Anda di halaman 1dari 4

Kasus Rekrutmen Rekrutmen CPNS Kediri 2009/2010 Curang Sumber:http://cpns.lowongankerjas.

com/rekrutmen-cpns-kediri-20092010-curang/ Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang menjadi juru bicara dari MasyarakatAnti Korupsi Umamul Khoir, Rabu (13/1/2010) mengatakan sedikitnya terdapat lima nama padalima formasi kepegawaian yang berbeda, yang sengaja diganti.Hasil tes yang dikeluarkan secara resmi oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI)Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diklaim mereka, berbeda dengan hasil tes yangdiumumkan pada tanggal 12 Desember 2009 yang belum mendapat persetujuan dari LAPIsebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan tes dan penilaian hasil tes.Mereka adalah Gunadi yang terdaftar sebagai Guru Sekolah Dasar Agama Islam dalam dataLAPI, tiba-tiba digantikan oleh Atikoh. Dokter umum Melda Nisrina diganti oleh Melina yangdisinyalir kuat sebagai anak salah satu pejabat di Dinas Pendapatan Kota Kediri.Di formasi Perawat Terampil ada nama Dyah Wahyu Ningtiyas yang tiba-tiba diganti dengannama Hendri Supriyadi yang diketahui sebagai salah satu ajudan pribadi Wali Kota KediriSamsul Ashar. Pada formasi Pengendali Dampak Lingkungan terdapat nama Diana Yuli S yangdiganti dengan nama Aulia. Sedangkan di formasi Pengawas Operasional Alat Berat terdapatnama Luluk Mulyono yang diganti dengan Agus Zarkoni Arif.Modusnya mengganti nama di posisi rangking terendah pada hasil tes resmi. Nama baru itukemudian diletakkan pada posisi nama yang digantikan dan menempati nilai yang adasebelumnya, katanya. Lima nama yang diganti selanjutnya dihubungi oleh petugas. Mereka dijanjikan akan diterimasebagai PNS di lingkungan Kota Kediri pada periode rekrutmen tahun 2010, tanpa tes.Ketua Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama Kota KediriSyamsul Umam menambahkan pihaknya mengantongi dua versi data resmi ITB. Pertama datahasil tes seluruh peserta CPNS sebanyak 13.000 orang. Dan yang kedua adalah data hasil tes berdasarkan rangking dari 440 peserta yang menempati formasi kepegawaian. Dari dua versiyang berbeda itu, isinya sama.Terkait temuan adanya perbedaan hasil tes CPNS di Kota Kediri tersebut, Masyarakat AntiKorupsi menyatakan sikap akan terus mengawal proses hukum yang ditangani oleh PolrestaKediri. Mereka meminta polisi melakukannya secara terbuka.Polisi tidak boleh tebang pilih dan jangan ada istilah korban mengorbankan. Kalau semua salahya diproses secara hukum, termasuk wali kota. Polisi harus berani mengumumkan hasil resmikepada masyarakat, ujarnya.Lebih jauh, Masyarakat Anti Korupsi Kota Kediri telah melaporkan kasus kecurangan rekrutmenCPNS ini kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Mereka berharap, satgas akan segeramelakukan sidak ke Kota Kediri untuk membongkar kecurangan.Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Nur Muhyar yang dikonfirmasi wartawanenggan memberikan komentar. Ojo aku golek liyane wae (jangan saya, cari (narasumber) yanglain saja, ujarnya. Analisis Kasus Pada dasarnya, rekrutmen adalah proses mencari, menemukan, dan mengajak calon pelamar yang potensial ke dalam dan atau suatu organisasi. Dalam contoh kasus di atas, proses rekrutmendilakukan untuk mendapatkan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kota Kediri. Namun sangatdisayangkan, bahwa proses rekrutmen tersebut tidak berjalan sesuai dengan arti dari rekrutmenitu sendiri, yaitu dalam proses rekrutmen terjadi penyelewengan yang dilakukan

oleh penyelenggara rekrutmen itu sendiri.Dalam analisis kasus rekrutmen ini, saya telah membagi beberapa poin penting mengenai kasusrekrutmen calon pegawai negeri sipil, antara lain : Faktor rekrutmen Menurut saya, berdasarkan contoh kasus di atas, proses rekrutmen tersebut terjadidikarenakan beberapa faktor, faktor pertama adalah kondisi ekonomi secara umum. Padadasarnya, jika kondisi ekonomi relatif sulit, maka biasanya akan terjadi oversupply atau calon pekerja jauh lebih besar dibanding jumlah permintaan. Jika hal ini terjadi, maka perusahaanrelatif lebih mudah untuk mencari karyawan baru, sebab para pelamar kerja melimpah.Dalam kasus ini, terlihat bahwa perbandingan antara calon pelamar dengan jumlah permintaan atas pelamar itu sendiri relatif besar, yaitu calon pelamar sebesar 13.000 orangdan jumlah peserta yang lolos 440 orang. Melihat perbandingan ini, bisa dikatakan bahwadikarenakan kondisi ekonomi yang cukup sulit, maka banyak pelamar yang berminat untuk menjadi calon pegawai negeri sipilFaktor kedua adalah ketersediaan tenaga kerja pada bidang yang dicari. Jika bidang yangdicari merupakan bidang yang tergolong langka, maka perusahaan akan lebih sulit dalammemenuhi kebutuhan karyawannya.Jika dilihat dalam kasus di atas, maka proses rekrutmen dilakukan untuk mendapatkancalon pegawai pada formasi kepegawaian yang dibutuhkan. Formasi kepegawaian tersebut

antara lain adalah formasi Perawat Terampil, formasi Pengendali Dampak Lingkungan, danformasi Pengawas Operasional Alat Berat.Faktor ketiga adalah reputasi perusahaan. Suatu perusahaan cenderung akan lebih mudahmencari dan merekrut orang orang terbaik, jika perusahaan itu memiliki reputasi bagus,sehingga orang orang yang memiliki kualifikasi yang tinggi akan berlombalomba bekerjadidalamnya.Dalam contoh kasus di atas, para pelamar berlomba lomba untuk dapat bekerja di DinasPemerintah, yaitu sebagai calon pegawai negeri sipil. Hal itu dikarenakan dengan menjadiseorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), maka akan ada jaminan hidup bagi mereka, contohnya jaminan gaji yang memadai, asuransi, bahkan adanya tunjangan pensiun. Dengan begitu, para pelamar pun tertarik untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Tujuan rekrutmen Dalam kasus di atas, menurut saya diketahui bahwa tujuan rekrutmen tersebut adalahuntuk mendapatkan calon pegawai negeri sipil yang potensial untuk beberapa formasikepegawaian, seperti formasi Perawat Terampil, formasi Pengendali Dampak Lingkungan,dan formasi Pengawas Operasional Alat Berat. Proses rekrutmen Proses perekrutan calon pegawai negeri sipil ini dilakukan secara eksternal, yaitumelakukan tes dan seleksi untuk mendapatkan calon potensial di luar organisasi. Manfaatdari melakukan proses perekrutan secara eksternal adalah orang orang yang direkrut dariluar tersebut membawa beragam ide dan wawasan baru dalam perusahaan (yaitu formasikepegawaian yang akan ditempati), mampu membawa perubahan di dalam organisasi tanpaharus menyenangkan kelompok kepentingan, dapat mengurangi pertikaian antar karyawankarena perebutan promosi, serta perusahaan tidak perlu mengubah hirarki organisasionalyang telah ada. Namun, di lain pihak, proses

rekrutmen secara eksternal yang dilakukan tersebut jugamemiliki beberapa kekurangan, yaitu perusahaan dapat merekrut tenaga kerja yang tidak kompeten, biaya perekrutan mahal, serta adanya ketidakpuasan bagi karyawan lama yangtidak mendapatkan promosi.Selanjutnya, LAPI sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraantes dan penilaian hasil tes, akan melaporkan hasil tes dan seleksi tersebut kepada dinas pemerintah, sehingga pada akhirnya didapatkanlah calon yang sesuai dengan jabatan yangakan diserahkan.Dalam kasus ini, sayangnya ada penyelewengan jabatan bagi formasi kepegawaian yangdibutuhkan. Proses penyelewengan itu dilakukan dengan mengganti nama di posisi rangkingterendah pada hasil tes resmi. Nama baru itu kemudian diletakkan pada posisi nama yangdigantikan dan menempati nilai yang ada sebelumnya. ^ Metode rekrutmen Menurut saya, metode yang dilakukan oleh perusahaan (dinas pemerintah) untuk mendapatkan calon pegawai negeri sipil adalah metode terbuka, yaitu proses rekrutmendiinformasikan secara luas dengan memasang iklan pada media masa cetak maupun elektrok agar tersebar luas ke masyarakat. Dengan menggunakan metode terbuka, diharapkan banyak lamaran yang masuk sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai lebih besar. ^Teknik rekrutmen Proses rekrutmen tersebut dilakukan dengan berbagai teknik, yaitu tes dan penyelidikanlatar belakang sehingga didapatkanlah calon pegawai negeri sipil yang tepat untuk mengisi jabatan sesuai dengan formasi kepegawaian yang dibutuhkan. ^ Analisis rekrutmen Dalam contoh kasus di atas, menurut saya analisis yang digunakan adalah analisis tren,yaitu telaah tentang kebutuhan karyawan masa lalu perusahaan, dalam kasus ini adalah dinas pemerintah, selama satu periode tahun untuk meramalkan kebutuhan masa depan.

Saya berpendapat bahwa analisis yang digunakan adalah analisis tren karena prosesrekrutmen yang dilakukan oleh penyelenggara adalah untuk mendapatkan calon pegawaiyang sesuai di beberapa formasi kepegawaian, yaitu formasi Perawat Terampil, formasiPengendali Dampak Lingkungan, dan formasi Pengawas Operasional Alat Berat. ^Mutu rekrutmen Menurut saya, mutu karyawan yang direkrut harus sesuai dengan kebutuhan yangdiperlukan sehingga didapatkan mutu yang sesuai dengan jabatan. Proses rekrutmen yangdilakukan pun telah sesuai, karena penyelenggara berhasil mendapatkan calon pegawainegeri sipil yang sesuai dengan formasi kepegawaian yang dibutuhkan.Sayangnya, dikarenakan adanya penyelewengan sehingga mutu yang didapat pun tidak sesuai dengan tujuan rekrutmen itu sendiri. Beberapa orang yang tidak bertanggung jawabmengganti nama di posisi rangking terendah pada hasil tes resmi ke posisi tertinggi. Denganmelakukan hal tersebut, artinya terjadi penyimpangan terhadap mutu karyawan yang direkrutdengan mutu yang diperlukan oleh organisasi.

^Sumber rekrutmen Menurut saya, sumber untuk melakukan proses rekrutmen yang dilakukan adalah melaluiiklan, yaitu berupa surat kabar, majalah, radio, dan internet. Dengan melalui iklan, makasebuah perusahaan dapat mengumumkan akan adanya proses rekrutmen. Sebuah perusahaanyang serius mengelola dan mengivestasikan dana pengembangan SDM, biasanya akanmemasang iklan lowongan besar minimal separo halaman atau bahkan satu halaman penuh.Hal ini juga untuk menunjukkan reputasi mereka yang benar-benar ingin merekrut calon pekerja yang bermutu handal. Dengan menggunakan iklan, maka dinas pemerintah akanlebih mudah untuk mendapatkan calon pelamar yang akan sesuai dengan formasikepegawaian yang dibutuhkan.