Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Koroid merupakan lapisan bola mata yang terletak di antara retina dan sklera. Koroid merupakan bagian dari traktus uvealis yang terdiri dari iris, corpus siliaris di anterior, dan koroid di bagian posteriornya. Koroid kaya akan pembuluh darah dan sering disebut juga sebagai lapisan pembuluh darah mata (1). Koroid adalah suatu membran yang berwarna coklat tua, terbentang dari ora serata sampai papil saraf optik. Koroid berfungsi terutama memberi nutrisi kepada retina (2). Uvea merupakan bagian mata yang memiliki sel yang disebut melanosit. Melanosit berfungsi untuk memproduksi pigmen berwarna gelap melanin yang memberi warna pada kulit. Melanosit ditemukan di berbagai tempat pada tubuh kita, termasuk mata. Ketika melanosit berubah menjadi sel ganas, maka kelainannya disebut sebagai melanoma (3). Melanoma okular merupakan suatu penyakit di mana ditemukannya sel-sel maligna pada mata, terutama pada uvea (3). Melanoma okular terbagi menjadi dua subtipe uveal dan konjungtival yang sangat berbeda satu sama lainnya. Melanoma uveal terjadi 98% dari seluruh melanoma okular dan lebih dari 90% dari melanoma intraokular terjadi di koroid dengan 3-4% terjadi di iris dan sisanya di badan siliar (4). Melanoma koroid merupakan keganasan intraokular primer yang paling sering didapatkan dan merupakan bentuk tersering dari melanoma uveal. Koroid merupakan

daerah terbanyak kedua dari sepuluh daerah keganasan melanoma di tubuh manusia (1,5,6). Pada ras Kaukasia, melanoma uveal memiliki insidensi sekitar 7 dalam satu juta kasus tiap tahunnya. Manifestasi puncaknya terjadi pada usia sekitar 60 tahun dan sangat jarang ditemui sebelum dewasa (7). Melanoma iris lebih sering terjadi pada wanita sedangkan melanoma koroid lebih sering terjadi pada laki-laki (8). Faktor risiko yang diyakini dapat memicu terjadinya melanoma yakni orang-orang dengan kulit putih, mata biru, memiliki kecenderungan nevus kulit, melanositosis ocular congenital, melonositoma uveal, dan penyakit neurofibromatosis. Peran cahaya matahari dalam memicu terjadinya melanoma okular belum diketahui secara pasti, namun pada sebagian besar kasus melanoma iris terjadi di bagian inferior di mana merupakan daerah tersebut memiliki proteksi yang lebih rendah dari palpebra superior (4). Melanoma koroid sangatlah berbeda dengan melanoma yang seringkali didapatkan pada kulit baik dari segi manifestasi klinis, diagnosis, pola metastasis, dan penatalaksanaannya (6). Meskipun melanoma koroid merupakan penyakit yang jarang ditemukan, sangatlah penting untuk mengetahui manifestasi dari penyakit ini agar dapat memberikan penatalaksanaan yang tepat dan segera pada pasien. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai melanoma koroid : manifestasi, diagnosis, masalah klinis, dan penatalaksanaannya lebih lanjut.