Anda di halaman 1dari 13

BIOMEDIK

(BLOK 2)

TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

KELOMPOK 6
ANDI HUSNUL HASANAH RENNY INDRIJANI Z. LISA FLORENSIA WODA SEKU ERO ANUGERAH RAMADHANI CISILIA SEPTIANY NAUFAL MOWANDY DWI FITRAH ARIANI SITI MUTMAINNAH S. AMALIA NUR SYAHBANI IKRAMULLAH MAHMUDDIN PUNGGAWA GAUK KARIM J11112259 J11112260 J11112261 J11112262 J11112263 J11112264 J11112265 J11112266 J11112267 J11112268 J11112269 J11112271

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan. Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah blok 2 (Biomedik), dengan judul Transpor Melalui Membran Sel di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Terima kasih disampaikan kepada Bapak Muhtadin Asnady Salam sebagai dosen yang mengajar blok biomedik bagian biologi.Dan juga teman-teman yang memberikan dukungan berupa partisipasi dalam penyusunan makalah. Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Makassar, 9 Oktober 2012

(Tim penyusun)

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

DAFTAR ISI Kata pengantar........................................................................................................................... i Daftar isi .................................................................................................................................... ii Pendahuluan ............................................................................................................................ 1 Pembahasan ................................................................................................................................. Kesimpulan ............................................................................................................................... 10 Daftar Pustaka .......................................................................................................................... 11

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

PENDAHULUAN

Setiap sel yang hidup harus selalu memasukkan materi yang diperlukan dan membuang sisa-sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion di dalam sitoplasma, sel juga selalu memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. Pengaturan keluar masuknya materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran. Membran plasma merupakan selaput sel di sebelah luar sitoplasma. Berbagai organel yang terdapat di dalam sitoplasma memiliki membran yang strukturnya sama dengan membran plasma. Membran yang membatasi organel mempunyai struktur molekul yang sama dengan membran plasma yang terdiri atas molekul-molekul lemak dan protein. Walaupun tebal membran plasma hanya 0,1 m, membran plasma merupakan penghalang bagi gerakan molekul dan ion zat-zat. Keleluasaan gerak ion dan molekul sangat penting untuk menjaga kestabilan pH yang sesuai, mengendalikan konsentrasi ion di dalam sel untuk kegiatan enzim, memperoleh zat makanan untuk bahan energi dan bahan mentah lainnya, serta membuang sisa-sisa metabolisme yang dapat bersifat racun. Olehnya itu landasan penyusunan makalah ini dibuat untuk memperkenalkan mekanisme yang utuh dalam menjelaskan proses transport yang terjadi dalam membran. Dimana proses yang terjadi tidak terlepas dari molekul-molekul lemak dan protein. proses transpor juga akan dikenalkan dalam 2 sifat, yakni semipermeabel dan permeable. Penyajiannya akan disusun secara sistematis dalam makalah ini mulai dari pembagian berdasarkan sifat, materi penyusun dan tempat terjadinya. Sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih cepat ditambah lagi dengan kelengkapan gambar yang disertakan.

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

PEMBAHASAN

Membran plasma tersusun atas lipid yang merupakan fosfolipid dan protein yang tersebar di antara bilayer fosfolipid. Protein yang terdapat di antara bilayer fosfolipid disebut protein ekstrinsik (perifer) bersifat hidrofilik atau suka air. Protein yang tenggelam di antara bilayer fosfolipid di sebut protein (integral) yang bersifat hidrofobik atau menolak air. Karena susunan membran sel yang demikian maka membran sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel. Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. 1. Transpor Pasif Transpor pasif merupakan proses perpindahan zat yang tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Transpor pasif melalui peristiwa difusi, osmosis, dan difusi terbantu. Macam-macam transpor pasif:

a. Difusi Difusi adalah perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah (hipotonis) sehingga konsentrasi larutannya menjadi sama (isotonis).

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

Syarat suatu partikel atau molekul dapat melewati membran sel dengan cara difusi adalah (a) partikel atau molekul tersebut merupakan partikel atau molekul sederhana (b) berukuran kecil (c) dapat larut dalam air ataupun lemak. Difusi termasuk proses transportasi pasif karena tidak memerlukan energi. Energy untuk proses difusi berasal dari gerak acak partikel atau molekul yang berdifusi. Transportasi zat dengan proses difusi berjalan lambat. Diantara tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas, molekul-molekul gaslah yang paling mudah berdifusi. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh : Konsentrasi zat = semakin tinggi konsentrasi zat, semakin cepat terlarut. Ukuran molekul zat = semakin kecil ukuran molekul zat, semakin cepat proses difusi. Luas bidang permukaan = semakin luas bidang permukaan, semakin lama larutnya. Suhu = semakin panas suhu, difusi semakin cepat.

b. Osmosis

Adalah perpindahan air melalui membran permeable selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeable selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan
Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL 6

tekanan turgor. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut tersebut. Apakah yang terjadi jika sel tumbuhan atau hewan, misalnya sel darah merah ditempatkan dalam suatu tabung yang berisi larutan dengan sifat larutan yang berbedabeda? Pada larutan isotonis, sel tumbuhan dan sel darah merah akan tetap normal bentuknya. Pada larutan hipotonis, sel tumbuhan akan mengembang dari ukuran normalnya dan mengalami peningkatan tekanan turgor sehingga sel menjadi keras. Berbeda dengan sel tumbuhan, jika sel hewan/sel darah merah dimasukkan dalam larutan hipotonis, sel darah merah akan mengembang dan kemudian pecah /lisis, hal irri karena sei hewan tidak memiliki dinding sel. Pada larutan hipertonis, sel tumbuhan akan kehilangan tekanan turgor dan mengalami plasmolisis (lepasnya membran sel dari dinding sel) sedangkan sel hewan/sel darah merah dalam larutan hipertonis menyebabkan sel hewan/sel darah merah mengalami krenasi sehingga sel menjadi keriput karena kehilangan air.

c. Difusi terbantu (difusi dipermudah/ Facilitated Difussion)

Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui rnembran plasrna yang melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel.

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energy. Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membran dengan bantuan protein transpor. Protein transpor merentangkan membran sel sehingga menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakan molekul. Difusi terfasilitasi juga m e ru pa ka n t r a nsp or p a s i f k ar e na h a n ya m em p e r c ep at pr os es di fu si da n t i da k m e ru ba h a r ah gradien konsentrasi.

2. Transpor Aktif

Transpor aktif atau pompa ATP adalah pergerakan/perpindahan molekul-molekul zat melewati membran dengan menggunakan energi. Sumber energi untuk transpor aktif adalah energi metabolik yang dihasilkan oleh sel dalam bentuk ATP(Adenosin Tri Phospat). Dengan adanya energi tersebut, transpor aktif dapat menggerakkan molekulmolekul untuk bergerak melawan gradien konsentrasi dari konsentrasi rendah ke

konsentrasi tinggi dan melewati perbedaan muatan (untuk pengangkutan ion). Selain memerlukan energy, untuk daapat memindahkan molekul-molekul dan ion-ion dari tempat berkonsentrasi rendah ke tempat berkonsentrasi tinggi, transpor aktif memerlukan molekul pembawa (carrier) yang berupa protein membran. Dibandingkan difusi dan osmosis, transpor aktif memiliki beberapa kelebihan antara lain: 1. Dapat mengangkut molekul-molekul zat yang berukuran besar 2. Dapat mengangkut molekul-molekul zat melawan perbedaan konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) dan perbedaan muatan 3. Zat yang diangkut dapat ditimbun dalam sel.
Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL 8

Contoh transpor aktif adalah pengangkutan ion Na+ keluar sel-sel epitel usus halus dan pemasukan ion K+ kedalam sel-sel epitel usus halus. Konsentrasi ion Na+ di luar sel lebih tinggi dari pada didalam sel, sehingga pengangkutan ion Na+ ini melawan gradient konsentrasi. Sementara itu, konsentrasi K+ di dalam sel lebih tinggi dari pada diluar sel sehinnga pengangkutan ion K+ juga melawan gradient konsentrasi. Untuk mengangkut .kedua ion tersebut diperlukan energy berupa ATP. Pengangkutan ion K + dan Na+ ini terjadi secara serentak dan dikenal dengan nama Pompa sodium (natrium)potasium(kalium). Selain itu lkarena menggunakan ATP pompanya di namakan Na+-K+ ATP-ase. Pada peristiwa tersebut pemecahan 1 ATP digunakan untuk memompa 3 ion Na+ ke luar sel dan memasukkan 2 ion K+ ke dalam sel a. Endositosis Jika bahan makanan dalam jumlah yang besar berupa larutan atau partikel ditransfer ke dalam sel dengan pembentukan kantong membran sel disebut endositosis. Endositosis antara lain pinositosis dan fagositos.

1) Pinositosis Pinositosis merupakan suatu gejala bahwa sejumlah kecil medium kultur masuk ke dalam sitoplasma dalam lekukan lekukan membran sel, kemudian lekukan tadi memisahkan diri membentuk kantong atau gelembung kecil dalam sitoplasma.Proses tersebut seolah-olah sel itu minum, karena itu disebut pinositosis (Pinos = minum dalam bahasa Yunani).Pinositosis merupakan gejala umum yang terjadi pada berbagai macam sel seperti leukosit,sel-sel ginjal,epitelium usus,makrofag hati, dan akar tumbuhan. Pinositosis dapat terjadi jika terdapat konsentrasi yang cocok dari protein,asam amino atau ion-ion tertntu pada medium sekeliling sel.

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

Pembentukan gelembung pinositosis diduga karena terjadinya kontraksi mikrofilamen intrasel yang ujumgnya menempel pada membran. Di dalam gelembung sel dapat pecah menjadi gelembung yang lebih besar . air, garam, dan zat lain masuk kedalam sitoplasma dan gelembung pinositosis dengan jalan difusi, transpor aktif atau dengan cara transpor lain.

2) Fagositosis Fagositosis adalah suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel fagosit, dengan jalan mencernamikroorganisme/partikel asing hingga menghancurkannya berkeping-keping. Proses fagositosis sama dengan pinositosis tetapi terjadi pada benda padat yang ukurannya lebih besar. Misalnya Rotifera, Ciliata atau organism mikroskopis lain yang ditelan oleh Amoeba.

Amoeba memangsa Paramecium dengan cara menggunakan kaki semu kemudian mengurungnya dalam vakuola. Proses ini sama halnya terjadi pada sel-sel darah putih yang memangsa bibit penyakit yang berupa bakteri.
Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL 10

b. Eksositosis Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis. Padda sel-sel yang mengeluarkan protein dalam jumlah besar, protein tersebut pertama-tama berkumpul didalam

sebuah kantong yang dilapisi membran dalam badan golgi yang kemudian bergerak ke permukaan sel dimana membrannya lalu melekat pada membran sel dan mengosongkan isinya keluar.

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

11

KESIMPULAN Transpor materi yang terjadi dari dan keluar sel merupakan fungsi peranan yang dilakukan membran sel yang bersifat selektif permeable yang dalam pembagiannya dapat terjadi secara aktif maupun pasif tergantung dari tempat dan proses terjadinya.

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

12

DAFTAR PUSTAKA

UPT-MKU. Biomedik Bagian Biologi. Makassar: Universitas Hasanuddin. Anonim. Mekanisme Transpor pada Membran Sel. http://www.scribd.com/doc/36912786/MekanismeTranspor-Pada-Membran-Sel. Diakses 9 Oktober 2012 Anonim. Fagositosis. http://www.scribd.com/doc/51284418/Fagositosis. Diakses 9 Oktober 2012

Anonim.

Transpor

Melalui

Membran

Sel.

http://www.crayonpedia.org/mw/6._Transpor_Melalui_Membran_Sel_11.1. Diakses 9 Oktober 2012

Kelompok 6 | TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL

13