PROPOSAL PENELITIAN

“ADA HUBUNGAN ANTARA KLORAMFENIKOL, ANTIBIOTIK X, DAN ANTIBIOTIK Y DENGAN LAMA MASA RAWAT DEMAM TIFOID”

OLEH : KELOMPOK 1 KELOMPOK 3

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA 2012

perforasi usus) atau komplikasi ekstra intestinal (komplikasi hematologik. serta pemberian antibiotik. tetapi ada sebagian yang lolos ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid serta bersarang di jaringan tersebut. perawatan yang baik.6 hari.8 hari. Dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa masa perawatan penderita demam tifoid dengan menggunakan antibiotik X ternyata berlangsung selama 4. frekuensi penyakit demam tifoid tergolong masih tinggi terutama didaerah perifer. Gejala-gejalanya yang muncul adalah demam. prestasi kerja atau belajar. Pada lima tahun terakhir ini. dengan lama perawatan 5. . Secara rerata. 91% kasus demam tifoid terjadi pada usia 3-19 tahun. para klinisi mengamati adanya kasus demam tifoid yang berat bahkan fatal. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi proses tumbuh kembang. Sedangkan bagi anak-anak dosis yang dipergunakan adalah 100 mg/kg/hari dibagi dalam 4 dosis dengan dosis maksimal 2 gm/hari. pankreatitis tifosa. Perkembangan reistensi strain Salmonella typhi terhadap kloramfenikol begitu cepat sehingga ada kecenderungan masa perawatan pasien tifoid meningkat. Di Indonesia.Latar belakang Demam tifoid adalah suatu infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh kuman Salmonella thypi. pengaturan diet. nyeri otot. Antibiotik yang dipakai sebagai pengobatan standar adalah kloramfenikol.1 hari penderita demam tifoid biasanya mencapai bebas demam. sakit kepala. hepatitis tifosa. diare atau bisa juga obstipasi dan tidak jarang disertai dengan muntah dan kesadaran yang menurun. Penelitian yang lain lagi menemukan bahwa masa perawatan penderita demam tifoid dengan mempergunakan antibiotik Y ternyata lebih singkat yaitu 3. Salmonella thyphi dan endotoxinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen serta lekosit pada jaringan yang meradang sehingga terjadi demam. Sebenarnya kuman yang masuk ke dalam tubuh dapat dimusnahkan oleh asam lambung. Masa inkubasi penyakit ini 18 hari. produktivitas kerja. Dosis pada orang dewasa adalah 4 kali 500 mg sehari per oral atau intravena sampai 4 hari bebas demam. Penyakit tersebut diduga erat hubungannya dengan higiene perorangan yang kurang baik dan sanitasi lingkungan yang jelek. Tatalaksana pada demam tifoid adalah istirahat. tifoid toksik). yang ternyata disebabkan oleh strain Salmonella typhi yang resisten terhadap kloramfenikol. miokarditis. karena bila penderita terkena penyakit ini setidaknya akan mengurangi jam kerja 4-6 minggu. Di Indonesia. Terlebih bila disertai komplikasi intestinal (perdarahan intestinal.I. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang tercemar.

II. khususnya farmakologi. IV. dan gejala penyakit tifoid. khususnya yang teklah resisten terhadap antibiotik yang sudah biasa gunakan. penyebab. lebih khususnya lagi penggunaan macam-macam antibiotik. 3) Diketahuinya penyebab penurunanpenyembuhan penyakit tifoid dengan kloramfenikol. Mengapa pada pngobatan penyakit Tyfoid Fever menggunakan antibiotik ? 3. Secara teoretis. Serta mengenai resistensi organisme terhadap antibiotik karena suatu penyebab atau kondisi. x.Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memiliki dua manfaat.Tujuan penelitian a) Tujuan umum Diketahuinya hubungan antara. b) Tujuan khusus 1) Diketahuinya definisi.Untuk mengetahui sejauh mana signifikan korelasi hasil penelitian tersebut yang terkait dengan masa perawatan penderita demam tifoid yang mempergunakan antibiotik X dan antibiotik Y dibandingkan dengan penggunaan kloramfenikol. dilakukanlah penelitian ini. Apa yang menyebabkan antibiotik X dan Y masa rawatnya lebih cepat daripada antibiotik Kloramfenikol ? III. Definisi penyakit Tyfoid Fever. penyebab dan gejala ? 2. Kenapa dengan menggunakan antibiotik Kloramfenikol penyembuhan semakin menurun? Apakah terjadi resistensi ? 4. 2) Diketahuinya kegunaan antibiotic terhadap penyakit tifoid. 4) Diketahuinya sebab-sebab antibiotik x dan y lebih cepat dari x dan y terhadap penyakit tifoid. Sedangkan secara praktis penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi praktisi kesehatan dalam melakukan pemberian jenis-jenis antibiotic yang disesuaikan dengan keadaan yang mempengaruhi efektifitas antibiotik terhadap suatu organisme. .Perumusan Masalah 1. yakni manfaat secara teoretis dan praktis. lama masa rawat penyakit tifoid dengan antibiotik kloramfenikol. penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan topik dalam bidang kesehatan. y.

Kuman ini mempunyai 3 macam antigen. typhi dan endotoksinnya merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang . typhi masuk tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. yaitu mencapai 39. 3) Patogenesis Demam tifoid merupakan salah satu dari sekian banyak infeksi salmonella menjadi patogenik akibat endotoksin yang dihasilkan.gangguan saluran pencernaan dengan / tanpa gangguan kesadaran. S. limpa. Selanjutnya S. gejala.Tinjauan Kepustakaan DEMAM TIFOID 1) Pengertian Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam 1 minggu / lebih . 4) Gejala klinis Gejala klinis yang ditemukan pada demam tifoid diantaranya adalah:  Demam Demam remiten pada minggu pertama. Terjadinya demam disebabkan karena S. typhi kemudian menembus ke lamina propia. dibutuhkan jumlah bakteri 105-109 untuk dapat menimbulkan infeksi . dan tingkat keparahan penyakit tergantung pada jumlah bakteri dalam tubuh . bibir kering dan pecah. . yaitu :  Antigen O ( somatik )  Antigen H ( flagel )  Antigen Vi ( kapsul ). lidah kotor tertutup oleh selaput putih. masuk aliran limfe dan mencapai kelenjar limfe mesenterial. hati dan bagian lain dari sistem retikuloendotelial.4 – 40°C. typhi masuk aliran darah melalui ductus thoracicus dan bersarang di plaque Peyeri. sakit tenggorokan serta batuk . S. biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga  Gangguan saluran pencernaan Sering ditemukan bau mulut yang tidak sedap. merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O terhadap fagositosis. pasien terus berada dalam keadaan demam. Masa inkubasi (3 . Di tempat ini komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal dapat terjadi. kuman gram negatif. Dalam minggu kedua.Bakteri masuk melalui saluran cerna.V. sebagian lagi masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid plaque Peyeri di ileum terminalis.25 hari). Sebagian dimusnahkan di asam lambung. 2) Etiologi Penyebab demam tifoid adalah Salmonella typhi.

kalori. Batuk bronkhitis terjadi pada fase awal penyakit selama periode demam. mulai dari melena.  Gangguan kesadaran Umumnya terdapat gangguan kesadaran yang kebanyakan berupa penurunan kesadaran ringan dengan kesadaran seperti berkabut. abdomen dan punggung . malaise dan anoreksia. Apabila gejala klinis berat tak jarang penderita sampai koma . typhi dalam biakan dari darah. Berkaitan dengan patogenesis penyakit. muntah dan keluhan buang air besar . Menurut WHO (2003). pengobatan istirahat selama demam sampai dengan 5-7 hari bebas panas. menggunakan partikel berwarna untuk meningkatkan sensitivitas.  Hepatosplenomegali Hati dan limpa. mual. sakit kepala. hingga 10% pasien dapat mengalami komplikasi. sesuai kondisi dan situasi penderita Diet Makanan lunak cukup cairan. ada dua macam klasifikasi demam tifoid dengan perbedaan gejala klinis: a) Demam tifoid akut non komplikasi. perforasi dan ketidaknyamanan abdomen . kadang didapat aneosinofilia dan limfositosis relatif. feses. dan tidak menimbulkan banyak gas . bias menurun atau meningkat. b) Demam tifoid dengan komplikasi. maka bakteri lebih mudah ditemukan dalam darah dan sumsum tulang pada awal penyakit. terutama pada fase lanjut . cukup protein. Tes tubex merupakan tes aglutinasi kompetitif semi kuantitatif yang sederhana dan cepat. Identifikasi kuman melalui isolasi/biakan Diagnosis pasti demam tifoid dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri S. gangguan pencernaan. cairan duodenum atau dari rose spots. demam berkepanjangan.Pada umumya penderita sering mengeluh nyeri perut. penurunan nafsu makan. Makanan padat dini yang wajar sesuai dengan keadaan penderita dengan memperhatikan segi kualitas dan kuantitas .   6) Penatalaksanaan    Perawatan Isolasi. yaitu mobilitas sewajarnya. bergantung pada kualitas pengobatan dan keadaan kliniknya. ditemukan sering membesar. Hati terasa kenyal dan nyeri jika ditekan . 5) Diagnosis Pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid antara lain :  Pemeriksaan darah tepi Pada penderita demam tifoid bisa didapatkan anemia. sampai 25% penyakit menunjukkan adanya rose spot pada dada. tidak merangsang. jumlah leukosit normal. observasi. sedangkan pada stadium berikutnya di dalam urin dan feses . urine. mungkin didapatkan trombositopenia dan biasanya normal atau sedikit bergeser ke kiri. sumsum tulang.rendah serat.

 Tiamfenikol Tiamfenikol digunakan untuk indikasi yang sama dengan kloramfenikol. Obat ini cukup baik digunakan untuk demam tifoid. pengobatan tersebut dibagi menjadi pengobatan simtomatik. Dosis yang direkomendasikan 50-75 mg/kgBB/hari selama 14 hari dibagi 4 dosis perhari. Kloramfenikol bersifat bakteriostatik terhadap kuman yang peka seperti riketsia. Penggunaan antibiotik yang tepat. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam penggunaan antibiotik adalah khasiat. lebih toleran dan lebih cepat menyembuhkan dari pada antibiotik lini pertama seperti kloramfenikol. amoksisilin dan kombinasi trimethoprim-sulfametoksazol. Mekanisme kerja obat ini bekerja menghambat sintesis protein kuman. klamidia. Secara farmakologis.7) Peranan antibiotika pada demam tifoid Pengobatan penderita demam tifoid bervariasi tergantung gejala klinik. intravena). mikoplasma dan beberapa strain kuman gram positif dan gram negative.  Kuinolon Fluorokuinolon adalah antibiotik pilihan pertama untuk pengobatan demam tifoid untuk orang dewasa. Amoksisilin merupakan turunan ampisilin dan memiliki spektrum antibakteri yang sama namun diabsorpsi lebih baik bila diberikan per oral dan menghasilkan kadar yang lebih tinggi dalam plasma dan jaringan. Dalam hal ini kemampuannya untuk menurunkan demam. intramuskular. Menurut peranannya di dalam penyembuhan penyakit. termasuk dalam cairan empedu. tiamfenikol lebih menguntungkan dalam darah lebih tinggi serta waktu paruh yang lebih panjang yang berarti obat ini berada lebih lama dalam cairan tubuh. efektivitas ampisilin dan amoksisilin lebih kecil dibandingkan dengan kloramfenikol. ampisilin. penderita yang diberi tiamfenikol memperlihatkan hasil yang sama dengan penderita yang diobati dengan kloramfenikol dalam hal turunnya suhu tubuh menjadi normal. hilangnya gejala klinis hepatosplenomegali dan gangguan hematologis). Dosis dewasa 4 x 500 mg perhari. ketersediaan dan harga obat. karena relatif murah. Antibiotik yang dapat digunakan pada penderita tifoid adalah:  Kloramfenikol Diindonesia masih merupakan obat pilihan utama untuk mengobati demam tifoid. khasiat dan sifat yang mirip dengan penisilin. suportif dan spesifik. Amoksisilin Ampisilin merupakan derivat penisilin spektrum luas yang digunakan pada pengobatan demam tifoid. Terapi spesifik untuk pengobatan demam tifoid adalah pemberian antibiotik. terutama pada kasus resistensi terhadap kloramfenikol.  Ampisilin. Mekanisme kerja obat berdasarkan penghambatan sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman untuk ketangguhan dindingnya . status pasien dan sensitivitas antimikroba terhadap kuman. atau 5-7 hari setelah deferensiasi. dapat menyembuhkan 99% penderita dengan cara menghentikan dan memusnahkan penyebaran kuman. . Ampisillin dan amoksisilin diberikan 50-100 mg/KgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis perhari baik secara oral.  Sefalosporin Sefalosporin termasuk antibiotik dengan struktur.

Mekanisme kerja obat dengan menghambat DNA gyrase sehingga sintesa DNA kuman terganggu. pefloksasin. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Berdasarkan landasan teori yang disampaikan maka kerangka konsep yang digunakan sebagai berikut: Dosis antibiotik Usia penderita Efektivitas antibiotik Fungsi ginjal dan hati Farmakokinetik antibiotik Lingkungan dan lifestyle Bagan Kerangka Konsep Penelitian Dalam kerangka konsep di atas. peneliti akan melakukan penelitian tentang efektivitas antibiotik Khloramfenikol. fungsi ginjal dan hati penderita demam typhoid. Resistensi Kloramfenikol Beberapa tahun terakhir ini. ofloksasin. Resistensi pada strain Salmonella typhi untuk kloramfenikol dilaporkan pertama kali terjadi di Inggris tahun 1950 dan di India tahun 1972 (Chowta dan Chowta. reaksi alergi. Antibiotik golongan ini antara lain ialah siprofloksasin.Kerangka Konsep . penggunaan obat yang efektif. Sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik yang rasional yaitu sesuai dengan indikasi penyakit. sesuai dengan kondisi pasien dan pemberian dosis yang tepat. lingkungan dan lifestyle. 2005). 2002). ditemukan adanya kasus resisten terhadap antibiotik yang lazim digunakan untuk demam tifoid. dan farmakokinetik antibiotik X. dan Y (variabel terikat) terhadap usia. dan Khloramfenikol (variabel bebas). Definisi Operasional KERANGKA KONSEP PENELITIAN Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau di ukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo. X. VI. . toksik dan perubahan biologi. dosis. norfloksasin dan fleroksasin . Y. Hipotesis.

typhii sehingga menyebabkan sakit Keadaan fungsi ginjal dan hati sebagai tempat metabolisme dan ekskresi antibiotik Dosis antibiotik X. Berdasarkan data-data yang didapat. Definisi Operasional No . Y. 2005). peneliti mengemukakan sebuah hipotesis bahwa ada hubungan antara resistensi/ sensitifitas antibiotika X... dan Khloramfenikol terhadap pengobatan demam typhoid. Khloramfenikol yg memberi efek terapeutik Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Pasien tidak lagi mengeluhkan dan mengalami gejala demam typhoid Skala 2 Usia Pada saat anamnesis. 1 Variabel Efektivitas antibiotik Definisi Operasional Kecepatan dan ketepatan suatu antibiotik memberi efek manjur atau sembuh terhadap demam typhoid Usia insidensi demam typhoid dari anak dan remaja (5-19th). dewasa (20-45th) Keadaan lingkungan dan gaya hidup yang memungkinkan perkembangbiakk an dan penyebaran kuman S.HIPOTESIS Hipotesis adalah jawaban sementara penelitian. Y. ditanyakan berapa usia pasien <= 19 th : 80% <= 45 th : 20% Ordinal 3 Lingkungan dan lifestyle 4 Fungsi ginjal dan hati 5 Dosis . DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL Tabel . Biasanya hipotesis ini dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variabel. variabel bebas dan variabel terikat. patokan dugaan atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut (Notoatmodjo.

6 Farmakokineti k Proses perjalanan obat hingga memberikan efek terapeutik V.Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pengamatan.Instrumen Penelitian.Cara Pengumpulan data. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder. 4. Pencarian data secara manual sebagaimana dijelaskan oleh Kuncoro (2003:132) adalah meliputi penelusuran data secara fisik melalui penggunaan indeks dan referensi pustakawan. Pelaksanaan metode penelitian deskriptif tidak hanya terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data. 5. tetapi juga meliputi analisis dan interpretasi data. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian secara umum meliputi jumlah penderita thypus atau demam tifoid dan penderita yang menggunakan masing.Sampling merupakan cara pengambilan data dengan menggunakan sampel. 1. 6.Metodologi Penelitian.Populasi dan Sampel Populasi : orang-orang yang menderita penyakit demam tifoid / thypus / thypoid fever.Rencana Pengolahan Data dan Analisis Data. 3. antibiotik X dan antibiotik Y. antibiotik X dan antibiotik Y. Data akan diambil dengan metode teknik sampling.Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan yaitu dengan teknik sampling jenis random sampling dimana random sampling . 2. puskesmas dan dinas kesehatan. karena data telah dimiliki oleh beberapa pihak dan telah dipublikasikan.masing antibiotic yaitu kloramfenikol. Sampel : orang-orang yang menggunakan kloramfenikol.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini dilakukan secara manual.Lokasi Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di daerah X dan daerah Y.Sumber data sekunder berasal dari rumah sakit.Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang dilihat dengan menggambarkan keadaan subyek dan obyek penelitian berdasarkan fakta yang tampak dan sebagaimana adanya. Cara pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap sampel.

Data akan diolah dengan bantuan perangkat lunak dengan memanfatkan program yang sesuai.Data akan diolah melalui beberapa tahap kemudian akan dianalisis. antibiotik X dan antibiotik Y. persiapan peninjauan lapangan dan Uji coba instument Minggu IV-VI : Pengumpulan data. mulai dari Bab I sampai dengan Bab IV : Penyelesaian Laporan akhir.Rencana Jadwal kegiatan Pada rencana jadwal kegiatan akan diuraikan langkah-langkah penyusunan proposal sebagai berikut :      Minggu I Minggu II-III : Perencanaan penyusunan proposal : Penyusunan instrument. dan cara pengambilan dalam random sampling mengunakan metode acak kelompok dikarenakan mengunakan pembagian sampel dalam beberapa kelompok pengguna antibiotik kloramfenikol.ditentukan secara acak dan populasi yang bersifat homogen . .Proses pengolahan data akan dimulai dengan :     Editing Coding Processing Cleaning Analisis data Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik. ordinal Statistik Non-Parametrik VI. Pemilihan uji statistik Jumlah variable Analisis univariat Analisis multivariat Jenis data Interval. Pengolahan data dan analisis data secara garis besar Minggu VII Minggu VIII : Penyusunan laporan. rasio Statistik Parametrik Nominal.

Santunan .Cilla .Olivia .( 24 x @ Rp 200.-) = Rp 400.000.500.Transportasi . Bernadetha nadeak Surveyor Sekretariat Penasihat VIII.000.= Rp 300.Adli .000.= Rp 1.Biaya tak terduga .000.= Rp 1.Aster .Lianita : .Mery .800.= Rp 1.Hartogu .000.VII..Clara .Nurcahyo : Anastasia gulo : dr.000.dengan kebutuhan dana sekitar Rp 4.Gordon .000.800.Pengeluaran : .Risda .dengan rincian dana sebagai berikut : 1.600.000.Letta .Sara .Organisasi Peneliti utama Anggota : Achmad ageng : .Pemasukan : .Suci .Desty friska .- 2.Citra meisya simbolon .Biaya uji instrumen .000.Dery .Helena .Putu ayu .Santy .Gracia .iuran anggota = Rp 4.Syifa ..Rencana anggaran Biaya Perkiraan Anggaran Dana Penelitian Penelitian ini akan dilakukan selama 2bulan.ATK .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times