Anda di halaman 1dari 76

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN

( BAPEPAM-LK )

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2010

Jakarta, 30 Desember 2010

DAFTAR ISI I. KONDISI UMUM PASAR MODAL INDONESIA SEPANJANG TAHUN 2010 1 1. Indeks Harga Saham Gabungan ... 1 2. Nilai Kapitalisasi Pasar dan Transaksi Saham di BEI 1 3. Transaksi Obligasi ... 1 PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL DI TAHUN 2010 . 2 1. Perkembangan Emisi Efek . 2 2. Perkembangan Industri Pengelolaan Investasi Pasar Modal ... 2 3. Perijinan / Pencabutan Ijin Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek 9 4. Perijinan Lainnya ... 10 5. Persetujuan dan Pendaftaran ......... 11 AKTIVITAS PENGATURAN INDUSTRI PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN ...... 11 1. Peraturan Menteri Keuangan . 12 2. Penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan .. 12 3. Penerbitan Peraturan Baru Bapepam-LK ..... 13 4. Penyempurnaan Peraturan Bapepam-LK . 13 5. Penerbitan Surat Edaran . 14 6. Persetujuan Bapepam-LK atas Perubahan Peraturan, Kebijakan, dan Anggaran Dasar SROs .... 14 7. Litigasi dan Kegiatan Pelayanan Hukum .. 16 AKTIVITAS PENGAWASAN .... 19 1. Pengawasan terhadap Emiten / Perusahaan Publik .. 19 2. Uji Kepatuhan Perusahaan Efek dan Lembaga Efek . 22 3. Pengawasan Perdagangan .... 22 4. Pengawasan terhadap Manajer Investasi 23 5. Pengawasan terhadap Reksa Dana dan Agen Penjual Reksa Dana .. 23 PENEGAKAN HUKUM 24 1. Pemeriksaan dan Penyidikan 24 2. Pengenaan Sanksi .. 24 3. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi ....................................................................................... 25 KAJIAN DAN SOSIALISASI KEBIJAKAN STRATEGIS ................................... 26 1. Studi tentang Kesiapan dan Kebutuhan Infrastruktur On-Line di Pasar Modal Indonesia .................................................................................... 26 2. Studi tentang Kajian Inisiatif Integrasi Pasar Sekunder ASEAN ........................ 27 3. Studi tentang Pola Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa ........................ 27 4. Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder Surat Berharga Negara (SBN) ... 27 5. Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal .................................. 28 6. Studi tentang Biaya dan Komisi Reksa Dana .................................................... 28 7. Studi tentang Biaya Pemenuhan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal ............. 28 8. Studi tentang Peran Regulator dan Pihak Terkait dalam Mendorong Perusahaan Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia .. 29 9. Studi tentang Potensi Perusahaan Modal ventura sebagai Alternatif Investasi .. 29 10. Studi tentang Potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai Penyelenggara Dana Pensiun Lembaga Keuangan ............................................ 29 11. Kajian Standar Akuntansi Internasional ............................................................... 29 12. Penyusunan Buletin Akuntansi Staf (BAS) .. 30 13. Sosialisasi Konvergensi PSAK ke IFRS .. 30 14. Kajian Revisi Peraturan VIII.G.7 30

II.

III.

IV.

V.

VI.

VII. VIII.

IX.

X.

XI.

XII. XIII. XIV.

15. Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) 16. Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assesment Program (FSAP) .. 17. Analisis Pelaksanaan Tata Kelola Yang Baik Bagi Emiten dan Perusahaan Publik .. 18. Kajian Lanjutan Praktik Backdoor Listing 2010 .. 19. Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan . 20. Kajian tentang Perilaku Perusahaan Efek yang Menjalankan Kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) 21. Kajian Penyusunan Parameter untuk mengevaluasi Kegiatan Manajer Investasi dalam Mengelola Nasabah PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DI BAPEPAM-LK ........................ 1. Penyempurnaan Proses Bisnis . PASAR MODAL SYARIAH .. 1. Implementasi Kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah .. 2. Perkembangan Produk Syariah di Pasar Modal . UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN & PELAYANAN PUBLIK ..................................................................................................... 1. Peningkatan Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Unit Eselon II Bapepam-LK ... 2. Peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia di lingkungan Bapepam-LK . 3. Edukasi dan Pelayanan Informasi Publik ............................. 4. Pelayanan Pengaduan ....................................................................................... PENGAWASAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK ..... 1. Perasuransian ................................................................................................. a. Pemberian dan pencabutan Ijin Perusahaan Perasuransian ... b. Kekayaan, Investasi, Premi, dan Klaim Perusahaan Asuransi .................. c. Pencatatan Produk Baru dan Persetujuan Kerjasama Pemasaran dengan Bank (Bancassurance) .................................................................. d. Pengesahan Cadangan Premi Perusahaan Asuransi Jiwa ....................... e. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian ........................................................................ f. Pemeriksaan Perusahaan Perasuransian .................................................. g. Sanksi terhadap Perusahaan Perasuransian ............................................. h. Usaha Asuransi dengan Prinsip Syariah .................................................... 2. Dana Pensiun .................................................................................................. a. Perkembangan Industri Dana Pensiun ....................................................... b. Aktivitas pengawasan ................................................................................. 3. Pembiayaan dan Penjaminan ........................................................................ a. Perusahaan Penjaminan .............................................................................. b. Lembaga Pembiayaan Khusus ................................................................... c. Lembaga Pembiayaan ............................................................................... d. Pemeriksaan ............................................................................................... KERJASAMA KELEMBAGAAN 1. Kerjasama Kelembagaan Domestik . 2. Kerja Sama Kelembagaan Internasional . PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI .. DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN PASAR MODAL ................................................................................................................... PENUTUP

31 31 32 32 33 33 33 34 34 36 36 37 44 44 45 46 48 48 48 49 50 51 51 52 52 52 53 54 54 55 55 55 57 59 62 63 63 64 72 72 73

I. 1.

KONDISI UMUM PASAR MODAL INDONESIA SEPANJANG TAHUN 2010 Indeks Harga Saham Gabungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan hari Rabu, 29 Desember 2010, ditutup pada posisi 3.699,22 atau menguat sebesar 45,96% dibandingkan posisi penutupan pada hari perdagangan terakhir tahun 2009 yang berada pada posisi 2.534,36. Dengan demikian, IHSG Bursa Efek Indonesia merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik pada tahun 2010, dibandingkan dengan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik. Tabel berikut menunjukkan perkembangan indeks saham di beberapa bursa utama di Asia Pasifik. Indeks IHSG BEI Bangkok SET Philippine SE Korea Composite Bursa Malaysia KLCI Sensex 30 Straits Times Taiwan SE/TAIEX Hang Seng Shenzhen Composite Nikkei 225 S&P/ASX 200 Shanghai Composite
Sumber: BEI, Bloomberg

Negara Indonesia Thailand Filipina Korea Selatan Malaysia India Singapura Taiwan Hongkong China Jepang Australia China

31 Desember 2009 2.534,36 734,54 3.052,68 1.682,77 1.272,78 17.464,81 2.897,62 8.188,11 21.872,50 1.201,34 10.546,44 4.870,60 3.277,14

29 Desember 2010 3.699,22 1.034,59 4.199,31 2.043,49 1.524,34 20.256,03 3.207,91 8.866,35 22.969,30 1.255,66 10.344,54 4.775,20 2.751,53

Perubahan (%) 45,96 40,85 37,56 21,44 19,77 15,98 10,71 8,28 5,02 4,52 1,91 1,96 16,04

2.

Nilai Kapitalisasi Pasar dan Transaksi Saham di Bursa Efek Indonesia Seiring penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham BEI juga mengalami peningkatan sebesar 60,63%, dari Rp 2.019,38 triliun pada akhir tahun 2009 menjadi Rp 3.243,77 triliun pada akhir perdagangan tanggal 29 Desember 2010. Total nilai transaksi saham di BEI sepanjang tahun 2010 hingga 29 Desember 2010 mencapai Rp 1.249,27 triliun. Angka ini meningkat sebesar 28,10% dari total nilai transaksi saham sepanjang tahun 2009 sebesar Rp 975,21 triliun. Demikian juga, nilai transaksi rata-rata harian mengalami peningkatan dari Rp 4,05 triliun per hari pada tahun 2009 menjadi Rp 5,12 triliun per hari pada tahun 2010. Dilihat dari nilai bersih transaksi saham yang dilakukan oleh investor asing, sepanjang tahun 2009 terjadi aliran masuk dana asing (net inflow of foreign capital) sebesar Rp 13,78 triliun. Angka ini meningkat cukup signifikan sepanjang tahun 2010 menjadi Rp 26,74 triliun hingga 29 Desember 2010. Transaksi Obligasi Berdasarkan data dari sistem Penerimaan Laporan Transaksi Efek (PLTE), total nilai pelaporan dan tingkat kepatuhan pelaporan partisipan periode 4 Januari s/d. 28 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

3.

Halaman 1

Total Nilai Pelaporan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Instrumen Surat Berharga Negara *) Surat Utang Negara **) Sukuk Negara (IFR) Obligasi Negara Ritel Sukuk Ritel (SR) Obligasi Korporasi Konvensional Obligasi Syariah & Sukuk Korporasi Efek Beragun Aset (EBA) Total Nilai Pelaporan 1.497.805,18 1.465.267,35 12.690,54 65.856,50 19.847,28 86.658,55 2.097,45 174,00 (Milyar Rp) Rata-rata Nilai Pelaporan Harian 6.113,49 5.980,68 51,80 268,80 81,01 353,71 8,56 0,71

Catatan : *) Surat Berharga Negara terdiri dari Obligasi Negara (FR & VR), ORI, SPN, SBSN **) Surat Utang Negara terdiri dari Obligasi Negara (FR & VR), SPN dan ORI

II. 1.

PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL DI TAHUN 2010 Perkembangan Emisi Efek. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian Emisi Saham Perdana Nilai Emisi Saham Perdana Emisi HMETD Nilai Emisi HMETD Emisi Obligasi Korporat Nilai Emisi Obligasi Korporat Emisi Sukuk Korporat Nilai Emisi Sukuk Korporat 31 Des 2009 12 emiten Rp.3,72 triliun 14 emiten Rp. 10,83 triliun 28 emiten Rp. 29,31 triliun 8 emiten Rp. 1,78 triliun 29 Des 2010 22 emiten Rp.29,30 triliun 31 emiten Rp.48,67 triliun 24 emiten Rp.34,70 triliun 2 emiten Rp. 700 miliar % 83,33 687,37 121,43 349,39 -14,29 23,53 -75,00 -60,67

Dalam periode yang sama, Bapepam-LK juga telah mengeluarkan 12 surat Pernyataan Efektif terkait dengan aksi korporasi berupa: - Penggabungan usaha (2 Pernyataan Pendaftaran); dan - Penawaran Tender (10 Pernyataan Pendaftaran). 2. Perkembangan Industri Pengelolaan Investasi Pasar Modal Industri pengelolaan investasi di tahun 2010 diawali dengan diberlakukannya 2 peraturan baru terkait Manajer Investasi, yaitu Peraturan Nomor V.A.3 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi dan Peraturan Nomor V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi. Menindaklanjuti hal tersebut maka selama tahun 2010 Bapepam-LK melakukan evaluasi terhadap capacity building seluruh Manajer Investasi yang telah

Halaman 2

mendapat izin dari Bapepam-LK. Adapun evaluasi tersebut mencakup antara lain perkembangan dana kelolaan, permodalan, kompetensi sumber daya manusia, kecukupan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan Manajer Investasi, strategi manajemen risiko atas pelaksanaan kegiatan Manajer Investasi, kecukupan fungsifungsi Manajer Investasi, dan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC). Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan Manajer Investasi terhadap pemenuhan Peraturan Nomor V.A.3 dan Peraturan Nomor V.D.11 serta Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 153/PMK.010/2010 tanggal 31 Agustus 2010 tentang Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan Efek dimana Manajer Investasi diwajibkan untuk mempunyai modal disetor sebesar Rp. 25 miliar dengan ketentuan: a. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2010 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp10.000.000.000,00; b. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2011 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp20.000.000.000,00; c. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2012 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp25.000.000.000,00. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pada Manajer Investasi, Bapepam-LK bekerja sama dengan Australasian Compliance Institute (ACI) melakukan workshop Developing Compliance Plan for Investment Managers. Dengan diadakannya workshop diharapkan terdapat peningkatan pemahaman Manajer Investasi atas strategi manajemen risiko dan strategi kepatuhan yang harus disusun oleh Manajer Investasi dalam rangka memenuhi Peraturan Nomor V.A.3 tentang Perizinan Perusahaan Efek Sebagai Manajer Investasi. Salah satu hasil dari serangkaian proses penataan Manajer Investasi yang telah dilakukan selama tahun 2010 tersebut adalah dengan dicabutnya Keputusan Ketua Bapepam-LK nomor KEP-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. Dengan demikian maka per tanggal 9 Desember 2010, perusahaan yang akan melakukan kegiatan usaha di bidang Manajer Investasi dapat kembali mengajukan permohonan izin usaha ke Bapepam-LK. Selanjutnya dari sisi produk pengelolaan investasi, selama tahun 2010 terjadi pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Melanjutkan tren pada tahun 2009 jumlah Reksa Dana sampai dengan tanggal 28 Desember 2010 mengalami peningkatan dari 672 Reksa Dana pada akhir Desember 2009 menjadi 714 Reksa Dana (termasuk di dalamnya 97 Reksa Dana Penyertaan Terbatas) atau mengalami peningkatan sebesar 6,25%. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. NAB Reksa Dana (belum termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas) meningkat dari Rp 116,73 triliun pada akhir Desember 2009 menjadi Rp 142,81 triliun pada tanggal 28 Desember 2010 atau meningkat sebesar 22,34%. Sedangkan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana meningkat dari 69,98 miliar unit pada akhir Desember 2009 menjadi 81,59 miliar unit atau meningkat sebesar 16,6%. Dalam rangka meningkatkan kepastian hukum bagi Manajer Investasi yang melakukan pengelolaan Portofolio Efek untuk kepentingan nasabahnya (Kontrak Pengelolaan Dana), pada tahun 2010 Bapepam-LK telah menerbitkan Peraturan Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. Peraturan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi Manajer Investasi dalam memberikan jasa pengelolaan dana kepada para nasabah dengan berdasar pada prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko.

Halaman 3

Selain itu, dalam rangka pengembangan basis investor domestik, Bapepam-LK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) secara konsisten memberikan pemahaman maupun sosialisasi kepada masyarakat pemodal khususnya yang berada di daerah-daerah yang berpotensi secara ekonomi. Sementara itu untuk menekan maraknya investasi ilegal sekaligus merintis pengawasan bersama terhadap produk-produk investasi keuangan, Bapepam-LK secara intens telah menjalin kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Bank Indonesia, Kepolisian, Kejaksaan, PPATK dan Kementerian Perdagangan. Pengawasan Terhadap Reksa Dana Sampai dengan tanggal 28 Desember 2010, jumlah Reksa Dana yang ada mencapai 714 Reksa Dana, yang terdiri dari:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Reksa Dana Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Campuran Reksa Dana Terproteksi Reksa Dana Indeks Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap Reksa Dana Syariah Saham Reksa Dana Syariah Campuran Reksa Dana Syariah Terproteksi Reksa Dana Syariah Indeks Reksa Dana ETF Reksa Dana Penyertaan Terbatas* Total Jumlah 101 63 27 93 282 1 8 10 16 13 1 2 97 714 Nilai Aktiva Bersih Rp 26,392 triliun Rp 44,769 triliun Rp 7,388 triliun Rp 17,743 triliun Rp 42,120 triliun Rp 0,177 triliun Rp 0,515 triliun Rp 1,625 triliun Rp 0,901 triliun Rp 0,692 triliun Rp 0,080 triliun Rp 0,409 triliun Rp 28,117 triliun Rp 170,928 triliun

Catatan: a. Reksa Dana Penyertaan Terbatas merupakan Reksa Dana yang khusus ditawarkan secara terbatas kepada Pemodal Profesional dan tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Penyertaan Terbatas dilaporkan setiap 3 bulan sekali. b. Pada tahun 2010 Bapepam-LK juga telah memberikan pernyataan efektif terhadap Efek Beragun Aset (EBA) yang ketiga, yaitu EBA Danareksa BTN01 KPR, yang diterbitkan oleh PT. Danareksa Investment Management. Seperti halnya 2 EBA sebelumnya, EBA kali ini juga merupakan transaksi sekuritisasi atas tagihan KPR milik PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. dengan total nilai sekuritisasi mencapai sekitar Rp 750 miliar. Selama periode tahun 2010 Bapepam-LK juga telah memberikan: Pernyataan Efektif kepada 144 Reksa Dana yang meliputi 26 Reksa Dana Konvensional dan 118 Reksa Dana Terproteksi, dengan perincian sebagai berikut: Reksa Dana Konvensional
No 1 2 3 Nama Reksa Dana Fortis Maxi Saham Bahana Quant Strategy Si Dana Batavia CPI No 14 15 16 Nama Reksa Dana Lautandhana Liquid Brent Value Fund Cipta Dinamika

Halaman 4

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Danareksa Seruni Pasar Uang III SAM Sukuk Syariah Sejahtera SAM Syariah Berimbang Pasar Uang BNIS Pas Natpac Dana Berimbang Pratama Equity Danareksa Mawar Fokus 10 Mandiri Investa Optimal Schroder 90 Plus Equity Fund Danareksa Melati Pendapatan Tetap

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Danareksa Pendapatan Prima Plus Phillip Money Market Fund BNP Paribas Prima USD OSK Nusadana Alpha Sector Rotation BNP Paribas Pro Balance BNP Paribas Prima Asia USD Mandiri Investa Dana Pendapatan Optimal Seri 2 AAA Equity Fund Batavia USD Balanced Asia First State Indonesian Money Market Fund

Reksa Dana Terproteksi


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Reksa Dana Terproteksi Fortis Kapital VII Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 16 Danareksa Proteksi Melati Optima Syariah Danareksa Proteksi Melati Optima XV Recapital Proteksi III Seri 1 OSK Nusadana Capital Protected Fund II Recapital Proteksi IV Seri 1 NISP Proteksi Dinamis Seri 7 NISP Proteksi Dinamis Seri 8 Terproteksi Schroder Regular Income Plan IX Batavia Proteksi Prima I Si Dana Proteksi Batavia XIX AAA Reksa Premium Proteksi IV Batavia Proteksi Utama 1 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 17 BNIS Proteksi XIX Bahana B Optima Protected Fund USD 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 1 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 18 Mandiri Terproteksi Dana No 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 Nama Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Kapital IX Terproteksi CIMB-Principal CPF XI Danareksa Proteksi Melati Optima XXII Danareksa Proteksi Melati Optima XXI Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 7 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 5 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 4 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 3 Mandiri Investasi Terproteksi Seri 3 Batavia Proteksi Ultima USD 2 BNIS Proteksi XXIII-ORI07 Mega Dana Terproteksi VII OSK Nusadana Capital Protected Fund IV Batavia Proteksi Utama 6 Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 1 Terproteksi BNP Paribas Selaras II Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Dollar Seri 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Dollar Seri 8 NISP Proteksi Income Plus IX Lautandhana Proteksi Dollar

Halaman 5

Pendapatan Berkala 19 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 Schroder Regular Income Plan X Mandiri Investasi Terproteksi Seri 2 Bahana B Optima Protected Fund 29 Bahana B Optima Protected Fund 28 Schroder Regular Income Plan XI CIMB Islamic Sukuk II Syariah Fortis Kapital VIII Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 2 Danareksa Proteksi Melati Optima XIV Gani Proteksi 3 Batavia Proteksi Utama 2 Batavia Proteksi Ultima USD 1 BNIS Proteksi XXI Bahana Reksa Panin Terproteksi XII Mandiri Investasi Terproteksi Syariah Seri 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Syariah Seri 1 Lautandhana Proteksi Dinamis III Bahana Reksa Panin Terproteksi XIII Bahana B Optima Protected Fund 30 CIMB-Principal CPF X NISP Proteksi Income Plus VIII NISP Proteksi Dinamis Seri 11 NISP Proteksi Dinamis Seri 9 Premier Capital Protected I Bahana B Optima Protected Fund 31 BNIS Proteksi XXI Terproteksi BNP Paribas Selaras Bahana B Optima Protected Fund 35 Bahana B Optima Protected Fund 34 Bahana B Optima Protected Fund 33 Bahana Optima Protected Fund USD 3 Bahana Optima Protected Fund USD 4 Danareksa Proteksi Melati Optima XIX 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 BNIS Proteksi XXII NISP Proteksi Dinamis Seri 15 NISP Proteksi Dinamis Seri 12 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 6 CIMB-Principal CPF CB II Batavia Proteksi Utama 7 Batavia Proteksi Utama 3 Terproteksi Schroder Regular Income Plan XII Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 2 Batavia Proteksi Prima 3 Bahana B Optima Protected Fund 32 Danareksa Proteksi Melati Optima XXIII HPAM Proteksi Dollar-1 Batavia Proteksi Utama 8 BNP Paribas Protekplus XI Nikko Terproteksi I Nikko Terproteksi III Nikko Terproteksi III Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVI Bahana Reksa Panin Terproteksi XV Bahana Reksa Panin Terproteksi XIV Lautandhana Proteksi VII BNP Paribas Proteksi Selaras III Bahana A Opttima Protected Fund 38 Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVII Trim Terproteksi Prima IV Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 3 Danareksa Melati Platinum Dollar Amerika Serikat Danareksa Proteksi Maxima II Danareksa Proteksi Maxima I AAA Reksa Premium Proteksi V AAA Reksa Premium Proteksi VI Terproteksi CIMB-Principal CPF CB III

Halaman 6

54 55 56 57 58 59

CIMB-Principal CPF CB I Danareksa Proteksi Melati Optima XVIII Batavia Proteksi Utama 5 Batavia Proteksi Prima 2 Bahana B Optima Protected Fund 36 OSK Nusadana Capital Protected Fund III

113 114 115 116 117 118

Bahana C Optima Protected Fund 37 Lautandhana Proteksi VIII Danareksa Proteksi II HPAM Proteksi-2 TRIM Terproteksi Lestari 4 TRIM Terproteksi Prima V

mencatatkan sebanyak 36 Reksa Dana Penyertaan Terbatas. persetujuan untuk pembubaran 138 Reksa Dana, meliputi:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Nama Reksa Dana Synergy Jiwasraya Terproteksi BNIS Proteksi III Danareksa Melati Dinamis BNI Dana Berbunga Dua Si Dana Proteksi Batavia VI Bahana Reksa Panin Terproteksi V Terproteksi Schroder Fixed Maturity Plan VI Bahana Optima Protected Fund 11 Si Dana Batavia Saham BIG Dana Likuid Danareksa Investasi Bersama Danareksa Proteksi Melati II BNIS Proteksi XVIII Nikko Cemerlang Nusantara Dhanawibawa Progresif Danareksa Proteksi Dinamis Mandiri Protected Extra Schroder Regular Income Plan VI Si Dana Batavia Terproteksi Div. I Si Dana Proteksi Batavia Div. IV Si Dana Proteksi Batavia Div. V Si Dana Proteksi Batavia Div. VI Si Dana Proteksi Batavia DIV. X Si Dana Proteksi Batavia II Tiga Pilar Dana Fleksi NISP Proteksi Schroder Index Linked Fund II Si Dana Proteksi Nusantara Seri I Si Dana Kas Optimal No 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 Nama Reksa Dana Danareksa Proteksi Global Prospektif Fortis Protekplus IX Mandiri Capital Protected Income Fund 9 Mahanusa Dana Lestari Makinta Fleksi Jisawi Mix Optima Seimbang Optima Likuid Telur Emas Valbury Terproteksi II Capital Fleksi Star Fixed Income Capital Equity Fund Optima Dollar NISP Dana Mantab NISP Dana Mantab 3 NISP Proteksi Dinamis Seri I NISP Proteksi Income Plus V Terproteksi Si Dana Batavia IX Panin Tetap Menghasilkan X-Tra Dana Tetap NISP Proteksi Dinamis USD Mandiri Dana Protected Berkala Seri 7 Mandiri Investa Optimal Batavia Obligasi Bahana Optima Protected Fund 18 Bahana Reksa Panin Terproteksi III Cipta Proteksi I Bahana Reksa Panin Terproteksi X

Halaman 7

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63

NISP Proteksi Dinamis Seri 5 Premier Fixed Terproteksi CIMB-Principal CPF V Mandiri Capital Protected Income Fund 15 Portofolio Optimal Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 9 Fortis Prima Mandiri Capital Protected Income Fund 14 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 14 Premier Optima Terproteksi Schroder Regular Income Plan V Schroder Dana Terpadu Optima Obligasi Optima Pasar Uang Jakarta Blue Chip Terproteksi CIMB-Principal CPF III Mandiri Protected Regular Income Fund 2 Bahana Optima Protected Fund 21 Mandiri Capital Protected Income Fund 8 Mandiri Capital Protected Income Fund 10 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala 15 Terproteksi Ultima Mahanusa Dana Kapital Mahanusa Dana Ekuitas Terproteksi HPAM Proteksi-1 Terproteksi Si Dana Batavia VII Optima Campuran Syariah Optima Obligasi Syariah Mandiri Protected Regular Income Fund 4 Mandiri Investa Dana Prima Dana Tetap Arjuna Si Dana Proteksi Nusantara Seri II Trim Terproteksi Prima III BNI Dana Lancar Dua

99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132

Optima Stabil Jatim Treasury Fund Saham BUMN Synergy Stabil Bahana Reksa Panin Terproteksi IV Si Dana Proteksi Nusantara Seri IV Terproteksi Fortis Kapital III MSAM Gemilang Valbury Terproteksi I Brent Value Fund Batasa Equity Syariah Anam Pendapatan Kombinasi AAA Reksa Premium Proteksi II Berlian Dana Terproteksi Berlian Dana Terproteksi II Danareksa Proteksi Global Prospektif II Danareksa Proteksi Melati Optima II Danareksa Proteksi Melati Optima VII Terproteksi Prima Si Dana Proteksi Nusantara Seri V Terproteksi CIMB-Principal CPF Climate Change NISP Proteksi Dinamis Seri 3 Danareksa Proteksi Melati Optima VI Premier Capital Protected I Mandiri Capital Protected Fund I Samuel Dana Pasti OSK Nusadana Capital Protected Fund III OSK Nusadana Capital Protected Fund IV Save-2-Prosper Bangun Indonesia Danareksa Proteksi Melati Optima III Trim Syariah Terproteksi Prima I Batavia Proteksi Ultima USD 1 Ekofix

Halaman 8

64 65 66 67 68 69

Universitas Indonesia BNIS Proteksi VIII AAA Reksa Premium Proteksi III Terproteksi Si Dana Batavia VIII Terproteksi Fortis Kapital VII Pundi Reksa Dollar

133 134 135 136 137 138

Ekomix Batavia Proteksi Pertiwi Seri II Terproteksi BNP Paribas Kapital IX AIM Trust-JS Pro Kedua TFI [X]-tra Ordinary II TFI [X]-tra Ordinary III

3.

Perijinan / Pencabutan Ijin Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek No. 1. Uraian Pemberian Ijin Usaha Baru untuk Perusahaan Efek - Perantara Pedagang Efek (PPE) - Penjamin Emisi Efek (PEE) Pencabutan Ijin Usaha Perusahaan Efek - Perantara Pedagang Efek (PPE) - Manajer Investasi (MI) Pemberian Ijin Orang Perseorangan Baru untuk Wakil PE - Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) - Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) - Wakil Manajer Investasi (WMI) Pencabutan Ijin Orang Perseorangan untuk Wakil PE - Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) - Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) - Wakil Manajer Investasi (WMI) Jumlah 4 2 2 10 2 8 558 478 36 44 27 11 4 12

2.

3.

4.

Catatan: - Hingga akhir tahun 2010 total jumlah Perusahaan Efek yang telah memiliki ijin usaha sebagai PPE dan PEE dari Bapepam-LK tercatat 157 Perusahaan Efek. - Selama tahun 2010 Bapepam-LK mengeluarkan 2 ijin usaha baru untuk Perusahaan Efek yaitu: 1. PT Woori Korindo Securities Indonesia sebagai Penjamin Emisi Efek melalui Kep-01/BL/PEE/2010 tanggal 18 Agustus 2010. 2. PT Valbury Asia Securities sebagai Penjamin Emisi Efek melalui Kep02/BL/PEE/2010 tanggal 24 Agustus 2010. dan mengeluarkan 2 ijin usaha untuk Perusahaan Efek baru yaitu: 1. PT Capital Bridge Indonesia sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep01/BL/PPE/2010 tanggal 2 Nopember 2010. 2. PT Garuda Nusantara Capital sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep02/BL/PPE/2010 tanggal 10 Nopember 2010. - Selama tahun 2010 Bapepam-LK telah mencabut ijin untuk Perusahaan Efek sebagai berikut: 1. PT Capital One sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep-27/BL/2010 tanggal 19 Februari 2010.

Halaman 9

PT. Eurocapital Peregrine Securities sebagai Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi melalui Kep-01/BL/PPE/S.5/2010, Kep-01/BL/PEE/S.5/2010, dan Kep-03/BL/MI/S.5/2010 tanggal 10 Juni 2010. Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak mengeluarkan izin baru Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi sejak bulan April 2007, berdasarkan SK Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-69/BL/2007 tanggal 13 April 2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. Di tahun 2010 juga tercatat 8 Manajer Investasi dicabut ijin usahanya oleh Bapepam-LK. Dengan demikian, total jumlah Manajer Investasi hingga akhir 2010 ini adalah 85 Manajer Investasi. Di tahun 2010, Bapepam dan LK mengeluarkan surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-541/BL/2010 tanggal 9 Desember 2010 tentang Pencabutan Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi. Sampai dengan akhir 2010, Bapepam-LK telah memberikan ijin orang perseorangan sebagai WPPE dan WPEE sebanyak 7.282 ijin. Sedangkan total ijin orang perseorangan sebagai WMI yang telah dikeluarkan Bapepam-LK adalah sejumlah 1.878 ijin WMI (termasuk pencabutan ijin WMI secara keseluruhan sebanyak 17 orang dimana untuk tahun 2010 dilakukan pencabutan ijin WMI sebanyak 12 orang). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaku pasar modal, dalam tahun 2010 ini Bapepam-LK telah melakukan kegiatan edukasi berupa pembekalan kepada Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek di 9 kota yang diikuti oleh WPE dari 108 Perusahaan Efek. Bapepam-LK terus meningkatkan kehati-hatian dalam memberikan persetujuan terhadap perubahan manajemen dan pengendali dari Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, antara lain melalui kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Direktur, Komisaris, dan Pemegang Saham dari SRO, Perusahaan Efek, dan Manajer Investasi, dengan perincian sebagai berikut: a. SRO: Calon Komisaris PT KPEI pada tanggal 14 Mei 2010; Calon Direktur PT KSEI pada tanggal 29 April 2010. b. Perusahaan Efek: Calon Direktur sebanyak 76 orang; Calon Komisaris sebanyak 50 orang; Calon Pemegang Saham atau Pengendali sebanyak 5 Pihak. c. Manajer Investasi: Calon Direktur sebanyak 39 orang (23 orang disetujui, 7 orang belum dapat disetujui, dan 9 orang masih dalam proses); Calon Komisaris sebanyak 20 orang (9 orang disetujui, 4 orang belum dapat disetujui, dan 7 orang masih dalam proses); Calon Pemegang Saham atau Pengendali sebanyak 3 pihak

2.

4.

Perijinan lainnya. a. Penasihat Investasi

Halaman 10

Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak memberikan ijin baru sebagai Penasihat Investasi dikarenakan sedang dilakukannya revisi peraturan terkait Perijinan Penasihat Investasi. b. Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) Selama tahun 2010, Bapepam-LK memproses 2 pengajuan ijin baru APERD yaitu PT. Bank Chinatrust dan PT. Bank Windu Kentjana namun belum dapat mempertimbangkan kedua pengajuan ijin tersebut. Sementara itu pada periode yang sama 5 APERD mengembalikan ijin yaitu PT. Bank Bumiputera, Deutsche Bank A.G, PT. Bank Victoria Internasional, PT. Bank Mayapada, dan PT. RBS ABN Amro Bank sehingga jumlah seluruh APERD sampai dengan Desember 2010 sebanyak 22 Bank. Pemegang izin orang perseorangan sebagai Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) mengalami pertumbuhan dari 21.152 orang pada tahun 2009 menjadi 23.327 orang atau mengalami kenaikan sebesar 10,3%. Pada tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan pencabutan izin WAPERD dari tahun 1997-2002 secara keseluruhan sebanyak 2.248 orang atau sebesar 9,6% dari seluruh pemegang izin WAPERD, pencabutan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan Peraturan Nomor V.B.2 Tentang Permohonan Izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. 5. Persetujuan dan Pendaftaran a. Sepanjang tahun 2010 ini, Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk 180 Profesi Penunjang Pasar Modal, dengan rincian: - 114 STTD Notaris; - 7 STTD untuk Konsultan Hukum - 34 STTD untuk Akuntan; dan - 25 STTD untuk Penilai. Sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2010, jumlah profesi yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 674 Konsultan Hukum, 1.345 Notaris, 572 Akuntan, dan 135 Penilai. b. Untuk lembaga penunjang pasar modal, hingga akhir Desember 2010 terdapat data-data sebagai berikut: - 20 bank telah memperoleh persetujuan sebagai Bank Kustodian; - 10 perusahaan sebagai BAE; - 14 in-house BAE; - 14 Wali Amanat; Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak menerbitkan STTD sebagai Wali Amanat. - 3 Pemeringkat Efek. Selama tahun 2010 telah bertambah 1 (satu) Perusahaan Pemeringkat Efek yaitu PT ICRA Indonesia.

III.

AKTIVITAS PENGATURAN INDUSTRI PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN Dalam kurun waktu 4 Januari 2010 hingga 29 Desember 2010, Bapepam-LK telah: memproses penerbitan 5 peraturan Menteri Keuangan di bidang lembaga keuangan;

Halaman 11

memproses penyempurnaan 2 peraturan Menteri Keuangan di bidang lembaga keuangan dan 1 peraturan Menteri Keuangan di bidang pasar modal; menerbitkan 4 peraturan baru di bidang pasar modal dan 1 peraturan baru di bidang lembaga keuangan; melakukan penyempurnaan atas 5 peraturan di bidang pasar modal; menerbitkan 1 surat edaran di bidang pasar modal; memberikan persetujuan terhadap perubahan 3 peraturan, 2 Anggaran Dasar, dan 1 kebijakan SRO.

Berikut informasi lengkap mengenai penerbitan, penyempurnaan peraturan dan persetujuan atas perubahan peraturan dan anggaran dasar SRO: 1. Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan No.
1.

Nomor Keputusan/ Peraturan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010 tanggal 25 Januari 2010

Tentang Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Asuransi Dengan Prinsip Syariah Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non Bank Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Calon pengurus Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Calon Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan Pemeriksanaan Perusahaan Perasuransian Bentuk, Susunan, Dan Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan Dan Laporan Kegiatan Usaha Semesteran Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur

2.

3.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.10/2010 tanggal 9 Februari 2010 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/PMK.010/2010 tanggal 12 Februari 2010

4.

5.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.010/2010 tanggal 16 September 2010 Peraturan Ketua Nomor PER03/BL/2010 tanggal 28 September 2010

2. Penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan No. 1. Nomor Keputusan/ Peraturan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36/PMK.010/2010 tanggal 12 Februari 2010 Tentang Perubahan KMK Nomor 513/KMK.06/2002 Tentang Persyaratan Pengurus dan Dewan Pengawas Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.010/2009 Tentang Pembinaan dan Pengawasan

2.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 tanggal 1 September 2010

Halaman 12

3.

Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor: 153/PMK.010/2010, 1 Oktober 2010.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Kepemilikan Saham Dan Permodalan Perusahaan Efek.

3. Penerbitan Peraturan Baru Bapepam-LK No. 1. Nomor Keputusan/ Peraturan Peraturan Nomor VI.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor:Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010 Peraturan Nomor IX.D.6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor:Kep-432/BL/2010 tanggal 1 Oktober 2010 Peraturan Nomor V.G.6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-112/BL/2010 tanggal 16 April 2010. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep- 541/BL/2010 Tanggal 9 Desember 2010. Tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang Pengeluaran Saham Biasa Dengan Nilai Nominal Berbeda

2.

3.

Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. Pencabutan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. Dana Pensiun Yang Wajib Memiliki Pengurus dan Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Yang Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan

4.

5.

PER-02/BL/2010 tanggal 14 September 2010

4. Penyempurnaan Peraturan Bapepam-LK No. 1. Nomor Keputusan/ Peraturan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-26/BL/2010 tanggal 18 Februari 2010. Tentang Perubahan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep479/BL/2009 tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi. Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik Pengendalian Internal

2.

3.

Peraturan Nomor XI.B.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-105/BL/2010 tanggal 13 April 2010 Peraturan Nomor V.D.3 Lampiran

Halaman 13

Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-548/BL/2010 tanggal 28 Desember 2010 4. Peraturan Nomor V.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-549/BL/2010 tanggal 28 Desember 2010 Peraturan Nomor V.D.5 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-550/BL/2010 tanggal 28 Desember 2010

Perusahaan Efek Yang menjalankan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek. Pengendalian dan Perlindungan Efek Yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek. Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan

5.

5. Penerbitan Surat Edaran No. 1. Nomor Keputusan/ Peraturan Surat Edaran Nomor: SE-04/BL/2010, 21 Juli 2010. Tentang Penjelasan Atas Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.G.6 Tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual.

6. Persetujuan atas Perubahan Peraturan, Kebijakan dan Anggaran Dasar SRO 1) Peraturan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Nomor VI tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Efek EBA dan Peraturan Nomor VII tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk KIK di Bursa Perubahan peraturan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) tersebut dilakukan untuk mengakomodasi surat Bapepam-LK Nomor S-33/BL.06/2009 tanggal 25 Februari 2009 perihal Perubahan Surat Edaran KPEI Menjadi Peraturan yang meminta KPEI untuk menjadikan Surat Edaran KPEI sebagai peraturan KPEI agar memiliki dasar hukum yang lebih kuat dan sejalan dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Surat Edaran KPEI tersebut adalah Surat Edaran Nomor: SE-001/DIR/KPEI/0209 tanggal 12 Februari 2009 tentang Pelayanan Jasa Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Efek Beragun Aset di Bursa dan Surat Edaran Nomor: SE-002/DIR/KPEI/1207 tanggal 17 Desember 2007 perihal Pelaksanaan Jasa Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa. Bapepam-LK memberikan persetujuan atas kedua peraturan tersebut melalui surat No. S-473/BL/2010 tanggal 20 Januari 2010. 2) Perubahan Proses Bisnis Penyelesaian Transaksi Bursa PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Sehubungan dengan rencana KPEI mengimplementasikan sistem Continous Settlement pada proses penyelesaian transaksi bursa, yang dapat meningkatkan efisiensi dalam proses tersebut, KPEI mengajukan perubahan proses bisnis penyelesaian transaksi bursa melalui surat Nomor: KPEI1176/DIR/1209 tanggal 10 Desember 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Bisnis Proses Penyelesaian Transaksi Bursa. Dengan

Halaman 14

3)

4)

5)

6)

implementasi sistem ini, Anggota Kliring (AK) memperoleh manfaat yaitu kepastian pemenuhan hak terima dana tanpa harus menunggu pembayaran dari AK serah dana apabila AK serah efek tersebut telah menyelesaikan seluruh kewajibannya di T+3 pagi. Bapepam-LK melalui surat nomor: S1637/BL/2010 tanggal 22 Februari 2010 menyatakan tidak keberatan atas perubahan proses bisnis tersebut mengingat perubahan bisnis proses tersebut tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan mendukung pelaksanaan fungsi KPEI sebagai Central Counter Party (CCP). Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia Dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor III.A.3 tentang Direktur Bursa Efek, melalui surat Nomor S-04790/BEI.HKM/09-2009 tanggal 14 September 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia dan terakhir melalui surat nomor S06808/BEI.HKM/12-2009 tanggal 29 Desember 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia, BEI mengajukan permohonan persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Bapepam dan LK melalui surat Nomor: S-1457/BL/2010 tanggal 16 Februari 2010 perihal Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar BEI tersebut. Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor III.C.3 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan Nomor III.C.8 tentang Komisaris Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), melalui surat Nomor: KSEI1370/DIR/0709 tanggal 28 Juli 2009 perihal permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan terakhir melalui surat nomor Nomor: KSEI-1719/DIR/1010 tanggal 8 Oktober 2010 perihal permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (PT KSEI), KSEI mengajukan permohonan persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Bapepam-LK melalui surat Nomor S-10235/BL/2010 tanggal 10 November 2010 perihal persetujuan perubahan Anggaran Dasar PT Kustodian Sentral Efek Indonesia telah memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar KSEI tersebut. Persetujuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam rangka harmonisasi peraturan pasca merger PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan PT Bursa Efek Surabaya (BES), guna memperkuat dasar hukum pengaturan beberapa ketentuan yang selama ini ditetapkan dalam Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dan guna penyesuaian dengan kebutuhan dan dinamika pasar saat ini, BEI mengajukan permohonan Persetujuan atas Draft Peraturan Nomor II-A Tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas melalui surat nomor: S-05583/BEI.PSH/10-2008 tanggal 28 Oktober 2008 dan terakhir melalui surat nomor: S-05366/BEI.PSH/08-2010 tanggal 27 Agustus 2010. Terhadap permohonan tersebut, Bapepam-LK telah memberikan persetujuan melalui surat Nomor S-11058/BL/2010 tanggal 13 Desember 2010 perihal Persetujuan Perubahan Peraturan BEI Nomor II.A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Persetujuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa

Halaman 15

Dalam rangka harmonisasi peraturan pasca merger BEJ-BES, guna memperkuat dasar hukum pengaturan beberapa ketentuan yang selama ini ditetapkan dalam Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dan guna penyesuaian dengan kebutuhan dan dinamika pasar saat ini, BEI mengajukan permohonan Persetujuan atas Draft Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa melalui surat nomor: S-05626/BEI.ANG/10-2008 tanggal 29 Oktober 2008 dan terakhir melalui surat nomor: S-5331/BEI.ANG/08-2010 tanggal 26 Agustus 2010 perihal Permohonan Persetujuan Atas Konsep Final Perubahan Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa. Atas permohonan tersebut, Bapepam-LK telah memberikan persetujuan melalui surat Nomor S-11059/BL/2010 tanggal 13 Desember 2010 perihal Persetujuan Perubahan Peraturan BEI Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa. 7. Litigasi dan Kegiatan Pelayanan Hukum Selama tahun 2010, Bapepam-LK menangani perkara-perkara di Pengadilan sebagai berikut: 1) Perkara Nomor: 331/Pdt.G/2008/PN.JKT.PST antara Rudi Wirawan Rusli sebagai Pembanding melawan Ahmad Fuad Rahmany, cs sebagai Terbanding. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memberikan putusan yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yaitu menyatakan gugatan Pembanding tidak dapat diterima. 2) Perkara Nomor: 142/G/2008/PTUN.JKT antara PT. Euro Peregrine Sekurities sebagai Pemohon Kasasi melawan Menteri Keuangan RI Cq Bapepam-LK sebagai Termohon Kasasi. Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia telah memberikan putusan yang menyatakan menolak permohonan kasasi PT EPS. 3) Perkara Nomor: 159/G/2008/PTUN.JKT antara PT. Putra Mandiri Finance sebagai Pemohon Kasasi melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Termohon Kasasi. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. 4) Perkara Nomor: 88/G/2008/PTUN.JKT antara Ketua Bapepam-LK sebagai Pemohon Kasasi melawan Soeseno Haryo Saputro sebagai Termohon Kasasi. Terhadap putusan tersebut, Bapepam-LK sedang mempersiapkan pengajuan permohonan Peninjauan Kembali. 5) Perkara Nomor: 794/PDT.G/2007/PN.JKT.SEL antara PT. Bank Global Internasional sebagai Pemohon Kasasi melawan Maria Susianti dan Uung sebagai Termohon Kasasi, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI Cq Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan sebagai Turut Termohon Kasasi I, Gubernur Bank Indonesia sebagai Turut Termohon Kasasi II dan Bapepam-LK sebagai Turut Termohon Kasasi III. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. 6) Perkara Nomor: 1356/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL antara Para Nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (PT SPS) sebagai Para Penggugat melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas sebagai Tergugat I, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI sebagai Tergugat II, Bapepam-LK sebagai Tergugat III, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat I, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat II. Para Penggugat mengajukan Banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 7) Perkara Nomor: 1604/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL antara Nasabah PT SPS atas nama Rudy Setiawan, dkk. sebagai Para Penggugat melawan PT SPS sebagai Tergugat I, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI sebagai Tergugat II,

Halaman 16

Bapepam-LK sebagai Tergugat III, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat I, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat II. Perkara tersebut masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 8) Perkara Nomor: 192/PTUN.G/2009/PTUN-JKT antara PT CSM Corporatama sebagai Penggugat melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Tergugat. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. 9) Perkara Nomor: 182/Pdt.G/2010/PN.JKT Sel. antara Nasabah PT SPS atas nama Rudi Setiawan dkk. sebagai Para Penggugat melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas sebagai Tergugat I, Yusuf Rusli sebagai Tergugat II, Zulpiyan Alamsyah sebagai Tergugat III, Teguh Jaya sebagai Tergugat IV, Herman Ramli sebagai Tergugat V, dan Bapepam-LK sebagai Turut Tergugat. Perkara tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 10) Perkara Nomor: 135/Pdt.G/2010/PN.Jak.Sel antara Sdr. R.H Wuryanto Sutaryo melawan PT Semen Nusantara Cq PT Semen Holcim Tbk selaku Tergugat, Bapepam-LK selaku Turut Tergugat I, PT Bursa Efek Indonesia selaku Turut Tergugat II, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal selaku Turut Tergugat III. Perkara tersebut telah mendapatkan putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak diterima. 11) Perkara Nomor: 115/ G/2010/PTUN.JKT antara Rudi Wirawan Rusli sebagai Penggugat melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Tergugat. Perkara tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Bantuan Keterangan Ahli Atau Saksi Selain menangani perkara-perkara baik perdata maupun tata usaha negara, Bapepam-LK juga melakukan kegiatan pelayanan hukum yaitu menjadi ahli atau saksi dari kasus-kasus perdata maupun pidana yang diproses baik di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan. Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK melakukan kegiatan pelayanan hukum menjadi ahli/saksi dengan rincian sebagai berikut: 1) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management, di Kepolisian Daerah Jawa Barat pada tanggal 12 Januari 2010. 2) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 12 Januari 2010. 3) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 14 Januari 2010. 4) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 9 Februari 2010. 5) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Investindo Sekuritas cabang Semarang, pada tanggal 17 Maret 2010. 6) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management, di Badan Reserse Kriminal Polri pada tanggal 17 Maret 2010.

Halaman 17

7) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), pada tanggal 5 April 2010. 8) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 22 April 2010. 9) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT DBS Vickers Indonesia Securities, di Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 17 Mei 2010. 10) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara perdata terkait dengan PT Danareksa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 22 Juni 2010. 11) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), pada tanggal 24 Juni 2010. 12) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara Dana Pensiun PT Dirgantara Indonesia (IPTN), di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada tanggal 6 Juli 2010. 13) memberikan keterangan Saksi dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 10 Maret 2010. 14) memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara pidana terkait dengan PT Banten Java Persada, Pengalihan Aset Eks Golden Key di Kejaksaan Agung pada tanggal 1 Februari 2010. 15) memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara pidana terkait dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 7 Mei 2010. 16) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara perdata terkait dengan sengketa antara nasabah dengan PT Danareksa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 26 Agustus 2010. 17) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Mandiri Sekuritas, di Polda Metro Jaya pada tanggal 24 September 2010. 18) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Polda Metro Jaya pada tanggal 22 Oktober 2010. 19) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management dan PT Optima Kharya Capital Securities, di Kejaksaan Agung pada tanggal 4 November 2010. 20) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Asjaya Indosurya Securities, di Polda Metro Jaya pada tanggal 10 Nopember 2010. 21) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan PT Baliconsultant Insurance, di Polda Bali pada tanggal 22 Nopember 2010. 22) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), di Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 29 Nopember 2010. 23) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Kembang 88 Multifinance, di Polresta Barelang pada tanggal 8 Desember 2010.

Halaman 18

24) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Investindo Nusantara Sekuritas, di Polrestabes Semarang pada tanggal 14 Desember 2010.

IV. 1.

AKTIVITAS PENGAWASAN Pengawasan terhadap Emiten / Perusahaan Publik. Sepanjang tahun 2010, terdapat 123 aksi korporasi yang dilakukan Emiten/ Perusahaan Publik dengan rincian: a. 2 Penggabungan Usaha (merger). b. 10 Penawaran Tender (Tender Offer). c. 12 emiten melakukan Transaksi Material. d. 2 emiten melakukan Perubahan Nama. e. 6 emiten melakukan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. f. 53 emiten melakukan transaksi afiliasi dan atau transaksi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. g. 11 emiten melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD. h. 12 emiten melakukan Transaksi Material sekaligus Transaksi Afiliasi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. i. 8 emiten melakukan Pembelian Kembali Saham. j. 5 emiten melakukan Pembelian Kembali Obligasi. k. 2 emiten melakukan Kuasi Reorganisasi. Berikut informasi lengkap atas aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik: a. 2 Penggabungan Usaha (Merger). - PT Tri Polyta Tbk. merger dengan PT Chandra Asri. - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. merger dengan PT Multiphala Agrinusa dan PT Bintang Terang Gemilang. b. 10 Penawaran Tender (Tender Offer), yaitu: No.
1. 2. 3. 4. 5.

Nama Perusahaan
PT Mutiara Timur Pratama PT Meadow Indonesia PT Ramba Energy Indonesia Limited PT Multi Bintang Indonesia Tbk. PT Kageo Igar Jaya Tbk.

No.
6. 7. 8. 9. 10.

Nama Perusahaan
PT Teijin Indonesia Fiber Tbk. PT Allbond Makmur Usaha Tbk. PT Aqua Golden Mississippi Tbk. PT Aneka Kemasindo Utama Tbk. PT Titan Kimia Nusantara Tbk.

c. 12 emiten melakukan Transaksi Material, dengan rincian: No.


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama Perusahaan
PT Allbond Makmur Usaha Tbk. PT Eterindo Wahanatama Tbk. PT Bumi Resources Tbk. PT Indal Aluminium Industry Tbk. PT Matahari Department Store Tbk. PT Matahari Putra Prima Tbk.

No.
7. 8. 9. 10. 11. 12.

Nama Perusahaan
PT Intiland Development Tbk. PT Petrosea Tbk. PT Sona Topas Toursm Industry Tbk. PT Nusantara Infrastruktur Tbk. PT Bank Mayapada Tbk. PT Dharmindo Adhiduta Tbk.

d. 2 emiten melakukan perubahan nama, yakni:

Halaman 19

No.
1. 2.

Nama Semula
PT Teijin Indonesia Fiber Tbk. PT Kageo Igar Jaya Tbk.

Nama Baru
PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. PT Champion Pacific Indonesia Tbk.

e. 6 emiten melakukan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, yaitu: No.


1. 2. 3.

Nama Perusahaan
PT Barito Pasific Tbk. PT Eterindo Wahanatama Tbk. PT Cita Mineral Investindo Tbk.

No.
4. 5. 6.

Nama Perusahaan
PT Akasha Wira International Tbk. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. PT Modern Internasional Tbk.

f.

53 emiten melakukan transaksi afiliasi dan atau transaksi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, yaitu: No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Nama Perusahaan
PT Indonesia Prima Property Tbk. PT Petrosea Tbk. PT Indoexchange Tbk. PT Catur Sentosa Adiprna Tbk. PT Central Omega Resources Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Pesero) Tbk. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. PT Bank Permata Tbk. PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Centrin Online Tbk. PT Jasa Marga Tbk. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. PT Matahari Department Store Tbk. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Intiland Development Tbk. PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. PT First Media Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Eksekutif Internasional Tbk. PT Star Pacific Tbk. PT Bumi Serpong Damai Tbk. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. PT Bank Central Asia Tbk. PT Sara Lee Body care Indonesia

No.
28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52.

Nama Perusahaan
PT Dynaplast Tbk. PT AKR Corporindo Tbk. PT Central Proteinaprima Tbk. PT SMART Tbk. PT Bayan Resources Tbk. PT Barito Pacific Tbk. PT HM Sampoerna Tbk. PT Kimia Farma Tbk. PT Indofarma Tbk. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. PT BISI International Tbk. PT Astra Otoparts Tbk. PT Sekar Bumi Tbk. PT Bentoel Internasional Investama Tbk. PT Citra Tubindo Tbk. PT Sucaco Tbk. PT Dharmindo Adhiduta Tbk. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. PT Resources Alam Indonesia Tbk. PT Indal Aluminium Industry Tbk. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. PT Berlina Tbk PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. PT Ciputra Surya Tbk.

Halaman 20

26. 27.

Tbk. PT Bank Mayapada Tbk. PT Nusantara Infrastruktur Tbk.

53.

PT.Mandom Indonesia Tbk.

g. 11 emiten melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yakni: No.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama Perusahaan
PT Indonesia Air Transport Tbk. PT Metrodata Electronik Tbk. PT Agis Tbk. PT Inter Delta Tbk. PT Mobile 8 Telecom Tbk. PT Teijin Indonesia Fiber Tbk.

No.
7. 8. 9. 10. 11.

Nama Perusahaan
PT Tunas Baru Lampung Tbk. PT Bumi Resources Tbk. PT ATPK Reosurces Tbk. PT Bukaka Teknik Utama Tbk. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.

h. 12 emiten melakukan Transaksi Material sekaligus Transaksi Afiliasi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. No.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama Perusahaan
PT Matahari Departement Store Tbk PT Matahari Putra Prima Tbk PT Intiland Development Tbk PT Petrosea Tbk PT Sona Topas Toursm Industry Tbk. PT Nusantara Infrastruktur Tbk.

No.
7. 8. 9. 10. 11. 12.

Nama Perusahaan
PT Bank Mayapada Tbk PT Dharmindo Adhiduta Tbk PT Cipendawa Tbk PT Pelat Timah Nusantara Tbk. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

i.

8 emiten melakukan Pembelian Kembali Saham, yakni: No.


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Nama Perusahaan
PT Jaya Real Property Tbk. PT Global Mediacom Tbk. PT Kalbe Farma Tbk. PT Argha Karya Prima Industry Tbk. PT Kageo Igar Jaya Tbk. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. PT Media Nusantara Citra Tbk. PT Global Mediacom Tbk.

Keterangan
Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 Melalui prosedur Peraturan XI.B.3 Melalui prosedur Peraturan XI.B.3

j.

5 emiten melakukan Pembelian Kembali Obligasi No. 1. 2. 3. Nama Perusahaan PT BNI Securities PT Bhakti Finance PT Mobile 8 Telecom Tbk. No. 4. 5. Nama Perusahaan PT Lautan Luas Tbk. PT Aetra Air Jakarta

k. 2 emiten melakukan Kuasi Reorganisasi, yakni PT Suryamas Duta Makmur Tbk. dan PT Holcim Indonesia Tbk.

Halaman 21

2.

Uji Kepatuhan Perusahaan Efek dan Lembaga Efek Uji kepatuhan lembaga efek dilakukan melalui pemeriksaan rutin kepada para pelaku pasar modal khususnya Lembaga Efek. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tugas dan fungsi Bapepam-LK dalam melakukan pembinaan dan pengawasan pasar modal. Pemeriksaan rutin bertujuan untuk memastikan kepatuhan Lembaga Efek terhadap peraturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku. Selama periode Januari hingga Desember 2010, Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap: 34 Perusahaan Efek (PE), yang terdiri dari 14 Kantor Pusat PE Anggota Bursa, 15 Kantor Cabang PE Anggota Bursa, 4 PE Non Anggota Bursa dan 1 Kantor Cabang PE Non Anggota Bursa. 1 SRO, yaitu PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Dalam melakukan uji kepatuhan PE, pemeriksaan dilakukan terhadap antara lain organisasi PE, pengendalian dan pengawasan internal, penyelenggaraan pembukuan, perlindungan aset-aset nasabah, Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) khususnya dalam hal kesesuaian dalam perhitungan dan penyajiannya. Sedangkan dalam pemeriksaan rutin SRO, pemeriksaan dilakukan terhadap antara lain organisasi, operasional, pelaporan dan pemeliharaan dokumen. Dari hasil pemeriksaan kepatuhan terhadap 34 PE, 2 PE dikenakan sanksi penghentian sementara (suspensi) kegiatan usaha sebagai Perusahaan Efek, 12 PE diberikan teguran tertulis dan 20 PE masih dalam proses penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Disamping itu, pada periode yang sama, Bapepam-LK telah melakukan monitoring terhadap : 14 Perusahaan Efek (PE), yang terdiri dari 10 Kantor Pusat PE Anggota Bursa dan 4 Kantor Cabang PE Anggota Bursa. 10 Biro Administrasi Efek (BAE). 10 Bank Kustodian (BK). Monitoring dilakukan guna memastikan bahwa perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berkesinambungan hingga saat ini. Pengawasan Perdagangan Dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Bapepam-LK secara rutin melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan pasar modal berupa pemantauan transaksi perdagangan saham harian terhadap 421 emiten dan 39 waran, serta perdagangan obligasi meliputi obligasi perusahaan (corporate bonds) sebanyak 287 seri dan Surat Berharga Negara sebanyak 95 seri disamping juga melakukan pengawasan terhadap perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) dan Exchange Trade Funds (ETF). Selanjutnya Bapepam-LK juga telah melakukan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap dugaan transaksi tidak wajar. Penelaahan dan pemeriksaan teknis dilakukan guna memperoleh petunjuk awal yang memadai sehingga dapat dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah menyelesaikan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap indikasi perdagangan tidak wajar atas sejumlah kasus dengan rincian:

3.

Halaman 22

16 kasus dugaan pelanggaran pasal 91 dan 92 tentang perdagangan semu dan manipulasi pasar, dan - 2 kasus dugaan Penggunaan Informasi Orang Dalam Dari keselurahan kasus tersebut, 10 memiliki petunjuk awal yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi pemeriksaan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan, sementara 4 kasus lainnya tidak ditemukan petunjuk lebih awal untuk diteruskan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Adapaun saat ini, Bapepam-LK sedang melakukan penelaahan terhadap 4 kasus dugaan perdagangan tidak wajar. 4. Pengawasan Terhadap Manajer Investasi Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah mencabut 8 izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi karena tidak memenuhi ketentuan sebagai Manajer Investasi, yaitu: a. PT. Brahma Capital; b. PT. Danpac Asset Management; c. PT. Eurocapital Peregrine Securities; d. PT. TDM Aset Manajemen; e. PT. AmCapital Indonesia; f. PT. Synergy Asset Management; g. PT. Masindo Artha Securities; h. PT. Majapahit Securities Tbk. (d/h PT. Asia Kapitalindo Securities, Tbk.). Pengawasan terhadap Reksa Dana dan Agen Penjual Efek Reksa Dana Pada tahun 2010, Bapepam-LK melakukan pemeriksaan terhadap 28 Manajer Investasi. Dari 28 Manajer Investasi yang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, 6 Manajer Investasi diberikan sanksi pembatasan kegiatan usaha dan 3 Manajer Investasi dilimpahkan kepada Biro Pemeriksaan dan Penyidikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga melakukan tindakan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) oleh Manajer Investasi. Pemeriksaan kepatuhan terhadap APERD pada tahun 2010 dilakukan terhadap 21 APERD pada 3 kantor pusat dan 81 kantor cabang APERD yang berada di 18 kota yaitu Jakarta, Palu, Balikpapan, Semarang, Solo, Denpasar, Surabaya, Makasar, Bandung, Palembang, Yogyakarta, Jambi, Manado, Lampung, Malang, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dipenuhinya Peraturan Bapepam-LK serta memastikan kecukupan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh APERD baik di kantor pusat maupun di kantor cabang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepatuhan, terdapat 2 APERD yang diberikan sanksi pembekuan kegiatan usaha, penutupan 1 kantor cabang sebagai penjual Reksa Dana, dan pemberian sanksi pembinaan. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 206 Reksa Dana termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Reksa Dana Terproteksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepatuhan terhadap Reksa Dana, beberapa Manajer Investasi selaku pengelola Reksa Dana diberikan sanksi pembinaan berupa perintah untuk melakukan tindakan tertentu dalam rangka perbaikan pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan kepatuhan terhadap Bank Kustodian selaku Bank Kustodian Reksa Dana dilakukan terhadap 1 Bank Kustodian. Selain itu Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan terhadap 2 Efek Beragun Aset (EBA) yang dilakukan terhadap pihakpihak seperti Manajer Investasi selaku pengelola EBA, Bank Kustodian selaku

5.

Halaman 23

administrator, dan servicer selaku pemberi jasa penagihan di 4 kantor cabang servicer. Dalam pemeriksaan EBA ditemukan beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan secara administrasi oleh Manajer Investasi, Bank Kustodian, dan juga Servicer.

V. 1.

PENEGAKAN HUKUM Pemeriksaan dan Penyidikan Sampai dengan diterbitkannya siaran pers ini, Bapepam-LK telah melakukan Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal atas 129 kasus dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan melakukan Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 101 Undang-undang Pasar Modal terhadap 12 kasus dugaan tindak pidana di bidang Pasar Modal. Kasus-kasus dugaan pelanggaran Pasar Modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik, perdagangan Efek, dan pengelolaan investasi. Kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik antara lain dugaan pelanggaran atas ketentuan Transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan, Transaksi Material, Keterbukaan Pemegang Saham Tertentu, Informasi atau Fakta Material Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik, Penyajian Laporan Keuangan, Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan lain-lain. Kasus-kasus yang berkaitan dengan perdagangan Efek antara lain dugaan pelanggaran manipulasi pasar, perdagangan semu, dan perdagangan orang dalam. Kasus-kasus yang berkaitan dengan pengelolaan investasi antara lain pelanggaran perilaku oleh Manajer Investasi. Dari 129 kasus Pemeriksaan, 73 kasus telah selesai diproses dan sisanya masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan lanjutan. Selanjutnya, dari 73 kasus yang telah selesai diproses tersebut, 33 kasus telah dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK dalam bentuk sanksi administratif dan atau perintah untuk melakukan tindakan tertentu kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Dalam rangka penegakan hukum, Bapepam-LK telah dan akan terus bekerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya antara lain Kejaksaan Agung dan Kepolisian demi terciptanya kepastian hukum di bidang Pasar Modal. Pengenaan Sanksi Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan upaya penegakan hukum, termasuk didalamnya menetapkan sanksi administratif kepada para pelaku pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Bentuk sanksi yang ditetapkan cukup beragam, yaitu pencabutan izin usaha, baik kepada institusi maupun kepada perorangan, pembekuan izin usaha, sanksi denda, serta peringatan tertulis. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, Bapepam-LK selalu melakukan paparan publik (melalui press release) atas sanksi yang telah ditetapkan, khususnya terhadap kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Adapun secara ringkas penetapan sanksi yang dilakukan sepanjang tahun 2010 adalah sebagai berikut: a. Sanksi Denda, dengan nilai total sebesar Rp. 12.849.500.000,00 dijatuhkan kepada 420 Pihak: - 207 Emiten/PP dengan total denda sebesar Rp. 11.504.700.000,00. - 65 Manajer Investasi dengan total denda sebesar Rp. 414.500.000,00

2.

Halaman 24

b.

c.

d.

e.

f. g.

h.

i.

64 Perusahaan Efek dengan total denda sebesar Rp. 565.900.000,00 2 Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek dengan total denda sebesar Rp. 200.000,00 - 16 Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dengan total denda sebesar Rp. 27.800.000,00 - 1 Perusahaan Pemeringkat Efek dengan total denda sebesar Rp. 1.800.000,00 - 1 Penerbit Efek Syariah dengan total denda sebesar Rp. 3.100.000,00 - 3 Bank Kustodian dengan total denda sebesar Rp. 6.700.000,00 - 5 Biro Administrasi Efek dengan total denda sebesar Rp. 25.100.000,00 - 1 Wakil Perantara Pedagang Efek dengan total denda sebesar Rp. 50.000.000,00 - 31 Akuntan Publik dengan total denda sebesar Rp. 119.900.000,00 - 24 Perusahaan Penilai dengan total denda sebesar Rp. 129.800.000,00 Pencabutan Izin Usaha dan Pencabutan Ijin Orang Perseorangan diberikan kepada 25 Pihak: - 2 Manajer Investasi - 1 Perantara Pedagang Efek - 1 Penjamin Emisi Efek - 13 Wakil Manajer Investasi - 4 Wakil Perantara Pedagang Efek - 4 Wakil Penjamin Emisi Efek Pembekuan Izin Orang Perseorangan kepada 3 Pihak: - 1 Wakil Manajer Investasi - 2 Wakil Perantara Pedagang Efek Peringatan Tertulis kepada 62 Pihak: - 11 Perusahaan Efek - 1 Direktur Manajer Investasi - 2 Wakil Perusahaan Efek - 47 Emiten dan Perusahaan Publik - 1 Akuntan Publik Larangan melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal kepada 2 Pihak: - 1 Komisaris Utama MI - 1 Waki Perusahaan Efek Perintah untuk membubarkan Reksa Dana yang dikelolannya,kepada 1 Pihak: - 1 Manajer Investasi. Perintah untuk menyelesaikan permasalahan dengan nasabah KPD, kepada 1 Pihak: - 1 Manajer Investasi Larangan menjadi Direktur dan/atau Komisaris pada Perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal, kepada 1 Pihak - 1 Orang Larangan untuk melakukan tindakan pengendalian Perusahaan Efek, kepada 1 Pihak: - 1 Pemegang Saham,

3.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi Dengan mempertimbangkan reaksi positif dari masyarakat dan mengingat keberadaan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana

Halaman 25

Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) masih dibutuhkan pada tahun 2010 untuk menyelesaikan dan melanjutkan program-program yang telah ditetapkan, Satgas Waspada Investasi diperpanjang masa kerjanya berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-328/BL/2010 tanggal 21 Juli 2010. Saat ini keanggotaan Satgas Waspada Investasi terdiri dari perwakilan pejabat/pegawai pada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Satgas Waspada Investasi memiliki 2 program kerja yaitu Program Pencegahan dan Program Penanganan. Program Pencegahan dilakukan melalui sosialisasi yang berupa Public Expose, penayangan iklan layanan masyarakat, penyebaran brosur dan poster, serta menyelenggarakan seminar/workshop di kota besar mengenai tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Tujuan pokok dari kegiatan pencegahan adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk penghimpunan dana dan pengelolaan investasi, baik yang legal maupun yang ilegal. Dengan demikian diharapkan akan timbul sikap kritis dan waspada pada masyarakat terhadap berbagai bentuk penawaran investasi. Penanganan atas kasus yang dilaporkan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pertemuan antar instansi anggota Satgas Waspada Investasi untuk membahas kasuskasus yang masuk, tindakan pemeriksaan atau penyidikan kasus, serta pemeriksaa/investigasi bersama atas suatu dugaan pelanggaran. Selama tahun 2010, sampai dengan akhir tahun Satgas Waspada Investasi telah melaksanakan 4 kali seminar/sosialisasi Waspada Investasi di 4 kota besar di Indonesia. Untuk lebih menyebarluaskan keberadaan Satgas Waspada Investasi dan program-programnya, sosialisasi juga dilaksanakan melalui talkshow Radio, penayangan iklan layanan masyarakat terkait Waspada Investasi di media cetak dan elektronik, serta 5 kali pameran/sosialisasi waspada investasi di pusat perbelanjaan. Dalam bidang penanganan kasus, selama tahun 2010 Satgas Waspada Investasi telah menangani 30 pengaduan masyarakat yang masuk.

VI.

KAJIAN DAN SOSIALISASI KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Studi tentang Kesiapan dan Kebutuhan Infrastruktur On-line Trading di Pasar Modal Indonesia Perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan cepat dan efisien merupakan bagian tantangan yang mesti dihadapi pelaku Pasar Modal. Perdagangan Efek melalui jaringan internet atau media lain yang memungkinkan investor menyampaikan order secara langsung kepada intermediari (disebut online trading) merupakan salah satu cara menjawab tantangan tersebut. Praktik online trading merupakan sesuatu yang lazim yang dilaksanakan di luar negeri, dan mendapat perhatian dan dukungan dari IOSCO melalui beberapa rekomendasi yang diterbitkannya sejak tahun 1998. Dalam menghadapi ketatnya persaingan online trading lintas negara maka menuntut kesiapan pelaku dan regulator. Hal ini akan diikuti dengan upaya penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan pelaku dalam penerapan online trading. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan referensi dan

Halaman 26

acuan yang komprehensif terkait penerapan online trading di Indonesia berupa kesiapan pelaku, praktik yang umum dilakukan, rekomendasi lembaga internasional, praktik dan pengaturan di luar negeri, hambatan yang dihadapi, dan kebutuhan infrastruktur sistem dan regulasi. 2. Studi Tentang Kajian Inisiatif Integrasi Pasar Sekunder Asean Integrasi Pasar Sekunder Asean melalui ACE (Asean Common Exchange) Linkage merupakan strategi kerangka aliansi Bursa Efek di negara-negara anggota ASEAN (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Phillipina, dan Vietnam) untuk menyediakan gateway yang memungkinkan Perusahaan Efek anggota Bursa Efek dari negara ASEAN dapat melakukan akses ke Bursa Efek domestik melalui pengembangan sistem order routing. Kajian yang mendalam perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan diri dalam rangka mewujudkan kerjasama bursa efek regional yang lebih baik bagi pengembangan pasar modal domestik di masa depan. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa manfaat dan biaya serta kesiapan inisitif ACE bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Pada akhirnya pasar modal Indonesia diharapkan dapat menghadapi persaingan regional dan global serta memiliki peran yang sangat diperhitungkan baik secara regional maupun global. 3. Studi tentang Pola Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa Beberapa kasus yang terjadi dan juga perbedaan penafsiran atas beberapa ketentuan terkait dengan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa merupakan tantangan dan permasalahan yang berpotensi memberikan ketidakpastian hukum di Pasar Modal Indonesia. Tim reviu SRO yang terdiri dari Bapepam-LK dan SRO pada laporannya di tahun 2007 telah mengidentifikasikan kelemahan yang terjadi dalam proses penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa terutama dalam proses penanganan transaksi gagal bayar yang dilakukan oleh KPEI. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji ulang peraturan terkait dengan praktik penjaminan Transaksi Bursa yaitu Peraturan Bapepam-LK Nomor: III.B.6 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa dan Peraturan Nomor: III.B.7 tentang Dana Jaminan jika dibandingkan dengan praktik penjaminan saat ini dan untuk mendapatkan referensi yang komprehensif terkait pola penjaminan dan penanganan kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa berupa rekomendasi lembaga internasional dan praktik di luar negeri. Hasil studi ini akan dijadikan sebagai salah satu acuan dan referensi dalam melakukan perubahan kedua peraturan Bapepam-LK di atas. 4. Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder Surat Berharga Negara (SBN) Dalam melakukan pengembangan pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) Bapepam-LK perlu melakukan koordinasi dan pembahasan penyusunan kebijakan dengan semua pihak terkait khususnya BEI sehingga pengembangan pasar SBN dapat dilaksanakan secara komprehensif dan terkoordinasi. Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengaturan dan pengawasan perdagangan SBN. Pada tahun 2010, koordinasi pengembangan pasar SBN difokuskan pada upaya untuk mencapai efektifitas pengaturan dan pengawasan perdagangan SBN berupa pengembangan sistem pelaporan, perdagangan/kuotasi SBN melalui Centralized Trading Platform (CTP), pemantauan efektifitas implementasi peraturan X.M.3, dan pembahasan Global Master Repo Agreement (GMRA). Hasil koordinasi dan pembahasan dituangkan dalam satu bentuk Laporan Hasil Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder SBN yang disusun oleh Tim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam-LK.

Halaman 27

5. Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal Dalam rangka menindaklanjuti hasil review terhadap SRO yang dilakukan Bapepam-LK tahun 2007, dan dalam rangka meningkatkan efektifitas pengawasan Bapepam-LK dan SROs sejak tahun 2009 telah dicanangkan pengembangan infrastruktur Pasar Modal dari segala dimensi yang terkait dengan pasar sekunder. Pengembangan dilaksanakan oleh satu Tim dibawah koordinasi Bapepam-LK yaitu Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. Terdapat 3 kegiatan utama dan 9 proyek penunjang dalam rangka pengembangan infrastruktur Pasar Modal. Proyek utama terdiri dari pengembangan Identitas Tunggal Pemodal (Single Investor Identity/SID), pengembangan Straight Through Processing (STP), dan pengembangan Data dan Informasi Warehouse. Sedangkan proyek penunjang merupakan kegiatan yang langsung terkait dan menjadi prasyarat suksesnya kegiatan utama di atas antara lain pelaporan Delivery Free of Payment (DFoP), kajian partisipasi kliring dan penjaminan dengan skema baru, pembentukan dana perlindungan pemodal, pelaporan MKBD dan penyusunan Pedoman Akuntasi Perusahaan Efek (PAPE). Pada tahun 2010 terdapat beberapa kegiatan penunjang yang sudah diimplementasikan antara lain analisis dormant account, pemberian fasilitas intraday dalam penyelesaian Transaksi Bursa oleh KPEI, dan pengembangan investor Area (AKSes). Disamping itu terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2010 namun berkelanjutan pada tahun 2011. Kegiatan pengembangan ini akan terus berlangsung sampai dengan tahun 2012. 6. Studi tentang Biaya dan Komisi Reksa Dana Dalam menjalankan aktivitasnya mengelola portofolio investasi para Pemegang Unit Penyertaan, Manajer Investasi memerlukan berbagai biaya operasional serta mengenakan biaya dan komisi tertentu kepada pemodal. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai praktik pengungkapan dan pengenaan biaya dan komisi Reksa Dana di pasar modal Indonesia yang ada saat ini. Selain itu, studi ini menghimpun pandangan pemodal Reksa Dana dan Manajer Investasi mengenai biaya dan komisi Reksa Dana. Regulasi yang dikeluarkan oleh negaranegara lain juga dibahas untuk dapat dibandingkan dengan praktik yang berlaku di Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan peraturan yang ada saat ini dalam rangka memperkuat industri Reksa Dana serta memastikan perlindungan terhadap pemodal Reksa Dana di pasar modal Indonesia. 7. Studi tentang Biaya Pemenuhan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal Indonesia Pemodal wajib dilindungi dari kecurangan dan tindak pidana pasar modal serta mendapat jaminan atas penyampaian informasi material dan tepat waktu. Salah satu upaya perlindungan adalah melalui kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan. Khusus untuk Emiten dan Perusahaan Publik, kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan tersebut akan berlangsung selama perusahaan tersebut menggunakan dana masyarakat baik itu melalui penjualan bersifat ekuitas maupun utang. Kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan tersebut tentunya akan menimbulkan beban biaya bagi Emiten atau Perusahaan Publik. Idealnya beban biaya yang harus ditanggung ini harus dipertimbangkan secara matang oleh Emiten dan Perusahaan Publik sebelum perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum dan juga menjadi pertimbangan bagi regulator sebelum mengeluarkan suatu peraturan sehingga ada keseimbangan antara manfaat yang diperoleh bagi dan biaya yang harus ditanggung oleh industri secara keselurahan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi keterbukaan informasi apa saja

Halaman 28

yang harus ditanggung oleh Emiten dan Perusahaan Publik serta menghitung besarnya biaya yang harus ditanggung dalam rangka pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi tersebut. 8. Studi tentang Peran Regulator dan Pihak Terkait dalam Mendorong Perusahaan Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia Studi ini bertujuan untuk menyusun database perusahaan yang berpotensi melakukan IPO serta menetapkan skema sosialisasi bagi perusahaan yang berpotensi IPO. Dalam studi ini, selain studi kepustakaan, juga dilakukan studi lapangan dengan melakukan wawancara dan diskusi intensif dengan narasumber dan beberapa pihak terkait serta melakukan penyebaran kuesioner. Adapun responden penelitian ini adalah Perseroan Terbatas (PT) yang belum melakukan Initial Public Offering (IPO) atau belum masuk pasar modal Indonesia. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Bapepam-LK dalam membuat kebijakan pengembangan pasar modal Indonesia. 9. Studi tentang Potensi Perusahaan Modal Ventura sebagai Alternatif Investasi Studi ini bertujuan untuk memetakan karakteristik Modal Ventura Indonesia sebagai sumber pembiayaan ekonomi dan melakukan kajian terhadap aspek potensi Perusahaan Modal Ventura sebagai alternatif tujuan investasi dalam Lembaga Keuangan Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi aspek-aspek pendukung yang mempengaruhi keputusan investasi guna pengembangan Perusahaan Modal Ventura baik dari sisi internal maupun sisi eksternal. 10. Studi tentang Potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai Penyelenggara Dana Pensiun Lembaga Keuangan Studi ini dilakukan untuk mengetahui potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk bertindak sebagai pendiri Dana Pensiun, khususnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Selanjutnya, studi ini juga menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat BPD untuk menggunakan pengalaman mereka sebagai pengelola Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan keahlian mereka dalam mengelola keuangan. Hasil studi ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengembangkan industri Dana Pensiun di Indonesia. 11. Kajian Standar Akuntansi Internasional Program Konvergensi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke International Financial Reporting Standards (IFRS) telah menjadi program nasional, dan ditargetkan bahwa program tersebut akan tercapai pada tahun 2012. Sebagai regulator di bidang Pasar Modal dan industri keuangan non bank, Bapepam-LK secara aktif turut mendukung upaya pencapaian target tersebut baik secara langsung dan tidak langsung. Salah satu hal yang dilakukan Bapepam-LK adalah melakukan kajian terhadap standar akuntansi internasional yang dijadikan dasar dalam menyusun PSAK revisi, yaitu International Accounting Standards (IAS) dan IFRS. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya Bapepam-LK juga telah melakukan kajian serupa, dan hasilnya menjadi kontribusi dalam merevisi PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan, PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis dan PSAK 53 tentang Pembayaran Berbasis Saham. Untuk tahun 2010 ini BapepamLK melakukan kajian terhadap IAS 33 tentang Earning per Share. Hasil kajian dimaksud nantinya diharapkan dapat digunakan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia sebagai bahan untuk merevisi PSAK 56 tentang Laba Per Saham. Selanjutnya, hasil PSAK 56 revisi tersebut

Halaman 29

akan dijadikan acuan dalam merevisi peraturan Bapepam-LK terkait, antara lain Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. 12. Penyusunan Buletin Akuntansi Staf (BAS) BAS merupakan interpretasi dan praktik terhadap suatu ketentuan di bidang akuntansi dan auditing yang dilaksanakan oleh staf di biro teknis dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan dalam melaksanakan tugasnya. Pada tahun 2010 dilakukan penyusunan 2 BAS yaitu BAS 12 dan BAS 13. BAS 12 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi oleh Emiten atas transaksi akuisisi suatu entitas yang merupakan entitas sepengendali dari pembeli siaga dalam penawaran umum terbatas yang dilakukan oleh Emiten tersebut. Sedangkan BAS 13 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas menara telekomunikasi, apakah diperlakukan sebagai aset tetap atau properti investasi. 13. Sosialisasi Konvergensi PSAK ke IFRS Dalam rangka mendukung program konvergensi PSAK ke IFRS, salah satu hal yang penting dilakukan adalah sosialisasi dari standar akuntansi yang telah berbasis IFRS kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan kesadaran dan pemahaman kepada peserta bahwa terdapat perubahan atas sejumlah standar akuntansi yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2011. Sampai dengan akhir tahun 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah menerbitkan 16 PSAK dan 7 Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2010 serta beberapa standar akuntansi lainnya yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2012. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan SRO dan asosiasi industri. Adapun peserta yang menjadi target dari sosialisasi ini adalah perusahaan yang berada dalam ruang lingkup pengawasan Bapepam-LK, yang meliputi Emiten, Perusahaan Publik, Perusahaan Efek, Manajer Investasi, Perusahaan Pembiayaan dan Penjaminan, Perusahaan Perasuransian dan Dana Pensiun. Di samping itu sosialisasi juga diberikan kepada pegawai Bapepam-LK dan SRO sebagai regulator yang mengawasi kepatuhan perusahaan dalam menyusun laporan keuangannya. Selama bulan Juli sampai dengan November 2010 telah dilaksanakan sebanyak 9 kali sosialisasi yaitu untuk Perusahaan Efek, Manajer Investasi dan Bank Kustodian, pegawai Bapepam-LK serta SRO, Emiten dan Perusahaan Publik, Perusahaan Pembiayaan dan Penjaminan, Perusahaan Perasuransian, dan Dana Pensiun. Program ini direncanakan akan berkelanjutan di tahun 2011, dengan materi sosialisasi berupa standar akuntansi yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2012. 14. Kajian Revisi Peraturan VIII.G.7 Peraturan Nomor VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep06/PM/2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan (VIII.G.7) yang dikeluarkan pada tanggal 13 Maret 2000 merupakan pedoman penyajian laporan keuangan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. Dalam perkembangannya, selama kurun waktu 2001-2010 telah banyak dilakukan revisi atas PSAK dan ISAK yang disesuaikan dengan standar akuntansi internasional, yaitu IAS/IFRS. Revisi atas PSAK yang paling signifikan dilakukan selama tahun 2009 dan 2010, sejalan dengan target pencapaian konvergensi di tahun 2012.

Halaman 30

Dengan adanya revisi atas PSAK dan ISAK menjadikan beberapa bagian dari peraturan VIII.G.7 tidak relevan lagi dengan perkembangan standar yang ada. Untuk itu perlu dilakukan kajian untuk melihat sejauh mana pengaruh dari perubahan standar akuntansi dimaksud terhadap peraturan VIII.G.7. Adapun fokus kajian pada tahun 2010 adalah untuk memetakan perubahan PSAK dan ISAK yang telah diterbitkan dan membandingkannya dengan peraturan VIII.G.7. Hasil kajian diharapkan akan mempermudah dalam proses revisi peraturan VIII.G.7 yang direncanakan di tahun 2011. 15. Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) merupakan kegiatan pendukung Strategic Management Office (SMO) Bapepam-LK mengenai pengembangan infrastruktur Pasar Modal. Penyusunan dilatarbelakangi oleh adanya keberagaman pencatatan transaksi yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh Perusahaan Efek baik sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek maupun sebagai Manajer Investasi sehingga laporan keuangan Perusahaan Efek akan sulit diperbandingkan satu sama lain. Sejalan dengan program konvergensi PSAK ke IFRS, telah banyak standar akuntansi yang telah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan standar akuntansi internasional. Hal yang paling berpengaruh terhadap Perusahaan Efek adalah diterbitkannya PSAK 50 dan PSAK 55 yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan terkait instrumen keuangan. Selain itu pencabutan beberapa PSAK berbasis industri seperti PSAK 42 tentang Akuntansi Perusahaan Efek yang selama ini dijadikan pedoman bagi Perusahaan Efek menyebabkan keberadaan PAPE semakin penting sebagai acuan. Kegiatan penyusunan PAPE dilakukan dengan membentuk tim yang anggotanya berasal dari Bapepam-LK, SRO serta IAI. Dalam penyusunan PAPE ini Tim dibantu oleh konsultan yang ditunjuk yaitu Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan. Sampai dengan akhir 2010 telah disusun draft PAPE, dan diharapkan draft ini akan diterbitkan sebagai peraturan pada tahun 2011. 16. Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assessment Program (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) merupakan joint program antara International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. FSAP digunakan sebagai diagnostic test untuk memetakan kondisi sistem keuangan suatu negara dan infrastrukturnya serta mengidentifikasi daya tahan/kerentanan sistem keuangan. FSAP merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Indonesia sesuai dengan hasil G-20 Leaders Summit di Washington DC tanggal 15 November 2008. FSAP di Indonesia dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Pemerintah Indonesia melalui surat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia kepada IMF dan World Bank pada tanggal 23 Desember 2008. Dengan pelaksanaan FSAP diharapkan dapat disusun rekomendasi sebagai dasar melakukan reformasi sektor keuangan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Dalam rangka pelaksanaan FSAP telah dibentuk Tim Pendukung Pelaksanaan FSAP melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 110/KMK.01/2009 dan Nomor 11/18/KEP.GBI/2009 sebagaimana telah diperpanjang dengan SKB Nomor 73/KMK.01/2010 dan Nomor 12/9A/KEP.GBI/2010. Mengingat bahwa sebagian besar ruang lingkup FSAP di Kementerian Keuangan terkait dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non

Halaman 31

Bank, maka Bapepam-LK ditunjuk sebagai koordinator Tim FSAP Kementerian Keuangan. Ruang lingkup FSAP yang dilakukan di Kementerian Keuangan terdiri dari: 1. Formal Assessment: a. International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO), including government bond b. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO) 2. Update: a. ROSC on Accounting and Auditing (AA) b. ROSC on Corporate Governance (CG) 3. Informal Assessment: a. IAIS Insurance Principles Dalam pelaksanaan FSAP di Kementerian Keuangan, Tim FSAP telah melakukan self assessment atas materi yang dicakup dalam ruang lingkup di atas. Di samping itu, untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan FSAP secara umum dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam pelaksanaannya, Tim juga telah melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait seperti Emiten, SRO, Perusahaan Efek, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pembiayaan, Manajer Investasi, Reksa Dana, Akuntan Publik, Konsultan Hukum, asosiasi terkait dan regulator. Selama tahun 2009-2010, pihak assessor telah melakukan beberapa kunjungan ke Indonesia untuk melakukan assessment dan mengadakan pertemuan baik dengan regulator maupun dengan pelaku pasar yang difasilitasi oleh Bapepam-LK. Sampai dengan akhir 2010, Tim FSAP World Bank telah mengirimkan beberapa draft reports terkait dengan hasil assessment yang dilakukannya, dan Tim FSAP telah memberikan tanggapan terhadap beberapa draft dimaksud. Adapun hasil FSAP yang telah dipublikasikan adalah summary hasil FSAP yang disusun IMF dalam bentuk Financial System Stability Assessment (FSSA) dan telah dibahas dalam IMF Board Meeting, yang dipublikasikan pada bulan September 2010. Sedangkan final report untuk ROSC CG telah dipublikasikan pada bulan Desember 2010. 17. Analisis Pelaksanaan Tata Kelola yang Baik bagi Emiten dan Perusahaan Publik Kegiatan analisis pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik bagi Emiten dan Perusahaan Publik dilakukan dalam rangka memperoleh gambaran mengenai sejauh mana Emiten dan Perusahaan Publik telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan perusahaan. Data yang digunakan bersumber dari Laporan Tahunan 2009 dengan menitikberatkan pada aspek-aspek yang dipersyaratkan dalam Peraturan No. X.K.6, seperti jumlah Dewan Komisaris, Komisaris Independen, Dewan Direksi, jumlah rapat dan frekuensi kehadiran Komisaris, jumlah rapat dan frekuensi kehadiran Dewan Direksi, Komite Audit dan komite lainnya, pengungkapan Komite Audit yang merupakan Komisaris Independen, Unit Internal Audit, struktur pemegang saham perseroan, serta keterbukaan informasi mengenai remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. 18. Kajian Lanjutan Praktik Backdoor Listing 2010 Dalam Kajian ini dilakukan analisa terhadap Emiten yang melakukan praktik backdoor listing melalui RTO (Reverse Takeover) dengan pemenuhan kriteria berdasarkan referensi dari beberapa negara. Berdasarkan pengujian kriteria

Halaman 32

tersebut maka praktik backdoor listing melalui RTO telah dilakukan di Pasar Modal Indonesia. Praktik backdoor listing dilakukan melalui serangkaian aksi perusahaan seperti HMETD, Penggabungan dan Restrukturisasi utang. Selanjutnya, kajian ini merekomendasikan perlunya penyusunan peraturan khusus tentang backdoor listing melalui RTO dengan fokus pada kriteria sebagai kategori backdoor listing melalui RTO, penentuan besaran kriteria dan keterbukaan informasi disesuaikan dengan keterbukaan perusahaan yang melakukan IPO. 19. Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan yang dilakukan tahun 2010 merupakan tindak lanjut dari Penyempurnaan draft tahun 2006 dengan dukungan Kajian 2009 mengenai Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan. Penyempurnaan draft tersebut dilengkapi dengan naskah akademik dengan fokus pengaturan antara lain adalah pembatasan perusahaan yang eligible, perlunya pengajuan Pernyataan Penerbitan Program yang ditekankan pada aspek keterbukaan informasi. 20. Kajian Tentang Perilaku Perusahaan Efek yang Menjalankan Kegiatan Sebagai Perantara Pedagang Efek Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis penerapan Code of Conduct Perusahaan Efek mengacu kepada ketentuan International Organization of Securities Commissions (IOSCO), prinsip Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Code dari The Financial Markets Association ACI Code of Conduct, serta ketentuan dari negara lain dan pengaturan berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT). Dari kajian yang dilakukan diketahui bahwa: Prinsip IOSCO dan OECD telah diimplementasikan atau direfleksikan di peraturan Bapepam-LK, Pengaturan dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris telah mengacu UUPT dan implementasi kode etik yang masih bersifat umum. Kajian merekomendasikan bahwa guna meningkatkan integritas pasar maka perlu diatur secara khusus perilaku Direksi dan Dewan Komisaris untuk meminimalkan penyalahgunaan kewenangan, penyempurnaan kode etik Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek serta perlunya Pendidikan berkelanjutan bagi Direksi dan Dewan Komisaris. 21. Kajian Penyusunan Parameter untuk Mengevaluasi Kegiatan Manajer Investasi (MI) dalam Mengelola Nasabah Kajian ini dilakukan dengan menggunakan parameter yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan perusahaan dalam melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi untuk mengevaluasi kegiatan MI dalam mengelola dana nasabah. Metode yang dilakukan dalam kajian ini adalah dengan mengambil data hasil assessment kegiatan Manajer Investasi oleh Tim Pemeriksa Biro Teknis. Kajian merekomendasi perlunya penerapan peraturan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi di perusahaan MI disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Selanjutnya perlu adanya kajian lebih lanjut untuk menentukan pemenuhan kriteria parameter yang lebih tepat sejalan dengan perkembangan perusahaan baik dari segi dana pengelolaan maupun bisnis conduct-nya.

Halaman 33

VII. PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DI BAPEPAM-LK Pelaksanaan kegiatan reformasi birokrasi di lingkungan Bapepam-LK tidak terlepas dari program reformasi birokrasi Kementerian Keuangan yang diprioritaskan pada penyempurnaan proses bisnis dan peningkatan manajemen sumber daya manusia. Melalui reformasi birokrasi, diharapkan Bapepam-LK mampu menciptakan aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab serta menjadi regulator yang profesional, efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang prima Adapun kegiatan reformasi birokrasi Bapepam-LK sepanjang periode 1 januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : 1. Penyempurnaan Proses Bisnis Penyempurnaan proses bisnis difokuskan dan diarahkan pada upaya meningkatkan layanan publik. Bapepam-LK berusaha mengubah citra dari proses yang cenderung kurang memberi kepastian menuju proses yang pasti pada setiap tahapannya, sehingga publik mendapat kepastian mengenai waktu, persyaratan administrasi, dan biaya (jika ada). Sebagai organisasi yang pro publik, maka penyempurnaan proses bisnis di Bapepam-LK diarahkan untuk menghasilkan proses bisnis yang akuntabel dan transparan, serta mempunyai kinerja yang cepat dan ringkas. Untuk itu, BapepamLK senantiasa menyempurnakan Standard Operating Procedures (SOP) yang dapat menggambarkan setiap jenis keluaran pekerjaan secara komprehensif, melakukan analisis dan evaluasi jabatan pelaksana untuk memperoleh gambaran rinci mengenai tugas yang dilakukan oleh setiap jabatan pelaksana, serta melakukan analisis beban kerja untuk dapat memperoleh informasi mengenai waktu dan jumlah pejabat yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. a. Penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk menunjang pelaksanaan tugas secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel, serta menindaklanjuti hasil penelaahan dan penilaian internal atas SOP, serta memperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tanggal 11 Juli 2008 tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan, Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP71/BL/2007 tanggal 30 April 2007 tentang SOP di lingkungan Bapepam-LK dan telah disempurnakan dengan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP10/BL/2010 tanggal 13 Januari 2010, maka Bapepam-LK sebagai organisasi yang melayani publik senantiasa perlu melakukan penyempurnaan SOP yang ada. Adapun seluruh SOP yang disempurnakan secara garis besar berjumlah sebagai berikut: Penyempurnaan SOP No. 1. 2. 3. 4. 5. Unit Sekretariat Badan Biro Pengelolaan Investasi Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Biro Standar Akuntasi dan = = = = = Revisi 16 SOP 2 SOP Usulan Baru 6 SOP 1 SOP 1 SOP 5 SOP Jumlah 22 SOP 2 SOP 1 SOP 1 SOP 5 SOP

Halaman 34

6.

Keterbukaan Biro Kepatuhan Internal. Total

= =

18 SOP

2 SOP 15 SOP

2 SOP 33 SOP

Selanjutnya melalui persetujuan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, maka penyempurnaan SOP di lingkungan Bapepam-LK tersebut di atas akan ditetapkan dengan keputusan Ketua Bapepam-LK. b. Analisis dan Evaluasi Jabatan Fungsional Pelaksana Berdasarkan Surat Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Nomor SR-34/SJ.2/2010 tanggal 22 September 2010 perihal Inventarisasi Jabatan Pelaksana, maka diminta kepada seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan agar mengevaluasi dan menyampaikan kembali inventarisasi jabatan pelaksana yang telah disusun pada tahun 2009 untuk disesuaikan dengan format yang telah disepakati. Selanjutnya Bapepam-LK telah melakukan penyesuaian terhadap Konsep jabatan fungsional pelaksana terutama dimaksud terhadap nama nomenklatur Jabatan Pelaksana. Konsep jabatan fungsional pelaksana di lingkungan Bapepam-LK yang telah disempurnakan telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan melalui surat Sekretaris Badan Nomor: S-418/BL.01/2010 tanggal 24 November 2010. c. Pengukuran Beban Kerja Kegiatan Analisis Beban Kerja (ABK) pada tahun 2010 di Bapepam-LK merupakan kegiatan analisis lanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Bab IV Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.01/2006 yang secara garis besar tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ABK dimulai dari pengumpulan data pada periode bulan Maret sampai dengan Juli 2010. Selanjutnya data beban kerja diolah menggunakan formulir berdasarkan ketentuan PMK tersebut dan hasilnya telah dipresentasikan di hadapan Forum Komunikasi Reformasi Birokrasi (FKRB) pada tanggal 28 September 2010. Pembahasan draft final laporan hasil ABK Bapepam-LK tahun 2010 yang melibatkan perwakilan analis ABK masingmasing unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK telah dilaksanakan pada 26 November 2010. Dari hasil pengolahan data beban kerja dihasilkan besaran beban kerja, besaran efektivitas dan efisiensi unit, prestasi unit dan kebutuhan pegawai, sebagai berikut : 1). Total beban kerja Bapepam-LK selama tahun 2009 adalah 1,284,465.82 jam. Beban kerja tersebut di hitung berdasarkan jumlah pegawai yang aktif. Hasil pengolahan beban kerja Bapepam-LK secara umum menunjukkan prestasi unit yang sangat baik (A) dengan efisiensi dan efektifitas kerja unit sebesar 1,06. 2). Total kebutuhan pegawai Bapepam-LK berdasarkan beban kerja tahun 2009 adalah sebanyak 847 orang, sementara jumlah pegawai yang ada sebanyak 786 orang. Dengan demikian, terdapat kekurangan pegawai Bapepam-LK, berdasarkan ABK sebanyak 61 orang. 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan dan kenaikan beban kerja adalah volume kerja dan perubahan organisasi disamping adanya

Halaman 35

perubahan standar norma waktu sebagai akibat perbaikan proses bisnis yang terus berjalan seiring dengan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Bapepam-LK.

VIII. PASAR MODAL SYARIAH 1. Implementasi kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia dan untuk lebih mendorong akselerasi pertumbuhan industri Pasar Modal Syariah di Indonesia, kegiatan pengembangan Pasar Modal Syariah pada tahun 2010 difokuskan pada tiga hal utama yaitu Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, Pengembangan Produk Syariah, dan Sosialisasi tentang Prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal. a. Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal Dalam rangka pengembangan kerangka hukum Pasar Modal Syariah, Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap implementasi peraturan terkait dengan penerapan prinsip syariah di Pasar Modal. Bapepam-LK saat ini sedang melakukan revisi Peraturan Nomor IX.A.13 yang bertujuan untuk menyederhanakan peraturan berdasarkan Efek yang diterbitkan melalui Pasar Modal. Revisi dilakukan dengan membagi (split) Peraturan Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah menjadi 5 (lima) peraturan baru. Selain itu, Bapepam-LK juga sedang menyusun Master Plan Pengembangan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank (2010-2015) termasuk didalamnya Penyusunan Strategi Pengembangan Pasar Modal Syariah. Penyusunan tersebut bertujuan untuk memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia sehingga dapat mendorong akselerasi pertumbuhan industri Pasar Modal Syariah di Indonesia dan menjadi panduan untuk menjamin terlaksananya kebijakan yang telah ditetapkan secara tepat waktu, tepat sasaran, efisien dan efektif. b. Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal Sebagai salah satu implementasi upaya strategi pengembangan produk berbasis syariah di Pasar Modal, Bapepam-LK pada tahun 2010 telah menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) periodik sebanyak 2 kali yaitu melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-208/BL/2010 pada tanggal 27 Mei 2010 dan melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP 523/BL/2010 tanggal 29 November 2010. Efek yang termasuk dalam DES periodik terakhir terdiri dari 11 SBSN, 31 Sukuk, 49 Reksa Dana dan 221 saham yang termasuk dalam kategori Efek Syariah. Disamping penerbitan DES periodik tersebut, Bapepam-LK juga secara berkelanjutan menerbitkan DES insidentil terkait dengan Emiten yang melakukan Penawaran Umum Saham. Penerbitan DES insidentil ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi Reksa Dana Syariah dan investor lainnya yang memilih produk syariah untuk melakukan pemesanan Efek tersebut pada masa penawaran pasar perdana. Selain penerbitan Daftar Efek Syariah (DES), saat ini Bapepam-LK telah menyelesaikan kajian pengembangan produk terkait Sekuritisasi Aset yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK-EBA Syariah).

Halaman 36

Kajian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penerapan aspek syariah yang menyangkut pengaturan, pengawasan, mekanisme dan struktur sekuritisasi aset serta kemungkinan penerbitannya di Pasar Modal Indonesia. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi regulator dalam rangka menyusun kebijakan terkait dengan pengembangan produk syariah di bidang Pasar Modal khususnya menyangkut Sekuritisasi Aset Syariah (EBA Syariah) sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan bagi perusahaan dan sarana investasi bagi investor di Pasar Modal. Bapepam-LK juga telah menyelesaikan kajian Pasar Sekunder untuk Efek Syariah di Pasar Modal. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perdagangan Efek Syariah di Pasar Modal yang sesuai dengan prinsip syariah. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada pimpinan Bapepam-LK dalam rangka melakukan pengaturan mekanisme perdagangan Efek Syariah di Pasar Modal. c. Sosialisasi Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal Sosialisasi penerapan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal merupakan program berkelanjutan yang dilakukan oleh Bapepam-LK dalam rangka akselerasi pengembangan Pasar Modal Syariah. Program tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait baik internal Bapepam-LK maupun pihak eksternal. Program Sosialisasi yang telah dilaksanakan selama Tahun 2010 antara lain sebagai berikut: 1). Melakukan kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah dengan mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah Potensi Pengembangan Sukuk Korporasi di Indonesia pada tanggal 6 Juli 2010; 2). Kegiatan sosialisasi ke masyarakat khususnya terkait Reksa Dana Syariah yang diadakan di Banjarmasin, Solo, Batam, Surabaya dan Manado; 3). Diskusi Terbatas dengan Manajer Investasi dan Penjamin Emisi Efek; 4). Kegiatan sosialisasi kepada civitas akademika (kampus) baik yang diadakan di Bapepam-LK maupun melalui kunjungan langsung ke kampuskampus di daerah antara lain Yogjakarta, Purwokerto, Semarang, Gresik dan Bandung; 5). Sosialisasi melalui kegiatan acara pameran Investor Summit yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10-11 November 2010; dan 6). Melakukan kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah dengan mengadakan Edukasi dan Sosialisasi Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan di Jakarta, Makassar dan Yogyakarta pada bulan Desember 2010. 2. Perkembangan Produk Syariah di Pasar Modal Selama tahun 2010 terdapat 3 sukuk yang diterbitkan oleh 2 Emiten yang memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK dengan total nilai emisi dari penerbitan sukuk tersebut sebesar Rp 700,00 miliar. Secara kumulatif, sampai dengan Desember 2010 jumlah sukuk yang telah diterbitkan mencapai 46 sukuk, meningkat sebesar 6,98 % dibanding akhir tahun 2009 yang mencapai 43 sukuk. Sementara total nilai emisi sukuk mencapai Rp 7,71 triliun pada Desember 2010, meningkat 9,98 % dibanding akhir tahun 2009 yang mencapai Rp 7,01 triliun. Selanjutnya, jumlah sukuk yang masih beredar (outstanding) sampai dengan 29 Desember 2010 mencapai 31 sukuk dengan nilai Rp 6,01 triliun. Proporsi jumlah

Halaman 37

sukuk mencapai 14,83% dari total Jumlah Efek bersifat utang yang beredar, hal ini meningkat jika dibandingkan dengan akhir tahun 2009 yang baru mencapai 12,12%. Namun dari sisi nilai, proporsi sukuk dari total Efek bersifat utang yang beredar tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 3%. Dalam periode yang sama, terdapat 6 Reksa Dana Syariah yang memperoleh pernyataan Efektif dari Bapepam-LK. Secara kumulatif sampai dengan 28 Desember 2010 terdapat 48 Reksa Dana Syariah, meningkat sebesar 6,5 % dibanding akhir tahun 2009 yang berjumlah 46 Reksa Dana. Proporsi jumlah Reksa Dana Syariah mencapai 7,8% dari total Reksa Dana yang aktif, menurun dibandingkan akhir tahun 2009 yang mencapai 8,2%. Ditinjau dari Nilai Aktiva Bersih (NAB), total NAB Reksa Dana Syariah pada Desember 2010 mencapai Rp 5,17 triliun, meningkat 9,71 % dari NAB akhir tahun 2009 sebesar Rp 4,63 triliun. Proporsi NAB Reksa Dana Syariah terhadap total NAB Reksa Dana sebesar 3,56 %, menurun dibandingkan pada akhir tahun 2009 yang mencapai 4,09%. Sukuk yang masih Beredar Per 29 Desember 2010
No 1 2 Nama Sukuk OS Ijarah Indosat Tahun 2005 OS Ijarah PLN I Tahun 2006 Sukuk Ijarah Indosat II Tahun 2007 Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker Tahun 2007 Sukuk Mudharabah I Adhi Tahun 2007 Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008 Struktur/ Akad Ijarah Ijarah Nama Penerbit Efek PT Indosat Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk Tanggal Efektif 13-Jun05 12-Jun06 29-Mei07 5-Jul-07 Tanggal Jatuh Tempo 21-Jun11 21-Jun16 29-Mei14 5-Jul-12 Nilai Nominal (Rp) 285.000.000.000 200.000.000.000

Ijarah

400.000.000.000

Ijarah

PT Berlian Laju Tanker Tbk

200.000.000.000

Mudharabah

PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk

6-Jul-07

6-Jul-12

125.000.000.000

Ijarah

10-Jul-07

10-Jul17 9-Apr-13

300.000.000.000

Ijarah

27-Mar08 28-Mei08

570.000.000.000

Mudharabah

PT Mayora Indah Tbk

5-Jun-13

200.000.000.000

Halaman 38

Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Sukuk Ijarah Metrodata Eletronics I Tahun 2008 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri A Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri B Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th. 2009 seri A Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th. 2009 seri B

Ijarah

PT Summarecon Agung Tbk PT Aneka Gas Industri PT Metrodata Electronics Tbk

13-Jun08 26-Jun08 26-Jun08

25-Jun13 8-Jul-13

200.000.000.000

10

Ijarah

160.000.000.000

11

Ijarah

4-Jul-13

90.000.000.000

12

Mudharabah

PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk

30-Jun08

10-Jul18

314.000.000.000

13

Ijarah

31-Des08 31-Des08 1-Mar-09

9-Jan-14

293.000.000.000

14

Ijarah

9-Jan-16

467.000.000.000

15

Ijarah

14-Apr12

90.000.000.000

16

Ijarah

PT Matahari Putra Prima Tbk

1-Mar-09

14-Apr14

136.000.000.000

17

Ijarah

PT Berlian Laju Tanker Tbk

15-Mei09

28-Mei12

45.000.000.000

18

Ijarah

PT Berlian Laju Tanker Tbk

15-Mei09

28-Mei14

55.000.000.000

19

Ijarah

PT Bakrieland Development Tbk PT Bakrieland Development Tbk

29-Jun09

7-Jul-11

60.000.000.000

20

Ijarah

29-Jun09

7-Jul-12

90.000.000.000

Halaman 39

21

Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I tahun 2009 Sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I Tahun 2009 Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri A Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri B Sukuk Ijarah Titan Nusantara I Tahun 2010 Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 Seri A Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 Seri B

Ijarah

PT Salim Ivomas Pratama PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) PT Indosat Tbk

20-Nov09 24-Nov09 30-Nov09 30-Nov09 8-Des-09

1-Des-14

278.000.000.000

22

Ijarah

4-Des-14

131.000.000.000

23

Ijarah

8-Des-14

28.000.000.000

24

Ijarah

PT Indosat Tbk

8-Des-16

172.000.000.000

25

Ijarah

PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Titan Petrokimia Nusantara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Jumlah

16-Des12 16-Des14 12-Jan17 12-Jan20 2-Jun-15

96.000.000.000

26

Ijarah

8-Des-09

39.000.000.000

27

Ijarah

31-Des09 31-Des09 2-Jun-10

130.000.000.000

28

Ijarah

167.000.000.000

29

Ijarah

200.000.000.000

30

Ijarah

30-Jun10 30-Jun10

8-Jul-15

160.000.000.000

31

Ijarah

8-Jul-22

340.000.000.000

6.021.000.000.000

Halaman 40

Sukuk Yang Sudah Dilunasi Pada Tahun 2010 Per 29 Desember 2010
No Nama Sukuk Struktur/ Akad Nama Penerbit Efek Tanggal Efektif Tanggal Jatuh Tempo
6-Nov-07

Nilai Nominal (Rp)

OS Mudharabah Indosat Tahun 2002 OS Berlian Laju Tanker Syariah Mudharabah Th. 2003 OS Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 OS I Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2003

Mudharabah

PT Indosat Tbk

30-Okt-02

175.000.000.000

Mudharabah

PT Berlian Laju Tanker Tbk

12-Mei-03

28-Mei-08

60.000.000.000

Mudharabah

PT Bank Bukopin Tbk

30-Jun-03

10-Jul-08

45.000.000.000

Mudharabah

PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Ciliandra Perkasa

30-Jun-03

15-Jul-09

200.000.000.000

OS Mudharabah Ciliandra Perkasa Tahun 2003 OS Mudharabah Bank Syariah Mandiri Tahun 2003 OS Mudharabah PTPN VII Tahun 2004 OS Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 OS Ijarah Sona Topas Tourism Industry Tahun 2004 OS Citra Sari Makmur I Syariah Ijarah Tahun 2004 OS Ijarah Indorent I Tahun 2004 OS Ijarah Berlina I Tahun 2004 OS Ijarah I HITS Tahun 2004

Mudharabah

18-Sep-03

26-Sep-08

60.000.000.000

Mudharabah

PT Bank Syariah Mandiri

22-Okt-03

31-Okt-08

200.000.000.000

Mudharabah

PT PTPN VII (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk PT Sona Topas Tourism & Industry Tbk PT Citra Sari Makmur

18-Mar-04

26-Mar-09

75.000.000.000

Ijarah

28-Apr-04

11-Mei-09

150.000.000.000

Ijarah

14-Jun-04

25-Jun-09

52.000.000.000

10

Ijarah

30-Jun-04

9-Jul-09

100.000.000.000

11

Ijarah

PT CSM Corporatama PT Berlina Tbk

1-Nov-04

11-Nov-09

100.000.000.000

12

Ijarah

2-Des-04

15-Des-09

85.000.000.000

13

Ijarah

PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk PT Apexindo Pratama Duta Tbk

10-Des-04

17-Des-09

92.000.000.000

14

OS Ijarah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 OS Ijarah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005

Ijarah

30-Mar-05

8-Apr-10

240.000.000.000

15

Ijarah

PT Ricky Putra Globalindo Tbk Jumlah

7-Jul-05

12-Jul-10

60.400.000.000

1.694.400.000.000

Halaman 41

Profil Reksa Dana Syariah Tahun 2010 Per 22 Desember 2010


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Reksadana PNM SYARIAH DANAREKSA SYARIAH BERIMBANG BNI DANA SYARIAH BNI DANAPLUS SYARIAH PNM AMANAH SYARIAH MANDIRI INVESTA SYARIAH BERIMBANG BIG DANA MUAMALAH I-HAJJ SYARIAH FUND AAA AMANAH SYARIAH FUND CAPITAL SYARIAH FLEKSI IPB SYARIAH DANAREKSA INDEKS SYARIAH MEGA DANA SYARIAH CIMB-PRINCIPAL ISLAMIC BALANCED GROWTH SYARIAH EURO PEREGRINE SYARIAH BALANCED PLUS TRIM SYARIAH BERIMBANG TRIM SYARIAH SAHAM SYARIAH BATASA KOMBINASI SYARIAH BNP PARIBAS PESONA AMANAH MEGA DANA OBLIGASI SYARIAH BATAVIA DANA SAHAM SYARIAH PNM EKUITAS SYARIAH CIMB-PRINCIPAL ISLAMIC EQUITY GROWTH SYARIAH MANDIRI INVESTA ATRAKTIFSYARIAH SYARIAH BNP PARIBAS EQUITRA AMANAH Manajer Investasi PT. PNM Investment Management PT. Danareksa Investment Management PT. BNI Securities PT. BNI Securities PT. PNM Investment Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Bhakti Asset Management PT. Insight Investments Management PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas PT. Recapital Asset Management PT. Kresna Graha Sekurindo, Tbk. PT. Danareksa Investment Management PT. Mega Capital Indonesia PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Eurocapital Peregrine Securities PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Batasa Capital PT. BNP Paribas Investment Partners PT. Mega Capital Indonesia PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen PT. PNM Investment Management PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. BNP Paribas Investment Partners Bank Kustodian Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG PT. BNI (Persero), Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. BRI (Persero), Tbk. Standard Chartered Bank PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG HSBC Standard Chartered Bank PT. Bank Permata, Tbk. HSBC Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG HSBC Tanggal Efektif 15-May-00 24-Nov-00 21-Apr-04 21-Apr-04 26-Aug-04 14-Oct-04 29-Oct-04 13-Jan-05 17-Jun-05 08-Aug-05 14-Dec-05 17-Mar-06 11-Sep-06 12-Sep-06 29-Nov-06 26-Dec-06 26-Dec-06 29-Mar-07 09-Apr-07 21-May-07 16-Jul-07 26-Jul-07 06-Aug-07 19-Dec-07 24-Mar-08 Jenis Campuran Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Campuran Campuran Campuran Indeks Campuran Campuran Campuran Campuran Saham Campuran Campuran Pendapatan Tetap Saham Saham Saham Saham Saham Total NAV 102,561,002,277.17 51,136,237,306.39 27,349,501,256.17 29,522,814,595.26 111,115,307,416.36 158,940,219,878.23 109,254,295,323.47 123,352,159,617.60 29,393,229,221.59 19,886,348,639.15 35,387,502,632.49 184,775,174,110.55 9,779,946,939.95 7,922,690,798.52 1,166,240,734.53 64,195,257,250.55 152,954,621,174.45 26,178,631,249.62 175,585,564,060.00 34,229,488,928.23 43,048,976,499.96 101,752,114,990.00 112,319,728,890.07 679,056,888,210.26 20,794,098,707.00

Halaman 42

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

CIPTA SYARIAH BALANCE CIPTA SYARIAH EQUITY BNIS SAHAM SYARIAH BATAVIA PROTEKSI SYARIAH MATARAM MEGA DANA SAHAM SYARIAH SYARIAH BATASA SUKUK MANDIRI INVESTA DANA SYARIAH MANULIFE SYARIAH SEKTORAL AMANAH CIMB ISLAMIC SUKUK I SYARIAH MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 1 MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 3 MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 2 SCHRODER SYARIAH BALANCED FUND TRIM SYARIAH TERPROTEKSI PRIMA I TRIM SYARIAH TERPROTEKSI PRIMA II MANDIRI AMANAH SYARIAH PROTECTED DOLLAR FUND MANDIRI AMANAH SYARIAH PROTECTED RUPIAH FUND LAUTANDHANA PROTEKSI SYARIAH I DANAREKSA PROTEKSI MELATI OPTIMA SYARIAH SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA SAM SYARIAH BERIMBANG CIMB ISLAMIC SUKUK II SYARIAH MANDIRI INVESTASI TERPROTEKSI SYARIAH SERI 1 MANDIRI INVESTA TERPROTEKSI PENDAPATAN BERKALA SYARIAH SERI 1

PT. Ciptadana Asset Management PT. Ciptadana Asset Management PT. BNI Securities PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen PT. Mega Capital Indonesia PT. Batasa Capital PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT Schroder Investment Management Ind. PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Lautan Dana PT Danareksa Investment Management PT Samuel Aset Manajemen PT Samuel Aset Manajemen PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi Total

Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG PT. Bank Mega, Tbk. PT. Bank Permata, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG HSBC Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank HSBC HSBC Deutsche Bank AG PT. Bank Permata, Tbk. PT. BNI (Persero), Tbk. HSBC HSBC PT. Bank Permata, Tbk. PT Citibank N.A. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG HSBC HSBC

16-Apr-08 16-Apr-08 04-Jul-08 20-Aug-08 03-Sep-08 03-Sep-08 22-Dec-08 16-Jan-09 01-Feb-09 27-Feb-09 27-Feb-09 27-Feb-09 22-Apr-09 19-May-09 19-May-09 01-Jul-09 01-Jul-09 03-Aug-09 20-Jan-10 20-Jan-10 20-Jan-10 22-Mar-10 22-Apr-10 22-Apr-10

Campuran Saham Saham Terproteksi Saham Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Saham Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Campuran Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Pendapatan Tetap Campuran Terproteksi Terproteksi Terproteksi

31,190,086,450.69 44,541,107,730.89 0 *) 0 *) 14,639,361,116.94 13,771,280,832.49 36,295,073,353.65 408,328,333,746.00 64,206,743,080.19 523,885,175,519.87 253,945,455,265.00 133,835,661,779.00 154,265,994,886.80 0 *) 31,691,240,607.22 70,678,776,197.92 111,912,668,771.00 38,361,647,965.12 99,329,830,490.25 23,991,270,122.87 104,087,734,578.26 57,787,536,579.44 371,390,862,227.26 78,438,060,007.00
5,078,231,942,015.43

Sumber : e-monitoring reksa dana (diolah) Keterangan :

*) data tidak ada di e-monitoring Reksa Dana

Halaman 43

IX. 1.

UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN & PELAYANAN PUBLIK Peningkatan Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK Dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember 2010, Biro Kepatuhan Internal telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka peningkatan kepatuhan pelaksanaan tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK yaitu: a. Pelaksanaan 11 Penelaahan dan Penilaian pelaksanaan tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK, dengan rincian 7 penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas telah disampaikan ke Ketua dan 4 penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas masih dalam proses penyusunan laporan. b. Pelaksanaan audit khusus pada beberapa unit Eselon II di lingkungan BapepamLK terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik pegawai. c. Pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil penelaahan dan penilaian yang dilakukan oleh Biro Kepatuhan Internal pada tahun 2009. d. Pelaksanaan Survei Kepuasan Stakeholder Bapepam-LK 2010 dilakukan terhadap pelayanan yang diberikan secara triwulanan. Sampai dengan triwulan III 2010, jumlah kuestioner yang dikirim kepada responden adalah sebanyak 1.476 kuestioner, sementara hasil kuestioner yang telah diisi dan diterima adalah sebanyak 244 kuestioner. Hasil survey baru akan ditabulasi pada triwulan IV tahun 2010 dan akan dilaporkan dalam Laporan Hasil Survei Tahun 2010. e. Pelaksanaan pengelolaan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Bapepam-LK yang meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu: 1) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-One Bapepam-LK antara Ketua dengan Menteri Keuangan. 2) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-Two Bapepam-LK antara Ketua dengan Para Pimpinan Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK. 3) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-Three Bapepam-LK antara Para Pimpinan Unit Eselon II dengan Para Pimpinan Unit Eselon III di lingkungan Bapepam-LK. 4) Penandatanganan Kontrak Kinerja seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Biro Kepatuhan Internal sebagai pilot project Bapepam-LK. 5) Pelaporan secara berkala (triwulanan) Capaian IKU Depkeu-One dan DepkeuTwo Bapepam-LK termasuk penyampaian capaian IKU Kontrak Kinerja Bapepam-LK kepada Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) selaku Strategic Management Office (SMO) Departemen Keuangan. 6) Pelaksanaan Refinement Balanced Scorecard Depkeu-One dan Depkeu-Two Bapepam-LK. f. Pelaksanaan pengelolaan manajemen risiko Bapepam-LK yang meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu: 1) Sosialisasi penerapan PMK Nomor 191/PMK.09/2008 tentang penerapan manajemen risiko di lingkungan Departemen Keuangan kepada koordinator dan administrator di setiap unit Eselon II, pejabat unit eselon III dan sebagian pejabat unit eselon IV. 2) Pelaporan profil risiko Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan c.q Inspektur Jenderal Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan. 3) Analisa efektifitas rencana mitigasi risiko dan berkoordinasi dengan Itjen terkait pengembangan manajemen risiko di lingkungan Kementerian Keuangan.

Halaman 44

g. Peningkatan Capacity Building pegawai di Biro Kepatuhan Internal melalui: 1) Workshop mengenai Risk Management for Securities Regulator yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank, di Manila, Philipina dari tanggal 17-21 Mei 2010 yang diikuti oleh 3 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 2) Study Visit ke Australian National Audit Office, Australian Prudential Regulation Authority and Australian Securities and Investments Commission di Sidney, Australia dari tanggal 20 s.d. 24 September 2010 yang diikuti oleh 5 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 3) International Workshop for Internal Auditor yang diselenggarakan oleh Institute Internal Auditor (IIA) di Kuala Lumpur, Malaysia dari tanggal 3 s.d. 8 Oktober 2010 yang diikuti oleh 6 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 4) Internal Audit Quality Assurance yang diselenggarakan oleh M I S Training Institute di London, UK dari tanggal 13 sampai 15 Desember 2010 yang diikuti oleh 2 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 5) Pelatihan dan seminar di dalam negeri yang terkait dengan internal audit bagi para pegawai di Biro Kepatuhan Internal Pelatihan Audit Kinerja untuk Sektor Publik. 2. Peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia di lingkungan Bapepam-LK Program Kerja Strategis yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut: a. Ikut berpartisipasi dalam Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan lulusan S1/S2 T.A. 2010 yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan: 1). Melaksanakan Program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal dan Program Penjajakan Minat dan Karir di Universitas terkemuka di Indonesia. 2). Menugaskan pejabat dan pegawai Bapepam-LK menjadi Tim Wawancara Seleksi Penerimaan CPNS T.A. 2010. b. Melaksanakan Program Orientasi bagi Pegawai baru lulusan S1/S2: 1). Melaksanakan Program Secondment Tahap III bagi Pegawai lulusan S1/S2 Penerimaan T.A 2008. 2). Melaksanakan Seminar Secondment Tahap III Concluding The Experience: Owning Your Future bagi Pegawai lulusan S1/S2 Penerimaan T.A 2008. 3). Melaksanakan Program Orientasi bagi pegawai baru lulusan S1/S2 Penerimaan T.A 2010. 4). Melaksanakan program Magang bagi pegawai baru lulusan S1/S2 Penerimaan T.A. 2010. c. Melaksanakan Assessment Center: 1). Penyusunan dan penetapan Standar Kompetensi Jabatan Eselon II, III dan IV di lingkungan Bapepam-LK. 2). Melaksanakan Assessment Center untuk pejabat Eselon IV bekerja sama dengan Biro SDM, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan. 3). Menugaskan pegawai Bagian Kepegawaian untuk mengikuti Pelatihan Assessor Internal yang diselenggarakan oleh Biro SDM, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan. 4). Menugaskan pegawai Bagian Kepegawaian dalam kegiatan magang Assessment Center dengan supervisi dari Associate Assessor Kementerian Keuangan. d. Melaksanakan Capacity Building Program (Program Pembelajaran dan Pengembangan): 1). Capacity Building melalui pelatihan, seminar dan internship:

Halaman 45

Melaksanakan Pelatihan HR for Non HR Managers. Melaksanakan Pelatihan Atitude Change. Melaksanakan Pelatihan Leadership Transformation. Melaksanakan Seminar Organizational Development and Change Management. - Melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kerja sama Tim Para Pejabat di lingkungan Bapepam-LK. - Melaksanakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa bekerjasama dengan LKPP. - Menugaskan pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPPK. - Menugaskan pegawai untuk mengikuti pelatihan, seminar dan internship di luar negeri, yang merupakan hasil kerja sama Bapepam-LK dengan beberapa institusi di negara lain seperti Australia, USA, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, India, UEA, China, Singapura, serta beberapa organisasi internasional seperti IOSCO, APEC, OECD, ADB, dan World Bank. 2). Capacity Building melalui pendidikan formal: - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Diploma III dan IV di STAN. - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 baik di dalam maupun luar negeri melalui program ADS dari Pemerintah Australia dan PPSDM dari BPPK Kementerian Keuangan. - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Strata 3 di Australia melalui program ADS dan ALA dari Pemerintah Australia. 3. Edukasi dan Pelayanan Informasi Publik a. Bidang Pasar Modal Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah menerima 22 kunjungan dari Perguruan Tinggi/Sekolah. Bapepam-LK telah menerbitkan surat keterangan riset kepada 54 pihak yang telah melakukan penelitian tentang pasar modal di Bapepam-LK, serta melayani 349 pihak yang datang langsung ke Bapepam-LK untuk mendapatkan informasi dan penjelasan, 631 pertanyaan masyarakat mengenai pasar modal melalui telepon dan 269 pertanyaan melalui email. Selama tahun 2010, Bapepam-LK juga telah mengirimkan pembicara atau narasumber dalam kuliah umum sebanyak 1 kali, seminar sebanyak 5 kali, workshop sebanyak 3 kali (terdiri dari workshop wartawan 1 kali, dan workshop Pasar Modal 2 kali), serta telah berpartisipasi dalam pameran pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebanyak 3 kali, dan layanan Pojok Informasi Pasar Modal di kampus yang sedang mengadakan seminar sebanyak 3 kali. Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal dan lembaga keuangan nonbank, dalam tahun 2010 ini Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan Roadshow Campus to Campus untuk memperkenalkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non-bank kepada civitas akademika yakni: - Universitas Negeri Lampung, Bandar Lampung; - Universitas Tanjungpura, Pontianak; - Universitas Tadulako, Palu; - Universitas Sam Ratulangi, Manado; - STIE Musi, Palembang; - Universitas Bangka Belitung, - Universitas Mulawarman, Banjarmasin; - Universitas Islam Negeri Syarif Kasim, Pekan Baru, Riau;

Halaman 46

Universitas Fajar, Makasar;


Kegiatan Penyuluhan Pasar Modal
Roadshow Mall to Mall, Pameran, dan Stand Informasi Pasar Modal 21% Roadshow to Campus & to School 17% Workshop Pasar Modal 5% Talkshow 7% Kunjungan ke Bapepam 38%

Seminar dan Kuliah Umum 12%

Dalam rangka menyampaikan konsep akhir rencana perubahan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek dan hasil simulasi penghitungan MKBD seluruh Perusahaan Efek, Bapepam-LK kembali melakukan sosialisasi mengenai rencana perubahan MKBD tersebut kepada para Anggota Bursa pada tanggal 14 Juli 2010. b. Bidang Dana Pensiun Terkait dengan aktivitas pelayanan kepada masyarakat dan stakeholder dana pensiun, sepanjang tahun 2010 telah dilaksanakan kegiatan layanan informasi kepada yang meliputi, antara lain: - melayani 45 permintaan data dan 254 permohonan informasi mengenai hal-hal terkait dengan dana pensiun. Permintaan data umumnya datang dari berbagai institusi di luar Bapepam-LK seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bappenas, dan Dana Pensiun, mahasiswa, wartawan majalah dan surat kabar. Sedangkan permohonan layanan informasi mengenai hal-hal terkait dana pensiun umumnya datang dari konsultan hukum, Dana Pensiun, dan masyarakat umum. Jumlah permintaan layanan informasi terbanyak datang melalui telepon dan email, khususnya mengenai permasalahan seputar aplikasi Data Digital Dana Pensiun (D3P) versi 4.0 yang baru saja dipublikasikan. - melaksanakan kegiatan pembinaan (edukasi) di bidang akuntansi dana pensiun dan cara penggunaan aplikasi D3P versi 4.0. kepada para pegawai dana pensiun. Aplikasi D3P adalah aplikasi yang dirancang untuk dana pensiun guna melakukan pengiriman data laporan berkala dana pensiun secara elektronik. Laporan berkala dana pensiun tersebut terdiri atas laporan keuangan, laporan investasi, laporan teknis dan laporan aktuaris. - melaksanakan kegiatan sosialisasi di 6 kota di Indonesia (Jakarta, Batam, Pekanbaru, Semarang, Solo dan Kupang). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan program pensiun pada pekerja di daerah tersebut yang belum memiliki program pensiun di perusahaannya. c. Layanan Khusus tentang Informasi Reksa Dana Di bidang pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai industri pengelolaan investasi, Bapepam-LK telah menyediakan website Pusat Informasi Reksa Dana (www.bapepam.go.id/reksadana) dan Aplikasi Industri Reksa Dana/ARIA (www.bapepam.go.id/aria). Pusat Informasi Reksa Dana ditujukan untuk menyediakan segala informasi yang berkaitan dengan industri Reksa Dana

Halaman 47

sehingga seluruh pihak, terutama para investor dan publik mudah mendapatkan informasi atau referensi tentang industri Reksa Dana beserta perkembangannya. Selain itu website ini juga akan terus mengembangkan dirinya dengan menyajikan bahan-bahan edukasi dan sosialisasi, sehingga di masa mendatang keinginan untuk menciptakan investor yang well-informed dapat segera terwujud. Sedangkan Aplikasi Industri Reksa Dana (ARIA) merupakan sistem yang dikembangkan oleh Bapepam-LK dan didukung oleh PT. KSEI untuk mempermudah pelaporan dan pengawasan industri Reksa Dana secara elektronik. Pelaporan dimaksudmeliputi data Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), profil Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), dan profil Bank Kustodian. Sejalan dengan diterbitkannya Peraturan Bapepam-LK No. V.B.4 tentang Perilaku Agen Penjual Efek Reksa Dana dan Peraturan Bapepam-LK No. V.D.10 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal, Bapepam-LK dan KSEI telah mengembangkan aplikasi lebih lanjut dari ARIA untuk pengembangan Sistem Database Investor Reksa Dana guna memperoleh informasi mengenai perkembangan jumlah investor riil Reksa Dana serta pemetaan profil investor Reksa Dana. 4. Pelayanan Pengaduan a. Bidang Pasar Modal Pada tahun 2010 Sekretariat Badan melalui Sub Bagian Pengaduan telah menerima sejumlah 167 pengaduan. Dengan rincian, pengaduan secara langsung sebanyak 39 pengaduan, melalui surat, email, dan faksimil sebanyak 89 pengaduan, dan melalui telepon sebanyak 39 pengaduan. Dimana seluruh pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Bapepam-LK melalui biro teknis terkait. Adapun pengaduan masyarakat yang masuk tersebut mayoritas terkait dengan kasus PT. Optima Kharya Capital Securities (PT. OKCS). Selain itu secara khusus, Bapepam-LK juga menerima 10 pengaduan nasabah Perusahaan Efek, dimana telah diselesaikan penanganan 14 pengaduan, 7 diantaranya merupakan penyelesaian pengaduan yang diterima pada tahun 2009. Saat ini masih ditangani sejumlah 3 pengaduan. b. Bidang Dana Pensiun Bapepam-LK menangani 49 pengaduan terkait dana pensiun. Pengaduan tersebut terdiri atas 10 pengaduan secara langsung dan 39 pengaduan secara tidak langsung. Pengaduan secara tidak langsung ini jenisnya terdiri dari surat langsung, surat tembusan, telepon dan email.

X. 1.

PENGAWASAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK Perasuransian Sampai dengan 29 Desember 2010, terdapat 376 perusahaan perasuransian di Indonesia yang terdiri dari 142 perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi serta 234 perusahaan penunjang usaha asuransi. Struktur pasar perasuransian secara lengkap disajikan dalam tabel berikut: Perusahaan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Perusahaan Asuransi Jiwa Jumlah 142 46

Halaman 48

Perusahaan Asuransi Umum Perusahaan Penyelenggara Program Asuransi dan Jamsostek Perusahaan Penyelenggara Asuransi untuk PNS dan TNI/Polri PerusahaanReasuransi Perusahaan Penunjang Usaha Perasuransian Perusahaan Pialang Asuransi Perusahaan Pialang Reasuransi Perusahaan Konsultan Aktuaria Perusahaan Penilai Kerugian Perusahaan Agen TOTAL

87 2 3 4 234 136 24 28 28 18 376

a. Pemberian dan pencabutan Ijin Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan izin baru kepada 15 perusahaan perasuransian serta melakukan pencabutan izin usaha terhadap 17 perusahaan perasuransian dengan rincian sebagai berikut:
Pemberian Izin Perusahaan Perasuransian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Perusahaan PT Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin PT Asuransi Jaya Proteksi Takaful PT Sehati Mitra Realita Indonesia PT Penta Pro Indonesia PT Anugrah Medal Broker PT Andromeda International PT Cipta Colemont Asia Reinsurance Broker PT United Pialang Reasuransi PT Best One Asia Reinsurance Brokers PT Quattro Asia Consulting PT Tiara Pertiwi PT Dial Agency PT Ernest Lentera Indonesia PT Rezeki Andriyani Perkasa PT Eka Agency Management Jenis Usaha Asuransi Jiwa Syariah Asuransi Umum Syariah Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Pialang Reasuransi Pialang Reasuransi Konsultan Aktuaria Agen Agen Agen Agen Agen

Pencabutan Izin Perusahaan Perasuransian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Perusahaan PT Asuransi Jiwa Bumi Masyarakat Mandiri PT Andika Raharja Putera PT Asia Reliance General Insurance PT Pacific International Indonesia Insurance PT Global Inti Caraka PT Asia Ins Direct Broker PT Marga Insurance Broker PT CIB Indonesia Ins Broker PT Serpihan Pialang Asuransi PT Dana Landung Perkasa Jenis Usaha Asuransi Jiwa Asuransi Umum Asuransi Umum Asuransi Umum Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi

Halaman 49

11 12 13 14 15 16 17

PT Mitra Suksestama PT Pratama Karya Insurance Broker PT Siusar Insurance Service Company PT Malindo International Insurance Broker PT Surya Sejahtera Makmur Perdana PT Jasa Aktuaria Mandiri Utama PT Bintang Kencana Sejahtera

Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Konsultan Aktuaria Agen

b. Kekayaan, Investasi, Premi, dan Klaim Perusahaan Asuransi Selama lima tahun terakhir, kekayaan yang dimiliki dan investasi yang dihasilkan oleh perusahaan asuransi selalu mengalami pertumbuhan. Premi yang didapat juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Meningkatnya pendapatan premi perusahaan asuransi diimbangi dengan meningkatnya klaim yang dibayarkan. Data mengenai pertumbuhan kekayaan, investasi, premi, dan klaim secara lengkap disajikan dalam tabel berikut: Data Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransian
dalam Triliun Rupiah Triwulan III 2009 2010 * 181.8 214.9 33% 157.0 37% 86.8 17% 51.2 23% 18% 187.4 19% 100.9 16% 66.5 30%

Kekayaan % Growth Investasi % Growth Premi % Growth Klaim % Growth

2005 76.3 17% 60.3 20% 38.4 18% 18.9 36%

2006 96.0 12% 79.3 14% 44.1 3% 22.4 1%

2007 131.9 19% 111.8 17% 64.5 14% 29.2 21%

2008 137.2 17% 114.6 19% 74.1 25% 41.6 6%

* Premi dan Klaim sampai dengan September 2010 yang disetahunkan

Portofolio Investasi Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Per 30 September 2010

dalam Triliun Rupiah


No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Investasi Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Saham Obligasi & MTN SUN SBI Reksadana Penyertaan Langsung Bangunan, Tanah dengan Bangunan Pinjaman Hipotik Pinjaman Polis PAJ 17.73 33.88 10.44 23.64 6.56 51.49 7.13 2.20 0.14 2.18 PAK&PR 11.64 6.39 2.33 2.06 0.51 5.58 2.93 0.22 0.02 Jumlah 29.36 40.27 12.77 25.70 7.07 57.07 10.06 2.42 0.15 2.18 % 15.7% 21.5% 6.8% 13.7% 3.8% 30.5% 5.4% 1.3% 0.1% 1.2%

Halaman 50

11 12 13

Pembiayaan Murabahan Pembiayaan Mudharabah Investasi Lain Total Investasi

0.01 0.00 0.21 155.61

0.00 0.07 31.74

0.01 0.00 0.28 187.35

0.0% 0.0% 0.1% 100.0%

c. Pencatatan Produk Baru dan Persetujuan Kerjasama Pemasaran dengan Bank (Bancassurance) Selama tahun 2010, terdapat 524 produk baru yang telah dicatat oleh Bapepam-LK dan satu produk yang dihentikan pemasarannya. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Perusahaan
Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Total

Konvensional
354 92 446

Syariah
65 13 78

Jumlah
419 105 524

Selain melakukan pencatatan produk baru, tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan
Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Total

Konvensional
49 4 53

Syariah
8 0 8

Jumlah
57 4 61

d. Pengesahan Cadangan Premi Perusahaan Asuransi Jiwa Dalam rangka kepentingan perpajakan, selama tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan pengesahan cadangan premi kepada perusahaan asuransi jiwa dengan rincian sebagai berikut:

Halaman 51

Keterangan
Jumlah Perusahaan Asuransi Jiwa

Pengesahan Cadangan Premi


Tahun 2008 4 Tahun 2009 22 Total 26

e. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian, dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan
Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Asuransi Sosial Reasuransi Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Agen Penilai Kerugian Perusahaan Agen Total

Direksi
52 73 0 5 32 4 0 1 8 175

Komisaris
39 67 0 4 30 2 0 0 8 150

Jumlah
91 140 0 9 62 6 0 1 16 325

f.

Pemeriksaan Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap 40 perusahaan (100% dari target) dan pemeriksaan khusus terhadap 11 perusahaan (137,50% dari yang dicadangkan). Rincian pelaksanaan pemeriksaan selama tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Keterangan Pemeriksaan Rutin Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Reasuransi Pialang Asuransi Pemeriksaan Khusus Total Target/ Dicadangkan 40 11 16 1 12 8 48 40 11 16 1 12 11 51 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 137,50% 106,25% Realisasi Persentase

g. Sanksi terhadap Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, masih banyak perusahaan perasuransian yang dikenakan sanksi karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Rincian pengenaan, pencabutan dan pembatalan sanksi terhadap perusahaan perasuransian adalah sebagai berikut:
Jenis Sanksi Total Asuransi Jiwa Asuransi Umum Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Konsultan Aktuaria Penilai Kerugian

Pengenaan SP 1 SP 1 dan Terakhir 188 25 37 2 74 1 55 17 10 2 4 3 8

Halaman 52

SP 2 SP 2 dan Terakhir SP 3 Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha Penegasan SPKU Pencabutan SP 1 SP 1 dan Terakhir SP 2 SP 2 dan Terakhir SP 3 Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha

41 9 35 22 13 57 2 11 4 6 5

5 1 4 1 2 10 2

14 10 3

15 6 14 12 9

3 2 3 2 2 1 4

4 4 4 4

25 2 2

13 2 7 4 3 4

h. Usaha Asuransi dengan Prinsip Syariah Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah mencerminkan kondisi yang relatif menjanjikan. Sampai dengan tahun 2010 total pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah sampai adalah sejumlah 46 perusahaan. Adapun rincian perkembangan jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah adalah sebagai berikut:
NO 1. 2. 3. 4. 5. KETERANGAN Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Perusahaan Asuransi Kerugian Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Asuransi Kerugian yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Reasuransi yang memiliki Unit Syariah 2006 2 1 9 15 3 30 2007 2 1 13 19 3 38 2008 2 1 13 19 3 38 2009 2 1 17 19 3 42 2010*) 3 2 18 20 3 46

TOTAL *) data per 14 Desember 2010

Selain dari jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah yang berkembang cukup pesat, selama tahun 2010 pangsa pasar usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Halaman 53

No

Keterangan

Premi Bruto (Milyar Rp) 2008 53,989.55 1,154.00 2.14% 2009 60,467.97 1,929.37 3.19% 2010*) 53,339.51 1,804.84 3.38%

Klaim (Milyar Rp) 2008 39,204.77 312.21 0.80%

Kekayaan (Milyar Rp) 2009 136,780.60 2,120.10 1.55% 2010*) 170,193.1 2,999.7 1.76%

Seluruh Asuransi Jiwa Asuransi Jiwa Syariah Persentase Asuransi Jiwa Syariah Seluruh Asuransi Kerugian & Reasuransi Asuransi Kerugian & Reasuransi Syariah Persentase Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah

2009 2010*) 2008 38,099.64 31,441.21 101,678.16 596.45 705.33 1,151.48 1.57% 2.24% 1.13%

25,557.73 496.84

24,940.37 449.52

21,362.76 440.80

10,978.68 180.10

12,352.23 10,989.83 236.37 297.03

34,411.09 701.81

40,163.64 902.62

44,746.0 1,119.2

II

1.94%

1.80%

2.06% 74,702.28 2,245.64 3.01%

1.64% 50,183.45 492.31 0.98%

1.91%

2.70%

2.04%

2.25% 176,944.24 3,022.72 1.71%

2.50% 214,939.03 4,118.92 1.92%

Seluruh Asuransi 79,547.28 85,408.34 Asuransi Syariah 1,650.84 2,378.89 Persentase Asuransi 2.08% 2.79% Syariah *) Data sampai dengan 30 September 2010 III

50,451.86 42,431.04 136,089.25 832.82 1,002.36 1,853.29 1.65% 2.36% 1.36%

2.

Dana Pensiun A. Perkembangan Industri Dana Pensiun a. Sepanjang tahun 2010 tidak ada pengesahan pembentukan dana pensiun baru. Meski demikian, ada beberapa permohonan pembentukan dana pensiun yang masuk di tahun 2010 dan sampai dengan Siaran Pers ini disusun permohonan tersebut masih diproses. Kondisi sebaliknya, sepanjang tahun yang sama terdapat 4 pengesahan pembubaran dana pensiun, yang terdiri dari 3 Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan 1 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dari ke 3 DPPK tersebut 2 diantaranya menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan 1 menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Dengan bubarnya ke-4 dana pensiun tersebut, maka jumlah dana pensiun yang masih beroperasi saat ini menjadi 272 dana pensiun, terdiri dari 208 DPPK PPMP, 40 DPPK PPIP dan 24 DPLK. b. Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal 30 Juni 2010), jumlah kekayaan (aktiva bersih) dana pensiun adalah sebanyak Rp120,15 trilyun atau meningkat 6,79% dibandingkan dengan kekayaan (aktiva bersih) dana pensiun per tanggal 31 Desember 2009. Untuk DPPK, pada posisi tersebut jumlah kekayaannya adalah sebesar Rp103,95 trilyun atau meningkat 6,59% dibandingkan dengan kekayaan DPPK per tanggal 31 Desember 2009. Sedangkan untuk DPLK jumlah kekayaan per tanggal 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp16,19trilyun atau meningkat sebesar 8,01% dari jumlah kekayaan DPLK per tanggal 31 Desember 2009. c. Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal 30 Juni 2010), jumlah investasi dana pensiun adalah sebanyak Rp115,56 triliun atau meningkat 6,94% dibandingkan dengan investasi dana pensiun per tanggal 31 Desember 2009. Untuk DPPK, jumlah investasi pada posisi tersebut adalah sebesar Rp 99,53 triliun atau meningkat 6,78% dibandingkan dengan nilai investasi DPPK per tanggal 31 Desember 2009. Sedangkan untuk DPLK jumlah investasinya per tanggal 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp 16,03 triliun atau meningkat sebesar 7,95% dari nilai investasi DPLK per tanggal 31 Desember 2009.

Halaman 54

d. Pada posisi per tanggal 30 Juni 2010, investasi dana pensiun pada Surat Berharga Negara menempati urutan teratas dengan nilai sebesar Rp 29,50 trilyun (25,52% dari total investasi dana pensiun), diikuti oleh obligasi korporasi sebesar Rp26,51 triliun (22,94% dari total investasi dana pensiun) dan deposito berjangka sebesar Rp24,92 triliun (21,57% dari total investasi dana pensiun). e. Bila dikaitkan dengan Pasar Modal, nilai penempatan investasi dana pensiun per tanggal 30 Juni 2010 di Pasar Modal (termasuk surat berharga negara) besarnya mencapai Rp79,73 triliun (68,99% dari total investasi dana pensiun). Sedangkan di Pasar Uang, nilai penempatan investasi dana pensiun adalah sebesar Rp28,44 trilyun (24,61% dari total investasi dana pensiun). B. Aktivitas Pengawasan dan Pengembangan Sepanjang tahun 2010 telah dilaksanakan berbagai kegiatan terkait pengawasan dan pengembangan industri dana pensiun yang meliputi, antara lain: a. kegiatan survey mengenai penerapan manajemen dan pengendalian dana pensiun. Survey dilakukan terhadap 55 dana pensiun yang dipilih sesuai dengan rencana kegiatan analisis SPERIS (Sistem Pemeringkatan Risiko) tahun 2010. Hasil survey digunakan sebagai salah satu bahan analisis SPERIS pada periode yang sama. b. melaksanakan 55 kegiatan analisis SPERIS. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan analisis SPERIS tahun 2010 sebanyak 55 kegiatan. c. berkaitan dengan kewajiban pengurus untuk memiliki sertifikat penguasaan pengetahuan dasar di bidang dana pensiun, hasil pemantauan atas kewajiban tersebut, diketahui bahwa sampai dengan Desember 2010, jumlah Jumlah pengurus yang telah memiliki sertifikat tersebut adalah sebanyak 94% dari total pengurus dana pensiun. d. pelaksanaan kegiatan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan dana pensiun telah menyelesaikan sebanyak 450 rekomendasi dan/atau saran yang dituangkan pemeriksa di dalam laporan hasil pemeriksaan. Sampai dengan bulan Desember 2010, jumlah dana pensiun yang sedang dalam pemantauan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi adalah sebanyak 134 dana pensiun. e. kegiatan pemeriksaan langsung berbasis risiko terhadap 44 dana pensiun, terdiri dari 40 DPPK dan 4 DPLK. 3. Pembiayaan dan Penjaminan a. Perusahaan Penjaminan Perusahaan Penjaminan adalah perusahaan yang kegiatan utamanya untuk menjamin pemenuhan kewajiban finansial Penerima Kredit dan/atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank atau lembaga keuangan lainnya berdasarkan perjanjianyang telah disepakati. Adapun dasar hukum Perusahaan Penjaminan adalah Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan (Perpres) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 222/PMK.010/2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit. Saat ini di Indonesia terdapat 3 (tiga) Perusahaan Penjaminan, yaitu Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) dan PT Jamkrida Jatim. Selain itu, terdapat pula 11 kantor cabang dan 6 kantor anak cabang Perusahaan Penjaminan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Halaman 55

Adapun data perkembangan kinerja keuangan industri Perusahaan Penjaminan sampai dengan periode bulan November 2010 disajikan dalam Grafik 1 dan Grafik 2 sebagai berikut: Grafik 1 Perkembangan Neraca Keuangan Perusahaan Penjaminan Periode 2009 November 2010 (dalam juta rupiah)

Berdasarkan data pada tabel tersebut diketahui bahwa total aset Perusahaan Penjaminan pada periode November 2010 sebesar Rp2,00 triliun atau meningkat 19,63% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yang tercatat sebesar Rp1,67 triliun. Selain itu, total kewajiban Perusahaan Penjaminan pada periode yang sama diketahui sebesar Rp0,25 triliun atau naik 12,48% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yaitu sebesar Rp0,23 triliun. Di lain pihak, nilai ekuitas Perusahaan Penjaminan mencapai Rp1,74 triliun atau meningkat 20,75% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yang tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Adapun data perkembangan kinerja operasional industri Perusahaan Penjaminan sampai dengan periode bulan November 2010 disajikan dalam Grafik 2 sebagai berikut: Grafik 2 Perkembangan Outstanding Penjaminan Perusahaan Penjaminan Periode 2010 November 2010 (dalam miliar rupiah)

Halaman 56

Berdasarkan Grafik 2 tersebut, dapat diketahui bahwa pada bulan November 2010 industri Perusahaan Penjamin secara total memiliki nilai outstanding penjaminan sebesar Rp63,85 triliun, yang terdiri dari penjaminan usaha produktif sebesar Rp14,40 triliun (meningkat 95,83% dari periode bulan Desember 2009, yaitu tercatat sebesar Rp7,35 triliun) dan penjaminan bukan usaha produktif yang sebesar Rp49,44 triliun (meningkat 16,36% dari periode bulan Desember 2009, yaitu tercatat sebesar Rp42,49 triliun). Dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Penjaminan, pada tahun 2010 telah dilakukan pemeriksaan terhadap kantor pusat PT Jamkrida Jatim, PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia, kantor Pusat Perum Jamkrindo, dan kantor cabang Perum Jamkrindo di Pekanbaru, Surabaya, Bali, dan Palembang. Selanjutnya, terkait penyempurnaan ketentuan Perusahaan Penjaminan, Biro Pembiayaan dan Penjaminan sedang melakukan pembahasan untuk menyempurnakan PMK Nomor 222/PMK.010/2008 terutama terkait dengan ketentuan modal disetor minimum, kegiatan usaha Perusahaan Penjaminan, penguatan ketentuan prudential, dan optimalisasi kegiatan pembinaan dan pengawasan. Terkait upaya penyusunan RUU Usaha Penjaminan, Biro Pembiayaan dan Penjaminan pun sedang melakukan penyusunan naskah akademik dan draft awal RUU tentang Usaha Penjaminan. Upaya penyempurnaan peraturan ini diharapkan akan memberikan suatu perangkat hukum yang lebih kuat terhadap industri Perusahaan Penjaminan di masa yang akan datang. b. Lembaga Pembiayaan Khusus Pembentukan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Dalam rangka mendorong pengembangan ekspor nasional, Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat telah membentuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang LPEI pada tanggal 12 Januari 2009. Dengan adanya Indonesia Eximbank ini berarti Indonesia memiliki suatu bank exim atau sering juga dikenal dengan istilah Export Credit Agency (ECA) dalam format yang sama dengan yang dimiliki oleh negara lain, yaitu lembaga yang dapat memberikan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi terkait ekspor. Modal awal Indonesia Eximbank ditetapkan paling sedikit Rp 4 triliun yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan yang tertanam pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Ekspor Indonesia (BEI). Sebagai lembaga yang merupakan kepanjangan tangan Pemerintah, Indonesia Eximbank diharapkan dapat membantu memberikan pembiayaan di area yang tidak dimasuki oleh bank atau lembaga keuangan (fill the market gap), seperti pemberian fasilitas pembiayaan kepada pembeli di luar negeri untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia (buyers credit). Selain itu, Indonesia Eximbank juga dapat menerima penugasan khusus dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, baik oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh Indonesia Eximbank sendiri, tetapi dinilai perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional (national interest account/NIA). Untuk mendukung peran strategis tersebut di atas, Indonesia Eximbank mempunyai sifat sovereign status sehingga dapat mengakses sumber pendanaan di pasar keuangan global dengan biaya yang relatif lebih rendah. Pada tahun 2010, untuk meningkatkan peran Indonesia Eximbank dalam pemberian fasilitas asuransi dan penjaminan terkait ekspor, telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 Tentang Perubahan Atas

Halaman 57

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.010/2009 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Perubahan-perubahan mendasar yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan dimaksud, antara lain yaitu: 1). Meningkatkan nilai retensi sendiri untuk setiap penutupan Asuransi atau Penjaminan dari sebelumnya sebesar 2,5 0/00 dari Modal menjadi sebesar 10% dari Modal; 2). Meingkatkan jumlah retensi sendiri untuk seluruh aktivitas Asuransi dan Penjaminan dari sebelumnya paling tinggi 10% dari Modal menjadi paling tinggi 2 kali Modal; 3). Menambahkan ketentuan mengenai batas maksimum retensi sendiri penutupan Asuransi dan Penjaminan; dan 4). Menambahkan ketentuan mengenai manajemen risiko dalam pelaksanaan kegiatan Asuransi dan Penjaminan oleh Indonesia Eximbank. Selain itu, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 tersebut juga dituangkan mengenai kebijakan transisi bagi Indonesia Eximbank dalam menerapkan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif atas piutang pembiayaannya. Selama tahun 2010, telah dilakukan pula kajian mengenai skema Penugasan Khusus kepada Indonesia Eximbank (National Interest Account) yang melibatkan beberapa stakeholders di Kementerian Keuangan di antaranya Direktorat Sistem Penganggaran (DJA), Direktorat Sistem Manajemen Investasi (DJA), Direktorat Penyusunan APBN (DJA), Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (BKF), Direktorat Barang Milik Negara II (DJKN), Biro Hukum (Setjen Kemenkeu), dan Indonesia Eximbank sendiri. Adapun perkembangan kegiatan Indonesia Eximbank selama tahun 2010 (per 30 November 2010) yaitu total aset sebesar Rp17,78 triliun, outstanding pembiayaan (termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah) sebesar Rp13,39 triliun, dan nilai pertanggungan Asuransi sebesar Rp1,35 miliar dengan nilai retensi sendiri sebesar Rp405 juta. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia, Pemerintah mendorong peran serta pihak swasta termasuk lembaga keuangan multilateral melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP). Peran serta pihak swasta tersebut diperlukan untuk memobilisasi sumber-sumber pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Untuk mendukung keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Selanjutnya, Menteri Keuangan pada tanggal 27 Mei 2009 telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrasruktur yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009. Sampai dengan tahun 2010, terdapat 2 (dua) Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur yang telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance. PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF) diberikan izin usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur pada tanggal 6 Agustus 2010dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-439/KM.10/2010. Selanjutnya, dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, telah diterbitkan Peraturan Ketua Bapepam LK Nomor

Halaman 58

Per-03/BL/2010 Tentang Bentuk, Susunan, Dan Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan dan Laporan Kegiatan Usaha Semesteran Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. Adapun perkembangan kegiatan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur sampai dengan triwulan III 2010 adalah total aset sebesar Rp1,75 triliun dan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp613,39 miliar. c. Lembaga Pembiayaan Kelembagaan 1) Jumlah perusahaan Pada akhir 2010, Bapepam-LK membina dan mengawasi 192 perusahaan pembiayaan yang membawahi 2.602 kantor cabang di seluruh Indonesia. a) Izin baru Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan 7 izin usaha baru sebagai berikut: No. Nama Perusahaan Izin Usaha
1 2 3 4 5 6 7 PT Jasra International Multifinance PT Sarana Global Finance Indonesia PT PPA Finance PT SMFL Leasing Indonesia PT Central Santosa Finance PT IBJ Verena Finance PT Maxima Inti Finance KEP-124/KM.10/2010 tanggal 1 Maret 2010 KEP-205/KM.10/2010 tanggal 19 April 2010 KEP-319/KM.10/2010 tanggal 15 juni 2010 KEP-336/KM.10/2010 tanggal 6 juli 2010 KEP-523/KM.10/2010 tanggal 3 September 2010 KEP-594/KM.10/2010 tanggal 25 Oktober 2010 KEP-635/KM.10/2010 tanggal 30 November 2010

b) Pencabutan Sedangkan untuk kegiatan pembinaan, telah dicabut 12 perusahaan pembiayaan sepanjang tahun 2010. Daftar perusahaan pembiayaan yang telah dicabut adalah sebagai berikut: No. Nama Perusahaan Pencabutan Izin Usaha
1 2 3 4 5 6 PT Mandiri Intifinance Tbk. PT Artha Sedaya Finance PT Primadana Putra Finance PT Hana Risjad Finance PT Suprawira Finance PT Arthasaka Inti Finance KEP-85/KM.10/2010 tanggal 19 Januari 2010 KEP-91/KM.10/2010 tanggal 28 Januari 2010 KEP-123/KM.10/2010 tanggal 1 Maret 2010 KEP-216/KM.10/2010 tanggal 27 April 2010 KEP-233/KM.10/2010 tanggal 19 Mei 2010 KEP-232/KM.10/2010 tanggal 19 Mei 2010

Halaman 59

7 8 9 10 11 12

PT Pacific International Finance PT Ometraco Multiartha PT Perdana Cipta Multi Finance PT Alindo Internusa Finance PT SMBC Indonesia Finance PT Sarijaya Multidana Finance

KEP-335/KM.10/2010 tanggal 6 Juli 2010 KEP-389/KM.10/2010 tanggal 29 Juli 2010 KEP-392/KM.10/2010 tanggal 29 Juli 2010 KEP-390/KM.10/2010 tanggal 29 Juli 2010 KEP-546/KM.10/2010 tanggal 20 September 2010 KEP-547/KM.10/2010 tanggal 20 September 2010

c) Kantor cabang Untuk perizinan pembukaan kantor cabang, telah diberikan izin pembukaan kantor cabang baru sebanyak 415 kantor cabang bagi 34 perusahaan selama tahun 2010. d) Perubahan anggaran dasar Selama tahun 2010, 29 perusahaan pembiayaan telah melakukan perubahan modal dan 5 perusahaan pembiayaan telah berganti nama. Bapepam-LK juga telah memproses 57 permohonan perubahan pengurus, 139 permohonan perpindahan alamat baik kantor pusat maupun kantor cabang. Perkembangan Industri Lembaga Pembiayaan Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas lembaga pembiayaan, Bapepam-LK telah memantau perkembangan industri perusahaan pembiayaan setelah sukses melewati krisis keuangan global pada tahun sebelumnya. Dari data perusahaan yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa industri perusahaan pembiayaan selama tahun 2010 menunjukkan kinerja yang sangat bagus dengan rata-rata pertumbuhan aset setiap bulannya sebesar 2,64%. Pada akhir tahun 2010 total aset industri Perusahaan Pembiayaan mencapai Rp 226 triliun atau naik sebesar 29,77% dari aset tahun 2009. (data Oktober 2010)

Halaman 60

Grafik 1 Total Aset Perusahaan Pembiayaan periode 2006 - 2010 (dalam triliun rupiah)

Sepanjang tahun 2010, penyaluran piutang pembiayaan menunjukkan kinerja yang menggembirakan dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 2,39% sehingga nilai piutang pembiayaan sebesar Rp 180 triliun atau sekitar 80% dari total aset industri pada akhir tahun 2010. Sebagaimana periode-periode sebelumnya, piutang pembiayaan yang disalurkan oleh industri Perusahaan Pembiayaan masih didominasi oleh pembiayaan konsumen sebesar Rp 125 triliun dan sewa guna usaha sebesar Rp 53 triliun. Sedangkan nilai anjak piutang dan usaha kartu kredit relatif stagnan dengan hanya menguasai nilai pembiayaan masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp 1 triliun (data Oktober 2010). Grafik 2 Piutang Pembiayaan per Jenis Usaha (dalam triliun rupiah)

Sepanjang tahun 2010, sumber pendanaan yang digunakan oleh Perusahaan Pembiayaan terutama berasal dari pinjaman sebesar Rp 136 triliun atau sebesar 67% dari total pendanaan, penerbitan obligasi sebesar Rp 19 triliun, dan modal sendiri sebesar Rp 47 triliun.

Halaman 61

Grafik 3 Sumber Pendanaan Perusahaan Pembiayaan (dalam triliun rupiah)

*) data Oktober 2010

Pelaksanaan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Pembiayaan Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper) terhadap 161 calon direksi dan calon komisaris perusahaan pembiayaan yang mengajukan permohonan untuk dilakukan penilaian kemampuan dan kepatutan dengan rincian sebagai berikut: - 108 calon direksi; dan - 53 calon komisaris Dari jumlah tersebut, 8 orang calon direksi dan 4 orang calon komisaris dinyatakan tidak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan. d. Pemeriksaan Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Pasal 36 Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, maka Menteri melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan. Pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyampaian Laporan Keuangan Audit Pada tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan sanksi berupa Surat Peringatan Pertama sampai dengan Surat Peringatan Ketiga dan Pembekuan Kegiatan Usaha terhadap Perusahaan Pembiayaan karena belum menyampaikan Laporan Keuangan Audit tahun 2009 sampai dengan selambat-lambatnya akhir April tahun 2010 sebagaimana diatur dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. Rincian jumlah Perusahaan Pembiayaan yang telah dikenakan sanksi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Halaman 62

No 1. 2. 3. 4.

Jenis Sanksi Surat Peringatan Pertama Surat Peringatan Kedua Surat Peringatan Ketiga Pembekuan Kegiatan Usaha

Jumlah Perusahaan 26 4 2 1

Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 166/PMK.010/2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan dinyatakan bahwa Menteri berwenang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan dan berdasarkan kewenangan tersebut Menteri melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Pembiayaan. Pada tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan terhadap 60 Perusahaan Pembiayaan berdasarkan hasil analisis atas laporan periodik Perusahaan Pembiayaan, surat pengaduan dari masyarakat, dan hasil monitoring atas pemenuhan ketentuan Perusahaan Pembiayaan yang telah diperiksa pada tahun 2009. Pemeriksaan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kebenaran laporan periodik, menilai kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di bidang Perusahaan Pembiayaan, dan memastikan bahwa laporan periodik sesuai dengan keadaan perusahaan yang sebenarnya sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 166//PMK.010/2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi : - Aspek kelembagaan; - Aspek penyelenggaraan usaha (operasional); - Aspek keuangan. Tindak Lanjut Atas Hasil Pemeriksaan Sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan yang telah dilakukan selama tahun 2010 terhadap 60 Perusahaan Pembiayaan, Bapepam-LK telah memberikan sanksi berupa Surat Peringatan Pertama sampai dengan Ketiga, Pembekuan Kegiatan Usaha, dan Pencabutan Izin Usaha terhadap Perusahaan Pembiayaan yang telah melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku di bidang Perusahaan Pembiayaan. Rincian jumlah Perusahaan Pembiayaan yang telah dikenakan sanksi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut: No 1. 2. 3. 4. 5. Jenis Sanksi Surat Peringatan Pertama Surat Peringatan Kedua Surat Peringatan Ketiga Pembekuan Kegiatan Usaha Pencabutan Izin Usaha*) Jumlah Perusahaan 11 1 1 1 -

XI. 1.

KERJASAMA KELEMBAGAAN Kerjasama Kelembagaan Domestik a. Penyelengaraan Annual Report Award 2009 Annual Report Award (ARA) diselenggarakan atas kerjasama Bapepam-LK, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Komite Nasional Kebijakan Governance

Halaman 63

(KNKG), Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, PT Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia. ARA 2009 merupakan penyelenggaraan yang kesembilan sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2002. Jumlah peserta ARA 2009 diikuti oleh 176 perusahaan. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 17,4% dibandingkan peserta ARA 2008 yang berjumlah 163 peserta. Pada tahun ini terdapat 44 perusahaan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ARA. Tema yang diangkat pada penyelenggaraan ARA tahun ini adalah Transparansi Informasi untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan. Adapun kriteria penilaian menyangkut hal-hal seperti penyajian profil perusahaan, penerapan good corporate governance, analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja perusahaan, dan informasi keuangan. Penyusunan kriteria dan proses penilaian dilakukan oleh dewan juri, yang diketuai Bapak Marie Muhammad. Pengumuman pemenang serta penyerahan penghargaan ARA 2009 dilaksanakan pada tanggal 22 September 2010, bertempat di Ballroom I Hotel Ritz Carlton, Jakarta. 2. Kerjasama Kelembagaan Internasional a. Kontribusi Bapepam-LK di Association of South East Asia Nations (ASEAN) Bapepam-LK terlibat dan berkontribusi aktif dalam forum ASEAN, khususnya yang menyangkut bidang pasar dan lembaga keuangan. Kerjasama internasional melalui forum ASEAN ini juga merupakan salah satu prioritas utama dalam hubungan kelembagaan luar negeri di Bapepam-LK. Adapun kontribusi BapepamLK di ASEAN sepanjang tahun 2010 ini adalah sebagai berikut: 1) ASEAN Finance Ministers Meeting (AFMM) dan ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting (AFDM). Pertemuan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini dihadiri oleh para Menteri Keuangan, Deputi Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Bank Sentral dari negara-negara ASEAN. Perwakilan Bapepam-LK turut hadir dalam 14th AFMM/AFDM yang diselenggarakan pada tanggal 5-8 April 2010 di Nha Trang, Vietnam. Selain itu, telah dilaksanakan pula Joint Seminar of ASEAN Central Bank and Finance Minister Deputies on ASEAN Financial Integration pada tanggal 18-19 Maret 2010, yang merupakan forum dialog dan diskusi antara para Deputi Bank Sentral dan Kementerian Keuangan dengan para pelaku swasta dalam merumuskan tujuan AEC 2015, khususnya di bidang integrasi moneter dan keuangan. 2) Working Committee on Capital Market Development (WC-CMD) Bapepam-LK bersama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terkait erat dan terlibat langsung di forum WC-CMD ini. Forum ini merupakan salah satu bentuk fasilitasi dalam rangka pengembangan pasar modal ASEAN adalah untuk memperdalam pasar finansial dan pencapaian kolaborasi lintas batas pasar modal di antara negara-negara anggota ASEAN. Bapepam-LK telah secara aktif mengikuti 2 sidang WC-CMD yang diselenggarakan hingga tengah tahun 2010 ini, yaitu pada tanggal 13 Januari 2010 dan 29-30 Juli 2010, di Singapura. 3) Working Committee on Financial Service Liberalisation (WC-FSL) Bapepam-LK bersama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terkait erat dan terlibat langsung di forum WC-FSL ini. Forum ini ditujukan untuk membahas perkembangan liberalisasi jasa keuangan ASEAN menuju integrasi ekonomi ASEAN 2015 dan isu-isu lain yang menyertainya. Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif dalam 2 (dua) pertemuan WC-FSL Meeting hingga tengah tahun 2010 ini, yaitu pada tanggal 16-17 Juni 2010, di Bali, dan 2-3 Agustus

Halaman 64

2010, di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, Bapepam-LK juga aktif dalam memberikan masukan dalam forum tersebut, seperti pada 29th WC-FSL Meeting yang diselenggarakan pada tangal 2 Desember 2010, di Cebu, Philipina, meskipun saat itu perwakilan Bapepam-LK tidak dapat mengirimkan wakilnya dalam pertemuan tersebut. 4) ASEAN Capital Market Forum (ACMF) ACMF merupakan forum harmonisasi peraturan dalam rangka mencapai integrasi pasar modal di kawasan ASEAN pada tahun 2015 sesuai yang diamanatkan dalam ASEAN Economic Community (AEC) Blueprint. BapepamLK menghadiri 12th ACMF Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2010 di Thailand. Selain itu, Bapepam-LK menghadiri pula ACMF Working Group (WG) Meeting yang dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 14-15 Januari 2010 di Singapura. Adapun hasil pertemuan WG inilah yang nantinya akan menjadi agenda pada 12th ACMF Meeting. Adapun untuk pertemuan 13th ACMF Meeting tanggal 21 Oktober 2010, dimana saat itu Bapepam-LK juga mengirimkan perwakilan di dalamnya, kembali diadakan ACMF Working Group (WG) Meeting yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada tanggal 4-6 Oktober 2010. Bapepam-LK pun saat itu hadir dalam ACMF WG Meeting tersebut. Selanjutnya, pada tanggal 26 November 2010, Bapepam-LK telah menghadiri ACMF Group of Expert (GOE) Meeting di Singapura yang merupakan forum konsultasi antara anggota ACMF dengan tim expert ACMF. Bapepam-LK juga telah menyelenggarakan seminar terkait Regional Capital Market Integration dalam kerangka kerjasama ASEAN Capital Market Forum (ACMF) pada tanggal 14 Desember 2010, di Hotel Borobudur, Jakarta. Adapun seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait rencana integrasi pasar modal di kawasan ASEAN, serta mendapatkan masukan dan persiapan dari pelaku industri pasar modal Indonesia terhadap rencana integrasi pasar modal ASEAN tersebut. 5) ASEAN Insurance Regulator Meeting (AIRM) AIRM merupakan pertemuan regulator asuransi di kawasan ASEAN dalam rangka membahas isu-isu yang terkait dengan industri asuransi saat ini. Pertemuan ini merupkana pertemuan tahunan yang hasilnya akan dilaporkan dalam AFDM/AFMM Meeting. Pada forum ini, Bapepam-LK telah menghadiri 13th ASEAN Insurance Regulator Meeting yang diselenggarakan di Makaty City, Philipina, pada tanggal 24-26 November 2010. 6) Kunjungan ke Bapepam-LK Sehubungan dengan kerjasama internasional Bapepam-LK dalam forum ASEAN, terdapat beberapa kali kunjungan ke Bapepam-LK sebagai berikut: - Kunjungan Prof. Andrew Sheng pada tanggal 25 Maret 2010, terkait dengan pemaparan mengenai rencana integrasi finansial di ASEAN, khususnya peran regulator; dan - Kunjungan Financial Secretary of Hong Kong Special Administrative Region Government (HKSARG) pada tanggal 23 Maret 2010, terkait diskusi mengenai kondisi perekonomian di Indonesia dan kawasan ASEAN. - Kunjungan ASEAN Secretariat (ASEC) dan ASECs Consultant for the Establishment of Macroeconomic and Finance Surveillance Office (MFSO) pada tanggal 27 April 2010, terkait dengan diskusi tindak lanjut pembentukan MFSO.

Halaman 65

Kunjungan Small Working Group (SWG) on ASEAN Exchange Linkage pada tanggal 18-19 Juni 2010, terkait dengan rencana pembentukan Exchange Linkage di antara Bursa-Bursa di kawasan ASEAN. 7) Lain-Lain: Bapepam-LK telah memberikan masukan atas rancangan Peraturan Presiden tentang Peningkatan Daya Saing, Pemanfaatan dan Pemenuhan Komitmen ASEAN tahun 2015 Periode 2010-2011. Selain itu Bapepam-LK telah memberikan masukan atas safeguard pasar keuangan Indonesia dan implementasi masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN Economic CommunityAEC). Pada tanggal 30 November 2010, Bapepam-LK telah menghadiri 7th ASEAN Finance Ministers Seminar, di Kuala Lumpur, Malaysia. Adapun pertemuan yang dihadiri oleh berbagai Menteri Keuangan di negara-negara anggota ASEAN ini bertujuan untuk mempromosikan ASEAN sebagai kawasan tujuan investasi. Ketua Bapepam-LK ikut mendampingi Menteri Keuangan RI hadir dalam acara tersebut. b. Kontribusi Bapepam-LK di ASEAN+3 (China, Jepang, dan Korea) 1) ASEAN+3 Finance and Central Bank Deputies Meeting (AFDM+3) Pertemuan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya ini dihadiri oleh para Menteri Keuangan, Deputi Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Bank Sentral dari negara-negara ASEAN+3. Perwakilan Bapepam-LK turut hadir dalam AFDM+3 yang diselenggarakan pada tanggal 5-8 April 2010 di Nha Trang, Vietnam, bersamaan dengan AFMM dan AFDM. Selain itu, BapepamLK juga telah mengirimkan wakilnya untuk menghadiri AFDM+3 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 November 2010, di Xian, China. 2) Asian Bond Market Initiative (ABMI) ABMI merupakan kerangka kerjasama kerjasama ASEAN+3 yang bertujuan untuk mengembangkan pasar obligasi yang efisien dan lancar (liquid) di kawasan Asia. ABMI terdiri dari 4 Task Force (TF), yaitu TF 1: Promoting The Issuance of Local Currency-Denominated Bonds (Supply-Side), TF 2: Promoting The Issuance of Local Currency-Denominated Bonds (DemandSide); TF 3: Improving The Regulatory Framework, dan TF 4: Improving The Related Infrastructure for The Bond Markets. Adapun saat ini ABMI telah berhasil membentuk suatu dana penjaminan bagi obligasi swasta melalui mekanisme Credit Guarantee and Investment Fund (CGIF), dimana BapepamLK bersama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terkait erat dan terlibat dalam diskusi pembentukannya. CGIF Technical Working Group (TWG) telah melakukan 4 kali pertemuan hingga tengah tahun 2010 ini, yaitu pada tanggal 21-22 Januari 2010, di Thailand, tanggal 14-15 Juni 2010, di Bali, 23-25 Agustus di Beijing, China, dan 28-30 September 2010 di Tokyo, Jepang. Terkait dengan forum ABMI ini pula, Bapepam-LK telah menerima kunjungan dari pihak Nomura Research Institute (NRI) pada tanggal 13 April 2010 guna membahas ASEAN Technical Assistance (TA) for Bond Market Development, dan pada tanggal 2 September 2010, Bapepam-LK telah menghadiri ASEAN+3 Workshop on Improving Liquidity of Bond Market di Manila, Philipina. Selanjutnya, sebagai forum bagi para ahli pasar obligasi di kawasan ASEAN+3 memberikan opini dan rekomendasi mengenai pengembangan pasar obligasi di kawasan ASEAN+3 dalam ABMI, maka dibentuklah suatu prakarsa baru dalam kerangka kerjasama ASEAN+3 di bawah TF 3, yaitu ASEAN Bond Market Forum (ABMF). Bapepam-LK telah menghadiri pertemuan perdana dari

Halaman 66

ABMF ini yang diselenggarakan pada tanggal 28-30 September 2010, yang kemudian diikuti dengan 2nd ASEAN+3 Bond Market Forum pada tanggal 1314 Desember 2010, di Manila, Philipina. 3) ASEAN Infrastructure Financing Mechanism (AIFM) AIFM dimaksudkan untuk memanfaatkan kelebihan dana baik pemerintah maupun swasta yang ada di kawasan bagi pengadaan proyek-proyek infrastruktur di negara-negara ASEAN melalui mekanisme ASEAN Infrastructure Fund (AIF). Bapepam-LK ikut berpartisipasi dalam forum ini dengan menghadiri pertemuan Task Force (TF) yang diselenggarakanpada tanggal 26-27 Januari 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia. 4) Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) CMIM merupakan fasilitas bantuan keuangan di kawasan ASEAN+3 yang ditujukan untuk mengatasi kesulitan neraca pembayaran dan likuiditas jangka pendek serta untuk melengkapi fasilitas pendanaan internasional lain yang telah ada. Adapun focal point untuk kerjasama terkait CMIM ini berada pada Bank Indonesia, namun Bapepam-LK pun secara aktif memberikan kontribusi berupa material dan opini atas berbagai hal yang terkait dengan bidang tugas dan kewenangannya. 5) Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring (ETWG) ETWG dibentuk dalam rangka memperkuat mekanisme pengawasan di kawasan ASEAN+3, khususnya dalam peranan mengembangkan dan memperkenalkan Early Warning System (EWS) sebagai deteksi awal atas kondisi perekonomian suatu negara. c. Kontribusi Bapepam-LK di International Organizations of Securities Commissions (IOSCO) Keanggotaan Bapepam-LK sebagai regulator pasar modal Indonesia di dalam IOSCO sudah dimulai sejak tahun 1984. IOSCO menjadi forum utama bagi interaksi dan kerja sama antar pengawas pasar modal sedunia dan sekarang beranggotakan lebih dari 170 institusi yang terdiri dari badan pemerintah, SRO, dan institusi lain yang terkait dengan pasar sekuritas. Sebagai organisasi yang menghimpun para regulator sekuritas, IOSCO mempunyai beberapa tujuan, yaitu melindungi investor, menciptakan dan menjaga pasar yang wajar, efisien, dan transparan, serta mengurangi risiko sistemik. Untuk mencapai tujuan tersebut IOSCO telah menetapkan 30 prinsip IOSCO yang berisi mengenai prinsip-prinsip bagi Regulator (badan pemerintah dan SRO), Emiten, Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, Skema Investasi Kolektif, dan pasar sekunder. IOSCO juga merupakan forum yang melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan kapasitas para anggotanya melalui pelatihan dan/atau seminar yang diselenggarakan setiap tahunnya. Bapepam-LK telah menghadiri IOSCO Asia-Pacific Regional Committee (APRC) Mobile Seminar Training Program yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juni-2 Juli 2010 di Chinese, Taipei. Selain itu, Bapepam-LK telah menghadiri IOSCO APRC Meeting pada tanggal 27-30 Oktober 2010, di Taiwan dan menghadiri 2010 IFIE/IOSCO Global Investor Education Conference, pada tanggal 8-9 November 2010, di Mesir. Selain berbagai pertemuan rutin yang dihadiri terkait kerjasama dalam kerangka IOSCO ini, Bapepam-LK juga menghadiri Seminar on Trading Book Issues and Market Infrastucture yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 November 2010, di Madrid, Spanyol dan 3rd Training Seminar Implementing IOSCO Principles Issuers Collective Investment Schemes and Enforcement, pada tanggal 30 November- 2 Desember 2010, di Rio De Janeiro, Brasil.

Halaman 67

d. Kontribusi Bapepam-LK di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Didirikan pada tahun 1989, APEC bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik. APEC saat ini memiliki 21 anggota, kebanyakan adalah negara yang memiliki garis pantai ke Samudra Pasifik. Bapepam-LK ikut berpartisipasi dalam berbagai program dan/atau seminar yang diselenggarakan oleh APEC sebagai berikut: 1) APEC Financial Regulators Training Initiative (FRTI) Regional Seminar on Regulation of New Product, pada tanggal 8-12 Maret 2010, di China; 2) APEC Financial Regulators Training Initiative (FRTI) Regional Seminar on Operational Risk, pada tanggal 12-16 April 2010, di Bali; 3) APEC Financial Regulators Training Initiative (FRTI) Regional Seminar on Risk Management for Securities Regulator, pada tanggal 17-21 Mei 2010, di Filipina; 4) Pilot Placement Program in APEC, pada tanggal 22 Maret-19 April 2010, di Malaysia; dan 5) APEC FRTI Regional Seminar on Market Supervision pada tanggal 13-17 Desember 2010, di Malaysia. e. Kontribusi Bapepam-LK di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) OECD merupakan organisasi internasional yang membantu pemerintah di berbagai negara dalam mengatasi permasalahan di bidang ekonomi, sosial dan tata kelola, seiring dengan globalisasi. Beberapa pertemuan OECD yang dihadiri oleh Bapepam-LK antara lain adalah: 1) The Meeting of Steering Group of Corporate Governance, pada tanggal 20-21 April 2010 di Paris, Perancis; 2) Working Group Meeting on the Asian Roundtable on Corporate Governance, pada tanggal 25-26 Mei 2010, di Kuala Lumpur, Malaysia, 3) OECD Corporate Governance Committee, pada tanggal 16-17 November 2010, di Paris, Prancis; 4) OECD-Asia Regional Seminar: Enhancing Transparency and Monitoring of Insurance Market pada tanggal 23-24 September 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia; dan 5) The Asian Roundtable on Corporate Governance pada tanggal 16-17 Desember 2010, di Shanghai, China. Selain menghadiri pertemuan, Bapepam-LK telah berpartisipasi memberikan masukan atas updating APEC Individual Action Plan (IAP) tahun 2010 untuk Indonesia dan memberikan jawaban atas kuesioner yang terkait dengan OECD Project on National Pension Awareness Programme. f. Kontribusi Bapepam-LK di Asian Development Bank (ADB) Bapepam-LK telah mengikuti seminar dan/atau workshop dan/atau konferensi yang diselenggarakan baik oleh ADB, maupun kerjasama yurisdiksi tertentu dengan pihak ADB. Hingga tengah tahun 2010 ini, Bapepam-LK telah turut berpartisipasi dalam kegiatan ADB sebagai berikut: 1) Regional Conference on Enhancing Social Protection in Asia-Pacific, pada tanggal 21-22 April 2010, di Filipina; dan 2) Asia-Pacific Finance and Development Center (AFDC) Workshop on Developing Corporate Bond Market, pada tanggal 26-29 Juli 2010, di Shanghai, China.

Halaman 68

g. Kontribusi Bapepam-LK di World Trade Organizations (WTO) Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam organisasi WTO dengan melakukan pembahasan perkembangan posisi Indonesia (khususnya liberalisasi jasa keuangan non-bank) dan mengikuti Sidang Jasa WTO yang diselenggarakan di Jenewa setiap tahunnya. WTO sendiri adalah organisasi internasional yang mengawasi banyak persetujuan yang mendefinisikan "aturan perdagangan" di antara anggotanya. Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif untuk WTO dengan kegiatan dan menghadiri berbagai pertemuan sebagai berikut: 1) WTO Services Week, pada tanggal 1-11 Februari 2010, di Jenewa; dan 2) Pengisian Kuesioner Subsidi yang didistribusikan oleh Working Party on General Agreement on Trade in Services (GATS) Rules. Di samping pertemuan-pertemuan di atas, Bapepam-LK juga secara rutin ikut hadir dalam rapat-rapat koordinasi antar depertemen terkait pembahasan mengenai liberalisasi bidang jasa dalam forum WTO bersama dengan Kementerian Perdagangan RI dan/atau Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. h. Kontribusi Bapepam-LK di G-20 G-20 atau Kelompok 20 Ekonomi Utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Dua Puluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Sebagai forum ekonomi, G-20 lebih banyak menjadi ajang konsultasi dan kerja sama hal-hal yang berkaitan dengan sistem moneter internasional. Terdapat pula pertemuan yang teratur untuk mengkaji, meninjau, dan mendorong diskusi di antara negara industri maju dan sedang berkembang terkemuka mengenai kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional dan mencari upaya-upaya pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu saja. Kontribusi Bapepam-LK dalam forum G-20 ini hingga tengah tahun 2010 adalah dengan turut serta menghadiri G-20 Finance and Central Bank Deputies Meeting, and International Conference on Enhancing Micro Insurance Market and Expert Roundtable on the G-20 Financial Inclusion Process, pada tanggal 19-20 Mei 2010, di Berlin, Jerman. Bapepam-LK berperan secara aktif memberi masukan kepada BKF selaku koordinator kegiatan G-20 untuk Indonesia. Masukan tersebut khususnya terkait kebijakan Bapepam-LK dalam rangka mendukung perekonomian Indonesia yang diwujudkan dengan pemenuhan Framework for Strong, Sustainable, and Balance Growth. Bapepam-LK saat ini aktif pula memberikan kontribusinya dengan mendukung berbagai Working Group (WG) di bawah forum G-20 ini, yaitu WG on Enhancing Sound Regulation and Strengthening Transparency, dan WG on Reinforcing International and Promoting Integrity in Financial Market. Pada tanggal 4-5 September 2010, Bapepam-LK telah menghadiri the G20 Finance and Central Deputies Meeting di Gwangju, Korea. i. Kontribusi Bapepam-LK di Financial Sector Assessment Program (FSAP) FSAP merupakan joint program antara International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, sesuai hasil G-20 Leaders Summit pada tanggal 15 November 2008 di Washington DC. FSAP ini digunakan sebagai mekanisme dalam memetakan kondisi sistem keuangan Indonesia dan infrastrukturnya, serta mengidentifikasi daya tahan sistem keuangan. Pada akhirnya, diharapkan dapat disusun

Halaman 69

rekomendasi sebagai dasar melakukan reformasi sektor keuangan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Ruang lingkup FSAP yang dilakukan Kementerian Keuangan meliputi: 1) Formal Assessment - IOSCO Principles - Core Principles for Systematically Important Payment System for Securities Settlement System (CPSS-IOSCO) 2) Update - Report on the Observance of Standards and Codes (ROSC) on Accounting and Auditing (AA) - Report on the Observance of Standards and Codes (ROSC) on Corporate Governance (CG) 3) Informal Assessment: IAS Insurance Principles Tim FSAP Kementerian Keuangan sendiritelah melakukan self assessment atas berbagai materi yang dicakup dalam ruang lingkup di atas. Hingga tengah tahun 2010 ini, Tim FSAP World Bank juga telah mengirimkan beberapa draft reports terkait dengan hasil assessment yang dilakukannya. j. Kontribusi Bapepam-LK di Berbagai Kerjasama Multilateral Lainnya Kontribusi Bapepam-LK dalam berbagai kerjasama multilateral lainnya adalah dengan menghadiri berbagai forum multilateral, antara lain: 1) Roundtable on Solvency Requirements for Takaful Islamic Insurance, pada tanggal 21-23 Februari 2010, di Dubai; 2) Orientation Course on Islamic Capital Market, pada tanggal 7-11 Maret 2010, di Teheran, Iran; 3) The 5th Asian Forum of Insurance Regulators; 4) Rapat persiapan sidang Foreign Investment Protection and Promotion Agreement (FIPPA) Indonesia-Kanada, pada tanggal 19-20 April 2010, di Solo, Indonesia; dan 5) International Financial Reporting Standards (IFRS) Regional Policy Forum, pada tanggal 12-13 Mei 2010 di Berlin, Jerman. 6) Bapepam-LK telah menghadiri Knowledge Sharing Program for Indonesia 2010, tanggal 3-13 Oktober 2010, di Korea Selatan. 7) Bapepam-LK telah menerima kunjungan delegasi Financial Supervisory Service (FSS) pada tanggal 8-9 Desember 2010, terkait diskusi mengenai sistem pengawasan keuangan yang terintegrasi. 8) Conference on The Financial Reform: An Emerging Market Perspective, pada tanggal 2-3 September 2010. 9) IMF/World Bank Annual Meeting, 8-11 Oktober 2010 di Washington, USA. 10) FSA Annual International Seminars, pada tanggal 30 November-2 Desember 2010, di London, Inggris. 11) D-8 Meeting on Development of Islamic Financial Services Industries, pada tanggal 28 Oktober 2010, di Kuala Lumpur, Malaysia. 12) IOPS Annual Meeting, pada tanggal 1-5 November 2010, di Australia. 13) The 3rd International Accounting Conference, pada tanggal 26-28 Oktober 2010, di Bali, Indonesia. 14) 5th Asian Bond Market Summit, pada tanggal 26 November 2010, di Singapura. 15) Study Visit ke Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC), Sydney, Australia, pada tanggal 5-8 Oktober 2010. 16) Conference on the Financial Reform: An Emerging Market Perspective pada tanggal 2-3 September 2010 di Seoul, Korea Selatan.

Halaman 70

k. Kerja Sama Bilateral 1) Fokus kerjasama Bapepam-LK dengan Japan International Cooperation (JICA) telah disepakati dirubah dari Study on Equity Market for SMEs menjadi Study on Legal Framework of MFI mulai Juli 2010. Pada tahun 2010, Bapepam-LK dan JICA melakukan kegiatan antara lain: a) Penyelenggaraan survey terhadap kondisi dan minat UKM untuk mendapatkan akses pembiayaan melalui Pasar Modal Indonesia bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 26-30 April 2010 di kota Kudus, Pemalang dan Solo b) Pengiriman wakil Bapepam-LK untuk mengikuti Stock Exchange Development for ASEAN countries di Tokyo Jepang, 30 Mei - 16 Juni 2010 c) Penyelenggaraan In-Country Training for SMEs pada tanggal 11-12 Februari 2010 di Bandung bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian d) Penyelenggaraan Study Meeting on Regulating Microfinance Institutions in Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2010 di Hotel Borobudur, Jakarta 2) Kerjasama Bapepam-LK dengan Securities and Exchange Organization (SEO) of Iran Pengiriman perwakilan Bapepam-LK ke 2nd International Orientation Course on Islamic Capital Markets, 7-9 Maret 2010 di Teheran,Iran 3) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Securities and Investment Commission (ASIC) a) Kunjungan Ms. Joanna Bird (perwakilan dari ASIC) ke Bapepam-LK dalam rangka Partnership Program tentang Development of Strategic Policy Scoping Mission pada tanggal 2010 b) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke ASIC Summer School 2010 & Secondment on Subjects: media, complaints management, investor education, external dispute resolution, audit, and accounting surveillance yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari - 12 Maret 2010 c) Workshop Investment Management kerjasama Bapepam-LK dengan ASIC di Hotel Borobudur pada tanggal 8 Juni 2010 dan 4 Agustus 2010 d) Pengembangan Kapasitas pegawai Bapepam-LK dalam bidang Investment Management Compliance dan Surveillance e) Penyusunan materi investor education dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat atas investasi di pasar modal f) Secondment pegawai Bapepam-LK dalam rangka Audit Surveillance ke ASIC selama 3 bulan, mulai tanggal 25 Oktober 2010 - 21 Januari 2011 di Australia 4) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australasian Compliance Institute (ACI) a) Penyelenggaraan Compliance Training for Indonesian Investment Managers: Developing Compliance Arrangements pada tanggal 20 30 September 2010 b) Penyelenggaraan Compliance Training for Indonesian Broker-Dealer: Developing Compliance Arrangements pada tanggal 22 November 2 Desember 2010 5) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) a) Konsultan Change Management and Human Resources untuk program pengembangan pegawai Bapepam-LK b) Konsultan untuk melaksanakan fungsi Auditor Surveillance di Bapepam-LK

Halaman 71

6) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Prudential Regulation Authority (APRA) a) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke APRA dalam rangka Secondment on Risk Based Supervision (PAIRS/SOARS) tanggal 31 Mei - 11 Juni 2010, 4 Oktober 26 November 2010, dan 6 17 Desember 2010 di Sydney b) Bapepam-LK telah menerima kunjungan Mr. Charles Watts Littrell, Executive General Manager, Policy, Research and Statistics of APRA dalam rangka mendiskusikan rencana kerjasama Bapepam-LK dan APRA untuk periode Government Partnership Fund II (GPF II) pada tanggal 4 November 2010 7) Lain-lain a) Administrasi program hibah ADB TA 7000-INO:Strengthening Regulation and Governance dan TA No 7466: Strengthening Indonesias Capital Market b) Melayani permintaan informasi publik dari regulator asing seperti misalnya ASIC, SEO Iran, ADB, SEC US, serta dari pihak asing lainnya c) Pengurusan keberangkatan pegawai Bapepam-LK ke luar negeri dalam rangka dinas luar d) Menerima kunjungan dari pihak AFD (Agence De Francais Development) pada tanggal 5 Januari 2010 e) Menerima kunjungan dari Nomura Research Institute, Jepang, perihal ASEAN - TA for Bond Market Development and JICA Seminar pada tanggal 13 April 2010 f) Menerima kunjungan Menteri Keuangan Kanada ke Bapepam-LK pada hari Selasa, 9 November 2010

XII. PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI Dukungan teknologi informasi terhadap upaya pelayanan publik terus menerus ditingkatkan. Hal ini ditunjukkan dengan telah tersedianya Sistem Pengaduan Online (investor complaint), Aplikasi Industri Reksa Dana, Laporan Elektronik Biro Administrasi Efek, dan telah diluncurkannya kembali website Reksa Dana dengan tampilan yang lebih baik. Di samping itu, Bapepam-LK juga telah mengembangkan Sistem Informasi Penanganan Keberatan dan Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Perusahaan Efek secara Elektronik (Laporan Kegiatan Bulanan Perantara Pedagang Efek dan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Efek) yang akan diujicobakan pada tahun 2011. Untuk membantu mempermudah dan memperlancar proses pemeriksaan dan penyidikan, Bapepam-LK telah mengembangkan Sistem Administrasi Pemeriksaan, Sistem Administrasi Penyidikan, dan Database Pihak yang Pernah Diperiksa. Untuk menunjang pengawasan Emiten, Bapepam-LK sedang mengembangkan Sistem Informasi Emiten. Berkaitan dengan pembangunan data warehouse pasar modal, Bapepam-LK bekerjasama dengan SRO.

XIII. DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN PASAR MODAL Dukungan pemerintah terhadap upaya pengembangan industri pasar modal Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan baik dengan penerbitan kebijakan yang mendukung penguatan industri ini seperti dukungan terhadap peningkatan efisiensi

Halaman 72

dan daya saing pasar modal dan peningkatan kualitas pengawasan dan pengaturan, kunjungan ke Bursa Efek, maupun dengan melakukan dialog dengan pelaku pasar. Beberapa bentuk dukungan dimaksud antara lain: 1. Berkenannya Bapak Presiden RI didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan untuk membuka trading hari pertama perdagangan di tahun 2010 dan melakukan Temu Wicara dengan segenap Pelaku Pasar Modal Indonesia, tepatnya pada tanggal 4 Januari 2010. Direncanakan pula bahwa pada tanggal 3 Januari 2011 mendatang, Presiden RI berkenan hadir untuk meresmikan pembukaan perdagangan Efek hari pertama di Bursa Efek Indonesia dan berdialog dengan pelaku pasar modal Indonesia; 2. Berkenannya Menteri Keuangan hadir dan sekaligus meresmikan penyelenggaraan Investor Summit dan Capital Market Expo pada tanggal 10 November 2010.

XIV. PENUTUP Cukup banyak pelajaran yang dapat dipetik selama tahun 2010 ini. Telah banyak pula upaya yang telah kita laksanakan bersama dan kita yakini telah mampu mengembalikan kepercayaan publik pasca krisis keuangan global yang terjadi di tahun 2008 yang lalu. Namun, masih banyak lagi yang harus kita kerjakan bersama-sama untuk terus berbenah diri dalam menghadapi tahun mendatang, khususnya dalam menentukan arah kebijakan yang lebih kondusif bagi pengembangan industri pasar modal nasional. Hal ini memerlukan dukungan, integritas dan komitmen dari Pemerintah serta seluruh pelaku pasar modal Indonesia. Akhirnya kata, dalam menjalani tugas yang kita emban bersama di tahun 2011 mendatang, mari kita bersama membulatkan tekad untuk berperan aktif memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya demi kemajuan industri pasar modal dan industri jasa keuangan non-bank di negeri kita. Jakarta, 30 Desember 2010

A. Fuad Rahmany Ketua Bapepam-LK

Halaman 73