Anda di halaman 1dari 21

BAB I

Latar belakang Perkembangan teknologi dan pembangunan yang sangat pesat memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positif adanya perkembangan tersebut dapat menjadikan wilayah yang dikembangkan akan menjadi lebih maju serta memiliki taraf perekonomian yang tinggi sehingga dapat menjadi sentral kepemerintahan atau sentral bisnis para investor lokal maupun asing. Sedangkan dampak negatif adanya perkembangan tersebut dapat menjadikan wilayah yang dikembangkan akan menimbulkan kerusakan lingkungan seperti polusi udara, kurangnya lahan hijau, kurangnya daerah resapan air, sanitasi yang buruk dan berberapa faktor lain yang dapat merusak lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat yang akan terus berkembang. Dengan adanya hal tersebut tentunya akan berdampak pada nutrisi makanan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat untuk manjaga kestabilan tubuh mereka. Dampak tersebut dapat dilihat dari pola makan dan pola hidup masyarakat atau kandungan nutrisi makanan yang tercemar. Tentunya hal tersebut akan menjadi hal yang serius jika tidak adanya pengendalian diri yang baik sehingga nutrisi yang di perlukan oleh tubuh tidak terpenuhi. Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh. Berdasarkan adanya hal tersebut berbagai kalangan peneliti pun temotivasi untuk melakukan inovasi dalam bidang pangan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara maksimal, walaupun dalam keadaan lingkungan yang mungkin kurang bersahabat. Hal itu pun juga yang telah melatarbelakangi kami dalam ikut peran serta dalam menciptakan inovasi atau memodifikasi bahan pangan menjadi bentuk yang sederhana yang diharapkan dapat mampu memenuhi nutrisi tubuh disetiap harinya agar masyarakat dapat beraktifitas dengan baik dan juga terlindung dari berbagai penyakit. Inovasi yang ingin kami ciptakan bernama Be Health Candy. Be Health candy merupakan kembang gula yang bertekstur agak lunak yang mengandung berberapa kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh diantaranya ialah ekstrak klorofil, galaktomanan, dan sukrosa. Kami memilih ingin membuat produk ini dikarenakan dapat di konsumsi berbagai kalangan seperti balita hingga orang

dewasa dan juga rasa yang dihasilkan dari kembang gula banyak diminati oleh kalangan tersebut. Alasan kami memilih ekstrak klorofil dikarenakan, dalam proses metabolisme, energi bagi manusia datang dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Hemoglobin merupakan molekul dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Adapun klorofil adalah pembentuk sel darah merah yang paling cepat di dalam tubuh manusia. Dengan mengkonsumsi klorofil, jumlah sel darah dapat meningkat sangat cepat sehingga pasokan energi dalam tubuh dapat terus menerus terjamin. Dalam bukunya, The Healing Power of Chlorophyll Bernard Jensen menegaskan berbagai hasil eksperimen dengan tikus, dimana darah tikus digantikan dengan klorofil, hasilnya klorofil tetap dapat menjaga kelangsungan hidup tikus-tikus tersebut. Tim OShea dalam bukunya The Sancity of Human Blood juga menegaskan bahwa klorofil merupakan satu-satunya molekul yang dapat diterima oleh tubuh karena kesamaannya dengan hemoglobin sehingga potensial dalam meningkatkan ketahanan tubuh manusian, ekstrak klorofil yang kami peroleh merupakan hasil dari ekstraksi daun katuk. Sedangkan galaktomanan mempunyai fungsi sebagai pengatur kolesterol dalam darah dan sukrosa sebagai sumber energi.

Tujuan Adapun tujuan kami untuk melakukan inovasi ini ialah : Tujuan Umum Tujuan kami untuk melakukan inovasi ini ialah untuk menciptakan suplemen makanan yang sederhana dan dapat diminati oleh semua kalangan baik dari kalangan balita hingga dewasa.

Tjuan Khusus Tujuan kami untuk melakukan inovasi ini ialah : 1. Untuk mendapatkan formulasi yang tepat dalam pembuatan produk Be Health Candy 2. Untuk memenuhi nutrisi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari secara maksimal, sehingga masyarakat akan memiliki daya tahan tubuh yang baik. 3. Menjadi inovator yang dapat dipercaya oleh masyarakat.

4. Menambah cakrawala pengetahuan dan referensi data-data yang kami dapat untuk membuat trobosan-trobasan yang sangat bermanfaat dalam bidang pangan.

Manfaat BE HEALTH CANDY yang ingin kami ciptakan ini diharapkan dapat memberikan nutrisi maksimal yang bermanfaat sangat baik bagi kondisi tubuh masyarakat, Sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam pembangunan bangsa.

BAB II

Tinjau Pustaka Klorofil atau pigmen utama tumbuhan banyak dimanfaatkan sebagai food suplement yang dimanfaatkan untuk membantu mengoptimalkan fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (inflamatorik) dan

menyeimbangkan sistem hormonal (Limantara, 2007) Penggunaan klorofil bagi tubuh manusia dapat membantu dalam hal 1. meningkatkan jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah. 2. mengatasi anemia. 3. membersihkan jaringan tubuh. 4. membersihkan hati dan membantu fungsi hati. 5. meningkatkan daya tahan tubuh terhadap senyawa asing (virus, bakteri, parasit). 6. memperkuat sel, dan 7. melindungi DNA terhadap kerusakan. Yang terpenting dari molekul klorofil adalah aman terhadap tubuh. (Chem-is-try.com)

Gambar 1 Kemiripan Struktur Klorofil dengan Sel Darah Merah

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI). Semak, tinggi dua sampai tiga meter, tumbuh di dataran rendah hingga 1.300 di atas permukaan laut. Daun kecil, berwarna hijau gelap dengan panjang lima sampai enam cm.Bunganya berwarna merah gelap atau kuning dengan bercak merah gelap dan berbunga sepanjang tahun.Tumbuhan ini termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae), dan berkerabat denganmenteng, buni, dan ceremai. Ia termasuk dalam tribus Phyllantheae dan subtribusFlueggeinae.Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain provitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga

2,8%), besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi. Daun katuk dapat diolah seperti kangkung atau daunbayam. Ibu-ibu menyusui diketahui mengonsumsi daunnya untuk

memperlancar keluarnya ASI. Perlu diketahui, daun katuk mengandung papaverina, suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin. Pucuk tunas yang muda dijual orang di Indocina dan dimanfaatkan seperti asparagus.Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan karena mudah diperbanyak dan biasa dijadikanpagar hidup.

Galaktomanan adalah suatu polimer yang mengandung unit manopiranosa dengan ikatan 1,4- serta unit galaktopiranosa dengan ikatan 1,6-. Polimer ini cukup panjang dan dapat meningkatkan viskositas larutan. Galaktomanan umumnya terdapat pada bagian endosperm biji-bijian yang termasuk famili Leguminosae , dan juga terdapat pada biji kelapa sawit, kelapa, kapas, dan alfalfa yang dikenal dengan nama gum Lucerne dan purple medic. Polisakarida ini hampir seluruhnya larut dalam air membentuk larutan kental dan membentuk gel jika ditambahkan garam anorganik, serta membentuk kompleks dengan pereaksi fehling (Ketaren, 1975). Kadar galaktomanan cenderung menurun selama kematangan buah. Galaktomanan pada buah yang masak berjumlah kira-kira 61% dari total polisakarida diikuti oleh mannan sebanyak 26%.

Gambar 2 Struktur Galaktomanan

Saat ini Produksi kembang gula telah mengalami banyak variasi. Produk kembang gula juga memiliki jenis-jenis yang lain. Dalah satu diantaranya yaitu kembang gula tablet. Kembang gula jenis ini sebenarnya merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi namun memiliki rasa dan fungsi yang khas dengan kembang gula biasa, sehingga produk ini sering digolongkan sebagai jenis kembang gula pastilles candy walaupun belum terstandarisasikan. Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal. Tablet dicetak dari serbuk kering, kristal atau granul, umumnya dengan bahan pembantu. Menurut Lachman et.al. (1976) dalam mengembangkan suatu formulasi tablet perlu diperhatikan sifatsifat yang harus dimiliki oleh produk akhir, yaitu :

1. Produk yang menarik secara fisik. 2. Sanggup menahan guncangan mekanik selama proses produksi dan pengepakan. 3. Mempunyai kestabilan kimia dan fisika untuk mempertahankan kelengkapan fisiknya sepanjang waktu. 4. Dapat melepas zat berkhasiat ke dalam tubuh dengan cara yang tetap. Menurut standar Nasional Indonesia (1994), kembang gula adalah makanan selingan berbentuk padat, dibuat dari gula atau pemanis lain atau campuran gula dengan pemanis lain dengan atau tanpa penambahan bahan makanan yang diizinkan. Ada empat jenis klasifikasi kembang gula diantaranya : a. Kembang gula keras Kembang gula keras merupakan kembang gula yang memiliki tekstur keras padat dan apa bila dikunyah tidak menjadi lunak melainkan akan pecah. b. Kembang gula lunak Kembang gula lunak adalah kembang gula bertekstur relatif lunak atau apabila dikunyah terasa lunak. c. Kembang gula karet Kembang gula karet adalah kembang gula yang mengandung getah jelutung (Dyena costulata) atau getah sintetis khusus. d. Kembang gula nirgula Kembang gula nirgula merupakan kembang gula yang dibuat tanpa menggunakan gula, tapi pemanis lain (pemanis buatan). Dan dibuat khusus untuk penderita diabetes atau yang membutuhkan makanan berkalori rendah. Komponen dari kembang gula tablet pastilles ini adalah : 1. Bahan pengisi (amilum) Amilum merupakan bubuk putih yang halus, tidak memiliki rasa maupun bau, tidak larut dalam alkohol dan air dingin, tetapi larut dalam air hangat atau panas (Martindale, 1982). 2. Bahan Pengikat Fungsi bahan pengikat ini dalam tablet bergranulasi basah adalah sebagai penyatu berbagai granula-granula bahan tertentu yang terbentuk akibat proses granulasi. 3. Penambah rasa

Penambah

rasa

khas

yang

digunakan

dalam

hampir

semua

pembuatan kembang gula pastilles adalah peppermint oil, yaitu minyak tanaman Mentha Piperita (Labiatae). Cairan ini memiliki aroma yang khas pepermin dan rasa dingin segar yang sangat tajam. 4. Pelicin Berfungsi untuk mengurangi gesekan antar partiket-partikel dalam granulasi tablet.

Metoda Pembuatan dan Analisis Pembuatan A. Metoda sintesis untuk mengisolasi galaktomanan dari ampas kelapa ialah 1. Ampas kelapa ditambahkan methanol dengan perbandingan 1:3. 2. Dipanaskan pada suhu 80-90oC sambil diaduk sampai terbentuk dua lapisan. 3. Lapisan bawah diambil dengan
o

proses

penyaringan

dan

kemudian

dikeringkan di oven pada suhu 50 C. 4. Hasil yang diperoleh berupa serbuk. B. Metoda ekstraksi Klorofil dari daun katuk 1. Daun katuk dicuci bersih dan kemudian diiris halus 2. Ditambahkan pelarut aceton 3. Dilakukan ekstraksi dengan cara dimaserasi 4. Ekstrak yang didapat dikeringkan dengan rotary evaporator. C. Prosedur Pembuatan Kembang Gula Tablet 1. Bahan-bahan disiapkan dalam bentuk serbuk atau tepung halus (20-80 mesh). 2. Campuran bahan pengisi (dekstrin dan aspartam) dicampurkan dengan serbuk galaktomanan serta ekstrak klorofil menjadi campuran A 3. Penambah rasa cair dan dekstrin dicampurkan dengan air secukupnya (2-3 ml/5 gram), untuk membuat cairan penggranul (campuran B) 4. Campuran Bditambahkan ke campuran A menjadi campuran C 5. Campuran C tersebut diayak lembab 10 mesh. 6. Hasil pengayaan lembab dikeringkan dalam oven dengan suhu 40 oC selama 1 jam. 7. Pengayakan kering 40 mesh

8. Bahan pelicin (tepung jagung ) yang berbentuk tepung halus ditambahkan, diaduk hingga campuran merata. 9. Dilakukan pengujian. 10. Campuran dicetak untuk mendapatkan tablet.

Metoda analisis yang dilakukan terhadap kembang gula keras adalah sebagai berikut : 1. Organoleptik (Penetapan keadaan, warna, bau, dan rasa) Dasar Kembang gula memiliki bau, bentuk, warna, dan rasa yang khas, yang dapat dirasakan oleh indra. Cara Kerja Kembang gula dilihat, dibaui, dan dirasakan oleh berberapa panelis.

2. Gravimetri (Penetapan kadar air dan kadar abu) Kadar air Dasar Penetapan kadar air dilakukan dengan pemanasan pada suhu 105 C. Selisih bobot yang diperoleh setelah penguapan adalah bobot air. Cara Kerja a. Ditimbang sebanyak 2 gram contoh pada cawan petri yang telah diketahui bobot kosongnya. b. Dikeringkan di dalam oven pada suhu 105C selama 3 jam. c. Didinginkan dalam eksikator selama berberapa menit. d. Ditimbang hingga diperoleh bobot tetap.

Perhitungan :

Kadar abu Dasar

Penetapan kadar abu dilakukan berdasarkan perbandingan bobot abu dengan bobot contoh setelah pemijaran.

Cara Kerja a. Ditimbang sebanyak 2 gram contoh ke dalam cawan porselen yang telah diketahui bobot kosongnya b. Contoh dalam cawan porselen diperarang dan dipijarkan pada suhu 550C c. Didinginkan dalam eksikator. d. Ditimbang sampai diperoleh bobot yang tetap.

Perhitungan :

3. Penetapan Angka Lempeng Total Dasar Pertumbuhan bakteri mesofil aerob setelah contoh diinkubasi dalam pembenihan yang cocok selama 24 jam sampai 48 jam pada suhu 37 C.

Cara Kerja a. Meja kerja dan tangan praktikan dibersihkan dengan alkohol 70%. b. Dipipet 9 ml larutan fisiologis kedalam empat buah tabung reaksi. c. Dipipet 1ml contoh, dimasukkan kedalam tabung pengenceran 10 -1. d. Dipipet 1 ml contoh pengenceran 10-1 dan dituangkan ke petri kemudian dituangkan kedalam PCA e. Perlakuan yang sama dilakukan sampai pengenceran 10-3 . f. Dituangkan ssampai 10-15 ml media PCA kedalam cawan petri, dibiarkan membeku. g. Kemudian dimasukkan kedalam inkubator dengan posisi terbalik selama 24-48 jam pada suhu 37 C. h. Dihitung jumlah koloni. i. Dilakukan blanko.

Perhitungan :

4. Penetapan Kapang Khamir Dasar Dalam suasana asam (pH5) dan dalam media Potatoes Dextrose Agar (PDA), kapang dapat tumbuh dengan baik. Dengan menggunakan pengenceran 10-1-10-3 dan diinkubasi pada suhu 28oC selama 3-5 hari, jumlah kapang dapat diketahui

Cara Kerja a. Meja kerja dan tangan praktikan dibersihkan dengan alkohol 70%. b. Dipipet 9 ml larutan fisiologis kedalam 4 buah tabung reaksi . c. Dipipet 1ml contoh dan dimasukkan kedalam tabung pengenceraan 10 -1. d. Dipipet 1ml contoh pengnceran 10-1 dan dituangkan ke petri kemudian dituangkan media PDA. e. Perlakuan yang sama dilakukan sampai pengenceran 10-3. f. Dituangkan 10-15ml media PDA ke dalam cawan petri, dibiarkan membeku. g. Kemudian dimasukkan ke inkubator dengan posisi terbalik selama 3-5 hari pada suhu 25oC h. Dihitung jumlah koloni i. Dilakukan blanko.

Perhitungan :

5. Penetapan Uji Salmonella Staphylococcus Aureus Dasar

Pertumbuhan bakteri salmonella, Staphylococcus aureus, dan Vibrio sp. Pada pembenihan yang khusus setelah diinkubasi selama 24-48 jam pada suhu 37oC.

Cara Kerja a. Meja kerja dan tangan praktikan dibersihkan dengan alkohol 70% b. Dipipet 1ml contoh kedalam cawan petri. c. Dituangkan 10-15ml media spesifik (media Briliant Green Agar untuk bakteri Salmonella dan media Manitol untuk bakteri Staphylococcus aureus) yang sudah disterilkan kedalam cawan petri dan dibiarkan membeku. d. Cawan petri diinkubasi dengan posisi terbalik selama 24-48 jam pada suhu 37oC e. Diamati pertumbuhan bakteri.

6. Penetapan Bakteri Bentuk Koli (Coliform) Dasar Pertumbuhan bakteri bentuk koli ditandai dengan adanya gas di dalam tabung durham setelah diinkubasi ke dalam pembenihan yang cocok selama 24-48 jam pada suhu 37oC dan selanjutnya dirujuk pada tabel Angka Paling Mungkin (APM).

Cara Kerja

a. Meja kerja dan tangan praktikan dibersihkan dengan alkohol 70%. b. Dibuat pengenceran 10-1,10-2, 10-3 contoh dalam larutan fisiologis. c. Dimasukan 1 ml tiap pengenceran contoh kedalam tabung reaksi yang telah berisi tabung durham. d. Dimasukan kurang lebih 5 ml media Lactose broth (LB) ke dalam tabung reaksi, lalu gelembung udara dalam tabung durham

dihilangkan. e. Diletakkan semua tabung ke dalam piala gelas dan ditutup dengan kapas. f. Dieramkan ke dalam inkubator selama 24-48 jam pada suhu 37oC.

7. Penetapan E.Coli Dasar Pertumbuhan bakteri berbentuk koli ditandai dengan adanya gas didalam tabung durham yang setelah diinkubasi kedalam pembenihan yang cocok selama 24-48 jam pada suhu 37oC dan selanjutnya dirujuk pada tabel Angka Paling Mungkin (APM).

Cara Kerja a. Meja kerja dan tangan praktikan dibersihkan dengan alkohol 70%. b. Dibuat pengenceran 10-1,10-2, 10-3 contoh dalam larutan fisiologis. c. Dimasukan 1 ml tiap pengenceran contoh kedalam tabung reaksi yang telah berisi tabung durham. d. Dimasukkan 5 ml media Briliant Green Lactose Broth (BGLB) kedalam tabung pereaksi, lalu gelembung udara dalam tabung durham dihilangkan. e. Diletakkan semua tabung ke dalam piala gelas dan ditutup dengan kapas. f. Dieramkan ke dalam inkubator selama 24-48 jam pada suhu 37oC.

8. Uji Cemaran Logam Cu, Zn, Sn, Pb, dan As Dasar Dengan Spektrofotometer Serapan Atom berdasarkan penyerapan energi radiasi pada tingkat energi dasar.

Cara Kerja Contoh diabukan dan diasamkan dengan HNO3. Kemudian

dimasukkan kedalam labu ukur dan dihimpitkan, setelah itu dianalisis dengan SSA.

9. Uji Cemaran Logam Hg Dasar

Ion Hg dalam contoh dapat direduksi oleh SnCl2 menjadi Hg0, kemudian diukur serapannya pada panjang gelombang 254,7nm dengan SSA

Cara Kerja a. Ditimbang sebanyak 1 gram contoh kembang gula dan dimasukkan kedalam labu didih, kemudian ditambahkan 5ml HNO3 p.a., lalu dihubunrkan labu ukur dengan pendingin sampai uap hilang dan didinginkan. b. Ditambahkan 5 gram hablur KMnO4 sedikit demi sedikit, dimasukkan dalam labu didih, kemudian dipanaskan selama 10 menit, didinginkan, kemudian ditambahkan 15ml larutan NH2OH HCl 20%. c. Dipindahkan larutan kedalam labu ukur 100ml, ditambahkan 2ml larutan SnCl2 10%, dan dihimpitkan dengan air suling. d. Dibaca absorbansi larutan deret standar, larutan blangko, dan larutan contoh dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom tanpa nyala pada panjang gelombang 253,7 nm.

10. Uji Sakarin Dasar Sakarin akan memberikan warna hijau fluoresen jika direaksikan dengan resorsinol dan NaOH berlebih.

Cara Kerja a. Contoh diasamkan dengan HCl lalu diekstrak dengan 125 ml eter didalam tabung reaksi. b. Setelah larutan terpisah, eter didalam tabung reaksi diuapkan di udara terbuka. c. Ditambahkan 10 tetes H2SO4 dan 10 mg resorsinol. d. Dipanaskan perlahan-lahan dengan api kecil sampai berubah menjadi warna hijau kotor. e. Didinginkan dan ditambahkan 10 ml air dan NaOH 10% berlebih. f. Bila terbentuk warna hijau fluoresein berarti sakarain positif.

11. Uji Siklamat Dasar Terbentuknya endapan putih dari reaksi antara BaCl2 dengan Na2SO4 (berasal dari reaksi antara siklamat dan NaNO2 dalam suasana asam kuat) menunjukan adanya siklamat

Cara Kerja a. Contoh dilarutkan dengan air kemudian disaring. b. Ditambahkan 10ml HCl 10% kedalam hasil saringan contoh dan ditambahkan pula 10ml BaCl2 10%. c. Didiamkan 30 menit, disaring dengan kertas saring tak berabu nomor 42 lalu ditambahkan 10 ml NaNO2 10 % kemudian dipanaskan di atas penangas air. d. Bila timbul endapan putih dari BaSO4 berarti siklamat positif. 12. Penentuan Kadar Klorofil Dasar Klorofil akan menyerap cahaya visible pada panjang gelombang 664 nm dan 663 nm.

Cara Kerja a. Ditimbang 2 gram sampel kembang gula b. Sampel diekstrak dengan menggunakan aseton 85% dengan

perbandingan berat sampel dan aseton 1:100. c. Ekstrak yang diproleh disaring. d. Kemudian dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 664 nm dan 663 nm.

Perhitungan : Penghitungan kandungan klorofil (mg/L) ditentukan dengan rumus : Klorofil a Klorofil b Klorofil total = 1.07 (OD 663) 0.094 (OD 644) = 1.77 (OD 644) 0.28 (OD 663) = 0.79 (OD 663) + 1.076 (OD 644)

Tabel Alat dan Bahan 1. Alat yang digunakan Tabel 1. Alat Analisis Fisika No 1. Metode Organoleptik Parameter Bau, Warna, rasa, dan keadaan Alat Jumlah -

Tabel 2. Alat Analisis Kimia No 1 Metode Gravimetri Parameter Air dan Abu Alat Neraca Analitik Cawan Petri Tanur Cawan Porselen Eksikator Gegep besi 2 Spektrofotometri Serapan Atom Cemaran Logam Neraca Analitik Cawan Porselen Tanur SSA Lampu katoda Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 unit Untuk semua logam

Tabel 3. Alat Analisis Mikrobiologi No 1. Metode Hitungan Cawan Parameter Angka Total dan Jumlah Kapang dan Khamir Tabung reaksi Inkubator Pipet serologi 1ml Pipet serologi 10 ml 5 buah 1 buah 1 buah 1 buah Perhitungan Erlenmeyer 250ml 2 buah Alat Lempeng Cawan petri Jumlah 6 buah

Pengaduk Neraca Colony counter 2. APM Uji Bakteri Bentuk Cawan petri Koli Dan E.coli Neraca Erlemeyer 250ml Pipet serulogi 1ml Pipet serulogi 10ml Inkubator Tabung durham Tabung reaksi

1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 10 buah 5 buah

2. Bahan Analisis Tabel 4. Bahan Analisis Fisika No 1 Metode Organoleptik Parameter Bau, warna, rasa, dan Keadaan Bahan Contoh Jumlah 1 gram

Tabel 5. Bahan Analisis Kimia No 1 Metode Gravimetri Parameter Kadar air Kadar abu 2. SSA Cemaran logam Bahan Contoh Contoh Contoh HNO3 Standar As Standar Cu Standar Hg Standar Pb Standar Sn Standar Zn Air suling Jumlah 2 gram 5 gram 5 gram 350 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 3 liter

Tabel 6. Bahan Analisis Mikrobiologi No 1 Metode Hitungan Cawan dan Jumlah Kapang dan Khamir 2 APM Uji Bakteri Bentuk Koli Media PDA Larutan Fisiologis Media LB 100 ml 200 ml 100 ml Perhitungan Media PCA 100 ml Parameter Angka Lempeng Total Bahan Larutan Fisiologis Jumlah 350 ml

Anggaran Dana yang Diajukan Tabel 7. Bahan Analisis Kimia No 1 Metode Gravimetri Parameter Kadar air Kadar abu 2. SSA Cemaran logam Bahan Contoh Contoh Contoh HNO3 Standar As Standar Cu Standar Hg Standar Pb Standar Sn Standar Zn Air suling 3 Bahan dasar Kelapa Total 10 kg Rp 60.000 Rp 721,000 Daun Katuk Jumlah 2 gram 5 gram 5 gram 350 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 30 ml 3 liter 10 kg Harga Rp 196,000 Rp 60,000 Rp 60,000 Rp 60,000 Rp 60,000 Rp 60.000 Rp 60,000 Rp 54,000 Rp 50.000

Tabel 8. Bahan Analisis Mikrobiologi No 1 Metode Hitungan Cawan dan Jumlah Kapang dan Khamir 2 APM Uji Bakteri Bentuk Koli Media PDA Larutan Fisiologis Media LB Total 100 ml 200 ml 100 ml Rp 1, 155, 000 Rp 18,000 Perhitungan Media PCA 100 ml Rp 955, 000 Parameter Angka Lempeng Total Bahan Larutan Fisiologis Jumlah 350 ml Harga Rp 18,000

Rp 1, 125, 000 Rp 3,271,000

Maka Total Pengajuan Dana Sebesar Total Dana = Total bahan analisis kimia + Total bahan analisis mikrobiologi = Rp 3,271,000 + Rp 721,000 = Rp 3,992,000

BAB III

Penutup Demikian proposal ini dibuat sebenar-benarnya dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuannya. Besar harapan kami untuk dapat melaksanakan inovasi yang sederhana ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan petunjuknya-Nya kepada kita semua. Atas bantuan dan kerja sama semua pihak yang terkait diucapkan terima kasih.

Bogor, 22 September 2010

Tim Penyusun

LEMBAR PENGESAHAN Disetujui dan disahkan oleh

Pembimbing

_____________________ NIP

Koordinator Jurusan Analisis Kimia

Ir. Elly Suradikusumah, MS. NIP :

Direktur Program Diploma Institut Pertanian Bogor

Prof. Dr. Ir. M. Zairin Junior, M.Sc. NIP :

BE HEALTH CANDY Proposal Praktikum Kimia Terpadu (PKT) Tahun Ajaran 2010/2011

Oleh: Febian Achmad Ainaroh Dhila Alia Fadhila

DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR Program Keahlian Analisis Kimia Bogor 2010