Anda di halaman 1dari 9

PASAR KEUANGAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012

PASAR KEUANGAN DI INDONESIA.............................................................1 PASAR KEUANGAN DI INDONESIA.............................................................3


Definisi Umum Pasar Keuangan..................................................................................................................3 Definisi Umum Pasar Modal.........................................................................................................................3 Partisipan Pasar Modal.................................................................................................................................4 Instrumen Keuangan pada Pasar Modal...................................................................................................6 Mekanisme Perdagangan Saham pada Pasar Modal................................................................................8 Mekanisme Penerbitan dan Perdagangan Obligasi...................................................................................9

Pasar Keuangan di Indonesia

Definisi Umum Pasar Keuangan Pasar keuangan adalah merupakan mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau koporasi untuk dengan mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam bentuk sekuritas keuangan (seperti saham dan obligasi). Pasar keuangan dapat dibagi kedalam beberapa sub jenis seperti : Pasar modal yang terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder yang terbagi lagi menjadi : pasar saham, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan saham, dan merupakan sarana perdagangan saham. Pasar obligasi, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan obligasi dan merupakan sarana perdagangan obligasi.

Pasar uang (money market), yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka pendek dan investasi. pasar valuta asing (foreign exchange market), yang memfasilitasi perdagangan valuta asing. Valuta asing juga diperdagangkan di pasar uang. Terdapat beberapa bursa valuta asing yang besar di dunia. Umumnya di Indonesia, transaksi valuta asing terjadi melalui Pasar Uang Antar Bank yang merupakan transaksi Over The Counter (OTC), misal: AutoBahn, Bloomberg, dan lain-lain. Pasar komoditi, yang memfasilitasi perdagangan komoditi dan derifatifnya. Di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Pasar derivatif, yang merupakan sarana yang menyediakan instrumen untuk mengelola risiko keuangan.

Pasar berjangka, yang merupakan sarana yang menyediakan standarisasi kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk/komoditi ataupun instrumen keuangan pada suatu tanggal dimasa mendatang. Di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Berjangka Jakarta/ Jakarta Futures Exchange.

Pasar asuransi, yang memfasilitasi redistribusi dari berbagai risiko.

Di Indonesia, salah satu pasar keuangan yang paling berkembang adalah pasar modal, dimana dalam pasar modal tersebut instrumen keuangan yang diperdagangkan adalah meliputi saham, obligasi, dan derivatif. Oleh karena itu, pasar keuangan yang dibahas dalam tulisan ini adalah terfokus pada pasar modal. Tulisan ini memaparkan mengenai gambaran umum pasar modal di Indonesia yaitu mekanisme jual-beli di pasar modal, instrumen pasar modal, dan aturan-aturan umum terkait pasar modal. Definisi Umum Pasar Modal Pasar modal (capital market) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), saham (equity), reksa dana, instrumen derifatif, maupun instrumen lainnya. Seperti di negara lainnya, pasar modal di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua: pasar primer atau perdana (primary market) dan pasar sekunder (secondary market).

Pasar Perdana (Primary Market) Pasar primer (perdana) adalah tempat penjualan atau penawaran saham pertama kali dari saham baru dari perusahaan yang menerbitkan saham atau emiten kepada para pemilik dana atau investor selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (Issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurangkurangnya 6 (enam) hari kerja. Pasar primer merupakan pasar modal yang memperdagangkan saham-saham yang dijual untuk pertama kalinya sebelum saham dicatatkan di bursa. Harga saham di pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Pasar Sekunder (Secondary Market) Pasar sekunder adalah tempat terjadinya perdagangan atau transaksi jual-beli saham dan surat berharga lainnya yang sudah beredar diantara pemilik dana atau investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana. Dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa. Di Indonesia, pasar sekunder adalah pada bursa efek resmi yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain bursa efek resmi, juga terdapat Over The Counter (OTC) yaitu sistem perdagangan efek yang terjadi di luar bursa efek resmi. Di negara maju terutama Amerika Serikat, hal ini didefinisikan sebagai transaksi saham yang terjadi di luar counter (tempat) tertentu atau dapat terjadi dimana saja. OTC sering disebut bursa paralel. Di Indonesia, tidak terdapat bursa sejenis ini. Dahulu pernah terdapat Bursa Paralel (BP), namun dengan pengertian yang berbeda, yaitu pasar sekunder yang terorganisir di luar BEI yang diselenggarakan Perserikatan Perdaganan Uang dan Efek-Efek (PPUE). Dengan alasan efisiensi, BP digabungkan dengan Bursa Efek Surabaya (BES) dan akhirnya digabung dengan BEI. Partisipan Pasar Modal Partisipan-partisipan pada pasar modal dapat digambarkan pada diagram berikut ini.

Source: www.idx.co.id

1.

Emiten Emiten adalah perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa. Emiten sering disebut issuer. Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain:

1. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi. 2. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing. 3. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.
2.

Investor Investor adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi. Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten, dan analisis lainnya. Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :

Memperoleh dividen. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk dividen. Memperoleh capital gain. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi.

Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar menguasai perusahaan. 3. Perusahaan Sekuritas Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa efek. Jenis-jenis perusahaan sekuritas ini antara lain:

Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten. Perantara perdagangan efek (broker/ pialang) Broker/ pialang adalah perantara dalam jual beli efek, yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh broker antara lain meliputi:

Memberikan informasi tentang emiten Melakukan penjualan efek kepada investor

Perdagangan efek (dealer) Berfungsi sebagai:


Pedagang dalam jual beli efek Sebagai perantara dalam jual beli efek

Perusahaan pengelola dana (investment company) Mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana. Supporting Institution/ Lembaga Penunjang Fungsi lembaga penunjang antara lain turut serta mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah emiten dan investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal.

4.

Penanggung (guarantor) Lembaga penengah antara pemberi kepercayaan dengan penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.

Wali amanat (trustee) Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi:

Menilai kekayaan emiten Menganalisis kemampuan emiten Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan emiten Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi Bertindak sebagai agen pembayaran

5.

Clearing & Guarantee KPEI


Membantu emiten dalam rangka emisi Membantu menyusun daftar pemegang saham Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham

6.

Central Custody and Settlement - KSEI

Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para investor

Instrumen Keuangan pada Pasar Modal Bursa Efek Indonesia memperdagangkan berbagai instrumen keuangan antara lain: - Saham / Equity / Stock Saham adalah instrument pasar keuangan yang paling popular di pasar modal. Saham adalah bukti penyertaan kepemilikan pada suatu badan usaha.

- Bonds / Obligasi:
Bonds adalah kontrak surat hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Karena merupakan surat hutang, pembayaran obligasi harus didahulukan. Hal ini berbeda dengan pembagian dividen dari hasil investasi saham. Obligasi mempunyai maturity date / tanggal jatuh tempo, dan Bonds yang diperdagangkan di BEI terdiri dari beberapa macam: o Corporate Bonds: Bond yang diterbitkan oleh perusahaan baik swasta/ BUMN/ BUMD o Government Bonds: Bond yang diterbitkan oleh pemerintah. Terdiri dari State Bond (Surat Utang Negara), Treasury Bills (Surat Perbendaharaan Negara umumnya berjangka waktu setahun), Government Retail Bonds (ORI) . Selain itu ada pula obligasi negara yang bersifat fixed rate, variable rate, ataupun zero coupon. o Corporate Sukuk: adalah bonds yang diterbitkan oleh perusahaan yang sesuai dengan hukum Islam/ Sharia. o State Sharia/ Sukuk: adalah bonds yang diterbitkan oleh pemerintah yang sesuai dengan hukum Islam/ Sharia. Misalnya adalah Sukuk Negara Ritel, SBSN RI (Surat Berharga Syariah Negara RI). o Asset Backed Securities: adalah security yang nilai dan pembayarannya didapat dari kolateralisasi underlying asset. Di Indonesia, Bank BTN telah menerbitkan Efek Beragun Asset ini.

- Derivatives Adalah kontrak atau perjanjian yang nilai keuntungannya terkait dengan asset lain. Asset lain ini disebut underlying asset. Derivatif yang diperdagangkan di BEI adalah derivative keuangan (financial derivative). Derivatif keuangan merupakan instrumen derivatif, di mana variabel-variabel yang mendasarinya adalah instrumen-instrumen keuangan, yang dapat berupa saham, obligasi, indeks saham, indeks obligasi, mata uang (currency), tingkat suku bunga dan instrumen-instrumen keuangan lainnya. o Stock Option OPTION adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu. o Index Futures Contract Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham. LQ45 Futures Mini LQ Futures LQ45 Futures Periodic Mini LQ45 Futures Periodic Japan Futures (JP)

- Mutual Funds/ Reksadana


Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. - Exchange Traded Funds ETF atau Exchange Traded Fund secara sederhana dapat diartikan sebagai Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa. ETF merupakan Kontrak Investasi Kolektif, yaitu Unit Penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa seperti saham. Sebagaimana halnya reksa dana konvensional, dalam ETF terdapat pula Manajer Investasi, Bank Kustodian.

- Sharia Capital Markets Products:


Adalah produk pasar modal yang didasarkan pada hukum islam (Syariah). Produk syariah tersebut antara lain: o Sharia Stock o Sukuk / Sharia Bonds o Jakarta Islamic Index o Indonesia Sharia Stock Index

Mekanisme Perdagangan Saham pada Pasar Modal Untuk dapat memperjual-belikan saham di pasar modal, suatu perusahaan calon emiten harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: - Telah beroperasi selama minimum 12 bulan - Telah mempunyai net asset tangible minimal IDR 5 milyar - Telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik terdaftar pada Bapepam LK dengan opini Wajar Tanpa Syarat - Telah menjual sahamnya sebanyak 50 juta lembar atau 35% dari total saham yang telah dikeluarkan dan memiliki 500 pemegang saham Calon emiten harus menunjuk suatu underwritter untuk menolong proses go public. Underwriter akan menolong mempersiapkan berbagai dokumen dan persyaratan yang diperlukan seperti: laporan keuangan yang telah diaudit, corporate budgeting, legal audit, laporan dari independent appraiser, prospectus, dan persyaratan lain. Untuk terdaftar pada BEI, calon emiten harus melakukan pendaftaran pada BEI dan BAPEPAM-LK. Bapepam-LK akan memutuskan apakah calon emiten memenuhi persyaratan atau tidak. Setelah itu, emiten melakukan penawaran saham kepada masyarakat melalui agen-agen penjual yang ditunjuk. Setelah saham ditawarkan pada pasar perdana, barulah saham dicatatkan dan diperdagangkan pada bursa saham. Jual beli pada BEI hanya bisa dilakukan oleh pialang/ broker. Oleh karena itu, calon investor harus datang ke perusahaan sekuritas untuk mendaftar dan menyetorkan deposit awal. Banyak perusahan sekuritas yang dapat melayani order secara online. Mekanisme jual-beli pada pasar modal oleh investor dapat dilihat pada diagram berikut ini:

Source: www.idx.co.id

Saat ini, BEI telah mempunyai fasilitas remote trading dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk melayani order dari broker anggota bursa. Setelah melakukan aktivitas jual / beli, maka investor harus melakukan penyelesaian transaksi pada KPEI dan KSEI sebagai lembaga Kliring dan Penjaminan.

Mekanisme Penerbitan dan Perdagangan Obligasi Proses yang umum dikenal dalam penerbitan suatu obligasi adalah melalui penjamin emisi atau juga dikenal dengan istilah "underwriting". Dalam penjaminan emisi, satu atau lebih perusahaan sekuritas akan membentuk suatu sindikasi guna membeli seluruh obligasi yang diterbitkan oleh penerbit dan menjualnya kembali kepada para investor. Sedangkan pada penjualan obligasi pemerintah biasanya melalui proses lelang. Obligasi pemerintah biasa disebut juga dengan "obligasi bebas risiko" sebab pemerintahan suatu negara dapat menaikkan pajak ataupun mencetak uang guna melunasi pembayaran obligasinya pada saat jatuh tempo. Dalam hal ini, bebas risiko yang dimaksud adalah risiko kredit, namun tetap mempunyai risiko lain, seperti risiko suku bunga. Selain itu, obligasi pemerintah dapat mempunyai risiko pada beberapa Negara yang fundamental ekonominya kurang baik. Sedangkan obligasi swasta memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan obligasi pemerintah . Resiko ini tergantung pada jenis perusahaan, kondisi pasar dan pemerintahan yang digunakan sebagai pembanding dan peringkat perusahaan penerbit. Resiko ini dapat dirating dengan menggunakan analisis secara luas, guna menetapkan perbedaan imbal hasil dengan obligasi pemerintah yang bebas risiko. Lembaga pemberi peringkat rating obligasi biasanya adalah PEFINDO atau Kasnic Indonesia. Indeks obligasi yang dikenal di Indonesia adalah Indeks Obligasi Indonesia yang diterbitkan oleh HSBC. Selain melalui pasar modal, obligasi sering diperdagangkan di jaringan komunikasi network atau melalui pialang tertentu, dan dilakukan di luar bursa (OTC). Mekanisme perdagangan obligasi melalui pasar modal akan sama dengan mekanisme saham. Sama seperti saham, investor memperdagangkan obligasi untuk memperoleh capital gain, yang pada obligasi disebut dengan yield. Yield ini amat tergantung dari suku bunga secara umum. Apabila suku bunga memiliki kecenderungan naik, maka harga suatu obligasi akan turun, karena investor akan lebih memilih menginvestasikan uangnya di bank. Demikian pula sebaliknya.

Daftar Pustaka

1. Cara Sehat Investasi di Pasar Modal, Sawidji Widoatmodjo, Mei 2012. 2. Bursa Efek Indonesia Website, www.idx.co.id.
3. Pasar Modal, id.wikipedia.org/wiki/Pasar_modal.