Anda di halaman 1dari 17

Kode : KKN PPM UGM -16

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Individual)


KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN : 2012
SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI : 2 - SANANSARI : 87 b - SRIMARTANI : PIYUNGAN : BANTUL : YOGYAKARTA

Disusun oleh : Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : Maisaroh Almunifah : 09/283644/TP/09504

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN PPM UGM) merupakan mata kuliah wajib yang mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat dengan bekal ilmu yang selama ini ditempuh di bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan dapat membaur dan menerapkan ilmunya kepada masyarakat. Judul KKN PPM UGM 2012 pada unit 87b (Desa Srimartani) adalah Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Wilayah Agropolitan untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan. Tema pokok yang dipilih oleh KKN unit 87 ini adalah peningkatan produksi pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Pada kesempatan KKN PPM ini, mahasiswa penulis berasal dari klaster agro sehingga program-program yang dilakukan banyak menyangkut tentang peningkatan produksi pertanian khususnya untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Berbagai program yang dilakukan adalah mengacu pada potensi pertanian di Dusun Srimartani yang selama ini kurang diberdayakan sehingga masih dijual dengan harga yang murah, misalnya singkong. Potensi hasil pertanian yang melimpah dan sangat mudah ditemui di Desa Srimartani khususnya Dusun Sanansari yakni singkong masih sangat jarang diolah lebih lanjut sehingga harga jualnya masih murah. Pengolahan singkong saat ini hanya sebatas sebagai makanan untuk konsumsi sendiri seperti tiwul, ketela rebus, gaplek dan untuk pakan ternak. Melalui program KKN PPM UGM 2012 ini, mahasiswa bidang agro khususnya, akan mencoba memberi inovasi-inovasi baru dalam pengolahan singkong sehingga dapat meningkatkan harga jual. Pengolahan singkong menjadi berbagai macam produk olahan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru kepada warga Desa Srimartani. Pendampinan mengenai pelatihan pengolahan, cara pengemasan hingga pemasaran telah diberikan kepada warga Desa Srimartani sebagai bekal menuju kelompok Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM).

Mahasiswa penulis tidak hanya memberikan program pengolahan makanan lokal tetapi juga beberapa program pendukung yang mendukung kegiatan KKN. Program pendukung ini merupakan program yang tidak mengacu pada tema KKN. Berikut ini nama-nama program baik pokok maupun pendukung yang telah dilaksanakan oleh Mahasiswa selama KKN, 1. Pendampingan Pembuatan Produk Olahan Lokal (Nanas) 2. Penyuluhan Pembuatan Tepung dari Ketela/MOCAF 3. Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Stick Tela 4. Penyuluhan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada Anak 5. Pelatihan Pembuatan Ronde Gempol 6. Pendampingan Pembuatan Rengginang Ketela 7. Pelatihan dan Pendampingan pembuatan Kerajinan Berbasis Tepung (CLAY) 8. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan MADING di TPA 9. Pendampingan TPA

REKAPITULASI KEGIATAN MAHASISWA NAMA MAHASISWA FAKULTAS KLASTER

: MAISAROH ALMUNIFAH : TEKNOLOGI PERTANIAN : AGRO Jumlah Waktu Program (Jam) 1 1 4 1 1 5 4 1 5 23 17 34 99.5 5.5 14 63.5 46.5 23 12 315

SUB UNIT : 2 (SANANSARI) UNIT : 87B (SRIMARTANI) KAB/KOTA : BANTUL Lainlain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kluster A-T A-T A-T A A-T A-T SH SH SH

Nama Kegiatan Pendampingan Pembuatan Produk Olahan Lokal (Nanas) Penyuluhan Pembuatan Tepung dari Ketela/MOCAF Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Stick Tela Penyuluhan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada Anak Pelatihan Pembuatan Ronde Gempol Pendampingan Pembuatan Rengginang Ketela Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Kerajinan Berbasis Tepung (CLAY) Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan MADING di TPA Pendampingan TPA TOTAL

JOK 102.5 60 171 25 81 159 140 251 500 1489.5

Swadaya 532.5 290 883.5 0 405 805 0 0 0 2916

Pemda/Mitra UGM Mahasiswa 195 107.5 72 0 223 60 120 0 0 777.5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 183.5 0 0 20 126.5 60 20 410

Jumlah 727.5 397.5 1139 0 628 885 246.5 60 20 4103.5

Uraian dan pembahasan masing-masing program adalah sebagai berikut : 1. Pendampingan Pembuatan Produk Olahan Lokal (Nanas) No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A. 7. T : 2.2.19 : Agro Tema (A-T) : Monodisipliner

Desa Srimartani mempunyai potensi hasil pertanian nanas ketika musim penghujan tiba, khususnya di Dusun Sanansari. Harga jual buah nanas segar yang cenderung murah dan sifat buah yang tidak tahan lama menjadi permasalahan yang harus di atasi. Pendampingan pembuatan produk olahan nanas menjadi selai merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan nilai jual dan daya simpan buah nanas karena sifat dari selai nanas yang kering. Selai yang dibuat dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan oles roti maupun isi roti. Oleh karena itu KKN PPM UGM 2012 melakukan pendampingan pembuatan olahan dari nanas yakni selai nanas yang telah dilaksanakan pada : Tanggal Waktu Tempat Sasaran Jumlah Peserta : 16 Juli 2012 : 15.00 s/d 17.00 WIB : Balai Desa Srimartani : Ibu-ibu PKK Di Desa Srimartani : 40 Orang

Pada saat pelaksanaan program tersebut, Ibu-Ibu yang datang dari berbagai dusun melakukan praktek pembuatan selai nanas yang didampingi oleh penyuluh dan mahasiswa. Pada saat pendampingan juga disampaikan manfaat penggunaan selai nanas. 2. Penyuluhan Pembuatan Tepung dari Ketela/MOCAF No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A.8. T : 2.2.19 : Agro Tema (A-T) : Monodisipliner

Ketela merupakan hasil pertanian yang dapat dipanen sepanjang tahun di Desa Srimartani. Hampir seluruh petani di Desa Srimartani mempunyai tanaman ketela. Tetapi, pengolahan ketela ini masih sebatas menjadi tiwul ataupun di gaplek yang hanya dikonsumsi sendiri. MOCAF (Modification Cassava Flour) merupakan suatu inovasi baru dalam dunia pangan yang dapat mengubah sifat ketela menyerupai terigu

sehingga tepung ketela dapat dimanfaatkan menjadi berbagai jenis produk yang biasanya terbuat dari terigu. Oleh karena itu, KKN PPM UGM 2012 mengadakan penyuluhan pembuatan MOCAF di Dusun Sanansari yang mayoritas penduduknya menanam ketela. Tanggal Waktu Tempat Sasaran Jumlah Peserta : 1 Agustus 2012 : 09.00 s/d 11.00 WIB : Rumah Bapak Mugiman Dukuh Sanansari : Ibu-ibu Di Dusun Petir, Kemloko, Sanansari : 21 Orang

Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menjelaskan pengertian, sifat tepung MOCAF dan peragaan cara pembuatan MOCAF serta produk turunan dari MOCAF. Ibu-ibu yang datang sangat antusias pada saat penyuluhan MOCAF dan ingin menghendaki pendampingan lebih lanjut hingga warga benar-benar bisa membuat MOCAF karena Desa Srimartani mempunyai ketela yang melimpah. 3. Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Stick Tela No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A. 9. T : 2.2.19 : Agro Tema (A-T) : Monodisipliner

Makanan kering dari ketela telah banyak dibuat oleh warga Desa Srimartani karena ketela merupakan hasil bumi yang melimpah di daerah Srimartani. Stick tela merupakan jenis makanan kering yang cocok untuk camilan. Bentuknya yang pipih dan panjang seperti kue bawang menjadikan stick tela disukai. Stick tela ini masih jarang dijual dipasaran sehingga dapat menjadi peluang ibu-ibu di Desa Srimartani untuk mengembangkan usaha pembuatan Stick Tela. Penyuluhan dan pendampingan stick tela telah dilakukan oleh Mahasiswa KKN PPM UGM 2012 pada a. Putaran Pertama Hari/Tanggal : Jumat, 27 Juli 2012 Tempat Pukul Sasaran Peserta : Rumah Bapak Mugiman (Kepala Dukuh Sanansari) : 09.00 s/d 12.00 WIB : Ibu-ibu Dusun Sanansari : 20 orang

b. Putaran Ke dua Hari/Tanggal : Rabu, 1 Agustus 2012 Tempat Pukul Sasaran Peserta c. Putaran Ke Tiga Hari/Tanggal : Rabu, 8 Agustus 2012 Tempat Pukul Sasaran Peserta d. Putaran Ke Empat Hari/Tanggal : Kamis, 9 Agustus 2012 Tempat Pukul Sasaran Peserta : Posyandu Kembangsari : 09.00 s/d 11.00 WIB : Ibu-ibu Kembangsari : 8 orang : Rumah Kepala Dukuh Umbulsari : 13.00 s/d 15.00 WIB : Ibu-ibu Umbulsari : 8 orang : Rumah Bapak Alex (Kepala Dukuh Bulusari) : 13.00 s/d 15.00 WIB : Ibu-ibu Bulusari : 8 orang

Penyuluhan dan pendampingan pembuatan stick tela dilakuakan di empat dusun dalam waktu yang berbeda. Mahasiswa team stick tela melakukan moving ke dusun-dusun untuk mengadakan pelatihan karena jarak antar dusun yang lumayan jauh. Apabila pelatihan pembuatan stick tela dilakukan dalam tingkat unit maka dikhawatirkan akan sedikit orang yang datang sehingga ilmu yang ingin dibagi tidak tersampaikan. Pelatihan dan pendampingan pembuatan stick tela putaran pertama dilakukan di Dusun Sanansari dengan peserta yang lumayan banyak yakni mencapai 20 orang. Pelatihan dan pendampingan pembuatan stick tela dilakukan oleh mahasiswa yang terlebih dahulu telah berulangkali orientasi. Warga yang datang sangat berminat membuat stick tela dan ada rencana ingin dipasarakan dengan sistem dititipkan di sekolah-sekolah. Warga Sanansari juga berencana menindaklanjuti pembuatan stick tela dengan membentuk kelompok-kelompok usaha kecil. Kendala yang dihadapi warga adalah masalah alat penggiling yang belum dipunyai oleh warga. Rencananya ke depan, mitra mahasiswa yakni BAZNAS akan memberikan alat penggiling tersebut apabila warga benar-benar akan mengembangkan usaha ini.

Pelatihan pembuatan stick tela di Dusun Bulusari berjalan dengan lancar. Tetapi, ibu-ibu yang datang tidak banyak dan tidak seantusias seperti yang datang di Sanansari. Hal ini terjadi karena kemungkinan dalam menyebar undangan sub unit Bulusari kurang tepat dalam target sasaran dan waktu pelaksanaan program yang terlalu sore. Peserta (ibu-ibu) yang datang terburu-buru pulang karena akan memasak untuk berbuka puasa. Di Dusun Bulusari ini, warganya juga kurang berminat dalam diberikan pelatihan stick tela. Kemungkinan karena ibu-ibu di Bulusari sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Pelatihan di Dusun Umbulsari dan Kembangsari berlangsung dengan meriah. Hampir semua ibu-ibu ikut terjun dalam proses pembuatan stick tela. Tidak hanya itu, ibu-ibu tersebut juga berencana membuat stick tela sebagai makanan lebaran. Walaupun peserta yang datang hanya 8 orang namun secara garis besar warga yang datang menunjukkan antusias dalam pelatihan pembuatan produk ini cukup besar.

4. Penyuluhan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada Anak No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A. 10. T : 2.2.23 : Agro (A) : Monodisipliner

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui agar dapat mengkonsumsi makanan secara aman. Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan terhadap makanan yang mengandung BTP yang berbahaya. BTP sering ditambahkan pada makanan baik sebagai pewarna, perasa maupun penyedap untuk menambah menarik produk makanan. BTP yang aman merupakan bahan tambahan makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi (baik jenis maupun dosisnya) sehingga tidak mengganggu kesehatan. Pengetahuan anak dalam memilih bahan makanan yang mengandung BTP aman masih sangatlah kurang sehingga perlu penyuluhan BTP yang aman pada anak-anak sagar mereka dapat memilih sendiri jajanan/makanan mana yang aman untuk di konsumsi. Oleh karena itu, KKN PPM UGM 2012 mengadakan acara penyuluhan BTP pada Hari/Tanggal : Minggu, 15 Juli 2012 Waktu Tempat : 05.00 s/d 08.00 WIB : Jembatan Gantung

Sasaran

: Anak-anak SD

Jumlah Peserta : 10 orang Kegiatan ini berlangsung pada saat sebelum puasa ramadhan. Konsep program ini adalah mengenalkan jenis-jenis makanan sehat, jenis pewarna/perasa/bahan pengawet yang aman dan tidak aman dikonsumsi serta akibatnya bagi kesehatan. Acara dilakukan dengan konsep outdoor. Kegiatan ini berlangsung di luar ruangan sembari rekreasi di Jembatan Gantung. Anak-anak diminta membawa bekal outbond berupa makanan maupun camilan dari rumah. Makanan dan minuman yang menjadi bekal makanan anak-anak diminta dikeluarkan dan dievaluasi satu per satu BTP nya sembari dijelaskan BTP apa yang aman dan yang tidak aman. Dari bekal yang anakanak bawa dipergunakan sebagai contoh makanan yang mengandung BTP aman dan tidak aman. Sehingga mereka mengetahui jenis makanan seperti apa yang baik dikonsumsi dan jenis makanan seperti apa yang tidak baik untuk dikonsumsi. Berdasarkan hasil evaluasi BTP dan pengenalan BTP, anak-anak belum banyak yang tahu jenis makanan seperti apa yang sehat dan akibat yang dapat ditimbulkan apabila mengkonsumsi BTP yang tidak aman. Setelah penyuluhan pengenalan BTP serta akibat dari mengkonsumsi BTP ini, anak-anak menjadi tahu jenis makanan seperti apa yang baik untuk dikonsumsi. Secara garis besar kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan respon anak-anak sangat bagus dalam mendengarkan penyuluhan karena konsep penyuluhan yang santai dan disisipi berbagai permainan.

5. Pelatihan Pembuatan Ronde Gempol No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A. 11 T : 2.2.19 : Agro Tema (A-T) : Monodisipliner

Desa Srimartani mempunyai potensi dalam bidang pertanian. Hasil pertanian/perkebunan di Desa Srimartani yang paling banyak dijumpai adalah pisang dan ketela. Oleh karena itu, KKN PPM UGM 2012 memberikan penyuluhan kepada warga Desa Srimartani mengenai diversifikasi pengolahan pangan berbasis pisang. Kegiatan ini telah berlangsung pada Tanggal Waktu Tempat : 18 Juli 2012 : 15.00 s/d 17.00 WIB : Balai Desa Srimartani

Sasaran Jumlah Peserta

: Ibu-ibu PKK Di Desa Srimartani : 21 Orang

Kegiatan penyuluhan pembuatan ronde gempol ini berlangsung selama 2 jam dengan mendatangkan penyuluh. Antusias ibu-ibu dalam kegiatan ini sangat bagus terlihat dari semangat ibu-ibu dalam mempraktekkan pembuatan ronde gempol. Penyuluhan dilanjutkan dengan pelatihan yang melibatkan ibu-ibu dalam membuat ronde gempol yang didampingi oleh penyuluh dan mahasiswa. Selain penyuluhan pembuatan ronde gempol, juga diberikan resep makanan olahan dari pisang agar dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu Desa Srimartani. Diharapkan penyuluhan pembuatan olahan berbasis produk lokal ini dapat menambah variasi, nilai jual dan inpirasi dalam pengolahan berbasis pangan lokal (pisang). 6. Pendampingan Pembuatan Rengginang Ketela No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : A. 12. T : 2.2.19 : Agro Tema (A-T) : Interdisipliner dengan Pengemasan Rengginang (Agro-Teknik) Rengginang Ketela merupakan suatu inovasi dalam pemanfaatan bahan hasil pertanian lokal Desa Srimartani. Harga ketela yang murah dan bahan baku yang sangat mudah didapat membuat KKN PPM UGM 2012 memberikan pendampingan pembuatan rengginang ketela kepada warga Desa Srimartani agar dapat meningkatkan harga jual ketela. Kegiatan ini berlangsung sebanyak lima kali diberbagai dusun yang ada di Desa Srimartani. Tanggal Kegiatan Tempat : 31 Juli 2012, 1;2;8;9 Agustus 2012 : Dusun Mojosari, Sanansari, Bulusari, Umbulsari, Kembangsari Jumlah peserta : 77 orang

Pendampingan pembuatan rengginang ketela ini dilakukan diberbagai dusun di Desa Srimartani karena team KKN PPM UGM 2012 berencana mencari warga yang benar-benar mau usaha sehingga harapannya dapat terbentuk UKM. segiatan pendampingan pembuatan rengginang ketela dilakukan secara moving di berbagai dusun dalam waktu yang berbeda-beda. Moving setiap dusun yang dilakukan terbukti lebih efektive dalam melakukan pendampingan karena apabila dilakukan serentak dalam satu lingkup desa maka

warga yang hadir dan berminat untuk mengikuti pendampingan pembuatan rengginang ketela sangatlah sedikit dan kurang antusias karena jarak rumah warga yang berjauhan. Pelatihan pembuatan rengginang pertama kali di lakukan di Dusun Mojosari saat acara perkumpulan PKK sehingga warga yang datang banyak. Pada saat pelatihan warga juga terlihat tertarik untuk membuatnya dirumah karena pembuatan rengginang ketela ini tergolong mudah. Pelatihan selanjutnya dilakukan di Dusun Sanansari dengan jumlah peserta 21 orang. Ibu-ibu di Dusun ini juga sangat antusias dalam praktek membuat rengginang. Sebagian dari warga yang datang berencana membuat kelompok UKM untuk mengembangkan produk ini. Pelatihan di Bulusari merupakan dusun yang minat warganya dalam kegiatan ini kurang antusias. Hal ini kemungkinan terjadi karena adanya warga sudah mempunyai kesibukan masing-masing sehingga peserta yang datang hanya sedikit (8 orang) dan pada saat pelatihan warganya tidak begitu active. Pelatihan di Dusun Umbulsari yang mendapat respon yang positive walaupun peserta yang datang hanya 8 orang namun pelatihan berlangsung meriah. Ibu-ibu tertarik untuk membuat rengginang ketela dan berharap KKN PPM UGM 2012 dapat membantu dalam hal pemasaran. Pelatihan di Kembangsari juga disambut dengan antusias oleh ibu-ibu. Walaupun ibu-ibu yang datang hanya 8 orang namun mereka bersedia terjun langsung dalam proses pembuatan rengginang ketela. Secara garis besar warga di setiap dusun yang diadalakan pelatihan pembuatan rengginang ketela ini responnya baik. Apabila kegiatan pendampingan ini dapat ditindak lajuti hingga pemasaran maka Desa Srimartani dapat membuat rengginang ketela sebagai makanan khas desa ini.

7. Pelatihan dan Pendampingan pembuatan Kerajinan Berbasis Tepung (CLAY) No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : SH 1 : 3.7.04 : Soshum (SH) : Monodisipliner

Clay merupakan suatu adonan yang dapat dibentuk menjadi kerajinan aksesoris. Adonan clay ini dapat dibuat dengan memanfaatkan tepung

bekas/kadaluarsa ataupun roti tawar kadaluarsa. Bahan-bahan dalam pembuatan clay

ini sangat mudah didapatkan seperti terigu, tepung beras, kanji, lem kayu, pengawet makanan. Bahan baku yang mudah dan murah ini diharapkan dapat melatih keterampilan yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Tanggal pelaksanaan : 19 Juli 2012; 5;11 Agustus 2012 Tempat Jumlah Peserta : Ds Sanansari, Kembangsari, Bulusari : 40 orang

Pelatihan pembuatan clay di lakukan di tiga dusun yakni Sanansari, Bulusari dan Kembangsari. Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini adalah anak-anak dan remaja masjid. Pada pelatihan di dusun Sanansari dilakukan di rumah Bapak Dukuh. Anakanak sangat antusias dalam membuat bermacam-macam bentuk bros, gantungan kunci maupun gantungan HP. Daya kreativitas anak-anak baik di Dusun Sanansari, Bulusari dan Kembangsari sangat bagus karena mereka dapat membuat bermacam-macam bentuk yang unik dan lucu. Setelah proses pembentukan aksesoris maka dilanjutkan proses pengeringan dan finishing. Anak-anak merasa puas dan bangga dengan karya yang mereka buat sendiri. 8. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan MADING di TPA No Kode No Sektor Klaster Sifat Kegiatan : SH. 2 : 3.7.02 : Soshum (SH) : Monodisipliner

TPA di Mushola Mojo hanya diisi sebatas mengajari mengaji iqro dan Al Quran sehingga sedikit membuat bosan para santri. KKN PPM UGM 2012 mempunyai rencana membuat Majalah Dinding sebagai wadah kreativitas anak-anak dalam hal tulis menulis. Pendampingan pembuatan majalah dinding dimulai pada tanggal 7 Agustus hingga 13 Agustus 2012. Pendampingan yang dilakukan meliputi pembentukan pengurus Mading hingga perencanaan layout dan tata cara pembuatan Mading. Kegiatan ini melibatkan anak-anak TPA dan pemuda pemudi di sekitar mushola. Isi dari Mading ini berasal dari para santri, pemuda dan mahasiswa KKN. Diharapkan setelah KKN selesai, anak-anak dapat membuat Mading sendiri sebagai salah satu wadah tulis menulis, seta penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai berita-berita yang ada. 9. Pendampingan TPA No Kode : SH.3

No Sektor Klaster Sifat Kegiatan

: 3.8.02 : Soshum (SH) : Monodisipliner

Mushola Mojo saat ini kekurangan pemuda maupun pemudi untuk mendampingi kegiatan TPA anak-anak. TPA yang dimulai pada jam 15.30 berakhir jam 16.00 setelah itu anak-anak hanya bermain-main bebas/tanpa ada acara hingga menunggu pembagian makanan untuk berbuka puasa. Oleh karena itu, KKN PPM UGM 2012 berinisiatif memanfaatkan waktu jeda tersebut dengan diberi materi, permainan, hafalan surat pendek, hafalan doa sehari-hari, lagu, dll. Pendampingan TPA dilakukan diakhir kegiatan KKN karena pada awal KKN banyak kegiatan yang bentrok. Walaupun kegiatan pendampingan TPA ini dilakukan hanya sebentar kurang lebih 2 minggu diharapkan dengan adanya pendampingan kegiatan TPA ini, maka pemuda-pemudi yang biasanya hanya datang untuk membagikan takjil dapat mengisi acara untuk adik-adik TPA. Acara pendampingan ini disambut baik oleh pengelola masjid dan muda-mudi. Pemuda masjid Mojo juga ikut berpartisipasi dan adik-adik TPA pun senang ketika acara jeda diisi dengan materi/permainan. Banyaknya anak-anak TPA kurang lebih 30-50 orang membuat acara TPA berjalan meriah dan seru.

II.

KESIMPULAN Berdasarkan program yang telah dibuat dan dilaksanakan, berikut ini kesimpulan yang diperoleh 1. Program-program yang berkaitan dengan tema meliputi pelatihan dan pendampingan pembuatan makanan olahan dari bahan pangan local (ketela, nanas) mendapat sambutan baik dari para ibu-ibu peserta pelaksanaan. Khusus untuk pelatihan stick tela dan rengginang, para peseta pelatihan berencana mengembangkan usaha pembuatan produk tersebut untuk kemudian dipasarkan. 2. Untuk program-program pendukung (non tema) yang telah dilakukan oleh mahasiswa pelaksana kegiatan mendapat respon positive oleh para sasaran kegiatan yakni anak-anak dan remaja. Mereka antusias melaksanakan seluruh rangkaian program dan melalui kegiatan pendukung ini maka hubungan sosial mahasiswa dengan warga sekitar menjadi semakin dekat.

III.

SARAN 1. Perlu pendampingan dan pelatihan lebih lanjut untuk program pembuatan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) terutama di Dusun Sanansari karena antusias warga yang sangat baik mengenai penyuluhan yang telah dilakukan. 2. Pendampingan pemasaran secara intensif produk olahan dari bahan lokal perlu dilakukan karena banyak warga yang mengeluhkan sulitnya pemasaran. 3. Bantuan modal dan alat untuk warga yang ingin membuka usaha camilan dari ketela perlu memdapat perhatian khusus dari mitra KKN PPM UGM 2012 yakni BAZNAS agar dapat meningkatkan harga jual produk ketela. 4. Pendampingan TPA di Dusun Sanansari, khususnya Mushola Mojo perlu dilakukan lebih lanjut agar proses pembelajaran lebih variatif.

IV.

LAMPIRAN Berikut ini dokumentasi foto-foto kegiatan pada saat pelaksanaan program berlangsung. 1. Pendampingan Pembuatan Produk Olahan Lokal (Nanas)

2. Penyuluhan Pembuatan Tepung dari Ketela/MOCAF

3. Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Stick Tela

4. Penyuluhan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pada Anak

5. Pelatihan Pembuatan Ronde Gempol

6. Pendampingan Pembuatan Rengginang Ketela

7. Pelatihan dan Pendampingan pembuatan Kerajinan Berbasis Tepung (CLAY)

8. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan MADING di TPA

9. Pendampingan TPA