Anda di halaman 1dari 6

ABSORBSI 1

I. TUJUAN Menentukan perbedaan tekanan udara sepanjang kolom kering sebagai fungsi dan laju alir udara yang berbeda-beda. II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN Peralatan absorbsi Udara tekan Air III. 1 set 20-160 L/min skala 1-7 L/min GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)

IV. DASAR TEORI Absorbs gas atau penyerapan gas merupakan proses perpindahan massa. Pada absorbsi gas uap yang diserap dari campurannya dengan gas tidak aktif (lembab/inert gas) dengan bantuan zat cair dimana gas terlarut (solute gas) dapat larut banyak/sedikit. Alat yang banyak digunakan dalam absorbs gas dan beberapa operasi lain adalah menara isian. Piranti ini terdiri dari sebuah kolom berbentuk silinder / menara yang dilengkapi dengan pemasukan gas dan ruang distribusi pada bagian bawah. Pemasukan zat cair dan distribusinya pada bagian atas sedang pengeluaran gas dan zat cair masingmasing di atas dan di bawah. Serta suatu massa bentuknya zat padat tidak aktif (inert) di atas penyangganya bentuk ini disebut isian menara (packing tower)

V. PROSEDUR KERJA

V.1 Prosedur Kerja 1 Mengeringkan kolom terlebih dahulu dengan menggunakan laju alir maksimum Menhubungkan bagian atas dan bawah kolom dengan manometer air dengan menggunakan katup S1 dan S2 Membaca perbedaan tekanan sepanjang kolom untuk beberapa range laju alir udara. V.2 Prosedur Kerja 2 Mengidupkan Pompa / mengatur C1 sehingga di dapat laju alir 1 L/min sepanjang kolom. Mengalirkan udara dari bawah kolom dengan laju alir 20 L/min menunggu sekitar 2 menit hingga stabil. Mencatat beda tekanan sepanjang kolom sebagai fungsi dari laju alir udara untuk beberapa laju alir udara berbeda l/min. Meperhatikan perubahan kolom pada setiap penggantian laju alir.

VI. DATA PENGAMATAN VI.1 Pengamatan 1

Laju alir udara (L/min) Beda tekanan (mmH2O)

20 0,2

40 0,3

60 0,4

80 0,4

100 0,4

120 1

140 3

VI.2

Pengamatan 2 Flow Udara (l/min) 20 40 60 80 100 120 140 160

Flow Air (L/min) 1 2 3 4 5 6 7 0,1 0,2 0,4 -0,3 0,4 0,4 2,8 0,15 0,2 0,4 0,1 0,6 6 13,4 0,2 0,2 1 2,8 2,6 17 43,9 0,3 2,2 0,8 5,5 7,6 47 2,4 8,2 0,2 9 37 6 12,4 0,3 11 23 8 14,4 11 23 9,3 16,2 20 43 -

VII.

PERHITUNGAN

- Beda tekanan untuk laju alir udara 20 L/min ; h= 0,2 cm = 0,002 m p = p. g. h = 1000 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 0,002 m = 19,6 Pa Tabulasi perhitungan pada beda tekanan dengan rumus yang sama Laju Alir udara Beda Ketinggian (m) Beda Tekanan (Pa)

(L/min) 20 40 60 80 100 120 140 0,002 0,003 0,004 0,004 0,005 0,01 0,03 19,6 29,4 39,2 39,2 49 98 294

- Beda tekanan untuk flow air 1 ; flow udara 20 l/min ; h=0,1 cm p = p. g. h = 1000 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 0,001 m = 9,8 Pa

Tabulasi perhitungan beda tekanan udara sepanjang kolom dengan laju alir air Flow udara (L/min) Flow air (L/min) 1 2 9,8 19,6 14,7 19,6 19,6 19,6 29,4 215,6 235,2 803,6 588 1215,2 784 1411,2 911,4 1587,6 20 40 60 Beda Tekanan (Pa) 80 100 120 140 160

3 4 5 6 7

39,2 -29,4 39,2 39,2 274,4

39,2 9,8 58,8 588 1313 ,2

98 274,4 254,8 1666 4302,2

78,4 539 744,8 4606 -

19,6 882 3626 -

29,4 1960 -

1078 2254 -

1960 4214 -

VIII. ANALISA PERCOBAAN Setelah melakukan praktikum Absorpsi 1 yang telah dilakukan maka dapat dianalisa bahwa percobaan ini bertujuan untuk menentukan perbedaan tekanan udara sepanjang kolom kering dan kolom dengan laju alir air sebagai fungsi dan laju alir yang berbeda-beda menggunakan bahan berupa air dan udara tekan. Percobaan dilakukan dengan dua parameter berbeda-beda. Pada percobaan pertama ditinjau dari laju alir udara sedangkan pada percobaan kedua ditinjau dari dua parameter yaitu laju alir air dan laju alir udara. Kemudian dilihat perbedaan tekanan yang terjadi.

Percobaan ini menggunakan alat yang sama yaitu menara isian yang berupa potongan bulatan

seperti pipa plastik. Tujuan digunakannya menara isian ini adalah untuk memperluas bidang kontak antara air dan udara tekan. Dari percobaan juga dapat diketahui bahwa peningkatan laju alir air sebanding dengan peningkatan tekanan. Pada percobaan ini pembacaan pada manometer tidak dapat terbaca pada tekanan dan laju alir air tinggi, hal ini disebabkan karena factor usia alat yang digunakan sehingga pembacaan pada manometer tidak dapat terbaca pada tekanan tersebut. IX. KESIMPULAN Dari praktikum absorbsi 1 yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : Peningkatan laju alir air sebanding dengan peningkatan tekanan yang terbaca pada manometer. Menara isian bekerja sesuai dengan sampel yang digunakan. Semakin tinggi laju alir air pada kolom maka semakin tinggi beda tekanan udara pada kolom yang dapat menyebabkan terjadinya flooding.