, sehingga
menyebabkan permasalahan-permasalahan lain sebagai
dampak dari kurang optimalnya fungsi terminal tersebut.
Permasalahan ini pada umumnya terjadi karena
penempatan lokasi terminal tidak sesuai dengan pola
pergerakan dan rendahnya aksesibilitas dari / ke terminal
sehingga masyarakat pengguna dan penyedia jasa enggan
untuk menggunakan, karena dari segi waktu dan biaya
tidak efisien dan efektif. Kedepan diharapkan dengan
perencanaan dan komitmen Pemerintah dalam penataan
jaringan trayek, keberadaan terminal-terminal tersebut
mampu berfungsi optimal untuk pelayanan masyarakat
pengguna jasa angkutan umum, baik untuk dalam kota
maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), sehingga dapat

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 8
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

mempelancar dan mempermudah perpindahan orang yang


sesuai dengan fungsi terminal.

Tabel 5.4
Kondisi Terminal di Kawasan LUBUKSANGKARPAYA
TERMINAL KONDISI

KOTA BUKITTINGGI

• AUR

Sudah cukup padat (perlu


perluasan / alternatif lokasi
tambahan), perlu pembuatan
rambu, marka dan perbaikan
pavement.

• PASAR BANTO

Menggunakan badan jalan,


sempit, perlu kelengkapan
lainnya (marka, rambu, halte,
celukan, dll), menjadi penyebab
kemacetan pada lokasi yang
merupakan persimpangan

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 9
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

• PASAR BAWAH

Hanya menggunakan badan


jalan, Sempit, perlu kelengkapan
lainnya (marka, rambu, halte,
celukan, dll)

• SURAU GONJONG

Lokasi antara dua ruas jalan,


Luas yang sangat kecil (sempit),
perlu kelengkapan lainnya
(marka, rambu, halte, celukan,
dll)

• DEPAN HOTEL JOGJA

Persimpangan yang dialih


fungsikan sebagai terminal,
Sempit, perlu kelengkapan
lainnya (marka, rambu, halte,
celukan, dll)

BATUSANGKAR

• PILIANG

Baik, mencukupi, perlu marka


dan rambu,

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 10
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

• JATI

Sempit, perlu perbaikan


pavement, pemarkaan,
perluasan atau terminal
alternatif. Sehingga muncul
terminal alternatif pada kawasan
persimpangan di Jl. Sukarno
Hatta.

• Jl. SUKARNO HATTA

Terminal ini merupakan


alternatif sementara, karena
jumlah kendaraan yang ada
tidak bisa ditampung oleh
terminal Jati.

PAYAKUMBUH
• KOTO NAN AMPEK

Baik, mencukupi, pemarkaan


dan rambu ditambah, perlu
keterpaduan operasi dengan
angkutan kota

• PSR PUSAT
PAYAKUMBUH
Sudah sempit, perlu perbaikan
pavement, marka rambu,

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 11
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

perluasan atau terminal


alternatif.

PADANG PANJANG

• BUKIT SURUNGAN

Sangat baik, mencukupi, perlu


keterpaduan dengan moda /
trayek angkutan kota lainnya

• PASAR PUSAT
PADANG PANJANG
Relatif sempit dan perlu
perlengkapan rambu dan marka

Sumber: Hasil Survey.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 12
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.2
Persentase penilaian kondisi dan layanan terminal, serta
usulan tambahan fasilitas pada terminal oleh pengguna
angkutan umum di kawasan aglomerasi LUBUKSANGPAYA

Kondisi dan
Layanan
Terminal

Fasilitas
tambahan
yang
diperlukan

Dari Gambar 5.2 terlihat bahwa, menurut para pengguna,


kondisi dan layanan terminal masih kurang dan buruk,
dimana persentase yang menilai kondisinya kurang dan
burk adalah 81%. Hasil ini menunjukan secara umum
kondisi terminal di kawasan aglomerasi LUBUKSANGKARPAY,
walaupun untuk masing-masing kota hasilnya berbeda, tapi
trendnya secara rata-rata seperti yang ditunjukan tersebut.
Hanya sekitar seperlimanya yang menyatakan kondisi
terminal baik. Hal ini perlu menjadi pertimbahan dalam
análisis simpul jaringan transportasi angkutan umum
(terminal) selanjutnya.

Untuk peningkatan fasilitas yang dominan menyarankan


adalah menambah / memperbaiki tempat duduk, ruang
tunggu perlu adanya informasi trayek yang jelas.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 13
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

5.3 ANGKUTAN UMUM


Untuk mengetahui kondisi operasional angkutan umum
yang ada di kawasan Aglomerasi LUBUKSANGKARPAYA yang
terdiri dari Angkutan Perdesaan (angdes), Angkutan
Perkotaan (angkot) dan AKDP, maka dilakukan survai
terhadap angkutan umum tersebut. Angkutan umum di
keempat kota (sebagai pusat kegiatan besar) yang ada
dikawasan (Bukittinggi, Padang Panjang, Batusangkar dan
Payakumbuh) ini didata dan dipaparkan pada Tabel 5.5 dan
5.6.

Secara umum angkutan umum jadwal operasi di keempat


kota tersebut hampir sama yaitu antara 06.00 sampai 18.00
WIB, kecuali untuk angkutan perkotaan (angkot) dalam kota
di Bukittinggi jadwal akhir operasinya lebih panjang sampai
jam 19.00WIB.

Tabel 5.5
Jumlah Armada Angkutan Kota (Angkot) dan
Angkutan Perdesaan (Angdes) untuk tiap kota di
kawasan LUBUKSANGKARPAYA
JUMLAH
KOTA
ANGKOT ANGDES
BUKITTINGGI
Jumlah Trayek 24 20
Armada 570 (730) 897

BATUSANGKAR
Jumlah trayek 16 17
Armada Angkot 140 108

PAYAKUMBUH
Jumlah Trayek (17)/20 11
Armada (203)/246 250

PADANG PANJANG
Jumlah Trayek (5)/12 22

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 14
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Armada 86 153
Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota kawasan
LUBUKSANGKARPAYA,

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 15
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Tabel 5.6
Trayek, Jumlah, dan Operasi Angkutan Umum Antar Kota (AKDP) antar kota di kawasan
LUBUKSANGKARPAYA.
JUMLAH HEADWA CAP OCCU JAM
AKDP KONDISI ARMADA
KEND. Y (SEAT) (%) OPERASI
(MENIT) (WIB)

BUKITTINGGI
- PAYAKUMBUH 55 25 14 60 06.00– Masih baik, namun perlu
18.30 memperhatikan
kenyamanan
- P. PANJANG 123 15 14 80 06.00– Sudah mulai tua kondisi
19.00 mulai kurang nyaman
- BATUSANGKAR 72 15 14 56 – 72 06.00– Sudah mulai tua, kondisi
(VIA P. 18.00 sudah kurang baik, perlu
PANJANG) peningkatan pelayanan.
- BATUSANGKAR 55 20 26 38 – 57 05.30– Kondisi tua, perlu
(VIA BASO) 18.00 perbaikan kondisi dan
pelayanan

BATUSANGKAR
- PAYAKUMBUH (24)/37 30 20 25 - 60 06.00– Kondisi tua, perlu
18.00 perbaikan kondisi dan
pelayanan

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting) Hal. 5 - 16


KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Sumber:
Perkotaan Survey
Kawasan dan Kompilasi
Aglomerasi Data dari Dinas Perhubungan Prov. Sumatera Barat, Kabupaten dan Kota di kawasan
Lubuksangkarpaya
LUBUKSANGKARPAYA
Catatan: (REALISASI) /IZIN.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting) Hal. 5 - 17


KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Karakterisitik pengguna angkutan umum:

Gambar 5.3
Persentase Pengguna Angkutan Umum Berdasarkan

Umur

Pekerjaan

Penghasilan
per bulan

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 18
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.4.
Persentase alasan memilih, penilaian kondisi dan layanan
serta usulan pengguna angkutan umum terhadap
angkutan umum di kawasan aglomerasi LUBUKSANGPAYA

Alasan memilih
angkutan umum

Penilaian
terhadap kondisi
angkutan umum

Penilaian
terhadap layanan
angkutan umum

Usulan untuk
perbaikan kondisi
dan layanan
angkutan umum

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 19
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

5.4 SURVEY TRAFFIC COUNT (TC) RUAS JALAN


MENGHUBUNG ANTAR KOTA KAWASAN
AGLOMERASI LUBUKSANGKARPAYA
Berdasarkan metodologi yang dijabarkan pada bab 3, pada
bagian ini dipaparkan hasil survey yang dilakukan dengan
mengambil lokasi pada ruas di ruas jalan/simpang
sepanjang ruas jalan pada jaringan jalan penghubung
antara keempat kota pada kawasan Aglomerasi
LUBUKSANGKARPAYA serta ruas jalan penghubung dengan
kota lain diluar kawasan aglomerasi, yang merupakan inlet
dan outlet arus lalu lintas yang diperkirakan mempengaruhi
kinerja dan tingkat pelayanan ruas jalan pada kawasan
aglomerasi.

Survey dilakukan 24 jam dalam 4 hari untuk mendapatkan


volume lalulintas harian di ruas jalan. Data dari survai ini
akan menggambar kinerja dan tingkat pelayanan ruas jalan
kondisi eksisting yang dijadikan kerangka dasar dalam
peramalan arus lalu lintas di ruas jalan pada masa
mendatang.

Data dari survai ini akan menggambar kinerja dan tingkat


pelayanan ruas jalan kondisi eksisting yang dijadikan
kerangka dasar dalam peramalan arus lalu lintas di ruas
jalan pada masa mendatangKawasan Aglomerasi
LubukSangkarPaya sebagai daerah kajian merupakan suatu
kesatuan daerah geografis yang di dalamnya terdapat.

Traffic count, dilakukan pada 10 titik yaitu pada ruas:


- Bukittingi – Padang Panjang
- Bukittingi – Payakumbuh
- Padang Panjang – Batusangkar
- Batusangkar – Payakumbuh
- Bukittingi – Lubuk Basung
- Bukittingi – Pasaman (Medan)
- Payakumbuh – Pekanbaru

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 20
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

- Padang Panjang – Padang


- Batusangkar – Sawah Lunto
- Batusangkar – solok

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 21
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.5. memperlihatkan titik lokasi traffic count pada


ruas jalan yang menghubungkan antar kota pada kawasan
aglomerasi LUBUKSANGKARPAYA.

Lokasi survey

Gambar 5.5.
Lokasi titik survey Traffic Count

Gambar 5.5, memperlihatkan hasil survey traffic count pada


ruas jalan Padang Panjang – Bukittinggi yang dilakukan
selama 4 hari, berdasarkan data yang diperoleh dari survey
ini selanjutnya digunakan untuk penghitungan dan análisis
tingkat pertumbuhan kendaraan dan prediksi selanjutnya.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 22
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.6
Hasil perhitungan Traffic Count Ruas jalan Padang Panjang ke Bukittinggi

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting) Hal. 5 - 23


KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Hasil survey traffic count pada lokasi lainnya ditampilkan


dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Gambar 5.7
Hasil perhitungan Traffic Count
Ruas jalan Padang ke Padang panjang (smp/jam)

1400

1200

1000

800

600

400

200

0
0
0

0
0

0
.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0
8

.0 13

.0 16

.0 21

4
7

.0 10

.0 12

.0 15

.0 18

.0 20

.0 23
.0 09

.0 11

.0 14

.0 17

.0 19

.0 22
0

2
-

-
-

-
0

0
0

0
.0
.0

.0
6

3
8

1
0

2
Gambar 5.8
Hasil perhitungan Traffic Count
Ruas jalan Batusangkar - Padang panjang (smp/jam)

600

500

400

300

200

100

0
8. - 0 0
09 0 - . 00

10 - . 00

11 - 00

1 0 - . 00

3. - 1 0

4. - 1 0
15 0 - . 00

16 - . 00

7. - 1 0
1 0 - . 00

9. - 1 0

0. - 2 0
2 0 - . 00

2. - 2 0

3. - 2 0
0
00
0 7. 0

.0

0 3. 0

.0

.0

.0

.0

.0

0 3. 0
.

4.
8

0 9

0 5

0 18

0 21

2
.0 10

.0 11

0 12

.0 16

7
7. - 0

2
-
0

0
0

0
.0

.0
6.

2.

8.

1.
0

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 24
06 06
.0 .0
0
07 - 0 07 0 -
.0 7 .0 .0 07

0
50
100
150
200
250
300
0

50

0
100
150
200
250
300
08 - 0 0 08 0 - . 00 350
KONSEP LAPORAN AKHIR

.0 8 .0 .0 08
0 09 0 - . 00
09 - 0 0
.0 9 .0 .0 09
0 10 0 - . 00
10 - 1 0
.0 0 .0 .0 1 0
0 11 0 - . 00
11 - 1 0
.0 1 .0 .0 1 1
0 12 0 - . 00
12 - 1 0
.0 2 .0 .0 1 2
0 13 0 - . 00
13 - 1 0
.0 3 .0 .0 13
0 14 0 - . 00
14 - 1 0
.0 4 .0 .0 14
0 15 0 - . 00
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

15 - 1 0 .0 15
.0 5 .0
0 16 0 - . 00
16 - 1 0 .0 1 6
.0 6 .0
0 17 0 - . 00
17 - 1 0 .0 1 7
.0 7 .0
0
Gambar 5.9

Gambar 5.10
18 0 - . 00
18 - 1 0 .0 1 8
.0 8 .0
0 19 0 - . 00
19 - 1 0 .0 19
.0 9 .0
0 20 0 - . 00
20 - 2 0 .0 20
.0 0 .0
0 21 0 - . 00
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi

21 - 2 0

Hasil perhitungan Traffic Count


Hasil perhitungan Traffic Count

.0 21
.0 1 .0
0 22 0 - . 00
22 - 2 0 .0 2 2
.0 2 .0
0 23 0 - . 00
Ruas jalan Batusangkar-Solok (smp/jam)

23 - 2 0 .0 2 3
.0 3 .0
0 0 .
-2 0 - 2 00
Ruas jalan Batusangkar-Sawahlunto (smp/jam)
4. 4.
00 00

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 25
2008
06 06
.00 .0
0
07 - 0 07 - 0
.0 7. .0 7.
0 0 0 0

0
200
400
600
800
0
50
100
150
200
250
300

1000
1200
08 - 0 0 08 - 0 0
KONSEP LAPORAN AKHIR

.0 8. .0 8.
0 0 0 0
09 - 0 0 09 - 0 0
.0 9. .0 9.
0 0 0 0
10 - 1 0 10 - 1 0
.0 0. .0 0.
0 0 0 0
11 - 1 0 11 - 1 0
.0 1. .0 1.
0 00 0 00
12 - 1 12 - 1
.0 2. .0 2.
0 0 0 0
13 - 1 0 13 - 1 0
.0 3. .0 3.
0 0 0 0
14 - 1 0 14 - 1 0
.0 4. .0 4.
0 0 0 0
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

15 - 1 0 15 - 1 0
.0 5. .0 5.
0 0 0 0
16 - 1 0 16 - 1 0
.0 6. .0 6.
0 0 0 0
17 - 1 0 17 - 1 0
.0 7. .0 7.
0 0 0 0

Gambar 5.12
Gambar 5.11

18 - 1 0 18 - 1 0
.0 8. .0 8.
0 0 0 0
19 - 1 0 19 - 1 0
.0 9. .0 9.
0 0 0 0
20 - 2 0 20 - 2 0
.0 0. . 0 0.
0 0 0 0
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi

21 - 2 0 21 - 2 0

Hasil perhitungan Traffic Count


Hasil perhitungan Traffic Count

.0 1. .0 1.
0 0 0 0
22 - 2 0 22 - 2 0
.0 2. .0 2.
0 0 0 0
23 - 2 0 23 - 2 0
.0 3. .0 3.
0 0 0 0
Ruas jalan Payakumbuh-Pekanbaru (smp/jam)
-2 0 -2 0
Ruas jalan Payakumbuh-Batusangkar (smp/jam)

4. 4.
00 00

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 26
2008
06 06
.0 .0
0 0
07 - 0 07 - 0
.0 7. .0 7.
0 0 0 0

0
100
200
300
400
500
600
700
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
KONSEP LAPORAN AKHIR

08 - 0 0 08 - 0 0
.0 8. .0 8.
0 0 0 0
09 - 0 0 09 - 0 0
.0 9. .0 9.
0 0 0 0
10 - 1 0 10 - 1 0
.0 0. .0 0.
0 0 0 0
11 - 1 0 11 - 1 0
.0 1. .0 1.
0 0 0 0
12 - 1 0 12 - 1 0
.0 2. .0 2.
0 0 0 0
13 - 1 0 13 - 1 0
.0 3. .0 3.
0 0 0 0
14 - 1 0 14 - 1 0
.0 4. .0 4.
0 0 0 0
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

15 - 1 0 15 - 1 0
.0 5. .0 5.
0 0 0 0
16 - 1 0 16 - 1 0
.0 6.
0 .0 6.
00 0 0
17 - 1 17 - 1 0
.0 7. .0 7.
0 0 0 0

Gambar 5.14
Gambar 5.13

18 - 1 0 18 - 1 0
.0 8. .0 8.
0 0 0 0
19 - 1 0 19 - 1 0
.0 9. .0 9.
0 0 0 0
20 - 2 0 20 - 2 0
.0 0. .0 0.
0 0 0 00
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi

21 - 2 0 21 - 2

Hasil perhitungan Traffic Count


Hasil perhitungan Traffic Count

.0 1. .0 1.
0 0 0 0
22 - 2 0 22 - 2 0
.0 2. .0 2.
0 0 0 0
23 - 2 0 23 - 2 0
.0 3.
0 0
Ruas jalan Bukittinggi-Pasaman (smp/jam) .0 3.
0 0
-2 0 -2 0
Ruas jalan Bukittinggi-Payakumbuh (smp/jam)

4. 4.
00 00

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 27
2008
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.15
Hasil perhitungan Traffic Count
Ruas jalan Bukittinggi-Lubuk Basung (smp/jam)

700

600

500

400

300

200

100

0
0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

0 .00

-2 0
00
.0

0
.0

.0

.0

.0
.

.
4.
07 - 07

08 - 08

09 - 09

10 - 10

11 - 11

12 - 12

13 - 13

14 - 14

15 - 15

16 - 16

17 - 17

18 - 18

19 - 19

0
21 - 21

22 - 22

23 - 23
20 - 2
0

0
0

0
.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0
.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0

.0
06

5.5 PENETAPAN ZONA TRANSPORTASI


KAWASAN AGLOMERASI
LUBUKSANGKARPAYA
Kawasan Aglomerasi LubukSangkarPaya sebagai daerah
kajian merupakan suatu kesatuan daerah geografis yang di
dalamnya terdapat N sub daerah yang disebut zona, yang
masing-masing diwakili oleh pusat zona (centroid). Pusat
zona dianggap sebagai tempat atau lokasi awal pergerakan
lalu lintas dari zona tersebut dan akhir pergerakan lalu
lintas yang menuju zona tersebut. Jika sistem jaringan jalan
ditumpangkan (superimpos) keatas daerah kajian, akan
terlihat gabungan antara sistem kegiatan yang diwakili oleh
zona beserta pusatnya dengan sistem jaringan jalan yang
diwakili oleh simpul dan ruas jalan. Zona-zona asal dan
tujuan yang diperlukan untuk perhitungan model kebutuhan
transportasi.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 28
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Berdasarkan batas daerah kajian, zona-zona tersebut dibagi


ata: zona internal dan zona eksternal. Zona yang berada di
dalam daerah kajian (zona internal) berpengaruh sangat
besar terhadap sistem pergerakan lalu lintas di dalam
daerah kajian. Sedangkan zona yang berada di luar batas
daerah kajian (zona eksternal) dianggap kurang atau sedikit
berpengaruh terhadap pergerakan arus lalu lintas didaerah
kajian,

Secara umum, batas administrasi sering digunakan sebagai


batas zona sehingga memudahkan pengumpulan data. Cek
silang dan perbandingan statistik antara beberapa kajian
dapat dilakukan jika batas zona yang dilakukan sama.
Beberapa kriteria utama yang perlu dipertimbangkan dalam
suatu daerah kajian disarankan oleh IHT and DTp (1987),
meliputi hal sebagai berikut:

• Ukuran zona harus konsisten dengan kepadatan


jaringan yang akan dimodel, biasanya ukuran zona
semakin membesar jika semakin jauh dari pusat kota.
• Ukuran zona harus lebih besar dari yang seharusnya
untuk memungkinkan arus lalu lintas dibebankan atas
jaringan jalan dengan ketepatan seperti yang
disyaratkan
• Batas zona harus dibuat sedemikian rupa sehingga
konsisten dengan jenis pola pengembangan untuk
setiap zona, misalnya pemukiman, industri, dan
perkantoran
• Batas zona harus sesuai dengan batas sensus, batas
administrasi daerah, dan batas zona yang digunakan
oleh daerah kajian.
• Batas zona harus sesuai dengan batas daerah yang
digunakan dalam pengumpulan data.

Pergerakan yang melintasi batas daerah kajian harus


mempunyai pusat zona eksternal (atau tujuan) yang
mewakili daerah lain diluar daerah kajian, atau kezona yang
mencerminkan pintu inlet atau outlet (gateways) di tempat
pergerakan tersebut melintasi batas daerah kajian.
Keuntungan penggunaan zona eksternal tersebut adalah

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 29
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

jika suatu jaringan eksternal digunakan, dimungkinkan


teridentifikasinya pergerakan berjarak jauh yang melintasi
daerah kajian dan ini tentu membebani sistem jaringan
didalam daerah kajian. Kemungkinan terdapat lalu lintas
menerus yang menggunakan jaringan didalam daerah
kajian dapat diminimalkan dengan memilih daerah kajian
secara hati-hati, meskipun tidak dapat dihilangkan secara
total.

Dalam Studi ini, penetapan zona transportasi dibagi atas 4


zona internal (dalam kawasan) dan 6 zona eksternal.
Pembagian zona internal dan ekternal tersebut dapat dilihat
pada tabel 5.7 berikut :

Tabel 5.7
Pembagian Zona
Nomor Klasifikasi
Nama Kota
Zona Zona
1 Bukittinggi Internal
2 Payakumbuh Internal
3 Batusangkar Internal
4 Padang Panjang Internal
5 Arah Lubuk Basung Eksternal
6 Arah Padang Eksternal
7 Arah Solok Eksternal
8 Arah Sawahlunto Eksternal
9 Arah Pekanbaru Eksternal
10 Arah Pasaman Eksternal

Gambar 5.16
Penzonaan lalu luntas
kawasan aglomerasi
LUBUKSANGKARPAYA

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 30
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 31
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

5.6 HASIL PENGOLAHAN DATA


Dalam penyusunan studi ini dilakukan serangkaian survey
transportasi untuk mengetahui profil transportasi kawasan
aglomerasi yang akan digunakan sebagai bahan untuk
membangun model transportasi Kawasan Aglomerasi
LubukSangkarPaya. Survey Wawancara Rumah Tangga
(Home Interview Survey) menghasilkan data dan informasi
mengenai karakteristik pelaku perjalanan (sosial ekonomi
dan kepemilikan kendaraan), karakteristik perjalanan
(maksud perjalanan dan penggunaan moda), data jumlah
bangkitan dan tarikan perjalanan per zona dan distribusi
perjalanan berdasarkan asal - tujuan perjalanan.

Data volume lalu lintas terklasifikasi digunakan sebagai


pembanding antara kondisi lalu lintas eksisting dengan hasil
model transportasi yang akan dibangun (validasi model),
sehingga model yang dibangun secara statistik dapat
diterima untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai alat
dalam menganalisis prediksi lalu lintas pada tahun rencana.
Berikut ini diuraikan hasil pengolahan data survey yang
terdiri dari karakteristik perjalanan di Kawasan Aglomerasi
LubukSangkarPaya, Asal dan Tujuan Perjalanan dan volume
lalu lintas pada daerah screen line (kordon luar dan kordon
dalam).

5.6.1 Karakteristik Perjalanan di Kawasan


Aglomerasi LubukSangkarPaya
A.Karakteristik Perjalanan Orang
1. Maksud Perjalanan
Karakteristik perjalanan orang dapat dilihat dari
maksud orang melakukan perjalanan, sehingga
dapat diketahui prosentase masing-masing maksud
perjalanan terhadap total perjalanan di Kawasan
Aglomerasi. Maksud perjalanan dalam studi ini
terdiri dari bekerja, sekolah, rekreasi, sosial
(ibadah, kegiatan organisasi masyarakat, berobat,
melayat), belanja, kunjungan keluarga dan lain-lain.
Berdasarkan hasil survey wawancara pinggir jalan

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 32
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

(RSI) yang telah dilakukan diperoleh hasil


sebagaimana terlihat pada tabel 5.8.

Tabel 5.8
Maksud Perjalanan Berdasarkan Zona Di Kawasan
Aglomerasi
No. Maksud Perjalanan Persentase
1 Bekerja 40%
2 Belanja 16%
3 Sekolah 14%
4 Sosial 15%
5 Hiburan/Wisata 8%
6 Lainnya 6%

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa maksud


orang melakukan perjalanan di Kawasan
Aglomerasi dinominasi oleh maksud perjalanan
bekerja yaitu 40%, sedangkan maksud perjalanan
terendah adalah maksud perjalanan lainnya 6%.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
5.17. berikut :

Gambar 5.17
Grafik Persentase Maksud Perjalanan

6%, 6%
8%, 8%
Bekerja
40%, 41% Belanja
15%, 15%
Sekolah
Sosial
Hiburan
Lainnya
14%, 14%

16%, 16%

2. Penggunaan Moda
Disamping maksud perjalanan, karakteristik
perjalanan juga dapat dilihat berdasarkan

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 33
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

penggunaan moda dalam melakukan perjalanan.


Penggunaan moda diklasifikasikan menjadi 3 jenis
moda yaitu : sepeda motor, mobil pribadi dan
kendaraan umum.

Dari rekapitulasi data survey wawancara rumah


tangga dan wawancara pinggir jalan diketahui
jumlah dan prosentase penggunaan moda pada
masing-masing zona dalam melakukan perjalanan
menuju zona lainnya sebagaimana tabel 5.9.

Tabel 5.9
Penggunaan Moda (perjalanan orang)
TOTAL
ZONA SPD. MOTOR MOBL PRIBADI ANGK. UMUM
BANGKITAN
1 12.994 15.841 18.671 47.507
2 6.939 6.684 9.879 23.502
3 5.380 5.121 6.505 17.006
4 6.841 7.098 8.455 22.394
5 2.393 2.230 2.567 7.190
6 8.655 9.129 9.155 26.939
7 3.133 4.236 4.656 12.025
8 488 416 691 1.595
9 3.122 3.476 4.440 11.038
10 2.508 2.847 3.071 8.426
JUMLAH 52.452 57.079 68.089 177.621
Sumber : Hasil Pengolahan Data, Tahun 2008

Dari tabel diatas diketahui pengunaan masing-


masing moda yaitu : 52.472 perjalanan pengguna
sepeda motor, 57.079 perjalanan pengguna mobil
pribadi, 68.089 perjalanan pengguna angkutan
umum.

B.Karakteristik Perjalanan Barang


Karakteristik perjalanan barang dilihat dari jenis
barang yang diangkut dan moda yang digunakan,
sehingga dapat diketahui seberapa besar prosentase
dari masing-masing jenis barang yang diangkut antar
zona.
1Jenis Barang yang diangkut
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap
Kendaraan Barang diperoleh jenis barang yang
diangkut dari masing-masing zona sebagai berikut :

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 34
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Tabel 5.10.
Persentase Jenis Barang
No. Jenis Komoditi Persentase
1 Sembako 26%
2 Pertanian 17%
3 Perkebunan 11%
4 Peternakan 15%
5 Industri 13%
6 Hasil Hutan 10%
7 Pertambangan 8%
Sumber : Hasil Pengolahan Data, Tahun 2008

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa barang


(komoditi) yang didistribusikan pada kawasan
aglomerasi LubukSangkarPaya yang terbesar adalah
sembako yaitu: 26% yang terkecil adalah barang
pertambangan yaitu sebesar 8%.

2Penggunaan Moda
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap
Kendaraan Barang juga diperoleh moda yang
digunakan dari dan ke masing-masing zona sebagai
berikut :

Tabel 5.11.
Barang yang diangkut berdasarkan Penggunaan Moda
TRUCK TRUCK
ZONA PICK UP
SEDANG BESAR
1 1,366 6,104 3,914
2 272 1,216 780
3 522 2,331 1,494
4 366 1,633 1,047
5 155 691 443
6 1,378 6,157 3,948
7 670 2,996 1,921
8 52 232 149
9 389 1,740 1,116
10 691 3,089 1,981
JUMLAH 5,860 26,189 16,794
Sumber : Hasil Pengolahan Data, Tahun 2008

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 35
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Persentase penggunaan moda angkutan barang di


Kawasan Aglomerasi Lubuk Sangkar Paya
berdasarkan hasil survey diketahui bahwa moda Truk
Besar adalah 34 %, Truk Sedang 54 % dan Pick up
sebesar 12 %. Proporsi penggunaan moda dapat
dilihat pada gambar berikut :

Gambar 5.18.
Proporsi Penggunaan Moda Angkutan Barang

12%

34%

PICK UP
TRUCK SEDANG
TRUCK BESAR

54%

5.6.2 Asal dan Tujuan Perjalanan


A.Pergerakan dengan kendaraan pribadi
Asal - tujuan perjalanan orang dengan menggunakan
kendaraan pribadi dibedakan atas 2 (dua) jenis moda,
yaitu sepeda motor dan mobil pribadi.
Dari hasil survey yang telah dilaksanakan dan setelah
dilakukan rekapitulasi dan pengolahan data survey,
didapat bangkitan dan tarikan perjalanan dari masing-
masing zona.
1. Asal dan tujuan pengguna sepeda motor
Total perjalanan yang menggunakan sepeda motor
adalah sebesar 52.472 perjalanan per hari yang
tersebar keseluruh zona. Tarikan perjalanan
tertinggi adalah zona 1 (Kota Bukittinggi) yaitu
sebesar 14.189 perjalanan dan yang terendah
adalah dari zona 8 (Arah Sawahlunto yaitu sebesar
923 perjalanan per hari. Sedangkan bangkitan
perjalanan tertinggi berasal dari zona 1 (Kota
Bukittinggi) yaitu sebesar 12.994 perjalanan dan
terendah dari zona 8 (Arah Sawahlunto) yaitu
sebesar 488 perjalanan per hari. Selengkapnya asal

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 36
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

dan tujuan perjalanan pengguna sepeda motor


dapat dilihat pada tabel 5.12.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 37
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Tabel 5.12.
Asal dan Tujuan Pengguna Sepeda Motor
TUJUAN
ASAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH
1 - 1.987 1.246 2.936 1.416 2.069 1.583 161 196 1.399 12.994
2 1.283 - 16 1.716 32 2.802 297 27 760 7 6.939
3 2.136 73 - 1.102 - 1.233 334 331 92 79 5.380
4 2.133 2.047 1.713 - 96 355 330 - 7 160 6.841
5 1.234 11 - 16 - 279 508 - 345 - 2.393
6 3.579 1.490 1.342 207 351 - 596 43 773 273 8.655
7 1.556 44 912 392 97 17 - - - 116 3.133
8 42 6 117 - - 273 - - 11 38 488
9 870 1.133 137 34 253 631 - 51 - 13 3.122
10 1.337 75 35 7 - 485 175 309 84 - 2.508
JUMLAH 14.169 6.867 5.518 6.411 2.245 8.144 3.823 923 2.269 2.085 52.452
Dalam Satuan Orang
Sumber : hasil Pengolahan Data Tahun 2008

2. Asal dan tujuan pengguna mobil pribadi


Total perjalanan yang menggunakan mobil pribadi
adalah sebesar 57.139 perjalanan per hari yang
tersebar keseluruh zona. Tarikan perjalanan
tertinggi adalah zona 1 (Kota Bukittinggi) yaitu
sebesar 16.978 perjalanan per hari dan yang
terendah adalah dari zona 8 (arah Sawahlunto)
yaitu sebesar 853 perjalanan per hari. Sedangkan
bangkitan perjalanan tertinggi berasal dari zona 1
(Kota Bukittinggi) yaitu sebesar 15.841 perjalanan
dan terendah dari zona 8 (arah sawahlunto) yaitu
sebesar 416 perjalanan. Selengkapnya bangkitan
dan tarikan perjalanan pengguna mobil pribadi
dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.13
Distribusi Perjalanan Pengguna Mobil Pribadi
TUJUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH
ASAL
1 - 2.604 1.754 2.349 1.062 3.743 3.082 199 381 666 15.841
2 1.425 - 8 1.439 79 2.277 231 30 1.190 4 6.684
3 2.136 83 - 935 - 1.312 239 289 99 29 5.121
4 2.514 2.509 1.285 - 115 284 290 - 7 94 7.098
5 1.062 8 - 13 - 429 374 - 345 - 2.230
6 4.387 1.248 1.429 172 310 - 366 22 967 229 9.129
7 2.829 82 633 467 116 19 - - - 89 4.236
8 27 7 129 - - 212 - - 9 33 416
9 786 1.526 245 30 351 433 - 99 - 8 3.476
10 1.752 71 58 6 - 407 270 215 69 - 2.847
JUMLAH 16.918 8.138 5.541 5.410 2.033 9.115 4.852 853 3.067 1.152 57.079
Dalam Satuan Orang
Sumber : hasil Pengolahan Data Tahun 2008

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 38
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

A.Pergerakan dengan angkutan umum


Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan
diketahui bangkitan dan tarikan perjalanan pengguna
angkutan umum. Total perjalanan yang menggunakan
angkutan umum adalah sebesar 72.205 perjalanan
yang tersebar keseluruh zona. Tarikan perjalanan
tertinggi adalah zona 6 (arah Kota Padang) yaitu
sebesar 18.360 perjalanan dan yang terendah adalah
dari zona 8 (Arah Sawahlunto) yaitu sebesar 861
perjalanan. Sedangkan bangkitan perjalanan tertinggi
berasal dari zona 1 (Kota Bukittinggi) yaitu sebesar
24.959 perjalanan dan terendah dari zona 8 (arah
Sawahlunto) yaitu sebesar 112 perjalanan.
Selengkapnya bangkitan dan tarikan serta distribusi
perjalanan pengguna angkutan umum dapat dilihat
pada tabel berikut.

Tabel 5.14
DISTRIBUSI PERJALANAN PENGGUNA ANGKUTAN UMUM
TUJUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH
ASAL
1 - 2.262 1.616 3.104 1.948 4.039 3.665 261 512 1.266 18.671
2 2.043 - 18 2.380 65 3.678 297 35 1.355 7 9.879
3 2.618 87 - 1.302 - 1.432 382 449 150 85 6.505
4 2.972 2.047 2.356 - 99 375 380 - 10 217 8.455
5 1.131 12 - 24 - 364 613 - 423 - 2.567
6 3.579 1.289 1.559 336 372 - 565 55 1.022 379 9.155
7 2.687 74 988 648 110 23 - - - 125 4.656
8 54 9 171 - - 397 - - 14 45 691
9 1.150 1.700 339 46 370 739 - 81 - 15 4.440
10 1.521 82 64 8 - 673 285 335 102 - 3.071
JUMLAH 17.755 7.562 7.110 7.848 2.964 11.720 6.186 1.216 3.589 2.139 68.089
Dalam Satuan Orang
Sumber : hasil Pengolahan Data Tahun 2008

Langkah selanjutnya adalah menggabungkan jumlah


bangkitan dan tarikan perjalanan dari semua jenis
moda (pribadi dan angkutan umum) sehingga didapat
bangkitan dan tarikan perjalanan orang di kawasan
aglomerasi LubukSangkarPaya seperti terlihat pada
tabel berikut.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 39
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Tabel 5.15
DISTRIBUSI PERJALANAN ORANG DI KAWASAN
AGLOMERASI
TUJUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH
ASAL
1 - 6.853 4.616 8.390 4.426 9.850 8.330 621 1.089 3.331 47.507
2 4.751 - 41 5.535 177 8.758 825 92 3.305 18 23.502
3 6.889 243 - 3.339 - 3.977 955 1.069 341 193 17.006
4 7.619 6.603 5.354 - 310 1.013 1.000 - 24 471 22.394
5 3.427 31 - 53 - 1.071 1.495 - 1.113 - 7.190
6 11.545 4.027 4.329 715 1.032 - 1.527 120 2.762 882 26.939
7 7.071 200 2.533 1.507 323 60 - - - 330 12.025
8 123 23 417 - - 882 - - 33 116 1.595
9 2.806 4.359 721 110 974 1.803 - 230 - 36 11.038
10 4.609 228 157 22 - 1.565 730 858 256 - 8.426
JUMLAH 48.841 22.568 18.169 19.669 7.242 28.979 14.861 2.991 8.924 5.376 177.621
Dalam satuan Orang
Sumber : hasil Pengolahan Data Tahun 2008

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa orang yang


melakukan perjalanan di kawasan aglomerasi sebesar
177.621 perjalanan. Bangkitan tertinggi berasal dari
Zona 1 (Bukittinggi) dengan jumlah bangkitan sebesar
47.507 perjalanan per hari diikuti oleh Zona 6 (arah
Padang) sebesar 26.939 perjalanan per hari,
sedangkan yang terendah berasal dari zona 8 (arah
Sawahlunto) dengan jumlah bangkitan sebesar 1.595
perjalanan per hari. Sedangkan tarikan perjalanan
tertinggi adalah menuju zona 1 (Bukittinggi) dengan
jumlah tarikan sebesar 48.841 perjalanan dan tarikan
yang terendah adalah menuju zona 8 (arah
Sawahlunto) dengan jumlah tarikan sebesar 2.991
perjalanan.

Untuk lebih jelasnya besaran bangkitan dan tarikan


perjalanan pada masing-masing zona di kawasan
Aglomerasi, berikut ditampilkan gambar Desire Line
Pola Perjalanan sebagaimana gambar 5.15.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 40
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

Gambar 5.19
Desire Line Pola Pergerakan Orang

1
8
5 3

Keterangan : 0 s/d 3500


3501 s/d 7000
7001 s/d 10500
>10501

5.7 PEMBANGUNAN MODEL TRANSPORTASI


Setelah disusun pembagian zona, format atribut jalan,
pengaturan lalu lintas serta pembentukan matrik asal
tujuan perjalanan, maka langkah berikutnya untuk
pemodelan dengan bantuan software TRANPLAN adalah
sebagai berikut :

5.7.1 Pembangunan Jaringan jalan (Network)


Pembangunan jaringan jalan dengan software Tranplan
menggunakan input koordinat masing-masing node,
atribut jaringan jalan yang dibangun serta larangan
membelok pada simpang-simpang tertentu. Format model
jaringan jalan (network) dibangun oleh 3 file yaitu sebagai
berikut :

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 41
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

a. hnode.dat, adalah file yang berisi data kodifikasi


nomor pusat zona dan nomor simpul (node) beserta
koordinatnya;
b. hlink.dat, adalah file yang berisi atribut jaringan jalan,
meliputi data jarak, kecepatan, kapasitas ruas jalan
(smp/jam), jumlah arah dan data fungsi ruas jalan;
c. hturn.dat, adalah file yang berisi data larangan
membelok pada simpang-simpang tertentu.

5.7.2 Input Jaringan Angkutan Umum


Jaringan angkutan umum yang dibangun pada software
Tranplan terdiri dari 3 file yang memuat kodifikasi node,
ruas jalan yang dilalui oleh trayek angkutan umum dan
headway per lintasan trayek. Format model jaringan
pelayanan angkutan umum adalah sebagai berikut :

a. tnode.dat, adalah file yang berisi data kodifikasi


nomor pusat zona dan nomor simpul (node) beserta
koordinatnya;
b. tlink.dat, adalah file yang berisi data jaringan jalan
yang dilalui oleh angkutan umum;
c. tline.dat, adalah file yang berisi rute atau lintasan
tiap trayek yang ada beserta headway atau selisih
waktu antara satu kendaraan dengan kendaraan
berikutnya untuk moda angkutan yang sama dalam
satuan menit.

5.7.3 Input Data Asal dan Tujuan


Input data asal dan tujuan perjalanan dibagi atas 2 type
yaitu perjalanan yang bebas memilih rute (choise) dan
perjalanan yang tidak punya pilihan rute (captive). Dalam
input data tranplan perjalanan kendaraan pribadi dan
angkutan barang dikategorikan bebas memilih rute
(choise), sedangkan kendaraan angkutan umum adalah
captive. Format model matrik asal tujuan perjalanan
adalah sebagai berikut :

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 42
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

a. pribadi.dat, adalah file yang berisi data asal tujuan


perjalanan orang yang menggunakan kendaraan
pribadi dan kendaraan barang.
b. umum.dat, adalah file yang berisi data asal tujuan
perjalanan orang yang menggunakan kendaraan
umum.

5.7.4 Proses dan Output pembebanan lalu lintas


(traffic assignment)
Proses dan keluaran (output) tranplan dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Pembangunan model jaringan jalan dengan fungsi
Build Highway Network, yaitu fungsi TRANPLAN
untuk memproses pembangunan model jaringan jalan
setelah ada masukan data file hnode.dat, hlink.dat
dan hturn.dat dengan perintah file highway.in untuk
menghasilkan output berupa file highway.out dan
model peta jaringan jalan berupa file highway.net;
b. Pembangunan model matrik asal tujuan perjalanan
dengan fungsi Build Trip Table, yaitu fungsi
TRANPLAN untuk memproses pembangunan model
matrik asal tujuan perjalanan setelah ada masukan file
pribadi.dat dan umum.dat dengan perintah file
matrik.in untuk menghasilkan output berupa file
pribadi.mtx dan umum.mtx;
c. Pembangunan model jaringan trayek dengan fungsi :
1) Build Transit Network, yaitu fungsi TRANPLAN
untuk memproses pembangunan model jaringan
trayek setelah mendapat masukan data
tnode.dat, tlink.dat dan tline.dat, keluaran
proses tersebut disimpan dalam file transit.net;
2) Build Transit Paths, yaitu fungsi TRANPLAN untuk
memproses model lintasan atau rute masing-
masing trayek, keluaran proses tersebut disimpan
dalam file transit.pth;
3) Load Transit Network, yaitu fungsi TRANPLAN
untuk memproses model pembebanan jaringan
trayek setelah mendapat masukan data file
transit.net, transit.pth dan umum.mtx,
keluaran proses tersebut disimpan dalam file
transit.lod

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 43
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

d. Pembangunan model pembebanan lalu lintas dengan


fungsi Equilibrium Highway Load, yaitu fungsi
TRANPLAN untuk memproses pembebanan matrik asal
tujuan perjalanan ke jaringan jalan setelah ada
masukan file pribadi.mtx dan highway.net, keluaran
proses tersebut disimpan dalam file eqload.net

5.7.5 Proses validasi dan Kalibrasi


Proses kalibrasi adalah proses menaksir nilai parameter
suatu model dengan berbagai teknik yang sudah ada:
analisis numerik, aljabar linear, optimasi, dan lain-lain.
Setelah dikalibrasi, diharapkan model tersebut dapat
menghasilkan keluaran yang sama dengan data lapangan
(realita). Proses kalibrasi dilakukan dengan menggunakan
bantuan allgoritma komputer dan beberapa kinerja
statistik untuk menentukan tingkat ketepatannya. Setelah
itu, model dapat digunakan untuk kepentingan peramalan
pada masa mendatang.

Sudah kita ketahui, suatu model yang cocok untuk daerah


tertentu belum tentu cocok untuk daerah lain. Beberapa
peubah bebas model tersebut mungkin tidak sesuai untuk
daerah lain dan untuk itu perlu dikurangi (dibuang) dan
perlu ditambahkan beberapa peubah bebas baru yang
lebih sesuai dengan daerah tersebut. Proses ini dikenal
dengan proses modifikasi.

Selain itu, model yang sama akan mempunyai nilai


parameter yang berbeda jika digunakan pada daerah yang
berbeda. Hal ini dapat diterima secara logika karena
situasi, kondisi, dan jenis peruntukan lahan serta perilaku
pelaku pergerakan pasti berbeda pada daerah yang
berbeda-beda. Proses untuk mendapatkan parameter
untuk suatu daerah tertentu dikenal dengan proses
pengabsahan atau proses validasi. Jika hasil model sudah
mendekati data hasil survey lapangan, maka model
tersebut dianggap valid dan dapat digunakan untuk
prediksi sesuai dengan skenario perencanaan.

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 44
KONSEP LAPORAN AKHIR
Penyusunan Master Plan Jaringan Transportasi 2008
Perkotaan Kawasan Aglomerasi Lubuksangkarpaya

PT HI-WAY INDOTEK KONSULTAN (Planning. Designing & Egineering Consulting)


Hal. 5 - 45