Anda di halaman 1dari 15

NAMA NPM

: REVANA OCTIVIANI AGUSTIN : 1006773925

1) Urban Low Impact Development Judul Sumber : Low Impact Development : http://water.epa.gov/polwaste/green/index.cfm

Tanggal Akses :14 Oktober 2012, 10.59 AM

Low Impact Development adalah sebuah metode pembangunan lahan yang sesuai dengan alam dengan cara mengatur air hujan supaya dapat berfungsi sebagai sumber air. LID menggunakan prinsip kerja seperti melestarikan dan menciptakan fitur-fitur alam kembali, dan membuat lokasi drainase yang menjadikan air hujan sebagai sumber air, bukan hanya produk sisa. Beberapa caranya adalah dengan membangun taman hujan, fasilitas bioretention, atap vegetasi, barel hujan, dan permeable pavement. LID dapat digunakan untuk lahan yang sudah dipenuhi dengan bangunan perkotaan, maupun yang masih sedikit pembangunannya. Dengan implementasi prinsip-prinsip LID, air dapat diatur sedemikian rupa hingga area pembangunan memiliki dampak negatif yang sedikit bagi alam.

Komentar: Low Impact Development merupakan metode yang dapat diaplikasikan di Indonesia. Dengan metode ini, pembangunan apapun (jalan, perumahan, gedung, dll) dapat menjadi pembangunan yang ramah lingkungan. Pemanfaatan air hujan sebagai sumber air juga menjadi sebuah solusi dari susahnya menemukan air bersih, apalagi saat musim kemarau melanda Indonesia. Dengan adanya LID, maka pembangunan yang sedang tinggi-tingginya di Indonesia, dapat tetap bersifat ramah lingkungan.

2) Sustainable Urban Drainage Systems Judul Sumber : Sustainable Urban Drainage Systems :

http://www.sepa.org.uk/water/water_regulation/regimes/pollution_control/suds.aspx Tanggal akses :14 Oktober 2012, 11.01 AM

SUDS, atau sustainable urban drainage systems adalah prinsip-prinsip dan fasilitas pengatur air yang didesain untuk mengeringkan air permukaan dalam pola yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Selama ini, prinsip konvensional untuk mengeringkan air permukaan adalah dengan mengarahkan air limpasan melalui pipa ke badan air. SUDS menggunakan pipa-pipa bawah tanah untuk mengalirkan air supaya mencegah banjir. Di negara-negara lain di Eropa, seperti Skotlandia, SUDS diatur oleh SEPA, agen yang bertanggung jawab dalam pengaturan air di Skotlandia.

Komentar: SUDS telah banyak diaplikasikan di negara-negara lain. Penggunaan SUDS cocok diaplikasikan di Indonesia, apalagi di daerah Jakarta yang sering banjir. Namun SUDS membutuhkan biaya yang besar untuk diaplikasikan.

3) Rainwater Harvesting Judul Sumber : Rainwater Harvesting :

http://www.wateraid.org/uk/what_we_do/sustainable_technologies/technology_notes/246.asp Tanggal akses : 14 Oktober 2012, 11.15 AM

Di daerah yang biasanya memiliki curah air hujan tinggi, alternatif sumber air yang paling cocok untuk digunakan adalah sumber air hujan, atau biasanya disebut rainwater harvestihang. Istilah rainwater harvesting merujuk pada proses penyimpanan atau pengumpulan air hujan yang jatuh langsung di atas sebuah permukaan. Air hujan paling banyak dapat dikumpulkan dari atap. Kemudian, air hujan tersebut ditampung di tanki penyimpanan, yang telah didesain kapasitasnya berdasarkan pola air hujan, volume air hujan, durasi masa kekeringan/kemarau, dan juga kebutuhan air. Tanki penyimpanan memiliki ukuran dan bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhannya. Tanki penyimpanan juga bisa diakali supaya harganya murah.

Komentar: rainwater harvesting merupakan teknologi yang tergolong mudah untuk diaplikasikan semua orang, dengan cara membuat tanki penyimpanan air hujan di rumah masingmasing. Teknologi ini juga tergolong murah, karena desain dan ukurannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan adanya tanki penyimpanan air hujan, setiap rumah dapat memiliki

cadangan sumber air yang dapat digunakan saat musim kemarau ketika sumur-sumur, sungai, dan air tanah mengalami kekeringan. Namun, penggunaan teknologi ini perlu pencerdasan juga, supaya masyarakat yang mengaplikasikannya dapat melakukannya secara benar dan efektif. 4) Wetland Restoration Judul Sumber : Benefits of Restoration : http://www.epa.gov/owow/wetlands/restore/benefits.html

Tanggal akses : 14 Oktober 2012, 11.21 AM

Lahan basah dapat menyediakan makanan, perlindungan dari predator, dan menjadi habitat bagi sekian banyak ikan dan spesies-spesies lainnya, termasuk spesies yang sudah terancam punah. Lahan basah juga memiliki nilai ekonomis yang berhubungan dengan tempat rekreasi, tempat komersial, dan sumber-sumber ikan dan kehidupan liar, serta menghilangkan polutan dari aliran daratan sebelum polutan mencapai danau, sungai, dan laut. Saat lahan basah dikonversikan menjadi sebuah lahan yang dibangun, bahaya banjir bisa datang mengancam daerah tersebut. Selama ratusan ribu tahun, bermil-mil sungai dan jutaan hektar lahan basah telah rusak karena penggunaannya yang diganti untuk bangunan tertentu. Oleh karena itu, restorasi lahan menjadi penting untuk dilakukan, sebelum bahaya-bahaya lain datang.

Komentar: Indonesia memiliki banyak lahan basah sebenarnya, namun lahan-lahan tersebut telah berganti mejadi lahan kering yang digunakan untuk pembangunan, baik untuk gedung, jalan, ataupun pembangunan lainnya. Pengembalian lahan seperti sediakala perlu dilakukan. Hal ini sebenarnya bukannya mustahil, melihat negara Amerika Serikat yang sama-sama telah kehilangan banyak lahan basahnya dan telah berhasil mengembalikan sekitar 768.000 hektar lahan basahnya kembali. Dengan pengembalian tata guna lahan seperti sediakala, kerusakan alam yang terjadi dapat dicegah.

5) Green Roof Design Judul Sumber : Green Roof : http://www.lid-stormwater.net/greenroofs_home.html

Tanggal akses : 14 Oktober 2012, 11.19 AM

Green roof atau bisa juga disebut vegetated roof covers dan eco-roofs, adalah komponen struktur yang membantu untuk meminimalisasikan efek dari urbanisasi terhadap kualitas air melalui proses penyaringan, dan absorpsi air hujan. Green roof dibangun menggunakan media tanah yang tingan, lapisan drainase, dan membran impermeable yang berkualitas tinggi untuk melindungi struktur bangunan. Tanah yang ada ditanam dengan tumbuhan-tumbuhan tertentu yang dapat bertahan dalam kondisi kering dan temperatur tinggi. Pertama kalinya green roof ini diaplikasikan adalah di Eropa. Green roof dapat mengurangi dampak karbondioksida, mengurangi efek hujan asam, meningkatkan penghijauan, dan juga memiliki nilai estetika.

Komentar: green roof merupakan sebuah teknologi yang sudah banyak diaplikasikan di luar negeri, sementara di Indonesia baru sedikit yang sudah mengaplikasikan ini. Green roof memiliki banyak keuntungan, karena selain penampilannya yang menarik dan memperindah bangunan, fungsinya sebagai penyimpan air hujan juga sangat membantu. Selain itu, dengan green roof ini, lahan hijau terbuka yang sudah sangat sedikit jumlahnya di Indonesia juga dapat diakali. Dikarenakan keterbatasan lahan untuk dijadikan lahan hijau sebagai dampak tingginya tingkat pembangunan, kita dapat menciptakan lahan hijau terbuka di atas atap.

6) Sistem Polder Judul Sumber: http://bencanaalam.wordpress.com/2007/03/23/menanggulangi-banjir-dengan-sistem-polder/ Tanggal akses : 14 oktober 2012, 11.24 AM : Menanggulangi Banjir dengan Sistem Polder

Sistem polder identik dengan negara Belanda, yang seperempat wilayahnya berada di bawah muka laut dan memiliki lebih dari 3000 polder. Polder adalah sekumpulan dataran rendah yang. membentuk kesatuan hidrologis artifisial yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah polder, air buangan (air kotor dan air hujan) dikumpulkan di suatu badan air (sungai, situ) lalu dipompakan ke badan air lain pada polder yang lebih tinggi posisinya, hingga pada akhirnya air dipompakan ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut. Tanggul yang mengelilingi polder bisa berupa pemadatan tanah dengan lapisan kedap air, dinding batu, bisa juga berupa konstruksi beton dan perkerasan yang canggih. Polder juga bisa diartikan sebagai tanah yang direkalamasi.

Sistem polder banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, dan juga pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari muka air laut dan sungai.

Komentar: sistem polder sangat cocok digunakan di Jakarta yang sering banjir, terkait dengan keberadaan wilayah Jakarta yang sekitar 40% daerahnya berada dibawah permukaan laut. Dengan sistem polder ini, bahaya banjir bisa ditanggulangi. Sebenarnya, rencana sistem polder ini sudah lama dirancang, namun masih belum bisa direalisasikan. Sistem polder merupakan sebuah teknologi yang paling mungkin dilaksanakan di Jakarta, dan juga akan menciptakan efek signifikan bagi Jakarta dan daerah sekitarnya. Namun, sistem polder sangatlah bergantung pada kelancaran air sungai, kanal, dan kinerja mesin-mesin yang memompa air keluar dari daerah polder, sehingga perawatan peralatannya benar-benar perlu diperhatikan. yang sering terjadi di Indonesia adalah, teknologi yang canggih sudah diaplikasikan, namun perawatannya ditelantarkan, sehingga pada akhirnya teknologi tersebut tidak terlalu membawa keuntungan yang signifikan.

7) Smart Tunnel Judul Sumber : Smart Tunnel, Terowongan Pembebas Banjir : http://www.bpmpjakarta.info/index.php/arsipberita/7-bpmp/25-artikel-4

Tanggal akses : 14 oktober 2012, 11.30 AM

SMART tunnel adalah terowongan yang telah dibangun di Malaysia yang bertujuan untuk mencegah banjir, terdiri dari dua komponen. Komponen pertana adalah Terowongan Banjir (Stormwater Tunnel) sepanjang 9,7 km. Komponen kedua adalah Terowongan Kendaraan (Motorway Tunnel) sepanjang 4 km dengan empat lajur bersusun dua. Di Malaysia, terowongan itu selain berfungsi untuk mengalirkan banjir banda ke sungai, juga dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan kecil dan teriarang bagi sepeda motor. Apalagi kendaraan berat roda empat. Bagi kendaraan kecil yang lewat, penumpangnya dipungut bayaran. Untuk sistem ventilasi, dibuang lubang ventilasi setiap intervil 1 km dan air fresh injector untuk memasukkan udara segar kedalam terowongan dari fan yang dipasang diluar terowongan. Dalam terowongan terdapat alat pemadam kebakaran, telekomunikasi dan peralatan pemantau setiap jarak 1 km.

Masa konstruksi terowongan, berlangsung 4 tahun, dimulai tahun 2003 dan selesai pada tahun 2007 dengan menggunakan metode pengeboran tanah. Setelah terowongan tersebut berfungsi, terbukti dapat membebaskan puluhan kota di Kuala Lumpur dari banjir besar yang melanda Kuala Lumpur. Sehingga, Kota Kuala Lumpur berani mengklaim sebagai satu-satunya kota di dunia yang bebas banjir.

Komentar: SMART tunnel merupakan teknologi canggih yang memiliki dampak sangat signifikan bagi bahaya banjir yang melanda di negara-negara tertentu. Untuk pembangunan terowongan semacam ini di Indonesia, diperlukan pengkajian yang mendalam dari berbagai aspek perlu dilakukan, terkait dengan kompleksnya permasalahan yang ada di Jakarta. Biayanya pun sangat besar, diperkirakan mencapai 3,9 triliun rupiah. Pembangunan SMART tunnel juga membutuhkan tenaga kerja ahli yang memadai. Untuk pengaplikasiannya di Indonesia, menurut saya masih belum bisa dilaksanakan, namun bukan artinya tidak mungkin.

8) Sungai Purba Judul Sumber : Di Manakah Jalur Sungai Purba Jakarta? :

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/11/15/20581886/Di.Manakah.Jalur.Sungai.Purba.Jaka rta Tanggal akses : 14 Oktober 2012, 11.36 AM

Sebagian ilmuwan meyakini, ada jalur sungai purba yang mengarah dari selatan Jakarta menuju utara. Sungai purba ini terbentuk karena letusan gunung api yang dahsyat berjuta-juta tahun silam. Jejak sungai purba ini dapat dimanfaatkan sebagai waduk resapan untuk pengendalian banjir berbasis pendekatan alamiah. Selain lapisan kedap air, endapan sungai purba terdiri dari lempung, pasir, kerikil, dan bongkahan batuan andesit-basalt, bersifat lepas dan mudah digali. Waduk ini dapat dimanfaatkan jika endapan tanah di atas lapisan sungai purba dikeruk. Namun, jalur sungai purba belum dapat dijelaskan secara pasti, karena belum ditemukan secara keseluruhan.

Komentar: sungai purba sebenarnya bisa dijadikan waduk resapan, dan dengan begitu bisa mencegah banjir. Nmaun keberadaan jalur sungai purba belum bisa ditemukan secara keseluruhan, sehingga belum bisa diaplikasikan. Yang ditemukan barulah jejak lapisan keras di dalam tanah yang kedap air, yang menandakan bahwa sungai purba betul-betul ada. 9) Banjir Kanal (Flood Channel) Judul Sumber : Banjir Kanal Jakarta : http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_Kanal_Jakarta

Tanggal akses : 14 oktober 2012, 11.41 AM

Banjir Kanal Jakarta adalah kanal yang dibuat agar aliran sungai Ciliwung melintas di luar Batavia, tidak di tengah kota Batavia. Banjir kanal ini merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah penimbunan daerah-daerah rendah. Dengan bantuan Netherlands Engineering Consultants, tersusunlah "Master Plan for Drainage and Flood Control of Jakarta" pada Desember 1973. Berdasarkan rencana induk ini, seperti yang ditulis Soehoed dalam Membenahi Tata Air Jabotabek, pengendalian banjir di Jakarta akan bertumpu pada dua terusan yang melingkari sebagian besar wilayah kota.

Komentar: banjir kanal merupakan teknologi yang telah diaplikasikan secara nyata di Jakarta, buktinya adalah Kanal Banjir Timur, yang merupakan terusan yang menampung semua arus air dari selatan dan membuangnya ke laut melalui bagian-bagian hilir kota. Dengan adanya terusan ini, bahaya banjir masih bisa ditanggulangi. Namun karena sebagian besar alur kanal ini melintasi daerah permukiman padat, pembebasan tanahnya membutuhkan persiapan dan pelaksanaan yang panjang, akibatnya pembangunan Kanal Banjir Barat menjadi tertunda.

10) Regulation of Urban Drainage Judul Sumber : China Drafts Rules on Urban Drainage, Sewage Treatment : http://www.chinadaily.com.cn/china/2011-12/02/content_14206060.htm

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 3.55 PM

Draft atau konsep peraturan yang dibuat di Cina berkaitan tentang sistem drainase perkotaan dan pengolahan air limbah telah dibuat. Di dalam konsep peraturan tersebut, pemerintah Cina menaikkan anggaran untuk membangun drainase dan jaringan limbah, begitu pula dengan fasilitas pengolahan dan perawatan. Di semua kota-kota di Cina, jaringan untuk drainase dan aliran air limbah harus dipisah, tidak lagi menggabungkan jaringan air hujan dengan air limbah lagi seperti dulu. Rumah sakit, restoran, area konstruksi, dan proyek industri harus mengolah air limbahnya terlebih dahulu sebelum mengalirkannya ke jaringan air limbah. Untuk mengalirkannya, mereka memerlukan sertifikat yang menyatakan mereka diperbolehkan untuk membuang limbahnya ke badan air oleh pemerintah. Denda bagi individu dan institusi yang melanggar peraturan ini adalah sebesar 1000-300.000 yen. Konsep ini akan dipublikasikan ke publik sampai tanggal 10 Januari 2012.

Komentar: melihat negara-negara lain yang telah membuat peraturan yang dengan tegas mengatur penggunaan saluran air limbah dan saluran air baku, dan juga mengatur pembuangan air limbah hasil industri ataupun proyek konstruksi ke badan air, Indonesia seharusnya melihat ini sebagai contoh yang perlu ditiru. Dengan adanya peraturan yang mengatur tegas mengenai sistem drainase, masyarakat Indonesia akan lebih tertib dalam mengatur air limbahnya masingmasing. Namun, pengapliaksian peraturan-peraturan yang ada juga perlu dilakukan dengan disiplin. Jangan sampaiperaturan yang telah dibuat begitu rapi dan mendetail malah ditelantarkan pelaksanaannya karena penegak hukum yang tidak tegas dan disiplin. Aspek hukum merupakan aspek yang membantu dalam memperkecil dampak kerusakan bagi alam.

11) Stormwater in Natural and Urban Systems Judul : System for Urban Stormwater Treatment and Analysis Integration Model (SUSTAIN) Sumber : http://www.epa.gov/nrmrl/wswrd/wq/models/sustain/

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 4.08 PM

SUSTAIN adalah sistem pendukung yang memfasilitasi pilihan dari teknik Best Management Practices (BMPs) dan Low Impact Development (LID) di lokasi strategis di batas air

perkotaan. Hal ini dikembangkan untuk membantu manajemen

air hujan dalam

mengembangkan rencana implementasi untuk aliran dan pengendalian pencemaran sumber air untuk melindungi dan memenuhi tujuan kualitas air. SUSTAIN memiliki tujuh modul, yaitu framework manager, BMP siting tool, land module, BMP module, Conveyance Module, Optimization Module, dan Post-Processor.

Komentar: SUSTAIN adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk mengatur penggunaan air hujan di perkotaan, bertujuan untuk mengendalikan pencemaran sumber air, meggunakan beberapa metode khusu. Metode ini dapat diterapkan di Indonesia dan cocok juga untuk diaplikasikan di Indonesia, apalagi di Jakarta yang sumber airnya telah banyak tercemar.

12) Stormwater Management Judul Sumber : Stormwater Management : http://www.doeni.gov.uk/niea/water-home/stormwater_management.htm

Tanggal Akses : 15 Oktober 2012, 4.19 PM

Manajemen air hujan yang berkelanjutan (Sustainable stormwater management) adalah istilah untuk beberapa teknik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah kuantitas dan kualitas air. Sistem manajemen air yang konvensional, berupa sistem pipa-pipa di bawah tanah memberikan berbagai masalah baru karena sudah tidak sesuai untuk diterapkan. Solusinya adalah dengan manajemen air hujan yang berkelanjutan ini. Keuntungan dari sistem ini adalah meningkatkan kapasitas pipa untuk menurunkan risiko banjir, menurunkan dampak urbanisasi, memberikan perlindungan bagi sumber air dan kualitasnya, mengurangi biaya pengolahan air hujan dan pengolahan air limbah, meningkatkan nilai estetika, dll.

Komentar: manajemen air hujan yang berkelanjutan merupakan metode yang bisa diterapkan di Indonesia, terlebih lagi keuntungannya yang banyak. Namun, penerapannya di Indonesia belum begitu banyak dan efektif.

13) Watershed Management Judul : Watershed Management

Sumber

: http://en.wikipedia.org/wiki/Watershed_Protection

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 4.26 PM

Watershed management adalah studi yang mempelajari karakteristik-karakteristik dari daerah aliran sungai dan juga proses yang menciptakan dan mengimplementasikan rencana, program, dan proyek yang mempertahankan dan melestarikan fungsi-fungsi dari daerah aliran sungai, dan juga memengaruhi tumbuhan, hewan, dan komunitas manusia yang berada di sekitar daerah aliran sungai. Studi ini mempelajari suplai air, kualitas air, sistem drainase, limpasan air hujan, dan rencana keseluruhan.

Komentar: watershed management merupakan sebuah metode yang perlu diterapkan di Jakarta, karena Jakarta memiliki banyak sungai. Sungai-sungai ini sama-sama berhulu di Bogor dan berujung di daerah utara Jakarta. Pengaturan aliran-aliran sungai ini sangat perlu dilakukan supaya tidak terjadi banjir. Apabila satu sungai sudah tercemar karena polutan yang ada di daerah sungai tersebut, sungai lainnya pun bisa tercemar. Oleh karena itu, dengan pengaturan daerah alian sungai, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut bisa dicegah.

14) Water Conservation Judul Sumber : Water Conservation : http://eartheasy.com/live_water_saving.htm

Tanggal akses : 14 Oktober 2012, 11.56 AM

Konservasi air adalah hal yang sangat perlu dilakukan di berbagai daerah di dunia, sekalipun di daerah yang memiliki sumber air berlimpah. Konservasi air membantu mencegah polusi air yang terjadi di danau, sungai, dan badan-badan air lannya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan konservasi air di rumah-rumah adalah dengan mengecek kebocoran yang terjadi di keran dan pipa, tidak menggunakan toilet sebagai asbak atau tempat sampah, mengecek kebocoran toilet, menggunakan water meter untuk mengecek kebocoran air yang terjadi tanpa sepengetahuan kita, menggunakan botol plasti di tanki toilet, menginsulasi pipa air, mandi dengan jangka waktu lebih pendek, mematikan air setelah membasahkan sikat gigi, menggunakan mesin pencuci baju dan piring hanya jika cuciannya banyak, meminimalisasi

sampah dari keran di dapur, tidak membiarkan keran menyala saat membersihkan sayuran, menyimpan botol air minum di kulkas, dll. Konservasi air juga bisa dilakukan di taman dan di tempat-tempat lain. Komentar: konservasi air merupakan hal yang perlu dilakukan oleh semua orang di dunia. Jika semua orang mengerti betapa pentingnya untuk menghemat air, hal ini akan membawa pengaruh yang besar dalam konsumsi air. Konservasi air sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan, namun tidak semua orang tahu bahwa hal-hal kecil juga membawa pengaruh besar. Di Indonesia, masih sangat sedikit orang dan institusi yang melakukan penghematan air. Kesadaran akan pentingnya menghemat penghematan air masih sangat rendah, dan pencerdasan bagi masyarakat perlu dilaksanakan.

15) Bangunan Resapan: Sumur Resapan, Bidang Resapan, Kolam Resapan, Saluran Resapan dan Lainnya yang Terkait dengan Resapan Judul Sumber : Sumur resapan : http://civiliana.blogspot.com/2012/07/mengenal-sumur-resapan-pengertian.html

Tanggal akses : 14 oktober 2012, 12.09 pm Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah. Sumur resapan ini kebalikan dari sumur air minum. Sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah, sedangkan sumur air minum berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan. Dengan demikian, konstruksi dan kedalamannya berbeda. Sumur resapan digali dengan kedalaman di atas muka air tanah, sedangkan sumur air minum digali lebih dalam lagi atau di bawah muka air tanah. Penerapan sumur resapan sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi sumur resapan bagi kehidupan manusia adalah sebacial pengendali banjir, melindungi dan memperbaiki (konservasi) air tanah, serta menekan laju erosi. Fungsi utama dari sumur resapan ini adalah sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Manfaatmanfaat lain dari sumur resapan adalah mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, mengurangi atau menahan terjadinya kenaikan air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, dll.

Komentar: sumur resapan merupakan hal yang sangat mudah untuk diaplikasikan di negara kita sendiri, kita pun dapat membuatnya sendiri di halaman rumah. Dengan adanya sumur resapan, banyak manfaat yang bisa kita ambil. Manfaat-manfaat tersebut sudah dijabarkan di atas. Sumur resapan sudah ada pengaplikasiannya di Indonesia, namun belum semuanya. 16) Pintu-Pintu Air dengan Kelengkapannya Judul Sumber : Pintu Air Angke Hulu Siaga II :http://www.beritasatu.com/megapolitan/40580-pintu-air-angke-hulu-siaga-ii.html

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 5.17 PM

Ketinggian normal air di Pintu Air Angke Hulu umumnya di bawah 100 sentimeter. Namun pada hari Selasa, 3 April 2012 ketinggiannya mencapai 260 sentimeter, sehingga statusnya naik menjadi siaga II. rentang tinggi muka air dalam status Siaga II adalah 250 sentimeter hingga 350 sentimeter. Sedangkan pintu air tersebut dinyatakan Siaga I bila tinggi muka air sudah mencapai di atas 350 sentimeter.

Komentar: pintu air merupakan teknologi yang digunakan untuk mengatur aliran air dari seluruh sungai menuju ke laut. Pengaturan ini digunakan untuk mencegah banjir. Pengaplikasian pintu air di Jakarta sudah banyak, apalagi mengingat kondisi Jakarta yang memiliki banyak sungai dan rawan banjir. Namun, rupanya teknologi ini belum cukup untuk mencegah terjadinya banjir. Karena nyatanya, Jakarta tetap dilanda banjir. Oleh sebab itu, bisa kita anggap bahwa penggunaan pintu air di Jakarta belum cukup efektif.

17) Waduk dan Pompa Air Serta Rumah Pompa dengan Kelengkapannya. Judul Sumber : Cegah Banjir di Jakarta, Rumah Pompa Pluit Direkonstruksi : http://jakarta.tribunnews.com/2012/06/19/cegah-banjir-di-jakarta-rumah-pompa-

pluit-direkonstruksi Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 5.25 PM

Untuk mengurangi banjir di ibu kota, khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Jepang merekonstruksi Rumah Pompa

Pluit sisi timur, Penjaringan, Jakarta Utara. Stasiun rumah pompa ini adalah satu implementasi penanganan banjir yang sudah dilakukan sejak tahun 1973 oleh pemerintah pusat. Dengan kondisi Jakarta yang 40 persen wilayahnya di bawah permukaan air laut, maka keberadaan polder, reservoir, dan pompa diharapkan dapat melayani drainase di wilayah Jakarta dengan efektif. Dengan luas jangkauan area 34 kilometer persegi, stasiun pompa ini dapat melindungi sebagian besar wilayah Jakarta dari risiko banjir. Adapun tujuan proyek ini, merekonstruksi stasiun pompa sisi timur dan menggantinya dengan pompa yang baru, sehingga pompa sisi timur dapat kembali berfungsi, dan kapasitas pompa pluit secara keseluruhan dapat terpenuhi. Komentar: rumah pompa merupakan metode yang digunakan untuk mengakali seringnya banjir yang terjadi di rumah-rumah yang dekat dengan waduk. Rumah pompa merupakan metode yang cocok diaplikasikan di Jakarta karena kondisinya yang rawan banjir. Namun, belum efektif dan belum terlalu banyak diaplikasikan.

18) Bangunan Air untuk Lintasan: Melalui Jalan (Gorong-Gorong) Melalui Saluran (Siphon) dll Judul Sumber : Gorong-gorong : http://id.wikipedia.org/wiki/Gorong-gorong

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 5.32 PM

Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil, digunakan untuk mengalirkan sungai kecil atau sebagai bagiandrainase ataupun selokan jalan. Gorong-gorong dapat dibuat dari berbagai jenis material dapat dari baja, polyvinyl chlorida (PVC) atau dari beton.

Komentar: gorong-gorong merupakan teknologi yang sudah banyak dibangun di Indonesia, termasuk di Jakarta. Namun, perawatannya tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga dampak positifnya kurang terasa. Gorong-gorong yang ada malah menimbulkan bau yang tidak sedap di

daerah sekitar. Oleh sebab itu, perawatan gorong-gorong perlu diperhatikan supaya dampak positifnya menjadi signifikan.

19) Bangunan dan Alat Bantu Drainase (Alat Penyaring Sampah, Alat Ukur Ketinggian dsb). Judul Sumber : Incinerator Umum Alat Pengolahan Sampah : http://maxpelltechnology.com/incineratorsampah.php

Tanggal akses : 15 Oktober 2012, 5.36 PM

Selama ini sampah menjadi masalah serius terutama di perkotaan. Banyak tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di permukiman penduduk, mencemari udara dan air tanah, dan menjadi tempat berkembang biak binatang maupun bakteri pembawa penyakit. Setelah berhari-hari menumpuk dan membusuk di TPS, sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara itu seiring dengan melajunya waktu dan berkembangnya penduduk, Naiknya volume sampah jauh melebihi kapasitas sarana dan prasarana Dinas Kebersihan Kota. Akibatnya banyak komunitas yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau malah membuang sendiri kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan. Salah satu teknologi alternatif telah dikembangkan untuk menangani permasalahan sampah dalam skala micro hingga makro. Teknologi tersebut dikenal dengan nama incinerator atau alat pembakaran sampah. Teknologi incinerator bekerja dengan cara membakar sampah secara optimal dengan pembakaran sempurna hingga sampah menjadi abu yang ramah lingkungan.

Komentar: Incinerator telah banyak digunakan di Indonesia, tetapi incinerator yang digunakan masih belum optimal. Selain karena mahal harganya sampai milyaran rupiah, akan tetapi juga karena incinerator belum dapat menjawab semua permasalahan yang berhubungan dengan sampah dan lingkungan. Incinerator juga membutuhkan tenaga operator maupun teknisi yang terdidik dan terlatih. Selain itu komponen alat tidak mudah didapatkan dipasaran dalam negeri sehingga cukup merepotkan takala terjadi kerusakan dan perawatan.