Anda di halaman 1dari 9

Tangki Penyimpanan Benzena

Benzena, juga dikenal dengan nama C6H6, PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena adalah sejenis karsinogen. Benzena adalah salah satu komponen dalam bensin dan merupakan pelarut yang penting dalam dunia industri. Benzena juga adalah bahan dasar dalam produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet buatan, dan pewarna. Selain itu, benzena adalah kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi.

Data diambil dari Wikipedia.

Storage Tank C6H6 (BENZENA) Suhu Desain Suhu Fluida Tekanan Desain Tipe Tangki : 60 oC (satisfactory pd 60C_diambil dari Depertement of army_engeenering and design) : 35 oC : 1 Atm : Silinder vertikal dengan dasar datar (flat bottom) dan Atap (head) berbentuk conical roof Bahan Pertimbangan : Carbon Steel SA-285 Grade A ( B and Y )

: Mempunyai allowable stress cukup besar Harganya relatif murah Tahan terhadap korosi

Korosi Allow

: 0,02 in per tahun

(table 23-4.Perrys ed4 1963)

Siang hari, diperkirakan temperatur dinding tangki mencapai 50 oC. Perancangan akan dilakukan pada temperatur tersebut ditambah 10 oC menjadi 60
o

C dengan tujuan untuk menjaga temperatur fluida di dalam tangki. Yaitu untuk

menghindari adanya transfer panas dari dinding tangki ke fluida. Apabila dinding tangki tidak dirancang sesuai kondisi tersebut, maka akan terjadi transfer panas dari dinding tangki ke fluida yang menyebabkan tekanan uap fluida semakin besar . Semakin tinggi tekanan uap, maka perancangan dinding tangki akan semakin tebal. Dimana semakin tebal dinding tangki, maka transfer panas dari dinding ke fluida akan semakin kecil, sehingga dapat diabaikan. Massa Benzena Massa Jenis Volume : 4000 ton = 4000000 kg : 0,8786 gr/ml = 54,85 lb/ft3 = 878,6 kg/m3 : 4000000 kg 878,6 kg/m3 : 4552,7 m3 = 160,777,1 ft

1. Design Shall
Menentukan hs/d dari tangki.

h/d h=0,5d h=0,6d h=0,7d h=0,8d h=d

volume (ft3) diameter ( ft) 77,16 72,6 67 65,96 61,24

(1/4d2)0,9h tinggi ( h)

luas dasar tangki (ft2) 1/4d2 4676 4139,6 3525,65 3417 2945,5

luas selimut dh 9356,8 9935,14 10166,5 10920,4 11782

luas tutup atas (ft2) luas total (ft2) d2/6 3117,33 2759,7 2350,4 2278 1963,6 17150,13 16834,3 16042,55 16615,4 16691,1

38,6 43,56 48,3 52,7 61,24

Rasio h/d optimum


17400 17200 17000 16800 16600 16400 16200 16000 15800 0 0,2 0,4 0,6 h/d 0,8 1 1,2 luas total (ft2)

luas total vs h/d

Terlihat bahwa rasio Hs/D yang memberikan luas tangki yang paling kecil yaitu pada hs/d=0,7. Sehingga Diameter Tinggi : 67 ft : 48,3 ft = 48 ft

Menentukan jumlah plate dab tebal shell tiap plate

Dari appendix E untuk D = 67 ft dipakai diameter D = 70 ft dan H = 48 ft terdapat 6 buah course. Direncanakan menggunakan lebar plate komersial 8 ft sehingga untuk tinggi 48 ft dipakai plate dengan ketebalan yang berbeda.

Material yang dipilih adalah Carbon Steel SA-285 Grade A ( tabel 13.1, hal 251 Brownell ). F E C = 11.250 psi = 85 % = 0,02 in per tahun
(1)

(table 23-4.Perrys ed4 1963)

Untuk rumus ketebalan dinding shall Ts Ts Ts = =


2 144 62,37(1)12 70

+C

= 0,019023(H-1) + 0,02

2 144 11250 0,85

+0,02

Masaa jenis benzena lebih kecil dari massa jenis air. Maka yang dipakai adalah massa jenis air pada 600C = 62,37 lb/ft3Direncanakan menggunakan shell plate dengan 96 in butt welded course (app.E brownell and young). Untuk ukuran standart D=67 ft dan H=48 ft digunakan 6 course dengan ketebalan yang berbeda. Course 1 Ts Ts = 0,019023(H-1) + 0,02 = 0,019023(48-1) + 0,02 = 0,914 in Dari ketentuan seperti pada halaman 348, Brownell and young dipilih tebal shell standart 1 in. Direncanakan menggunakan 10 plate untuk tiap course dan allowance untuk vertical welded joint (jarak sambung antar plate) = 5/32 in, lebar = 8 ft. = d- weld length 12n Dimana : L = panjang tiap plate, ft L Sehingga L L = (70 x 12) + 1) - (10 x 5/32) 12 x 10 = 22 ft ( Brownell and young , hal 55)

Jadi course 1 Panjang plate : 22 ft Lebar plate : 8 ft

Tebal Plate

: 1 in

Course 2 Ts = 0,018208(H-1) + 0,02 = 0,018208(40-1) + 0,02 = 0,73 in Dipilih tebal shall standart = 0,73 in = (70 x 12) + 0,73) - (10 x 5/32) 12 x 10 = 21,98 ft

L L

Jadi course 2 Panjang plate : 21,98 ft Lebar plate Tebal Plate : 8 ft : 0,73 in

Course 3 Ts = 0,018208(H-1) + 0,02 = 0,018208(32-1) + 0,02 = 0,584 in Dipilih tebal shall standart = 0,61 in L = (70 x 12) + 0,61) - (10 x 5/32) 12 x 10 L = 21,98 ft Jadi course 3 Panjang plate : 21,98 ft Lebar plate Tebal Plate : 8 ft : 0,61 in

Course 4 Ts = 0,018208(H-1) + 0,02 = 0,018208(24-1) + 0,02 = 0,438 in Dipilih tebal shall standart = 1/2 in

= (70 x 12) + 0,5) - (10 x 5/32) 12 x 10 L = 21,98 ft Jadi course 4 L Panjang plate : 21,98 ft Lebar plate Tebal Plate : 8 ft : 0,438 in

Course 5 Ts = 0,018208(H-1) + 0,02 = 0,018208(16-1) + 0,02 = 0,293 in Dipilih tebal shall standart = 3/8 in L = (70 x 12) + 0,375) - (10 x 5/32) 12 x 10 L = 21,98 ft Jadi course 5 Panjang plate : 21,98 ft Lebar plate Tebal Plate : 8 ft : 0,375 in

Course 6 Ts = 0,018208(H-1) + 0,02 = 0,018208(8-1) + 0,02 = 0,147 in Dipilih tebal shall standart = 1/4 in L = (70 x 12) + 0,25) - (10 x 5/32) 12 x 10 L = 21,97 ft Jadi course 6 Panjang plate : 21,97 ft Lebar plate Tebal Plate : 8 ft : 0,147 in

2. Desain Atap

Menentukan Top Angle untuk Conical Roof

Bentuk atap yang digunakan adalah conical roof.Top angel untuk conical roof untuk diamemer lebih dari 60 ft adalah 3 x 3 x 3/8 ( hal 53, brownell and young ) Bila digunakan 10 plate tiap angel, maka panjang tiap section : L L = (70 x 12) + 0,375) - (10 x 5/32) 12 x 10 = 21,98 ft

Menentukan Tinggi Head dan Tebal Head Tangki Menentukan Tinggi Head Tangki
h

Sudut adalah sudut cone roof terhadap garis horisontal Sin = D/(430. ts)

tan

Tinggi head dihitung dengan persamaan : = h/(0,5D)

tan 11,56 = h/0,5 x 70 h

Menentukan Tebal Head tangki

Tekanan penyimpanan = 1 atm = 14,7 psi Faktor keamanan 10 %

Sehingga tekanan tangki menjadi : P = 1,1 x 14,7 psi

90

D/2

= 70/(430 x 3/8 ) = 11,56

= 0,5 x 70 x tan 11,56 = 7,16 ft

= 16,17 psi tebal head tangki (Th) dapat dihitung dengan persamaan : Th = =

P.D + 0,125 2 cos (f.E - 0,6P)

(Pers. 6-154, Brownell)

16,17 x 70 x 12 + 0,125 2 x cos 11,56 ((11250 x 0,85) - (0,6 x 16,17))

= 0,85 in Digunakan Th standar = 7/8 in Menentukan Tinggi Total Tangki Untuk mengetahui tinggi tangki total digunakan persamaan: Htotal = Hshell + Hhead = 70 + 16,17 = 86,17 ft

3. Desain Lantai
Untuk memudahkan pengelasan dan memperhitungkan terjadinya korosi, maka pada lantai (bottom) dipakai plat dengan tebal minimal in. Tegangan yang bekerja pada plat yang digunakan pada lantai harus diperiksa agar diketahui apakah plat yang digunakan memenuhi persyaratan atau tidak (Brownell and Young, 1959). Tegangan kerja pada bottom : Compressive stress yang dihasilkan oleh Benzen. S1 =
w 1 D 2 4 i

(Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan : S1 = Compressive stress (psi) w = Jumlah benzen (lbm) (8.000.000 lbm) Di = Diameter dalam shell (in) (840 in)

= konstanta (= 3,14)

S1 =

8000000 lb 1 (3,14)(840 in ) 2 4

= 14,443 psi Compressive stress yang dihasilkan oleh berat shell. S2 =


X s 144

(Brownell and Young,1959.hal.156)

Keterangan : S2 = Compressive stress (psi) X = Tinggi tangki = 45,7634 ft

s = Densitas shell = 490 lbm/ft3 untuk material steel

= konstanta (= 3,14)
86,17 490 144

S2 =

= 293,21 psi

Tegangan total yang bekerja pada lantai : St = S1 + S2 = 14,443psi + 293,21 psi = 307,66 psi

Batas tegangan lantai yang diizinkan : St < tegangan bahan plat (f) x efisiensi pengelasan (E) 307,66 psi < (11.250 psi) x (0,85) 307,66 psi < 9.562,5 psi (memenuhi)