Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Umum Di era globalisasi sekarang ini sistem informasi yang baik merupakan hal yang mutlak harus dimiliki oleh sebuah perusahaan atau instansi yang secara tidak

langsung menuntut setiap perusahaan dapat beroperasi lebih efektif, efisien dan terkendali. Sistem informasi yang baik dapat menyampaikan, mengolah dan menyajikan data menjadi informasi yang akurat, cepat, tepat serta lengkap. Penggunaan teknologi Informasi melalui sistem Informasi bukan saja akan

meningkatkan kualitas serta kecepatan Informasi yang dihasilkan bagi manajemen, akan tetapi dengan teknologi Informasi yang sesuai, akan dapat menciptakan suatu sistem informasi manajemen yang mampu meningkatkan integrasi di bidang informasi dan operasi diantara berbagai pihak yang ada di suatu organisasi, baik organisasi lokal maupun organisasi global. Dengan sistem informasi yang baik, dapat memudahkan setiap proses komputerisasi baik dalam proses penginputan data maupun pembuaan laporan. Sehingga proses pengolahan data menjadi lebih cepat dan akurat. Seperti halnya dalam proses pendaftaran anggota di Fitness Center. Dengan sistem informasi yang baik dapat mempermudah baik calon anggota atau petugas pencatatan dalam proses pendaftaran anggota. Di Body Art Master Fitness Center proses pencatatan keanggotaan masih bersifat manual, sehingga dalam setiap proses pencatatan, pencarian data, dan

penyimpanan data menjadi kurang efektif dan efisien serta penyimpanan data yang masih berupa dokumen-dokumen yang di arsipkan menjadikan proses pencarian data menjadi lambat. Sama halnya dalam proses pembuatan laporan, sistem yang berjalan saat ini di Body Art Master Fitness Center membuat proses tersebut menjadi memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini dimaksudkan agar dapat mempermudah dalam proses pendaftaran nikah di Body Art Master Fitness Center. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan kebutuhan-kebutuhan sistem terkini dan masalah-masalah yang sering terjadi pada proses pengolahan data pernikahan di Body Art Master Fitness Center bisa teratasi dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kinerja pihak-pihak yang terlibat dalam pengolahan data pernikahan dan kinerja Body Art Master Fitness Center pada umumnya. Berdasarkan uraian diatas, kami merasa tertarik untuk mengambil bahasan tersebut dengan judul Analisa Sistem Informasi Pendaftaran Keanggotaan Di Body Art Master Fitness Center dengan tujuan agar dapat memecahkan masalah yang timbul diperusahaan tersebut.

1.2. Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan Tugas mata kuliah METODE PENELITIAN ini adalah : 1. Untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu mata kuliah METODE PENELITIAN. 2. Mengusulkan tata cara kerja sistem komputerisasi pada bagian pendaftaran anggota.

Tujuan dari penulisan laporan riset ini adalah untuk memenuhi salah satu mata kuliah di semester V (lima) pada Program Diploma Tiga (D111) pada Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Bina sarana Informatika (AMIK BSI) jurusan Manajemen Informatika.

1.3. Metode Penelitian Dalam rangka pengumpulan data yang diperlukan dalam penulisan

Laporan Kuliah Kerja Praktek Penulis menggunakan beberapa metode, diantaranya adalah : a. Metode Observasi Metode observasi merupakan pengamatan dan penelitian secara langsung terhadap bagian pendaftaran pernikahan di Body Art Master Fitness Center. b. Metode Wawancara Metode wawancara merupakan proses tanya jawab langsung dan sistematis kepada orang yang mengetahui tentang permasalahan yang berhubungan dengan pendaftaran keanggotaan di Body Art Master Fitness Center. c. Metode Studi Pustaka Metode ini menggunakan buku-buku mengenai proses pendaftaran

keanggotaan, berkas-berkas, laporan yang berkaitan dengan judul yang diangkat sebagai referensi. Buku-buku tersebut diambil dari berbagai sumber,

1.4. Ruang Lingkup Untuk lebih memusatkan permasalahan yang ada dan agar tidak menyimpang dari pokok permasalahan, maka Penulis membuat batasan

permasalahan yaitu mengenai : 1. Sistem ini dibuat hanya untuk Body Art Master Fitness Center, yakni pada bagian pendaftaran keanggotaan. 2. Pada penelitian ini tidak membahas mengenai proses kunjungan biasa pada Body Art Master Fitness Center, yang mana maksud dari kunjungan tersebut hanya menggunakan fasilitas alat olahraga dalam sekali kunjungan .

1.5 . Sistematika Penulisan Untuk dapat mengetahui secara ringkas permasalahan dalam penulisan. Laporan Tugas METODE PENELITIAN maka digunakan sistematika penulisan yang bertujuan untuk mempermudah pembaca menelusuri dan memahami isi Laporan Tugas METODE PENELITIAN sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang secara umum, maksud dan tujuan, metode penelitian, ruang lingkup yang membatasi permasalahan dan Sistematika penulisan yang merupakan gambaran dari keseluruhan bab. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan tentang konsep dasar dari sistem yang dibahas dalam ruang lingkup dan memberikan penjelasan secara teoritis

tentang peralatan rancangan sistem yang meliputi Diagram Alir Data (DFD/DFD), normalisasi dan kamus data yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas METODE PENELITIAN. BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN Bab ini akan menjelaskan mengenai sejarah singkat berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan fungsinya, prosedur sistem berjalan, Data flow diagram (DFD), kamus data, spesifikasi sistem berjalan yang terdiri dari bentuk dokumen masukan ( input ) dan keluaran ( output ), permasalahan dan alternatif pemecahan masalah. BAB IV PENUTUP Pada bab ini kami mengemukan beberapa kesimpulan dan saran-saran yang berkaitan dengan system berjalan pada pendaftaran keanggotaan di Body Art Master Fitness Center.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem Sistem saat ini banyak digunakan, banyak orang membicarakan tentang sistem perbankan, sistem akuntansi, sistem persediaan, sistem pemasaran, sistem penjualan, sistem teknologi dan sistem-sistem yang lain. Sistem sangat berperan penting bagi manajemen pada semua tingkatan, terutama sistem informasi guna pengembalian keputusan. 2.1.1. Definisi Sistem Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang secara terus-menerus dan berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Untuk memudahkan pemahaman mengenai sistem pertama kita peroleh dari definisinya, karena definisi mempunyai peranan penting dalam pendekatan mempelajari sistem. Menurut Abdul Kadir (2003:54) Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Jogiyanto (2005:2) Sistem adalah kumpulan dasar elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.(Jogiyanto,2005,1).

Dari definisi sistem diatas dapat dikatakan bahwa sistem terdiri dari unsurunsur atau elemen-elemen yang merupakan bagian yang sangat terpadu dan berhubungan secara erat antara satu dengan yang lainnya dengan sifat serta kerjasamanya antar unsur atau elemen tersebut mempunyai bentuk yang tertentu dan saling mempengaruhi untuk mencapai satu atau beberapa maksud secara bersamasama berkeinginan untuk mencapai tujuan yang sama pula. Dapat pula dikatakan bahwa suatu sistem terdiri dari struktur dan proses. Struktur merupakan unsur-unsur yang secara terintegrasi membentuk sistem tersebut. Sedangkan proses merupakan penjelasan prosedur atau tata urutan kerja dari suatu sistem untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Agar suatu sistem dapat bekerja secara efisien dan efektif maka setiap struktur dan proses tersebut harus saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. 2.1.2. Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. Diantaranya sebagai berikut : a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pikiran atau ide-ide yang tak tampak secara nyata. Sistem fisik adalah sistem yang terlihat secara nyata. b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin (Human Machine System). c. Sistem Tertentu (Deterministik) dan Sistem Tak Tertentu (Probabilitas)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sistem tak tertentu adalah sistem yang masa depannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung sistem kemungkinan. d. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh luarnya. 2.1.3. Karakteristik Sistem Karakteristik sistem atau sifat-sifat tertentu, yang cirinya bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan, komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu sub sistem. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut dengan Supra system. 2. Batas Sistem (Boundary) Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lainnya atas sistem dengan lingkungan luarnya. 3. Lingkup Luar Sistem (Environment) Sesuatu yang berada diluar sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkup luar ini bisa saja menguntungkan dan merugikan bagi sistem.

4.

Penghubung Sistem (Interface) Sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub sistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.

5.

Masukan Sistem (Input) Energi yang dimasukan ke dalam sistem, masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapat keluarannya.

6.

Keluaran Sistem (Output) Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna.

7.

Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8.

Sasaran Sistem (Objective) Sasaran dari suatu sistem menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.4. Definisi Informasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (Information System).

10

2.1.5. Definisi Sistem Informasi Menurut Robert A.Leitch dan K.Roscoe Davis (2005:11) Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Kualitas informasi tergantung dari tiga hal yaitu seperti yang akan dijelaskan dibawah ini : a. Akurat Akurat bagi informasi berarti harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. b. Tepat waktunya Maksudnya informasi yang datang ke penerima tidak boleh terlambat. Bila pengambilan informasi keputusan terlambat akan berakibat fatal bagi suatu organisasi. c. Relevan Informasi harus mempunyai manfaat pemakainya, dan relevansi informasi tiap orang berbeda-beda. Menurut John Burch dan Gary Grundnitski dalam (2005:12) sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block).

11

Komponen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Blok Masukan Input yang mewakili data yang masuk kedala sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Blok Model Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang susah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok Keluaran Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 4. Blok Teknologi Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. 5. Blok Basis Data Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saing berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

12

6.

Blok Kendali Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

2.2. Peralatan Pendukung Suatu sistem informasi memerlukan model sistem untuk menggambarkan bentuk sistem secara structural dan actual dengan suatu pendekatan analisa terstruktur. Dimana analisa terstruktur adalah suatu model analisa dengan menggunakan alat untuk membuat spesifikasi sistem yang terstruktur. Adapun peralatan pendukung (tools system) itu sendiri adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logical model dari suatu sistem, dimana simbol-simbol, lambang-lambang dan diagram-diagram menunjukan secara tepat arti fisiknya. Peralatan pendukung (tools system) yang dimaksud adalah Diagram Alir Data (DAD), Kamus Data, dan Pengkodean. 2.2.1. Diagram Arus Data ( DAD ) DAD adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi atau simbol-simbol untuk menggambarkan arus dari data sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau data tersebut akan disimpan. Adapun pengertian secara umum dari Diagram Alir Data ( DAD ) adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya,

penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.

13

Keuntungan dari DAD adalah memungkinkan kita untuk menggambarkan sistem dari tingkatan yang lebih rendah, sedangkan kekurangan dari DAD adalah tidak menunjukan proses pengulangan (Looping), proses putusan dan proses perhitungan. 2.2.2. Simbol-simbol DAD Simbol-simbol yang digunakan dalam DAD yaitu sebagai berikut : A. Kesatuan Luar (External Entity) Digambarkan dengan bujur sangkar, external entity adalah merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang berupa orang atau organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar ini kebanyakan adalah salah satu berikut ini : 1) Suatu kantor, Departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi luar sistem yang sedang dikembangkan. 2) Orang atau sekelompok diorganisasi tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan 3) Suatu organisasi atau orang yang diluar organisasi, misalnya pelanggan pemasok. B. Arus Data (Data flow) Arus Data di DAD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukan arus data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut : 1) Formulir atau dokumen yang digunakan perusahaan.

14

2)

Laporan tercetak atau output layar komputer yang dihasilkan komputer.

3) Tampilan atau output layar komputer yang dihasilkan komputer. a) Masukan untuk komputer.

b) Komunikasi ucapan. c) Surat-surat atau memo.

d) Data yang dibaca atau direkam ke suatu file. e) Suatu isian yang dicatat pada buku agenda. f) Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain.

Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya. C. Proses (process) Digambarkan dengan lingkaran, proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. D. Simpanan Data (Data store) Digambarkan dengan dua garis paralell atau persegi panjang dengan garis membujur kekiri. Data store digunakan untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan, sebagai berikut : 1. 2. 3. Suatu file atau database disistem computer Suatu arsip atau catatan data dimeja seseorang Suatu kotak tempat data dimeja seseorang

15

2.2.3. Tahapan-tahapan DAD DAD terdiri dari beberapa diagram yang masing-masing menggambarkan tingkatan proses yang terdapat dalam sistem yang digambarkannya. Penjelasan tentang tahapan-tahapan DAD akan dijelaskan sebagai berikut : a. Diagram Konteks Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk

menggambarkan sistem secara umum atau global dari keseluruhan sistem yang ada. b. Diagram Nol Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses lebih terperinci dari diagram konteks. c. Diagram Detail Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih detail lagi dari tahapan proses yang ada didalam diagram nol. 2.2.4. Aturan Pembuatan DAD Di dalam pembuatan DAD terdapat aturan main atau ketentuan yang baku dan berlaku dalam penggunaan untuk membuat sistem, yaitu sebagai berikut : a. Di dalam DAD tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung. b. Di dalam DAD tidak boleh menghubungkan data store dengan data store lainnya secara langsung.

16

c.

Di dalam DAD tidak boleh diperkenankan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung.

d.

Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.

2.3. Kamus Data (Data Dictionary) 1. Pengertian Kamus Data Kamus data adalah katalog kata tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan kamus data sistem analis dapat mengidentifikasikan data yang mengalir disistem dengan lengkap. Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Adapun isi kamus data adalah sebagai berikut : a. Nama Arus Data Dibuat berdasarkan arus data yang mengalir didalam data flow diagram, maka dari arus data juga harus dicatat dikamus data. b. Alias Nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai data yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. c. Bentuk Data Digunakan untuk mengelompokan data dictionary ke dalam kegunaannya sewaktu perencanaan sistem.

17

d.

Arus Data Menunjukan dari mana data mengalir dari mana data akan menuju supaya memudahkan mencari arus data dalam data flow diagram.

e.

Penjelasan Untuk menjelaskan makna dari arus data yang dicatat dikamus data. Bagian penjelasan ini dapat diisi dengan keterangan mengenai arus data tersebut.

f.

Periode Menunjukan kapan terjadinya arus data ini, kapan input data harus dimasukan kedalam sistem, kapan program harus dijalankan dan kapan laporan harus dihasilkan.

g.

Volume Menerangkan tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data menunjukan volume terbanyak.

h.

Struktur Data Menunjukan arus data yang dicatat pada kamus data yang terjadi dari itemitem atau elemen-elemen data.

Ada dua macam notasi yang digunakan dalam kamus data untuk mempersingkat arti dari simbil-simbol yang digunakan, antara lain sebagai berikut : a. Notasi Tipe Data Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi format masukan maupun keluaran suatu data. Notasi yang digunakan antara lain :

18

Tabel II.1. Notasi Tipe Data Notasi X 9 A Z Keterangan Setiap Karakter Angka Numerik Karakter Alfabet Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong . , / Sumber : Jogiyato. HM (2005:730) Titik, sebagai pemisah ribuan Koma, sebagai pemisah pecahan Hypen, sebagai tanda penghubung Slash, sebagai tanda pembagi

b.

Notasi Terstruktur Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data, notasi yang umum digunakan sebagai berikut :

19

Tabel II.2. Notasi Struktur Data Notasi = + () {} [] [/] * @ Sumber : Jogiyato. HM (2005:730) Keterangan Terdiri dari atau sama dengan And ( dan ) Pilihan ( boleh ya atau tidak ) Iterasi atau pengulangan proses Pilih salah satu pilihan Pemisah pilihan didalam tanda Keterangan atau catatan Petunjuk ( keyfield )

2.4. Pengkodean Pengkodean digunakan untuk mengklasifikasikan data, memasukan data ke dalam komputer dan untuk mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya. Kode dapat dibentuk dari kumpulan angka, huruf dan karakter-karakter khusus, Dalam merancang suatu kode harus diperhatikan beberapa hal yaitu sebagai berikut : 1. Harus mudah diingat Supaya kode mudah diingat maka dapat dilakukan dengan cara

menghubungkan kode tersebut dengan objek yang diwakili dengan kodenya.

20

2.

Harus unik Kode harus unik untuk masing-masing item yang diwakilinya. Unik berarti tidak ada kode yang kembar.

3.

Harus flaksibel Kode harus flaksibel sehingga memungkinkan perubahan-perubahan atau item baru dapat tetap diwakili oleh kode.

4.

Harus efisien Kode harus sependek mungkin, selain mudah diingat juga akan efisien bila direkam diluar komputer.

5.

Harus konsisten Kode harus konsisten dengan kode yang telah digunakan.

6.

Harus distandarisasi Kode harus distandarisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi.

7.

Spasi dihindari Spasi dalam kode sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kesalahan didalam menggunakannya.

8.

Hindari karakter yang mirip Karakter yang hampir sama bentuk dan pengucapannya sebaiknya tidak digunakan dalam kode.

9.

Panjang kode harus sama Masing-masing kode yang sejenis harus mempunyai panjang yang sama.

21

Ada beberapa macam tipe dari kode yang dapat digunakan didalam system informasi, diantaranya adalah : 1. Kode Mnemonik (Mnemonic Code) Digunakan untuk tujuan supaya mudah diingat. Kode mnemonik dibuat dengan dasar singkatan atau mengambil sebagian karakter dari item yang akan diwakili dengan kode ini. 2. Kode Urut (Sequential Code) Kode urut disebut juga kode seri merupakan kode yang nilainya urut antara satu kode dengan kode berikutnya. 3. Kode Blok (Block Code) Kode blok mengklasifikasikan item kedalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan satu klasifikasi tertentu atas dasar pemakaian maksimum yang diharapkan. 4. Kode Grup (Group Code) Kode grup merupakan kode yang berdasarkan field-field kode yang mempunyai arti. 5. Kode Desimal (Decimal Code) Kode desiman mengklasifikasikan kode atas dasar sepuluh unit angka desimal dimulai dari angka 0 sampai angka 9 atau dari 00 sampai dengan 99 tergantung dari banyaknya kelompok.

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1. Umum Di jaman sekarang ini banyak sekali penyakit-penyakit yang telah menjangkiti kita sebagai mahluk hidup, dan sekarang ini banyak orang yang tidak mementingkan kesehatan sehingga mudah terkena penyakit. Cara yang paling baik untuk menjaga diri kita dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga kesehatan, untuk menjaga kesehatan kita ada cara yang paling sederhana yaitu dengan berolahraga. Karena olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani (misalkan catur dan yoga). Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien, dengan lancarnya metabolisme diri maka penyakit akan sulit menembus sistem kekebalan tubuh kita. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, maka banyak sekali prasarana yang dapat digunakan oleh karena itu bagi orang yang tidak hanya menginginkan kesehatan tetapi juga ingin membentuk tubuhnya menjadi lebih proporsional ada baiknya melakukan olahraga yang lebih berat dan itu dapat dilakukan di fitness center. Dengan mengunakan jasa dari fitness center ada beberapa keuntungan yang didapat yaitu kita dapat bimbingan bagaimana melakukan olahraga yang baik dan

22

23

benar, lalu kita juga dapat berinteraksi dengan sesama anggota dan masih banyak lainnya.

3.2. Tinjauan Fitness Center Dalam tinjauan Fitness Center ini berisi sejarah Body Art Master Fitness Center, struktur organisasi serta fungsi dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan tersebut. 3.2.1. Sejarah Body Art Master Fitness Center Dalam rangka mewujudkan cita-cita UUD 1945 khususnya dalam bidang keagamaan, Kantor Urusan Agama merupakan salah satu lembaga yang cukup penting di wilayah kecamatan. Di Kecamatan Limo, Kantor Urusan Agama terletak di kecamatan Limo Depok, dan merupakan salah satu diantara KUA yang ada di kota Depok.. Keberadaan KUA Kecamatan Limo telah berdiri sejak tahun 1996. Sepanjang berdirinya KUA di Kecamatan Limo telah banyak kemajuan yang dicapai khususnya dalam melaksanakan tugas yang diembannya yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan dan diharapkan mampu mewujudkan tujuan dan sasaran dibidang keagamaan. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan keberadaan Kantor Urusan Agama sebagai Lembaga pemerintah yang mengurus masalah keagamaan khususnya agama Islam. Visi Kantor Urusan Agama Limo Depok, yaitu :

24

A. Unggul dalam pelayanan dan bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat limo yang religious tahun 2010. B. Visi tersebut mengacu kepada visi kantor departemen agama kota depok dan juga visi pemerintahan kota depok. Misi Kantor Urusan Agama Limo Depok, yaitu : A. Peningkatan kualitas pelayanan administrasi nikah dan rujuk. B. Pengembangan keluarga sakinah. C. Peningkatan kualitas pelayanan bidang zakat dan wakaf. D. Peningkatan kualitas pelayanan ibadah social. E. Pemberdayaan masjid dalam proses pembangunan masyarakat yang religius.

3.2.2. Struktur Organisasi dan Fungsi Untuk mendukung operasional perusahaan agar berjalan dengan baik dan optimal, terutama dalam pelayanan masyarakat, perusahaan dalam hal ini manajemen KUA menerapkan struktur organisasi yang menjelaskan fungsi dan jabatan semua lini yang berada dalam perusahaan ini. Adapun struktur dari perusahaan ini dapat dikatakan dari kerangka yang menunjukan pola dari hubungan antara kedudukan dan peranan dalam suatu kerjasama . Bentuk struktur dari perusahaan yang dimiliki KUA Limo adalah :

25

Kepala KUA Pendais Penais

Tata Usaha

Bendahara

Zakat &Wakaf

Kepenghuluan

Pramu Kantor

P3N

Gambar III.1. Struktur Organisasi KUA Limo Depok (sumber : KUA Limo Depok)

Tugas dari tiap-tiap bagian adalah : 1. Kepala KUA A. Bertanggung jawab terhadap operasional dan adriministrasi kantor.

26

B. Melaksanakan tugas kepenghuluan. C. Pejabat pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). D. Memantau dan meningkatkan tugas BAZ,LPTQ,PBHBI dan MUI. E. Bertanggung jawab tertahap kegiatan keagamaan di wilayah kerja kantor. F. Mendukung dan menyukseskan kegiatan lintas sektoral. 2. Pendais Mengatur organisasi di dalam sekolah berbasis agama islam ( MTS,MA, dll). 3. Penais A. pengadaan buku-buku keagamaan B. pembinaan majelis talim , lembaga social keagamaan C.seksi publikasi dakwah dan hari besar islam. D. seksi perbedayaan mesjid 4. Tata Usaha A. Membantu kepala dalam pemeriksaan dan pelaksanaan pranikah. B. Pencetakan model NB. C. Sebagai petugas dokumentasi dan statistic nikah dan rujuk D. Membantu penerima pendaftaran dan meneliti kelengkapan administrasi nikah/rujuk. E. Membantu pembukaan stok khusus. F. Membantu tugas lain yg diberikan kepala kantor urusan agama limo depok. 5. Bendahara A. Mengerjakan pekerjaan tata usaha.

27

B. Membantu pemeriksaan dan pelaksanaan nikah. C. Mengerjakan penulisan model NB (daftar pemekrisaan nikah). D. Mengerjakan buku stok khusus. E. Mengerjakan regester talak cerai.

6. Zakat & Wakaf Mengurusi tentang Zakat dan Wakaf. 7. Kepenghuluan A. Mengerjakan pekerjakan tata usaha B. Menbantu pemeriksaan dan melaksanakan nikah C. Mengerjakan penelisan Model NB (Daftar Pemeriksaan Nikah) D. Mengerjakan buku stok khusus E. Mengerjakan register talak cerai F. Mengerjakan pembuatan model DN (Duplikat Nikah) G. Mengerjakan laporan bulanan,triwulan,semester dan tahunan. 8. Pramu Kantor A. Mengerjakan permohonan rekomendasi dan legarisir B. Mengerjakan buku stok umum C. Mengerjakan model NC D. Bertanggung jwb trhadap kebersihan kantor E. Menjaga kantor F. Penulisan model NTCR

28

9. P3N Mengordinasi KUA limo dan KUA dareah lain yang di wilayah Kota Depok.

3.3. Prosedur Sistem Berjalan Adapun prosedur dalam pendaftaran pernikahan di KUA Limo Depok sebagai berikut : a. Prosedur Pendaftaran Pernikahan. Pada proses pendaftaran pernikahan di KUA Limo Depok, calon mempelai yang akan mendaftar bisa langsung datang dan mengisi lampiran N-1, N-2, N4, N-7 lalu lampiran diarsipkan oleh KUA b. Proses Pengecekan Data Pada proses ini lampiran yang diberikan oleh calon mempelai dicek kembali oleh pihak KUA, jika persyaratan sudah terpenuhi maka calon mempelai bisa melakukan proses pernikahan dan mendapatkan Surat Akta Nikah, lalu KUA mengarsipkan data pernikahan. Jika persyaratan tidak terpenuhi maka KUA akan memberikan form N-8 yang berisi keterangan bahwa ada persyaratan yang belum dipenuhi. c. Proses Laporan Data Setelah proses pendaftaran, pengecekan, pernikahan selesai, maka semua data dilaporkan kepada kepala KUA.

29

3.4.

Diagram Alir Data Sistem Berjalan Dari hasil analisa yang dilakukan pada Kantor Urusan Agama Limo Depok,

akhirnya dapat diketahui bentuk sistem secara garis besar yang sedang berjalan di dalam tempat tersebut. Bentuk secara garis besarnya dapat dilihat dalam diagram di halaman berikut ini :

Calon Mempelai

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

N-8

Sistem Informasi Pendaftaran Pernikahan Di Kantor Urusan Agama Limo Depok

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

KETUA KUA

SAN Mempelai

Gambar III.2. Diagram Konteks Sistem Berjalan Keterangan : N-1 : Surat Keterangan Nikah N-4 : Surat Keterangan Orang Tua N-2 : Surat Keterangan Asal-usul N-5 : Surat Ijin Orang Tua

30

N-7 : Surat Kontrol SAN: Surat Akta Nikah

N-8 : Surat Pemberitahuan

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7 Calon Mempelai

1.0 Proses Pendaftaran

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7 Arsip

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

N-8

2.0 Proses Pengecekan

SAN

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

SAN Mempelai N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

Arsip
SAN

3.0 Laporan

Kepala KUA

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

Gambar III.3. Diagram Nol Sistem Berjalan Keterangan :

31

N-1 : Surat Keterangan Nikah N-4 : Surat Keterangan Orang Tua N-7 : Surat Kontrol SAN: Surat Akta Nikah

N-2 : Surat Keterangan Asal-usul N-5 : Surat Ijin Orang Tua N-8 : Surat Pemberitahuan

Calon Mempelai

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7 1.1 Pendaftaran

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7 Arsip

N-1 + N-2 + N-4 + N-5 + N-7

Baru

1.2 Pembuatan Mempelai SAN Buku Nikah

Gambar III.4. Diagram Detail Sistem Berjalan Keterangan : N-1 : Surat Keterangan Nikah N-4 : Surat Keterangan Orang Tua N-2 : Surat Keterangan Asal-usul N-5 : Surat Ijin Orang Tua

32

N-7 : Surat Kontrol SAN: Surat Akta Nikah

3.5. Kamus Data Sistem Berjalan Pada kamus data ini terdapat keterangan tertulis mengenai suatu data secara lebih rinci, karena kamus data harus dapat memberikan keterangan yang jelas tentang data yang dicari. Yang akan dijelaskan disini adalah dokumen masukan dan dokumen keluaran yang berhubungan dengan pendaftaran pernikahan.

A. Kamus Data Dokumen Masukan 1. Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Volume Struktur Data Header Isi : N-1 : Surat Keterangan Nikah : Dokumen Dasar : SKN Proses 1.0 : Sebagai Surat Keterangan Nikah : Setiap Ada Pendaftar Nikah : Rata-rata 70 pendaftar dalam satu bulan : Header + Isi + Footer : Kantor Desa + Kecamatan + Kabupaten : Nama +Jenis_kelamin + Tempat_Tanggal_Lahir +

33

Warga_Negara+Agama+Pekerjaan+Tempat_Tinggal +bin/binti+status_perkawinan+Nama_istri/suami_ter dahulu Footer : Tanggal + Tanda_Tangan_Kepala_desa/lurah

2. Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Volume Struktur Data Header Isi

: N-2 : Surat Keterangan Asal-usul : Dokumen Dasar : SKA- proses 1.0 : Sebagai Keterangan Asal-usul : Setiap Ada Pendaftar Nikah : Rata-rata 70 pendaftar dalam satu bulan : Header + Isi + Footer : Kantor Desa + Kecamatan + Kabupaten : Nama_lengkap/alias + Tempat_Tanggal_Lahir + Warga_Negara+Agama+Pekerjaan+Tempat_Tinggal

Footer

: Tanggal + Tanda_Tangan_Kepala_desa/lurah

3. Nama arus data Alias Bentuk data Arus data

: N-4 : Surat Keterangan Orang Tua : Dokumen Dasar : SKO-proses 1.0

34

Penjelasan Periode Volume Struktur Data Header Isi

: Sebagai Surat Keterangan Orang Tua : Setiap Ada Pendaftar Nikah : Rata-rata 70 pendaftar dalam satu bulan : Header + Isi + Footer : Kantor Desa + Kecamatan + Kabupaten : Nama_lengkap/alias + Tempat_Tanggal_Lahir + Warga_Negara+Agama+Pekerjaan+Tempat_Tinggal

Footer

: Tanggal + Tanda_Tangan_Kepala_desa/lurah

4. Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Volume Struktur Data Isi

: N-5 : Surat Ijin Orang Tua : Dokumen Dasar : SIO-Proses 1.0 : Sebagai Surat Ijin Orang Tua : Setiap Ada Pendaftar Nikah : Rata-rata 70 pendaftar dalam satu bulan : Isi + Footer : Nama_lengkap/alias + Tempat_Tanggal_Lahir + Warga_Negara+Agama+Pekerjaan+Tempat_Tinggal

Footer

: Tanggal + Tanda_Tangan_ibu_ayah

5. Nama arus data Alias

: N-7 : Surat Kontrol

35

Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Volume Struktur Data Header Isi

: Dokumen Dasar : SK-Proses 1.0 : Sebagai Surat Kontrol : Setiap Ada Pendaftar Nikah : Rata-rata 70 pendaftar dalam satu bulan : Header + Isi + Footer : Lampiran + Perihal +Tempat_Tanggal : Nama_lengkap/alias + Tempat_Tanggal_Lahir+Jam+ Mas_Kawin + Tempat + SKN + SKA + SKO + SIO

Footer

: Tanggal+Tanda_Tangan_kepala_KUA+ Tanda_Tangan_Calon_Mempelai.

B. Kamus Data Dokumen Keluaran 1. Nama arus data Alias Arus data Penjelasan Periode Volume Struktur Data Header Isi : SAN : Surat Akta Nikah : Arsip-Proses 1.2 : Sebagai Surat Akta Nikah : Setiap Ada Pendaftar : Rata-rata 70 kali dalam satu bulan : Header + Isi : Kutipan_akta_nikah : Nomor+Hari+Tanggal_Bulan_Tahun+Waktu+Nama+

36

Bin+TTL+Warganegara+Agama+Status_sebelumnya +Alamat+Pekerjaan.

2. Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan

: N-8 : Surat Pemberitahuan : Dokumen Dasar : Proses 2.0 External Entity :Sebagai Surat Pemberitahuan Persyaratan belum lengkap.

Periode Volume Struktur Data Header Isi

: Setiap Ada Pendaftar Baru : Rata-rata 70 kali dalam satu bulan : Header + Isi + Footer :Kantor_Urusan_Agama+Kecamatan+Kabupaten_Kota :Nomor+Lampiran+Perihal+Tanggal_Bulan_Tahun+ Kepada_Yth+ Di_Tempat.

Footer

:Tanda_tangan_pegawai_pencatat_nikah+nama_lengkap

3.6. Spesifikasi Sistem Berjalan Spesifikasi sistem berjalan adalah perincian dari bentuk dokumen-dokumen yang digunakkan dalam proses pendaftaran pernikahan di kantor urusan agama limo depok. Bentuk dokumen itu sendiri digolongkan dalam dua bagian, dokumen masukan dan keluaran yang digunakkan dalam sistem pendaftaran pernikahan di kantor urusan agama limo depok.

37

3.6.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan 1. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk : N-1 : Surat Keterangan Untuk Menikah : Calon Mempelai : Tata Usaha : Setiap kali pendaftar baru : Satu lembar : Lampiran A.1

2. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk 3. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk

: N-2 : Surat Untuk Mengetahui Asal Usul Pendaftar : Calon Mempelai : Tata Usaha : Setiap kali pendaftar baru : Satu lembar : Lampiran A. : N-4 : Surat Keterangan Identitas Orang Tua : Calon Mempelai : Tata Usaha : Setiap kali pendaftar baru : Satu lembar : Lampiran A.3

38

4. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk

: N-5 : Surat Ijin Dari Orang Tua : Calon Mempelai : Tata Usaha : Setiap kali pendaftar baru : Satu lembar : Lampiran A.4

5. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk

: N-7 : Surat Detail Menikah : Calon Mempelai : Tata Usaha : Setiap kali pendaftar baru : Satu lembar : Lampiran A.5

3.6.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran 1. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah : N-8 : Surat pemberitahuan data kurang : Arsip : Calon Mempelai : Setiap kali data masukan kurang : Satu Lembar

39

Bentuk 2. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Frekuensi Jumlah Bentuk

: Lampiran B.1 : Surat Akta Nikah : Surat pengesahan pernikahan : Arsip : Mempelai : Setiap kali pengantin baru : Satu Lembar : Lampiran B.2

3.7. a.

Permasalahan Dari hasil pengamatan serta wawancara yang kami lakukan dengan tata usaha, maka kami dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh KUA tentang pendaftaran pernikahan, misalnya persyaratan nikah belum terpenuhi oleh calon mempelai.

b.

Data yang disimpan sebagai arsip belum dilakukan dengan sistem komputerisasi maka sering terjadi keterangan kelambatan penyerahan data nikah.

c.

Setelah kami mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh KUA limo Depok dalam hal sistem pendaftaran pernikahan, yaitu lamanya mencari data yang terlalu menyita waktu dan tertundanya pekerjaan.

3.8.

Alternatif Pemecahan Masalah

40

a.

Dengan demikian kami mengusulkan cara mengatasi masalah diatas adalah dengan cara memanfaatkan dari segi software, hardware, maupun brainware. Dengan kata lain proses pendaftaran pernikahan dilakukan dengan cara komputerisasi dengan program komputer yang telah dirancang sesuai dengan cara kerja di KUA Limo Depok sehingga pengumpulan data dapat dilakukan dengan cepat dan tidak menyita waktu yang mengakibatkan tertundanya pekerjaan yang ada. Adapun keuntungan dari proses komputerisasi yang penulis usulkan adalah sebagai berikut : 1. Dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat sehingga pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendaftaran Pernikahan dapat dilakukan secara efisien. 2. Dengan sistem pendaftaran Pernikahan tidak meminta banyak tempat untuk menyimpan data karena data dapat disimpan melalui harddisk, flasdisk, maupun disket. 3. Resiko kesalahan dari pengolahan pendaftaran Pernikahan yang dihadapi dapat diperkecil, sehingga data yang diperoleh akurat. 4. Komputer dapat mengolah data yang datanya cukup banyak, jadi dengan hanya menggunakan satu computer dapat menyimpan data pendaftaran pernikahan.

41

BAB IV PENUTUP
Dengan memanjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT atas selesainya penulisan Tugas METODE PENELITIAN ini yang berjudul Sistem Pendaftaran pernikahan di KUA Limo Depok. Dalam bab ini, Kami akan sampaikan beberapa kesimpulan dan saran dari hasil riset dan pengamatan yang telah Kami lakukan. Adapun kesimpulan dan saran tersebut, yaitu sebagai berikut :

4.1. Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang dilakukan, penulis memperoleh kesimpulan bahwa sistem yang ada Kantor Urusan Agama Limo Depok sudah cukup baik, hanya perlu sedikit penyempurnaan atau pembaharuan dibeberapa bagian ada Kantor Urusan Agama Limo Depok juga mempunyai strategi yang baik dalam memajukan dan mengembangkan kinerjanya. Namun, tidak dipungkiri juga Kantor Urusan Agama Limo Depok cukup sering mendapatkan kesulitan yang ditimbulkan oleh sistem yang digunakan yang masih bersifat manual sebagaimana yang telah penulis paparkan pada bab sebelumnya.

41

42

4.2. Saran Sesuai dengan kesimpulan di atas, maka kami dapat memberikan saran saran sebagai berikut : a. Kantor Urusan Agama Limo Depok disarankan untuk menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi agar seluruh aktivitas yang ada di koperasi dapat dilakukan dengan lebih mudah, efektif dan efisien. b. Penggunaan sistem terkomputerisasi juga dapat menjaga keabsahan / keakuratan data sehingga meminimalisir terjadinya manipulasi data. Selain itu, sistem koputerisasi juga dapat menyimpan data dalam waktu yang sangat lama, sehingga memudahkan dalam pencarian data data terdahulu dan dapat mengurangi terjadinya duplikasi data. c. Memberikan pelatihan pelatihan kepada sumber daya manusia yang terlibat dalam sistem dan program aplikasi, sehingga dapat menggunakan sistem dengan baik dan mencegah terjadinya penyimpangan yang ditimbulkan oleh sumber daya manusia.

43

DAFTAR PUSTAKA

Al fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: Andi Offset. HM, Jogiyanto. 2005. Analisa dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset. Oetomo, Budi Sutedja Dharma. 2006. Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset. Suyanto, Bagong.2005. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif

Pendekatan. Jakarta : Prenada Media. Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta:Andi.

44

45

46

47

48

49

50

51