Anda di halaman 1dari 5

Metode Penelitian Sosial 2012

Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kualitatif. Perbedaan tersebut ditunjukkan pada tabel berikut : PERBEDAAN ISTILAH DALAM PENGUJIAN KEABSAHAN DATA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Aspek Nilai kebenaran Penerapan Konsistensi Natritas Metode Kualitatif Validitas Internal Validitas Eksternal (generalisasi) Reliabilitas Obyektifitas Metode Kuantitatif Kredibilitas Transferability Auditability, Dependability Confirmability

Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data ditunjukkan pada gambar 7.2. berdasarksn gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negative, dan member check. Uji Kredibilitas Dalam Penelitian Kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 1. Member Check 2. Diskusi dengan teman 3. Metode Triangulasi 4. Peningkatan Ketekunan 5. Perpanjangan Pengamatan a. Perpanjangan pengamatan Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan/kredibilitas data? Dengan perpanjangan pengamatan bararti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan nara sumber akan semakin berbentuk rapport, semakin akrap (tidak ada jarak lagi), semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Bila telah terbentuk raport, maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian, di mana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu perilaku yang dipelajari. Rapport is a relationship of mutual trust
1

Jadi uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif internal), meliputi uji, credibility (validitas (validitas eksternal), transferability

dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas). Hal ini dapat digambarkan seperti gambar 7.1 berikut :
Uji kredibilitas data Uji keabsahan data Uji tranferability

Uji dependability

Uji confirmability

1. Uji Kredibilitas

AGATO FEBY RINALDI / ADMINISTRASI FISKAL | 1106133401

Metode Penelitian Sosial 2012


and emotional affinity between two or more people (Susan Stainback,1988). Pada tahap awal peneliti memasuki lapangan, peneliti masih dianggap orang asing, masih dicurigai, sehingga informasi yang diberikan belum lengkap, tidak mendalam,dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. Dengan perpanjang pengamatan ini, peneliti mengcek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenaranya. Beberapa lama perpanjangan pengamatan ini dilakukan, akan tergantung pada kedalaman, keluasan dan kepastian data. Kedalaman artinya apakah peneliti ingin menggali data sampai pada tingkat makna. Makna berarti data di balik yang tampak, diperoleh. banyak Dalam sedikitnya hal ini pengamatan, informasi setelah apakah yang peneliti akan b. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut mak kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Sebagai contoh melihat sekelompok masyrakat yang sedang olahraga pagi. Bagi orang awam olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. Tetapi bagi peneliti kualitatif tentu akan lain kesimpulannya. Setelah peneliti mencermati secara mendalam, olahraga pagi itu bagi sekelompok nasyarakat itu merupakan Selanjutnya perdagangan wahana untuk narkoba, untuk dapat maka transaksi memahami peneliti bisnis. proses harus setelah dicek kembali kelapangan benar atau tidak, berubah atau tidak. Bila setelah dicek kembali kelapangan dat sudah benmar berarti kredibel, maka waktu perpanjangan pengamatan dapat diakhiri. Untuk membutikan apakah peneliti itu melakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan atau tidak, maka akan lebih baik kalau dibuktikan dengan surat keterangan perpanjangan. Selanjutnya surat keterangan perpanjangan ini dilampirkan dalam laporan penelitian.

memperpanjang

menambah focus penelitian, sehingga memerlukan tambahan informasi baru lagi. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi. Untuk memastikan siapa yangf menjadi provokator dalam kerusuhan, maka harus betul-betul ditemukan secara pasti siapa yang menjadi provokator. Dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data penelitian ini, sebaiknya difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh, apakah data yang diperoleh itu

melakukan pengamatan secara terus-menerus dan memahami bahasa-bahasa sandi mereka. Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data?
1

Meningkatklan ketekunan itu ibarat kita mengecek soal-soal, atau makalah yang telah dikerjakan, ada yang salah atau tidak . dengan meningkatkan ketekunan itu, maka peneliti dapat melakukan

AGATO FEBY RINALDI / ADMINISTRASI FISKAL | 1106133401

Metode Penelitian Sosial 2012


pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. Demikian jyga dengan meningkatkan kletekunan maka, peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil; yang peneliti terkait atau denga dokumentasi-dokumentasi dipimpin, ke atasan yang menugasi, dan teman kerja yang merupkan kelompok kerjasama. Data dari ke tiga sumber tersebut, tidak bisa dirata-ratakan seperti dalam penelitia kuantitatif, tetapi mana dideskripsikan, spesifik. 2. Triangulasi teknik Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan denga cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek c. Triangulasi Triangulasi is qualitative cross-validation. It assesses the sufficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures (William Wiersma, 1986). Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecek data dari berbagai sumber dengan berbagi cara, dan berbagi waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. 1. Triangulasi Sumber Triangulasi kredibilitas mengecek sumber dta data yang untuk telah menguji cara diperoleh dilkukn dengan 3. Triangulasi waktu Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. d. Analisis Kasus Negative
1

dikategorisasikan,

pandangan yang sama, yang berbeda, dan

temuan yang diteliti. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar/dipercaya atau tidak.

dengan kuisioner. pengujian

observasi, Bila

dokumentasi, dengan tiga data

atau teknik

kredibilitas

tersebut,

menghasilkan data yang berbedabeda, maka peneiti melakukan diskusi ebihh lanjut kepada atau sumber yang data lain, yng untuk bersangkutan benar.

memastikan data mana yang dianggap

melalui beberapa sumber. Sebagai contoh, untuk menguji kredibilitas data tentag gaya kepemimpinan diperoleh diakukan seseorang, ke bawhan maka yang pengumpulan dan pengujian data yang

AGATO FEBY RINALDI / ADMINISTRASI FISKAL | 1106133401

Metode Penelitian Sosial 2012


Kasus negative adalah kasus yag tidak sesuai atau bebeda dengan hasil penelitan hingga pada saat tertentu. Melakukan analisis kasus negative berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bertentangan dengan hal yang ditemukan. Bila tidak ada lagi yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. e. Menggunakan Bahan Referensi Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang teah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, atau hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Alat-alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif seperti camera, handycam alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilits data yang teah ditemukan oleh peneliti. 2. Pengujian Transferability f. Mengadakan Member Check Member check adalah, proses pengecean data yang diperoleh penelitti kepada pemberi data. Tujuan membercheck adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti datanya data tersebut valid, sehingga semakin kredibel, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbaga penafsirannya Seperti telah dikemukakan bahwa, transferability ini merupakan vadilitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Vadilitas eksternal menunjukan derajad ketetapan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan, hingga mana hasil penelilitian dapat diterapakan atau digunakan dalam situasi lain. Bagi peneliti naturalistic, nilai transfer bergantung pada
1

tidak disepakati oleh pemberi data, dan apabila perbedaannya tajam, maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Jadian, tujuan memberchek adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan. Caranya dapat dilakukan secara individual, dengan cara peneliti datang ke pemberi data, atau melalui forum diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok peneliti menyampaikan temuan kepada sekelompok pemberi data. Dalam diskusi kelompok tersebut, mungkin ada data yang disepakati, ditambah, dikurangi atau ditolok oleh pemberi data. Setelah dat disepakati bersama, maka para pemberi data diminta untuk menandatangani, supaya lebih otentik. Selain itu juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan member check.

AGATO FEBY RINALDI / ADMINISTRASI FISKAL | 1106133401

Metode Penelitian Sosial 2012


pemakai, hingga manakan hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi social lain. Oleh karena itu, supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas , sistematis, dan dapat dipercaya. Dengan demikian maka pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut, sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut ditempat lain. 3. Pengujian Dependability Dalam penelitian kualitatif, depandability disebut reliabilitas. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Dalam penelitian kualitatif, uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan, tetapi bias memberikan data. Peneliti seperti ini perlu diuji dependability. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable. Untuk itu pengujian depenability dilakukan dengan cara melakukan audit terdapat keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh auditor yang indenpenden, atau pembimbing untuk mengaudit kesluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian
AGATO FEBY RINALDI / ADMINISTRASI FISKAL | 1106133401 1

4. Pengujian Konfirmability Pengujian konfirmanbility dalam penelitian kuantitatif disebut dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian dikatakan obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Dalam penelitian kualitatif, uji konfirmanbility mirip dengan uji depenbility, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji konfirmanbilty berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan, maka penelitian tersebut vtelah memenuhi standar konfirmabilty. Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada. TINJAUAN PUSTAKA Makalah tentang validitas dan reabilitas penelitian kualitatif dari Universitas Andalas (ml.scribd.com/doc/96381336/Validitas-DanReliabilitas-Penelitian-Kualitatif)