Anda di halaman 1dari 18

http://info.medion.co.id/index.

php/lain-lain/sekilas-info/medion-a-bsl3 Fasilitas BSL 3 Medion Wednesday, 20 January 2010 07:39 Bulan Agustus 2006 lalu di beberapa majalah peternakan nasional (Infovet, Poultry Indonesia maupun Trobos) dicantumkan bahwa Medion telah berhasil menerapkan sistem Laboratory Biosafety Level 3 (BSL-3). Namun, isi artikel tersebut masih sebatas informasi tentang keberhasilan Medion memiliki dan menerapkan sistem BSL-3. Kesempatan kali ini, akan disampaikan mengenai apakah itu BSL-3, fasilitas yang disediakan dan diperlukan maupun bagaimana mekanisme penerapan BSL-3. Selain itu, kami juga akan menampilkan tentang tanggapan dari beberapa pakar atau ahli, baik dari dalam negeri ataupun manca negara tentang salah satu fasilitas Medion ini. | Print |

Apakah BSL- 3 ? Biosafety level ialah kombinasi penerapan antara praktek dan prosedur oleh pekerja pada fasilitas laboratorium dan peralatan keamanan ketika bekerja dengan menggunakan agen patogen menular yang berbahaya. Istilah biosafety level ini juga digunakan untuk menjelaskan metode yang aman dalam menangani dan mengelola bahan-bahan yang bisa menginfeksi di laboratorium. Tujuan diterapkannya konsep biosafety level ini mencakup 3 aspek yaitu keamanan personal yang bekerja di dalam laboratorium, lingkungan sekitar laboratorium dan kualitas produk. Tujuan utamanya ialah melindungi personal yang bekerja di dalam laboratorium, baik dengan cara penerapan penanganan mikrobia yang baik maupun pemakaian peralatan pengamanan secara tepat. Pemberian vaksin pada personal yang bekerja atau berdekatan dengan laboratorium juga bisa meningkatkan level perlindungan terhadap infeksi. Tujuan yang kedua adalah melindungi lingkungan di luar laboratorium

dari kontaminasi bahan-bahan infeksius dengan mengkombinasikan antara desain fasilitas dan pengalaman operasional. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, jalur penularan agen infeksius maupun fungsi laboratorium, biosafety leveldapat dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu :

Biosafety level 1 Fasilitas ini diperuntukkan bagi mikroorganisme yang tidak berbahaya (dalam arti

menyebabkan gangguan kesehatan) bagi manusia dan lingkungan sekitar. Contoh agen atau mikroorganisme tersebut diantaranya Escherichia coli, Bacillus subtilis, virus Gumboro dan virus Infectious canine hepatitis.

Biosafety level 2 Fasilitas laboratorium ini digunakan jika kita bekerja dengan mikroorganisme yang

mempunyai kemampuan berasosiasi atau bergabung dengan penyakit manusia dengan berbagai macam keganasan. Kemampuan penularan mikroorganisme ini tergolong sedang. Contoh mikroorganisme yang ditangani padabiosafety level ini diantaranya virus campak (Measles virus), Salmonellae, Toxoplasma spp., virus hepatitis.

Biosafety level 3 Biosafety level ini digunakan jika kita bekerja dengan menggunakan mikroorganisme yang

berpotensi menginfeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Selain berbahaya bagi personal yang bekerja di dalam laboratorium, mikroorganisme ini juga berpotensi mengkontaminasi lingkungan sekitar laboratorium. Virus avian influenza (AI) menjadi salah satu agen yang harus ditangani denganbiosafety level 3 ini. Selain itu, Mycobacterium tuberculosis, St. Louis encephalitis virus, Anthrax dan Coxiella burnetii.

Biosafety level 4 Fasilitas laboratorium ini digunakan untuk penanganan mikroorganisme yang sangat

berbahaya bagi manusia, seperti Ebola zaire, Sin nombre virus, Rift valley fever, HIV.

Dari keempat macam level biosafety tersebut, pada kesempatan ini akan lebih dijabarkan tentang biosafety level 3(BSL-3) yang sangat berkaitan dengan proses produksi vaksin AI di Medion sebagai perusahaan vaksin, obat hewan maupun peralatan peternakan yang telah menjadi pelopor diterapkannya BSL-3 di Indonesia.

Awal Mula BSL-3 Medion

Lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002 Medion mulai mengembangkan fasilitas laboratorium dan tempat produksi yang berstandar BSL-3 untuk melakukan penelitian virus zoonosis (rabies). Saat memperoleh kepercayaan dari Departemen Pertanian RI untuk memproduksi vaksin AI, yaitu pada akhir tahun 2003, Medion mulai mengintensifkan diri untuk membenahi fasilitas BSL-3 yang telah dimilikinya. Tujuannya tentu saja agar kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah dapat terlaksana dengan baik. Mengingat bahaya virus AI bagi pekerja yang memproduksi vaksin AI dan juga besarnya kapasitas produksi vaksin AI, Medion dalam membenahi sistem BSL-3 ini berpedoman pada standar BSL-3 internasional. Medion pertama kali mendapatkan standar BSL-3 internasional itu dari badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), mengenai Laboratory Biosafety Manual.

Fasilitas BSL-3 Medion

Fasilitas BSL-3 yang dibangun Medion selalu mengacu pada tujuan sistem BSL-3 yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu keamanan personal yang bekerja di dalam laboratorium, lingkungan sekitar laboratorium dan kualitas produk. Oleh karena itu, ada 3 komponen dari sistem ini yaitu desain dan konstruksi fasilitas laboratorium, peralatan pengamanan dan produksi serta teknik dan pelatihan laboratorium. Resiko infeksi atau kontaminasi oleh agen infeksius dapat ditekan dengan penerapan 3 komponen tersebut.

Desain dan konstruksi fasilitas laboratorium Desain dan konstruksi laboratorium harus sesuai dengan fungsi laboratorium dan biosafety

level yang direkomendasikan sesuai dengan agen yang akan diolah. Dalam hal ini agen yang ditangani oleh Medion adalah virus AI. Bangunan, fasilitas atau area yang menerapkan sistem BSL-3 mempunyai simbol khusus yang merupakan simbol international, yaitu simbol biohazard. Simbol ini berfungsi sebagai sarana peringatan kepada personal bahwa daerah tersebut mempunyai resiko infeksi agen infeksius yang berbahaya.

Simbol biohazard Desain fasilitas atau laboratorium yang mempunyai simbol biohazard dibuat sedemikian rupa demi keamanan produk, personal dan lingkungan. Pengaturan sistem udara di dalam laboratorium selalu terkendali, dimana tekanan udara di setiap ruangan berbeda. Ruangan yang terletak semakin ke dalam dan mengandung agen infeksius paling berbahaya bertekanan lebih negatif atau lebih rendah. Tujuannya ialah supaya kontaminasi mikroba yang terdapat di dalam laboratorium ini tidak dapat keluar tetapi tersedot ke dalam. Struktur bangunan yang meliputi lantai, dinding maupun langit-langit pada bagian permukaannya harus terbuat dari bahan yang tahan air (water resistant). Hal ini bertujuan agar permukaan mudah dibersihkan dan dipelihara. Penggunaan sistem pintu ganda yang dilengkapi dengan alat pembantu penutup otomatis juga melengkapi desain laboratorium biosafety ini. Saat kita membuka pintu ini dari satu sisi, maka pintu pada sisi lain secara otomatis akan terkunci sehingga tidak bisa dibuka. Hal ini akan memastikan kondisi udara yang berada di luar sistem BSL-3 tidak terkontaminasi.

Peralatan pengamanan dan produksi Peralatan dan perlengkapan untuk mendukung sistem BSL-3 secara garis besar dapat

dibedakan menjadi 2 macam, yaitu peralatan pengamanan untuk personal dan peralatan teknis.

Persiapan personal yang akan memasuki ruangan BSL-3

Sebelum masuk maupun setelah keluar ruang atau fasilitas BSL-3, personal harus melakukan beberapa proses sterilisasi tubuhnya. Hal ini dilakukan dengan cara mandi di dalam ruang shower yang telah disediakan. Sebelum masuk ke dalam ruang shower, pakaian yang dikenakan oleh personal ditinggalkan di bagian luar dan setelah selesai mandi maka personal mengenakan pakaian khusus (yang sering disebut sebagai pakaian ninja) yang telah disiapkan di ruang yang terpisah. Selain pakaian ninja, personal juga dilengkapi dengan penutup kepala dan penutup kaki. Guna mencegah terjadinya infeksi agen infeksius maka personal diharuskan menggunakan pelindung pernapasan, seperti masker maupun pelindung mata (goggle). Masker yang dipakai dalam ruang BSL-3 merupakan masker tipe SARS dengan standar dari WHO, yaitu tipe N95 atau N100. Saat bekerja dengan agen infeksius, hewan terinfeksi atau penanganan peralatan yang terkontaminasi, personal juga harus memakai sarung tangan. Personal yang telah selesai bekerja di dalam ruangan BSL-3 juga harus kembali melakukan sterilisasi pribadi dengan cara mandi dan keramas. Bukan hanya pada personal, proses sterilisasi juga diberlakukan untuk semua peralatan pengamanan personal yang akan maupun telah digunakan. Selain itu, seluruh peralatan pengamanan tersebut hanya sekali pemakaian.

Double door autoclave yang digunakan untuk mensterilkan peralatan yang akan digunakan pada ruangan BSL-3

Peralatan teknis dalam ruangan BSL-3 secara umum dapat dibagi menjadi 3 yaitu peralatan pengatur kualitas udara, peralatan untuk proses produksi dan peralatan penanganan limbah dari sistem BSL-3. Udara yang akan dimasukkan ke dalam ruangan BSL-3 harus melalui clean air systems. Begitu juga dengan udara yang akan dikeluarkan atau dibuang ke lingkungan. Clean air systems ini merupakan peralatan pengatur kualitas udara yang khas dalam sistem BSL-3, yang mencakup filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) maupun Electrical Air Cleaner (EAC). Fungsi peralatan tersebut tentu saja menjaga kualitas udara di dalam ruangan BSL-3 tetap baik (red. sesuai standar).

Peralatan clean air system dimana salah satu komponennya ialah filter HEPA

Suplai listrik yang selalu ada pada fasilitas BSL-3 menjadi salah satu syarat mutlak juga. Oleh karenanya Medion membangun sebuah sistem back up listrik. Sistem ini akan berfungsi jika suplai listrik utama mengalami gangguan. Peralatan dari back up listrik ini meliputi uninterrupted power supply (UPS) dan generator listrik.

Sistem back up suplai listrik

Perlengkapan pendukung lainnya ialah closed circuit television (CCTV) dan door access control. CCTV digunakan untuk memantau aktivitas personal yang berada di dalam fasilitas BSL3 oleh manajer atau penanggung jawab fasilitas ini. Door-access control merupakan salah satu sarana untuk membatasi personal yang bisa masuk ke dalam fasilitas BSL-3. Alat ini dipasang pada pintu masuk ke fasilitas BSL-3.

Fasilitas CCTV dan door-access control

Peralatan produksi di sarana BSL-3 antara lain BSC dan sentrifugal dengan penutup ganda

Semua kegiatan penanganan agen infeksius maupun proses panen dari jaringan maupun cairan telur berembrio harus dilakukan pada biological safety cabinet (BSC) tipe II A. Tekanan pada fasilitas ini paling negatif sehingga dapat menekan kontaminasi agen infeksius ke personal yang menangani maupun ke dalam ruangan. Namun, jika ada prosedur yang tidak bisa dikerjakan di dalam BSC maka prosedur tersebut dapat dikerjakan di luar BSC dengan melengkapi peralatan pengamanan personal, seperti pelindung pernapasan (respirators) dan pelindung wajah maupun peralatan penahan kontaminasi secara fisik, seperti pemakaian sentrifugal dengan penutup ganda. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem BSL-3 harus menjaga agar lingkungan sekitar tidak terkontaminasi oleh agen infeksius. Oleh karenanya limbah dari proses penanganan agen infeksius juga harus dilakukan secara baik. Limbah yang dihasilkan dari laboratorium BSL-3 ada 3 jenis, yaitu limbah cair, padat maupun gas. Sebelum limbah tersebut dikeluarkan ke lingkungan, harus melalui proses penanganan terlebih dahulu untuk menghilangkan atau membunuh agen infeksius yang mungkin terkandung dalam limbah tersebut.

Setelah didesinfeksi dan fumigasi, limbah dari BSL-3, di-autoclave dan dimusnahkan melalui incinerator

Teknik dan pelatihan laboratorium Hal terpenting dari elemen ini ialah kedisiplinan dalam menerapkan standar teknik. Personal

yang bekerja dengan agen infeksi harus menyadari potensi bahaya kontaminasi, telah ditraining dan terampil dalam teknik dan pelatihan yang diperlukan untuk menangani beberapa material secara aman. Direktur atau kepala bagian laboratorium harus bertanggung jawab terhadap pelatihan tersebut. Seminar dan pelatihan tentang biosafety pun telah diikuti oleh tim BSL-3 Medion, baik di dalam maupun luar negeri yang diantaranya ialah : a. Lokakarya Nasional mengenai Implementasi Konvensi Senjata Biologi (diselenggarakan oleh DepLu RI, 21-22 Nop 2005, Hotel Borobudur, Jakarta. Pembicara utama : Dr. Reynolds Salerno, Program Manager,Biosecurity and Biological Weapons Nonproliferation, Sandia National Laboratory, USA ) b. Workshops on Biosafety and Biosecurity for BSL3 Laboratories, di Balitvet Bogor, 20-21 Juni 2006. Instruktur : Jennifer Gaudioso (International Biological Threat Reduction Department, Sandia National Lab., USA) dan Robert J.Hawley (Senior Science Advisor, Midwest Research Institute, USA)

Salah satu workshops yang dikuti Tim BSL-3 Medion

c. Conference of Biosafety in Asia, di Singapura 7-8 Maret 2006. Pembicara utama: President of American Biological Safety Association (ABSA), Dr. Glenn Funk, Biosafety Project Leader from WHO, Senior Biosafety Advisor, Public Health Agency of Canada, Senior Biocontainment Architect, Merrick & Co., Canada d. Course on BSL-3 Operations : From Program Development to Implementation, American Biological Safety Association (ABSA) Conference, Boston, USA, 13-18 Oktober 2006

Training atau pelatihan tentang BSL-3 secara intensif dan berkala juga dilakukan oleh intern Medion sendiri. Foto di bawah ini memperlihatkan salah satu pelaksanaan pelatihan tersebut.

Training kepada karyawan dan staf yang berkerja di ruangan BSL-3

Medical check monitoring atau pemeriksaan kondisi kesehatan personal yang bekerja di laboratorium BSL-3 dilakukan secara rutin. Selain pemeriksaan kesehatan juga dilakukan uji laboratorium dan pendataan riwayat kesehatan pekerja. Jika kondisi kesehatan personal tidak baik, maka personal

tersebut tidak diperbolehkan memasuki lokasi BSL-3.

Komentar Pakar tentang BSL-3 Medion

Foto bersama tim BSL-3 Medion dengan delegasi dari Departemen Pertanian Belanda

Pada 28 November 2005, Medion dikunjungi oleh delegasi dari Departemen Pertanian Belanda. Tujuan kunjungan tersebut ialah melihat fasilitas produksi vaksin AI di Indonesia dan merencanakan kerja sama antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Delegasi tersebut terdiri dari 3 pakar yaitu :

Dr. Ivo Van Claasen dari Center Institute for Animal Disease Control (CIDC), Netherlands Dr. Annemarie Bouma seorang profesor dari Utrecht University Jan Lambers, Policy Officer Dept. of Knowledge, Ministry of Agriculture, Nature and Food Quality

Komentar para pakar tersebut setelah meninjau fasilitas BSL-3 Medion adalah It's a very well thought over design. Your BSL-3 unit is aimed at protecting human as well (red. desain ruangan BSL-3 Medion terlihat telah terpikirkan dengan matang dan mengutamakan keselamatan pekerja). Hasil dari kunjungan delegasi tersebut adalah kontrak kerja sama (15 Juni 2006) dengan pemerintah Belanda. Percobaan Evaluasi Efektifitas Vaksinasi terhadap Transmisi Virus H5N1 menggunakan BSL-3 Medion.

Foto bersama dengan pakar dari AS

Kunjungan delegasi Amerika Serikat (AS) pada 20 Maret 2006 yang terdiri dari 3 pakar yaitu :

Dr. Jason Rao, dari U.S. Department of State Dr. Michael Callahan dari Center for Integration of Medicine and Innovative Technology (CIMIT)

Dr. Reynolds Salerno dari Sandia National Laboratory

Sama halnya dengan delegasi dari WHO, pakar dari AS ini juga menyatakan bahwa fasilitas BSL-3 Medion sangat mengagumkan. Selain kunjungan 2 delegasi itu, Medion juga telah dikunjungi pakar BSL-3 lainnya diantaranya ahli biosafety AS pada 17 Agustus 2007, yaitu Dr. Glenn Funk (President of American Biological Safety Association atau ABSA).

Diskusi antara Dr. Glenn Funk President of ABSA dan Dr Toto Winata Senior Manager Biological Product (BP) Medion Komentar Dr. Glenn Funk mengenai fasilitas BSL-3 Medion adalah it was very hard to find issues that I thought were significant, safety issues for a biosafety level 3 facility (red. sangat sulit untuk menemukan kekurangan yang signifikan dalam unsur keselamatan di BSL-3 anda). Komentar lainnya

ialah The biosafety level in this facility is already very-very high (red. biosafety level Anda sudah sangat sangat tinggi).

BSL-3 merupakan salah satu bukti kesungguhan dan keandalan Medion dalam menghasilkan produk yang berkualitas untuk pelanggan dengan bertanggung jawab terhadap pekerja dan lingkungan. Selamat atas keberhasilan Medion ini.

Level keselamatan biologi Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Level keselamatan biologi atau (biosafety level) adalah level atau tingkatan keselamatan yang diperlukan untuk penanganan agen biologi. Centers for Disease Control and Prevention atau "Pusat Pencegahan dan Penanganan Penyakit" yang berpusat di Amerika Serikat menspesifikasikan empat level penanganan keselamatan biologi. Contoh laboratorium dengan level keselamatan biologi adalah USAMRIID (U.S. Army Medical Research Institute for Infectious Diseases.) Daftar isi [sembunyikan]

1 Level 1 2 Level 2 3 Level 3 4 Level 4


o o o o o o

4.1 Australia 4.2 Kanada 4.3 Perancis 4.4 Jerman 4.5 Swedia 4.6 Amerika Serikat

5 Pranala luar [sunting]Level 1 Level keselamatan biologi 1 diperuntukkan bagi agen-agen yang diketahui tidak menyebabkan penyakit pada manusia dewasa yang sehat dan bahaya potensial yang minimal bagi pekerjalaboratorium dan lingkungan. Laboratorium tidak memerlukan lokasi terpisah dari lokasi umum dalam suatu bangunan. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 1 antara lain: bacillus subtilis, hepatitis, E. Coli dan virus cacar air. [sunting]Level 2 Level keselamatan biologi 2 memiliki kesamaan dengan level keselamatan biologi 1. Perbedaannya terletak pada beberapa hal berikut: 1. pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik dan berada dibawah arahan ilmuwan yang berkompeten. 2. akses ke laboratorium dibatasi ketika pekerjaan tengah dilakukan. 3. penanganan khusus bagi barang-barang tajam. 4. prosedur khusus bagi pekerjaan dengan gas atau tumpahan mengandung agen berinfeksi dilakukan di dalam wadah khusus. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 2 antara lain: Hepatitis B, Hepatitis C, Flu, virus West Nyle dan Salmonella. [sunting]Level 3 Level keselamatan biologi 3 ditujukan bagi fasilitas klinis, diagnostik, riset atau produksi yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang dapat mengakibatkan potensi terkena penyakit berbahaya. Pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik berbahaya dan diawasi oleh ilmuwan-ilmuwan berkompetensi yang berpengalaman dalam bekerja dengan agen-agen tersebut. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 3 antara lain: Anthrax, HIV, SARS, Tubercolosis, virus cacar, thypus dan avian influenza. Semua prosedur menyangkut penanganan material berbahaya dilakukan dalam wadah tertutup oleh pekerja yang memakai peralatan dan baju pelindung khusus. Laboratorium memiliki fasilitas dan didisain khusus untuk hal tersebut antara lain pintu akses ganda.director. [sunting]Level 4

Level keselamatan biologi 4 dibutuhkan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang ekstrem berbahaya, dimana memiliki risiko tinggi penyebaran melalui udara. Staf laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam menangani agen-agen berbahaya tersebut. Fasilitas laboratorium terisolasi dari tempat-tempat umum. Semua pekerjaan dalam fasilitas ini dilakukan dalam tempat tertutup khusus. Pekerjanya memakai pakaian pelindung khusus lengkap dengan tabung oksigen yang tersendiri. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 4 antara lain: Ebola, virus Hanta dan virus Lassa. Beberapa laboratorium yang berkategori level keselamatan biologi 4 antara lain: [sunting]Australia "The Australian Animal Health Laboratory" di Geelong merupakan satu-satunya laboratorium di Australia yang memiliki level keselamatan biologi 4. [sunting]Kanada Kanada memiliki satu fasilitas level 4 yang berlokasi di National Microbiology Laboratory di Winnipeg. [sunting]Perancis Perancis memiliki sebuah fasilitas laboratorium level 4 di Lyon. [sunting]Jerman Jerman memiliki dua fasilitas level 4 di Philipps University, Marburg dan Bernhard Nocht Institute, Hamburg. [sunting]Swedia "Swedish Institute for Infectious Disease Control" [1] memiliki satu fasilitas level 4 di Solna. [sunting]Amerika Serikat Amerika Serikat memiliki sejumlah fasilitas level 4:

USAMRIID di Fort Dietrich, MD CDC di Atlanta, GA NNMC di Bethesda, MD Southwest Foundation for Biomedical Research di San Antonio, TX UTMB's National Biocontainment Laboratory di Galveston, TX NIAID's Rocky Mountain Laboratories di Hamilton, MT

[sunting]Pranala luar

(Inggris) http://www.cdc.gov/od/ohs/biosfty/bmbl4/bmbl4s3.htm

(Inggris) http://www.cdc.gov/od/ohs/biosfty/biosfty.htm (Inggris) Biological agents, and recommended biosafety levels for handling them

http://www.litbang.depkes.go.id/lab_bsl3/ Laboratorium Biologi Level Keselamatan 3 Laboratorium ini ditujukan bagi fasilitas klinis, diagnostik, riset atau produksi yang berhubungan dengan agen-agen eksotik yang dapat mengakibatkan potensi terkena penyakit berbahaya. Pekerja laboratorium memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik berbahaya dan diawasi oleh ilmuwan-ilmuwan berkompetensi yang berpengalaman dalam bekerja dengan agen-agen tersebut. Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 3 antara lain: Anthrax, HIV, SARS, Tubercolosis, Virus Cacar, Thypus dan Avian Influenza. Laboratorium ini berada di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.